TERJEMAHAN yang salah, menjadikan salah tafsir….
By GK on Mar 6, 2010 in Pemahaman Kitab Suci, Kitab Suci
copied from http://www.facebook.com/note.php?note_id=327914143550
Saya sebenarnya sedang menulis Notes yang lain, tapi sembari mikir-mikir merangkai kata menyusun kalimat, saya sempat juga membaca-baca komentar di facebook,
dan dari komentar itu sampailah saya membaca tulisan ini: http://jalanibrahim.wordpress.com/2010/02/16/transkrip-dakwah-tentang-nubuat-mazmur-91-tentang-penyelamatan-yesus-dari-penyaliban/
Hm.. saya kira “ebenhazer” di situ orang Kristen yang TIDAK CERMAT, masa Mazmur 91 dianggap nubuat tentang Yesus/Yeshua?
Walau si setan mengutip Mazmur 91:11 ketika mencobai Yeshua, tidak terus secara serampangan diartikan bahwa Mazmur 91 itu nubuat tentang Yeshua.
Di Salatiga, Mazmur 91 itu dibaca setiap pagi di sebuah Radio milik sebuah gereja, untuk mengingatkan bahwa ORANG PERCAYA, berada dalam lindungan TUHAN, jadi SAMA SEKALI, itu bukan nubuat untuk YESHUA.
Itu pertama.
Yang kedua, dalam transkrip chatting itu, dibahas juga Yesaya 53.
Memang Yesaya 53 (sebetulnya dimulai Yesaya 52:13), adalah NUBUAT tentang kedatangan Yeshua.
“jalan_ibrahim” mengutip
Yesaya 53:10. Tetapi TUHAN berkehendak meremukkan dia dengan kesakitan. Apabila ia menyerahkan dirinya sebagai korban penebus salah, ia akan melihat keturunannya, umurnya akan lanjut, dan kehendak TUHAN akan terlaksana olehnya.
Ayat ini dikutip dari ALKITAB terbitan Lembaga Alkitab Indonesia (LAI) Terjemahan Baru,
Hm.. berarti Yeshua benar tidak mati disalib, karena ia akan melihat KETURUNANNYA dan UMURNYA AKAN LANJUT, ini adalah proposisi yang diajukan “jalan_ibrahim”
dan nampaknya si “ebenhazer” kebingungan menjawab ini.
Hm.. itulah akibat TERJEMAHAN yang TIDAK TEPAT, menimbulkan TAFSIR yang “ngawur”, dan MEMBINGUNGKAN
Coba sekarang perhatikan kutipan ayat itu dari Bible King James Version (Bible KJV sering disebut Authorized Version)
Isaiah 53:10 Yet it pleased the LORD to bruise him; he hath put him to grief: when thou shalt make his soul an offering for sin, he shall see his seed, he shall prolong his days, and the pleasure of the LORD shall prosper in his hand.
Perhatikan juga terjemahan dari Kitab Suci yang saya pakai, (saya menggunakan Kitab Suci Indonesian Literal Translation, Edisi 2) Perlu diketahui LITERAL TRANSLATION adalah terjemahan yang mendekati KATA-PER-KATA dari bahasa ASLI-nya.
Yesaya 53:10 Namun YAHWEH berkehendak untuk meremukkannya, membuatnya sakit. Sekiranya dia menaruh jiwanya sebagai persembahan penghapus salah, dia akan melihat benihnya, dia akan memperpanjang hari-harinya, dan dalam tangannya kehendak YAHWEH akan berhasil.
Jika kita melihat TERJEMAHAN ini, maka tidak akan kesulitan menemukan “kebenaran” nubuat itu, karena setelah Yeshua disalib, maka “benih” kepercayaan pada DIA tumbuh, apalagi setelah DIA bangkit dari kematian, hari-harinya benar-benar tambah panjang.
Di Kitab Suci terjemahan lama terbitan LAI, ditulis
Yesaya 53:10 Tetapi adalah kehendak Tuhan juga menghancurkan dia dan mempersakiti dia. Apabila sudah diserahkannya nyawanya akan korban karena salah, iapun akan melihat benih dan melanjutkan umur, maka keridlaan Tuhanpun akan beruntung oleh tangannya
Diskusi, bisa sangat membingungkan ketika hanya berdasar pada satu TERJEMAHAN, apalagi terjemahan-nya LAI. Namun sayangnya.. terjemahan LAI itulah yang paling banyak digunakan. Saya sendiri mengamati, banyak sekali terjemahan LAI di Alkitab Terjemahan Baru, yang dapat menyebabkan tafsiran yang KELIRU.
