Pembakaran Gereja di India.
By GK on Sep 18, 2008 in Sehari-hari, Umum, Renungan
Sebuah SMS masuk ke hp saya:
Shalom, Kejadian di India td mlm, 20 grj dibakar dan berencana mbakar 200grj lg dan mbunuh 200 pendeta dalam 24 jam ini. Tolong berdoa u/India & teruskan sms ini.
terus terang, saya tidak meneruskan sms tersebut, tapi kemudian saya googling mencari berita tentang hal ini, dan saya dapatkan antara lain di sini, di sini
Benar yang disebut dalam Kitab Yohanes 16:2 Kamu akan dikucilkan, bahkan akan datang saatnya bahwa setiap orang yang membunuh kamu akan menyangka bahwa ia berbuat bakti bagi Tuhan.
Saya hanya berpikir, ketika orang atau sekelompok orang mengatasnamakan agama untuk memusuhi orang lain, bahkan melukai dan membunuh, mungkin benar yang disebut “beragama namun tidak ber-TUHAN” (religion without God), sebab Tuhan itu (katanya) MAHA PENGASIH, MAHA PENYAYANG, bukan PEMBENCI dan PENGHANCUR umat manusia.
Saya percaya pada Tuhan Yesus (Yeshua) yang TIDAK mengajarkan agama, namun mengajarkan tentang KERAJAAN TUHAN. Sayangnya…, ajaran Yesus sekarang ini dibelenggu oleh yang namanya Agama Kristen, sehingga banyak yang menyangka Yesus mendirikan agama Kristen. Padahal, jika dibaca di Kitab Suci, banyak kali Yesus menyebut Injil Kerajaan, Kerajaan Tuhan, dan tak sekalipun menyebut “agama”.
Di KTP saya, memang tertulis “Agama: Kristen”, karena saya tidak dapat mengelak dari ‘kewajiban beragama’, namun seandainya “tanpa agama” bukan sesuatu yang aneh, mungkin saya akan memilih demikian, namun tetap meneladani Tuhan Yesus yang mengajarkan KASIH, dan saya tidak mau mengikuti “Tuhan” yang mengajarkan kebencian dan permusuhan.
Silakan baca juga tulisan wawancara ini


Jika anda ingin terbebas dari kuasa kegelapan (kuasa Setan), mungkin Tim dari

dikelola seorang awam, bukan aktivis
gereja.

Aku super setuju dengan dua paragraf terakhir. Meski dengan begitu aku sampai debat mati-matian dengan simbahku.
STR | Sep 18, 2008 | Reply
yah di indonesia orang harus “beragama”
padahal seperti sampeyan saya juga males punya agama karena agama itu kok sepertinya buatan manusia ya?
rian | Sep 19, 2008 | Reply
Sering kita hanya melihat sebelah mata saja.
Belum tentu yg menurut manusia itu salah (dari pihak kita) namun ternyata dari pihak YHWH itu harus terjadi.
Nubuat “pembersihan” ini pernah disampaikan Petrus HB pada th.2007. Dan banyak nubuat lainnya yg telah tergenapi.
uangmakan | Sep 20, 2008 | Reply
Kira Tuhan Allah ( YHWH/EHYEH ) dalam Nama Yeshua Hamshiah melepaskan umatnya di India yang teraniaya saat ini, dan demikian juga di tanah air di STT Setia. Amin
Daniel Hia
Daniel Hia | Sep 28, 2008 | Reply
@rian
yah di indonesia orang harus “beragama”
padahal seperti sampeyan saya juga males punya agama karena agama itu kok sepertinya buatan manusia ya?
benar, agama adalah buatan manusia, agama adalah produk budaya manusia, dalam upayanya mencari/menemukan Tuhan
hanya Islam yang kadang mengklaim sebagai agama yang ditentukan Tuhan Allah. — sehingga sampai ada yang menyampaikan bahwa nanti di akhirat akan ditanya malaikat penjaga surga “Apa agamamu?” “Siapa Tuhanmu?” “Siapa Nabimu?”
