Perbandingan KS-ILT dengan Alkitab LAI-TB
By GK on Oct 6, 2009 in Pemahaman Kitab Suci, Kitab Suci
Ditulis oleh Dede Wijaya, terlampir dalam file PDF, silakan klik di sini.
saya tambahkan, satu ayat yang menurut saya perlu dikaji lebih lanjut (bagi yang tertarik pada sejarah, yaitu Yeheskiel 27:19
di Alkitab LAI-TB ditulis: “dan anggur ditukarkan mereka ganti barang-barangmu; besi yang sudah dikerjakan dari Uzal, kayu teja dan tebu ada di antara barang-barang daganganmu.”
di KS-ILT ditulis: “Orang Vedan dan Jawan sibuk menyalurkan barang-barangmu; besi halus, kayu teja, dan tebu ada di antara barang-barang daganganmu.”
Mengapa menarik? Jika Vedan adalah Vietnam dan Jawan adalah Jawa, dan itu dicatat oleh Yehezkiel, bukankah sekian ratus tahun sebelum Masehi sudah ada perdagangan dengan Jawa, maka tidak mengherankan jika budaya Jawa, ada sedikit warna dari budaya Yahudi. Tidak mengherankan jika ada beberapa istilah di Jawa, mirip dengan istilah Ibrani.
Persoalannya, apakah Jawan di Yehezkiel itu Jawa ataukah orang-orang Hindi, Urdu, Bengali, dan Punjabi (India)?


Jika anda ingin terbebas dari kuasa kegelapan (kuasa Setan), mungkin Tim dari

dikelola seorang awam, bukan aktivis
gereja.

Masalahnya, apakah nama ‘Jawa’ ada sebelum atau sesudah tarikh Masehi? Setau saya, leluhur orang Jawa sekarang datang dari propinsi Yunan baru sekitar abad2 awal tarikh Masehi.
kamperwangi | Oct 15, 2009 | Reply
@kamperwangi,
coba baca: http://www.tembi.org/cover/20070715.htm
GKmin | Oct 15, 2009 | Reply
Kenapa kata eikon dalam Kolose 1:15 dan eikona dalam Wahyu 13:14-15 diterjemahkan berbeda? Adakah ada maksud tersembunyi? Kenapa tidak diterjemahkan sebagai ‘patung’ atau ‘gambar’ seperti dalam footnote-nya?
kamperwangi | Oct 20, 2009 | Reply
@kamperwangi,
maksud anda dalam KS-ILT?
bukankah adanya footnote itu justru menjelaskan bahwa sebuah kata bisa bermakna lebih dari satu.
Jika eikon / eikona itu ditulis saja menjadi “ikon” (seperti di KS-ILT (ed.2) Wahyu 13:15,bukankah ikon itu bisa gambar, bisa patung, dan bisa juga ‘bentuk’ lain?
GKmin | Oct 20, 2009 | Reply
Tapi kenapa dalam Kolose 1:15 tidak diterjemahkan sebagai ‘ikon’ juga? Kenapa harus ‘gambar’ ketika berkaitan dengan Allah, dan ‘ikon’ ketika berkaitan dengan antikristus? Tidakkah ini berkesan tendensius?
kamperwangi | Oct 22, 2009 | Reply
Wah, perlu dipelajari ulang tuh makna kata Jawan. Mestinya bukan berarti Jawa Indonesia ini. indonesia masuk jaman sejarah mulai abad ke 5 masehi, sebelumnya jaman batu, berburu dan meramu. La kalo berabad2 sebelum masehi, apa sudah ada orange di indonesia itu?
Kalaupun ada orangnya, jaraknya terlalu jauh, jelas belum mengenal perahu dan navigasi orang2 jaman batu itu. Perlu penjelasan logis. Jangan sema(ng)kin mengaburkan hal yg sudah kabur.
moke | Oct 30, 2009 | Reply
@moke, itu khan menurut buku2 sejarah pelajaran SD/SMP/SMA,
apakah sebelum abad 5 “indonesia” (waktu itu belum ada Indonesia) belum ada kebudayaan yang ‘maju’?
Mesir sudah bisa bikin piramida jauh sebelum masehi.. apakah “indonesia” begitu ketinggalan, sehingga baru abad 5 ada sejarahnya..
GK | Oct 30, 2009 | Reply
Daripada berspekulasi mengkait-kaitkan Jawan dengan suku Jawa, mending baca disini untuk Javan:
http://en.wikipedia.org/wiki/Javan
dan Vedan
http://strongsnumbers.com/hebrew/2051.htm
Gitu aja koq repot. Kalo peradaban tinggi asalnya dari Mediteranian, kenapa harus diulur sampai ke Asia Tenggara?
kamperwangi | Nov 9, 2009 | Reply
Bagi saya Alkitab TB-LAI jauh lebih “lembut” memaknai pesan asli pengarang kitab suci ketimbang KS-ILT. Memang saya akui “keunggulan” [satu-satunya] KS-ILT dari TB-LAI terletak pada pemunculan kembali 7000-an kali Nama YHWH [ditulis Yahweh] dalam KS-ILT, sesuatu yang tanpa sengaja terabaikan oleh LAI mengingat dalam versi LAI utk bahasa Batak atau Jawa LAI masih menggunakan bentuk2 pengucapan Nama YHWH seperti Djahoba atau Yehuwah, tetapi dalam segi-segi lain, seperti ujaran, pemaknaan dan gramatikal, KS-ILT masih perlu terus “dimurnikan” (baca: direvisi) lagi. Siapkah tim pengalih-basa KS-ILT menerima tantangan ini?
IsHeng | Nov 10, 2009 | Reply
Shalom aleychem,
Menurut gw mo pake TB-LAI ato KS-ILT itu hak masing2 org…. mo pake ALLAH ato YHWH itu jg hak masing…. gw ga mo mempermasalahkan……Gbu
Daniel | Nov 21, 2009 | Reply
Beda KS-ILT Edisi 2 dengan Alkitab LAI cukup buanyak, ini karena masalah Naskah Salinan yg jadi acuan untuk penerjemahan berbeda. KS-ILT dari MT dan TR, jadi lebih mirik KJV dalam bhs Indonesia. Memang yg LITERAL kendalanya bhs nya kurang enak dibaca. Namun sisi lain LEBIH MENDEKATI MAKNA ASLINYA. Tentu ILT dan LAI masih ada lemahnya dan harus terus diperbaiki ke depannya, terutama Alkitab LAI yg sudah lama tdk direvisi lagi.
DEDE WIJAYA | Feb 4, 2010 | Reply
@IsHeng
Tanya: Apa Anda pasti bahwa LAI TANPA SENGAJA telah mengabaikan pemunculan Nama YHWH (YAHWEH) dalam Alkitab bahasa Indonesia terjemahan mereka?
Mengenai Alkitab bahasa Batak, ada teman saya yang dari suku Batak mengatakan bahwa Alkitab dalam bahasa Batak diterjemahkan oleh Nomensen, apa benar itu?
Tok | Feb 5, 2010 | Reply
@Tok
Jawab: benar bhw Nomensen pernah menerjemahkan alkitab kedalam bhs batak… saya dulu pernah baca buku ttg sejarah pekabaran injil di tanah batak tp maaf saya lupa judulnya coz saya baca wkt saya masih kecil dulu..
tp saya belum bs memastikan apakah LAI menerbitkan alkitab berbahasa batak berdasarkan terjemahan Nomensen ato tdk.
palmer simangunsong | Aug 14, 2010 | Reply