Yesaya 53:10 itu hanya CONTOH KASUS saja….
Saya berharap, dengan menulis Note ini, teman-teman tidak hanya mendasarkan pemahaman soal Firman Tuhan pada ALKITAB terjemahan LAI saja. Jika kita cermat ada banyak sekali TERJEMAHAN yang TIDAK SESUAI dengan maksud ASLI-nya.. Tapi saya malas untuk membahasnya disini panjang lebar.
Ya, jika nanti menemui “kasus” lagi, mungkin akan saya ungkapkan lagi…
Jika ada yang mempermasalahkan bahwa Kitab Suci “kristen” tidak ASLI, karena perbedaan-perbedaan TERJEMAHAN itu, saya persilakan membaca Note saya sebelum ini di http://www.facebook.com/notes/petrus-wijayanto/katanya-untukmu-agamamu-untukku-agamaku/326864688550


Jika anda ingin terbebas dari kuasa kegelapan (kuasa Setan), mungkin Tim dari

dikelola seorang awam, bukan aktivis
gereja.

bahasa ibrani : zera` zeh’-rah yang berarti seed(benih), secara kiasan berarti: fruit(buah), plant(tanaman), sowing-time(waktu menabur), posterity (keturunan yang akan datang/generasi mendatang).secara fisik berarti anak, atau buah.
bahasa ibrani : arak aw-rak yang berarti memperpanjang, melanjutkan, atau membuat lebih lama.
bahasa ibrani : yowm yome dapat berarti hari ataupun usia.
kedua terjemahan dapat diterima karena sesuai dengan pengertian bahasa aslinya.
Yesus sungguh benar mati secara fisik (karena Ia sungguh 100% manusia)di salib, tetapi benar tidak mati karena Ia 100% Allah) Kol 2:9 Sebab dalam Dialah berdiam secara jasmaniah seluruh kepenuhan ke-Allahan. 1 Pet 3:18. Sebab juga Kristus telah mati sekali untuk segala dosa kita, Ia yang benar untuk orang-orang yang tidak benar, supaya Ia membawa kita kepada Allah; Ia, yang telah dibunuh dalam keadaan-Nya sebagai manusia, tetapi yang telah dibangkitkan menurut Roh,
3:19 dan di dalam Roh itu juga Ia pergi memberitakan Injil kepada roh-roh yang di dalam penjara.
(Why 1:17c-18) Aku adalah Yang Awal dan Yang Akhir, dan Yang Hidup. Aku telah mati, namun lihatlah, Aku hidup, sampai selama-lamanya dan Aku memegang segala kunci maut dan kerajaan maut.
Santo | Mar 26, 2010 | Reply
Sdr Santo: “Yesus sungguh benar mati secara fisik (karena Ia sungguh 100% manusia)di salib, tetapi benar tidak mati karena Ia 100% Allah) Kol 2:9 Sebab dalam Dialah berdiam secara jasmaniah seluruh kepenuhan ke-Allahan. 1 Pet 3:18.”
Menurut firman yang saya tahu: Yesus bukan 100% Allah tetapi 100% Tuhan YHWH (Yahweh). Keduanya, Allah dan Tuhan Yahweh adalah sangat berbeda dalam segala hal. YBU.
Memet | Apr 2, 2010 | Reply
Terima kasih atas tanggapannya, tetapi Allah dan YHWH bagi saya adalah perbedaan istilah pengungkapan dalam bahasa sehari-hari. Lihat komentar saya pada tanggapan artikel perbedaan istilah Allah, dan juga komentar pada Saksi Yehovah, Jesus Only, Mesianik, atau Kristen biasa. Salam Kasih!
