Yesaya 52:6 Sebab itu umat-Ku akan mengenal nama-Ku dan pada waktu itu mereka akan mengerti bahwa Akulah Dia yang berbicara, ya Aku!

Awal kebijaksanaan adalah memanggil sesuatu dengan namanya yg benar. (Pepatah Cina)

Sanggahan terhadap BROSUR “LAI”

LAI membagikan brosur ke beberapa pihak untuk “mempertahankan” allah, Allah dan ALLAH.Tulisan berikut aslinya ditulis oleh Rev. Yakub Sulistyo, dicopy dan diedit oleh Setiadji K dan Admin www.gkmin.net.

Dengan dikeluarkannya brosur yang diperuntukkan bagi gereja-gereja di Indonesia oleh Lembaga Alkitab Indonesia, yang ternyata isinya justru menyesatkan gereja-geraja, maka kami berkewajiban untuk meluruskannya, sehingga bagi orang / pribadi atau institusi / gereja-gereja & persekutuan-persekutuan di Indonesia yang mencari kebenaran sejati, akan menemukan di sini.  Untuk itu, taruhlah hati Anda di sudut netral terlebih dahulu, tidak apriori dan baca dengan akal sehat tanpa emosi, ijinkan Roh Kudus memberi hikmat untuk dapat memahami kebenaran ini.Brosur LAI : Mengapa LAI menggunakan kata “Allah”?. Dalam Alkitab Terjemahan Baru (1974) yang digunakan secara luas di tanah air, baik oleh umat Katolik maupun Protestan, kata “Allah” merupakan padanan “ELOHIM, ELOAH dan EL dalam Alkitab Ibrani : Kej. 1: 1 “Pada mulanya Allah (ELOHIM) menciptakan langit dan bumi Ul. 32: 17 “Mereka mempersembahkan korban kepada roh-roh jahat yang bukan Allah (Eloah).Mzm. 22: 2 Allahku (EL), Allahku, mengapa Engkau meninggalkan aku?”

Sanggahan kami : Dalam Kitab-kitab tsb di bawah ini, jika dibaca dalam bahasa Ibrani, maka transliterasinya sbb. :Kej. 1: 1 “Bereshit bara ELOHIM et hassamayim we’et haarets”Ul. 32: 17 “Yiz’bekhu lashedim lo eloha ELOHIM lo ye’daum kha’dashim miqqarov bau lo se’arum A’voteikem”Mzm. 22: 2 “ELI eli lama azav’tani rakhoq mishuati div’rei shaa’gati”Dari pembacaan ayat-ayat tersebut di atas, seharusnya Kejadian 1: 1 diterjemahkan “Pada mulanya Tuhan / Elohim menciptakan….. “Ulangan 32: 17 “…. Kepada sesembahan-sesembahan Yang bukan Tuhan.”Mazmur 22: 2 “El ku, el ku, mengapa Engkau meninggalkan aku”Dalam transliterasi ayat-ayat di atas tidak ada yang berasal dari huruf Ibrani ELOAH seperti yang LAI maksudkan. Walaupun memang EL, ELOHIM, ELOAH merupakan padanan kata.

Brosur LAI : Beberapa kelompok yang menolak kata “Allah” memang berpendapat, kata itu tidak boleh hadir dalam Alkitab umat kristiani. Ada yang memberi alasan bahwa “Allah” itu adalah nama Tuhan yang disembah umat Muslim. Ada pula yang mengaitkannya dengan dewa dewi bangsa Arab. Seandainya pendirian ini benar, tentu EL, ELOAH dan ELOHIM pun harus dicoret dari Alkitab Ibrani.

Sanggahan kami : Kata “Allah” memang nama sesembahannya umat Muslim yang harus kita hargai dan jangan dicampur-adukkan dengan kekristenan. Bukti bahwa “Allah” adalah nama sesembahannya umat Muslim : 1. Dalam Roman Translation of The Holy Qur’an with full Arabic text, English Translation by Abdullah Yusuf Ali, Dar Al Furqan - Beirut Lebanon untuk kata Allah tidak diubah, di mana dalam QS 1 Al-Fatiha 1 ditulis : In the name of Allah, Most Gracious, Most Merciful. Demikian pula dalam Inleiding Tot De Studie Van De Heilige Qor’aan, door Hazrat Mirza Bashir-Ud-Din Mahmud Ahmad, Rabwah- Punjab-Pakistan untuk QS 1 Al-Faatihah (voor) 1 ditulis : In naam van Alla, de Barmhartige, de Genadevolle.Karena Allah itu nama diri maka dalam bahasa apapun, tetap kata Allah tidak berubah. Dalam hal ini LAI berusaha untuk meyakinkan kelompoknya bahwa kata “Allah” itu bahasa Indonesia atau hanya sebutan saja!. Padahal kalau memang kata “Allah” itu merupakan sebutan atau bahasa, kata “Allah” juga akan dipakai oleh Agama Hindu dan Budha sebagai sinonim / padanan kata dari kata “Tuhan”, namun dalam kenyataannya tidak pernah ada! Sedangkan Firman Tuhan sudah menegaskan agar nama sesembahan lain jangan kita panggil, seperti Kel. 23: 13 “Uvkol asher-amar’ti aleikem tishameru we’shem elohim akherim lo tazkiru lo yishama al-pikha”, artinya : “dan dalam segala hal yang telah Kufirmankan kepadamu, haruslah kamu waspada, nama sesembahan / Elohim lain janganlah kamu sebut, janganlah hal itu terdengar dari mulutmu.”

Brosur LAI: “Ada pula yang mengaitkannya dengan dewa dewi bangsa Arab. Seandainya pendirian ini benar, tentu EL, ELOAH dan ELOHIM pun harus dicoret dari Alkitab Ibrani”

Sanggahan kami: Kata “Allah” memang merupakan nama dewa bangsa Arab sebelum Islam lahir, yaitu sebagai Nama Dewa yang mengairi bumi, merupakan satu diantara 360 dewa lanilla seperti Allata, Aluza, Almanat, Alhubal dsb. Sedangkan Di Indonesia nama atau kata Allah sudah dikenal karena agama Islam sudah masuk terlebih dahulu ke Indonesia, dan oleh umat Islam, Nama atau kata Allah dikenal sebagai Tuhan sang pencipta. Ada banyak buku referensi yang ditulis oleh pakar theologia Muslim sendiri yang menyatakan bahwa “Allah” itu nama sesembahan dari pra Islam, diantaranya buku Passing Over, Bidah-bidah di Indonesia dsb. Lalu kenapa EL, ELOAH dan ELOHIM harus dicoret dari Alkitab Ibrani?LAI lupa kalau EL, ELOAH dan ELOHIM itu bukan NAMA DIRI, melainkan hanya sebutan, tentu saja tidak bermasalah. Tidak pernah dalam Alkitab Tuhan pencipta menyatakan diriNya bernama EL, ELOAH atau ELOHIM, yang ada bernama YAHWEH seperti dalam Kitab Yeshayahu / Yesaya 42: 8 “Ani Yahweh hu sh’mi uk’vodi le’akher lo-etten ut’hilati lap’silim” yang artinya : Akulah Yahweh, itulah nama-Ku, dan Aku tidak akan memberikan kemuliaan-Ku kepada yang lain dan pujian-Ku kepada patung.”

Brosur LAI : Lagi pula, beberapa inskripsi yang ditemukan pada abad keenam menunjukkan bahwa kata “Allah” telah digunakan umat kristiani ortodoks sebelum lahirnya Islam. Hingga kini, umat kristiani di negeri Mesir, Irak, Aljazair, Yordania dan Libanon tetap memakai “Allah” dalam Alkitab mereka,. Jadi, kata “Allah” tidak dapat diklaim sebagai milik satu agama saja.

Sanggahan kami : LAI ini menerjemahkan Kitab Suci untuk ditaati dan diimani, namun sekarang hanya gara-gara mempertahankan “Allah” yang dalam bahasa aslinya tidak ada, justru mengajarkan untuk meninggalkan Kitab Suci yang diterjemahkannya sendiri yang seharusnya untuk diimani, malah diperintahkan untuk berpaling kepada inskripsi yang notabene bukan firman! Kalau sesuatu yang bukan firman, punya otoritas yang bisa mengalahkan firman itu sendiri, lalu untuk apa mengimani firman? Termasuk kebiasaan kristiani di negeri Mesir, Irak, Aljazair, Yordania dan Libanon yang bukan firman, bagaimana bisa mengalahkan firman? Kalau orang Kristen di negeri Mesir, Irak, Aljazair, Yordania memakai kata “Kwankong”, apakah kita juga tidak bermasalah menggunakan kata tersebut? Apakah karena kata “Allah” sudah dipakai mereka lalu LAI mengklaim sebagai suatu kebenaran?. Dasarnya apa? Mereka bisa saja menggunakan kata “Allah” karena pengaruh agama suku, seperti di Indonesia, sedangkan Yahweh yang menghendaki nama-Nya disebut, malah tidak diikuti. Perlu LAI ketahui bahwa kristiani di tanah Arab, mereka juga mengenal Yahweh, dengan disebut YAHWAH, karena huruf Arab tidak mengenal vokal “E”. Berdasarkan penelitian kami, mereka juga kadang menerjemahkan Yahweh menjadi Allah yang mereka anggap sebagai sebutan, namun ada juga yang tetap tidak diterjemahkan, ini sekaligus membuktikan kalau mereka juga kebingungan dalam menerjemahkan kitab suci, di mana seharusnya NAMA DIRI tidak perlu diterjemahkan. Jadi kalau kelompok bingung dijadikan contoh, lalu dimana kebenarannya?

Brosur LAI : Terjemahan yang dikenal dengan nama “Septuaginta” dikerjakan di Aleksandria, Mesir, dan ditujukan bagi umat Yahudi berbahasa Yunani. Dalam Kejadian 1; 1, misalnya, Septuaginta menggunakan istilah THEOS yang biasa dipakai untuk dewa-dewa Yunani.

Sanggahan kami : THEOS itu bukan NAMA DIRI, sama seperti ELOHIM juga bukan NAMA DIRI, jadi untuk Kejadian 1: 1 jika dalam bahasa Yunani kata ELOHIM diterjemahkan dengan THEOS ya tidak bermasalah! Kenapa dipermasalahkan??? Karena THEOS dan ELOHIM itu BUKAN NAMA DIRI, melainkan SEBUTAN, tentu saja jika dipakai untuk dewa-dewa Yunani tidak masalah.

Brosur LAI : Nyatanya, Perjanjian Baru pun memakai kata yang sama, seperti contoh berikut: Terpujilah Allah (THEOS), Bapa Tuhan kita Yesus Kristus.” (2 Korintus 1: 3) Tentu, THEOS dalam kutipan ini tidak dipahami sebagai sembahan politeis.

