Tanggapan 2 atas tulisan Dr. Steven
Tulisan Prof. Kristian Sugiyarto tanggapan atas tulisan Dr. Steven: Perdebatan Istilah “Allah” Kesalahpahaman Linguistik dan Theologis ,
Tulisan Prof. Kristian Sugiyarto tanggapan atas tulisan Dr. Steven: Perdebatan Istilah “Allah” Kesalahpahaman Linguistik dan Theologis ,

hp/sms: 0812.281.0181
Mohon tidak terburu-buru berkomentar..,jika Anda setuju atau tidak setuju dengan tulisan di sini. Silakan baca dulu beberapa tulisan di website ini.Bacalah "@Pengumuman" dulu... dan ini bukan website Saksi Yehova/Saksi Yehuwa

Jika anda ingin terbebas dari kuasa kegelapan (kuasa Setan), mungkin Tim dari Lembaga Pelayanan HOLISTIK di Salatiga, dapat membantu anda.
atau, silakan baca dulu
Orang Kristen tidak bisa kena santet/hipnotis
Sungguh, hatinya melekat kepada-Ku, maka Aku akan meluputkannya, Aku akan membentenginya, sebab ia mengenal nama-Ku (Mazmur 91:14)
doa Bapa Kami:Bapa kami yang ada di surga, dikuduskanlah namaMu.... datanglah kerajaanMu.... dst.
pernahkah anda bertanya:..... siapa namaMU Bapa?.....
. SUDAH terbit, BUKU: dapatkan di toko-toko buku umum...tanyakan ke petugas, sebab di beberapa toko buku rohani, buku ini disembunyikan...Biarpun segala bangsa berjalan masing-masing demi nama elohim-nya, tetapi kita akan berjalan demi nama YAHWEH Elohim kita untuk selamanya dan seterusnya (Mikha 4:5)
Bernyanyilah bagi Elohim, mazmurkanlah nama-Nya, buatlah jalan bagi Dia yang berkendaraan melintasi awan-awan! Nama-Nya ialah YAHWEH; beria-rialah di hadapan-Nya! ( Mazmur 68:5 )
STOP PRESS .... !!!
Jika Anda menemukan link yang "broken" di website ini, mohon dapat menyampaikan ke kami, melalui email gkmin.net@gmail.com. Tks.
Berkaitan dengan seseorang yang menggunakan nama 'GKmin' dan 'Petrus Wijayanto' juga menggunakan nama 'Yakub Sulistyo' juga 'Yeremiah Leonard' dan berkomentar dengan KASAR, di sini dan website lain dan menyebut-nyebut saya adalah SAKSI YEHOVA, silakan baca "Saya bukan Saksi Yehova" Untuk Anda yang berkomentar KASAR dan menyebut-nyebut saya 'Sang Saksi Yehova', sebenarnya apa yang anda perjuangkan, sampai sedemikian "marah" terhadap saya? Belajarlah MENGHARGAI PERBEDAAN PENDAPAT tanpa harus MARAH-MARAH.....
bukankah baik jika kita dapat hidup damai berdampingan walau dengan berbagai perbedaan, termasuk perbedaan keyakinan dan iman?“Serigala akan tinggal bersama domba. Macan tutul berbaring di samping kambing. Anak sapi akan merumput bersama anak singa, dan anak kecil menggiring mereka. Sapi akan makan rumput bersama beruang, anak-anaknya berbaring bersama-sama. Singa makan jerami seperti sapi” (Yes 11:6-7).Juga mohon anda yang "tidak senang" dengan ini, tidak perlu menggunakan nama 'gkmin' dan alamat email disini untuk berkomentar atau mendaftar di forum-forum diskusi ditempat lain.
================ Tulisan Yesus tidak disalib pada hari Jumat, silakan baca tulisan aslinya di di sini Atau jika menginginkan terjemahannya, silakan ambil dari halaman DOWNLOAD (ada 2 file)Tks...(Admin)
dikelola seorang awam, bukan aktivis
gereja.
Tulisan-tulisan disini sebagian adalah pendapat/pandangan pribadi, berdasarkan informasi dari berbagai sumber, dengan pemikiran & perenungan pribadi; tidak mewakili organisasi tertentu.
Links-links yang ada,juga TULISAN Lain-lain... (dari orang lain), termasuk Literatur , tidak selalu sama dengan pandangan pengelola GKministries
Dengan prinsip bahwa Yesus adalah untuk semua orang, sy berusaha menghindar dari belenggu dogma, doktrin & ajaran gereja tertentu.
Semoga kehadiran website ini dapat menjadi berkat.
Ingat: kepada TUHAN
Jangan kepada ALLAH...