Santo | Apr 2, 2010 | Reply
Saudara2 yg saya sayangi, saya percaya saya dan Anda diciptakan oleh Tuhan yang sama. Demikian pula dengan orang Islam, orang Yahudi, bahkan orang atheis diciptakan oleh Tuhan yang sama. Tuhan tidak pernah menutupi eksistensi diriNya Rm 1:19-20 (Karena apa yang dapat mereka ketahui tentang Allah nyata bagi mereka, sebab Allah telah menyatakannya kepada mereka. Sebab apa yang tidak nampak dari pada-Nya, yaitu kekuatan-Nya yang kekal dan keilahian-Nya, dapat nampak kepada pikiran dari karya-Nya sejak dunia diciptakan, sehingga mereka tidak dapat berdalih). Wajar, manusia dari belahan lain atau agama lain memiliki kepercayaan kepada otoritas tertinggi tersebut dan memiliki berbagai macam panggilan sebutan atau nama bagi Sang Pencipta (di China, disebut Shang Ti, di Indonesia disebut Allah atau Tuhan, di Inggris disebut God atau Lord, dll). Ketika pernyataan umum Tuhan secara pasti tidak disangkal oleh manusia, apa yang menyebabkan orang Kristen berbeda dengan kepercayaan lainnya? Perbedaan itu terletak pada Mat 11:27 (Semua telah diserahkan kepada-Ku oleh Bapa-Ku dan tidak seorangpun mengenal Anak selain Bapa, dan tidak seorangpun mengenal Bapa selain Anak dan orang yang kepadanya Anak itu berkenan menyatakannya) dan Yoh 6:40 (Sebab inilah kehendak Bapa-Ku, yaitu supaya setiap orang, yang melihat Anak dan yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal, dan supaya Aku membangkitkannya pada akhir zaman). Jelas perbedaannya adalah pada Yesus yang menyatakan sendiri kepada orang2 yang dipilihNya dan memperoleh hidup kekal pada akhir zaman. Jelas perbedaannya bukanlah karena istilah sebutan nama untuk Tuhan ataupun Allah.
Melihat diskusi pada forum ini yang ramai dan makin panas ijinkan saya mengatakan perbedaan makna YHWH saya, gerakan mesianis yang didukung saudara GKmin dan teman2, serta doktrin Saksi Yehowah.
Saya mulai dari doktrin Saksi Yehowah dulu, walaupun sama memperjuangkan pemakaian nama YHWH, tetapi mereka berbeda dengan gerakan mesianis yang didukung saudara GKmin dan teman2. Bagi mereka nama YHWH adalah nama diri dari oknum Bapa saja. Jika dilihat dari semangat dan pernyataan tulisan saudara GKmin, saya percaya Anda mempunyai iman Tritunggal, Anda hanya memperbaiki sebutan Allah dengan nama diri Allah (YHWH) yang asli. Bagi Anda Bapa adalah YHWH, YHWH Bapa, Anak adalah YHWH, YHWH Anak, dan Roh Kudus adalah YHWH, YHWH Roh Kudus. Berbeda dengan doktrin Saksi Yehowah dan pandangan Anda, saya berpendapat bahwa hanya kesatuan Bapa, Anak, dan Roh Kuduslah yang dapat disebut YHWH.
Apakah dasarnya pandangan saya:
Ulangan 6:4, Dengarlah, hai orang Israel:TUHAN itu Allah kita, TUHAN itu esa! (Hear, O Israel:The LORD our God is one LORD), bdk Kel 20:2.
Penjelasan dr Bahasa Ibrani: LORD/TUHAN/YHWH (YHOVAH, AKU ADALAH AKU, nama yang mempunyai pengertian eksistensi dan keabadian diri), GOD/Allah (yang dipakai adalah Elohiym, Allah dalam bentuk Jamak, bukan Elowahh atau El, Allah dalam bentuk tunggal). One/Esa (echad, mempunyai pengertian satu dan juga dapat dinyatakan sebagai kesatuan).
Bagaimana kita membaca ayat itu dalam pengertian bahasa Ibraninya? Dengarlah, hai orang Israel, pribadi abadi YHWH itu Allah-Allah kita, pribadi abadi YHWH itu satu/kesatuan.