Sanggahan kami : 2 Korintus 1: 3 dalam bahasa Ibrani dibaca “Barukh hu haelohim avi adoneinu Yeshua HaMashiakh avi …. “Disini kata ELOHIM diterjemahkan THEOS, tentu tidak masalah karena ini sebutan, bukan nama. Rupanya LAI masih bingung untuk membedakan antara NAMA DIRI, SEBUTAN dan BAHASA. Tentu saja kalau sebutan, bisa saja dipergunakan untuk menunjuk lepada sesembahan politeisme, maupun monoteisme.Contoh Sebutan itu : Ayah, Hakim, Guru, Pendeta, Nabi, Theos, El, Puangmatua, Debata, Tetemanis dsb.Contoh Nama Diri : Yanto, Kartono, Santi, Yahweh, Allah, Budha.

Brosur LAI : Kata “Allah” dalam sejarah penerjemahan Alkitab di Nusantara. Sebelum Alkitab TB-LAI diterbitkan pada tahun 1974, telah ada beberapa Alkitab dalam bahasa Melayu yang merupakan cikal bakal bahasa Indonesia. Injil Matius terjemahan A.C. Ruyl (1629) adalah upaya pertama dalam penerjemahan Alkitab di nusantara. Menariknya, dalam terjemahan perdana ini, kata “Allah” telah digunakan, seperti contoh berikut: “maka angkou memerin’ja nama Emanuel artin’ja Allahu (THEOS) ferta fegala kita” (Mat 1: 23).

Sanggahan kami : Mat 1: 23 dalam bahasa Ibrani dibaca “Hinnei haal’ma hara we’yoledet ben we’qar’u shmo immanuel asher yeamer el immanu.” yang artinya “….. Mereka akan menyebut nama-Nya Immanuel yang berarti El beserta kita.” Coba Anda bandingkan sendiri dengan terjemahan LAI tersebut di atas! Kenapa kata “Allahu” sekarang direvisi menjadi “Allah” saja? Berarti terjemahan tersebut salah atau kurang tepat sehingga perlu direvisi. Kata “Allah” pun sebenarnya kurang tepat karena itu nama diri sesembahan umat Islam. Bukan padanan kata dari Tuhan.

Brosur LAI : Seperti tampak pada contoh-contoh di atas, kata “Allah” yang baru belakangan ini dipersoalkan oleh sebagian umat kristiani telah digunakan selama ratusan tahun dalam terjemahan-terjemahan Alkitab yang beredar di nusantara. Singkatnya, ketika meneruskan penggunaan kata “Allah”, tim penerjemah LAI mempertimbangkan bobot sejarah maupun proses penerjemahan lintas budaya yang sudah terlihat dalam Alkitab itu sendiri.

Sanggahan kami : LAI kebingungan sehingga perlu mempertimbangkan bobot sejarah maupun proses penerjemahan lintas budaya. Sebenarnya sangat simpel, NAMA DIRI tidak bisa diterjemahkan, apakah orang yang bernama SINAGA kalau di China bisa berubah menjadi ALIONG? Agar sesuai dengan lintas budaya? Nama SINAGA mau sampai dunia kiamat juga tetap SINAGA, walaupun proses sejarah tetap berjalan. Dengan penerjemahan pendekatan lintas budaya, telah menyebabkan NAMA DIRI menjadi HILANG dan TIDAK BERMAKNA dan hal itu menyebabkan PRIBADI sang pemilik nama jadi berbeda!. TUHAN itu sebutan, sedang YAHWEH itu NAMA DIRI.

Brosur LAI : Apa dasar kebijakan LAI dalam soal “YHWH”? Harus diakui, asal-usul nama YHWH tidak mudah ditelusuri.

Sanggahan kami : YHWH yang adalah transliterasi dari huruf Ibrani Yod He Waw He, sebenarnya merupakan NAMA DIRI yang diberikan oleh diri Yahweh itu sendiri (Yirmeyahu / Yeremia 32: 20).

Brosur LAI : Dari segi bahasa, YHWH sering dikaitkan dengan kata HAYAH ‘ada’, ‘menjadi’, seperti yang terungkap dalam Keluaran 3: 14: “Firman Allah (ELOHIM) kepada Musa: ‘AKU ADALAH AKU.’ (EHYEH ‘ASHER ‘EHYEH). Lagi Firman-Nya: Beginilah kau katakan kepada orang Israel itu: AKULAH AKU (‘EHYEH) telah mengutus aku kepadamu.” Maknanya yang persis tidak diketahui lagi, namun ada yang menafsirkannya sebagai kehadiran Tuhan yang senantiasa ‘ADA’ menyertai sejarah umat-Nya.

Sanggahan kami : Keluaran 3: 14 dalam bahasa Ibrani dibaca “Wayomer Elohim el-Moshe eh’ye asher eh’ye wayomer ko tomar lev’nei Yis’rael eh’ye sh’lakhani aleikem.” artinya “Dan berfirmanlah Elohim kepada Moshe, ‘Aku ada yang Aku ada. Lalu Dia berfirman. Engkau akan mengatakan hal ini kepada bani Yisrael: Aku Ada, telah mengutus aku kepadamu.”Kalimat “AKU ADA YANG AKU ADA” itu bukan NAMA PRIBADI, melainkan mengacu kepada keberadaan sang pemilik nama itu. Kenapa LAI bingung? Kalau NAMA PRIBADINYA, ada di ayat 15 -nya yang dalam bahasa Ibrani berbunyi : “Wayomer od Elohim el-Moshe ko-tomar el-benei Yisrael Yahweh elohei avoteikem elohei Avraham elohei Yits’khaq weelohei Yaa’qov she’lakhani aleikem ze-sh’mi le’olam we’ze zik’ri le’dor-dor.” artinya “Dan Elohim berfirman lagi kepada Moshe, katakan demikian kepada bani Yisrael: YAHWEH, Elohim leluhurmu, Elohim Avraham, Elohim Yits’khaq dan Elohim Yaa’qov, telah mengutus aku kepadamu. Itulah nama-Ku untuk selama-lamanya dan itulah pengingat bagi-Ku dari generasi ke generasi.”Sangat jelas bahwa NAMANYA adalah YAHWEH, itu merupakan NAMA PRIBADI, melewati sejarah kehidupan manusia sepanjang apapun, dan beberapa generasi sekalipun tetap namaNya YAHWEH.

Brosur LAI : Apa dasar LAI menggunakan kata “TUHAN” (seluruhnya huruf besar) sebagai padanan untuk YHWH? Untuk menjawab ini, kita perlu memperhatikan sejarah. Umat Yahudi sesudah masa pembuangan amat segan menyebut nama sakral YHWH secara langsung oleh karena rasa hormat yang mendalam. Lagi pula, pengucapan YHWH yang persis tidak diketahui lagi. Setiap kali bertemu kata YHWH dalam Alkitab Ibrani, mereka menyebut ‘ADONAY’ yang berarti ‘Tuhan’.

Sanggahan kami : Dalam hal ini LAI benar-benar kebingungan, bagaimana mungkin NAMA DIRI diterjemahkan??? Misalnya dalam Yeshayahu / Yesaya 42: 8, LAI menerjemahkan “Aku ini TUHAN, itulah Nama-Ku…….”, Pertanyaan kami : Pernahkah ada Tuhan bernama TUHAN? Tentu saja tidak ada! Dan penerjemahan seperti ini Sangat rancu dan tidak profesional. Lebih parah lagi LAI menggunakan umat Yahudi sebagai contohnya, padahal orang Yahudi berkali-kali berusaha menghilangkan NAMA DIRI YAHWEH (Hakim 2: 10), dan lagi kalau orang Yahudi yang dijadikan contoh, mengapa orang Yahudi menyalibkan Yeshua / Yesus tidak dicontoh?. Perlu LAI ingat, bahwa sejak pembuangan mereka tidak menyebut nama YAHWEH, berarti mereka tidak melakukan firman YAHWEH yang menghendaki nama-Nya disebut (Keluaran 3: 15, 1 Tawarikh 16: 8, Mazmur 103: 1-2 dll).LAI sendiri sudah menulis, bahwa orang Yahudi tidak menyebut nama YAHWEH karena menghormati nama yang sakral itu!, Namun bukan berarti mereka tidak tahu Nama YAHWEH, karena itu bagi orang yang tidak menghormati Nama-Nya silakan baca Maleakhi 2: 1-2. Namun akibat LAI menerjemahkan NAMA DIRI YAHWEH menjadi :a. TUHAN (Yeshayahu / Yesaya 42: 8),b. ALLAH (Kejadian 15: 2)c. Tuhan (Kisah Rasul 2: 21),d. Allah (Mattai / Matius 4: 4),telah menyebabkan nama YAHWEH tidak dikenal, bahkan dianggap SESAT oleh umat-Nya sendiri. Sungguh sangat ironis!.

Brosur LAI: “Setiap kali bertemu kata YHWH dalam Alkitab Ibrani, mereka menyebut ‘ADONAY yang berarti ‘Tuhan’

Sanggahan kami: Hal itu bukan berarti orang Yahudi tidak mengenal NAMA YAHWEH, sebab untuk Kata ADONAI, mereka memiliki huruf Ibraninya sendiri, yaitu terdiri dari Aleph Daled Nun Yod. Dan mereka tetap menyebut dengan Nama Yahweh ketika menemukan rangkaian dua kata “ADONAI YAHWEH” seperti dalam kitab Yirmeyahu 1: 6.

Brosur LAI : Tradisi pengucapan ini juga terlihat jelas dalam Septuaginta yang menggunakan kata KYRIOS (‘Tuhan’) untuk YHWH, seperti contoh berikut: “KYRIOS menggembalakan aku, dan aku tidak kekurangan apapun” (Mzm. 23: 1).

Sanggahan kami : LAI itu bagaimana? Jangan mendustai umat donk! Kitab Suci Asli bukan berbahasa Yunani, jadi ambil dari bahasa Ibraninya donk! Kalau LAI menggunakan Septuaginta ya sudah jelas sampai dunia kiamat tentu tidak akan menemukan huruf YHWH, karena huruf Yunani tidak mengenal abjad YHW. Dalam Mazmur 23: 1 berbunyi : “Miz’mor leDawid YAHWEH roi lo ekh’sar.” artinya : Mazmur Dawid. YAHWEH adalah gembalaku, aku takkan kekurangan.”

Brosur LAI : Ternyata Yesus dan para rasul mengikuti tradisi yang sama! Sebagai contoh, dalam pencobaan di gurun, Yesus menjawab godaan Iblis dengan kutipan dari Ulangan 6: 16 : “Ada pula tertulis: Janganlah engkau mencobai Tuhan (KYRIOS), Allahmu” (Mat. 4: 7). Dalam kutipan ini tidak ditemukan nama YHWH melainkan KYRIOS.