Jangan kepada Tuhan ALLAH...
Jangan kepada Allah Bapa...
Jangan kepada Tuhan YAHWEH...
Jangan kepada Bapa Yahweh...
Jangan kepada Allah Yahweh...
Jangan kepada YESUS...
Jangan kepada Tuhan Yesus...
Sebab...
Jika kepada SIAPA Anda berdoa, "dia" lah yang akan menjawabnya...
atau mungkin bisa berdoa kepada
--> TUHAN yang Maha Kuasa
--> TUHAN pencipta langit dan bumi
Silakan...
dan selamat menemukan TUHAN yang benar....
(semoga) ... dan umat-Ku, yang atasnya nama-Ku disebut, merendahkan diri, berdoa dan mencari wajah-Ku, lalu berbalik dari jalan-jalannya yang jahat, maka Aku akan mendengar dari sorga dan mengampuni dosa mereka, serta memulihkan negeri mereka. II Tawarikh 7:14© Copyright 2007. All rights reserved.
WordPress Blog Design XHTML
Abraham dinyatakan sebagai Bapak Orang Beriman karena imannya. Imannya bukan didasarkan pada pengenalannya pada nama YHWH namun pengenalannya dan ketaatannya pada pribadi Allah. Baca Kel 6:3 “Aku telah menampakkan diri kepada Abraham, Ishak, dan Yakub sebagai Allah Yang Mahakuasa, tetapi dengan nama-Ku TUHAN (YHWH) Aku belum menyatakan diri”.
Manakah yang penting? Mengenal Pribadi atau Nama?
Santo | Mar 31, 2010 | Reply
@Santo
….Imannya bukan didasarkan pada pengenalannya pada nama YHWH namun pengenalannya dan ketaatannya pada pribadi Allah
pribadi Allah?
justru persoalannya di kata “Allah” itu, kalau anda menuliskannya demikian, itu membuat persoalan jadi kabur.
kalau mau netral, anda akan menuliskannya “.. pribadi Elohim” atau “… pribadi Tuhan”, karena justru kata “Allah” itu persoalannya.
GKmin | Mar 31, 2010 | Reply
Saudara GKmin, dalam Kel 6:3, tidak dipakai elohym tapi el untuk Allah, tepatnya Allah yang Maha Kuasa (El shadday). Kalau mau jujur istilah El shadday mempunyai kaitan / afiliasi bengan bahasa Arab. Terlebih lagi El ataupun Elohym bukanlah kata khusus untuk menyebutkan nama pribadi Allah, kata ini dipakai juga kepada Illah bangsa kafir (Kel 12:12). Tepat, Allah memakai (kata “Allah) bukan kata yang yang diperuntukan khusus baginya. Itu suatu kata umum, artinya apa? Pengenalan Abraham bukan pada istilah nama namun pribadi Allah sendiri yang telah menampakkan diri padanya. Makanya sebelumnya saya menulis apa yg menjadi perbedaan Kekristenan (Ketika pernyataan umum Tuhan secara pasti tidak disangkal oleh manusia, apa yang menyebabkan orang Kristen berbeda dengan kepercayaan lainnya? Perbedaan itu terletak pada Mat 11:27 (Semua telah diserahkan kepada-Ku oleh Bapa-Ku dan tidak seorangpun mengenal Anak selain Bapa, dan tidak seorangpun mengenal Bapa selain Anak dan orang yang kepadanya Anak itu berkenan menyatakannya)). Bukannya sama halnya dalam kasus Abraham, bahwa Allah menampakkan diri padanya? Penelaahan saya adalah lebih penting mana sosok pribadi itu sendiri atau nama? Jelas bahwa pribadi itu sendiri. Demikian penjelasan saya.
Santo | Mar 31, 2010 | Reply
@Santo;
benarkah El itu ‘cognate’ dengan Allah, bukannya Ilah (seperti anda tulis ata ini dipakai juga kepada Illah bangsa kafir
Israel -> Israil (bukan Israal)
Gabriel -> Jibril (bukan Ibral)
Ismael -> Ismail (bukan Ismaal)
so, bukankah lebih tepat El-Eloah-Elohim -> ilah, bukan Allah ?
