Yesaya 52:6 Sebab itu umat-Ku akan mengenal nama-Ku dan pada waktu itu mereka akan mengerti bahwa Akulah Dia yang berbicara, ya Aku!

Awal kebijaksanaan adalah memanggil sesuatu dengan namanya yg benar. (Pepatah Cina)

Nama Tuhan adalah YAHWEH

Mazmur 135:1 Pujilah TUHAN! Pujilah nama TUHAN, hai kamu hamba-hamba-Nya

Siapa nama Tuhan? (bukan Siapa nama Allah? lho…)

Nama Tuhan adalah YAHWEH. Ini adalah nama Tuhan yang memperkenalkan diriNya kepada Nabi Musa, yang kemudian dikenal oleh bangsa Israel (Yahudi) — asal mula kekristenan.

Sangat jelas ditulis dalam Kitab Yesaya

Yesaya 42:8 Aku ini TUHAN, itulah nama-Ku; Aku tidak akan memberikan kemuliaan-Ku kepada yang lain atau kemasyhuran-Ku kepada patung.

silakan baca Kamus (di bagian belakang Alkitab Anda)

TUHAN Salinan dari nama Allah Israel, yaitu Yahweh (bd. Kel. 3:14)
jadi mestinya ayat tersebut ditulis:

Yesaya 42:8 Aku ini YAHWEH, itulah nama-Ku; Aku tidak akan memberikan kemuliaan-Ku kepada yang lain atau kemasyhuran-Ku kepada patung.

[selengkapnya silakan baca tulisan “SIAPA TUHAN YANG ANDA SEMBAH?” ]
Sehingga sebenarnya menjadi pertanyaan jika umat Nasrani (khususnya di Indonesia) juga menyebut Tuhan itu “Allah”. Masalah ini timbul, karena kata “Allah” juga muncul di Kitab Suci terbitan LAI (Lembaga Alkitab Indonesia), dan karena LAI adalah lembaga yang (mengaku) memiliki otoritas menerbitkan Kitab Suci, dianggap apa yang “dilakukan” LAI sudah tepat, benarkah demikian?

Mari kita teliti (cermat) memperhatikan beberapa ayat Alkitab terbitan LAI, antara lain:

Kejadian 33:20 Ia mendirikan mezbah di situ dan dinamainya itu: “Allah Israel ialah Allah.”

(ayat ini tidak jelas maksudnya, “Allah” sebagai nama diri atau predikat)

Mazmur 33:12 Berbahagialah bangsa, yang Allahnya ialah TUHAN, suku bangsa yang dipilih-Nya menjadi milik-Nya sendiri!

Mazmur 144::15 Berbahagialah bangsa yang demikian keadaannya! Berbahagialah bangsa yang Allahnya ialah TUHAN!

seharusnya … yang Tuhannya (sesembahannya) ialah YAHWEH …..

Mazmur 141:8 Tetapi kepada-Mulah, ya ALLAH, Tuhanku, mataku tertuju; pada-Mulah aku berlindung, jangan campakkan aku!

seharusnya … ya YAHWEH, Tuhanku (sesembahanku)……

Kata “Allah” oleh kebanyakan orang Kristen di Indonesia, dianggap BUKAN nama Tuhan, melainkan sebutan (predikat), yang artinya sama dengan Tuhan.

Benarkah kata “Allah” adalah kata predikat (sebutan) saja seperti halnya kata “Tuhan”.
Kata “Tuhan” jelas adalah predikat/sebutan, karena itu (contohnya) ada bentukan kata “ketuhanan”,
tetapi tidak pernah ada bentukan kata “keallahan” [ analogi dengan bentukan kata ini adalah “kepresidenan”, namun tidak ada bentukan kata “kemegawatian” — walaupun megawati = presiden, karena “megawati” adalah NAMA DIRI, sedang “presiden” adalah predikat/sebutan.]

Kebanyakan orang Kristen yang tidak mau pusing-pusing dengan masalah nama Tuhan ini berpendapat bahwa sama saja menggunakan nama Allah atau Yahwe, yang penting maksudnya benar, yaitu Tuhan semesta alam, benarkah demikian? Bahkan ada yang berani mengatakan bahwa Tuhan itu boleh disebut dengan nama apapun. Benarkah demikian? Bolehkan kita menyebut Tuhan dengan nama “ANJING”.

Silakan jika Saudara (jika Saudara orang yang mengaku Kristen) masih menyebut Tuhan dengan kata “Allah”, dan berpikir bahwa demikian itu tidak apa-apa, tetapi “BAPA” yang diajarkan Yesus adalah YAHWEH, bukan “Allah”. Silakan periksa di Kitab Suci asli bahasa Ibrani, tidak pernah ada teks “Allah”.
Ketidaktelitian LAI-lah yang menyebabkan orang-orang Kristen di Indonesia “mengenal” Tuhan = Allah.
Saudara boleh merasa tidak apa-apa, tetapi apakah Tuhan (YAHWEH) juga demikian?

Mari kita lihat apa yang dikatakan Kitab Suci mengenai “nama Tuhan” ini,

Keluaran 20:7 Jangan menyebut nama-Ku dengan sembarangan, sebab Aku, YAHWEH Tuhanmu, menghukum siapa saja yang menyalahgunakan nama-Ku.

(demikian ayat ini dituliskan dengan lebih tepat )

Maleakhi 2:2 Jika kamu tidak mendengarkan, dan jika kamu tidak memberi perhatian untuk menghormati nama-Ku, firman YAHWEH semesta alam, maka Aku akan mengirimkan kutuk ke antaramu dan akan membuat berkat-berkatmu menjadi kutuk, dan Aku telah membuatnya menjadi kutuk, sebab kamu ini tidak memperhatikan.

Ini hanyalah “pemancing” buat Saudara (khususnya bagi yang masih menggunakan nama “Allah”) untuk mempelajari lebih lanjut mengenai nama Tuhan (YAHWEH atau ALLAH).

Jangan apriori dengan para “pengagung YAHWEH”, bahkan dengan tergesa-gesa, menganggap bahwa mereka adalah Saksi Yehova, tanyakan apa alasan mereka menggunakan nama “YAHWEH” dan menolak nama “Allah”, tanyakan pada diri Saudara sendiri, mengapa Saudara menggunakan nama “Allah”. Atau Saudara hanya ikut-ikutan saja?

Oh ya…. apa yang membuat Saudara keberatan menggunakan kata “YAHWEH” untuk menyebut Tuhan semesta alam? Bukankah YAHWEH itu Tuhan-nya Abraham, Ishak dan Yakub?

………… apa yang membuat Saudara keberatan meninggalkan kata Allah?

Saudara, saya kenal dengan beberapa orang Saksi Yehova, juga kenal dengan banyak orang “pengagung YAHWEH” yang bukan Saksi Yehova. Saya anggota jemaat di gereja yang “bukan” pengagung YAHWEH, tetapi secara pribadi mengakui bahwa Tuhan saya adalah YAHWEH, bukan Allah,

Untuk referensi lebih lanjut, silakan di download file:

SIAPA TUHAN YANG ANDA SEMBAH?

REDEFINISI_DAN_REKONSEPSI_NAMA_ALLAH.pdf

Catatan:
Kesadaran bahwa Tuhan saya (seharusnya) adalah YAHWEH, bukan berasal dari “pengajaran” oleh para pengagung YAHWEH, namun justru dari diskusi/debat tentang Allah, AlQuran dan Islam, yang beberapa waktu yang lalu selama berbulan-bulan saya ikuti melalui internet.

139 Comment(s)

  1. Mengapa bingung tentang nama Tuhan? Nama Tuhan boleh diberi nama ‘Tuhan’ boleh juga diberi nama Kliwon. Yang penting artinya: Dialah segala pangkal dari sesuatu menjadi ada.

    Kaspo | Oct 29, 2007 | Reply

  2. he he.. boleh memang kita memanggil Tuhan dengan nama apa saja, nggak ada yang melarang, bahkan kalau mau, kita juga boleh panggil Tuhan itu “anjing” atau bahkan “setan alas”
    boleh kok… silakan saja,
    tetapi masalahnya, jika kita percaya pada Kitab Suci, nama Tuhan yag diajarkan oleh Kitab Suci adalah YAHWEH.
    Nah.. kita mau nurut Kitab Suci, apa nurut kemauan kita sendiri? Silakan pilih…nggak ada keharusan, Tuhan saja tidak memaksa manusia menyembahNya kok…
    kita nyembah Setan juga boleh…, nyembah patung juga boleh.. nyembah batu juga boleh…
    tapi kalau bermaksud nyembah Tuhan seperti yang diajarkan oleh Kitab Suci, ya jangan “salah alamat”

    GK | Oct 30, 2007 | Reply

  3. kalau anda seorg saksi yehova apakah anda mau membimbing saya utk ikut mjd seorg saksi yehova. terimakasih

    lisa | Nov 11, 2007 | Reply

  4. saya bukan Saksi Yehova, anda jangan salah,(seperti kebanyakan orang yang menganggap) para “pengagung” Yahweh di Indonesia — yang sering disebut kaum Mesianik di Indonesia BUKAN SAKSI YEHOVA,
    kaum Mesianik percaya pada YAHWEH, bukan ALLAH, dan percaya juga pada YESUS (YESHUA/YAHSUA) sebagai YAHWEH YANG MENYELAMATKAN.
    Sekalipun saya tahu beberapa hal tentang Saksi Yehova, (saya juga mempelajari tentang Saksi Yehova)saya tidak mau membimbing anda ke Saksi Yehova, bahkan saya sarankan untuk anda menghindari terjerumus pada paham Saksi Yehova, kalau mau belajar tentang Saksi Yehova, silakan, TETAPI jangan lupa mempelajari “paham-paham” lain (termasuk misalnya paham Mesianik) supaya anda dapat memutuskan paham mana yang akan anda anut. bukan karena “terjebak” pada satu paham saja…

    GKmin | Nov 12, 2007 | Reply

  5. Saya sangat setuju bahwa nama Tuhannya bangsa Israel adalah Yahwe. Kata Allah sangat sensitif untuk saya karena nama itu adalah nama dewa bagi suatu suku arab yang memiliki tiga anak yaitu Al-Atta, Al-Uzza dan Manat. Saya pernah megirim tulisan atau kajian saya kepada LAI apa alasan LAI untuk memakai nama Allah sebagai pengganti nama Tuhan. Kalau nama Allah adalah sebagai nama pengganti nama Tuhan atau God dalam bahasa inggris itu masih dapat diterima itupun padanan katanya sudah ada yaitu Tuhan bukan sebagai nama pribadi. Menurut saya nama memberikan suatu indetitas kalau saya memanggil nama Tuhan saya adalah Allah mungkin dewa sembahan bangsa Arab itu yang akan datang. Jadi saya berdoa bukan dengan nama Allah tetapi dengan nama yang lebih dekat lagi yang diajarkan oleh Tuhan saya yaitu Bapa didalam nama Tuhan Yesus Kristus itu terasa lebih dekat dengan saya daripada Yahwe ataupun Allah bangsa lain.

    Terima Kasih semoga ini bisa membantu anda untuk mengetahui nama Tuhan anda bukan hanya dengan pengetahuan tetapi dengan hati.

    SJ. Kartutu | Nov 12, 2007 | Reply

  6. terlepas dari apapun teori tentang asal usul kata “ALLAH”, tidak ada bukti bahwa sumber-sumber Kitab Suci Kristen yang mula-mula (bahasa Ibrani / Yunani) memuat kata “ALLAH”.
    YAHWEH-lah Tuhan yang diajarkan oleh Nabi Musa kepada bangsa Israel.
    Oh ya…
    hari ini saya menghadiri kesaksian Makrus Atamimi (mantan pemburu hantu, yang bertobat). Sekarang Ali Makrus sudah percaya YAHWEH dan meninggalkan ALLAH. Tadi pagi dia dibabtis ulang “dalam nama BAPA YAHWEH” oleh seorang pendeta di Magelang. Saya masih tunggu rekaman kesaksiannya selesai di VCD-kan.–saya merekam dengan voice recorder, namun suaranya kurang jernih–
    Dia berkata akan terus memberitakan nama YAHWEH, walaupun akan mendapat banyak tantangan yang justru dari kalangan Kristen sendiri….
    YAHWEH memang OK…kenapa harus mempertahankan “ALLAH”???????

    GKmin | Nov 12, 2007 | Reply

  7. Sudah tersedia VCD tentang Ali Mahkrus yang kini percaya bahwa Tuhan = YAHWEH,
    silakan lihat keterangannya di halaman LITERATUR
    jika ingin pesan, hubungi email: gkmin.net@gmail.com, berikan alamat lengkap Anda, kami akan kirimkan ke alamat Anda.

    GKmin | Nov 23, 2007 | Reply

  8. Benarkah nama TUHAN ialah YAHWEH….???

    Silahkan tulis dalam huruf aslinya dan translate ke huruf abjad (latin). Bisakah kita orang Indonesia mengucapkannya kalau hurufnya ialah YHWH. Apakah tidak salah dengan penambahan 2 huruf konsonan….??

    Bagi yang mempersalahkan penyebutan nama TUHAN saya persilahkan untuk berdiam diri duduk bersimpuh didalam doa kepadaNya dan bertanya serta berusaha mendapatkan jawaban dari DIA. Apakah DIA Sang ALLAH marah dengan dipanggil ALLAH….sudahkah Anda bertanya secara pribadi…???? Kalau belum berarti Anda gegabah dengan menganggap Anda mengenal perasaan ALLAH.

    Salam
    catur-suaracatur@yahoo.com

    catur | Dec 1, 2007 | Reply

  9. Dear GK ministry,
    Shalom. Saya sangat senang adanya situs ini. Saya juga mengagungkan nama Yahweh,dan bekerja untuk memuliakan dan memperkenalkan nama Bapa kembali kepada khalayak di Indonesia. Mohon materi bapak Makrus berupa VCD bisa dikirim ke alamat kerja saya saya jalan kemiri no 13 menteng jakarta pusat.tks

    Phaidon Lumban Toruan | Dec 2, 2007 | Reply

  10. Nama TUHAN dalam kitab aslinya dituliskan YHWH. Mengapa ya….?? Apa artinya ya….?? Ada artinya nggak ya…?? Mengapa namaNya bukan “Rahayu” yang artinya panjang umur bagi orang jawa. Atau “Liong” yang artinya naga bagi orang cina. Atau lagi “Love” yang artinya kasih bagi orang Inggris. Mengapa koq YHWH…?? bagi umat Israel ( dan kita HARUS mengikutinya….?? ) Coba kalo namaNya “Rahayu” bagaimana orang Israel mengucapkannya ya….?? Tau artinya nggak ya….?? Mungkin kalau nama TUHAN itu ada artinya dan diterjemahkan ke baerbagai bahasa dan yang mengucapkannya jadi tau artinya TUHAN marah ndak ya…?? Atau justru malah senang karena yang memanggilNya tau artinya. Bisa kita bertanya kepadaNya secara pribadi.

    Salam

    catur
    suaracatur@yahoo.com

    NB : saya terbuka untuk sharing, silahkan kontak ke e-mail saya. GBU.

    catur | Dec 2, 2007 | Reply

  11. Salam….

    Maaf saya ada sesuatu yang sering orang masih keliru memahaminya. Yang benar “Taman Eden” atau “Taman di Eden”. Makna / artinya sangat berbeda. Setahu saya yang benar ialah “Taman di Eden” Jadi ada suatu tempat yang namanya ialah Eden (letaknya berbeda dengan bumi), lalu kemudian TUHAN membuat sebuah taman didalamnya. Bukannya TUHAN langsung membuat Taman Eden. Silahkan untuk membuka dan menyimak lagi Alkitab kita.

    Salam
    catur
    suaracatur@yahoo.com

    catur | Dec 2, 2007 | Reply

  12. Pak Lumban Toruan,
    Senin, 3 Desember saya kirim, OK

    Pak Catur, Bapak menuliskan “Nama TUHAN dalam kitab aslinya dituliskan YHWH. Mengapa ya….?? ”

    kalau nama yang diberikan oleh orang tua Anda adalah “CATUR” apa bisa kalau di Inggris atau di Amerika dipanggil Mr. “FOUR” atau Mr. “FOURTH”, karena bukankah artinya EMPAT atau KE-EMPAT

    Bagaimana Pak CATUR? boleh saya panggil Pak PAPAT, atau Bapak EMPAT,
    Dapatkah NAMA diterjemahkan ke berbagai bahasa di dunia ini?
    (beda dengan Tuhan=God=Gusti, karena itu PREDIKAT/JABATAN bukan NAMA)

    Gitu Pak analoginya, mudah khan…
    tapi kenapa orang Kristen sangat sulit menyebut YAHWEH, padahal di Kitab ASLI jelas tertulis YHWH..
    alasannya YHWH tidak bisa dibaca?!
    HALELUYA itu aslinya juga nggak ada sisipan AEUA-nya, kok bisa bilang HALELUYA(H)

    GKmin | Dec 2, 2007 | Reply

  13. siapapun nama TUHAN apakah anda percaya ataupun tidak. itu terserah anda semua,
    tetapi sudahkah anda mempersiapkan diri untuk akhir hidup anda? ,sudah pantaskah anda masuk tempat yg disebut surga? ,kita juga sama-sama bisa membuktikan TUHAN mana yang benar kalau kita sudah dialam sana, trus klo sudah ketemu tanya namaNya sapa? agama yang benar apa? pasti dijawab, cuman jangan menyesal klo kau ketemu TUHAN YESUS disana terlambat bro

    DIA ada karena kamu percaya

    you call me the LORD but you not serve ME
    you call me the TRUTH but you not believe ME
    you call me the WAY but you not follow ME
    you call me TEACHER but you not listen ME
    you call me the LIGHT but you not see ME

    DONT BE SURPRRISED IF SOMEDAY I DONT KNOW YOU

    hanya itu yg saya pegang sampai detik ini.

    noken | Dec 3, 2007 | Reply

  14. Mas Noken, silakan baca Kitab Wahyu 14:1
    (……..dan di dahi mereka tertulis nama-Nya dan nama Bapa-Nya……)
    terserah, angka 144000 dalam ayat itu akan ditafsir secara harfiah (seperti tafsiran Saksi Yehova) atau tidak secara harfiah (144000=jumlah yang sedikit), tetapi jelas di ayat itu, bahwa menurut ayat itu, orang-orang yang dipilih adalah orang-orang yang memegang nama-Nya (YESUS/YESHUA) dan nama Bapa-Nya (YAHWEH)
    atau menurut Anda ada “nama Bapa” yang lain selain Yahweh?

    baca juga
    Yoh 6:44 Tidak ada seorang pun yang dapat datang kepada-Ku, jikalau ia tidak ditarik oleh Bapa yang mengutus Aku ……

    (Bapa siapa? YAHWEH atau yang lain?..)

    GK | Dec 4, 2007 | Reply

  15. Salam…..

    makasih tanggapannya…..
    Andai saya terlahir di Inggris pasti orangtua saya menamai saya “four”.
    Andai TUHAN mengenalkan diriNya kepada orang jawa mungkinkah namaNya “YHWH”……?

    catur | Dec 8, 2007 | Reply

  16. nah, masalahnya kita tidak bisa protes mengapa Tuhan memilih memperkenalkan diriNya, memberikan hukum-hukumNya kepada Musa, dan kepada bangsa Israel,
    tapi jangan kuatir, Tuhan juga memberi peluang kepada orang-orang yang tidak memanggil namaNya

    Yesaya 65:1 Aku telah berkenan memberi petunjuk kepada orang yang tidak menanyakan Aku; Aku telah berkenan ditemukan oleh orang yang tidak mencari Aku. Aku telah berkata: “Ini Aku, ini Aku!” kepada bangsa yang tidak memanggil nama-Ku……

    Nah… tapi kalau kita sudah diberitahu oleh Kitab Suci bahwa nama Tuhan adalah YHWH, apakah kita masih akan memanggilnya dengan nama lain? atau tidak memanggil namaNya?

    GKmin | Dec 9, 2007 | Reply

  17. Allah, Yahwe, Tuhan, Mesias, God, Illah, Bapa, Yahuu, Eloah, Immanuel merujuk kepada TUHAN.

    Saya bingung loh… Anda kok kadang mencampur ‘Yahwe’ dalam bhs Ibrani dengan ‘Allah’ yang diambil dari bhs Arab?
    Lalu keduanya anda campur adukkan dengan kata ‘Tuhan’ yang menggunakan bahasa Indonesia?

    Apa anda berharap ketiganya itu akan ada titik temu dengan logika anda yg masih perlu bimbingan banyak itu?
    Ada baiknya kita belajar pada sumber yang benar..
    Kalau kita baca Alkitab itu dengan akal sendiri memang bingung apalagi mau dihubung-hubungkan dengan kejadian lain seenak udele dhewe… Saya tau persis kalau basic anda masih NOL BESARRR!!!!!

    Teman-teman saya ketawa ngakak melihat tulisan anda itu..

    -piece-

    armageddon | Dec 9, 2007 | Reply

  18. OK, mungkin memang Anda jauh lebih tahu tentang teologi dari pada saya, (saya orang awam, yang percaya bahwa Yesus (Yeshua) adalah Tuhan, dan percaya pada Firman Tuhan)
    Anda boleh merasa pandai dan dapat mempunyai pandangan/argumentasi yang penuh hikmat, tapi ada ayat Kitab Suci yang mengingatkan:

    I Korintus 3:19
    Karena hikmat dunia ini adalah kebodohan bagi Tuhan……

    apa dasar Anda menyatakan Allah, Yahwe, Tuhan, Mesias, God, Illah, Bapa, Yahuu, Eloah, Immanuel merujuk kepada TUHAN

    (adakah dasarnya di Kitab Suci, atau menurut hikmat/kepandaian Anda sendiri?)