Sanggahan kami : Memang “hebat” LAI dalam mengelabui umat yang tidak mengerti bahasa Ibrani. Coba LAI baca Kitab Haverit Hakhadasha, yang dianggap sebagai “terjemahan” dari kitab Yunani, tentu saja nama YAHWEH akan ditemukan dalam ayat tersebut, karena memang dalam bahasa Ibrani apa yang diterjemahkan oleh LAI dengan Tuhan (KYRIOS) adalah dari kata YAHWEH. Apalagi jika dibaca dari Kitab Mattai DuTilled Hebrew yang benar-benar ASLI Ibrani.Mattai / Matius 4: 7 berbunyi : “Wayomer elaiw Yeshua we’od katuv lo te’nasse et - YAHWEH eloheikha.” artinya “Firman Yeshua kepadanya, lagi, telah tertulis: Janganlah kamu mencobai YAHWEH, Elohimmu / Tuhanmu.” Kalau LAI konsekuen, seharusnya apa yang berasal dari kata YAHWEH diterjemahkannya menjadi “… Ada pula tertulis: Janganlah engkau mencobai TUHAN, Allahmu” bukannya “….. Tuhan, Allahmu” sebab LAI sendiri telah membedakan antara TUHAN dan Tuhan atau ALLAH dan Allah.

Brosur LAI : Jika nama YHWH harus ditulis seperti dalam teks Ibrani, mengapa penulis Injil Matius tidak mempertahankannya? Begitu pula dalam surat-surat rasul Paulus tidak pernah digunakan nama YHWH. Dalam Roma 10: 13, misalnya, Paulus mengutip Yoel 2: 32 : “Barangsiapa berseru kepada nama Tuhan (KYRIOS) akan diselamatkan. Terbukti, kata yang digunakan adalah KYRIOS bukan YHWH.

Sanggahan kami : Lagi-lagi LAI menunjukkan kepiawaiannya dalam mengelabui orang yang tidak mengerti bahasa Ibrani. Tentu saja kalau yang dijadikan referensi bahasa Yunani ya tidak akan pernah diketemukan nama YHWH, demikian pula kalau yang dijadikan referensi bahasa Jawa, tentu saja KYRIOS pun tidak akan diketemukan juga. Namun dalam Kitab berbahasa Jawa dengan huruf Jawa, nama YAHWEH ditulis dengan huruf Jawa “YO HO WO HO” sehingga kalau ditransliterasi akan tetap tertulis YHWH.Dalam Mattai / Matius 22: 37 Tuhan Yeshua mengajarkan agar kita mengasihi YAHWEH, mari kita baca : “Wayomer Yeshua elaiw we’ahav’ta et YAHWEH eloheikha be’kal-levav’kha uv’kal-nafshekha uv’kal-maddaekha” artinya “Firman Yeshua kepadanya : Kasihilah YAHWEH Elohimmu / Tuhanmu, dengan segenap hatimu dan segenap jiwamu dan segenap akal budimu.”Roma 10: 13 berbahasa Ibrani terbaca : “Ki-kol asher-yiq’ra ve’shem YAHWEH yimmalet.” artinya “Sebab barangsiapa yang berseru kepada nama YAHWEH akan diselamatkan.”Jadi tetap dalam Perjanjian Baru pun, nama YAHWEH masih tetap disebut. Sebab Yeshua itu Yahweh sendiri yang “turun” ke dunia (Yokhanan / Yohanes 10: 30), jadi kalau menolak Yahweh sama saja dengan menolak Yeshua. Yokhanan 15: 23. Karena itu jika Yeshua itu ALFA dan OMEGA (Wahyu 1: 8), YAHWEH juga Rishon (awal) dan Akharon (akhir). Yeshayahu 44: 6. Kalau LAI mengikuti Yeshua, tentu apa yang Yeshua ajarkan, itu yang disampaikan, bukan tradisi Yahudi, Kristen Arab, Kristen Melayu yang bukan firman justru memiliki otoritas melebihi firman, sehingga firman itu sendiri harus tunduk kepada yang bukan firman, ini merupakan suatu kekeliruan fatal. Ingat Yeshua itu DIA (Yahweh) bukan ALLAH, Allah atau allah, kalau tidak mengakui Anda tetap mati dalam dosa-dosamu. Yokhanan 8: 24.=== the end===

Jika anda berminat untuk mencetak tulisan diatas, saya sediakan file yang printer friendly, silakan download file ini, silakan dicetak bolak-balik (duplex) dengan kertas Folio/F4, dan silakan berikan juga kepada teman-teman anda.

Baca Brosur LAI selengkapnya, “Mengapa kata “ALLAH” dan “TUHAN” dipakai dalam Alkitab kita?”

Satu pertanyaan saya ( admin www.gkmin.net) pada LAI — diluar masalah tersebut di atas–: “Mengapa LAI sampai sekarang belum menerbitkan Kitab Suci versi King James berbahasa Indonesia…? padahal versi King James dipakai secara luas di seluruh dunia, sejak 1611Tanya kenapa?

===

Tanggapan terhadap Brosur LAI tersebut juga dibuat oleh Bapak (Prof) Kristian H. Sugiyarto, berikut ini: Tanggapan Tulisan LAI-A dan Tanggapan Tulisan LAI-B dan revisi-nya ada di Rev_Tanggapan_Tulisan_LAI_Seri_AB

49 Comment(s)

  1. Pada umumnya saya setuju dgn uraian penulis. Hanya mengenai siapa Yeshua saya beda pendapat.
    Saya meyakini bahwa Yeshua itu benar2 Firman Yahweh yang diberi hidup oleh Yahweh sendiri sehingga menjadi suatu Pribadi yang mempunyai hidup dlm diriNya sendiri(Yoh8:42 dan Yoh5:26).
    Jadi bagi saya Yeshua itu adalah bagian yang tak terpisahkan dari Yahweh (Firman tak terpisahkan dari Yang Berfirman) sama seperti kata2 saya adalah bagian dari saya sendiri.
    Bagi saya doktrin Tritunggal adalah dotrin manusia yang tak perlu saya imani.

    awam | Nov 6, 2008 | Reply

  2. “Dalam brosurnya LAI mengatakan : “Ada pula yang mengaitkannya dengan dewa dewi bangsa Arab. Seandainya pendirian ini benar, tentu EL, ELOAH dan ELOHIM pun harus dicoret dari Alkitab Ibrani”

    dengan pernyataan ini dengan jelas LAI memeang sengaja ingin menghilangkan nama yang kudus dari Alkitab.

    akankah kejadian di abad 15-18 terjadi lagi di mana alkitab ga boleh di terjemahkan dan di miliki secara terbatas??? akankah???

    nah sekarang cara si “Lusi” lain lagi……
    bukan alkitabnya yang di hilangkan tapi Nama pencipta alkitab itu sendiri (pemberi ilham), biar si ciptaan ga kenal siapa penciptanya.

    “domba-dombanya seharusnya mengenalnya”
    (YOHANES 10)

    ratz | Nov 6, 2008 | Reply

  3. Brosur LAI : Seperti tampak pada contoh-contoh di atas, kata “Allah” yang baru belakangan ini dipersoalkan oleh sebagian umat kristiani telah digunakan selama ratusan tahun dalam terjemahan-terjemahan Alkitab yang beredar di nusantara. Singkatnya, ketika meneruskan penggunaan kata “Allah”, tim penerjemah LAI mempertimbangkan bobot sejarah maupun proses penerjemahan lintas budaya yang sudah terlihat dalam Alkitab itu sendiri.

    Tuhan Yesus bilang jangan berkompromi dengan dunia ini……(baik itu sejarah or budaya or else)

    LAI koq mau ya….?????

    ratz | Nov 6, 2008 | Reply

  4. pada generasi zaman Enos “generasi ke 3 dari adam” Orang mulai memanggil nama YHWH.

    pada generasi ke 7 dari Enos, yaitu Nuh, “bencana terbesar melanda bumi” karena kejahatan manusia….. (mungkin salah satunya ga kenal lagi sama penciptaNYA).

    Lalu pada zaman Musa kembali IA mengenalkan nama itu.

    Tuhan Yesus pun kembali berusaha mengenalkan nama itu (doa di Getsemani), yang munggkin pada saat sudah mulai di lupakan atau enggan di sebut….

    setelah zaman Rasul kembali nama itu semakin menghilang…

    nah pada abad 19-20 kembali “nama yang kudus itu” kembali di dengungkan…..
    apakah waktunya sudah dekat?

    ratz | Nov 6, 2008 | Reply

  5. Sanggahan GK: LAI ini menerjemahkan Kitab Suci untuk ditaati dan diimani, namun sekarang hanya gara-gara mempertahankan “Allah” yang dalam bahasa aslinya tidak ada, justru mengajarkan untuk meninggalkan Kitab Suci yang diterjemahkannya sendiri yang seharusnya untuk diimani, malah diperintahkan untuk berpaling kepada inskripsi yang notabene bukan firman! Kalau sesuatu yang bukan firman, punya otoritas yang bisa mengalahkan firman itu sendiri, lalu untuk apa mengimani firman?

    Pertanyaan: Jika demikian apakah GK akan menerbitkan sebuah Alkitab yang diterjemahkan sendiri oleh GK? Dan apakah setiap orang yang ingin mempelajari firman Tuhan, sebaiknya diharuskan belajar Bahasa Ibrani dan apakah saat ini GK sudah mulai menggelar kursus Bahasa Ibrani dengan maksud supaya yang ingin belajar bisa benar-benar memahaminya dan tidak dapat disangkal lagi karena sudah 100% sesuai dengan bahasa aslinya?

    Tukang Tanya | Nov 7, 2008 | Reply

  6. @TukangTanya,
    silakan baca http://gkmin.net/?p=69

    silakan baca-baca dulu beberapa tulisan di website ini, agar anda paham tentang persoalan yang ada.

    GK | Nov 8, 2008 | Reply

  7. bubarkan LAi. Biadab antek Vatikan !
    ===
    Memang benar, waktu sudah dekat. Dekat kepada apa ?

    Memang banyak orang kristiani pengekor, pecundang biadab, pengecut untuk jujur dan menerima perubahan menuju perbaikan. Pendusta

    uangmakan | Nov 14, 2008 | Reply

  8. Saya setuju banget, dgn ide penulis…

    Buat awam,.. Yahweh dan Yesus adalah satu/ekhad. Artinya Yesus adalah Yahweh yang datang menjadi manusia, Yoh 1 : 14.

    Dan di Yoh 8 : 24, kalo Ada yang tidak percaya bahwa Yesus bukan Yahweh maka Ia akan mati dalam dosanya, itu kata Firman Tuhan.

    Seringkali, ada yang berkata bahwa Bapa lebih besar dari pada Anak ( Yesus ).Sehingga diartikan bahwa Yesus lebih rendah dari Yahweh.

    Anda harus ngerti, bahwa Sewaktu Yahweh datang kedalam dunia menjadi manusia yang bernama Yesus, Dia dikatakan Anak manusia, statusnya Anak. Sedangkan Yahweh dikatakan Bapa. secara otomatis dari status Bapa memang lebih besar dari Anak.

    Yesus tidak selalu menjadi manusia, tetapi setelah Yesus bangkit dan naik ke surga, Yesus adalah Bapa itu sendiri.

    Dalam kesaksian Yohanes di pulau Patmos, Yesus berubah menjadi Pribadi yang begitu tegas… dan rupanya seperti yang pernah dilihat oleh Daniel. Wahyu 1 : 13-14

    Shalom,..