Jelas doktrin Saksi Yehowah bertentangan dengan ayat ini. Jika Anda dan saya memiliki iman Tritunggal maka ayat itu berbunyi seperti ini Dengarlah, hai orang Israel, pribadi abadi YHWH itu adalah Allah Bapa, Allah Anak, dan Allah Roh Kudus, pribadi abadi YHWH itu merupakan satu/kesatuan. Apa yang terjadi ketika kita mengganti seperti ini : Dengarlah, hai orang Israel, pribadi abadi YHWH itu YHWH Bapa, YHWH Anak, dan YHWH Roh Kudus, pribadi abadi YHWH itu satu/kesatuan. Jelas bahwa nama eksistensi YHWH tidak lagi satu, nama eksistensi YHWH sudah terbagi 3. Bertentangan dengan pengertian : eksistensi pribadi AKU ADALAH AKU, esa yang berarti satu/kesatuan. Pandangan Anda di dalam ayat ini tampaknya tidak akan dapat menjelaskan iman Tritunggal, bahkan menggeser iman Kristiani yang monotheisme menjadi politheisme. Jika seseorang Saksi Yehowah bertanya kepada Anda siapakah memiliki nama YHWH? Bagaimana Anda menjawabnya? Bapa yang bernama YHWH, Anak yang bernama YHWH, dan juga Roh Kudus yang juga bernama YHWH? Kalau saya yang ditanya, saya akan menjawab bahwa hanya kesatuan Bapa, Anak, dan Roh Kudus yang memiliki nama YHWH. Saya dapat percaya ketika di Perjanjian Baru, tidak ada satupun ditemukan kata YHWH, bukan semata2 Kitab tersebut ditulis dalam bahasa Yunani, namun pribadi YHWH telah menjabarkan secara terpisah 3 oknum terbut, Bapa, Anak, dan Roh Kudus. Sebagai bukti, ada satu kalimat yang ditulis dalam bahasa Ibrani aslinya walau kitab-kitab itu diterjemahkan oleh kita dalam berbagai bahasa, yakni : Mat 27:46 (Kira-kira jam tiga berserulah Yesus dengan suara nyaring: “Eli, Eli, lama sabakhtani?” Artinya: Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?). Jelas Yesus memanggil Allah bukan dengan YHWH dan juga bukan Elohym, tetapi dengan El, Allah yang sifatnya tunggal. Eli/Eloi berarti Allah yang telah diberi kata ganti kepunyaan orang pertama. Tidak dipanggil YHWH karena YHWH adalah kesatuan dari Bapa, Anak, dan Roh Kudus. Tidak dipanggil Elohym, karena Bapa merupakan salah satu oknum saja dari YHWH. Bandingkan juga Mrk 15:34. Seruan Yesus dapat dipastikan kepada oknum Bapa dengan melihat Luk 23:46.
Jika Anda memiliki pandangan yang sama dengan saya maka Anda, saya, dan orang Kristen lainnya telah dibaptis dalam nama YHWH. Mat 28:19 Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus (baptislah mereka dalam nama YHWH).
Saya menyetujui bahwa Allah kita adalah YHWH, namun yang menjadi masalah:
1. Jika diterjemahkan semua kata Allah ataupun Tuhan dengan YHWH, akan membuat dampak pergeseran iman Kristen Tritunggal monotheisme menjadi politheisme.
2. Jelas penerjemahan tersebut bertentangan dengan skrip aslinya, terlebih dalam Perjanjian Baru, yang notabene tidak terdapat satupun kata YHWH.
3. Bertentangan dengan tujuan YHWH dalam menggunakan bahasa manusia menyampaikan kabar baik Injil ke pelosok bumi.
Saya memberi contoh 2 peristiwa:
Kisah penulisan Injil Lukas dan Kisah Para Rasul, kedua kitab tersebut ditulis oleh Lukas yang satu2nya bukan orang Yahudi, ia adalah orang Yunani yang bertobat menulis kabar baik ini yang ditujukan kepada Teofilus seorang pembesar Yunani. Bagaimana mungkin Lukas menulis YHWH dan Jehoshua dalam huruf Ibrani? Ia seorang Yunani, kalaupun ia bisa, bagaimana mungkin Teofilus dapat membacanya? Jelas Lukas memakai kata-kata yang dapat dibaca oleh Teofilus.
Kisah Para Rasul 2:5-11
Waktu itu di Yerusalem diam orang-orang Yahudi yang saleh dari segala bangsa di bawah kolong langit. Ketika turun bunyi itu, berkerumunlah orang banyak. Mereka bingung karena mereka masing-masing mendengar rasul-rasul itu berkata-kata dalam bahasa mereka sendiri. Mereka semua tercengang-cengang dan heran, lalu berkata: “Bukankah mereka semua yang berkata-kata itu orang Galilea? Bagaimana mungkin kita masing-masing mendengar mereka berkata-kata dalam bahasa kita sendiri, yaitu bahasa yang kita pakai di negeri asal kita: kita orang Partia, Media, Elam, penduduk Mesopotamia, Yudea dan Kapadokia, Pontus dan Asia, Frigia dan Pamfilia, Mesir dan daerah-daerah Libia yang berdekatan dengan Kirene, pendatang-pendatang dari Roma, baik orang Yahudi maupun penganut agama Yahudi, orang Kreta dan orang Arab, kita mendengar mereka berkata-kata dalam bahasa kita sendiri tentang perbuatan-perbuatan besar yang dilakukan Allah.”
