Jesus (Yunani) atau Yeshua (Ibrani)?
By GK on Dec 1, 2009 in Sejarah, Umum, Pemahaman Kitab Suci
Video berikut ini mungkin sedikit dapat menjadi pertimbangan, mengapa sebaiknya kita menyebutNYA “YESHUA”, sebab, itulah nama ‘asli’NYA,silakan lihat beberapa video lainnya juga yang ada di halaman tersebut.Lihat di sini


Jika anda ingin terbebas dari kuasa kegelapan (kuasa Setan), mungkin Tim dari

dikelola seorang awam, bukan aktivis
gereja.

saya diberkati dengan pngajaran soal nama asli Bapa dan “YESUS”, sudah waktunya umat YAHWEH buka hati n mau belajar firman supaya tidak menyimpang tp tepat sesuai firman Bapa….saya yakin kebenaran lainnya yg tersembunyi atau yg telah salah mengajarkan selama ini karena kesalahan terjemahan di pulihkan, Bapa yg adalah Kebenaran itu akan menyatakannya… YHWH blesses us His people n makes us known by His Name
hst | Jan 7, 2010 | Reply
(Yunani) Iesous ee-ay-sooce’ of Hebrew origin (3091); Jesus (i.e. Jehoshua), the name of our Lord and two (three) other Israelites:–Jesus (Inggris).
Yesus (Indonesia)ataupun Yeshua (Indonesia) adalah padanan kata pengganti nama adaptasi untuk nama2 di atas berdasarkan kultur lafal dan alfabet setempat. Kalau mau ekstrem benar2 ucapkan Jehoshua, betapa susah kan.
Santo | Mar 27, 2010 | Reply
Guyonan: Apa bahasa international di surga? Saya berpikir karena manusia akan tinggal di surga, mungkin bahasa Inggris,kan bahasa internasional adalah bahasa Inggris, atau bahasa Ibrani, Israel, kan YHWH Tuhan Allah orang Israel pada mulanya. Wah sungguh repot kalau gitu, saya harus belajar bahasa Ibrani dulu untuk dapat berkomunikasi di surga. He, he, he tapi saya yakin di surga tidak akan kesulitan bahasa, karena Tuhan mempersiapkan segala sesuatunya yang baru, segala pengetahuan dan karunia akan lenyap, termasuk bahasa yang ada di dunia ini. Jadi untuk apa kita mempermasalahkan terjemahan nama dari bahasa ini atau itu?
Santo | Mar 27, 2010 | Reply
YHWH adalah bahasa yang langsung diberikan YHWH utk dihormati, bukan utk diganti kemudian dipelesetkan dalam berbagai versi nama oleh semua orang tak terkecuali umat kristiani yg semua ke-imanannya bersumber dari Torah (Perjanjian Lama & Perjanjian Baru).
hari raya natal adalah hasil imijinasi belaka yg tidak tertulis utk di “berlakukan” sebagai hari suci.
banyak umat kristiani menjadikan Torah (Perjanjian Lama & Perjanjian Baru) sebagai bahan teori spekulatif agar “gereja” mereka penuh “berkat” dari para umatnya apapun nama gerejanya.
memahami Firman Tuhan harus dengan segenap hati dan segenap akal budi (ini adalah sebuah keseimbangan yg tiada taranya yg diberikan oleh YHWH kepada manusia).
sebuah ilustrasi menarik ttg sebuah doa, doa itu seperti kita mengirim e-mail, jika kita salah titik atau garis bawah saja, e-mail tsb tdk akan sampai, nah apalagi jika nama yg kita kirimkan salah. sdh pasti, e-mail yg kita kirim tsb akan balik kpd si pengirimnya.
dibutuhkan hikmat & hati yg tulus (segenap hati dan segenap akal budi) dalam memahami YHWH sebagai Pencipta seluruh yg ada di muka bumi ini, tak terkecuali Firman Tuhan yg telah YHWH sampaikan dalam Torah (Perjanjian Lama & Perjanjian Baru).
YHWH selalu menyinari setiap langkah manusia yg memiliki Torah di dalam hatinya.
YHWH bless us always!
Raymond Barukh | Aug 15, 2010 | Reply