    Alkitab LAI:
    Yesaya 42:8 Aku ini TUHAN, itulah nama-Ku; Aku tidak akan memberikan kemuliaan-Ku kepada yang lain atau kemasyhuran-Ku kepada patung

    apakah “TUHAN” itu NAMA?

    Alkitab LAI:
    Kejadian 33:20 Ia mendirikan mezbah di situ dan dinamainya itu: “Allah Israel ialah Allah.”

    apakah Allah Israel “bernama” Allah?

    atau TUHAN tidak punya nama?

    (bukankah itu contoh dari kekacauan bahasa yang dipakai oleh Alkitab terjemahan LAI?)

    Silakan buka KAMUS ALKITAB ada di bagian belakang Alkitab LAI, tertulis:

    TUHAN Salinan dari nama Allah Israel, yaitu Yahweh (bd. Kel.3:14)

    apakah nama YAHWEH bisa disalin ke bahasa lain?
    (lihat komentar saya untuk Pak Catur di atas)
    mis. orang Jawa bernama “Bapak Slamet”, apakah di Amerika boleh disalin menjadi “Mr. Save”

    bukankah ini hal yang sangat sederhana?????????

    Jika (menurut Anda) Allah, Yahwe, Tuhan, Mesias, God, Illah, Bapa, Yahuu, Eloah, Immanuel merujuk kepada TUHAN

    Syahadat orang Islam “Tiada Tuhan selain Allah” (There is no God but Allah)
    bisakah diganti “Tiada Tuhan selain Tuhan” atau diganti “There is no God but God”
    atau bisakah diganti “Tiada Tuhan selain Yahweh”????????

    Lalu bagaimana dengan ayat ini
    I Tawarikh 16:26 Sebab segala allah bangsa-bangsa adalah berhala, tetapi TUHANlah yang menjadikan langit.
    (lebih tepatnya: Sebab Elohim bangsa-bangsa adalah berhala, tetapi YAHWEH-lah yang menjadikan langit)

    Mungkin ayat ini peringatan bagi yang tidak memperhatikan NAMA Tuhan

    Maleakhi 2:1 Maka sekarang, kepada kamulah tertuju perintah ini, hai para imam!
    2:2 Jika kamu tidak mendengarkan, dan jika kamu tidak memberi perhatian untuk menghormati nama-Ku, firman TUHAN semesta alam, maka Aku akan mengirimkan kutuk ke antaramu dan akan membuat berkat-berkatmu menjadi kutuk, dan Aku telah membuatnya menjadi kutuk, sebab kamu ini tidak memperhatikan.

    menurut Anda, Siapa”nama” Tuhan?
    (Silakan dijawab, dan jawaban Anda itu menurut Anda sendiri atau menurut Firman Tuhan? — Anda percaya pada pikiran Anda sendiri atau percaya pada Firman Tuhan?)

    GK | Dec 9, 2007 | Reply

  19. Om GK, TUHAN (dalam huruf besar) diambil dari kata YAHWE.
    Yahwe sendiri mengandung arti = Akulah Dia.
    Apakah “Akulah Dia” itu adalah sebuah nama PATEN?
    Tentu tidak, karena YAHWE itu berdasarkan Bhs Ibrani.
    Apakah kita orng2 Yahudi?
    Tentu bukan, kita bukan orng Yahudi yang harus menggunakan kata “YAHWE” sebagai dasar dari Ke-Tuhanan.
    Kristen itu Universal, ga terikat lagi dengan budaya2 setempat..

    “Allah” dalam bhs Arab juga mengandung makna = Al-Illah = The GOD / Allah, apakah The God layak menjadi sebuah nama??

    Coba dipertimbangan lg dengan logika anda..

    armageddon | Dec 9, 2007 | Reply

  20. Logika Anda,
    Yahudi memanggil Tuhan dengan “nama” YAHWEH
    karena kita bukan orang Yahudi, kita tidak harus memanggil dengan nama YAHWEH, begitu?

    Lalu bagaimana dengan Keluaran 3:15 ……..itulah nama-Ku untuk selama-lamanya dan itulah sebutan-Ku turun-temurun…….

    trus. kita orang Indonesia memanggil Tuhan dengan “NAMA” apa?

    jawab dulu pertanyaan:
    menurut Anda, Siapa ”nama” Tuhan?
    (Silakan dijawab, dan jawaban Anda itu menurut Anda sendiri atau menurut Firman Tuhan? — Anda percaya pada pikiran Anda sendiri atau percaya pada Firman Tuhan?)

    GK | Dec 9, 2007 | Reply

  21. oh ya,..
    baca Wahyu 14:1
    Dan aku melihat: sesungguhnya, Anak Domba berdiri di bukit Sion dan bersama-sama dengan Dia seratus empat puluh empat ribu orang dan di dahi mereka tertulis nama-Nya dan nama Bapa-Nya.

    menurut Anda, siapa nama Bapa-Nya?

    GKmin | Dec 9, 2007 | Reply

  22. Nama Tuhan itu tidak diucapkan secara harafiah..
    Orang Inggris memanggilNya “GOD”, Orang Arab Kristen memanggilNya : “Allah”, orang Yunani memanggilNya “Adonai” Orang Idnonesia memanggilNya “Allah” karena bahasa Indonesia banyak menyerap bahasa-bahasa dari Arab. Kalau orng Yahudi memanggil “Yahwe”.

    Yahwe = Akulah DIA.
    “Akulah Dia yg selama ini ditunggu-tunggu kaum PL”.
    Kalau ditafsirkan kedalam bhs Indonesia, Akulah Dia, Yang dimaksud disini adalah “TUHAN” itu sendiri.
    Ini tafsiran lamaaaa…. kalau diterjemahkan secara harafiah, pengertiannya jadi janggal..
    Tapi kita cukup memahaminya..
    YAHWE = TUHAN
    ALLAH = TUHAN

    armageddon | Dec 9, 2007 | Reply

  23. Jadi menurut Anda “nama” Tuhan (bisa) berbeda-beda menurut yang memanggilNya?
    he he he…. apa itu menurut Kitab Suci (menurut Tuhan sendiri)?
    atau menurut “hikmat” Anda?
    tanya sama Pak Catur (di atas) bolehkah namanya dipanggil sesuai “bahasa” orang yang memanggilnya?
    Catur artinya empat/ke-empat
    Apakah Pak Catur,akan dipanggil Pak “Papat” oleh orang Jawa? Pak “Empat” oleh orang Indonesia
    Mr. “Four” / Mr “Fourth” oleh orang Amerika/Inggris

    Sebagai contoh, silakan buka Kitab Suci berbahasa Jawa (yang lama) disitu nama Tuhan = “Yehuwah”, kok bukan “Gusti”
    Bagaimana?
    (terus terang orang-orang di desa orang tua saya, sekarang kembali menyebut Tuhan = Yahweh,bukan Allah lho….,jadi makin banyak orang yang percaya bahwa nama Tuhan sesuai dengan Kitab Suci adalah Yahweh, bukan Allah)

    Saya jadi ingat yang disampaikan oleh George Bernard Shaw, Sebenarnya yang diajarkan Yesus itu simpel, tapi sayangnya “jatuh” ke para teolog, yang membuat pengajaran Kristen jadi sulit.
    Sudah jelas-jelas tertulis di Kitab Suci,nama Tuhan = Yahweh, kok dipersulit dengan berbagai penafsiran untuk membenarkan bahwa nama Tuhan bisa bermacam-macam….

    GK | Dec 9, 2007 | Reply

  24. he he he,
    simple saja Mas,
    seperti halnya Pak Catur, saya punya teman namanya Tri Rahayu,
    apa bisa dipanggil Mbak “Tiga Selamat”?
    trus orang Inggris memanggil Miss “Three Save”?
    Aneh bukan?

    GK | Dec 9, 2007 | Reply

  25. Salam Pak GK…..

    Maaf numpang nanya, apakah Bapak sudah bertanya kepada TUHAN secara pribadi dan mendapatkan jawaban dari DIA secara pribadi pula, apakah DIA marah kalo tidak disebutkan NamaNya yaitu YHWH ? Saya mohon jawaban Anda. Kalo saya memang belum bertanya secara pribadi karena belum ada kegerakan kearah sana.
    Namun kalo kita lihat ke Perjanjian Baru adakah tertulis YHWH didalamnya..?? Dalam kitab / ayat manakah…?
    Tuhan Yesus sendiri mengajarkan kepada kita untuk berdoa “Bapa kami yang di sorga…..” Tuhan Yesus tidak menekankan kepada nama YHWH.

    Terima kasih Pak GK.
    ===
    Maaf ketinggalan….

    Sering kita menyamakan Diri TUHAN dengan diri kita. Kalo kita tentu tidak mau kalo nama kita diterjemahkan ke berbagai bahasa. Tapi kalo TUHAN….?? Apakah DIA marah…..?? Kalo belum bertanya secara pribadi berarti sama saja dengan mengambil sebuah kesimpulan tanpa konformasi. Hasilnya bisa salah faham.

    Silahkan bertanya dulu…..
    TUHAN masih bisa mendengar dan memberi jawaban kepada kita secara pribadi sampai dengan saat ini koq. DIA masih berkomunikasi dengan kita, hanya kita saja yang kadang / seringkali kurang menyediakan waktu untuk mendengar SuaraNya. Kalo berdoa jangan hanya bicara…., namun juga mendengarkan…..
    ===
    Salam

    Ayat Alkitab memang luar biasa……!!!
    Saking luar biasanya tidak mampu untuk kita memahaminya tanpa bimbingan Roh Kudus. Logika / pikiran kita sendiri terlalu sempit untuk bisa memahaminya dengan benar (sesuai KehendakNya). Jadi jangan sampai kita hanya mengandalkan akal budi kita. Terlebih ialah mengandalkan DIA sendiri Sang Empunya Firman itu.

    Haleluya
    ===
    Sekedar infomasi : YHWH pengucapan yang benar ialah Yeh-ho-vaw. Silahkan apakah masih akan diucapkan YAHWEH….?? Kalo menurut Pak GK TUHAN marah kalo dipanggil keliru ya….pengucapannya pun juga harus dibetulkan yaitu Yeh-ho vaw.

    Salam

    catur | Dec 9, 2007 | Reply

  26. Kalau boleh terus terang, dulu waktu kuliah, saya pernah berbulan-bulan bertanya (minta bukti) pada Tuhan Yesus, jika memang Tuhan Yesus itu benar seperti yang saya baca di Alkitab dan saya dengar kotbah di gereja, dan Tuhan Yesus menginginkan saya percaya kepadaNya dan mau pakai saya untuk memberitakan kerajaanNya, saya minta Tuhan Yesus menunjukkan diriNya kepada saya, saya tidak minta dengan cara bagaimana, terserah Tuhan bagaimana caranya, tetapi saya “bilang” saya seperti Thomas, kalau belum melihat belum percaya. Berbulan-bulan saya berdoa tiap malam, dan akhirnya saya mengalami pengalaman supranatural kehadiran Tuhan, dan sejak itu keyakinan saya pada Tuhan Yesus menjadi final.
    Tentang keyakinan saya pada nama YHWH, itu adalah proses yang juga ‘agak panjang” hingga sekarang saya yakin bahwa Tuhan adalah YHWH. Setelah saya percaya YHWH, saya merasakan menjadi lebih mudah dalam memahami Kitab Suci dibandingkan dulu ketika saya masih bingung tentang Tuhan dan Setan.
    Bukan berarti sekarang saya sudah paham tentang Kitab Suci, tapi dari “kesaksian” teman-teman yang juga percaya pada YHWH (bukan Allah), mereka semua menjadi lebih “nyaman” dalam imannya.
    Dan.. setelah yakin bahwa YHWH adalah kebenaran, kami semua dengan mudah bisa menghilangkan “kebiasaan” menyebut Tuhan dengan kata Allah, dan sekarang jika berdoa, menyanyi, pakai kata “Tuhan”, “Bapa”, “Bapa Yahweh”, yang jelas bukan “Allah”.
    Jadi bagi kami, tidak ada alasan bahwa meninggalkan kata “Allah” itu sulit. Lebih dari 20 tahun saya menggunakan kata “Allah”, kini dengan mudah bisa “hilang”, setelah yakin bahwa YHWH adalah Tuhan-nya Abraham, Ishak dan Yakub…
    (maaf, perlu dimengerti saya tidak sedang membahas “Allah”-nya orang Islam lho…, itu urusan mereka, kita tidak perlu membicarakannya di sini)

    ayat berikut ini antara lain yang saya pegang:
    Zefanya 3:9 “Tetapi sesudah itu Aku akan memberikan bibir lain kepada bangsa-bangsa, yakni bibir yang bersih, supaya sekaliannya mereka memanggil nama TUHAN, beribadah kepada-Nya dengan bahu-membahu….

    (kata “TUHAN” di ayat itu aslinya adalah “YHWH”)

    jadi saya berpikir, daripada nanti dianggap “kotor” oleh Tuhan, karena memanggil namaNya dengan “sembarangan”, saya lebih baik panggil nama Tuhan dengan Yahweh.

    Dengan memanggil YAHWEH, peluang salah adalah NOL, (atau sangat sangat kecil) karena memang nama itu yang diajarkan oleh Kitab Suci, tetapi jika kita memanggil dengan nama lain, kita akan punya peluang yang lebih besar untuk salah. bagaimana jika ternyata besok kita disalahkan Tuhan, karena tidak memanggil namaNya dengan benar?
    bukankah yang dimaksud Yesus dalam Matius 7:21-23 adalah orang Kristen? Kita sekarang tidak tahu dan tidak boleh menghakimi siapa yang dimaksud Yesus, yang jelas itu orang yang mengakui Yesus sebagai Tuhan, tetapi mengapa masih ditolak juga oleh Yesus?
    Karena mereka tidak melaksanakan kehendak Bapa
    Apa kehendak Bapa? Salah satunya adalah “Jangan menyebut nama-Ku dengan sembarangan” (Keluaran 20:7)

    Bacalah Kitab Mazmur, banyak terdapat ayat yang menyebutkan “pujilah Tuhan, pujilah namaNya

    Ya… itu antara lain yang saya pahami hingga saat ini.
    Kita akan dapat memahami Tuhan dengan benar, jika Yesus sendiri yang menyatakannya kepada kita:

    Matius 11:27 Semua telah diserahkan kepada-Ku oleh Bapa-Ku dan tidak seorang pun mengenal Anak selain Bapa, dan tidak seorang pun mengenal Bapa selain Anak dan orang yang kepadanya Anak itu berkenan menyatakannya.

    Jadi, cobalah minta kepada Tuhan Yesus untuk menyatakan diriNya dan menunjukkan kepada Anda siapa nama Bapa itu?
    berdoalah kepada Tuhan Yesus, tapi ingat, jangan berdoa kepada Allah. Juga jangan dicampuradukkan dengan berdoa kepada Allah Bapa. Ini masalah roh, saya tidak bisa sampaikan disini.

    Yesaya 42:8 Aku ini TUHAN (aslinya YHWH), itulah nama-Ku; Aku tidak akan memberikan kemuliaan-Ku kepada yang lain atau kemasyhuran-Ku kepada patung.

    Bukankah dari satu ayat itu saja sudah jelas bahwa nama Tuhan adalah YHWH???

    Baca juga Maleakhi 2:1-2 serta Wahyu 14:1

    Kenapa saya (kami) sekarang tidak lagi menyebut Tuhan itu Allah?

    Ibrani 10:26 Sebab jika kita sengaja berbuat dosa, sesudah memperoleh pengetahuan tentang kebenaran, maka tidak ada lagi korban untuk menghapus dosa itu.

    kami anggap ‘pengetahuan’ tentang nama Yahweh ini sebuah kebenaran, maka kami tidak akan mengingkarinya lagi.

    Sayangnya, banyak orang Kristen yang mengetahui tentang nama Yahweh ini, tetapi tidak berani meninggalkan Allah, dengan berbagai alasan untuk mencari pembenaran.
    Apa sih sulitnya meninggalkan kata Allah dan menggantinya dengan Yahweh?
    (alasannya hanya…”khan nggak apa-apa menyebut Tuhan dengan kata Allah, toh maksudnya sama saja…..)
    hati penting, mulut juga penting lho….
    Roma 10:10 Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan, dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan.

    atau alasannya, sulit meninggalkan kata ‘Allah’ karena bertahun-tahun, turun temurun, kata itu dipakai…
    ah.. JUSTRU itulah salah satu makna pertobatan, meninggalkan yang lama menggantinya dengan yang baru…..

    atau alasan yang lain, toh selama ini menggunakan nama Allah juga tetap diberkati, hidup berkelimpahan, keluarga ya baik-baik, pelayanan ya berjalan dengan baik.
    he he he…. orang yang tidak percaya pada Tuhan juga bisa kaya raya, orang atheis juga bisa makmur hidupnya
    jadi berkat itu tidak dapat menjadi ukuran kebenaran….

    seandainya setiap kesalahan (ketidakbenaran) langsung mendatangkan murka Tuhan, dijamin tidak ada manusia yang akan mengambil jalan yang tidak benar. Masalahnya, “ada jalan yang disangka orang lurus, tapi ujungnya menuju maut” (Amsal 14:12). Bagaimana seandainya kita sekarang sudah merasa yakin “berjalan lurus” tapi nanti maut berada diujung keyakinan kita sekarang.

    ini pendapat pribadi saya, berdasarkan pemahaman saya sampai saat ini, silakan direnungkan sendiri…
    dan silakan pilih “jalan” yang Anda anggap benar. Menganggap sama YAHWEH dengan ALLAH (seperti Mas Armagedon) — dan menganggap/meyakini bahwa hal itu “tidak masalah bagi Tuhan”,
    atau menyebut nama Tuhan = YAHWEH (bukan Allah — sesuai dengan Yesaya 42:8, Keluaran 3:15 — cari terjemahan yang benar…),
    jangan ragu dengan pilihan Anda, tetapi setiap pilihan kita, nanti pada saatnya akan kita pertanggungjawabkan kepada Tuhan.
    Sebagai orang yang “mengaku” Kristen, saya memilih merubah keyakinan saya yang dahulu dan percaya kepada ayat-ayat Kitab Suci, daripada mempertahankan keyakinan dan berusaha mempertahankan keyakinan itu dengan berbagai argumentasi.
    Ayat Kitab Suci JELAS menulis nama Tuhan adalah YAHWEH, apakah masih perlu dipertanyakan dan ditafsir-tafsir?

    GK | Dec 9, 2007 | Reply

  27. Tuhan sendiri tidak mempermasalahkan kita menyebut Dia itu apa…
    Dalam Alkitab, Yesus sendiri memanggil Tuhan itu BAPA, Eli, nah begitu Alkitab disebarkan di Yunani Tuhan itu dipanggil dengan sebutan ADONAI.

    Silahkan kalau anda mau membahas tafsiran-tafsirann..

    Sekarang anda mau mempermasalahkan apa??
    Sejarah Alkitab aja ga mempermasahkan panjang lebar kok..

    armageddon | Dec 10, 2007 | Reply

  28. Kalau CATUR itu masih misteri, om..
    Apalagi anda.. Saya sendiri ga yakin kok anda itu Kristen..
    Hahahaa…

    Coba perhatikan ini : Muhammad ibn ‘Abd All?h (Arabic: ???? Mu?ammad; also Mohammed, Muhammed, Mahomet, and other variants)
    http://en.wikipedia.org/wiki/Muhammad

    Nah… Kok nama orang bisa berubah-ubah???
    Ternyata harus ada penyesuaian dengan lingkungan juga ya… hehehe…

    Kalau gurunya seperti itu (Catur) anda ga bakalan pinter…

    armageddon | Dec 10, 2007 | Reply

  29. Anda menulis:’Tuhan sendiri tidak mempermasalahkan kita menyebut Dia itu apa…’

    he he…. Anda yakin? boleh kita sebut Tuhan “gondes”? apa “kuncung”?

    baca…Keluaran 20:7 Jangan menyebut nama YAHWEH, sesembahanmu, dengan sembarangan, sebab YAHWEH akan memandang bersalah orang yang menyebut nama-Nya dengan sembarangan.
    …..

