Terjemahan yang salah, menjadikan salah tafsir (3)
By GK on Apr 7, 2010 in Pemahaman Kitab Suci, Kitab Suci
Alkitab LAI-TB
Yesaya 29:12 dan apabila kitab itu diberikan kepada seorang yang tidak dapat membaca dengan mengatakan: “Baiklah baca ini,” maka ia akan menjawab: “Aku tidak dapat membaca.
hm.. ayat ini kadang digunakan oleh rekan-rekan Muslim untuk menunjukkan bahwa nabi Yesaya-pun menubuatkan kedatangan Muhammad, karena dianggap Muhammad adalah seorang nabi yang BUTA HURUF. Nampak sekali bahwa ayat tersebut “pas” jika dikaitkan dengan Mohammad yang buta huruf.
Tetapi, apakah terjemahan LAI tersebut tepat?
Sekarang kita lihat terjemahan di Kitab Suci Indonesian Literal Translation. (literal translation adalah penterjemahan secara literal (kata-per kata), artinya terjemahan KS-ILT diupayakan sedekat mungkin dengan maksud kata aslinya)
KS-ILT: Yesaya 29:12 Dan kitab itu diberikan kepada orang yang tidak mengetahui kitab, dengan mengatakan: Aku mohon, bacalah ini! Dan dia berkata: Aku tidak mengetahui kitab!”
Coba sekarang kita lihat terjemahan King James Version 1611 (KJV- adalah terjemahan yang disebut “Authorized Version”, karena ini adalah terjemahan yang resmi atas permintaan Raja Henry di Inggris tahun 1611)
KJV:
Isaiah 29:12 And the book is delivered to him that is not learned, saying, Read this, I pray thee: and he saith, I am not learned.
LAI memang … sih… (ngaco hahaha…)
Sayang orang Kristen di Indonesia, sebagian besar mengandalkan Alkitab terbitan LAI, karena mungkin tidak memiliki akses pada Kitab Suci-Kitab Suci versi lainnya. Saya pernah datang ke beberapa toko buku kristiani, mencari Bible King James Version, tidak menemukannya. Untungnya secara tak terduga,beberapa waktu kemudian, saya menemukan Bible KJV cetakan tahun 1977 di gudang buku di rumah, pun ternyata itu dulu diperoleh secara GRATIS, oleh The Gideons International. (tapi kalau di Yerusalem, masih banyak dijual Bible KJV, sehingga, kalau sempat ke Yerusalem, dan belum punya Bible KJV, belilah di sana sebagai oleh-oleh, harganya sekitar 100.000 rupiah, cetakan Israel, jauh lebih bagus dibandingkan dengan punya saya yang gratisan terbitan tahun 1977 — hehe… , saya belum pernah ke Yerusalem sih…, tapi adik saya punya KJV dari Yerusalem)
Untung juga sekarang kita dapat memperoleh KS elektronik (software) beberapa versi yakni dari “E-SWORD”, yang dapat didownload secara gratis. Dapat juga didownload secara gratis, KJV untuk handphone/PDA berbasis Java. (cari sendiri ya websitenya, minta bantuan Google.com saja)
Atau kalau mau yang lebih bagus, bisa pakai software BibleWorks, yang dapat dibeli dengan harga beberapa ratus dolar Amerika. (untung juga saya pernah diberi software BibleWorks secara gratis oleh seorang teman, walau versinya lama,(kalau tidak salah, sekarang sudah versi
tapi buat saya orang awam, sudah sangat mencukupi, bahkan lebih dari cukup.)
Merenung boleh, mengabaikan boleh, kalau mau berkomentar dipersilakan…


Jika anda ingin terbebas dari kuasa kegelapan (kuasa Setan), mungkin Tim dari

dikelola seorang awam, bukan aktivis
gereja.

Saya kira lebih tepat terjemahan dari LAI, karena Yes29:12 merupakan bahasa sindiran.
Saya akan lampirkan terjemahan dari NIV, Yes 29:11-13
(ay11) For you this whole vision is nothing but words sealed in a scroll. And if you give the scroll to someone who can read, and say to him, “Read this, please,” he will answer, “I can’t; it is sealed.”
(ay12) Or if you give the scroll to someone who can not read, and say, “Read this, please,” he will answer, “I don’t know how to read.”
(ay13) The Lord says: “These people come near to me with their mouth and honor me with their lips, but their hearts are a far from me. Their worship of me is made up only of rules taught by men”
KJV, ay 12 And the book is delivered to him that is not learned, saying, Read this, I pray thee: and he saith, I am not learned. (Dan buku dikirimkan/diberikan kepada dia yang tidak berilmu, berkata, Baca ini, Saya berdoa pada Tuhan: dan dia menjawab Saya tidak berilmu.) Jelas, terjemahannya bukan “mengetahui”, karena “learned” adalah kata sifat bukan kata kerja!