    Andreas

    Andreas | Nov 20, 2008 | Reply

  9. ARTIKEL YANG SANGAT BAGUS DAN LUAR BIASA.

    MAJU TERUS TUHAN YANG KITA SEMBAH JUNJUNGAN KITA YANG PALING TINGGI YAHUSHUA, SELALU MENYERTAI KITA SEMUA

    PRIASEJATI

    PRIASEJATI | Dec 3, 2008 | Reply

  10. Saya baru tau kalo LAI menyebarkan brosur seperti itu..
    Mungkin memang tuhannya bukan YHWH..
    Time will tell..

    YHWH shalom…

    Rob | Dec 4, 2008 | Reply

  11. Kasihan… betapa banyaknya orang tersesat oleh ajaran ini… Pak Yakub, dari uraian anda saya melihat anda tidak memahami banyak hal, yg membuat orang yg membaca tulisan anda menggelengkan kepala dan mengurut dada.

    Pak Yakub ytk… saya mengurut dada melihat tulisan bapak. Banyak kesalahan dan kekurang pahaman akan Teks Alkitab dan Terjemahan Alkitab.

    Tanggapan Bapak “Brosur LAI…” yg pertama,

    Kalimat diatas membuang sebagian tanggapan LAI.

    Brosur LAI tidak seperti itu, melainkan di potong. Tulisan LAI selengkapnya ada di bawah tanggapan saya. Dan saya tidak melihat “Sanggahan” dari pak Yakub. Memang Kej. 1:1 tertulis ELOHIM. LAI sudah memberikan penjelasan bahwa ELOHIM pun adalah nama DEWA, yg disembah kaum Semit. Pak Yakub hanya menuliskan transliterasi kata Elohim dan ELI, tidak memberikan sanggahan terhadap brosur LAI.

    Kemudian, saya kurang setuju dengan tanggapan pak Yakub “dalam transleritasi ayat2 diatas… tidak ada huruf Ibrani Eloah seperti yg LAI maksudkan….”. Lagi2 pernyataan pak Yakub salah dan menunjukkan ke kurang tahuan. Mari kita lihat teks aslinya

    {Saya tdk bisa tampilkan gambarnya via comment ini}

    Transliterasi :
    zabach shed ‘elowahh ‘elohiym yada’ chadash bow’ qarowb ‘ab sa’ar. Deu 32:17

    Yang mana memang terdapat ELOAH. Lihat teks Asli Alkitab BHS diatas. H433 = Eloah, dijelaskan oleh Strong sebagai berikut :

    H433
    ‘elôahh ‘elôahh
    el-o’-ah, el-o’-ah
    (The second form is rare); probably prolonged (emphatically) from H410; a deity or the deity: - God, god. See H430.

    Bagaimana bisa pak yakub katakan tidak ada ? Bahasa Ibrani mana yang bapak pakai ?

    {Brosur LAI yg lengkap}
    Mengapa LAI menggunakan kata “Allah”?

    deleted by admin, silakan lihat saja di link tersebut.

    Hengky | Dec 8, 2008 | Reply

  12. Kasihan… inikah tanggapan seorang pengikut Kristus ?

    Hengky | Dec 8, 2008 | Reply

  13. Adalagi kesalahan fatal pak Yakub…

    — kutipan—
    Brosur LAI : Tradisi pengucapan ini juga terlihat jelas dalam Septuaginta yang menggunakan kata KYRIOS (‘Tuhan’) untuk YHWH, seperti contoh berikut: “KYRIOS menggembalakan aku, dan aku tidak kekurangan apapun” (Mzm. 23: 1).

    Sanggahan kami : LAI itu bagaimana? Jangan mendustai umat donk! Kitab Suci Asli bukan berbahasa Yunani, jadi ambil dari bahasa Ibraninya donk! Kalau LAI menggunakan Septuaginta ya sudah jelas sampai dunia kiamat tentu tidak akan menemukan huruf YHWH

    Tanggapan saya : Pak Yakub bahkan tidak mengetahui Septuaginta ! Jawaban beliau yang sudah di kirim entah kemana, sudah memberikan pengertian salah kepada banyak orang :(

    Pasti point ini dibaca secara tersenyum2 oleh orang2 LAI, juga oleh saya (sambil mengelus dada) dan banyak lagi orang yang mengetahui hal ini.

    Betapa banyaknya orang yang tidak tahu tapi seakan-akan tahu. Betapa tubuh Kristus di rusak. Oh kita harus menundukkan diri pada Tuhan, Tuhan disini saya orang berdosa yang tidak tahu apa-apa.

    Baiklah saya jelaskan. Septuaginta adalah penerjemahan Alkitab yang paling pertama, dari bahasa Ibrani (Tanakh) ke bahasa Yunani. Terjemahan ini sudah dibuat sekitar tahun 400 BC / sebelum Kristus dan manuscriptnya masih ada. Konon dibuat oleh sekitar 70 ahli bahasa orang Yahudi. Kita tahu pada zaman itu kebanyakan bangsa Ibrani tidak bisa lagi berbahasa Ibrani, tidak berbicara dan tidak tahu membaca bahasa Ibrani. Akhirnya di buat terjemahan septuaginta untuk mereka.

    Pada zaman Tuhan Yesus, hampir semua orang Ibrani sudah berbahasa Yunani sebagai bahasa internasional waktu itu dan mereka menggunakan Septuaginta. Yesus pun menggunakannya. Dia sering berkata “ada tertulis…”, “bukankah Musa berkata…” itu semua merefer ke Septuaginta karena menurut penelitian, Tanakh sudah hilang sebagian besar, karena penjajahan, pengrusakan bait suci oleh bangsa2 lain yang berperang melawan Israel. Pembacaan Nats Alkitab di Bait Allah, juga menggunakan Septuaginta.

    Nah, Tuhan Yesus sendiri menggunakan Septuaginta yg di dalamnya YHVH di tulis Kurios, Elohim di tulis Theos dan Tuhan tidak mempermasalahkannya, kenapa orang sekarang mempermasalahkannya ? Apakah kita melebihi Tuhan ?

    Hengky | Dec 8, 2008 | Reply

  14. @hengky

    “dalam transleritasi ayat2 diatas… tidak ada huruf Ibrani Eloah seperti yg LAI maksudkan….”

    Pak Yakub menulis:
    Dalam transliterasi ayat-ayat di atas tidak ada yang berasal dari huruf Ibrani ELOAH seperti yang LAI maksudkan

    Maksudnya Pak Yakub, bahwa Allah di Alkitab LAI untuk ayat-ayat yang disebut LAI, TIDAK BERASAL DARI “ELOAH”, tapi dari ELOHIM,
    gitu Pak Hengky, mohon yang teliti….

    demikian tentang Septuaginta yang disebut/dimaksud Pak yakub,

    kalau LAI mengutip Mazmur 23:1 “KYRIOS menggembalakan aku, dan aku tidak kekurangan apapun”,

    bukankah ASLInya Mazmur ditulis dalam bahasa IBRANI, bukan bahasa YUNANI

    @Hengky
    Kasihan… betapa banyaknya orang tersesat oleh ajaran ini…

    ha ha… biasa Pak Hengky, kami dikatakan SESAT, oleh orang-orang seperti Anda. Apakah Anda yang menjadi HAKIM atas ajaran sesat atau tidak sesat?

    sedangkan anda sendiri MENGAKU sebagai orang yang tidak tahu apa-apa:

    Betapa banyaknya orang yang tidak tahu tapi seakan-akan tahu. Betapa tubuh Kristus di rusak. Oh kita harus menundukkan diri pada Tuhan, Tuhan disini saya orang berdosa yang tidak tahu apa-apa.

    Gimana tho Pak, mengaku TIDAK TAHU APA-APA, tapi MENGHAKIMI Pak Yakub, Anda sedang merendahkan diri atau sedang menyombongkan diri?

    Anda menundukkan diri pada Tuhan atau pada LAI?

    Oh ya.. kenapa anda tidak berkomentar atas KETIDAKKONSISTENAN LAI menterjemahkan YHWH, menjadi TUHAN, ALLAH, Tuhan dan Allah?

    GK | Dec 8, 2008 | Reply

  15. @hengky
    Pada zaman Tuhan Yesus, hampir semua orang Ibrani sudah berbahasa Yunani sebagai bahasa internasional waktu itu dan mereka menggunakan Septuaginta. Yesus pun menggunakannya

    anda tahu? atau merasa tahu?

    Anda tahu orang Jawa, ketika orang-orang Jawa menggunakan bahasa Indonesia, apakah bahasa Jawa hilang? Jika sekarang ternyata bahasa Jawa “makin jarang digunakan”, berarti bahasa Indonesia berhasil MENGGANTIKAN bahasa Jawa.

    Setelah kurang lebih 2000 tahun sejak jaman Yesus, apakah SEKARANG sudah tidak ada lagi bahasa Ibrani? kalau SEKARANG saja (di Israel) masih digunakan bahasa IBRANI, bukankah DULU juga (pasti) masih banyak yang menggunakan bahasa IBRANI?

    Israel SEKARANG mengunakan bahasa Ibrani apa Yunani Pak Hengky?
    Kapan Israel kembali menggunakan bahasa Ibrani setelah (menurut Anda) “Pada zaman Tuhan Yesus, hampir semua orang Ibrani sudah berbahasa Yunani”

    GK | Dec 8, 2008 | Reply

  16. dimana saya bisa mendapatkan Alkitab dengan terjemahan yang benar ? yang di tulis nama YAHWEH ? kalau ada tolong hubungi saya.

    saya setuju dengan pendapat Admin di sini. tampaknya kita salah mengartikan nama Tuhan yang sesungguhnya. mohon kalau ada Alkitabnya , bisa menghubungi saya. atau saya menghubungi ke mana ?

    terima kasih.

    Irwan | Dec 12, 2008 | Reply

  17. Isa 52:6 “Therefore My people shall know My Name, in that day, for I am the One who is speaking. See, it is I.

    (admin): Yesaya 52:6 Sebab itu umat-Ku akan mengenal nama-Ku dan pada waktu itu mereka akan mengerti bahwa Akulah Dia yang berbicara, ya Aku

    Sariah | Dec 13, 2008 | Reply

  18. Wah, jadi tambah bingung.
    Mungkinkah dibentuk LAI-P (perjuangan)?
    Hehehe…

    Emanuel Setio Dewo | Jan 24, 2009 | Reply

  19. jangan menyebut NAMA Tuhanmu dengan sembarangan oyyyyyy………….

    witerson | Feb 10, 2009 | Reply

  20. kalau gitu mari kita lihat saja, apa di alkitab terjemahan baru ini tidak ada kata2 TUHAN,Tuhan,ALLAH,Allah,Halal,Haram dll karena itu terjemahan arab..
    tapi pak admin, bukankah yesus sendiri tidak menyebutkan YHWH dalam ajarannya??

    sorry kl salah.
    GBU

    tomtam | Feb 18, 2009 | Reply

  21. @tomtam,
    maaf ‘agak salah’ saya yakin anda belum baca beberapa tulisan lain mengenai persoalan ini. Bukan masalah bahasa Arab-nya.
    Kursi, almari juga bahasa Arab, tapi tidak ada masalah dengan kata-kata kursi dan almari, ketika saya menyebutkannya, semua orang Indonesia memahami hal yang sama, kursi = tempat duduk.
    Tetapi “Allah”, apakah Allah yang dimaksud orang Kristen = Allah yang dimaksud orang Islam = Allah yang dimaksud suku Quarisy di Mekkah sebelum Islam?

    coba Anda baca, Allah yang mana? di http://gkmin.net/?p=85

    Jika anda orang Kristen, jika berdoa kepada “Allah”, itu sebenarnya kepada “ALLAH”, “Allah” atau “allah”? (atau anda tidak membedakannya? — padahal LAI membedakannya lho… cobalah lebih teliti)
    GBU - admin

    GKmin | Feb 19, 2009 | Reply

  22. Jika kita membaca Alkitab terjemahan LAI, bagi kita sbg orang awam, kita dirancukan terhadap pemahaman terhadap kata Tuhan, Allah dan TUHAN.
    Setelah membaca KS-ILT, pandangan eks muslim (ahteis Humanis) seperti Ali Sina terhadap allah (tuhan Muslim), memang sudah seharusnya kita tidak lagi mempergunakan kata Allah.