    YHWH, jadi Yahweh, jadi Jehova, Jehovah, Yehova, orang Jawa bilang Yehuwah, orang Vietnam bilang Gieâ-hoâ-va, itu perubahan karena logat, bukan makna,

    tapi coba perhatikan Kitab LAI

    Yesaya 42:8 Aku ini TUHAN, itulah nama-Ku; Aku tidak akan memberikan kemuliaan-Ku kepada yang lain atau kemasyhuran-Ku kepada patung

    apakah “TUHAN” itu “nama-Ku/ nama Tuhan”?
    apakah menurut Anda nama Tuhan adalah TUHAN?

    di atas Anda menulis:
    YAHWE = TUHAN
    ALLAH = TUHAN
    kesimpulannya YAHWEH=TUHAN,
    coba deh tanya sama teman Anda yang muslim, bisa nggak syahadatnya di ganti “Tiada Tuhan selain Yahweh”, kira-kira bagaimana?
    bisa apa tidak?
    saya yakin 100% tidak ada orang Muslim yang berani mengucapkan syahadat “Tiada Tuhan selain Yahweh”

    OK, silakan kalau menurut Anda, Anda yakin bahwa Tuhan itu boleh disebut apapun…
    saya hanya “memberitakan” bahwa nama Tuhan semesta alam, menurut Kitab Suci adalah YAHWEH,
    dan “pemberitaan” ini boleh juga ditolak, kalau memang Anda (atau orang-orang yang lain) punya keyakinan yang berbeda.
    Tidak ada paksaan untuk menerima YAHWEH
    karena pada bangsa-bangsa yang tidak memanggil namaNya-pun Tuhan bisa berkenan menemuinya

    (Yesaya 65:1 Aku telah berkenan memberi petunjuk kepada orang yang tidak menanyakan Aku; Aku telah berkenan ditemukan oleh orang yang tidak mencari Aku. Aku telah berkata: “Ini Aku, ini Aku!” kepada bangsa yang tidak memanggil nama-Ku)

    tapi kalau kita sudah diberi kesempatan membaca Kitab Suci, dan dari Kitab Suci itu kita menemukan bahwa NAMA TUHAN = YAHWEH, masihkah kita tidak akan memanggil nama YAHWEH, dan bahkan memanggilNya dengan nama (kata) lain?

    tapi jangan kuatir, Tuhan itu Maha Tahu, Dia yang tahu, apakah kita sedang menyenangkan Dia atau sedang mendukakan Dia, kita sedang memuji namaNya atau sedang memuji nama yang lain…

    Saya juga tidak perlu meyakinkan Anda bahwa saya orang Kristen….
    Apa kalau saya orang Kristen, itu akan membuat Anda yakin perkataan saya?
    Sudah banyak orang Kristen yang percaya bahwa nama Tuhan adalah Yahweh bukan Allah, toh Anda juga masih tetap berpendapat bahwa Tuhan=Yahweh=Allah

    dari tulisan Anda:
    … Saya tau persis kalau basic anda masih NOL BESARRR!!!!!
    ===
    Kalau gurunya seperti itu (Catur) anda ga bakalan pinter…

    ha ha ha…
    silakan Anda mengumpat atau menghakimi,
    saya tidak perlu pinter untuk bisa sedikit demi sedikit memahami sebagian isi Kitab Suci, asal Tuhan Yesus berkenan memberi “terang” saya akan bisa mengenal Bapa
    (Matius 11:27 Semua telah diserahkan kepada-Ku oleh Bapa-Ku dan tidak seorang pun mengenal Anak selain Bapa, dan tidak seorang pun mengenal Bapa selain Anak dan orang yang kepadanya Anak itu berkenan menyatakannya)

    yang penting, saya berperan ikut memberitakan nama YAHWEH, dan ternyata beberapa orang yang saya beritahu (dengan cara saya) menjadi percaya bahwa Tuhan=Yahweh.
    dan itu meyakinkan saya untuk tidak takut memberitakan namaNya.

    GKmin | Dec 11, 2007 | Reply

  30. —–he he…. Anda yakin? boleh kita sebut Tuhan “gondes”? apa “kuncung”—–
    sebenarnya saya prihatin sekali dengan cara berfikir anda, Bung..
    Klaau ada yg menyebut “gondes” apa kalimat itu sebanding dengan yang anda permasalahkan..?
    Kalau anda menyebutkan Tuhan, Allah, Illah, God itu memang sebanding merujuk kepada Tuhan dengan persepsi yg semestinya.

    —–coba deh tanya sama teman Anda yang muslim, bisa nggak syahadatnya di ganti “Tiada Tuhan selain Yahweh”, kira-kira bagaimana?
    bisa apa tidak?
    saya yakin 100% tidak ada orang Muslim yang berani mengucapkan syahadat “Tiada Tuhan selain Yahweh”—–
    Karena mereka memaksakan satu nama dan itu sudah dipatenkan umat Muslim sendiri..
    Biarin itu jadi masalah mereka. Kenapa anda tidak bertanya pada diri sendiri, “mereka memanggil Tuhan itu Allah atas dasar apa?”

    Musa, Abraham, Iskhak, Adam dan nambi-nabi Perjanjian Lama tidak memanggil Tuhan dengan sebutan Allah.
    Kenapa Muhammad memberi nama Tuhan-nya adalah Allah??
    Coba kita renungkan..

    armageddon | Dec 12, 2007 | Reply

  31. Kenapa Anda memanggil/menyamakan Tuhan = Allah?
    Apakah Anda sedang mengikuti Mohammad?

    di topik lain Anda menulis:
    “Nama “Allah” itu dalam sejarah Ka’bah dan sejarah Pra Islam adalah Nama Dewa. Nah sekarang kalau nama itu permasalahkan bisa aja..
    Nama Tuhan yg bernama allah (dalam huruf kecil) yang disembah itu adalah Dewa orng2 Arab?
    Tapi setelah memahami maknanya, mereka lebih mengarahkan pada “Allah” yang diperkenalkan Muhammad (diluar dari benar atau tidak bahwa Muhammad itu seorang Nabi yg menerima Wahyu).”

    allah/Allah/ALLAH, itu kalau diucapkan tidak ada bedanya, tetap saja bunyinya “allah”
    walau maksud Anda mungkin berbeda, tapi yang kedengaran adalah sama,
    Mungkin Anda berdalih, bahwa yang penting hatinya, ingat
    Roma 10:10 Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan, dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan.

    Anda juga menulis:
    Otoritas Tuhan itu bukan pada “NamaNya”
    Keluaran 20:7 Jangan menyebut nama YAHWEH, sesembahanmu dengan sembarangan, sebab YAHWEH akan memandang bersalah orang yang menyebut nama-Nya dengan sembarangan.

    BUKAN ditulis: Jangan menyebut YAHWEH sesembahanmu dengan sembarangan, sebab YAHWEH akan memandang bersalah orang yang menyebutNya dengan sembarangan

    Anda masih berpendapat bahwa “NAMA” kurang penting? dan “nggebyah uyah” (menggeneralisasi) bahwa Tuhan=Yahweh=Allah

    GKmin | Dec 13, 2007 | Reply

  32. —–Kenapa Anda memanggil/menyamakan Tuhan = Allah?
    Apakah Anda sedang mengikuti Mohammad?—–
    Karena saya “memahami” makna kata Allah maupun Yahwe dalam ALkitab. Tidak ada masalah..
    Kalau dalam Alquran anda tanya aja sama mereka..
    —–Roma 10:10 Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan, dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan.——
    Ada bagusnya memahami ALkitab jangan setengah-setengah… Mangambil sebagian ayat untuk membenarkan pendapat anda dan menutupi sebagian lainnya..

    Saya ada pertanyaan lain nih, Om..
    Anda tau berapa “nama” yang dikenal Yahudi untuk menyatakan TUHAN?
    Apakah cuma Yahwe saja seperti yang anda tau?

    armaggwdon | Dec 13, 2007 | Reply

  33. —–Keluaran 20:7 Jangan menyebut nama YAHWEH, sesembahanmu dengan sembarangan, sebab YAHWEH akan memandang bersalah orang yang menyebut nama-Nya dengan sembarangan.—–
    Coba anda pahami dengan benar makna kalimat pada ayat ini…

    armaggwdon | Dec 13, 2007 | Reply

  34. bung arrmaggwdon…
    Anda menulis:
    “Saya ada pertanyaan lain nih, Om..
    Anda tau berapa “nama” yang dikenal Yahudi untuk menyatakan TUHAN?
    Apakah cuma Yahwe saja seperti yang anda tau?”

    maksud Anda “SEBUTAN”?

    di topik lain, Anda juga menulis:
    ““Yahwe” diperkenalkan Tuhan kepada bangsa Yahudi karena orang Yahudi tidak mengenal Tuhan dengan sebutan lain..”

    terus saya harus jawab bagaimana?
    …..
    kalau “nama” ya cuma YAHWEH….kalau sebutan ada beberapa…

    GKmin | Dec 13, 2007 | Reply

  35. —–kalau “nama” ya cuma YAHWEH….kalau sebutan ada beberapa…—–
    Orang Yahudi mengenal ratusan nama TUHAN.
    Ma’af… saya cuma bisa nyuruh anda, belajar dulu deh ttg Alkitab, baru nulis artikel..
    :)
    GBU my Friend..
    Semoga anda benar-benar menyadari keterbatasan anda..

    armaggedon | Dec 14, 2007 | Reply

  36. Salam Pak GK…..
    Maaf, Pak GK masih belum menjawab pertanyaan saya. Apakah TUHAN marah kalau tidak dipanggil dengan nama YHWH ( bukan YAHWEH ). Hati-hati lho Pak GK kalo salah pengucapan akan berakibat salah makna juga. Misalkan saya catur kalo dipanggil orang Amrik ketur tentunya saya tidak mau. Apakah TUHAN marah kalau dipanggil ALLAH…..? Apakah TUHAN tidak marah kalo dipanggil YAHWEH….? Bukankah seharusnya pengucapannya ialah Yeh-ho-vaw….? Saya sangat menghargai pergumulan pribadi lepas pribadi, namun Pak GK masih belum menjawab pertanyaan saya to the point ( langsung ).
    Matius 7:21-23 TUHAN tidak menerima orang yang memanggilnya TUHAN-TUHAN tetapi melakukan kejahatan. Kejahatan apa….? Setahu saya ialah karena meninggalkan kasih. Lihat kitab Wahyu tentang jemaat Efesus. Kasih ialah sesuatu yang dasar dan terutama dalam kekristenan. Sehebat apapun kuasa seseorang jika sudah meninggalkan kasih dia tidak akan diterima TUHAN nantinya. TUHAN sendiri jugalah KASIH. Hukum terutama juga ialah kasih
    Lihat juga Matius 25:35-dst, dan masih banyak lagi.
    Jadi bukannya karena tidak memanggil namaNya dengan YAHWEH. Silahkan baca satu perikop kemudian hubungkan dengan perikop lainnya.
    YHWH pendekatan yang paling benar ialah YEHOVA bukan YAHWEH
    Jangan salah pengucapan. Karena ada bahasa yang salah intonasi atau pengucapan akan bermakna SALAH ……
    Kalo nama TUHAN mutlak YHWH….., mengapa tidak ada tertulis di Perjanjian Baru…..???? Apakah Pak GK sudah menangkap maksudnya…..???
    Mungkin kalo saya berandai-andai kalo TUHAN marah dipanggil selain YHWH pastilah namaNya (YHWH) tertulis juga di Perjanjian Baru.
    Tapi ya biarlah…….ini menjadi sebuah pengetahuan buat kita semua.
    Mengenai akan kita pakai atau tidak akan menjadi pilihan kita dan tanggung jawab kita kelak di sana. Dan setahu saya di akhirat nanti kita tidak akan ditanyai “siapa nama Tuhanmu, apa agamamu, siapa nabimu” Karena di akhirat kelak semua apa yang kita lakukan akan dibukakan semuanya, kemudian penghakiman. Tidak ada lagi interogasi ataupun negosiasi.
    Setahu saya di Alkitab nama Tuhan tidak ditulis Allah, Allah ialah jabatan sama halnya dengan allah atau illah. Melainkan nama Tuhan dituliskan TUHAN. Jadi konotasinya ( penulis Alkitab ) Tuhan dibedakan dengan TUHAN. Allah dibedakan dengan ALLAH. Kalau huruf besar semua bermakna nama (bukan jabatan).
    Kalo hal ini dianggap keliru ( YHWH menjadi marah ), mungkin DIA juga masih akan marah kalo dipanggil YAHWEH karena seharusnya kita (orang Indonesia) memanggilNya Yeh-ho-vaw karena kita bisa melakukannya (mengucapkannya)
    Saya belum tahu penerbit mana yang mencetak nama Tuhan ialah YAHWEH. Saya sarankan tulis saja YHWH atau pendekatan yang lebih benar ialah YEHOVA.
    Dan janganlah kita saling mengumpat……., karena dengan umpatan itu menunjukkan diri kita sendiri. Dan YHWH tidak berkenan dengan orang yang mengumpat. Percuma kita memanggil NamaNya dengan benar tetapi kita masih saling mengumpat. DIA akan marah (tidak berkenan)

    Keluaran 20:7 Jangan menyebut nama-Ku dengan sembarangan, sebab Aku, YAHWEH Tuhanmu, menghukum siapa saja yang menyalahgunakan nama-Ku.
    Sampai dengan saat ini saya masih merasakan TUHAN mengasihi saya dan melimpahkan berkatNya kepada saya walaupun saya belum memanggil DIA dengan nama YHWH.
    Mengenai penafsiran ayat diatas belum tentu semua bangsa (bahasa) harus mutlak memanggil DIA dengan nama YHWH (bukan YAHWEH).
    32. Kitab Wahyu 14:1
    (……..dan di dahi mereka tertulis nama-Nya dan nama Bapa-Nya……)
    terserah, angka 144000 dalam ayat itu akan ditafsir secara harfiah (seperti tafsiran Saksi Yehova) atau tidak secara harfiah (144000=jumlah yang sedikit), tetapi jelas di ayat itu, bahwa menurut ayat itu, orang-orang yang dipilih adalah orang-orang yang memegang nama-Nya (YESUS/YESHUA) dan nama Bapa-Nya (YAHWEH)
    atau menurut Anda ada “nama Bapa” yang lain selain Yahweh?
    Benarkah orang yang dipilih ialah mereka yang memegang NamaNya secara harafiah ? (YHWH)
    Di dahi mereka memang tertulis namaNya. Mereka adalah orang-orang khusus (pilihan). Mereka bertugas menyanyikan lagu pujian (Tim Paduan Suara Sorga). Selama hidup di dunia mereka tidak menikah / kawin ( perawan / perjaka ).
    Jadi di Sorga kelak ada berbagai kumpulan atau petugas atau strata.
    Dan menurut saya kalo TUHAN memperkenalkan namaNya kepada saya / orang jawa secara langsung, saya yakin DIA tidak akan menyebutkan namaNya YHWH karena tidak ada maknanya dalam bahasa yang saya kenal.
    Nah… tapi kalau kita sudah diberitahu oleh Kitab Suci bahwa nama Tuhan adalah YHWH, apakah kita masih akan memanggilnya dengan nama lain? atau tidak memanggil namaNya?
    Masalahnya apakah kita harus tetap memanggilNya YHWH ? Apakah DIA marah kalo tidak dipanggil YHWH ? Kitab Suci ditulis bukan tanpa memperhatikan berbagai aspek (budaya, jaman, pribadi, dll). TUHAN bekerja bukan tanpa makna. Saya yakin kalau DIA memperkenalkan namaNya secara pribadi kepada saya, DIA akan memperkenalkan nama yang mengandung makna.
    Mungkin ayat ini peringatan bagi yang tidak memperhatikan NAMA Tuhan
    Maleakhi 2:1 Maka sekarang, kepada kamulah tertuju perintah ini, hai para imam!
    2:2 Jika kamu tidak mendengarkan, dan jika kamu tidak memberi perhatian untuk menghormati nama-Ku, firman TUHAN semesta alam, maka Aku akan mengirimkan kutuk ke antaramu dan akan membuat berkat-berkatmu menjadi kutuk, dan Aku telah membuatnya menjadi kutuk, sebab kamu ini tidak memperhatikan.
    Maaf Pak GK…..ada beberapa ayat Alkitab yang Bapak cuplik (petik) namun Bapak belum memperhatikan konteksnya. Ayat diatas menjelaskan tentang para imam yang dalam melaksanakan tugasnya banyak melakukan kelalaian. Silahkan baca satu perikop (jangan asal petik ayat). Jadi ayat diatas tidak dimaksudkan untuk menghormati nama TUHAN secara harafiah (YHWH), melainkan menghormati nama TUHAN dalam kehidupan sehari-hari (ketaatan). Saya yakin Pak GK orang pandai (bisa buat website), tetapi saya ndak mudheng mengapa Pak GK tidak mencoba memahami Alkitab secara keseluruhan (tidak per ayat). TUHAN bekerja bukan tanpa makna.
    Lalu bagaimana dengan Keluaran 3:15 ……..itulah nama-Ku untuk selama-lamanya dan itulah sebutan-Ku turun-temurun…….
    Kepada bangsa (bahasa) apa TUHAN memproklamirkanNya….?
    Saya yakin kalo DIA menyatakan kepada bangsa Indonesia, DIA tidak akan memakai nama YHWH. DIA tidak bekerja tanpa makna. Dan saya tidak protes kalo DIA menyatakan yang pertama kepada bangsa Israel, namun saya masih merasa kalo tidak harus memanggil DIA dengan nama YHWH. Saya kenal secara pribadi dengan TUHAN.
    jawab dulu pertanyaan:
    menurut Anda, Siapa ”nama” Tuhan?
    (Silakan dijawab, dan jawaban Anda itu menurut Anda sendiri atau menurut Firman Tuhan? — Anda percaya pada pikiran Anda sendiri atau percaya pada Firman Tuhan?)
    Kalo saya disodori pertanyaan seperti itu, akan saya jawab : Dalam bahasa asli Alkitab Perjanjian Lama nama TUHAN ialah YHWH.
    Simple, sederhana, to the point bukan jawabannya…..
    Bagaimana dengan ayat berikut ini :
    Yesaya 40:3 ? Ada suara yang berseru-seru : “Persiapkanlah di padang gurun jalan untuk TUHAN (YHWH), luruskanlah di padang belantara jalan raya bagi Allah (elohim) kita !
    Matius 3:3 ? Sesungguhnya dialah yang dimaksudkan nabi Yesaya ketika ia berkata : “Ada suara orang yang berseru-seru di padang gurun: Persiapkanlah jalan untuk Tuhan (kurios), luruskanlah jalan bagi-Nya.”

    Gimana Pak GK….? Dalam kitab Yesaya dituliskan YHWH ( nama ), tetapi dalam Matius dituliskan kurios (jabatan)……., apakah Matius salah menuliskannya….??? Koq YHWH dinubuatkan untuk lahir…..?? (dalam kitab Yesaya). Hebat bukan Trinitas…?? Trinitas tidak dapat dijelaskan dengan logika manusia tanpa bimbingan dari Roh Kudus. YHWH = Yesus Kristus….?? TUHAN memang luarbiasa…….Kita tidak mampu menganalisaNya…..namun DIA berkenan kita untuk mengenalNya ( lebih dalam lagi ) secara pribadi.
    Apakah Nabi Yesaya salah tulis….?? (menubuatkan YHWH terlahir ke dunia)
    Apakah Matius salah tulis…..? ( mengganti YHWH dengan kurios…?? )
    Silahkan untuk direnungkan

    Sekian dulu….
    Amin
    Salam & terima kasih

    catur | Dec 15, 2007 | Reply

  37. tambahan sedikit :
    —“Yahwe” diperkenalkan Tuhan kepada bangsa Yahudi karena orang Yahudi tidak mengenal Tuhan dengan sebutan lain..—
    Ada periodenya dalam PL kapan Allah menyatakan diri pertamakali, dan seterusnya..sampai dengan suku Yehuda, Om..

    to Om Catur, sorry om kalau ada miss understanding..
    saya kira tadinya kompeni sama spt Om GK..
    taunya bukan..
    heheeee…
    GBU all

    armaggedon | Dec 15, 2007 | Reply

  38. Pak Catur,
    Apakah TUHAN marah kalau tidak dipanggil dengan nama YHWH ( bukan YAHWEH ).
    nah.. saya tidak bisa jawab,–sebab saya bukan Tuhan — tetapi dari pada ‘ternyata’ nanti Tuhan marah, lebih baik saya panggil dia YHWH (diucapkan YAHWEH, JEHOVA, YEHUWAH dll — ini masalah logat)
    tetapi saya juga meragukan pendapat beberapa orang Kristen yang menyatakan bahwa “tidak apa-apa Tuhan itu dipanggil dengan Allah” (lihat Keluaran 20:7)
    dengan alasan antara lain: toh hidupnya juga diberkati walaupun memanggil Tuhan dengan sebutan Allah
    (orang yang tidak percaya Tuhan (ateis) -pun bisa hidup makmur…)
    —saya tidak sedang membahas Allah-nya orang Muslim, sebab memang AlQuran mengajarkan bahwa Tuhan adalah Allah, tetapi saya percaya bahwa Kitab Suci mengajarkan bahwa Tuhan adalah YHWH, bukan Allah —

    tolong bedakan antara “sebutan” dan “nama”

    (jangan kacau dengan orang Muslim yang mengakui ada 99 nama Allah — mestinya 99 sebutan Allah)

    contoh orang Jawa menyebut Tuhan itu dengan “Gusti”, “Pangeran”. “Sang Hyang Widhi”, “Kang Murbeng Dumadi”, “Kang Akarya Jagad”, tapi coba tanya pada orang Jawa, siapa NAMA Tuhan? Orang Jawa tidak punya jawabannya.

    Tanyakan pada orang Muslim, siapa NAMA Tuhannya, akan dijawab “Allah”

    Tanyakan pada orang Kristen, siapa NAMA Tuhannya? — apa jawaban Anda semua yang mengaku Kristen????