GKmin | Mar 31, 2010 | Reply
Anda ingin mengatakan Allah atau Ilah, silahkan saja. Karena pandangan saya, Allah/Tuhan/TUHAN/YHWH, menggunakan istilah El atau Elohym yang dapat berarti dewa / ilah (istilah Tuhan/Allahnya orang kafir) menunjukkan bahwa pengenalan pribadi lebih penting daripada nama. Walaupun istilah yang dipakai sama tapi rujukan pribadinya berbeda, lihat Kel 12:12 (di sana jelas ada rujukan allah2/illah2/dewa2 orang Mesir). Rujukan pribadi berbeda berdasarkan pengenalan diri/pribadi. Terserah Anda apakah nyaman memakai kata ilah/dewa yang merujuk pada YHWH. Saya sudah mengatakan bahwa istilah El atau Elohym ada kaitan / afiliasi dengan bahasa Arab, wajar jika LAI memakai istilah Allah untuk menterjemahkan kata El ataupun Elohym. Di dalam Kisah Para Rasul 2:5-11, di sana dikatakan ada orang Arab, kira-kira ketika mereka mendengar para rasul berbahasa roh, kata Adonai/Theos, yang mereka dengar kata apa? Kalau ada orang Indonesia di saat itu, saya pikir orang indonesia akan mendengar kata Tuhan atau Allah.
Santo | Mar 31, 2010 | Reply
Satu lagi hal yang penting, telah Anda tuliskan, Israel -> Israil (bukan Israal)
Gabriel -> Jibril (bukan Ibral)
Ismael -> Ismail (bukan Ismaal)
Menurut Anda jika penulisan salah dan pengucapan salah, tidak menutup kemungkinan referensi yang dituju menjadi salah, bukan? Jika kata YHWH, yang dalam kenyataan, tidak ada seorangpun yang dapat menjamin secara pasti lafalnya / pengucapannya dan perlu diketahui juga bahwa Jehovah, Yahweh, Yehuwah, ataupun lainnya adalah bentuk usaha penerjemahan yang ditambahkan dugaan pelafalannya, yang aslinya tulisan Ibrani yang dihuruf-latinkan, apakah Anda menjamin dapat kebenarannya???
Santo | Mar 31, 2010 | Reply
Saya menuliskan ini bukan berarti saya ingin menggoncangkan iman saudara atau menyalahkan usaha menterjemahkan atau menyebut nama Tuhan, yang saya pandang baik adanya. Tetapi yang saya ingin ungkapkan adalah iman saudara seharusnya diletakkan pada pribadi Allah, lebih tinggi di atas nama atau bahasa manusia yang tidak sempurna. Walau demikian saya tidak menyukai ada sekelompok golongan atau ajaran yang menggunakan istilah YHWH untuk tujuan terselubung/tersembunyi/tidak jujur/subyektif yang mengusahakan untuk membenarkan ajaran golongannya sendiri saja. Jika Anda ingin menterjemahkan YHWH (dalam tulisan yang bisa dibaca Yehovah, Yahweh, Yehuwah, dll) tempatkan sesuai pada nats teks aslinya sehingga tidak menutupi kebenaran Allah berikan kepada kita.
Salam Kasih!
Santo | Mar 31, 2010 | Reply
Semakin di baca kok semakin keliatan kalo gerakan anti Allah ini mencoba menjadi Polisi linguistik ya…menurut gw persoalannya ada di gerakan anti Allah ini…
jazz | Jun 3, 2010 | Reply
Setiap kristian tersudut, alasannya, itulah kesulitannya, itulah konsekuensinya, halah…profesor kok bego, kalo nyari alasan yang akademik napa…dari tulisannya kayak orang sok tau gitu..
jazz | Jun 3, 2010 | Reply
hahahaha…gw baca sampe 3/4 artikel, bener2 dah bego tuh profesor kristian, bener gw ketawa ngakak….yang dibicarakan teks asli alkitab, dia bicaranya terjemahan…hahaha….gini nih kalo bicara dng ilmu yang di karbit, kagak nyambuuuung…Gw suka jawaban Dr. Steven ini :
“Ini sungguh menggelikan. Saya tidak bicara mengenai terjemahan. Saya bisa
temukan segala macam terjemahan yang sesuai dengan kemauan saya, bahkan saya bisa
buat terjemahan sendiri kalau terjemahan yang ada belum cocok. Kita sedang bicara
mengenai teks bahasa asli! Wah, ternyata mungkin dari awal kita ngga nyambung.”
Saya usul ke Dr. Steven, lbh baik jangan di tanggapin lagi, percuma sdr menulis panjang2, tapi dia kagak ngerti….ilmunya di karbit..hehehe..asli gw ngakak bacanya…ketwa lagi ah wakakakaka….
jazz | Jun 3, 2010 | Reply
*jazz
jika tidak berbicara tentang terjemahan, apakah Alkitab berbahasa asli ada ALLAH-nya?
jika saudara sekarang pakai “ALLAH”, bukankah itu TERJEMAHAN?
jadi bagaiman membahas “Allah” tanpa membahas TERJEMAHAN, sebab jika kita konsekuen tidak membahas terjemahan, jelas kita tidak akan temukan kata “ALLAH” di dalam Alkitab asli.
saya cukup tersenyum melihat komentar saudara.