Terus terang, saya tidak mengerti kenapa ayat itu dapat dipakai untuk nubuatan nabi Muhammad.
Inti dari Yes 29:11-13 ada di ayat ke 13. Ayat ini berbicara tentang kehendak Tuhan yang berbeda dengan legalitas agama, dalam hal ini adalah aturan manusia dalam beragama yang dibuat seolah-olah kehendak dari Tuhan, makanya ayat ini dikenakan Yesus pada orang Farisi (Markus7:6-7).
Bagaimana penjelasan ayat 11 dan 12 di atas?
Ayat 11 menyatakan suatu kondisi kehendak Tuhan sudah tidak berarti lagi dan hanya menjadi seperti buku/kitab yang tertutup/tersegel/termateraikan.
Anda tahu buku yang tertutup/tidak bisa dibuka? Ketika Anda menyodorkan buku yang tertutup kepada orang untuk membaca. Apa yang terjadi?
Ayat 11, merupakan bahasa sindiran, para ahli agama menunjukkan buku yang tertutup / tersegel / termaterai / tidak bisa dibuka untuk dibaca. Walaupun ditujukan kepada orang yang dapat membaca (mengerti huruf) tidak mungkin akan dapat membaca kitab tersebut, karena buku tersebut tertutup / tersegel / tidak dapat dibuka. Selama buku tersebut tidak dibuka, apa gunanya menyuruh orang membaca walaupun orang tersebut dapat membaca. Jelas bahwa ini merupakan bahasa sindiran, tidak tepat mengganti “orang yang dapat membaca” dengan “orang yang dapat mengetahui.” Akan mengurangi makna sindirannya. Apalagi perintahnya adalah “Bacalah.”
Apa maksud dari ayat ini? Legalitas agama yang semata-mata hanya merupakan aturan manusia saja, yang dibuat/diterapkan seolah-olah menjadi kehendak Tuhan, membuat orang yang dapat mengerti kehendak Tuhan tidak dapat menjalankan kehendak Tuhan sesungguhnya karena terhalang aturan legalitas agama tersebut.
Contoh: peristiwa Yesus menyembuhkan orang sakit pada hari Sabat, orang Farisi tidak setuju / menentang perbuatan Yesus karena peraturan hari Sabat, mereka tidak mengerti maksud kehendak Tuhan yang sesungguhnya, namun hanya melegalisir aturan agama yang akhirnya bertentangan dengan kehendak Tuhan sendiri.
Ayat 12, merupakan bahasa sindiran, para ahli agama menyuruh orang yang buta huruf untuk membaca. Apakah ada gunanya? Yang dilakukan seharusnya adalah mengajari orang tersebut bagaimana membaca sebelum menyuruh membaca buku. Bukankah sungguh tidak masuk akal menyuruh orang buta huruf membaca? Itulah makna sindirannya! Jika ‘tidak dapat membaca” diganti dengan kata “tidak mengetahui kitab,” jelas akan mengurangi maksud sindiran ini.
Makna dari ayat ini adalah orang-orang yang mengenal / mengerti kehendak Tuhan, membukakan jalan keselamatan bagi mereka yang tidak mengenal / mengerti kehendak Tuhan, bukannya hanya menyodorkan aturan2 agama yang legaliter yang tidak mendekatkan mereka pada keselamatan justru menjerumuskan. Makanya mengapa, Yesus sangat mengecam orang Farisi, bukan saja mereka orang yang bersih di luar kotor di dalam, tapi juga karena mereka membuat hukum Taurat tidak membawa keselamatan bagi orang-orang Yahudi yang terpinggirkan (kaum miskin, orang berdosa, dll).
Saya tidak mengerti kalau ayat itu dapat dipakai untuk nubuatan nabi Muhammad, padahal ayat ini adalah merupakan sindiran terhadap agama, pada masa Yesus adalah orang2 Farisi, berarti tidak usah saya jelaskan, Anda sudah mengerti, bahwa secara tidak sadar orang yang memakai ayat ini mengakui agama mereka merupakan agama legalitas yang tidak sesuai dengan kehendak Tuhan yang sesungguhnya.
JADI SUDAH TEPAT LAI MENTERJEMAHKANNYA.
Salam Kasih.
Santo | Apr 8, 2010 | Reply
sori, I pray thee dalam KJV terjemahannya adalah saya mendoakan kamu.