    Setahu saya di Alkitab nama Tuhan tidak ditulis Allah, Allah ialah jabatan sama halnya dengan allah atau illah. Melainkan nama Tuhan dituliskan TUHAN. Jadi konotasinya ( penulis Alkitab ) Tuhan dibedakan dengan TUHAN. Allah dibedakan dengan ALLAH. Kalau huruf besar semua bermakna nama (bukan jabatan).

    oh ya ALLAH, allah, Allah, tidak ada bedanya dalam pengucapan,
    jadi kalau orang Muslim menganggap Allah itu nama, orang Kristen menganggap Allah itu sebutan, trus yang benar mana?
    dan perlu diperhatikan, Alkitab LAI juga menulis ALLAH, (huruf besar semua) misalnya di Habakuk 3:19 ALLAH Tuhanku…….juga banyak di Yehezkiel 25, masih banyak juga yang lain di Alkitab terbitan LAI….
    (Tuhan Allah/TUHAN Allah/ALLAH Tuhan/Tuhan ALLAH — silakan cek di Alkitab LAI)
    bukankah itu menunjukkan kebingungan orang Kristen, Allah itu nama atau sebutan????
    nah dari pada bingung-bingung, saya pilih sebut Tuhan itu YHWH, bukan Allah, dari pada keliru…
    sesederhana itu lho…

    mengapa Pak GK tidak mencoba memahami Alkitab secara keseluruhan (tidak per ayat)
    seandainya sudah kita pahami Kitab Suci secara keseluruhan, trus apa kesimpulan kita tentang NAMA Tuhan? ALLAH atau YHWH —- ingat pernyataan Anda, bahwa jika ditulis dengan huruf besar bermakna nama (bukan jabatan)
    –ada seorang profesor teologi dalam seminar di kota saya, kesimpulannya adalah “Tuhan itu disebut apapun boleh..” (inikah hasil memahami Kitab Suci secara komprehensif????)
    – lah kalau cuma mau bilang gitu, nggak usah belajar Kitab Suci, nggak perlu sampai jadi profesor

    Saya juga memahami Kitab Suci sepotong-sepotong, sebab dari “potongan-potongan” itu penekanan terhadap aspek tertentu bisa didapatkan. (tidak berarti bahwa saya tidak mencoba memahami Kitab Suci secara komprehensif — tetapi di topik ini khan “hanya tentang” nama Tuhan — jadi acuannya ya potongan-potongan Kitab Suci yang ada memuat persoalan nama Tuhan.
    Ada banyak hal yang dibahas di Kitab Suci, dan persoalan nama Tuhan hanyalah sebagian kecil dari isi Kitab Suci

    Di dahi mereka memang tertulis namaNya. Mereka adalah orang-orang khusus (pilihan). Mereka bertugas menyanyikan lagu pujian (Tim Paduan Suara Sorga). Selama hidup di dunia mereka tidak menikah / kawin ( perawan / perjaka ).
    Jadi di Sorga kelak ada berbagai kumpulan atau petugas atau strata.

    silakan kalau mau ditafsirkan begitu…

    Tentang Yesaya yang menubuatkan kelahiran YHWH,
    bukankah Yesus itu sebenarnya Y’shua (YHWH yang menyelamatkan) sehingga ada yang “mempertahankan” nama Yesus seharusnya YAHSHUA, ada yang “mempertahankan “YESHUA”
    menurut saya, Kurios dll, itu khan sebutan…. bukan nama,
    seperti YESUS (Yeshua) kita sebut Juru Selamat, Terang Dunia, “Juru Selamat”, “Terang Dunia” khan bukan nama tho…..

    Silakan cermati tulisan (download dulu) berjudul “Redefinisi dan rekonsepsi nama Allah di halaman http://gkmin.net/?p=40 ,
    itu mungkin lebih jelas perihal Allah dan Yahweh, jika ingin berkomentar, silakan hubungi langsung penulisnya.

    Setelah membaca tulisan tersebut, tidak menutup kemungkinan bahwa Anda memiliki pendapat sendiri mengenai “nama Tuhan”, yang paling penting adalah bahwa pendapat kita punya dasar yang kuat, sehingga tidak akan goyah ketika diperhadapkan pada pendapat-pendapat lain yang menentangnya,

    Topik ini adalah pada “layer” NAMA TUHAN menurut Kitab Suci, bukan pada “layer” konsepsi tentang Tuhan. Jadi nampaknya selama kita berdiskusi pada “layer yang berbeda-beda” sulit untuk mencapai kata sepakat.

    Baiklah kita masing-masing mempertanggungjawabkan pengertian/pemahaman tentang Tuhan (dan tentang NAMA Tuhan), pada Tuhan semesta alam, dengan harapan, kita bukan termasuk orang yang ditolak Yesus di kemudian hari (Matius 7:21-23)
    yang jelas, dari pemahaman ini, kita masing-masing akan mengajarkan hal ini kepada orang-orang lain, minimal pada anak-anak kita, dan seandainya pengajaran kita adalah penyesatan, maka kita-lah yang akan menanggung akibatnya

    Lukas 17:1 Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: “Tidak mungkin tidak akan ada penyesatan, tetapi celakalah orang yang mengadakannya.

    Nah.., apakah pemahaman/pengertian kita tentang Bapa, berasal dari Tuhan Yesus (misalnya melalui Firman Tuhan dalam Kitab Suci)? atau dari sumber lain?

    Silakan direnungkan…

    GKmin | Dec 16, 2007 | Reply

  39. to armaggedon
    Ga nyambung apanya, Om???
    Biarian aja orng lain menilai postingan saya itu nyambung atau enggak…
    Anda ga perlu panik duluan dengan statement saya..

    komentar Anda yang saya delete, itu bisa memancing diskusi panjang lebar, keluar topik,
    kalau mau diskusi model begitu, sebaiknya di http://indonesia.faithfreedom.org saja
    jangan bawa2 “gaya” diskusi di sana ke sini…

    Menurut saya Anda berani memberi komentar seperti itu, karena Anda memakai nama samaran, coba apakah Anda berani menunjukkan identitas “asli” Anda, nama, alamat, no. telepon?

    maaf…

    GK | Dec 16, 2007 | Reply

  40. Saya sih lihat lawan diskusi, Om..
    Kalau seperti anda yg dijelasin masih ngeyel ya memang saya harus sedikit keras..

    Masalah posting saya yg delet itu menyimpang kan hanya menurut pendapat anda..

    Sebelumnya anda menulis :

    —–coba deh tanya sama teman Anda yang muslim, bisa nggak syahadatnya di ganti “Tiada Tuhan selain Yahweh”, kira-kira bagaimana?
    bisa apa tidak?
    saya yakin 100% tidak ada orang Muslim yang berani mengucapkan syahadat “Tiada Tuhan selain Yahweh”—–

    Pada saat saya membahas ttg kata “Allah” anda malah hapus tulisan saya…
    Padahal anda yang memancing saya dengan perbandingan nama Tuhan umat Islam..
    Ya opo toh, Om???

    Mau no tlp saya? aku mau diapain? :(
    mau telpon-telponan? :D weleh…

    sekali lagi saya lihat lawan diskusi dulu..
    Kalau hanya mau muter-muterin ayat dalam Alkitab seenak udele dhewe, saya juga kurang berminat..

    GBU, Om GK..
    Selamat Natal (walaupun masih tgl 16 Dec)..

    armaggedon | Dec 16, 2007 | Reply

  41. OK, kalau Anda tidak rela komentar Anda saya delete, ini saya kembalikan lagi tulisan Anda terdahulu:
    (maaf buat Anda yang Muslim, mohon tulisan ini tidak ditanggapi, karena ini menyimpang dari topik, dan website ini tidak dibuat untuk berdebat tentang Islam)
    jadi maaf, jika nanti ada yang menanggapi tulisan Sdr. armaggedon ini, akan
    saya delete

    ….Ingat pada saat umat Islam menolak “penyaliban Yesus”, mereka mencari tau dalam Al-Quran hasilnya adalah NIHIL.
    Sewaktu umat Islam menolak Iskak yang dikorbankan, mereka mencari dalam ALquran dan hasilnya Nihil. Sewaktu umat Islam bilang Injil umat Kristen dipalsukan, mereka mencari dalam Alquran, hasilnya NIHIL. Mereka bisa apa?
    Akhirnya dibentuk orng2 Jihad yg tujuannya membela Allah dan Alquran (secara buta-butaan). Untuk memahami semua kejadian2 yang disampaikan Alquran, mereka harus bersandar kembali pada Alkitab dan Taurat (kitab suci sebelumnya) yg menurut LOGIKA mereka kitab tersebut sudah dipalsukan, tanpa dasar2 yg jelas..
    Karena hati sudah menolak, Akhirnya Alquran HARUS dipercaya secara buta..

    he he…saya tidak kecil hati, Anda anggap bukan lawan diskusi yang pantas buat Anda,
    prinsipnya, website ini saya buat untuk menyampaikan beberapa hal yang saya yakini, dan ternyata membawa berkat bagi beberapa orang

    silakan Anda tetap percaya bahwa Tuhan=Allah=Yahweh, tetapi buktinya makin banyak orang yang semula percaya bahwa Tuhan = Allah, akhirnya percaya nama Tuhan menurut kitab Suci itu YAHWEH dan bukan Allah

    dan nampaknya Anda akan kesulitan meyakinkan pada orang-orang yang percaya bahwa Tuhan itu = Yahweh, untuk “kembali” mempercayai bahwa Tuhan=Allah

    Sekedar untuk diketahui saja, secara nasional (Indonesia) sekarang sudah ada Sinode AM, yang menaungi gereja-gereja pengagung Yahweh, keberadaannya diakui oleh Departemen Agama

    Jadi, sekalipun Anda (dan mungkin teman-teman Anda) menggunakan segala argumentasi yang “canggih” itu sangat mungkin tidak akan dapat membendung gerakan pemulihan nama Yahweh

    GK | Dec 16, 2007 | Reply

  42. Salam lagi Pak GK….

    Kalau saudara sepupu kita ( agama Islam ) seantero dunia bisa menyebut dengan nama yang sama Tuhan mereka ( dengan bahasa Arab yang fasih ). Mengapa Bapak masih menyebut nama Tuhan (YHWH) dengan pengucapan atau penulisan yang berbeda….??? Jangan dibilang hanya masalah logat lho Pak…., maknanya pun bisa berubah. HATI-HATI !!!
    Tulis saja YHWH dan pengucapanya Yeh-ho-vaw…
    Lebih ragu lagi kalo belum nanya sendiri sama yang bersangkutan yakni TUHAN (YHWH) sendiri.
    Sehebat apapun penjelasan theologis Bapak, ternyata Bapak belum nanya sama Beliau (YHWH). Bagaimana hubungan Bapak secara pribadi dengan DIA…?? Bapak belum nanya sudah buka website…Tapi ndak apa-apa masih bisa nyusul koq nanyanya.

    Salam kasih

    catur | Dec 16, 2007 | Reply

  43. Sehebat apapun penjelasan theologis Bapak…
    justru saya tidak memerlukan teologi yang hebat untuk menjelaskan bahwa nama Tuhan adalah YHWH, lha wong sudah jelas tertulis di Kitab Suci (asumsinya kita percaya pada Kitab Suci lho…)

    ya… yang jelas bahwa YHWH tidak dapat dibaca “allah” khan Pak Catur…

    terus terang saya tidak tahu (dan mungkin juga tidak bisa tahu bagaimana sebutan yang benar YAHWEH, JEHOVA, YEHUWAH, YEHOVA..
    (tapi kalau perbedaan ini khan tidak mengubah makna…)

    sama seperti Yesus, disebut Jesus, Yeshua, Yahshua, mana yang paling tepat?

    jika menurut Pak Catur lebih tepat Yeh-ho-vaw, ya boleh… itu khan pendapat Pak Catur (yang tentu dengan argumen tertentu)

    yang prinsip di sini sebenarnya bahwa saya sekarang percaya bahwa YHWH itu tidak sama dengan Allah,
    bagaimana Pak Catur, menurut Bapak, apakah YHWH=Allah?
    kalau ya… ya berarti masih beda pendapat dengan saya, (dan boleh kok tetap beda pendapat…, saya tidak dapat (dan tidak akan)memaksa Bapak percaya bahwa YHWH bukan Allah)
    kalau tidak, ya paling tidak dalam topik ini kita sependapat.

    Bapak belum nanya sudah buka website…Tapi ndak apa-apa masih bisa nyusul koq nanyanya.

    saya harap Pak Catur baca dulu
    “Tentang kami” ( http://gkmin.net/?page_id=2 )
    dan
    “Pengumuman” ( http://gkmin.net/?p=6 )
    Itu gambaran mengapa website ini saya buat.
    tks

    GKmin | Dec 16, 2007 | Reply

  44. Hallo semua.. salam kenal..
    Saya prihatin sekali karena banyak aliran baru Kristen yang Gereja dengan keyakinan dan kebebasan memahami Alkitab secara leluasa / tafsiran2 sendiri yang bisa menyebabkan pemahaman jadi menyimpang dari Alkitab yang sebenarnya.

    Dalam hal ini saya tidak keberatan kalau kata Yahwe / Allah yang digunakan dalam Alkitab. Tapi saya keberatan kalau ada yang berani menyalahkan penggunaan kata “Allah” hanya karena ingin tampil beda.

    Yang saya yakini dan percaya, Kristen itu bukan sekedar “label”. Sehingga tidak pantas menyalahkan kata Allah dan mewajibkan kata Yahwe. Dua-duanya punya bobot yang sama.
    Kadang yg sering kita lupa, ada yang lebih indah dari sekedar “label” yaitu KASIH dan perbuatan kita thd sesama.

    Kl boleh saya cerita sedikit, dulu ada perdebatan antar Kristen ttg ‘babtisan’. Kelompok yang satu bilang babtisan itu boleh ‘percik’, boleh juga ’selam’. Yang satu lagi meng klaim babtisan itu HARUS SELAM (diluar dari babtisan selam artinya tidak sah).

    Hal ini saya anggap memancing suatu persoalan.
    Yesus sendiri mengampuni dosa orang yang enggak dibabtis waktu kejadian penyaliban (penjahat yg bertobat disebelah kanan Yesus). Tapi kenapa manusia yg baru-baru ini belajar Alkitab sudah bisa mempermasalahkan panjang lebar ttg babtisan yang benar menurut logika manusia mereka?

    Demikian juga dalam hal nama Tuhan dimana Yesus sendiri tidak memanggil nama Yahwe. Sehingga bisa dipastikan kalau “label” itu bukanlah yang utama. “label” itu tidak perlu KAKU dan tidak boleh meleset.

    Sebaiknya kita merenungkan dalam hati kita dan tidak terburu-buru ‘menyalahkan’ yg memancing perdebatan menjadi masalah besar.

    Kesimpulan saya, silahkan mas GK memakai nama Yahwe TAPI anda tidak pantas menyalahkan kata TUHAN / ALLAH dalam Alkitab.

    Walaupun sedikit keras saya tahu kalau mas armageddon punya niat baik untuk menjelaskan kepada anda disetiap thread topik yang anda buat. Saya juga berprinsip manusia itu hatinya lebih keras sehingga kadang kita perlu memakai kata-kata yang keras (bukan kejam) karena rasa KASIH thd sesama. Dan saya tunggu kreatifitas anda yg lain.

    Dan saya salut kepada mas Catur yang cukup sabar menjelaskan kepada mas GK ttg otoritas kata Allah dan Yahwe.

    dan mohon ma’af kalau ada ucapan yang kurang berkenan.

    Step | Dec 17, 2007 | Reply

  45. OK terima kasih komentarnya,

    Kesimpulan saya, silahkan mas GK memakai nama Yahwe TAPI anda tidak pantas menyalahkan kata TUHAN / ALLAH dalam Alkitab.

    ya kalau bukan menyalahkan, sebenarnya saya mengajak kita semua untuk merenungkan kembali mengkritisi penggunaan kata “allah” dalam Alkitab,
    jangan-jangan memang kata itu tidak “tepat” masuk dalam Kitab Suci, menggantikan kata El, Eloah, Elohim….
    Jangan hanya karena di Alkitab sejak dulu (ya sejak dulu) sudah begitu, trus kita sekarang “pokoknya percaya”
    sebab seandainya ternyata memang salah, bukankah selama ini kita “disesatkan” oleh Alkitab itu sendiri…

    Tapi kalau Anda (dan siapapun) merasa sudah nyaman dengan kata “allah” ya silakan saja…

    saya harap Anda membaca tulisan Pdt. Teguh Hindarto MTh, (Redefinisi dan Rekonsepsi Nama Allah — silakan di download, file dalam format PDF,
    disitu dijelaskan bagaimana kata ALLAH itu masuk dalam Alkitab…

    menurut Anda ALLAH itu nama atau sebutan?
    bagaimana secara tata bahasa Anda akan menjelaskan beberapa ayat di Alkitab yang ditulis:
    “Allah Israel ialah Allah” — Allah adalah (nama) Allah
    “ALLAH Tuhanku” — ALLAH adalah (nama) Tuhan
    “TUHAN Allahku” — TUHAN adalah (nama) Allah

    Lihatlah Kamus Alkitab di bagian belakang, ditulis:
    “TUHAN Salinan Allah Israel yaitu Yahweh”
    jika YAHWEH adalah nama, dapatkah disalin menjadi TUHAN? (TUHAN adalah sebutan, bukan nama)
    Nama Anda “Step” bisakah disalin menjadi “PEMUDA INDONESIA”
    ingat: ada banyak “TUHAN”, tetapi hanya ada satu YHWH (analoginya ada banyak “PEMUDA INDONESIA”, tapi hanya ada satu “Step”– yaitu Anda sendiri

    Sekedar cerita, teman saya ada yang “diminta mempertimbangkan” untuk keluar dari GKJ (Gereja Kristen Jawa) oleh Pendetanya gara-gara menyebut YAHWEH dan tidak lagi menyebut Allah…
    Jika Pendeta itu sudah merasa benar… mengapa “takut” pada orang-orang yang menyebut YAHWEH (dan meninggalkan ALlah),
    jika pemahaman yang demikian ini dianggap salah/sesat/keliru. lha mestinya gereja khan “merengkuhnya” (membimbing, membina, mengarahkan), bukannya malah “mengusir”nya keluar dari gereja.
    Bukankah Tuhan Yesus datang untuk melayani yang “tersesat”. (seandainya Pendeta menganggap teman saya sesat/salah/keliru, mestinya kalau mengikuti teladan Yesus, khan dibina, dibimbing, diarahkan, bukannya malah di”usir”) Saya jadi bertanya, Pendeta itu Hamba Tuhan Yahweh atau Hamba Tuhan Allah? Hamba Yahweh atau Hamba Allah? Jangan-jangan memang berbeda antara Yahweh — Pencipta alam semesta yang turun ke dunia dalam rupa Yesus (Yeshua) yang penuh kasih — dengan Allah

    GK | Dec 18, 2007 | Reply

  46. Salam Pak GK……,

    Para penulis Kitab Perjanjian Baru tidak menghormati nama Tuhan…???
    Tidak ada satu ayat pun dalam Perjanjian Baru menuliskan YHWH. Padahal banyak dituliskan Tuhan. Mengapa….???
    Tidak lain karena soal BAHASA.
    Gimana Pak GK….???

    catur | Dec 18, 2007 | Reply

  47. Salam Pak GK….

    YHWH tidak sama dengan YAHWEH.
    Misalkan ada tulisan CT. Orang Inggris bisa mengucapkan cat (kucing), bisa juga cut (potong). Orang Indonesia bisa mengucapkan cat (pewarna), atau cit (bunyi tikus).
    Gimana Pak GK….???
    Tidak ada perubahan “makna”…??
    Kalo mau saklek (apa adanya) tulis saja YHWH dan silahkan baca yeh-ho-vaw. Saya sarankan para pengagum YAHWEH untuk berkonsultasi dengan orang Israel. He…he…
    Maaf, karena pengucapannya masih keliru.
    Jangan-jangan yang punya nama marah lho….
    Apalagi belum nanya langsung sama yang punya nama. He…he…., maaf bercanda tapi serius lho…

    Salam

    catur | Dec 18, 2007 | Reply

  48. Singkat saja mas GK,
    mengulang pertanyaan2 diatas yg disebut mas catur dan disinggung mas armageddon;

    1. Apakah dalam Injil disebutkan ttg Yahwe?

    2. Yesus selalu mengatakan “dalam nama BAPA”. “BAPA” bukan diambil dari kata Yahwe. Lalu apakah Yesus salah menyebutkan nama Tuhan? atau apakah anda yang salah karena nama Yahwe itu anda anggap mutlak?

    menanggapi pertanyaan anda;
    Jangan hanya karena di Alkitab sejak dulu (ya sejak dulu) sudah begitu, trus kita sekarang “pokoknya percaya”
    Alkitab itu punya aturan pemahaman sendiri dan dari awal penulis-penulis Alkitab sudah ‘menggaris bawahi’ pemahaman-pemahaman Alkitab yang semestinya.
    Gereja yg baru-baru berkembang sekarang banyak menafsirkan Alkitab tidak berdasarkan ‘maksud sebenarnya yg disampaikan Alkitab/ penulis Alkitab’..

    Setiap manusia punya kemampuan menafsir dan mengira-ngira, tapi standar awal dari penulisan Alkitab itu MUTLAK dan tidak bisa ditawar lagi.

    Saya coba kasi contoh ttg penjelasan saya :
    waktu saya menulis artikel disini :
    http://www.speedytown.com/step/index.php/2007/01/25/masjid-al-aqsa/
    …tujuan saya hanya satu, hanya sekedar sharing.
    Tapi coba anda perhatikan komentar orang lain..
    Ada yg menafsirkan kl tulisan saya memojokkan kelompok tertentu.. dan akhirnya minta ma’af karena dia tidak mengikuti tujuan awal maksud dari penulisan saya..

    Jadi menurut saya kita harus tau tujuan awal dibentuknya Alkitab dan bagaimana memahami Alkitab sejak pertama kali ditulis oleh penulis-penulis Alkitab, sekarang bukan waktunya mencari-cari celah untuk membenarkan persepsi kita masing-masing..

    nb : Untuk 2 point diatas tolong ditanggapi juga..

    terimakasih

    Step | Dec 18, 2007 | Reply

  49. Pak Catur,
    tentang Yahweh atau yeh-ho-vaw, saya sudah tanyakan ke guru bahasa Ibrani saya, katanya masing-masing punya argumentasi yang kuat,
    jadi saya kira kita tidak dapat mengklaim mana yang paling benar…

    Pak Step,
    1. silakan Anda baca dulu tulisan Redefinisi_dan_Rekonsepsi_Nama_Allah.pdf, yang ada di halaman ini, disitu dijelaskan bahwa dalam PB berbahasa Ibrani ada kok nama YHWH…

    2.Yesus menyebut “BAPA”, apakah BAPA ini nama?
    kita dapat saja menyebut YHWH itu dengan sebutan BAPA, tetapi siapa “nama” BAPA itu? bukankah tetap YHWH?