Menurut Anda, nama Allah yang diucapkan para rasul yang didengar orang-orang itu, apa??? Bukankah harusnya kata yang dimengerti dalam bahasa masing-masing orang-orang itu?
Tuhan mengijinkan bahwa nama YHWH tidak dapat dipastikan pengucapannya saat ini adalah rencana Tuhan, sama ketika dalam Kej 11:1-9, Tuhan memecahbelah manusia dan mengacaukan bahasa.
Setan juga Tuhan setengah kebenaran, kalau bohong sepenuhnya bagaimana mungkin umat manusia tertipu. Dia menjerumuskan manusia melalui kebenaran, walaupun kebenaran yang diungkapkan hanya sebagian saja.
Untuk saudara-saudaraku Saksi Yehowah, Anda sungguh mencari Tuhan dan bekerja bagi Tuhan, namun sayang Anda berjalan pada kebenaran yang salah.
Untuk saudara-saudaraku yang lain lihatlah pesan surat Rasul Paulus kepada jemaat Galatia:
1:6. Aku heran, bahwa kamu begitu lekas berbalik dari pada Dia, yang oleh kasih karunia Kristus telah memanggil kamu, dan mengikuti suatu injil lain,
1:7 yang sebenarnya bukan Injil. Hanya ada orang yang mengacaukan kamu dan yang bermaksud untuk memutarbalikkan Injil Kristus.
1:8 Tetapi sekalipun kami atau seorang malaikat dari sorga yang memberitakan kepada kamu suatu injil yang berbeda dengan Injil yang telah kami beritakan kepadamu, terkutuklah dia.
1:9 Seperti yang telah kami katakan dahulu, sekarang kukatakan sekali lagi: jikalau ada orang yang memberitakan kepadamu suatu injil, yang berbeda dengan apa yang telah kamu terima, terkutuklah dia.
Abraham dinyatakan sebagai Bapak Orang Beriman karena imannya. Imannya bukan didasarkan pada pengenalannya pada nama YHWH namun pengenalannya dan ketaatannya pada pribadi Allah. Baca Kel 6:3 “Aku telah menampakkan diri kepada Abraham, Ishak, dan Yakub sebagai Allah Yang Mahakuasa, tetapi dengan nama-Ku TUHAN (YHWH) Aku belum menyatakan diri”.
Manakah yang penting? Mengenal Pribadi atau Nama?
Saudara GKmin, dalam Kel 6:3, tidak dpakai elohym tapi el untuk Allah, tepatnya Allah yang Maha Kuasa (El shadday). Kalau mau jujur istilah El shadday mempunyai kaitan / afiliasi bengan bahasa Arab. Terlebih lagi El ataupun Elohym bukanlah kata khusus untuk menyebutkan nama pribadi Allah, kata ini dipakai juga kepada Illah bangsa kafir (Kel 12:12). Tepat, Allah memakai (kata “Allah) bukan kata yang yang diperuntukan khusus baginya. Itu suatu kata umum, artinya apa? Pengenalan Abraham bukan pada istilah nama namun pribadi Allah sendiri yang telah menampakkan diri padanya. Makanya sebelumnya saya menulis apa yg menjadi perbedaan Kekristenan (Ketika pernyataan umum Tuhan secara pasti tidak disangkal oleh manusia, apa yang menyebabkan orang Kristen berbeda dengan kepercayaan lainnya? Perbedaan itu terletak pada Mat 11:27 (Semua telah diserahkan kepada-Ku oleh Bapa-Ku dan tidak seorangpun mengenal Anak selain Bapa, dan tidak seorangpun mengenal Bapa selain Anak dan orang yang kepadanya Anak itu berkenan menyatakannya)). Bukannya sama halnya dalam kasus Abraham, bahwa Allah menampakkan diri padanya? Penelaahan saya adalah lebih penting mana sosok pribadi itu sendiri atau nama? Jelas bahwa pribadi itu sendiri. Demikian penjelasan saya.