(apa malaikatnya tidak punya database selama si almarhum itu ketika di dunia ya?, kok masih perlu bertanya, Gimana kalau jawabnya bohong?)
GK | Oct 29, 2008 | Reply
Saya setuju buaanget dan sependapat dengan Anda. Jarang pemikiran seperti ini. Biasanya diberi gelar SESAT.
Saya ber-agama Islam. Komentar sdr Daniel logis. Banyak hal2 seperti itu saya jumpai. Semoga kita bisa lebih mulia ……
Elan | May 1, 2010 | Reply
Betul, kekristenan bukanlah agama. Kalau agama adalah jalan keselamatan yang dibuat oleh manusia sendiri untuk mencapai keselamatan kepada Allah. Tetapi Kekristenan adalah Allah yang memberikan jalan keselamatan kepada manusia agar selamat melalui Anak-Nya yang tunggal, Yesus Kristus (Yoh3:16). Titik pandang antara agama dan kekristenan berbeda, sehingga kekristenan bukanlah seyogyanya dipandang sebagai agama.
Kita diselamatkan oleh pengakuan dan iman kepada Yesus Kristus. Ingat bukan berdasarkan pemakaian nama!
Mat 7:21-23
7:21. Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga.
7:22 Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga?
7:23 Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!”
Salam.
Santo | May 1, 2010 | Reply
@ Santo
Joh 5:24
Sesungguh-sungguhnya Aku berkata kepadamu, siapa yang mendengarkan firman-Ku, dan percaya kepada Dia yang telah mengutus Aku, ia memiliki hidup kekal dan tidak masuk ke dalam penghakiman, melainkan telah berpindah dari kematian kepada kehidupan.”
inilah aturan yang diberikan oleh YESHUA, Sang JALAN dan KEBENARAN dan HIDUP tentang jaminan hidup kekal.
Siapakah DIA yang mengutus Yeshua?
Siapa nama yang dimaksud dalam frasa “dalam nama-MU” ini? Demikian juga siapakah BAPA yang dimaksud oleh Yeshua?
citta | May 1, 2010 | Reply
Benar, keselamatan hanya di dalam Yesus Kristus. Di dalam Perjanjian Lama, Tuhan memperkenalkan nama-Nya kepada bangsa Israel dengan YHWH, dan berbagai nama sebutan: Allah yang Maha Tinggi (Elyon), Allah yang Maha Kuasa (El Shaday), dll. Dalam Perjanjian Baru, suatu perjanjian yang tidak lagi dengan bangsa Israel tetapi dengan manusia yang baru yang hanya mengarahkan hati dan diriNya kepada Yesus Kristus. Tuhan tidak lagi memperkenalkan nama, tetapi memperkenalkan pribadi2Nya di dalam ke-esa-anNya, yaitu Bapa, Anak, dan Roh Kudus.
Salam Kasih.
Santo | May 1, 2010 | Reply
@ Santo
Anda belum menjawab pertanyaan saya,
Siapakah DIA yang mengutus Yeshua?
Siapa nama yang dimaksud dalam frasa “dalam nama-MU” ini? Demikian juga siapakah BAPA yang dimaksud oleh Yeshua?
pertanyaan saya ini erat kaitannya dengan karya dan pengajaran Yeshua.
terimakasih.
YHWH memberkati.
citta | May 2, 2010 | Reply
Sudah saya jawab di atas! Apakah Yesus menyebutkan suatu nama???
Salam.
Santo | May 3, 2010 | Reply
@ Santo
Dari 11 comments pada tulisan ini, sebelum comment saya ini, dan 3 diantaranya adalah comment Anda, saya tidak menemukan jawaban dari pertanyaan yang saya ajukan. Satu-satunya yang berhubungan dengan pertanyaan siapakah yang mengutus Yeshua adalah pernyataan Anda “Tetapi Kekristenan adalah Allah yang memberikan jalan keselamatan kepada manusia agar selamat melalui Anak-Nya yang tunggal, Yesus Kristus (Yoh3:16).”