    Persoalan disini adalah NAMA Tuhan, bukan Tuhan itu dipanggil dengan sebutan apa saja…

    Nama Anda tetap Step, sekalipun dipanggil “Mas”, “Bung”, “Bapak”, “Tuan”

    jadi disini tidak sedang dibahas mengenai “esensi” Tuhan, tetapi “nama” Tuhan menurut Kitab Suci, dan sudah jelas dalam Yesaya 42:8, nama Tuhan adalah YHWH

    Silakan baca Kitab Wahyu 14:1, menurut Anda siapa nama Bapa-Nya? “Kurios”, “Adonai”, “Eloi” atau tetap “YHWH”?

    GKmin | Dec 19, 2007 | Reply

  50. Shalom Mas GK,

    silakan Anda baca dulu tulisan Redefinisi_dan_Rekonsepsi_Nama_Allah.pdf, yang ada di halaman ini, disitu dijelaskan bahwa dalam PB berbahasa Ibrani ada kok nama YHWH…

    Naskah Perjanjian Baru YANG PALING TUA tidak menggunakan bahasa Ibrani melainkan bahasa Yunani.

    Sedangkan Perjanjian Baru yang anda sebut itu merupakan HASIL TRANSLATE dari bahasa Yunani kedalam bahasa Ibrani. Semua kitab suci Perjanjian Baru di dunia berkiblat dari naskah-naskah Perjanjian Baru berbahasa YUNANI.

    Jadi naskah-naskah yg paling tua Perjanjian Baru, tidak pernah ada tertulis YAHWE, karena Perjanjian Baru tidak berasal dari bahasa Ibrani.

    Kalau boleh tau apa berdasarkan penjelasan ini artinya anda setuju kalau Yahwe itu hasil translate dari kata TUHAN?

    Terimakasih
    Step

    Step | Dec 19, 2007 | Reply

  51. (akhirnya ketemu lg sama thread ini)

    ….terus tanggapan Om Gk gimana nih ttg Perjanjian Baru yg ga menggunakan kata “Yahwe” dari naskah tertua yg dimiliki Kristen..

    Paulus itu SANGAT MENGERTI bahasa Ibrani dan Yunani loh…
    Dan dia menulis “nama Tuhan” bukan menggunakan kata Yahwe dalam surat berbahasa Yunani..

    Lalu Om Gk yg notabene orang Indonesia, kok mempermasalahkan ini ya??

    Anda mengerti bhs Ibrani? tidak!
    Anda mengerti bhs Yunani? tidak!

    Kalau gitu kenapa ga diserahkan aja sama yg benar2 ngerti bhs Yunani dan Ibrani pada jaman penulisan Alkitab?

    armageddon | Jan 4, 2008 | Reply

  52. Om.., seandainya Paulus (juga Yesus) saat itu “lantang” menggunakan nama Yahweh, kira-kira akan diterima atau ditolak oleh bangsa Israel?

    Saya kira akan ditolak mentah-mentah, karena bangsa Israel TIDAK BERANI memanggil nama Yahweh secara langsung, melainkan menggantinya dengan (misalnya) Adonai….
    Mereka akan dianggap “menghujat” (atau ‘kurang ajar’) kepada Tuhan Yahweh.

    Tetapi perlu diingat, bahwa jika saat itu Yesus (juga murid-muridNya dan Paulus) menyebut “Bapa”, (mereka semua tidak pernah menggunakan kata ‘Allah’) itu sudah jelas ‘tujuannya’ adalah Yahweh, bukan yang lain.

    Tetapi sekarang…Apakah jika saudara-saudara kita yang Muslim menyebut “ALLAH” itu ‘tujuannya’ Yahweh? Apakah mereka mengakui Yahweh? Tidak khan….?!!!

    Nah.., sekarang orang-orang Kristen (di Indonesia) menyebut Tuhan dengan “Tuhan Allah”, bagaimana seandainya itu ’salah sasaran’, ternyata yang mendengar doa-doa, pujian dan penyembahan adalah ‘ALLAH’-nya orang Muslim?

    Agar “tidak salah tujuan” maka tidak perlu digunakan kata “Allah”

    Atau Anda menganggap Allah-nya orang Muslim = Yahweh-nya orang Kristen?

    GK | Jan 5, 2008 | Reply

  53. Salam Pak GK……!!!!

    E….ketemu lagi….., Met Tahun baru 2008 ya….Kirannya di tahun 2008 ini kita semakin bertumbuh di dalam Dia (YHWH).
    Pak GK….koq guru bahasa Ibrani yang Pak GK kontak bisa menafsirkan (menyamakan) YHWH dengan Yahweh ya….??? Apa hal inipun sebenarnya juga merupakan sebuah “pembelokan”. Jadi guru itu menurut saya sudah ‘membelokkan” nama YHWH dengan Yahweh. Mengapa Pak GK masih terus menyebut Yahweh…..??? Apakah TUHAN tidak tersinggung nantinya….??? Bukankah lebih baik ialah Yeh-ho-vaw (mendekati pengucapan). Jangan dijawab Yahweh lebih baik daripada Allah lho….!!! Dua-duanya mungkin bisa salah ( kalau saklek ). Pak GK masih belum nanya TUHAN secara pribadi tho….??? Bagaimana Bapak bisa yakin kalau DIA akan tersinggung kalau tidak dipanggil dengan nama Yahweh….??? Bagaimana hubungan pribadi Bapak dengan YHWH….?? Silahkan belajar “bercakap-cakap” dengan YHWH, supaya bisa mendengar langsung tanggapan dari Dia.

    Salam Pak GK
    Catur

    catur | Jan 6, 2008 | Reply

  54. Setahu saya allahnya orang muslim = allahnya orang kristen. Koq bisa…..???
    Persamannya ada pada sebagai berikut :
    1. Sama-sama Allah yang menciptakan langit & bumi.
    2. Allah yang disembah oleh Abraham (bapa orang beriman).
    3. Dan masih banyak lagi persamaannya (tertulis di Al Quran & Alkitab)

    catur | Jan 6, 2008 | Reply

  55. Tuhan Islam=Tuhan Kristen? itu ANGGAPAN Pak Catur khan? apakah ada dasar Firman Tuhannya?

    silakan baca di http://gkmin.net/?p=46

    YHWH=Yahweh?/ Ye-ho-vaw?
    masing2 ada alasannya Pak,
    Kalau Ye ho vaw, dari mana kata “ho”? katanya itu kalau huruf hurut YHWH itu diberi tanda masoretik, padahal, penulisan YHWH itu dalam Kitab berbahasa Ibrani, hurufnya “gundul”, tanpa tanda masoretik, sehingga lebih tepat dibaca Yahweh.
    tapi itu pendapat lho Pak, silakan kalau ada yang berpendapat lain,
    (he he he… tapi Yahweh bukan Allah khan? Abraham, Musa menyembah Yahweh Pak, bukan menyembah Allah….)

    Pak, kalau “allah”nya (maksud Anda “Tuhan”-nya) orang Muslim sama dengan Tuhan-nya orang Kristen, apakah itu berarti orang Kristen tidak perlu memberitakan Injil kepada orang Muslim? Toh Tuhannya sama, trus untuk apa orang Kristen perlu memberitakan Tuhan yang sama?
    Justru orang Kristen lebih susah ketemu Tuhan, karena harus lewat Yesus, sedangkan orang Muslim bisa langsung tanpa harus via Yesus.

    GK | Jan 7, 2008 | Reply

  56. Om.., seandainya Paulus (juga Yesus) saat itu “lantang” menggunakan nama Yahweh, kira-kira akan diterima atau ditolak oleh bangsa Israel?

    Saya kira akan ditolak mentah-mentah, karena bangsa Israel TIDAK BERANI memanggil nama Yahweh secara langsung, melainkan menggantinya dengan (misalnya) Adonai….
    Mereka akan dianggap “menghujat” (atau ‘kurang ajar’) kepada Tuhan Yahweh.

    Ooo jadi menurut anda (lagi-lagi tafsiran anda), Paulus, Matius, Lukas, Yohanes, dsb sengaja menyembunyikan nama Tuhan.

    Bagus tuh, Om…
    Tapi anda bicara atas dasar apa?
    Adakah ayat yang mengatakan : “boleh berbohong demi kebaikan?”

    Namanya bohong itu, ya DOSA, Om..
    Justru Para Rasul itu dibunuh karena mereka menyampaiakan “KEBENARAN”.
    Kalau mereka bohong (untuk cari muka, dsb spt yg anda pikirkan), pasti mereka ga akan mati semua pada saat itu..

    Gimana nih, menurut Om?

    armageddon | Jan 7, 2008 | Reply

  57. cerita lagi, Om..
    Paulus itu akhirnya mati dan kepalanya dipenggal..

    Om, kalau anda Yahudi memang sudah benar kalau harus mengagungkan nama Yahwe. Tapi ini Kristen bukan Yahudi.

    Bukan sekedar “Yahwe” lalu masuk Surga..

    GBU
    bobo dulu akh..

    armageddon | Jan 7, 2008 | Reply

  58. Tuhan Islam = Tuhan Kristen, apakah ada dasar Firmannya…?
    O….banyak Pak. Kalau Pak GK membaca kisah di Alquran & Alkitab ada banyak kesamaannya. Bukankah Islam & Kristen diawali dari satu nenek moyang…? Yaitu Abraham.
    Ada beberapa nabi yang diakui oleh Islam & Kristen (Adam, Musa, Isa, Sulaiman, Daud, dll). Tuhan yang disembah para nabi itu sama khan….?? Berarti Tuhannya ya sama.

    Untuk pengabaran Injil kepada orang muslim Pak GK juga salah tafsir lagi. Pekabaran Injil yang dimaksud ialah “karya penyelamatan” Yesus Kristus. Ini yang orang muslim perlu diberikan kabar. Kalau Roh Kudus & Allah Bapa mereka sama dengan kita. Kalau Anak Allah mereka masih belum terima walaupun di Alquran disebutkan bahwa Isa ialah “jalan hidup”.
    Saya jadi heran nih….Pak GK bisa ndak tahu. Atau mungkin memang ndak mau tahu….., lebih bahaya lagi kalau seandainya memiliki motivasi yang menyesatkan. semoga aja tidak, dan tetap cinta kebenaran.

    Untuk tulisan YHWH koq dibaca Yeh-ho-vaw…??
    Pak GK masih belum mudheng dengan penulisan saya di awal-awal. Yeh-ho-vaw bukanlah penulisan Pak…., melainkan pengucapan. Tidak percaya….?? Silahkan sodorkan tulisan YHWH dan suruh orang Ibrani membacanya. Mereka akan mengucapkan Yeh-ho-vaw bukannya Yahweh. Begitu lho Pak….Coba Bapak ngomong kepada mereka Yahweh…., apa mereka mudheng siapa itu Yahweh. Tapi kalau Bapak ngomong sama mereka Yeh-ho-vaw mereka akan tahu bahwa itu ialah Pribadi TUHAN. Jelas Pak……

    Kata siapa untuk ketemu Tuhan harus lewat Yesus….??? Heran saya dengan Anda…..
    Tuhan Yesus sendiri mengajarkan untuk berdoa Bapa kami yang di sorga. Dia tidak mengajarkan mintalah kepadaku dan aku akan memintakan kepada Bapa. Dia mengajarkan untuk kita langsung berdoa kepada Allah Bapa. Langsung bukan…..??

    catur | Jan 7, 2008 | Reply

  59. Kata siapa untuk ketemu Tuhan harus lewat Yesus….??? Heran saya dengan Anda…..

    jelas itu “kata” Kitab Suci
    “… Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku….” (Yoh.14:6)

    Masih heran dengan saya, atau heran karena Kitab Suci saya mengatakan demikian? Kitab Suci Anda seperti apa tho????

    GK | Jan 8, 2008 | Reply

  60. Kalau Roh Kudus & Allah Bapa mereka sama dengan kita

    hah… sejak kapan orang Muslim menerima “konsep” Roh Kudus & Allah Bapa?
    jangan mengarang Pak…
    Al-Quran jelas menyebutkan Allah itu DZAT (bukan Roh)
    Baca Al-Quran-nya teliti Pak…apa ada yang menyebut bahwa Allah itu Roh (Kudus)…
    (saya harap Anda punya Quran)
    –jadi kalau misalnya Anda menemukan orang Muslim yang menerima konsep Roh Kudus dan Allah Bapa, itu bukan berdasar Quran Pak…,
    jadi tidak dapat mewakili orang Muslim.

    GK | Jan 8, 2008 | Reply

  61. Nah, ini lagi. GK ini memang goblok setengah mati… Ha..ha..ha.. Kata YAHWEH aja bingung ngertinya.

    Yang benar tuh YHVH, GK goblok… Ha..ha..ha.. Orang Israel menyebutnya Adonai (diterjemahkan Inggris sebagai Lord dan Indonesia sebagai Tuan atau Tuhan). Jadi jangan dicampur aduk pengertian Allah dan Tuhan, GK goblok… Ha..ha..ha..

    Orang kayak GK ini pasti kagak tahu untuk apa dia dilahirkan ke dunia ini… Ha..ha..ha..

    Ben | Jan 8, 2008 | Reply

  62. Salam……

    Kebetulan saya pernah buka-buka Quran, saya dapati Roh Kudus disana. Tertulis juga Isa dikandungkan oleh Roh Kudus. Tertulis juga Isa ialah Firman Allah (kalimatulah). Jadi secara samar sebenarnya di Quran sendiri sudah tersirat adanya Trinitas. Saya tidak ngarang Pak…..

    Dzat itu apa tho Pak…..???
    Apakah bahasa Arab mengenal kata Roh….??
    Kata Roh yang tertulis di Alkitab bahasa aslinya maknanya apa ya….??
    Hampir sama dengan makna Dzat apa tidak ya….??? Kalo hampis sama ya secara samar bisa diartikan sama.

    Orang muslim sendiri sebenarnya didalam menafsirkan Quran bisa memiliki penafsiran / konsep yang berbeda-beda. Tetapi sayang keberbedaan penafsiran itu di Indonesia masih dianggap sesuatu yang tabu, sehingga polisi ikutan ngurusi soal agama. Yang berbeda penafsiran ditangkap dan dihukum. tetapi benarkah hal demikian di mata TUHAN….??
    Apakah kebenaran penafsiran mereka mutlak di tangan MUI…?? MUI tidak pernah salah…??
    Wallahuallam (hanya TUHAN yang tahu)

    Begitu Pak GK….??

    Salam

    catur | Jan 8, 2008 | Reply

  63. Justru orang Kristen lebih susah ketemu Tuhan, karena harus lewat Yesus, sedangkan orang Muslim bisa langsung tanpa harus via Yesus.

    Maksud Pak GK apa ya…?? Hal keselamatan…atau semua hal (termasuk doa sekalipun). Kalau hal keselamatan memang Yesus ialah Domba Penebusan itu. Tetapi kalau hal doa setahu saya bisa langsung kita berdoa kepada Allah Bapa.

    Untuk keselamatan via Yesus justru lebih mudah bagi orang Kristen karena memiliki “sarana penebusan”. Bagi orang Muslim justru lebih sulit karena “tidak memiliki sarana penebusan”.

    Begitu Pak/Mas/Mbak/Om GK….!!

    catur | Jan 8, 2008 | Reply

  64. Salam Pak GK…..

    Mengapa para Ahli Taurat pada waktu Yesus hidup dikecam oleh Yesus…??? Padahal mereka sangat memegang ajaran-ajaran yang sifatnya “lahiriah”.

    Jawabannya ialah karena hati mereka jauh dari TUHAN.
    Mereka tidak memandang TUHAN apalagi mendengarkan Suara TUHAN.

    Bagaimana Pak GK…., dengan beberapa pertanyaan saya sebelumnya yang belum Anda jawab. Apakah Anda sudah bertanya secara pribadi hal “Yahweh”…?? kepada TUHAN…?? Apa jawaban TUHAN…kepada Anda secara pribadi…??
    Mohon jawabannya.

    Terima kasih

    salam kasih
    catur

    catur | Jan 8, 2008 | Reply

  65. Thanx, ada Pak Catur yang mau jelasin semuanya sama Om Gk.
    Saya setuju dengan Pak Catur, Allah yang disembah Abraham sama dengan Allah yang disembah Kristen dan Islam.

    Tapi pemahaman “Allah” disini bukan nama secara harafiah.. Melainkan makna ke-Illahian Tuhan.

    Benar Pak Catur, ahli-ahli Taurat itu selalu membandingkan kitab yang mereka pegang dengan perilaku masyarakatnya. Yang melenceng langsung dirajam, dsb..

    Padahal hati mereka jauh dari Tuhan (munafik).

    http://www.speedytown.com/forum/garamdunia/

    armageddon | Jan 8, 2008 | Reply

  66. Pak Ben,
    Yang benar tuh YHVH, GK goblok… Ha..ha..ha.. Orang Israel menyebutnya Adonai (diterjemahkan Inggris sebagai Lord dan Indonesia sebagai Tuan atau Tuhan). Jadi jangan dicampur aduk pengertian Allah dan Tuhan, GK goblok… Ha..ha..ha..
    Orang kayak GK ini pasti kagak tahu untuk apa dia dilahirkan ke dunia ini… Ha..ha..ha..

    Pak Ben..Pak Ben… YHVH dari mana?
    dari mana huruf V -nya?
    Pak Ben tahu nggak “V” di Ibrani itu dari huruf apa? Belajar dulu Pak….

    yang betul YHWH (Yod He Waw He), kalau tulisannya “gundul” dibaca YAHWEH, tapi kalau tulisan YHWH diberi tanda masoretik, membacanya bukan YAHWEH, tetapi Ye-ho-vaw

    Sak goblok-goblok-e saya, justru saya tidak mencampur aduk pengertian Allah dan Tuhan,
    yang mencampuradukkan adalah kebanyakan orang Kristen, Allah = Tuhan, Tuhan = Allah,
    Mbok coba tanya sama orang Islam, bagaimana pengertian mereka tentang Allah

    Oh ya Pak Ben, silakan baca tulisan Pak Yakub di harian Wawasan, kemarin

    Kata ‘Allah’ hanya milik Islam
    (Tanggapan atas tulisan ‘Tuhan ada di mana-mana’)
    http://www.wawasandigital.com/index.php?option=com_content&task=view&id=16325&Itemid=62

    atau Pak Ben juga mau “mengoblok-goblok-kan” Pak Yakub?

    Mungkin saya dilahirkan untuk menegur “kesombongan” Anda, supaya Anda tidak gampang menganggap orang lain goblok…

    maaf Pak Ben, mohon jangan berkata-kata kasar di website ini…,mari kalau mau berargumentasi, tetapi jangan asal, dasarkan argumentasi Anda pada Kitab Suci. (kalau Anda percaya pada Kitab Suci — kalau Anda tidak percaya pada Kitab Suci, mungkin website ini bukan untuk Anda)

    GK | Jan 9, 2008 | Reply

  67. armegeddon:
    Om, kalau anda Yahudi memang sudah benar kalau harus mengagungkan nama Yahwe. Tapi ini Kristen bukan Yahudi.

    Bung, saya yakin Anda tahu hubungan Kristen dan Yahudi.
    Kekristenan tidak berdiri sendiri lepas dari Yahudi, bahkan Yesus sendiri yang mengatakan, bahwa keselamatan datang dari bangsa Yahudi

    Kamu menyembah apa yang tidak kamu kenal, kami menyembah apa yang kami kenal, sebab keselamatan datang dari bangsa Yahudi.
    Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian (Yohanes 4:22-23),

    Itulah perlunya kembali ke “AKAR” IBRANI, (dan tidak melulu berkiblat ke Roma) karena sejarah penyelamatan manusia dimulai dari bangsa Yahudi, ini perlu diakui. Jadi aneh jika sudah menjadi Kristen kemudian mengabaikan Yahudi, malah mengagung-agungkan Roma dengan segala doktrin dan dogmanya.

    Ingat juga Bung, tentang “perumpamaan pohon zaitun” (Roma 11:17, dst)
    Sebab jika kamu telah dipotong sebagai cabang dari pohon zaitun liar, dan bertentangan dengan keadaanmu itu kamu telah dicangkokkan pada pohon zaitun sejati, terlebih lagi mereka ini, yang menurut asal mereka akan dicangkokkan pada pohon zaitun mereka sendiri. (Roma 11:24)
    cat: dicangkokkan mestinya ditempelkan, lihat: http://gkmin.net/?p=13

    Apakah pengakuan kepada “BAPA” orang Yahudi (yaitu Yahweh) perlu berganti karena kita menjadi orang Kristen, bahkan di Indonesia banyak orang Kristen menyembah Allah (Allah Bapa)?

    Bung,menurut saya “kesalahan” sebagian rekan-rekan Kristen adalah, tidak mau tahu apa yang diajarkan Yesus. Yesus mengajarkan (tentang) Bapa, dan khususnya tentang Kerajaan Sorga, tetapi orang-orang Kristen mengajarkan tentang Yesus, sehingga antara lain muncul aliran “Jesus Only”, yang menyatakan bahwa cukup menyembah Yesus, tidak perlu Yahweh, (apalagi Allah).
    Padahal, mestinya, jika mengaku mengenal Yesus, ya (Yesus akan memberitahukan kepadanya untuk) mengenal Bapa (Yahweh)

    Lukas 10:22,
    Semua telah diserahkan kepada-Ku oleh Bapa-Ku dan tidak ada seorang pun yang tahu siapakah Anak selain Bapa, dan siapakah Bapa selain Anak dan orang yang kepadanya Anak itu berkenan menyatakan hal itu.