    Kunardi | Mar 6, 2009 | Reply

  23. @Kunardi,
    sayang banyak sekali orang Kristen pembaca Alkitab LAI tidak mempedulikan perbedaan Tuhan, TUHAN, allah, Allah dan ALLAH.

    GKmin | Mar 6, 2009 | Reply

  24. sayang banyak sekali orang Kristen pembaca Alkitab LAI tidak mempedulikan perbedaan Tuhan, TUHAN, allah, Allah dan ALLAH.

    oh jadi hanya anda yang tahu dan baru terungkap setelah 2000 tahun .
    Orang sebelum anda itu tolol semua, hanya anda yang pinter, pak dosen ?
    btw anda alumni mana ? kok picik nya masih dipertahankan ?

    Belum laku juga tuh kitab suci ? untung berapa perbuahnya ?
    Bisnis holistik newage nya sudah gak laku jadi ganti bisnis kitabsuci ??
    Yang ada di otak anda itu hanya bisnis dan duit, jauh dari mencari kebenaran.

    simon | Mar 9, 2009 | Reply

  25. @simon,
    Dari semua komentar anda di website ini, saya rasa anda orang yang pantas dikasihani.
    Apa sih isi otak anda?

    Kalau mau diskusi yang sehat, ayo diskusi… mau debat, ayo debat.. mau menguji saya secara spiritual/supranatural, silakan…
    (tapi kalau cara diskusi/debat anda seperti ‘nada’ komentar-komentar anda, hm… maaf tidak menunjukkan bahwa anda adalah pen-diskusi atau pen-debat yang baik.

    gkmin | Mar 9, 2009 | Reply

  26. @simon
    Yang ada di otak anda itu hanya bisnis dan duit, jauh dari mencari kebenaran.

    hm… apakah anda mencari kebenaran?

    gkmin | Mar 9, 2009 | Reply

  27. @simon

    Mon…. mon…. kenapa kok kamu belum bisa berubah juga to mon….?
    Aku lihat dari awal kamu menyerang secara pribadi ke pengasuh GKMIN.
    Kasihan benar Anda Mon…
    Apakah dengan menyerang seperti di atas, Anda merasa bahagia, merasa benar?

    Harusnya Anda beri argumentasi kenapa Anda tidak setuju dengan GK, bukannya menyerang secara pribadi seperti itu. Atau yakinkan pengasuh GK kalau pendapat Anda adalah yang benar supaya diikuti pendapat Anda.

    Payah kamu mon, kasihan.

    salatiga | Mar 9, 2009 | Reply

  28. Sdr. SIMON sedang mempraktekkan KASIH-nya kepada Admin GKMIN :)

    Kunardi | Mar 10, 2009 | Reply

  29. wah malah sekarang jualan buku sendiri …..

    jadi dosen gajinya kecil ya pak ? udah laku berapa bukunya ? mau nyaingin si syech pujino ?

    simon | Mar 12, 2009 | Reply

  30. @simon,
    semakin banyak anda berkomentar di website ini, semakin banyak orang tahu seperti apa kualitas anda.
    anda sangat memprihatinkan.
    tapi baguslah… membuat orang yang membacanya bersyukur, tidak menjadi orang yang seperti anda.
    sayapun sangat bersyukur, tidak seperti anda.
    saya menduga, anda hidup dengan banyak kekecewaan.
    hanya saya mohon, jangan lampiaskan kekecewaan atas hidup anda melalui komentar-komentar “wagu” di website ini.

    GKmin | Mar 12, 2009 | Reply

  31. Bagai mana saya bisa dapatkan Alkitab yang terbaru saya berdomisili di USA?

    Thanks and YBU

    Best Regards,

    Paul

    PAUL LENGKEY | Mar 13, 2009 | Reply

  32. @Paul..
    Anda bisa download yang versi elektronik di http://www.global-pustaka.com/tb/index.php?mark=5&productID=86&vote=yes

    GKmin | Mar 13, 2009 | Reply

  33. @simon

    Mon…. Mon…. kapan loe…. bener Mon….

    Roh kebencian begitu besar menguasai dirimu. Cobalah menghargai orang lain supaya kamu juga dihargai.

    Kemana lagi kamu akan memanggul salib Yesus, bukankah kamu harus memanggul salib kamu sendiri? Menyangkal diri kamu sendiri tiap saat?

    Aku percaya kamu bukan orang jahat.

    salatiga | Mar 13, 2009 | Reply

  34. @GKmin,

    Thanks for the information. Maksud saya bagai mana saya bisa order alkitab yang terjemahan terbaru. Saya sudah punya KITAB SUCI UMAT PERJANJIAN TUHAN OLEH JARINGAN GEREJA-GEREJA PENGAGUNG NAMA YAHWEH DAN THE BOOK OF YAHWEH THE HOLY SCRIPTURES. Iseng iseng saya coba lihat di AMAZON SEATTLE WASHINGTON tapi belum ada.

    Thanks & YBU
    Paul

    Paul Lengkey | Mar 13, 2009 | Reply

  35. @GK
    saya menduga, anda hidup dengan banyak kekecewaan

    wah dugaan anda meleset, ilmu holistik anda tidak bekerja, makanya gak laku. Buku ini juga bakal gak laku kecuali anda belajar sama Syech Pujiono bagaimana strateginya jualan buku diterminal, atau pake jaringan dia saja, bagi-bagi hasil.

    Saya seorang pengusaha dengan keluarga bahagia, tidak pernah memperdagangkan Tuhan apalagi jualan buku picisan.
    Takut menyesatkan orang dan kualat, pak dosen.

    simon | Mar 15, 2009 | Reply

  36. @GKmin

    mas GK, ternyata Simon seorang pengusaha dan hidup dengan keluarga yang bahagia. Kita patut bersyukur ya karena Simon tidak bahagianya cuma lihat perbedaan pendapatnya mas GK yang disangka menyesatkan orang lain.

    Kenapa Simon tidak bikin website sendiri yang menuntun orang lain menjadi tidak tersesat?

    salatiga | Mar 15, 2009 | Reply

  37. @simon,
    jika anda bahagia, tapi ‘kata-kata’ di tulisan anda di komentar2 di sini, tidak menunjukkan demikian. Paling tidak, anda NAMPAK kecewa kenapa banyak orang tidak sependapat dengan anda ya…?! (termasuk saya).
    dan kekecewaan bukanlah kebahagiaan…

    GKmin | Mar 16, 2009 | Reply

  38. @gk
    Paling tidak, anda NAMPAK kecewa kenapa banyak orang tidak sependapat dengan anda ya…?! (termasuk saya).
    dan kekecewaan bukanlah kebahagiaan…

    siapa yang kecewa ??? orang ketawa-ketiwi kok baca tulisan pak dosen…. he he he.. tuh baru saja aku ketawa.

    pak dosen kali yang kecewa, bukunya belum laku.
    ayo sana minta ilmu sama syech puji sekalian jadi pengacaranya.

    simon | Mar 19, 2009 | Reply

  39. Sedikit koreksi, Buddha/Budha bukan sebuah nama melainkan sebuah gelar atau sebutan. Buddha yang dikenal sekarang bernama Siddharta Gautama, sehingga beliau dipanggil juga sebagai Buddha Gautama.

    guest | Apr 23, 2009 | Reply

  40. @Simon

    Ketawanya kok nyengir sambil malu-malu?
    Oooooo, tau aku….. karena malu gak bisa jawab pertanyaanku ya….

    Konsultasi dulu sama gerejamu yang tidak pernah dan tidak akan salah.

    Oh… ya…. dah beli surat pengampunan dosa belum? Kasihan….. Tuhannya jualan surat.

    salatiga | Apr 23, 2009 | Reply

  41. Setahuku, dari beberapa buku teologia yang pernah aku baca di perpustakaan Gereja, terutama tentang nama “Tuhan” dalam bahasa Ibrani dalam perjanjian lama maupun perjanjian baru, memang nama “Allah” itu tidak pernah dipergunakan dalam penyebutan yang ditujukan kepada Pencipta.

    Aku juga, sependapat dengan penulis. Penggunaan dan pemakaian serta penyebutan nama adalah hal yang “nampak” sepele, namun amat sangat fundamental!

    Seperti kita, dalam hal analogi, menyebut diri kita sendiri sebagai “manusia”, lantas, jika dipergunakan kata “hewan” atau “tumbuhan” dapatkah hal itu kita terima?
    Atau dalam analogi lain, seorang bernama “Bam”, tapi kita ramai-ramai memanggilnya dengan nama “anjing” atau “tikus” atau “ular”, apakah hal itu sepele?
    Aku rasa jelas tidak. Itu sama saja kita menghina!

    Kita memang harus kembali menggunakan “NAMA DIRI” yang sebenarnya diperuntukkan untuk menyebut PENCIPTA.
    Aku pikir, dari sudut pandang politik agama, penggunaan nama “Allah” dalam Alkitab itu ada unsur kepentingan yang amat mencurigakan dari pemerintahan yang sangat kental akan suatu agama tertentu.

    “Allah” itu adalah nama diri untuk pencipta yang disembah oleh bangsa Arab, nama diri dari dewa tertinggi mereka.
    Jika kita mempergunakan nama “Allah”, maka dampaknya yang nyata itu:
    1. Ternyata kita juga menyembah “Allah”!!!!!!!!
    2. Ternyata kita telah menghina PENCIPTA;
    masak kita memanggil Yahweh dengan nama “Baal” atau “Asytoret”?! “Allah” itu jelas nama diri untuk sembahan bangsa Arab!!!

    Aku sendiri, sudah berhenti mempergunakan atau mengucapkan kata “Allah” dari mulutku jika berdoa, atau membaca Alkitab sejak aku tahu tentang kebenaran hal ini.

    Aku harap LAI mau merefisi semua penggunaan nama diri “Allah” dalam Alkitab agar tidak dicantumkan lagi!!!
    Tidak heran, jika ada yang berkata, Alkitab itu terlalu banyak diutak-atik oleh manusia!!!
    Mari kembali ke asal!