Sedangkan jika kita hubungan dengan perkataan Yeshua sendiri dalam Yohanes 5:24 di atas, jelas siapakah yang mengutusNYA, yaitu BAPA. Lalu, apakah BAPA ini tidak punya NAMA?
Jika memang demikian, lalu mengapa pada bagian pertama dalam pengajran Yeshua tentang DOA, disebutkan “BAPA kami yang di surga, dikuduskanlah NAMA-MU?”.
Memang benar, Yeshua tidak menyebutkan nama. Tetapi dari pengajaran diatas, apakah frasa “nama-MU” itu hanya kiasan saja? Atau cukup BAPA itulah NAMA-NYA?
Tuhan tidak lagi memperkenalkan nama, tetapi memperkenalkan pribadi2Nya di dalam ke-esa-anNya, yaitu Bapa, Anak, dan Roh Kudus.
Hm… justru itulah, NAMA itu tidak cukup hanya dilihat, dinilai dan dipahami sebagai sebuah kata/nama, tetapi perlu dipahami ESENSI dalam NAMA tersebut, karena dalam NAMA YHWH terkandung pengertian akan PRIBADI-NYA, bahwa DIA (lah yang) ADA.
Kembali pada pengajaran Yeshua, bahwa mendengarkan (dan percaya) pada perkataan Yeshua, dan PERCAYA pada DIA YANG MENGUTUS YESHUA adalah kunci menuju hidup kekal, selamat dari penghakiman.
Jika sepakat bahwa BAPA lah yang mengutus Yeshua, maka semestinya kita belajar mengenal siapakah BAPA.
YHWH Memberkati.
citta | May 3, 2010 | Reply
Tetapi bukan berdasarkan asumsi Anda sendiri. Yesus, para rasul, penulis Kitab Perjanjian Baru, dan Bapak2 Gereja Jemaat Mula2 sampai sekarang, bukanlah kurang bijak dibandingkan Anda. Kecuali jika Anda merasa lebih bijak dibanding mereka, itu adalah hal yang lain. Saya rasa kita orang Kristen perlu rendah hati bahwa mengakui bahwa orang2 yang saya sebutkan di atas lebih bijak daripada kita. Jika mereka mempeributkan masalah nama, buat apa kita mempeributkan masalah nama? Hanya orang berwawasan sempit, yang tidak melihat hakekat kebenaran.
Salam Kasih.
Santo | May 3, 2010 | Reply
@ Santo
hm…..
saya tidak merasa lebih bijak dari siapa pun, saya hanya belajar menggali dari Alkitab.
jika Anda menganggap pemikiran tentang NAMA ini hanyalah pemikiran yang sempit, karena bapa-bapa gereja saja tidak membahas hal tersebut, PADAHAL faktanya tentang NAMA ini banyak disebut dan dinyatakan dalam Alkitab, lalu, apakah Anda akan mendasarkan pemahaman dan pengenalan Anda tentang TUHAN itu dari Alkitab dan pengalaman pribadi Anda, atau cukup dari pengajaran bapa-bapa gereja?
Apakah bapa-bapa gereja itu jaminan kebenaran?
Hm… saya harap Anda sudah cukup mahfum bahwa banyak tradisi dan ritual dalam kekritenan yang tidak sesuai dengan yang tertulis di dalam Alkitab, dan justru merupakan hasil adopsi dari tradisi pagan, dan ini disetujui lho oleh bapa-bapa gereja…
Hm… justru itulah, NAMA itu tidak cukup hanya dilihat, dinilai dan dipahami sebagai sebuah kata/nama, tetapi perlu dipahami ESENSI dalam NAMA tersebut, karena dalam NAMA YHWH terkandung pengertian akan PRIBADI-NYA, bahwa DIA (lah yang) ADA.