Anda ingin mengatakan Allah atau Ilah, silahkan saja. Karena pandangan saya, Allah/Tuhan/TUHAN/YHWH, menggunakan istilah El atau Elohym yang dapat berarti dewa / ilah (istilah Tuhan/Allahnya orang kafir) menunjukkan bahwa pengenalan pribadi lebih penting daripada nama. Walaupun istilah yang dipakai sama tapi rujukan pribadinya berbeda, lihat Kel 12:12 (di sana jelas ada rujukan allah2/illah2/dewa2 orang Mesir). Rujukan pribadi berbeda berdasarkan pengenalan diri/pribadi. Terserah Anda apakah nyaman memakai kata ilah/dewa yang merujuk pada YHWH. Saya sudah mengatakan bahwa istilah El atau Elohym ada kaitan / afiliasi dengan bahasa Arab, wajar jika LAI memakai istilah Allah untuk menterjemahkan kata El ataupun Elohym. Di dalam Kisah Para Rasul 2:5-11, di sana dikatakan ada orang Arab, kira-kira ketika mereka mendengar para rasul berbahasa roh, kata Adonai/Theos, yang mereka dengar kata apa? Kalau ada orang Indonesia di saat itu, saya pikir orang indonesia akan mendengar kata Tuhan atau Allah.
Satu lagi hal yang penting, telah Anda tuliskan,
Israel -> Israil (bukan Israal)
Gabriel -> Jibril (bukan Ibral)
Ismael -> Ismail (bukan Ismaal)
Menurut Anda jika penulisan salah dan pengucapan salah, tidak menutup kemungkinan referensi yang dituju menjadi salah, bukan? Jika kata YHWH, yang dalam kenyataan, tidak ada seorangpun yang dapat menjamin secara pasti lafalnya / pengucapannya dan perlu diketahui juga bahwa Jehovah, Yahweh, Yehuwah, ataupun lainnya adalah bentuk usaha penerjemahan yang ditambahkan dugaan pelafalannya, yang aslinya tulisan Ibrani yang dihuruf-latinkan, apakah Anda menjamin dapat kebenarannya???
Saya menuliskan ini bukan berarti saya ingin menggoncangkan iman saudara atau menyalahkan usaha menterjemahkan atau menyebut nama Tuhan, yang saya pandang baik adanya. Tetapi yang saya ingin ungkapkan adalah iman saudara seharusnya diletakkan pada pribadi Allah, lebih tinggi di atas nama atau bahasa manusia yang tidak sempurna. Walau demikian saya tidak menyukai ada sekelompok golongan atau ajaran yang menggunakan istilah YHWH untuk tujuan terselubung/tersembunyi/tidak jujur/subyektif yang mengusahakan untuk membenarkan ajaran golongannya sendiri saja. Jika Anda ingin menterjemahkan YHWH (dalam tulisan yang bisa dibaca Yehovah, Yahweh, Yehuwah, dll) tempatkan sesuai pada nats teks aslinya sehingga tidak menutupi kebenaran Allah berikan kepada kita.
Santo | Apr 2, 2010 | Reply
Pak petrus, ada terjemahan yang salah, sehingga menjadikan salah tafsir… Saya temukan di Yesaya 29:12. Sudah pernah dibahas belum? Ayat ini sering digunakan oleh Umat Islam sebagai nubuat nabi mereka… Jika belum dibahas, mohon dijelaskan lebih lanjut…
Thx.
arcangel gabriel | Apr 7, 2010 | Reply
@arcangel gabriel |;
ya ya ya…OK thanks, akan sy tulis di Facebook saya.
nih..
Alkitab LAI-TB
Yesaya 29:12 dan apabila kitab itu diberikan kepada seorang yang tidak dapat membaca dengan mengatakan: “Baiklah baca ini,” maka ia akan menjawab: “Aku tidak dapat membaca.
hm.. dianggap nubuat untuk Nabi Muhammad ya???
KS-ILT: (KS Indonesian LITERAL Translation)
Yesaya 29:12 Dan kitab itu diberikan kepada orang yang tidak mengetahui kitab, dengan mengatakan: Aku mohon, bacalah ini! Dan dia berkata: Aku tidak mengetahui kitab!”
LAI memang … sih… hahaha…
GKmin | Apr 7, 2010 | Reply
Iya,pak… Ayat ini sering banget dipake utk membuktikan bahwa nabi mereka telah dinubuatkan dalam Alkitab. Dan sayangnya banyak pernyataan dari mantan pendeta yang pindah masuk Islam, menggunakan ayat ini sebagai “senjata” mereka. Mereka menjadi lebih yakin masuk Islam karena ayat ini.
Kalau di LAI kan seakan-akan bermakna “tidak bisa membaca” alias buta hruf. Tp dalam KS-ILT memiliki makna kalau org tsbt tidak memiliki pengetahuan ttg kitab, bkn berarti buta huruf.