    Ngomong2, aku ingin tanggapan dari pemilik blog ini:
    Tahukah kita, ternyata, ada satu konsistensi yang amat sangat kuat dalam Kitab Perjanjian Lama maupun Kitab Perjanjian Baru, mengenai NAMA PENCIPTA SESUNGGUHNYA: NAMANYA YANG SESUNGGUHNYA TIDAK PERNAH BENAR-BENAR TIDAK PERNAH DISEBUTKAN SEKALIPUN!
    Silahkan diperbandingkan dari seluruh Alkitab, terutama dalam Kitab Wahyu!

    Atau, adakah yang hendak menelusuri hal ini, mengapa hal ini terjadi?
    (Sebab setahu saya, arti dari kata YAHWEH, itu adalah AKU ADALAH AKU)

    Satu hal yang hendak aku komentari, dari penjelajahanku di dunia maya, tertutama tentang hal perdebatan ajaran, terutama di web FFI, tolong kepada UMAT KRISTUS, sebagai seorang yang benar-benar BADAN KRISTUS, tunjukkanlah “buah-buah” kehidupan Anda semua, mengapa Anda melontarkan kata-kata yang sama sekali tidak mencerminkan pengajaran pokok KRISTUS: KASIH?!

    Kita memang harus bersikap tegas, tapi bukan justru kita harus menjadi seperti orang lalim, seorang yang suka mencemooh!
    Dari perilaku kita itu, kita sendiri dengan nyata telah menghina kemuliaan KRISTUS!!!

    Dimana pembaharuan budi kita, jika kita sama seperti orang-orang dunia yang suka mencemooh?

    Kasih Kristus melingkupi kita semua.

    Henry | May 22, 2009 | Reply

  42. @Henry,
    “Allah” itu adalah nama diri untuk pencipta yang disembah oleh bangsa Arab, nama diri dari dewa tertinggi mereka.

    itu hanya SALAH SATU pendapat tentang Allah, pendapat yang lain masih banyak. Ada juga yang menganggap Allah itu adalah Tuhan semesta alam.
    (silakan baca http://gkmin.net/?p=85 )
    Bagi saya, karena ada banyak pendapat yang ‘membingungkan’ ya lebih baik saya tinggalkan kata Allah itu. (Silakan baca pelan-pelan di http://gkmin.net/?p=144 )

    Jadi kita juga tetap harus menghormati dan menghargai rekan-rekan kita yang menganggap Allah itu adalah Tuhan semesta alam. Itu HAK mereka, sesuai dengan keyakinan dan argumentasi mereka. (tetapi memang kalau di Kitab Suci, tidak pernah menyebutkan Allah, kecuali terjemahan dari El, Eloah, Elohim, yang menurut saya lebih tepat diterjemahkan menjadi “ilah” (bukan Allah).

    Kelihatannya lebih tepat “Jangan ada padamu ilah lain dihadapanKu” gitu.

    Tahukah kita, ternyata, ada satu konsistensi yang amat sangat kuat dalam Kitab Perjanjian Lama maupun Kitab Perjanjian Baru, mengenai NAMA PENCIPTA SESUNGGUHNYA: NAMANYA YANG SESUNGGUHNYA TIDAK PERNAH BENAR-BENAR TIDAK PERNAH DISEBUTKAN SEKALIPUN!
    Silahkan diperbandingkan dari seluruh Alkitab, terutama dalam Kitab Wahyu!

    Jelas, baca Wahyu 1:4 jelas ditulis “..dari Dia, yang ada, yang sudah ada dan yang akan datang..” (dan Dia di ayat 4 itu DIBEDAKAN dengan YESUS KRISTUS di ayat 5.
    Saya pikir itu konsistensi Kitab Keluaran dimana Dia mengatakan kepada Musa “Aku ada yang aku ada”.

    Dimana pembaharuan budi kita, jika kita sama seperti orang-orang dunia yang suka mencemooh?

    Setuju, saya juga merasa ‘risih’ ketika berdiskusi/berdebat, tetapi yang muncul adalah kata-kata cacimaki dan sumpah serapah.

    GKmin | May 23, 2009 | Reply

  43. @GKmin

    Terimakasih, artikelnya sudah aku baca.
    Menambah pengetahuan dan wawasan yang lebih luas lagi.

    Hm, secara logika, aku menanggapi dengan simpel saja:
    Bagaimanapun bagi umat Muslim, kebetulan aku pernah bertanya juga pada seorang uztad, kata “Allah” itu bagi umat Muslim jelas adalah penyebutan “nama diri” bukan suatu “nama gelar”. Bagi umat Muslim, kata “Allah” itu sudah baku dan pasti untuk menyebut Pencipta yang mereka sembah;
    Allah adalah Pencipta Semesta Alam, yah jelas itu adalah nama diri.
    Karena itulah ereka tidak bisa mengganti dan mengartikan lain kata “Allah” dalam kalimat syahadat mereka.

    Aku pikir, selain umat Muslim saja yang berani mengutak-atik arti dari kata “Allah”, tidakkah ini justru yang pada akhirnya akan melahirkan perseturuan?
    Siapa yang memulai duluan, umat Muslim atau kita-kita yang seenaknya mengarti-artikan kata “Allah” yang dipandang sangat sakral oleh umat Muslim?

    Marilah kita, entah mau menyebutnya apa, berani mau melepas kata itu,
    lagipula, apa sih ruginya kita jika tidak menggunakan kata itu?
    Jangan karena kata itu sudah 500 tahun dipergunakan,lalu dapat dianggap benar untuk dipergunakan seterusnya. Ini suatu asumsi logika yang sangat amat salah!
    Jika kita tidak mempergunakan kata itu;
    Adakah kita akan berdosa?
    Toh, bangsa Israel sendiri tidak mengenal dan tidak pernah mengucap kata itu.
    Kristus saja tidak pernah mengucapkannya, tidakkah juga dengan nabi-nabi?

    Sanggahan LAI itu, dapat mungkin disebandingkan dengan tanggapan para raja-raja Israel yang membelok dari TUHAN!
    Sekalipun sudah ditegus dan mengetahui kebenaran, toh, tetap saja tidak mau menerima dan tetap timpang!
    Disatu sisi, sama seperti hal yang biasa aku alami: Sudah tahu hal itu dosa, tetap saja aku perbuat!!!
    Atau, contoh yang lebih jelas untuk menggambarkan hal itu, yah Yudas, sekalipun sudah diperingatkan tentang “kejahatan”, bahkan disaat-saat terakhir pun telah diberi tahu, tetap saja Yudas pergi melakukannya; karena sangkanya, “menjual tidak berarti menyakiti, menjual tidak berarti membunuh”!

    Aneh, bin ajaib, yah, manusia itu?!

    Henry | May 25, 2009 | Reply

  44. @Henry,
    Jangan karena kata itu sudah 500 tahun dipergunakan,lalu dapat dianggap benar untuk dipergunakan seterusnya. Ini suatu asumsi logika yang sangat amat salah!

    setuju…
    sumber “tertua” dari penggunaan kata Allah adalah KEBIASAAN ORANG ARAB jaman PRA ISLAM,
    jadi.. apakah KEBIASAAN dijadikan rujukan sebuah kebenaran? Saya kira perlu dicermati lagi. Sebab KEKRISTENAN rujukannya adalah Kitab Suci, bukan kebiasaan suatu bangsa atau suku bangsa.

    GKmin | May 25, 2009 | Reply

  45. @Henry,
    Aku percaya bahwa sekarang inilah masa pemulihan, setelah lebih dari 2300 tahun nama YHWH (YAHWEH) disembunyikan dalam Alkitab, maka kini masanya Nama YHWH dipulihkan, mari dengan kasih kita terus berdoa untuk pemulihan tersebut. Kiranya Elohim YAHWEH, didalam Tuhan YESHUA Kristus memberkati kita semua.

    cqs | May 25, 2009 | Reply

  46. tulisan saudara rasanya tidak membuat orang yg tersesat datang kepada Yesus. Sudahlah apa yang anda yakini sama saya yakini tidak sama tapi kita saling menghargai. Kalau nama Yahwe suatu keharusan kenapa di Arab tidak ada vocal e. Anda sendiri menulis di awal kitab suci terbitan anda.

    ANANG | Jan 3, 2010 | Reply

  47. @ANANG,
    orang yg tersesat, akan mencari jalan lain jika merasa / tahu bahwa dia (ternyata) tersesat.
    Jika tidak pernah merasa tersesat, tidak akan orang itu mencari jalan lain, sekalipun jalan-jalan lain ditunjukkan kepadanya.

    GKmin | Jan 3, 2010 | Reply

  48. Nama Yahweh harus kembali dinyatakan karena itu Nama Sang Pencipta….dan Yahweh sendiri akan memakai orang2 yg mencari Dia, yg haus hatinya buat KEBENARAN menyatakan Nama Yahweh

    hst | Jan 5, 2010 | Reply

  49. Lihat kamus alkitab LAI cari kata TUHAN disitu ditulis Yahweh nama Tuhan Israel

    hst | Jan 5, 2010 | Reply

3 Trackback(s)

  1. Nov 5, 2008: from GKministries Salatiga - Jawa Tengah
  2. Dec 5, 2008: from GKministries Salatiga - Jawa Tengah
  3. Feb 9, 2010: from GKministries Salatiga - Jawa Tengah - Indonesia

Post a Comment

  • HIDUP penuh bakti ini

    ... bukan dijalani untuk menipu orang atau untuk mengajak orang mengikuti ajaran kita. Hidup penuh BAKTI ini dijalani agar bisa memandang ke dalam SEMUA hal, dan MEMAHAMInya. (Itivuttaka Sutta).

    GK Ministries on Facebook

    GK Ministries on Facebook

    Contact: email: gkmin.net@gmail.com

    hp/sms: 0812.281.0181

    Best viewed by M.Firefox !

    Mohon tidak terburu-buru berkomentar..,jika Anda setuju atau tidak setuju dengan tulisan di sini. Silakan baca dulu beberapa tulisan di website ini.