citta | May 4, 2010 | Reply
Citta: saya tidak merasa lebih bijak dari siapa pun, saya hanya belajar menggali dari Alkitab
Santo: Anda sendiri yang mengakui bahwa Anda tidak lebih bijak dibandingkan siapapun terlebih orang2 yang saya contohkan di atas. Pemahaman dan pengertian Anda hanya berdasarkan penggalian dari Alkitab pribadi. Namun saya harus menyatakan bahwa pemahaman dan pengertian seseorang bukanlah bukanlah sesuatu kebenaran yang mutlak. Kebenaran yang mutlak adalah yang tertulis dalam tulisan Alkitab. Makanya saya tanya di Alkitab Perjanjian Baru, Tuhan ada tidak memperkenalkan nama? Jika Tuhan menganggap penting namaNya untuk diketahui dan dikenal, maka di dalam pengajaran Yesus pasti tidak menyebut nama YHWH, demikian pula murid2Nya. Penulis Kitab Perjanjian Baru pun tidak akan menterjemahkan nama YHWH! Tapi sayang kebenarannya tidaklah seperti pemahaman Anda. Itulah saya katakan bahwa orang yang berpikiran sempit yang tidak melihat hakekat kebenaran, karena hanya berdasarkan pemahamannya sendiri mengklaim itu sebuah kebenaran yang mutlak.
Salam.
Santo | May 4, 2010 | Reply
@ Santo :
Silakan Anda baca lagi semua komentar saya, adakah saya mengklaim apa yang saya yakini sebagai sebuah kebenaran yang mutlak?
Kebenaran yang mutlak adalah yang tertulis dalam tulisan Alkitab. Makanya saya tanya di Alkitab Perjanjian Baru, Tuhan ada tidak memperkenalkan nama?
Jika Anda menuliskan kebenaran Alkitab adalah kebenaran yang mutlak, kebenaran untuk hal apa? Lalu, Alkitab yang mana yang Anda maksud, (sekalipun saya tidak setuju dengan pembagian PL dan PB dalam Alkitab, tapi agar diskusi ini nyambung, saya pakai saja terminologi tersebut). Mari kita lihat apa yang dikatakan oleh Yeshua mengenai salah satu bagian yang berhubungan dengan PL berikut ini :
Matius 5:17 “Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya.
Jadi, jika demikian, apakah PL menjadi tidak berlaku ketika sudah ada PB? Sedangkan Yeshua datang justru untuk menggenapinya?
Hm…. pembagian Alkitab menjadi PL dan PB ini apakah juga sebuah kebenaran mutlak dari Alkitab itu sendiri..?? Dimana bagian yang mengatur pembagian Alkitab menjadi PL dan PB..?
Jika Tuhan menganggap penting namaNya untuk diketahui dan dikenal, maka di dalam pengajaran Yesus pasti tidak menyebut nama YHWH, demikian pula murid2Nya. Penulis Kitab Perjanjian Baru pun tidak akan menterjemahkan nama YHWH!
Maksud kalimat Anda ini bagaimana?
Lagi pula, apakah NAMA itu DITERJEMAHKAN..?
Tapi sayang kebenarannya tidaklah seperti pemahaman Anda.
Ijinkan saya bertanya bagaimana pemahaman menurut Anda.
Justru karena itulah saya tuliskan di atas,
NAMA itu tidak cukup hanya dilihat, dinilai dan dipahami sebagai sebuah kata/nama, tetapi perlu dipahami ESENSI dalam NAMA tersebut, karena dalam NAMA YHWH terkandung pengertian akan PRIBADI-NYA, bahwa DIA (lah yang) ADA.
karena ketika yang dilihat hanya dari sisi sebuah NAMA maka tak heran akan muncul pendapat dan penilaian hal ini sebagai buah dari pola pikir yang sempit dan kurang wawasan, padahal ketika mau lebih dalam mengenal ESENSI nya maka akan paham, bahwa ini bukan sekedar pemikiran yang sempit.