    Jadi, sesungguhnya sangat aneh jika orang Kristen mengaku mengenal (dan menyembah Yesus) tetapi tidak mau “kenal”, tidak mau tahu, pada Bapa Yahweh. Bahkan NAMA Bapa-Nya saja diabaikan, — “YAHWEH” (oleh LAI) diganti “TUHAN” dan “ALLAH” — disamaratakan (dianggap sama) dengan nama “Allah”, yang adalah Tuhan bagi (Nabi) Mohammad dan pengikut-pengikutnya.

    Seandainya LAI menterjemahkan El, Eloah, Elohim, dengan Tuhan, dan tetap mempertahankan kata Yahweh, apakah Anda akan mengenal Allah? Saya kira tidak, dan orang Kristen (yang bukan Yahudi)-pun tetap mengenal nama Yahweh,
    Jadi tidak ada alasan bagi kita yang bukan Yahudi, mengabaikan nama Yahweh, sebab Tuhan tetap sama, dari dulu sampai sekarang. Tuhan Yahudi itulah yang juga menjadi Tuhan bagi orang Kristen sekarang.

    … tetapi Engkau tetap sama, dan tahun-tahun-Mu tidak berkesudahan. (Mazmur 102:28)

    Dengarkanlah Aku, hai Yakub, dan engkau Israel yang Kupanggil! Akulah yang tetap sama, Akulah yang terdahulu, Akulah juga yang terkemudian! (Yesaya 48:12)

    seperti jubah akan Engkau gulungkan mereka, dan seperti persalinan mereka akan diubah, tetapi Engkau tetap sama, dan tahun-tahun-Mu tidak berkesudahan.( Ibrani 1:12)

    Yesus Kristus tetap sama, baik kemarin maupun hari ini dan sampai selama-lamanya.( Ibrani 13:8)

    Sejak kapan Tuhan “YHWH” ganti nama? (menjadi Tuhan “TUHAN” atau Tuhan “ALLAH”)?
    Sejak Anda menjadi Kristen? he he he…

    Ya silakan kalau Anda akan menjadi orang Kristen yang “model” begitu, tetapi saya (dan banyak orang yang lain) memilih menjadi Kristen yang mengakui Bapa Yahweh yang terwujud dalam diri Tuhan Yeshua Ha Masiach (Yesus Kristus)

    Kami BUKAN Saksi Yehova yang tidak mengakui Yesus sebagai Tuhan, kami juga bukan “Jesus Only” yang tidak mengakui Yahweh. Kami mengakui Yahweh sekaligus Yesus, dan kami tetap menyebut nya Bapa Yahweh, bukan Allah Bapa, tetap menyebut Tuhan Yahweh, bukan Tuhan Allah.

    ….YAHWEH Elohim nenek moyangmu, Elohim Abraham, Elohim Ishkak dan Elohim Yakub, telah mengutus aku kepadamu: itulah nama-Ku untuk selama-lamanya dan itulah sebutan-Ku turun-temurun. Keluaran 3:15

    GK | Jan 9, 2008 | Reply

  68. Om, saya jarang sekali memakai ayat-ayat Alkitab, karena saya sangat berhati-hati menjelaskan dan menggunakan setiap ayat Alkitab. Tapi lain halnya dengan anda.
    Om, selalu memakai ayat-ayat Alkitab lalu menjabarkannya sesuka hati anda atau sekedar kena aja..

    Kristen (dan Gereja) itu sudah melalui ribuan tahun. Selama ribuan tahun itu Gereja masih eksis sampai sekarang. Tidak dipungkiri, adanya Kristen Protestan itu karena adanya Gereja-Gereja Katolik.
    Sebelum ada Gereja, ibadah Kristen (pengikut Kristus) dipimpin langsung oleh Para Rasul.
    Jadi Gereja memegang kendali bagaimana konsep awal yang telah didirikan Para Rasul.

    Kenapa tidak berkiblat ke Roma?
    Ini bukan masalah berkiblat ke Roma atau tidak.
    Tidak ada yg salah dengan Roma maupun Katolik.
    Yang salah itu selalu “cara berfikir” manusia.

    Apa menurut anda Gereja di Roma itu tidak berkiblat dari Gereja-Gereja awal di Israel?!
    Hmmm… darimana anda tau?

    Ingat loh.. Paulus tidak pernah menulis ‘YAHWE’ . Itu karena Paulus tidak pernah mengartikan YAHWE itu secara harafiah.. Dan Paulus akhirnya meninggal di tepian (sedikit keluar) kota Roma.

    Ingat diskusi awal kita, menurut anda ‘nama’ tidak bisa diterjemahkan, tapi kenapa Paulus bisa menterjemahkan kata ‘Yahwe’ kedalam Yunani dengan kalimat lain? (silahkan anda tafsir-tafsir lagi, Om. Paling nanti saya komentari dengan alasan logis saya..)

    Jadi tidak ada alasan bagi kita yang bukan Yahudi, mengabaikan nama Yahweh, sebab Tuhan tetap sama, dari dulu sampai sekarang. Tuhan Yahudi itulah yang juga menjadi Tuhan bagi orang Kristen sekarang.
    Tidak.. tidak.. akar Ibrani tetap jadi dasar pemahaman Alkitab..
    JUSTRU KARENA MENJADI DASAR ITULAH, ANDA TIDAK BISA MENAFSIRKAN SEMBARANGAN!!

    Matius, Markus, Lukas, Yohanes, Paulus dan beberapa murid Yesus lainnya adalah bangsa YAHUDI. Dan IBRANI (aramic) adalah bahasa sehari-hari yg digunakan bangsa Yahudi.

    TAPI PENULIS INJIL MENTERJEMAHKAN YAHWE MENJADI KATA LAIN YANG SEDERAJAD..

    Sudah-kah anda sadar, Om????

    Ingat akar kata Yahudi, maka ingat juga bangsa apa penulis surat-surat dan pemberi kesaksian di Injil itu!!

    (Coba jng selalu memberi argumen yg hanya menguntungkan posisi anda, tp di lain sisi anda menutup mata mengenai hal yg menjatuhkan tafsiran anda sendiri)

    GBU Om..

    armageddon | Jan 9, 2008 | Reply

  69. Pak Catur,
    masalah YAHWEH atau Ye-ho-vaw, saya tidak hendak membahasnya disini

    silakan cari di google “YHWH pronunciation”
    cari di google “YAHWEH”
    cari di google “YE-HO-VAW” atau “YEHOVAW”

    atau cek di wikipedia, disitu ditulis YAHWEH
    http://en.wikipedia.org/wiki/Yahweh
    kalau tidak setuju ya silakan tulis komentar di Wikipedia

    silakan ambil kesimpulan sendiri

    Bung Armageddon,
    menyebut YAHWEH dengan El, Eloah, Elohim, Adonai, Kurios, dll, itu BUKAN NAMA, tetapi sebutan, seperti halnya Yesus menyebut Bapa, atau kita menyebut “Tuhan”,

    (Disini topiknya adalah NAMA TUHAN, bukan SEBUTAN TUHAN)

    tetapi bagaimana dengan ALLAH?
    Apakah ALLAH berakar dari Yahudi?
    silakan baca dulu tulisan Pak Yakub
    http://www.wawasandigital.com/index.php?option=com_content&task=view&id=16325&Itemid=62

    TAPI PENULIS INJIL MENTERJEMAHKAN YAHWE MENJADI KATA LAIN YANG SEDERAJAD..

    bukan menterjemahkan Om…. tetapi menyebut Tuhan Semesta Alam (Yahweh) dengan kata lain, misalnya Kurios… itu bukan terjemahan nama YAHWEH, tetapi SEBUTAN yang menunjuk pada YAHWEH

    kalau menterjemahkan itu kata aslinya YAHWEH diganti dengan kata lain. Misalnya LAI, jelas-jelas dalam Kitab berbahasa Ibrani tertulis YHWH, diterjemahkan menjadi TUHAN

    Lho… saya tidak mempermasalahkan SEBUTAN untuk YAHWEH itu, silakan pakai Bapa, Tuhan, tetapi apakah ALLAH bisa disederajadkan dengan YAHWEH?
    silakan baca tulisan Pak Yakub
    http://www.wawasandigital.com/index.php?option=com_content&task=view&id=16325&Itemid=62

    atau kalau saya Anda anggap MENAFSIRKAN SEMBARANGAN, silakan diskusi langsung sama Pak Yakub, beliau adalah seorang Pendeta yang sudah lama “bergulat” dengan masalah NAMA TUHAN ini.
    nih saya kasih emailnya Pak Yakub: yakub@indo.net.id
    silakan berdiskusi dengan Beliau, saya kira beliau akan bersedia melayani Anda…

    GK | Jan 9, 2008 | Reply

  70. Salam…..

    Pak GK masih tetap belum menjawab pertanyaan mendasar saya. ” Apakah Bapak sudah bertanya secara pribadi kepada TUHAN….? ” Apakah TUHAN marah kalau tidak dipanggil YAHWEH….???
    Saya tunggu jawaban Bapak…..dari jawaban Suara TUHAN kepada Bapak.
    Terima kasih

    Salam
    Catur

    catur | Jan 11, 2008 | Reply

  71. Saya yakin Tuhan tidak akan marah kalau saya menyebutnya dengan Allah Bapa. Tuhan itu tidak membutuhkan nama wong dia itu satu-satunya, tidak ada yang lain. Manusia memang membutuhkan nama karena ada banyak manusia sehingga setiap manusia perlu diberikan nama. Tetapi Tuhan itu hanya satu jadi tidak perlu nama. Allah bagi saya bukan nama tetapi sebutan untuk pencipta langit dan bumi. Kita menyebutnya Allah atau Tuhan, Orang ingris menyebutnya God atau Lord. Ada yang jauh lebih penting daripada itu, seperti mengerjakan apa yang harus kita kerjakan untuk memberitakan injil seperti Paulus membertakan injil, mengasihi sesama manusia seperti Yesus mengasihi sesama manusia.

    adi | Jan 11, 2008 | Reply

  72. Pak Catur:
    wah.. hingga saat ini tidak secara audible Tuhan berbicara, tetapi setelah beberapa waktu saya ‘bingung’ menjawab Pak Catur, kemarin saya dapat “ide” untuk googling di internet, dengan kata kunci:
    “YHWH pronunciation”
    “YAHWEH”
    “YE-HO-VAW”
    “YEHOVAW”
    dan saya cek di Wikipedia
    http://en.wikipedia.org/wiki/Yahweh
    ternyata LEBIH BANYAK yang pakai YAHWEH, dibandingkan Ye-ho-vaw,

    ya sementara itu jawaban saya.

    Pak Adi,
    Saya yakin Tuhan tidak akan marah kalau saya menyebutnya dengan Allah Bapa.

    Apa dasar keyakinan Anda? Mengira?
    Silakan baca Kitab Keluaran 20:7 / Ulangan 5:11 “Jangan menyebut nama YAHWEH, Elohim-mu, dengan sembarangan, sebab YAHWEH akan memandang bersalah orang yang menyebut nama-Nya dengan sembarangan.”

    Tuhan itu tidak membutuhkan nama wong dia itu satu-satunya, tidak ada yang lain

    Apa dasar pendapat Anda?
    Menurut Kitab Suci, YAHWEH adalah nama Tuhan

    Keluaran 3:15 Selanjutnya berfirmanlah Elohim kepada Musa: “Beginilah kaukatakan kepada orang Israel: YAHWEH, Elohim nenek moyangmu, Elohim Abraham, Elohim Ishak dan Elohim Yakub, telah mengutus aku kepadamu: itulah nama-Ku untuk selama-lamanya dan itulah sebutan-Ku turun-temurun

    Oh ya…, menurut Kitab Suci juga, ada banyak Tuhan (Elohim), tetapi hanya YAHWEH pencipta langit

    I Tawarikh 16:26 Sebab segala Elohim bangsa-bangsa adalah berhala, tetapi YAHWEH-lah yang menjadikan langit.

    (ya itu… seandainya Anda lebih percaya pada Kitab Suci dari pada pengertian sendiri)

    Silakan baca tulisan “Siapa yang Anda Sembah?” yang secara singkat membahas kata “Allah” di dalam Alkitab terbitan LAI, di http://gkmin.net/?p=52
    juga tulisan Pak Yakub tentang “Allah” di http://gkmin.net/?p=50

    Ada yang jauh lebih penting daripada itu, seperti mengerjakan apa yang harus kita kerjakan untuk memberitakan injil seperti Paulus membertakan injil, mengasihi sesama manusia seperti Yesus mengasihi sesama manusia.

    Setuju, coba Anda baca tulisan saya di http://gkmin.net/?page_id=51
    Terima kasih

    GK | Jan 12, 2008 | Reply

  73. Om Gk sudah saya bilang anda jangan mengartikan ayat-ayat Alkitab seenak udel anda…

    keluaran 3:15 itu mau anda hubungkan dengan nama Yahwe???

    Kok seenak udel anda sendiri sih, Om??
    ===
    Untu Om GK,
    saya ga ngerti yg dibingungin itu apa..
    Orang Kristen di Timur Tengah aja kok ga bingung..

    Sekarang coba disebutkan, negara mana aja yg MENGGUNAKAN KATA YAHWE dalam Alkitab?

    ditunggu jawabannya ya, Om GK!!

    armageddon | Jan 12, 2008 | Reply

  74. Salam Pak GK……

    Terima kasih atas keterusterangan Anda ( bingung menjawab pertanyaan saya ). Disini saya sudah menangkap bahwa Anda memang belum bertanya secara pribadi dan menjawab jawaban dari YHWH secara pribadi pula. Suara YHWH tidak harus audible Pak. DIA bisa bersuara dengan berbagai cara.
    Saya akan coba menyelidiki tulisan di wikipedia tersebut.
    ===
    Salam

    Eh…numpang nanya Pak GK….
    YHWH lebih suka dipanggil Yahweh atau Jehova…???
    Maaf ini bukan bercanda…, tapi saya yakin kalo kita belum nanya sendiri sama Beliau sebenarnya kita sedang mengutak-atik sendiri. Padahal Beliaunya belum tentu demikian.
    Kalau jawabannya TUHAN sama-sama tidak tersinggung dipanggil Yahweh atau Jehova saya bisa beranggapan jawaban itu salah ( kalo mau saklek ). Mengapa….?? Saya punya analoginya.
    Tapi saya pingin jawaban dari Anda dulu…., jawab ya Pak…???

    Salam
    catur

    catur | Jan 12, 2008 | Reply

  75. Om, armageddon,
    keluaran 3:15 itu mau anda hubungkan dengan nama Yahwe???

    apa nggak boleh saya menghubungkan dengan (nama) Yahweh?

    jelas di ayat itu ditulis, YAHWEH……….. …. itulah nama-Ku untuk selama-lamanya dan itulah sebutan-Ku turun-temurun”

    trus menurut Anda, harus dihubungkan dengan apa?

    jangan cuma ‘menyalahkan’, tolong beri solusi…

    Sekarang coba disebutkan, negara mana aja yg MENGGUNAKAN KATA YAHWE dalam Alkitab?

    saya tidak tahu negara mana saja, tetapi setahu saya, ada Bible King James, yang LORD dan GOD-nya dikembalikan ke Yahweh dan Elohim,
    silakan lihat, misalnya di:
    http://lookhigher.net/englishbibles/kingjamesversionhebrewnamesedition/

    artinya, kalaupun belum semua orang Kristen di negera tertentu menggunakan Yahweh, ada sebagian orang Kristen di berbagai negara yang menggunakannnya.

    Pak Catur,
    Yahweh dan Yehovaw, itu khan pendapat, yang masing-masing pada argumentasi-nya…
    Kalau Pak Catur pilih Yehovaw, dengan argumentasi yang kuat, ya silakan…
    Saya pilih Yahweh, karena juga ada argumentasinya, antara lain, ya.. silakan cek di internet sendiri, saya tidak perlu menjelaskan ulang. silakan di google “YHWH pronunciation”.

    sudah ke Wikipedia? bagaimana hasilnya?
    (atau mungkin Anda akan menulis di Wiki tentang Ye-ho-vaw?

    GK | Jan 14, 2008 | Reply

  76. Pak Catur,
    Yahweh atau Ye-ho-vaw,
    bukankah itu sama pada persoalan apakah Jesus/Yesus/Yeshua/Yahshua/Yahoshua dll…
    masing-masing ada argumentasinya…

    ada beberapa hal dimana kita sebagai manusia yang terbatas, tidak bisa sampai mengetahui yang “asal-i”, (seperti yang ingin dicapai ketika kita belajar filsafat parentialism)
    yang bisa kita perbandingkan untuk “menemukan kebenaran” adalah sampai dimana argumentasi kita “mentok”, jika baru “sebentar saja/pendek” sudah mentok, dan ada argumentasi lain yang bisa “lebih panjang”, ya mestinya kita mengikuti konsep yang argumentasinya lebih meyakinkan.
    tetapi kebenaran itu sendiri bagaimana, justru itulah yang sedang kita cari bersama-sama sebagai manusia.
    manusia itu bukan kebenaran tetapi pencari kebenaran,

    YHWH.. apakah “bunyinya” Yahweh atau Ye-ho-vaw?
    (mungkin tidak terlalu masalah, dibandingkan jika YHWH itu menjadi “berbunyi” Allah, khan?)

    GK | Jan 14, 2008 | Reply

  77. Salam Pak GK…..!!!

    ada beberapa hal dimana kita sebagai manusia yang terbatas, tidak bisa sampai mengetahui yang “asal-i”, (seperti yang ingin dicapai ketika kita belajar filsafat parentialism)
    yang bisa kita perbandingkan untuk “menemukan kebenaran” adalah sampai dimana argumentasi kita “mentok”, jika baru “sebentar saja/pendek” sudah mentok, dan ada argumentasi lain yang bisa “lebih panjang”, ya mestinya kita mengikuti konsep yang argumentasinya lebih meyakinkan.
    tetapi kebenaran itu sendiri bagaimana, justru itulah yang sedang kita cari bersama-sama sebagai manusia.
    manusia itu bukan kebenaran tetapi pencari kebenaran.

    Itulah Pak GK….., apalagi kalo menyangkut TUHAN. Makanya berkali-kali saya katakan “sudahkah bertanya secara pribadi dengan TUHAN…??” dan itulah yang belum Pak GK jawab juga sampai dengan saat ini. Apakah kita sebagai manusia telah merasa cukup mumpuni dengan argumentasi-argumentasi kita tanpa konfirmasi dengan DIA…??? Siapakah kita….?? Apalagi kalo menyangkut hal-hal yang sedikit rumit. Mengapa Anda koq belum bertanya kepada DIA…??? Anda mengandalkan argumentasi manusia dalam menafsirkan Logos….??
    HEBAT….!!

    Salam

    catur | Jan 14, 2008 | Reply

  78. trus menurut Anda, harus dihubungkan dengan apa?
    mau dihubungkan dengan apalagi kalau bukan dengan Tuhan?
    Yahwe di ayat itukan bermakna “Tuhan” (sesembahan).
    jangan cuma ‘menyalahkan’, tolong beri solusi…
    Saya sudah memberikan anda solusi. Anda mau terima atau tolak adalah hak anda, Om..

    saya tidak tahu negara mana saja, tetapi setahu saya, ada Bible King James, yang LORD dan GOD-nya dikembalikan ke Yahweh dan Elohim,
    silakan lihat, misalnya di:
    http://lookhigher.net/englishbibles/kingjamesversionhebrewnamesedition/

    artinya, kalaupun belum semua orang Kristen di negera tertentu menggunakan Yahweh, ada sebagian orang Kristen di berbagai negara yang menggunakannnya.
    Om, Di dunia yang menggunakan kata “Yahwe” itu hanya segelintir.. Karena mereka berfikir dengan cara anda..
    Nah apa pemahaman anda lebih baik daripada orang2 yang tidak menggunakan kata “Yahwe” dalam terjemahaan Alkitab mereka? yg jumlahnya jauh lebih banyak??

    Jaman dulu yg saya tau tidak ada batasan antara ‘nama’ , ‘gelar’ , ’sebutan’ atau ‘julukan’.

    Jadi anda tidak perlu mempermasalahkan ‘nama’ Tuhan dan anda bandingkan dengan pemahaman nama anda atau nama saya..

    ..itulah nama-Ku untuk selama-lamanya dan itulah sebutan-Ku turun-temurun”
    pemahaman nama disini itu bermakna apa, Om?
    gelar, kedudukan, jabatan atau pemahaman nama seperti nama anda dan nama saya?

    kita bicara dalam pemahaman 3000-5000 thn yg lalu lowh, Om..

    Bagaimana memahami nama “Adam”?
    Coba, saya mau tau penjelasan anda..
    Saya mengambil contoh “Adam” karena masih dalam kurun waktu ribuan tahun yang lalu..

    Thanx..
    dan silahkan berfikir..

    armageddon | Jan 14, 2008 | Reply

  79. Om, Di dunia yang menggunakan kata “Yahwe” itu hanya segelintir.. Karena mereka berfikir dengan cara anda..

    he he he… jaman Yesus, juga hanya sedikit orang yang percaya bahwa Dia Mesias, bahkan sampai sekarang masih banyak orang Yahudi yang menantikan Mesias…
    siapa yang berpikir kalau Dia Mesias? ya orang2 yang mau berpikir… toh lama-lama makin banyak orang yang mau terima “kebenaran” itu….