Natalia | Jun 3, 2010 | Reply
@Natalia
Terima kasih atas respon anda. Apa anda sudah membaca diskusi Dr. Steven dan Prof.Kristian diatas? Tapi dari komentar anda, saya tahu anda belum membacanya secara lengkap. Bacalah sampai habis nanti anda tahu maksud saya. Tidaklah perlu otak jenius untuk mengetahui isi diskusi mereka. Saya menyebut argumen Kristian adalah argumen munafik, anda tidak percaya? Silahkan baca lagi diskusi mereka
Terima kasih atas senyum anda, dan saya tahu senyum anda tidak tulus, dan saya membuangnya jauh2 ke lautan yang paling dalam karena tidaklah berarti buat saya….
Saya jadi ingat syair lagu dangdut “kau yang memulai kau yang mengakhiri, kau yang berjanji kau yang mengingkari”…hehehe
jazz | Jun 4, 2010 | Reply
Ungkapan Latin Cur Deus Homo, berasal dari karya bapa gereja barat St. Anselmus (ditulis tahun 1090), yang berarti :”Mengapa Deus menjadi manusia?” Istilah Deus (sejajar dengan bahas-bahasa Barat : Theos, Dieu, God) adalah kata benda umum yang sejajar dengan kata Arab: Ilah (sembahan). Biasanya umat kristiani Indonesia langsung menerjemahkannya dalam bahasa Indonesia allah. Padahal istilah tersebut dalam bahasa Arab bermakna sangat khusus sehingga tidak bisa dipakai dalam bentuk jamak seperti kata Inggris: God, god atau gods. dalam ketiga makna itulah kata Ibrani ELOHIM diterjemahkan.
Berbeda dengan istilah ELOHIM, Al pada istilah Allah adalah ‘definite article’ yang disambung dengan kata benda umum Ilah. Jadi, al-ilah (Ibrani : ha ELOHIM , Inggris : the God), atau “Ilah itu”. Ilah yang benar, satu-satunya Ilah. Oleh karena itu, pemakaian kata Allah dengan huruf kecil (allah) dengan makna umum, seperti ditunjukkan oelh terjemahan baru Lembaga Alkitab Indonesia (1974), salah menurut kaidah bahasa Arab dan teologi Islam.
Demikian juga , penempatan kata ganti milik :ku, mu, kami, mereka dibelakang kata Allah juga tidak bisa dibenarkan sama sekali menurut kaidah bahasa Arab dan teologi Islam. Sebab dalam bahasa Arab, kita mengenal kalimat Ilahi, Ilahuna, Ilahukum (Ilahku, Ilahmu, Ilah kami, Ilah kamu sekalian). Jadi , kata Allahku, Allah kami dan allah mereka semestinya tidak boleh dipakai, jika menuruti kaidah bahasa Arab dan teologi Islam. Karena tidak digubrisnya kata-kata Indonesia bentukan dari bahasa Arab oleh para penerjemah Alkitab bahasa Indonesia, bahkan pemakaian kata Allah digunakan sebagai salinan langsung dari istilah :Theos, Deus, Dieu dan God yang berlatar belakang pagan tersebut.
Kata Theos, Deus, Dieu sendiri sebenarnya dapat dilacak dari akar kata yang sama dengan kata Sansekerta :Dewa. Sedangkan untuk ungkapan :God became man, mungkin tak terlalu mengagetkan orang Barat, mengingat pemakaian kata God sangat umum. Selain dalam makna God (Allah), god (Ilah), gods (ilah-ilah), godess (dewi-dewi) maupun god-father (bapa asuh) dan god-mother (ibu asuh).
Kekhususan kata Allah dalam bahasa Arab (khususnya dalam theologi Islam) kira-kira sebanding dengan kata Yahwe dalam masyarakat Yahudi, yang mengeja namaNya saja dilarang. Begitu hormatnya orang Yahudi pada nama itu sehingga setiap menjumpainya dalam Taurat, mereka biasa menggantinya dengan ha-Shem (Sang Nama) atau Adonay (Tuhanku). Karena penekanan kuat pada transendensi-Nya, ungkapan kasar “Allah menjadi manusia”, kira-kira sama tidak pantasnya dengan orang Yahudi yang berkata : “Yahwe menjadi manusia”.
Jadi jelas bahwa kata “allah/Allah” yang dipakai oleh LAI sebagai terjemahan Elohim, tidaklah sama dengan “Al-Illah” atau “Auwloh” atau “Allah” orang Islam.
Salam
Santo | Jun 4, 2010 | Reply