Thx
Archangel Gabriel | Apr 7, 2010 | Reply
Saya akan terjemahkan dari NIV, Yes 29:11-13
(ay11) For you this whole vision is nothing but words sealed in a scroll. And if you give the scroll to someone who can read, and say to him, “Read this, please,” he will answer, “I can’t; it is sealed.”
(ay12) Or if you give the scroll to someone who can not read, and say, “Read this, please,” he will answer, “I don’t know how to read.”
(ay13) The Lord says:
“These people come near to me with their mouth and honor me with their lips, but their hearts are a far from me. Their worship of me is made up only of rules taught by men”
Saya tidak mengerti kenapa ayat itu dapat dipakai untuk nubuatan nabi Muhammad. Inti dari Yes 29:9-16 adalah di ayat ke 13. Ayat ini berbicara tentang kehendak Tuhan yang berbeda dengan legalitas agama, dalam hal ini adalah aturan manusia yang dibuat seolah-olah aturan dari Tuhan berdasarkan kehendak Tuhan, makanya ayat ini dikenakan Yesus pada orang Farisi (Markus7:6-7).
Bagaimana penjelasan ayat 11 dan 12 di atas? Ayat 11 menyatakan suatu kondisi kehendak Tuhan sudah menjadi seperti buku/kitab yang tertutup. Anda tahu buku yang tertutup? Ketika Anda menyodorkan buku yang tertutup kepada orang untuk membaca. Apa yang terjadi? Untuk orang yang dapat membaca, ia tidak dapat membaca karena buku itu tertutup. Untuk orang tidak tahu bahasa kita, kita disodorkan buku tersebut, dia tidak bilang bahwa saya tidak dapat membaca karena buku itu tertutup tapi dia langsung bilang tidak tahu bagaimana membacanya karena tidak tahu bahasa kita. Jelas deskripsinya adalah membaca bukan mengerti!
Apa maksud ayat 11-12:
Legalitas agama yang merupakan aturan manusia semata yang dibuat seakan-akan kehendak Tuhan membuat orang:
1. Orang yang mengerti kehendak Tuhan (di atas dinyatakan orang yang dapat membaca), tidak dapat melakukannya karena terhalang aturan dari legalitas agama tersebut. Contoh: peristiwa Yesus menyembuhkan orang sakit pada hari Sabat, orang Farisi tidak setuju/menentang perbuatan Yesus karena peraturan hari Sabat, mereka tidak mengerti maksud kehendak Tuhan yang sesungguhnya, namun hanya melegalisir aturan agama yang akhirnya bertentangan dengan kehendak Tuhan sendiri.
2. Orang yang tidak mengerti/mengenal kehendak Tuhan (di atas dinyatakan bahwa orang yang tidak dapat membaca)tidak dapat diselamatkan. Legalitas agama yang merupakan aturan manusia belaka membuat orang-orang yang perlu diselamatkan, tidak dapat selamat. Ini mengapa, Yesus sangat mengecam orang Farisi, karena mereka tidak membawa keselamatan bagi orang-orang Yahudi yang terpinggirkan (kaum miskin, orang berdosa, dll).
Pertanyaannya, jika ada orang yang tidak dapat membaca gulungan kitab, apa yang harus dilakukan? Jawabannya mungkin mengajari bahasa (ini makan waktu lama) atau menterjemahkannya? Makanya kenapa semua kitab PB ditulis dalam bahasa Yunani, bukan Ibrani!
Santo | Apr 7, 2010 | Reply
Sori ada revisi,
1. deskripsi sesungguhnya adalah membaca, bukan mengetahui (di atas ditulis mengerti), karena perintahnya yang dipakai “Tolong baca,”
Sebenarnya ini bahasa sindiran, orang yang bisa baca disodori buku yang tertutup/tersegel/termaterai, tidak ada gunanya sebelum buku itu dibuka agar bisa dibaca.
2. orang yang tidak dapat membaca, di atas saya mendeskripsikan orang yang lain bahasa yang tidak tahu bagaimana membaca bahasa kita namun dapat juga berarti orang yang buta huruf, tidak dapat membaca. Memang sebenarnya ini bahasa sindiran, orang yang buta huruf kok disuruh baca, seharusnya sebelum disuruh membaca diajari terlebih dulu.