    Jaman dulu yg saya tau tidak ada batasan antara ‘nama’ , ‘gelar’ , ’sebutan’ atau ‘julukan’.
    Jadi anda tidak perlu mempermasalahkan ‘nama’ Tuhan dan anda bandingkan dengan pemahaman nama anda atau nama saya..

    Oh ya…,
    lalu apa makna:
    El Shaddai,
    Jehova Rapha,
    Jehova Jireh,
    Jehova Nissi,
    Jehova Shalom,
    Terang Dunia,
    Roti Kehidupan,
    Air Hidup,
    Anak Manusia,
    Anak Daud,
    Sang Mesias,
    Sang Timur,
    Raja segala Raja,
    Penasihat Ajaib,
    Raja Damai,
    Jalan dan Kebenaran,
    Panji Keselamatan,
    Menara Perlingungan,
    Kota Benteng yang teguh,

    itu nama, gelar, sebutan, atau julukan?

    Bagaimana memahami nama “Adam”?

    menurut saya “Adam” adalah nama yang berarti “manusia”
    dan hingga kini orang di seluruh dunia tetap menyebut Adam.

    GK | Jan 15, 2008 | Reply

  80. Pak Catur,
    kita perlu mengakui bahwa Tuhan punya banyak cara untuk “menunjukkan diriNya”,

    Saya percaya bahwa Tuhan memelihara saya, dari sebuah kecelakaan yang saya alami ketika saya masih SMA, dimana secara ajaib saya tidak mengalami luka sedikitpun,
    Saya yakin pada Yesus, karena saya pernah punya pengalaman supranatural ditemuiNya
    Saya yakin bahwa roh jahat itu kalah dengan kuasa “nama Yesus” dari anak kecil yang kerasukan setan.
    Saya meninggalkan Allah, dari mempelajari Islam,
    Saya “mengenal” dunia roh, dari belajar dengan teman saya yang memiliki karunia mengusir setan..
    Saya yakin tentang “dosa warisan” dari anak saya yang berbohong ketika dia berumur 3,5 tahun, padahal tidak pernah diajari berbohong..
    Saya mengenal Yahweh, dari tulisan-tulisan teman-teman pengagung Yahweh…

    Kita khan dikaruniai panca indera untuk memahami hal2 fisik, otak untuk berpikir, hati untuk merasakan…

    Ingat: kasihilah Tuhan dengan jiwa, hati, dan akal budi. Apakah salah jika kita menggunakan akal budi kita, (itu perintah Tuhan lho….)

    Nah, saya dapat ide supaya Anda googling di Internet itu juga mungkin cara Tuhan untuk menjawab pertanyaan Anda.
    Apakah Anda juga sudah bertanya dan dijawab bahwa namaNya adalah Je-ho-vaw?

    GK | Jan 15, 2008 | Reply

  81. Salam…..

    Benar kita memang harus mengasihi DIA dengan akal juga, tapi banyak ayat yang juga menerangkan bahwa kita jangan hanya mengandalkan akal saja. Terlebih ialah iman dan visi dari TUHAN.

    Kalo saya memang belum bertanya kepada TUHAN karena memang belum ada kegerakan ke arah sana. Saya bertanya kepada Anda karena Anda sudah membuka website dan mengharuskan nama Yahweh. Kalo saya belum ada kegerakan untuk mengharuskan nama Yahweh.

    Salam
    ===
    menurut saya “Adam” adalah nama yang berarti “manusia”
    dan hingga kini orang di seluruh dunia tetap menyebut Adam.

    Itulah perbedaannya antara TUHAN dengan manusia. Kalau TUHAN marah tidak dipanggil dengan YHWH saya yakin, DIA sudah menurunkan azab sejak dulu (ketika manusia telah melupakan namaNya ) Mungkin seperti zaman air bah atau sodom gomora.

    catur | Jan 15, 2008 | Reply

  82. Itulah perbedaannya antara TUHAN dengan manusia. Kalau TUHAN marah tidak dipanggil dengan YHWH saya yakin, DIA sudah menurunkan azab sejak dulu (ketika manusia telah melupakan namaNya ) Mungkin seperti zaman air bah atau sodom gomora.

    kelihatannya saya pernah nulis:
    kalau setiap kali manusia salah, langsung azab Tuhan turun, ya… pasti nggak ada manusia tersesat Pak…
    karena langsung tahu jalan yang benar dan nggak benar..
    ingat Amsal ” ada jalan yang disangka orang lurus tapi unjungnya menuju maut

    jadi ketahuan salahnya itu kalau sudah diujung Pak…

    tapi boleh kok, kalau Anda yakin seperti itu…

    GK | Jan 16, 2008 | Reply

  83. Terima kasih Pak GK….

    Berarti sudah jelas bagi saya ternyata Pak GK belum bertanya sama TUHAN tentang namaNya YHWH.
    HEBAT….saya kagum. Tapi bisa juga nanti di ujung sana Bapak akan ditanya olehNya….”Mengapa engkau tidak bertanya padaKu..??” “Mengapa engkau menyelidiki Aku tanpa bertanya kepada Aku..?” “Mengapa engkau tidak mencari WajahKu…?” Kalau akal (argumentasi) mengalahkan iman (kuasa Ilahi)

    Salam

    catur | Jan 16, 2008 | Reply

  84. he he…,
    Pak Catur sudah googling?
    ketemunya banyak Yahweh atau Ye-ho-vaw?

    GK | Jan 16, 2008 | Reply

  85. Oh ya…,
    lalu apa makna:
    El Shaddai,
    Jehova Rapha,
    Jehova Jireh,
    Jehova Nissi,
    Jehova Shalom,
    Terang Dunia,
    Roti Kehidupan,
    Air Hidup,
    Anak Manusia,
    Anak Daud,
    Sang Mesias,
    Sang Timur,
    Raja segala Raja,
    Penasihat Ajaib,
    Raja Damai,
    Jalan dan Kebenaran,
    Panji Keselamatan,
    Menara Perlingungan,
    Kota Benteng yang teguh,

    itu nama, gelar, sebutan, atau julukan?
    Itu ya nama, ya julukan ya gelar, sebutan..

    Susah Om ya.. kalau anda sudah merasa paling benar dibandingkan penerjemah-penerjemah Alkitab yg benar2 paham theologi..

    Jadi nama Adam (yg artinya manusia) adalah Adam?
    Kok Alkitab tidak menulisnya berdasarkan penulisan dan cara baca aslinya : ÂDÂM
    Loh.. kok bisa gitu ya?

    Tapi kenapa nama Yahwe (yg maknanya adalah TUHAN) tidak boleh diterjemahkan jadi TUHAN?

    Sekarang saya nanya lagi :
    Apa sih fungsi “NAMA”?
    Kenapa anda memberi anak anda “NAMA”?

    thanx
    //BR

    armageddon | Jan 16, 2008 | Reply

  86. itu nama, gelar, sebutan, atau julukan?
    Itu ya nama, ya julukan ya gelar, sebutan..

    oh begitu ya…
    jadi, kalau banyak ayat di Mazmur menyebutkan “pujilah nama-Nya”, itu ‘pokoknya’ memuji Tuhan?
    “jangan menyebut nama-Ku dengan sembarangan” itu sama dengan “jangan menyebut Aku dengan sembarangan”

    baca Wahyu 14:1, “didahinya tertulis nama BapaNya” tertulis apa kira-kira?

    El Shaddai ?
    Jehova Rapha ?
    Jehova Jireh ?
    Jehova Nissi ?
    Jehova Shalom ?
    Terang Dunia ?
    Roti Kehidupan ?
    Air Hidup ?

    atau YHWH?

    saya punya teman, Profesor Daniel, PhD
    di kampusnya di panggil Pak “Profesor” (disingkat Prof.)
    saya panggil Pak Dan., kadang-kadang “Prof Dan”

    “Prof” itu nama, apa gelar, apa jabatan?

    Susah juga kalau Anda tidak mau membedakan nama, gelar, jabatan, dan anda “gebyah uyah” (pukul rata - campur aduk)…

    tapi ya sudah kalau pemahaman Anda begitu, berarti pemahaman Anda berbeda dengan saya dan banyak orang yang lain.

    Susah Om ya.. kalau anda sudah merasa paling benar dibandingkan penerjemah-penerjemah Alkitab yg benar2 paham theologi..

    lho.. ini bukan hanya pendapat saya saja…

    susah juga kalau dianggap bahwa terjemahan Alkitab LAI selalu (sudah) benar..

    tambahan:
    Tapi kenapa nama Yahwe (yg maknanya adalah TUHAN) tidak boleh diterjemahkan jadi TUHAN?
    Coba Om, tanya sama teman Muslim, bagi Muslim, “ALLAH” maknanya adalah Tuhan, mengapa mereka di seluruh dunia tetap bersyahadat “Tiada Tuhan selain Allah“, (There is no God but Allah) kok nggak bisa diganti “Tiada Tuhan selain Tuhan”.. mengapa ya…..????

    GK | Jan 17, 2008 | Reply

  87. Pak Catur,
    maksud saya googling “YAHWEH”
    trus googling “YE-HO-VAW”
    trus googling “YEHOVAW”
    gitu loh… lihat banyak mana halaman hasil pencariannya…

    GK | Jan 19, 2008 | Reply

  88. Salam……

    Pak…., nanti saya kirimi berberapa versi Alkitab (diambil dari kitab Mazmur) tentang YHWH. Sementara masih saya susun…
    Mohon ditunggu…..

    Tengkyu….

    catur | Jan 20, 2008 | Reply

  89. Maaf ketinggalan…..,

    Pak GK….jika Bapak masih juga belum nanya TUHAN secara pribadi, berarti Bapak menganggap diri sendiri sudah tahu kehendak TUHAN tanpa bertanya kepada yang punya kehendak tersebut.
    Sudah benarkah hal ini…..???
    Tentu tidak bukan…..

    Saya ingin jawaban tegas dari Bapak….

    salam

    catur | Jan 20, 2008 | Reply

  90. Tuhan punya banyak cara untuk memberitahukan maksudnya…kadang kita tidak bertanya-pun Tuhan beritahu.
    Ingat kisah Paulus, tidak pernah Paulus bertanya tentang Tuhan, Tuhan sendiri yang mendatanginya, memberitahukan siapa Dia, dan kemudian Paulus menjadi pelayanNya

    GK | Jan 21, 2008 | Reply

  91. saya punya teman, Profesor Daniel, PhD
    di kampusnya di panggil Pak “Profesor” (disingkat Prof.)
    saya panggil Pak Dan., kadang-kadang “Prof Dan”

    “Prof” itu nama, apa gelar, apa jabatan?

    Anda itu ngerti ga sih, Om..?
    Kan sudah saya bilang kita bicara dalam pemahaman 3000-5000thn yg lalu..!
    Masa mau anda bandingkan dengan “gelar profesor” yg notabene gelar itu baru ada beratus ratus tahun yg lalu????

    Alurnya mesti dipahamai!! Sekarang saya tanya lagi, apa Adam (manusia dalam kitab kejadian) itu boleh saya sebut juga “manusia”?

    Coba dipikir dong, Om..!!
    Biar pikirannya luwes dan ga kaku…

    Coba Om, tanya sama teman Muslim, bagi Muslim, “ALLAH” maknanya adalah Tuhan, mengapa mereka di seluruh dunia tetap bersyahadat “Tiada Tuhan selain Allah“, (There is no God but Allah) kok nggak bisa diganti “Tiada Tuhan selain Tuhan”.. mengapa ya…..????
    Hahahahaaa…..
    Kalau sandaran iman anda itu terhadap agama Islam, alias anda lebih afdhol masuk Islam, ya masuk aja sana…

    Jangan mentang2 mau masuk Islam, bikin pemahaman2 sendiri tentang Alkitab.. Biar yg Kristen jadi pada sesat spt anda..
    Toh saya ga ada ruginya kalau anda masuk Islam??!

    Iya toh????
    Islam itu baru ada 1400thn yg lalu, Om…
    Naskahnya yg asli juga ga ada ditemukan sama sekali..

    Masa mau anda bandingkan dengan Naskah Alkitab yg usianya dari +/- 3000-5000thn masih terjaga sampai sekarang???

    Itulah bedanya Kristen dan Islam dalam memahami TUHAN…

    Ngertikan sekarang, ya Om???

    Apa masih belaga ga ngerti juga?

    Thanx..

    armageddon | Jan 22, 2008 | Reply

  92. Iya toh????
    Islam itu baru ada 1400thn yg lalu, Om…
    Naskahnya yg asli juga ga ada ditemukan sama sekali..

    justru itu, apakah waktu Yesus lahir, ALLAH sudah ada?
    lha kok orang Kristen bilang Yesus anak Allah?
    logika kebalik-balik, kecuali memaksakan makna Allah menurut maunya orang Kristen,

    Mbok coba menghargai umat Islam dalam memberi makna pada kata ALLAH. Kristen sih maksa-maksain makna allah, ALLAH, Allah… membingungkan anak-cucu saja…

    sudah mudheng masalahnya?…

    GK | Jan 23, 2008 | Reply

  93. Toh saya ga ada ruginya kalau anda masuk Islam??!

    saya juga nggak rugi apa-apa kalau Anda tetap menyembah Allah…

    sudah dengar berita LAI mau dituntut masalah “ALLAH” ini?

    GK | Jan 23, 2008 | Reply

  94. justru itu, apakah waktu Yesus lahir, ALLAH sudah ada?
    lha kok orang Kristen bilang Yesus anak Allah?
    logika kebalik-balik, kecuali memaksakan makna Allah menurut maunya orang Kristen,

    ALLAH itu sudah ada, Om.
    Menurut Kristen juga Allah itu sudah ada, jauh sebelum Yesus lahir..
    Masa sih Om masih ga ngerti juga?
    Coba “gurunya” diajak turun juga.. Ajak diskusi terbuka di situs ini atau ditempat saya juga boleh..
    Saya mau tau guru anda itu seberapa pinternya sih, sampe bikin pernyataan2 yg ga ada dasarnya???

    Mbok coba menghargai umat Islam dalam memberi makna pada kata ALLAH. Kristen sih maksa-maksain makna allah, ALLAH, Allah… membingungkan anak-cucu saja…
    Saya memang menghargai umat Islam. Kalau ga saya hargai, pasti saya udah berlagak seperti FPI dan AGAP (Anti Gerakan Permurtadan).
    iya toh???

    Nah sekarang pertanyaan saya ttg ADAM itu belum dijawab..
    Boleh ga ADAM itu saya panggil (sebut namanya) MANUSIA?

    Jawab ini aja dulu, Om..
    Baru kita maju lagi satu langkah..

    armageddon | Jan 23, 2008 | Reply

  95. Salam….

    Biarlah keberbedaan ini menjadi perjalanan hidup kita. Yang jelas selama kita “cinta Tuhan” dan memiliki kasih (agape)dalam diri kita. TUHAN / YHWH tidak akan menolak kita. Karena Dia adalah “Kasih” (agape) itu. Dan yang terutama dalam kekristenan ialah “Kasih”. Biarlah TUHAN yang maha kasih akan senantiasa menyertai dalam setiap langkah hidup kita.

    Amin

    catur | Jan 23, 2008 | Reply

  96. to: armageddon
    Coba “gurunya” diajak turun juga.. Ajak diskusi terbuka di situs ini atau ditempat saya juga boleh..
    Saya mau tau guru anda itu seberapa pinternya sih, sampe bikin pernyataan2 yg ga ada dasarnya???

    Untuk orang-orang yang berpandangan seperti ini, ya antara lain, (silakan kontak) pengelola website:
    http://www.messianic-indonesia.com/
    atau silakan kontak pak Yakub yang menulis ini:
    http://www.wawasandigital.com/index.php?option=com_content&task=view&id=16325&Itemid=62
    (mereka berdua adalah pendeta jemaat, silakan kalau mau diskusi langsung dengan beliau berdua)

    atau silakan ikut berdebat tentang “Allah”, disini:
    http://www.indonesia.faithfreedom.org/forum/viewtopic.php?t=21495
    silakan baca juga:
    http://www.geocities.com/yahwehsg/kritik.htm

    Nah sekarang pertanyaan saya ttg ADAM itu belum dijawab..
    Boleh ga ADAM itu saya panggil (sebut namanya) MANUSIA?

    lho.. ya silakan… tapi “MANUSIA” itu khan bukan ‘nama’,
    apa “TUHAN” itu nama?
    “ALLAH” itu sebutan apa nama?
    coba tanya rekan2 muslim, siapa nama Tuhan mereka (menurut Quran), mereka akan jawab “ALLAH”
    siapa nama Tuhan orang Kristen (menurut Kitab Suci) ya.. “YAHWEH”
    gitu lho om sederhananya,
    yang memaksakan bahwa “ALLAH” itu sebutan (bukan nama) Tuhan khan orang Kristen..
    makanya ada yang kemudian menyebut Allah Yahweh.

    ALLAH itu sudah ada, Om.
    Menurut Kristen juga Allah itu sudah ada, jauh sebelum Yesus lahir..

    Kristen yang mana?

    Bung coba pikir baik-baik,
    kalau “ALLAH” sudah dipakai untuk menyebut Tuhan yang benar (yahweh) di Arab pada jaman Pra Islam,
    (banyak yang berargumentasi bahwa Abdullah = Abdi Allah)
    kalau Allah memang sudah digunakan untuk menyebut Tuhannya Ibrahim, Tuhannya Musa (yaitu Yahweh)
    pertanyaannya, mengapa Mohammad harus mendirikan agama baru? Kenapa Mohammad tidak menyebut Allah adalah Yahweh? Kenapa Mohammad tidak mengikuti ‘agama’ orang tuanya saja?
    Apa agama orang tuanya salah? Apakah dia sejak kecil tidak dididik menyembah Allah yang juga disembah orang tuanya itu?
    Sampai sekarang apakah orang muslim mengakui bahwa Allah=Yahweh? rasanya TIDAK
    tetapi orang Yahudi, juga orang Kristen diseluruh dunia tetap mengakui bahwa Yahweh adalah Tuhan –walaupun nama Yahweh tidak terang-terangan disebut — misalnya saya yakin bahwa Anda juga mengakui bahwa Yahweh = Tuhan (kecuali ada beberapa kristen yang cukup Yesus dan anti Yahweh)
    perbedaan kita adalah, Anda mengakui Yahweh=Tuhan=Allah, saya mengakui bahwa Yahweh=Tuhan, dan tidak sama dengan Allah.
    (dan yang mengakui demikian bukan hanya saya saja, banyak orang Kristen yang lain, dan makin hari makin banyak Bung…..)

    GK | Jan 24, 2008 | Reply

  97. to: catur
    benar pak, masing-masing sudah memaparkan argumentasinya, sekarang tinggal kita memilih “aliran” yang mana.
    saya pilih Tuhan=Yahweh tidak sama dengan Allah.
    pilihan/kesimpulan ini sesudah melalui proses panjang, lebih dari 20 tahun saya menganggap Tuhan=Yahweh=Allah, nah sekarang saya menganggap Allah tidak sama dengan Yahweh.
    Jadi untuk rekan-rekan yang menganggap Tuhan=Yahweh=Allah, ya silakan…., saya dulu juga begitu, tapi sekarang tidak, dan rasanya sangat sulit bagi Anda untuk memberi argumentasi kepada saya untuk kembali pada keyakinan saya yang lama bahwa Tuhan=Yahweh=Allah.
    Persoalah Yahweh dan Allah, tidak sekedar didekati dengan argumentasi intelektual, tetapi juga perlu dari sisi spiritual. Dan ketika secara spiritual kami mendapatkan bukti bahwa Yahweh berbeda dengan Allah, saya (dan teman-teman) makin mantap bahwa Yahweh memang bukan Allah.
    Tetapi jika orang lain memiliki bukti-bukti spiritual bahwa Yahweh=Allah, ya silakan Anda percaya bahwa Yahweh=Allah.
    Tinggal kita tunggu sampai akhirnya nanti, siapa yang benar, siapa yang salah, bisa jadi semua benar, salah satu salah atau bahkan keduanya salah.

    Silakan baca tulisan “SIAPA TUHAN YANG ANDA SEMBAH?, disitu saya tulis secara jelas, bahwa sebenarnya bagaimana . kita tidak tahu, kita hanya menganggap, atau merasa tahu

    GK | Jan 24, 2008 | Reply

  98. tambahan buat gung armageddon:
    silakan berdiskusi dengan bung “martin” di http://kabar-baik.net/forum/viewtopic.php?t=418

    GK | Jan 24, 2008 | Reply

  99. lho.. ya silakan… tapi “MANUSIA” itu khan bukan ‘nama’,
    apa “TUHAN” itu nama?

    Adam itu ya nama, ya panggilan, ya sebutan,dst…
    Tuhan itu ya nama, ya sebutan, ya panggilan,dst…
    Jadi apa bedanya, Om?

    “ALLAH” itu sebutan apa nama?
    Allah itu ya sebutan ya nama ya panggilan, dst…

    coba tanya rekan2 muslim, siapa nama Tuhan mereka (menurut Quran), mereka akan jawab “ALLAH”
    siapa nama Tuhan orang Kristen (menurut Kitab Suci) ya.. “YAHWEH”
    gitu lho om sederhananya,
    yang memaksakan bahwa “ALLAH” itu sebutan (bukan nama) Tuhan khan orang Kristen..
    makanya ada yang kemudian menyebut Allah Yahweh.

    Nama / sebutan/ panggilan Allah Kristen, Yahwe, Tuhan , Eli,dsb..
    Nah anda ngerti ga “nama” itu untuk apa?

    misalnya saya yakin bahwa Anda juga mengakui bahwa Yahweh = Tuhan (kecuali ada beberapa kristen yang cukup Yesus dan anti Yahweh)
    perbedaan kita adalah, Anda mengakui Yahweh=Tuhan=Allah, saya mengakui bahwa Yahweh=Tuhan, dan tidak sama dengan Allah.