Jadi, jika Yeshua mengajarkan tentang BAPA dan Kerajaan Sorga, lalu
Para Rasul mengajarkan tentang Yeshua, lalu
Gereja mengajarkan tentang dogma dan doktrin Agama,
yang manakah yang akan menjadi acuan Anda?
Apakah pertanyaan-pertanyaan tentang BAPA yang merupakan buah dari sebuah langkah pengenalan akan BAPA menjadi hal yang tidak penting..?
YHWH Memberkati …
citta | May 5, 2010 | Reply
Citta: Silakan Anda baca lagi semua komentar saya, adakah saya mengklaim apa yang saya yakini sebagai sebuah kebenaran yang mutlak?
Santo: Ya, berdasarkan statement Anda ini:
NAMA itu tidak cukup hanya dilihat, dinilai dan dipahami sebagai sebuah kata/nama, tetapi perlu dipahami ESENSI dalam NAMA tersebut, karena dalam NAMA YHWH terkandung pengertian akan PRIBADI-NYA, bahwa DIA (lah yang) ADA.
Santo: Apakah di PB dalam tulisan para rasul maupun dalam pengajaran Yesus disebutkan sebuah nama untuk Bapa? Tidak kan..Kalau demikian, jangan Anda menafsirkan sendiri tentang pentingnya nama YHWH bagi pribadi Bapa, apalagi dijadikan alasan bahwa nama YHWH tidak boleh diterjemahkan.
Santo: Apakah Anda sudah tidak sadar bahwa YHWH tidak lagi membuat perjanjian dengan bangsa Israel? Itulah makna Perjanjian Baru bahwa Tuhan tidak lagi membuat perjanjian dengan bangsa Israel.
Ibrani 8
8:13 Oleh karena Ia berkata-kata tentang perjanjian yang baru, Ia menyatakan yang pertama sebagai perjanjian yang telah menjadi tua. Dan apa yang telah menjadi tua dan usang, telah dekat kepada kemusnahannya.
Santo: pengenalan pribadi Bapa itu penting, tetapi bukan berdasarkan seperti penafsiran Anda yang bermula dari sebuah nama. Apakah Anda tidak bisa belajar tentang pribadi Bapa dari pengajaran Yesus dan para rasul dalam tulisan Kitab Suci yang tanpa ada sebutan nama?
Apapun juga pengertian dan pemahaman saudara, tentang nama yang tidak boleh diterjemahkan, bertentangan dengan fakta pada tulisan Kitab Suci.
Salam.
Santo | May 6, 2010 | Reply
@ Santo :
cobalah Anda sedikit saja mau membaca kembali alur diskusi dalam tulisan ini, dan cermati, karena saya lihat Anda justru sedang memutarbalikkan pendapat Anda sendiri dan Anda sangkakan kepada saya.
1. Bahwa saya mempunyai pendapat “NAMA itu tidak cukup hanya dilihat, dinilai dan dipahami sebagai sebuah kata/nama, tetapi perlu dipahami ESENSI dalam NAMA tersebut, karena dalam NAMA YHWH terkandung pengertian akan PRIBADI-NYA, bahwa DIA (lah yang) ADA“, apakah tidak boleh saya mempunyai pendapat saya sendiri? Sedangkan saya tidak prnah menyatakan ini sebagai sebuah kebenaran mutlak, tetapi Anda menganggapnya demikian, ya silakan…. Bahwa menurut Anda pemahaman saya ini tidak benar, hm… apakah pendapat Anda adalah sebuah kebenaran (yang mutlak) juga..? Bukankah pemahaman seseorang mengenai TUHAN tidak harus sama..? Dan, di forum ini setiap orang bisa menyampaikan pendapatnya, dan bisa ditanggapi, asalkan dengan cara-cara yang bijak dan bermartabat, tanpa marah dan mencela..?