3. kalau ayat itu digunakan untuk nubuatan nabi muhammad, padahal ayat itu merupakan sindiran terhadap agama, pada masa Yesus adalah orang2 Farisi, berarti tidak usah saya jelaskan, Anda sudah mengerti bahwa secara tidak sadar mereka mengakui agama mereka merupakan agama legalitas yang tidak sesuai dengan kehendak Tuhan sesungguhnya.
Salam Kasih.
Santo | Apr 8, 2010 | Reply
Argumen2 dari kedua pihak kelompok yang berseberangan selama ini dalam tema besar web ini “SIAPAKAH TUHAN YANG ANDA SEMBAH” menjadikan saya risau dan ragu..
TRIMS Pak SANTO untuk penjelasan dan pencerahannya…..
Saya setuju dengan argumen anda…dan gaya bahasa yang anda sampaikan
terus kawal web ini supaya dapat membantu melepaskan keraguan pembacanya…dengan tanpa meninggalkan prinsip KASIH…
1.topik2 yang mengkritik LAI dalam web ini saya kira oke2 saja….
2. web ini membuat pembacanya bertannya untuk menumbuhkan iman percayanya saya mendukung…
3. cara2 dalam berargumen kel YHWH yang terkadang menghakimi, merasa paling benar, apalagi dengan cara2 yang kasar (mau membakar LAI) apalagi yang provokatif shg menyulitkan saudara seiman (sweeping Alkitab, Malaysia) dll.. saya rasa itu bertentangan dengan spirit ajaran YESUS yang sentral yaitu KASIH…
trims pak Santo..GBU.
makerot | Apr 30, 2010 | Reply
@makerot;
3. cara2 dalam berargumen kel YHWH yang terkadang menghakimi, merasa paling benar, apalagi dengan cara2 yang kasar (mau membakar LAI) apalagi yang provokatif shg menyulitkan saudara seiman (sweeping Alkitab, Malaysia) dll.. saya rasa itu bertentangan dengan spirit ajaran YESUS yang sentral yaitu KASIH…
wah, saya kok baru dengar ada yg mau membakar LAI ya?
itu berita benar atau imajinasi anda sendiri?
GKmin | Apr 30, 2010 | Reply
Pak Makerot, terima kasih atas pujiannya, tetapi biarlah pujian dan hormat hanya bagi Tuhan kita. Apa yang saya lakukan hanyalah berdasarkan kebenaran Firman-Nya dan dilandaskan Kasih. Bagaimanapun juga teman2 yang ada dalam kelompok pro-Yahweisme ini merupakan saudara seiman kita. Jika mereka ada kekurangan, wajib kita ingatkan. Tetapi ingat bukan untuk pembenaran diri atau menarik pengikut, karena saya juga percaya ada rencana Tuhan yang baik di dalam hidup mereka. Sekali terima kasih atas dukungannya.
Salam Kasih.
Santo | Apr 30, 2010 | Reply
Kepada saudara-saudaraku Umat Nasrani pemuja nama “Allah”
Marilah kita simak ,
Bahwa :
Allah = 666
Silakan baca di blogroll website ini pada judul :
ISLAM, QUR’AN DAN 666 (?)
Dan sudara kita muslim juga membenarkan dan menguatkan lagi hal ini, silakan baca di judul :
666 hanya trik setan (?)
Nah anda tinggal pilih bertahan dengan penyebutan nama “ Allah” atau meninggalkannya!
Yons | May 1, 2010 | Reply
@ Santo :
Bagaimanapun juga teman2 yang ada dalam kelompok pro-Yahweisme ini merupakan saudara seiman kita.
Menurut Bung, apa atau siapa itu Yahwe sehingga Bung menciptakan terminologi “Yahweisme”?
el | May 1, 2010 | Reply
Saudaraku Yons, sudah beberapa kali juga saya jelaskan bahwa nubuatan kitab suci tidak boleh sekehendak hati ditafsirkan sendiri, apalagi untuk kepentingan tertentu. Saya kan juga tidak perlu lagi menguraikan lebih lanjut untuk bung Yons, kan?
Untuk Saudaraku El, saya heran Anda mengatakan bahwa Anda tidak memiliki iman Kristiani, dan bukan seorang Kristen, yang saya lihat malah sepertinya bukan seperti itu. Ketahuilah untuk orang yang berpura2 dan sebagai penyesat, hukuman sudah ditetapkan baginya. Saya tidak perlu menjelaskan kepada Anda, toh Anda mengakui sendiri bahwa Anda bukan Kristen.
Salam.
Santo | May 1, 2010 | Reply