    Bacalah "@Pengumuman" dulu... dan ini bukan website Saksi Yehova/Saksi Yehuwa

  • ShoutBox

    720 spams blocked
    Last Message 3 days, 11 hours ago
    • Info : Please, resolve the addition below before post any new comment...
    • Guest_4903 : Salut buat GKministries. Teruslah berkarya demi Kemuliaan Bapa Yahweh dan Yeshua Hamasiah - Revival_Name ministry
    • Guest_4903 : gmn caranya dptkan Software-KS ILT utk komputer? tnx Bapa Yahweh memberkati
    • i love YHWH : YHWH adalah bahasa yang langsung diberikan YHWH utk dihormati, bukan utk diganti kemudian dipelesetkan dalam berbagai versi nama oleh semua orang tak terkecuali umat kristiani yg semua ke-imanannya bersumber dari Torah (Perjanjian Lama & Perjanjian Baru). hari raya natal adalah hasil imijinasi belaka yg tidak tertulis utk di “berlakukan” sebagai hari suci. banyak umat kristiani menjadikan Torah (Perjanjian Lama & Perjanjian Baru) sebagai bahan teori spekulatif agar “gereja” mereka
    • hilarious quotes : Please add my Blog's link in your Blog...My Blog is «link»
    • Guest_3350 : masih kekeuh menganggap Allah adalah sesembahan orang kristen juga..?? nih, literatur siapakah allah itu «link»
    • Tony : Can you please add my Blog's Link in your Blog...My Blog is «link»
    • Guest_3526 : saya justru beruntung menemukan alamat ini, dan langsung ga pakai besuk dari Allah ke YAHWEH. sro.
    • Guest_1320 : Nama-NYA YAHWEH «link»
    • hadi cahyo : sy tidak pernah mau peduli dgn perdebatan islam-kristen,ba gi sy pribadi & saran unt saudara seiman jgn pernah tepancing dan sakit hati..krn bisa mengeringkan tulang,apapun alsannya lakukan sj firman tuhan.percaya dan yakini saja,kita semua nanti akan tahu dgn sendirinya ketika akhir jaman..amien..
    • citta : video kesaksian YAHWEH tidak sama dengan ALLAH «link»
    • klik: : @Guest_544, coba ke «link»
    • Guest_544 : Dimana link yang membolehkan saya download Software Ks-ILT?
    • klik: : «link»
    • citta : "kalau ada yg tidak mau nama YAHWEH dipulihkan, tidak apa2, krn YHWH adl TUHAN yg demokratis,... tapi harus konsekuen, jangan lagi memuji dgn HALELLUYAH, tapi ganti dgn HALELLUAL"
    • klik: : «link»
    • GK : Saksikan Kick Andy di Metro TV 16 April '10
    • @Guest_1044 : ingat lagi? buka «link»
    • klik: : «link»
    • smart christian : are you..?? «link»
    • Guest_1044 : «link»
    • Guest_1044 : saya rasanya pernah baca tulisan di web ini, tentang Yesus tidak mati pada hari Jumat, tapi saya cari-cari koq sudah tidak ada? apa mungkin saya yg salah ingat ya? pak admin apa bisa bantu? thanks.
    • klik: : «link»
    • citta : klik link "YaHWeH the Almighty God and Yahshua",... banyak tulisan menarik di sana... ^_^ enjoy reading..!!
    • tamu : Agnostik_Setia : ya kamu baca saja Kitab Wahyu 14:1
    • Agnostik_Setia : Penting banget ya tau siapa nama tuhan itu? Takut ketuker sama yg laen ya?
    • Guest_4 : download ISLAMIC INVASION di «link»
    • Guest_4803 : @ Guest_544: jika Anda telah membaca tulisan2 dalam web ini, maka Anda akan tahu bahwa "nama" Allah bukanlah NAMA dari Tuhan yg menjadi Tuhan yg ada di Kitab Suci, karena namaNYA adl YHWH/Yahweh, dmkn jg dgn Yesus Kristus yg namaNya dlm bhs Ibrani adl Yeshua (YHWH Shua) Hamasiakh, nah, setelah Anda mengetahui sesuatu yg benar, apakah Anda akan tetap mempertahankan yg tidak benar..?? Utk KS-ILT, silakan saja langsung menghubungi admin di no hp di atas. YBU
    • Guest_544 : Persoalan yang membingungkan apakah sebutan Allah Bapa atau Yesus Kristus itu masih bisa atau disebaliknya. Saya advent tetapi masih mencari kepuasan yang sesungguhnya tentang kebanarn Firman Tuhan
    • Guest_4803 : @ Guest_544 : Anda bingung.?? tidak mengapa, kebingungan adl sebuah awal yg baik. apa yg membuat Anda bingung..? utk menjawab pertanyaan Anda, perlu mengetahui dimana titik kebingungan Anda, shg jawabannya pun tepat sesuai yg Anda butuhkan dgn cara yg Anda bisa pahami. YBU
    • Guest_544 : Semakinsaya membaca semaikin saya bingung.Apa nama Tuhan yang benar?
    • Guest_3440 : download ISLAMIC INVASION di «link»
    • Guest_1880 : Apakah Allah= Al+ilah ? bagus Bos, ini link nya «link»
    • Guest_3029 : Jesus said, “YHVH our God , YHVH is one” (Mark 12:29). The Hebrew word for YHVH or LORD in capital letters is YHWH or YHVH represented by the same Hebrew tetragram letters (vs. Lord meaning Master). Some Indonesian and Malaysian bibles use the words TUHAN for YHVH and Tuhan for Lord. Hebrew Alphabet Charts in the internet such as at «link» translate the tetragram YHVH as “Hand Revealed Nail Revealed”; i.e. Jesus. The Old Testament Malachi 3:17 proclaims
    • Guest_3029 : The Name of God In Bible And Quran
    • Guest_3355 : Dari Hari Sabat ke Hari Minggu Sebuah Ringkasan Disertasi dari Dr. Samuele Bacchiocchi, terjemahan sdr Adiat Sarman. «link»
    • Guest_1003 : ya memang perlu dan memang sangat berguna di masa depan, kebenaran akan terus meningkat
    • Guest_3483 : Konflik Pemakaian Kata 'Allah' 3 Gereja di Malaysia Dibakar «link»
    • GKmin : @jimmnet05; coba kontak langsung sj distributornya 021-42886275 - 42889058 (Abiyah Pratama)
    • jimmnet05 : Software KS-ILT untuk komputer dan untuk HP/PDA masing-masing harga Rp20.000. masih bisa saya pesan. makasih
    • GK : @natha, download sj dari internet... googling saja
    • natha : aku pengen punya lagu rohani bahasa ibrani bisa didapat dimana yach??
    • Guest_2478 : Lihat berita "Contoh" di Kupang hanya karena perbutan tempat ibadah "Mereka" berselisih saling tuntut saling Memaki inikah Murid2 YESUS..? atau KRISTEN. Padahal tempat ibadah ada dalam diri masing2. apakah mereka lupa..? Bagaimana jika nanti Gereja sdh tidak ada..? Apakah Gema YESUS KRISTUS yang penuh "KASIH" turut hilang..? wahai gembala kembalikan Domba-domba Yesus, karena yang punya akan segera datang...menanya kan domba milikNYA.
    • ratz : @raja Damai, ...... anda lucu... => peace! YHWH bless u
    • IsHeng : Tema : “TUHAN ITU BAIK KEPADA SEMUA ORANG” Sub Tema: “Diberkatilah Dia yang Datang dalam Nama YHWH untuk Pulihkan Segala Perkara”
    • cga : Guest_1870, Yesus datang memberitakan Kerajaan Bapa (Bapa YHWH, bukan Bapa Allah)
    • Guest_1870 : Yang pasti Yesus datang tidak untuk mendirikan suatu "Agama" Yesus mengajarkan "KASIH" untuk semua "Manusia" dan menganjurkan Menjadikan suku bangsa menjadi MURID-NYA ? Mohon jangan saling membenci jika ada perbedaan di mana KSAIH saudara-saudara semua..? Kemana KASIH yang diajarkan dalam PB oleh Yesus? pelajari-selidik i dengan seksama ..bersama dalam KELEMAH LEMBUTAN"
    • GKmin : @Raja Damai: baca Yoh 5:24 , Yesaya 48:12, Lukas 10:22. juga Matius 7:22-23
    • Raja Damai : Salam sejahtera dalam persekutuan didalam Tuhan Yesus Kristus. Terima kasih atas infonya. saya tidak berminat untuk dihubungi, karna saya jelas tahu apa maksud isi internet ini. jadi tolong carilah kebenaran. jangan hanya mengarah pada ibadah Taurat. semoga anda bisa bertobat.
    • Yahudi_1972 : "Tantri : ngak ngerti apa Anda paham dengan tulisan saya". "Tantri" ini siapa? Mana tulisan Tantri yg kukomentari? Perasaan takada tuh!? Atau Tantri ini 'bunglon' bingung?
    • Tantri : ngak ngerti apa Anda paham dengan tulisan saya, tapi berhubung saya ngak ngerti maksud tulisan Anda, akan sangat membantu jika Anda berikan juga terjemahan dalam bahasa Indonesia atau baha Inggris atas tulisan Anda
    • Guest_4138 : memangnya di Kitab Taurat ada ALLAH? mimpi kali...
    • Guest_4138 : @Guest_3380, hihihi.. Tuhannya nabi Ibrahim adalah YHWH? nggak percaya? bacalah kitab Taurat...
    • Guest_3380 : bingung cari tuhan, kayak nabi ibrahim akhirnya dia sadar tuhab yang baenar adalah yang menciptakan langit dan bumi.
    • Yahudi_1972 : Kol od balevav penimah Nefesh Yehudi homiyah. Ulfa'atey mizrach kadimah, ayin letzion tzofiyah. Od lo avdah tikvatenu, hatikvah bat shnot alpayim: Li'hyot am chofshi b'artzenu Eretz Tzion v'Yerushalayim.
    • GKmin : @Raja Damai, sekiranya anda bersedia memberikan nama, alamat,, email atau no.kontak yg jelas, mungkin kita bisa berbincang2 atau chating....
    • GKmin : @Raja Damai, Anda mengajak kembali ke Tuhan yg mana? Tuhan Allah atau Tuhan YHWH?
    • Guest_1820 : kembali ke tuhan mana? Allah atau yhwh?
    • Yahudi_1972 : Syukurlah kalau Tuhan yang menghukum pasti Dia tidak akan menyiksa
    • Raja Damai : hati hati, saat ini kuasa iblis sedang menyesatkan banyak orang... berhati hatilah, sebab antikris memakai orang yang membuat website ini untuk menyesatkan banyak orang... berhati hatilah....
    • Raja Damai : bertobat yang membuat website ini, Tuhan akan menghukum orang yang menyesatkan banyak orang... Roh kudus jamah orang ini...
    • Raja Damai : bertobat yang membuat website ini, Tuhan akan menghukum orang yang menyesatkan banyak orang... Roh kudus jamah orang ini...
    • Raja Damai : bertobat yang membuat website ini, Tuhan akan menghukum orang yang menyesatkan banyak orang... Roh kudus jamah orang ini...
    • Raja Damai : bertobat yang membuat website ini, Tuhan akan menghukum orang yang menyesatkan banyak orang
    • Raja Damai : Bertobat yang membuat website ini....