2. Justru pernyataan Anda yang membingungkan, coba baca kembali dengan tenang postingan pernyataan Anda yang saya tanyakan, (hm.. mungkin ada sedikit kurang teliti)
Jika Tuhan menganggap penting namaNya untuk diketahui dan dikenal, maka di dalam pengajaran Yesus pasti tidak menyebut nama YHWH,
=== maksudnya bagaimana? Jika Tuhan menganggap penting namaNya untuk diketahui dan dikenal koq justru dalam pengajrannya Yesus tidak menyebutkan namaNya? Mungkin yang Anda maksud, Jika Tuhan menganggap penting namaNya untuk diketahui dan dikenal, maka di dalam pengajaran Yesus PASTI MENYEBUT NAMA YHWH, begitukah..?? ===
Penulis Kitab Perjanjian Baru pun tidak akan menterjemahkan nama YHWH!
Kalau demikian, jangan Anda menafsirkan sendiri tentang pentingnya nama YHWH bagi pribadi Bapa, apalagi dijadikan alasan bahwa nama YHWH tidak boleh diterjemahkan.
Apapun juga pengertian dan pemahaman saudara, tentang nama yang tidak boleh diterjemahkan, bertentangan dengan fakta pada tulisan Kitab Suci.
Pada bagian manakah dari pernyataan saya yang menyatakan bahwa NAMA TIDAK BOLEH DITERJEMAHKAN? Bukankah saya justru menanyakannya kepada Anda, apakah NAMA itu DITERJEMAHKAN..? Silakan Anda cermati kembali. Tetapi baiklah, dari pernyataan Anda saya menarik kesimpulan bahwa menurut Anda NAMA itu (boleh/bisa) diterjemahkan, jika demikian, lalu diterjemahkan menjadi apakah NAMA YHWH..??
Santo: Apakah Anda sudah tidak sadar bahwa YHWH tidak lagi membuat perjanjian dengan bangsa Israel? Itulah makna Perjanjian Baru bahwa Tuhan tidak lagi membuat perjanjian dengan bangsa Israel.
Apakah dengan demikian ini membuat (yang disebut dengan) Perjanjian Lama menjadi tidak berlaku? Demikian pula dengan nama YHWH menjadi tidak belaku lagi? Silakan Anda baca lagi apa yang dikatakan Yeshua dalam ayat Matius 5:17 di atas. Saya tidak menafsir atas pengertian sendiri, tetapi saya memilih untuk berpegang pada apa yang disampaikan oleh Yeshua sesuai rekaman yang ada dalam Kitab Suci.
Santo: pengenalan pribadi Bapa itu penting, tetapi bukan berdasarkan seperti penafsiran Anda yang bermula dari sebuah nama. Apakah Anda tidak bisa belajar tentang pribadi Bapa dari pengajaran Yesus dan para rasul dalam tulisan Kitab Suci yang tanpa ada sebutan nama?
Sebelum saya mengenal nama YHWH, saya adalah seseorang yang sudah puluhan tahun menjadi orang Kristen. Selama itu saya belajar tentang BAPA dari Alkitab, dari banyak literatur dan khotbah-khotbah. Dan, pada akhirnya pemahaman saya tentang BAPA sebagai DIA YANG ADA itu saya dapatkan bahkan SEBELUM saya mengenal NAMA YHWH. Baru kemudian setelah saya mengenal NAMA YHWH dan mengerti bahwa NAMA YHWH mengandung arti DIA ADA itulah, saya menjadi paham makna sebuah pepatah China yang mengatakan “permulaan dari HIKMAT adalah menyebut sesuatu dengan namanya yang benar”.
Berangkat dari hal inilah maka saya bisa menyatakan bahwa NAMA itu tidak cukup hanya dilihat, dinilai dan dipahami sebagai sebuah kata/nama, tetapi perlu dipahami ESENSI dalam NAMA tersebut, karena dalam NAMA YHWH terkandung pengertian akan PRIBADI-NYA, bahwa DIA (lah yang) ADA.