Santo | Apr 8, 2010 | Reply
@Santo: Nah…Maka dari itu…mereka (Umat Islam) yang tidak tahu apa2 menjadi salah tafsir karena penggunaan kata yang dipakai LAI kurang tepat (bukan salah)…
Seakan-akan bagi orang awam yang membaca ayat ini pada LAI, mereka akan berkesimpulan kalo org tsbt buta huruf/ tidak bisa membaca.
Gara-gara ayat ini, banyak para pendeta meninggalkan keyakinannya…mereka (mantan pendeta) mentafsirkan/ sangat yakin kalo ayat ini adalah benar2 nubuat kedatangan Muhammad, karena Muhammad buta huruf…
Archangel | Apr 29, 2010 | Reply
@GKmin: Mungkin ada Terjemahan yang salah, menjadikan salah tafsir lagi…. Wahyu 22:14
Archangel | Apr 29, 2010 | Reply
Saudara Archangels, kalau mereka yang salah tafsir sedangkan Alkitab LAI telah tepat menterjemahkannya, apakah Firman Tuhan harus diubah demi kepentingan mereka yang salah tafsir?
Saya sudah membuktikan bahwa penterjemahan Yes 29:12, sudah tepat LAI menterjemahkannya.
Justru jika diubah, sangat tidak tepat.
Mengenai interprestasi, manakah yang harus kita dahulukan kepentingannya? Menyampaikan pesan dengan tepat kepada anak2 Tuhan atau menyampaikan agar orang Islam tidak salah tafsir?
Anda tidak bisa mengatakan bahwa orang yang meninggalkan Tuhan (mantan pendeta) diakibatkan penerjemahaan suatu Kitab Suci. Menurut saya alasan ini terlalu mengada-ada dan tidak masuk akal. Bukankah Yesus telah mengatakan bahwa banyak orang yang akan meninggalkan Dia karena imannya tidak tahan uji. Bukankah Para Rasul juga mengatakan bahwa banyak orang yang awalnya mengaku sebagai orang percaya akhirnya berubah murtad dan menyesatkan anak2 Tuhan lainnya?
Alasan Anda merupakan pembenaran diri yang sama sekali bertentangan dengan Firman Tuhan! Siapakah yang memilih bagi-Nya untuk menjadi anak-anakNya, siapakah yang memberikan iman, siapakah yang memberikan pemeliharaan terhadap umat milikNya? Hanya Tuhan! Dan ini menjaawab bahwa orang2 yang murtad itu, bukan pilihanNya sejak awal.
Demikian penjelasan saya, saudara Archangels, sebelum Anda mencari-cari kesalahan, Anda periksa dulu iman Anda didasarkan pada apa?
Salam.
Santo | Apr 29, 2010 | Reply
Kisah Para Rasul 20
20:30 Bahkan dari antara kamu sendiri akan muncul beberapa orang, yang dengan ajaran palsu mereka berusaha menarik murid-murid dari jalan yang benar dan supaya mengikut mereka.
Santo | Apr 29, 2010 | Reply
@ Santo
Saudara Archangels, kalau mereka yang salah tafsir sedangkan Alkitab LAI telah tepat menterjemahkannya, apakah Firman Tuhan harus diubah demi kepentingan mereka yang salah tafsir?
Firman Tuhan yang mana Bung…? Jangan kacau antara konsep Firman Tuhan dan TERJEMAHAN dari Kitab Suci. Kalau memang terjemahan tidak tepat dan itu bisa menimbulkan salah tafsir, mengapa tidak ditinjau lagi? Bukankah dalam menerjemahkan sebuah ayat tidak melulu hanya dilihat dari satu sumber saja?
Pastikan dulu, konsep Firman Tuhan itu apa? Yang kita baca itu cuma TERJEMAHAN, yang dikerjakan oleh manusia yang masih bisa salah.
el | May 1, 2010 | Reply
Dalam konteks ini saya sependapat dengan mas Santo.
Jadi meskipun orang tidak buta hurufpun tidak akan bisa membaca kitab yang tertutup dan termeterai.
Ayat ini tidak ada sangkut paut sama sekali dengan nubuat tentang Muhammad.
Kita perlu baca ayat demi ayat pendahulunya agar tidak menyimpang terlalu jauh penafsirannya.
Salam kasih.
Yons | May 9, 2010 | Reply
Benar, bung Yons, memahami Firman Tuhan tidak cukup dari pembacaan 1 ayat. Kita perlu mengetahui konteks latar belakang, konteks perikop, maksud dan tujuan penulisan, serta poin utama dari suatu perikop ayat2, sehingga tidak menyebabkan orang menjadi salah tafsir.
Salam.
Santo | May 9, 2010 | Reply