    • Raja Damai : mari kembali kepada Tuhan..
    • EFFORTA : dlm google search terjemahan,kata GOD masih diterjemahkan ALLAH.ko ga TUHAN ya? coba ini deh,«link» llvoices.com/con tributed-news/12 84780-glorify-go d
    • Jarman Nasry : (baca: Jehovah’s Witnesses) di Amerika tahun 1931, era 1940-an di Indonesia nama Saksi-Saksi Yehuwa pun menjadi nama resmi organisasi Siswa-Siswa Alkitab Internasional. Apakah era ’40-an adalah waktu yg ‘baru beberapa tahun’ saja? Sdr GKmin ini lahir tahun kapan? Jadi yg mana lebih mengetahui sejarah SSY Indonesia: sumber SSY sendiri atau ‘orang luar’ yg cerdik???
    • Jarman Nasry : Kapan “DULU” itu? Kapan SSY [di Indonesia] ‘memang menyebut dirinya Saksi Yehova’? Kapan “baru berapa tahun belakangan mereka mengubah menjadi ‘Yehuwa’"? Victory Rattu seorang SSY kawakan, kakek teman sekolah putri kami, bercerita kalau ayahnya Theodore Rattu asal Manado adalah SSY pertama di Indonesia. Menurut Vic, seiring dengan diterimanya Nama Baru
    • GKmin : @Jarman, bukankah DULU SSYehuwa memang menyebut dirinya Saksi Yehova, bukankah baru berapa tahun belakangan mereka mengubah menjadi "Yehuwa"
    • Jarman Nasry : ya sebutlah “Jehovah Witnesses” […] He he he…kok jadi SSY yg dibahas yaa!? Hm, sy sdh periksa KPR 1:8. Perintah menginjil langsung didengar murid2 dari mulut Yesus. Yang mana dari ayat itu yg Sdr anggap ditujukan langsung kpd Sdr sehingga Sdr ngaku-ngaku “saksi Kristus”???
    • Jarman Nasry : utk mengidentifikasi sekelompok orang yg diorganisasi utk menyembah Yehuwa di bumi Indonesia. Kalau ada yang memanggil mrk dgn istilah/sebutan lain selain SSY, seumpama “saksi Yehova,” maka sebutan seperti itu biasanya dimaksudkan utk mengejek atau menghina. Bibir yg membunyikan ejekan, hinaan dan kata2 merendahkan orang lain biasanya datang dari hati yg sakit dan dengki! Sekiranya ada yg beralasan “itu kan diambil dari bhs Inggeris?” Kalau dari bhs Inggeris,
    • Jarman Nasry : Menurut sy, kalau ada orang yang memakai nama/istilah/seb utan lain kepada seseorang sedangkan seseorang itu sudah memilihkan suatu nama/istilah/seb utan yg melalui itu orang diharap dapat menyapa dia sesuai yg dia inginkan, maka orang yang menggunakan nama/istilah/seb utan lain selain itu, entah dgn sengaja atau pun tidak, kuanggap telah melakukan pelecehan verbal yg merendahkan! Saksi Yehuwa sudah pilihkan nama/sebutan “Saksi-Saksi Yehuwa” (SSY)
    • GK : @Jarman, baca Kisah Rasul 1:8
    • GKmin : @Jarman, sudahkah anda teliti tulisan sy? mana yg menunjukkan iri/dengki pd SSY? sy hanya tegaskan bhw sy bukan SSY. Di Salatiga, sy jg py teman SSY, sy jg pernah datang ke gerejanya, tapi sy BERBEDA dg mereka.
    • Jarman Nasry : sung kepada SSY.
    • Jarman Nasry : sering lihat dlm tulisan orang2 seperti GKmin. Saya heran kok Kristiani tapi masih ada dengki dan iri-hati kpd sesamanya sendiri [okelah ini hanya intermeso sj, kiranya kita lebih jujur utk menghargai orang dan namanya]. Hm aneh memang orang yg mengaku sebagai Saksi Yehuwa. Apa yg mrk “saksikan” ttg Yehuwa ya? Bukankah Yehuwa tidak bisa “dilihat” mata jasmani? Jadi bgm pula orang menjadi “Saksi-Nya”??? Mungkinkah SSY sendiri yang lebih tahu alasannya? Baiklah Sdr dan sy bertanya lang
    • Jarman Nasry : Sdr ingin tahu maksud sy dgn ‘Saksi Yehova’? Ah saya tak punya maksud apa2 dgn mrk, sebaiknya sdr tanya langsung sj ke mrk apa yg sdr ingin tahu dari mrk. Kalau sy omong ttg mrk mungkin omongan sy kurang obyektif, nanti dinilai macam2, dianggap memfitnah atau malah melebih-lebihkan pencapaian mrk, dsb. Tapi fakta yg saya tahu ttg mrk adalah bhw mrk sebut dirinya “Saksi-Saksi Yehuwa” (SSY). Sebutan ‘saksi Yehova’ diberikan oleh orang2 yang cenderung dengki dan iri-hati, seperti yg say
    • GK : @Jarman, baca Kisah Rasul 1:8
    • GK : @Jarman, hm.. kalau pemahaman anda seperti itu, lantas apa yg anda maksud dg saksi Yehova?
    • Jarman Nasry : an mati atau sewaktu Ia bangkit dan naik ke sorga! Tidak. Anda bukan saksi Kristus Yesus. Sesungguhnya yang disebut ‘saksi Kristus Yesus’ hanya pria dan wanita Kristen yang telah “bersama-sama” dengan Dia sewaktu Ia di bumi Israel sekitar abad kesatu M. Di antara mereka ada para rasul-Nya dan murid2 mereka. Mereka cocok disebut Saksi-Saksi Yesus Kristus: saksi dari pelayanan, penderitaan, kematian, kebangkitan dan kenaikan-Nya ke sorga. JADI ANDA SAKSI APA???
    • Jarman Nasry : Anda adalah "saksi Kristus"??? He he he...anda adalah 'saksi' dari apanya Kristus? Saksi dari pelayanan-Nya? Saksi dari kematian-Nya? Saksi dari kebangkitan-Nya atau saksi dari kenaikan-Nya ke sorga??? Yang mana? Siapa bilang anda adalah ‘saksi Kristus’??? Anda yang ngaku-ngaku atau anda telah membaca “kata-kata itu” ada di Alkitab??? Kalau anda mengaku anda saksi Kristus maka anda telah berbohong karena anda tidak ada “di sana” sewaktu Yesus melayani atau sewaktu Ia menderita d
    • Guest_1097 : spam, hore.. bersenang-senang lah dengan sex bebas, karena untuk berlatih melayani 72 bidadari surga...
    • spam... : Hore... hore.... bersenang2lah dengan sex bebas karena tuhan akan mengampuni kita klo kita buat pegakuan dosa... apa ini bener ???
    • spam... : Bernyanyilah bagi Elohim, mazmurkanlah nama-Nya, buatlah jalan bagi Dia yang berkendaraan melintasi awan-awan! Nama-Nya ialah YAHWEH; beria-rialah di hadapan-Nya! ( Mazmur 68:5 )
    • kristenisasi : Tuh keinginan kalian... Keinginan tiap pemeluk kristen.. Siapa domba2 yang tersesat itu.. apakah kalian ato umat yang lain?????
    • D'MASIV : Nyanyi nyokkk... tuk Hura22
    • YESUS : Sekarang kalian Kebaktian... apa yang anda dapatkan.... Segala yang menyenangkan.., ato ketenangan batin... Ato hanya hura2.. nyanyi2 yang gak masuk akal
    • YESUS : Aku adalah Nabi Isa... Nabi kalian yang kalian anggap Tuhan
    • Guest_650 : Seharusnya para penganut kristen memahami.. bahwa apa yang menjadi pegangan selama ini merupakan sesuaatu yang salah sesuatu yang udah tercemar sengan tangan2 dosa. apa kita harus mengagung2kan ciptaan manusia.. TUHAN itu ada, dan Dia yag buat kitab suci bagi manusia.. bukan manusia yang buat kitab "bisa aja tidak suci"
    • Guest_650 : Islam adalah agama pembaruan dari semua agama...
    • GKmin : @Jarman, terserah anda menganggap apa...kami saksi Kristus yang percaya pada TUHAN YESUS, dan BAPA YHWH.
    • Jarman Nasry : Saya tidak menghakimi siapapun, Saudaraku yang terkasih. Saya hanya mengatakan apa yang benar yang dibisiki oleh kejujuran manusia batiniah saya bahwa Saudara2 ini adalah "Saksi-Saksi Yehuwa." Kalau Saudara2 ini TIDAK MAU akui diri sebagai 'Saksi-Saksi Yehuwa' jadi Saudaraku ini Saksi apa??? Pasti Saudaraku BUKAN Saksi Setan, bukan? He he he... jujurlah bahwa Saudara-saudara adalah Saksi-Saksi Yehuwa [TITIK]
    • GKMin : @Jarman, anda terlalu cepat menilai...pelaja ri dengan cermat bedanya Saksi Yehuwa dengan 'kami'. (jangan menghakimi sesamamu, itu perintah TUHAN YESUS...
    • Jarman Nasry : Saksi-Saksi Yehuwa sudah kembali? Bukan. Sebenarnya Saksi-Saksi Yehuwa terus kembali!
    • Jarman Nasry : Sepertinya iya. Belasan tahun lalu Saksi Yehuwa [Yehowis] memberitahu saya pentingnya mengenal nama itu. Satu-dua tahun ini ada lagi kelompok baru. Saya namakan 'kaum Yahwis' karena mereka bilang nama Tuhan itu "Yahwe". Saya tahu mereka yang belakangan ini pasti adalah "Saksi-Saksi Yehuwa" itu. Mereka sudah kembali!
    • Guest_1638 : @Jarman, apakan persoalan nama Tuhan ini, berkaitan dengan denominasi gereja?
    • Jarman Nasry : Kenapa baru sekarang segelintir orang mempersoalkan istilah "Allah dan YHWH"? Saya sebagai seorang awam merasa "perselisihan" ttg doktrin Kitab Suci di antara kita sesama Kristiani hanya akan menguras energi banyak yang kalau diarahkan kepada kemaslahatan umat tanpa memandang denominasi dan kelompok gereja justeru malah akan membawa kekuatan dan ketahanan iman bagi warga jemaat Kristus seraya menyiapkan umat menyongsong waktu kedatangan Tuan Yesus yang kedua
    • murid Jesus Christ : Sahabatku, tetaplah semangat !
    • Guest_2764 : @guest _1188,bukan dari tuhan lsg kali sobat..tapi lewat malaikat gibril.skrg yg perlu qt renungkan,apakah "gibril"itu bnr2 malaikat YHWH?ALLAH..atau malahan hnya syetan yg menyamar?
  • Kategori

  • Tulisan Terakhir

  • Tanggapan Terakhir

  • Arsip

  • Literatur

    tersedia beberapa VCD yang dapat menjadi literatur Anda, silakan klik menu/halaman Literatur
  • Bebas dari Setan?

    Jika anda ingin terbebas dari kuasa kegelapan (kuasa Setan), mungkin Tim dari Lembaga Pelayanan HOLISTIK di Salatiga, dapat membantu anda.

    atau, silakan baca dulu

    Orang Kristen tidak bisa kena santet/hipnotis

  • Sungguh, hatinya melekat kepada-Ku, maka Aku akan meluputkannya, Aku akan membentenginya, sebab ia mengenal nama-Ku (Mazmur 91:14)

    doa Bapa Kami:

    Bapa kami yang ada di surga, dikuduskanlah namaMu.... datanglah kerajaanMu.... dst.

    pernahkah anda bertanya:

    ..... siapa namaMU Bapa?.....

    .

    SUDAH terbit, BUKU: dapatkan di toko-toko buku umum...tanyakan ke petugas, sebab di beberapa toko buku rohani, buku ini disembunyikan...