Jadi, saya belajar mengenal BAPA pun TIDAK BERAWAL DARI MENGETAHUI NAMANYA, tetapi hasil dari proses belajar itulah yang membawa saya pada kesimpulan bahwa DENGAN MENGETAHUI NAMA YHWH DENGAN BENAR, DAN MEMAHAMI ESENSI DARI NAMA YHWH, hal ini akan membawa pada pengenalan akan BAPA.
Demikian yang saya pahami.
YHWH Memberkati Anda.
citta | May 7, 2010 | Reply
Efesus 2
2:15 sebab dengan mati-Nya sebagai manusia Ia telah membatalkan hukum Taurat dengan segala perintah dan ketentuannya, untuk menciptakan keduanya menjadi satu manusia baru di dalam diri-Nya, dan dengan itu mengadakan damai sejahtera,
Anda baca baik2 ayat di atas. Dengan mati-Nya, Yesus Kristus sebagai manusia, Ia membatalkan hukum Taurat dengan segala perintah dan ketentuannya!
Anda benar, Yesus datang bukan untuk meniadakan hukum Taurat tetapi menggenapinya, tetapi sejak kematianNya sebagai manusia, Ia membatalkan semua ketentuan hukum Taurat dengan segala perintah dan ketentuannya.
Kolose 2
2:8 Hati-hatilah, supaya jangan ada yang menawan kamu dengan filsafatnya yang kosong dan palsu menurut ajaran turun-temurun dan roh-roh dunia, tetapi tidak menurut KRISTUS.
Galatia 2
2:4 Memang ada desakan dari saudara-saudara palsu yang menyusup masuk, yaitu mereka yang menyelundup ke dalam untuk menghadang kebebasan kita yang kita miliki di dalam KRISTUS YESUS, supaya dengan jalan itu mereka dapat memperhambakan kita.
Kisah Para Rasul 20
20:30 Bahkan dari antara kamu sendiri akan muncul beberapa orang, yang dengan ajaran palsu mereka berusaha menarik murid-murid dari jalan yang benar dan supaya mengikut mereka.
Fakta Alkitab:
1. Dalam pengajaran Yesus, tidak disebutkan suatu nama untuk Bapa. Sebutan Yesus kepada Bapa adalah Bapa (Abba) dan Allah (El)
2. Dalam tulisan para rasul, murid2 Yesus, tidak menuliskan suatu nama untuk Bapa. Untuk Allah mereka menuliskan dengan memakai kata “Theos” dan “Kurious”
3. Demikian pula, penulis Kitab Suci selain para rasul, misalnya Lukas, Markus, dan Yudas. Mereka juga tidak menuliskan suatu nama untuk Bapa.
4. Bangsa Israelpun menghindari penyebutan nama YHWH, karena nama ini begitu kudus sehingga mereka mengganti penyebutan dengan “Adonay”
5. Tidak ada perintah untuk selalu memakai nama YHWH atau perintah larangan tidak boleh memakai nama lain untuk penyebutan Tuhan, ataupun perintah larangan tidak boleh menterjemahkan namaNya. Bahkan yang ada adalah perintah pembatasan pemakaian namaNya, yang tidak boleh dilakukan secara sembarangan.
Pembelajaran Anda, pemahaman Anda, maupun pemikiran Anda, bukanlah kebenaran yang harus kami yakini karena memang berbeda dengan fakta Alkitab. Silahkan saja jika itu yang menjadi keyakinan Anda. Saya tidak pernah berusaha untuk merubah keyakinan Anda, melainkan Anda yang berusaha mempengaruhi yang lain, berdasarkan pemahaman pribadi Anda sendiri.
Untuk pernyataan :Jika nama itu penting, seharusnya saya tulis Yesus tidak akan lupa menyebutkanNya atau memerintahkan nama itu disebut kepada murid2Nya, dan murid2Nya juga tidak akan lalai menuliskan nama YHWH dalam Kitab Suci!
Salam.
Santo | May 7, 2010 | Reply
@Santo;
Efesus 2
2:15 sebab dengan mati-Nya sebagai manusia Ia telah membatalkan hukum Taurat dengan segala perintah dan ketentuannya, untuk menciptakan keduanya menjadi satu manusia baru di dalam diri-Nya, dan dengan itu mengadakan damai sejahtera,
dari cara penulisan itu, nampaknya anda menggunakan Alkitab elektronik dari LAI.
OK, sekarang coba anda cek di software anda, bagaimana ayat Efesus 2:15 itu di King James Version,
dan jika anda punya KS-ILT (Indonesian LITERAL Translation), silakan anda cek juga.
OK, saya kutipkan saja dari KJV:
Ephsians 2:15 Having abolished in his flesh the enmity, even the law of commandments contained in ordinances; for to make in himself of twain one new man, so making peace;
ini dari KS-ILT:
Eph 2:15 dengan melenyapkan perseteruan di dalam tubuh-Nya, yaitu torat tentang perintah-perintah di dalam dogma-dogma, supaya Dia menciptakan keduanya sebagai satu manusia baru di dalam diri-Nya sendiri dengan membuat damai sejahtera.
saya harap anda memahami perbedaan antara LAI-TB dan KJV/ILT
GKmin | May 7, 2010 | Reply
Untuk ayat ini KS-ILT menterjemahkan lebih menyerupai terjemahan King James. Tetapi bukan berarti terjemahan LAI keliru. LAI menterjemahkan sesuai dengan makna teologinya sehingga mudah untuk dipahami.
Efesus 2:14-16
2:14. Karena Dialah damai sejahtera kita, yang telah mempersatukan kedua pihak dan yang telah merubuhkan tembok pemisah, yaitu perseteruan,
2:15 sebab dengan mati-Nya sebagai manusia Ia telah membatalkan hukum Taurat dengan segala perintah dan ketentuannya, untuk menciptakan keduanya menjadi satu manusia baru di dalam diri-Nya, dan dengan itu mengadakan damai sejahtera,
2:16 dan untuk memperdamaikan keduanya, di dalam satu tubuh, dengan Allah oleh salib, dengan melenyapkan perseteruan pada salib itu.
Yang didamaikan adalah perseteruan/permusuhan antara orang Yahudi yang bersunat secara lahiriah dan orang non Yahudi yang bersunat secara rohani.
Yang dibatalkan/dihilangkan/dilenyapkan adalah hukum Taurat dengan segala perintah dan ketentuannya/dogma.
Sehingga kita jelas membedakan antara yang didamaikan dan yang dibatalkan/dilenyapkan.
Makna teologi yang diambil oleh LAI untuk menterjemahkan in His flesh (dalam dagingNya) menjadi dengan mati-Nya sebagai manusia, sudah terdapat pada ayat 13.
2:13 Tetapi sekarang di dalam Kristus Yesus kamu, yang dahulu “jauh”, sudah menjadi “dekat” oleh darah Kristus.
2: 13, But now in Christ Jesus you who sometimes were far off are made near by the blood of Christ. (King James)
Jadi tidak keliru, LAI menterjemahkannya.
Salam.
Santo | May 8, 2010 | Reply
Wah…MULAI seru nih….!!!
pendapat boleh beda…, Saudaraku..mohon hati tetap DAMAI…ya..se”DAMAI KASIH SEJAHTERAH”
Dalam “KRISTUS”
Sama halnya ada bayak nama Yesus didunia ini bukan…? Yesus…A, Yesus..B..? Tapi cuma ada satu “YESUS_KRISTUS” orang boleh bilang Yesus..A
adalah yang benar, yang lainnya Yesus..B..yang benar..Terserah…Tapi cuma ada satu Juruselamat YESUS_KRISTUS
AMIN…
shendra | May 8, 2010 | Reply