    Nah.. sekarang kita lihat akar katanya, Om..
    Deal ya…
    Ulangan 6 : 4 bhs Ibrani
    “Syema Ysrael, Adonai Elohenu, Adonay Ehad”

    bhs Yunani :
    “Akoue, Israel, Kurios ho theos hemin, kurios eis esti!”

    bhs Indonesia :
    “Dengarlah, hai orang Israel: TUHAN itu Allah kita, TUHAN itu esa!”

    Yang saya tekankan disini adalah :
    Adonai Elohenu = Tuhan itu Allah kita

    El merupakan akar kata dari kata “Allah”.
    Dulu sudah pernah saya buatkan urutannya :
    El, Eli, Eloah, Elohim, Al-Illah, Allah..

    baca2 disini deh, Om..
    kalau dijelasin panjang….
    http://www.sarapanpagi.org/nama-allah-study-kata-1-vt5.html

    armageddon | Jan 24, 2008 | Reply

  100. to: armageddon
    Adam itu ya nama, ya panggilan, ya sebutan,dst…
    Tuhan itu ya nama, ya sebutan, ya panggilan,dst…
    Jadi apa bedanya, Om?

    Allah itu ya sebutan ya nama ya panggilan, dst…

    Nama / sebutan/ panggilan Allah Kristen, Yahwe, Tuhan , Eli,dsb..
    Nah anda ngerti ga “nama” itu untuk apa?

    pointnya jelas, Anda tidak membedakan antara NAMA, PANGGILAN dan SEBUTAN.

    Argumentasi saya tentang pentingnya NAMA, sudah saya tulis di http://www.gkmin.net/gk/Siapa_yang_Anda_sembah.pdf
    silakan Anda baca-baca.

    Jika Anda tidak membedakan antara nama, panggilan, sebutan, jabatan, gelar dsb, nampaknya tidak akan ada titik temu dengan pandangan yang membedakan nama dan sebutan, dll.

    Ulangan 6 : 4 bhs Ibrani
    “Syema Ysrael, Adonai Elohenu, Adonay Ehad”

    kok bisa Adonai?
    Ini dari New Jerusalem Bible:
    Deuteronomy 6:4
    ‘Listen, Israel: Yahweh our God is the one, the only Yahweh

    Ini dari Transliterated Hebrew OT:
    Deuteronomy 6:4
    šüma` yiSrä´ël yhwh(´ädönäy) ´élöhêºnû yhwh(´ädönäy) ´eHäd

    kata ‘adonay’ ada dalam kurung, tetapi “yhwh’-nya masih tetap dicantumkan lho….

    Nih dari Westminster Hebrew OT Morphology, juga hampir sama dengan yang di BHS Hebrew Old Testament
    YHWH

    …., jelas tertulis Yod He Wow He, bukan Adonai…


    El merupakan akar kata dari kata “Allah”.
    Dulu sudah pernah saya buatkan urutannya :
    El, Eli, Eloah, Elohim, Al-Illah, Allah..

    silakan baca tulisan Pak Yakub Sulistyo di:
    http://www.wawasandigital.com/index.php?option=com_content&task=view&id=16325&Itemid=62
    (tulisan tsb ada di lampiran tulisan saya di http://www.gkmin.net/gk/Siapa_yang_Anda_sembah.pdf )

    GK | Jan 25, 2008 | Reply

  101. Salam….Pak GK

    Oh ya…., dapatkah Bapak menjelaskan ayat ini :
    Aku adalah Aku (Keluaran 3:14).
    Manakah yang Pribadi, manakah yang Nama Tuhan.
    Keduanya ditulis dengan tulisan yang sama.

    Mohon jawabannya…

    Terima kasih

    Salam
    ===
    Salam Semua Rekan Diskusi……!

    Saat ini selain diskusi disini, saya juga sedang mengadakan diskusi dengan Pdt. Teguh Hindarto.(yang buka website Mesianic). Kalo ada yang ingin lihat diskusi saya silahkan kirimkan e-mail anda ke e-mail saya. Saya akan copykan beberapa diskusi tersebut.

    Terima kasih

    salam

    e-mail saya : suaracatur@yahoo.com

    catur | Jan 26, 2008 | Reply

  102. Aku adalah Aku (Keluaran 3:14).

    terjemahan yang benar “Aku ada yang Aku ada”
    artinya “Aku yang ada”

    ya itulah Tuhan yang ada, tidak menyatakan “nama”Nya, namun menyatakan keberadaanNya

    perhatikan bahwa kepada Abraham, Ishak dan Yakup, Tuhan belum menyatakan namaNya (dan baru kepada MUSA-lah Dia menyatakan namaNya..)

    Keluaran 6:2 Aku telah menampakkan diri kepada Abraham, Ishak dan Yakub sebagai Tuhan Yang Mahakuasa (El Sadday), tetapi dengan nama-Ku YHWH Aku belum menyatakan diri.

    (di beberapa versi Kitab Suci, kalimat itu ada di ayat 3)

    nb: titip salam buat Pak Teguh Hindarto.
    kalau boleh saya di CC, email diskusinya,
    terima kasih.

    GK | Jan 27, 2008 | Reply

  103. Salam Pak GK….

    Pak….e-mail anda tolong saya kasih tahu ya…., supaya bisa kasih CC nya.

    Thank’s

    catur | Jan 27, 2008 | Reply

  104. Salam…..

    Aku adalah Aku….(Keluaran 3:14)
    Kata “Aku” ditulis dengan huruf yang sama. Jadi di situ berarti TUHAN tidak “menekankan” tentang nama, karena tidak bisa dibedakan mana yang Pribadi dan mana yang NamaNya.
    Kata YHWH (Nama Allah dalam bahasa Ibrani)diambil dari kata dasar “Aku” seperti tertulis dalam ayat diatas. Jadi menurut pemahaman saya :
    TUHAN menekankan kepada Pribadi DiriNya dan bukan kepada papan NamaNya.
    TUHAN adalah Allah yang bekerja, bertindak, serta bernama bukan tanpa “makna”

    Lalu mengapa kalo TUHAN memang menekankan pentingnya sebuah Papan Nama bagi DiriNya tidak memperkenalkan NamaNya sebelum jaman Musa…..?? Sesuatu yang janggal bukan….??
    Bagaimana mungkin Abaraham yang adalah Bapa segala orang yang beriman, tidak diberitahu NamaNya oleh TUHAN sendiri….?? Sesuatu yang janggal lagi bukan…??

    Salam

    catur | Jan 27, 2008 | Reply

  105. Salam lagi….

    Benarkah YHWH memperkenalkan NamaNya pada jaman Musa dan setelahnya saja…..??

    Kejadian 9:26 Terpujilah TUHAN (Yehova), Allah Sem….dst.
    TUHAN bisa dikatakan sebagai Nama, Allah adalah Gelar.

    Kejadian 13:4 …ke tempat mezbah yang dibuatnya dahulu di sana, di situlah Abram memanggil nama TUHAN (Yehova).

    Gimana Pak GK….??

    catur | Jan 27, 2008 | Reply

  106. email: gkmin.net@gmail.com

    ya.. melalui MUSA, Tuhan menekankan bahwa nama YHWH itu (yang seharusnya) menjadi sebutanNya turun-temurun.

    Bisa saja kepada Abraham sudah (pernah) menyatakan namaNya, tetapi belum secara khusus menekankan bahwa nama YHWH itu-lah yang harus disebut, karena jaman Abraham, khan belum ada ’sesembahan’ lain.

    “perselingkuhan” manusia menyembah sesembahan selain YHWH, khan sejak jaman Musa, ketika orang2 membuat patung lembu emas…

    he.. ini mungkin ada hubungannya dengan huruf Ibrani yang pertama adalah ALEF (yang artinya ‘lembu’) dan huruf Ibrani terakhir adalah TAU (yang artinya ‘tanda’) ‘lembu’ lambang dosa, ‘tanda’ lambang penebusan

    yang jelas, kita sekarang khan hidup SETELAH Musa, setelah Tuhan menekankan bahwa namaNya adalah YHWH, jadi ya… kalau kita mau taat pada Tuhan, maka kita menyebut namaNya “YHWH”

    gitu Pak..(menurut saya lho…)

    GK | Jan 27, 2008 | Reply

  107. Anda sudah benar-benar baca belum, situs yang saya kasi ke anda, Om?
    pointnya jelas, Anda tidak membedakan antara NAMA, PANGGILAN dan SEBUTAN
    heheee.. coba anda jelaskan apa bedanya? Dalam pertimbangan memahami nama, panggilan dan sebutan pada kurun waktu 5000 thn yg lalu?

    kok bisa Adonai?
    Ini dari New Jerusalem Bible:
    Deuteronomy 6:4
    ‘Listen, Israel: Yahweh our God is the one, the only Yahweh
    Ini dari Transliterated Hebrew OT:
    Deuteronomy 6:4
    šüma` yiSrä´ël yhwh(´ädönäy) ´élöhêºnû yhwh(´ädönäy) ´eHäd
    kata ‘adonay’ ada dalam kurung, tetapi “yhwh’-nya masih tetap dicantumkan lho

    Adonai itu ya bacanya, Om..
    alef - dalet - nun – yod = A-D-N-Y = ADONAI
    Anda kok jadi plin plan sekarang?
    Apa benar namaNya YHWH? Itu dapat darimana?

    Baca ini, Om!
    http://scripturetext.com/deuteronomy/6-4.htm
    TIDAK ADA SATU TERJEMAHAN-PUN DIDUNIA YANG MEMAKAI “YHWH”!
    Kalaupun ada itu pasti terjemahan baru (terjemahan anak kemarin sore) dari Gereja-Gereja seperti yang anda dirikan.
    Apa anda mau ralat? Kalau anda sebenarnya mau pakai terjemahan kata “Yahweh”?!
    Ini tambah bingung lagi, anda mau mempertahankan YAHWE atau YHWH atau YHVH?
    Dipikir baik-baik, Om..
    Nanti anda bilang Yahwe nanti berubah lagi jadi YHWH nanti berubah lagi jadi YHVH..
    Kok seenak udelnya aja toh, Om???

    Ulangan 6:4
    Sh’ma Yis’ra’eil Adonai Eloheinu Adonai echad.
    ? ??????, ??????????: ?????? ??????????, ?????? ?????.
    http://www.mechon-mamre.org/p/pt/pt0506.htm

    Anda nulis :
    šüma` yiSrä´ël yhwh(´ädönäy) ´élöhêºnû yhwh(´ädönäy) ´eHäd
    Mana aleph-beth-nya?
    Kok Cuma lafalnya aja?

    …., jelas tertulis Yod He Wow He, bukan Adonai…

    Hmm…
    ? + ?? + ??? + ???? Y + YH + YHV + YHVH
    Anda dapat “W” itu darimana? Anda itu memang benar-benar ga ngerti kok, bedain lafal dan aleph bet..
    Hahahaaa… sudah lah, Om… Kalau ga ngerti banyak itu ya jangan banyak mempermasalahkan Alkitab…
    Nah… Coba anda jelaskan berdasarkan Hebrwe Alphabet ini dimana “WAW”?
    Kok anda bisa pakai YHWH???
    http://www.jewishvirtuallibrary.org/jsource/Judaism/hebrewc.gif
    http://www.orbilat.com/General_References/Images/Hebrew_alphabet.gif
    http://www.themagickalreview.org/classics/sephiroth/img/hebrew-alphabet.png
    http://www.akhlah.com/aleph_bet/aleph-bet.php
    http://www.geocities.com/Athens/9587/alephbet.html

    Jangan-jangan selama ini anda salah dapet doktrin dari Pak Yakub Sulistyo!
    Mana dia orangnya? Kok ga turun juga kesini?
    ===
    Om GK,
    Anda sudah benar-benar baca belum, situs yang saya kasi ke anda, Om?
    pointnya jelas, Anda tidak membedakan antara NAMA, PANGGILAN dan SEBUTAN
    heheee.. coba anda jelaskan apa bedanya? Dalam pertimbangan memahami nama, panggilan dan sebutan pada kurun waktu 5000 thn yg lalu?

    kok bisa Adonai?
    Ini dari New Jerusalem Bible:
    Deuteronomy 6:4
    ‘Listen, Israel: Yahweh our God is the one, the only Yahweh
    Ini dari Transliterated Hebrew OT:
    Deuteronomy 6:4
    šüma` yiSrä´ël yhwh(´ädönäy) ´élöhêºnû yhwh(´ädönäy) ´eHäd
    kata ‘adonay’ ada dalam kurung, tetapi “yhwh’-nya masih tetap dicantumkan lho
    Adonai itu ya bacanya, Om..
    alef - dalet - nun – yod = A-D-N-Y = ADONAI
    Anda kok jadi plin plan sekarang?
    Apa benar namaNya YHWH? Itu dapat darimana?

    Baca ini, Om!
    http://scripturetext.com/deuteronomy/6-4.htm
    TIDAK ADA SATU TERJEMAHAN-PUN DIDUNIA YANG MEMAKAI “YHWH”!
    Kalaupun ada itu pasti terjemahan baru (terjemahan anak kemarin sore) dari Gereja-Gereja seperti yang anda dirikan.
    Apa anda mau ralat? Kalau anda sebenarnya mau pakai terjemahan kata “Yahweh”?!
    Ini tambah bingung lagi, anda mau mempertahankan YAHWE atau YHWH atau YHVH?
    Dipikir baik-baik, Om..
    Nanti anda bilang Yahwe nanti berubah lagi jadi YHWH nanti berubah lagi jadi YHVH..
    Kok seenak udelnya aja toh, Om???
    ===
    Ulangan 6:4
    Sh’ma Yis’ra’eil Adonai Eloheinu Adonai echad.
    ? ??????, ??????????: ?????? ??????????, ?????? ?????.
    http://www.mechon-mamre.org/p/pt/pt0506.htm

    Anda nulis :
    šüma` yiSrä´ël yhwh(´ädönäy) ´élöhêºnû yhwh(´ädönäy) ´eHäd
    Mana aleph-beth-nya?
    Kok Cuma lafalnya aja?

    …., jelas tertulis Yod He Wow He, bukan Adonai…

    Hmm…
    ? + ?? + ??? + ???? Y + YH + YHV + YHVH
    Anda dapat “W” itu darimana? Anda itu memang benar-benar ga ngerti kok, bedain lafal dan aleph bet..
    Hahahaaa… sudah lah, Om… Kalau ga ngerti banyak itu ya jangan banyak mempermasalahkan Alkitab…
    Nah… Coba anda jelaskan berdasarkan Hebrwe Alphabet ini dimana “WAW”?
    Kok anda bisa pakai YHWH???
    http://www.jewishvirtuallibrary.org/jsource/Judaism/hebrewc.gif
    http://www.orbilat.com/General_References/Images/Hebrew_alphabet.gif
    http://www.themagickalreview.org/classics/sephiroth/img/hebrew-alphabet.png
    http://www.akhlah.com/aleph_bet/aleph-bet.php
    http://www.geocities.com/Athens/9587/alephbet.html

    Jangan-jangan selama ini anda salah dapet doktrin dari Pak Yakub Sulistyo!
    Mana dia orangnya? Kok ga turun juga kesini?

    armageddon | Jan 27, 2008 | Reply

  108. Kalaupun ada itu pasti terjemahan baru (terjemahan anak kemarin sore) dari Gereja-Gereja seperti yang anda dirikan.

    Anda itu bagaimana tho???
    jelas itu saya kutipkan dari The New Jerusalem Bible, dan dari Transliterated Hebrew OT
    kalau dilihat dari Young’s Literal Translation juga ditulis Jehovah
    (Young’s Literal = anak kemarin sore??????)

    saya tidak mendirikan gereja Bung!!!
    saya warga jemaat Gereja Kristen Jawa Salatiga

    Adonai itu ya bacanya, Om..
    alef - dalet - nun – yod = A-D-N-Y = ADONAI
    Anda kok jadi plin plan sekarang?
    Apa benar namaNya YHWH? Itu dapat darimana?

    Adonai, karena orang Israel ‘tidak berani’ bilang YAHWEH. (tetapi tulisannya tetap YHWH khan?)

    he..plin-plan apanya? saya tetap konsisten, nama Tuhan tetap YHWH (Yahweh)
    rasanya saya tidak pernah menyebut YHVH, saya konsisten YHWH, bacanya YAHWEH. (atau Jehovah, Yehuwah, dll. — saya tidak mempermasalahkan ‘variasi’ pengucapannya)

    itu dari beberapa ayat di Kitab Suci, ya misalnya yang jelas (tegas) dari Yesaya 42:8 atau Keluaran 3:15

    oo… atau mungkin karena saya tulis di atas “YHWH” trus Anda anggap saya tidak konsisten karena saya tidak tulis “YAHWEH” begitu?
    he he he… yang jelas point saya di topik ini adalah bahwa YWHW (YAHWEH) bukan ALLAH. dan nama Tuhan bukan “TUHAN” melainkan “Yahweh”

    nb. sudah tahu bahwa sidang gugatan kepada LAI masalah nama Yahweh ini akan segera dilaksanakan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat? (Nomor perkara 405) Silakan cari tahu sendiri kapan dilaksanakannya, kalau Anda berminat menyaksikan…
    (apapun hasil putusan pengadilan, yang menggugat bukan “anak kemarin sore” Bung….)

    Saya berharap gugatan ini menang, tapi seandainya kalah-pun tidak akan menyurutkan ‘gerakan pemulihan nama Yahweh’ di Indonesia dan di seluruh dunia.

    GK | Jan 28, 2008 | Reply

  109. Salam Pak GK……

    Saya rasa gugatan itu “mempermalukan” diri sendiri dan TUHAN. Mengapa……??
    TUHAN koq dibela oleh Pengadilan….
    Apakah DIA tidak mampu membela DiriNya sendiri….??
    Pengadilan koq ngurusi hal-hal “rohani”.
    Apakah mampu…..???
    Apakah Pengadilan mampu mengenal “Hati TUHAN”….

    Monggo….., silah teruskan gugatannya….

    Mengapa tidak buat Alkitab sendiri aja…??
    Pake gugat segala….

    Lha wong kita sesama orang kristen aja masih berbeda pendapat.

    Menurut saya mereka yang menggugat berarti “menyepelekan” kuasa YHWH.
    Mereka anggap YHWH tidak mampu menghadapi LAI.

    Atau mungkin sebenarnya mereka tidak mengenal YHWH dengan sebenarnya….

    Teruskan…..

    Kebenaran akan menang di Sorga…..

    Salam

    catur | Jan 28, 2008 | Reply

  110. Adonai, karena orang Israel ‘tidak berani’ bilang YAHWEH. (tetapi tulisannya tetap YHWH khan?)

    he..plin-plan apanya? saya tetap konsisten, nama Tuhan tetap YHWH (Yahweh)
    rasanya saya tidak pernah menyebut YHVH, saya konsisten YHWH, bacanya YAHWEH. (atau Jehovah, Yehuwah, dll. — saya tidak mempermasalahkan ‘variasi’ pengucapannya)

    Mana, Om?
    Darimana anda dapat YHWH?
    Coba Alephbeth nya anda anda rinci!!
    Mana “W”?

    he he he… yang jelas point saya di topik ini adalah bahwa YWHW (YAHWEH) bukan ALLAH. dan nama Tuhan bukan “TUHAN” melainkan “Yahweh”

    Makanya saya tanya, mana vocal YHWH dari naskah Ibrani?
    Anda jangan mempertahankan yang ga anda sendiri ga ngerti dong…

    Coba anda kasi tau saya… Mana “Waw”?
    http://www.jewishvirtuallibrary.org/jsource/Judaism/hebrewc.gif

    armageddon | Jan 28, 2008 | Reply

  111. O… masalah “VAV” dan “WAW” tho…

    ada yang bilang “WAW” kok Bung,
    nih lihat di wikipedia:
    http://id.wikipedia.org/wiki/Bahasa_Ibrani#Huruf-huruf_Ibrani

    atau kalau mau jelas bahwa “WAW” atau “VAV” itu digunakan silakan lihat:
    http://www.derech.org/waw.html

    Anda nulis :
    šüma` yiSrä´ël yhwh(´ädönäy) ´élöhêºnû yhwh(´ädönäy) ´eHäd
    Mana aleph-beth-nya?
    Kok Cuma lafalnya aja?

    Bung, saya HANYA MENGUTIP dari Transliterated Hebrew OT, itu saya COPY PERSIS dari BIBLE-nya, kalau mau menyalahkan, ya silakan, tapi tulisan di BIBLE itu memang begitu kok…BIBLE versi itu nggak ada aleph-beth-nya…

    Jangan-jangan selama ini anda salah dapet doktrin dari Pak Yakub Sulistyo!
    Mana dia orangnya? Kok ga turun juga kesini?

    he he..
    sekarang saya memang kenal dengan Pak Yakub Sulistyo, tetapi sebelum saya kenal beliau, saya sudah meninggalkan Allah dan sudah percaya pada Yahweh. Saya warga GKJ (gereja kristen jawa); pak Yakub, Pendeta di GPR (gereja pimpinan rohul kudus),
    kalau mau tahu ada juga orang GKJ yang juga percaya Yahweh dan meninggalkan Allah, itu ada orang Jogja, dosen UNY, tulisannya di Internet silakan googling “Kristian Sugiyarto”
    banyak kok Bung yang percaya Yahweh dan meninggalkan Allah…

    Saya pikir, Pak Yakub, nggak perlu kesini.., pendapat dan argumentasi beliau sudah jelas, sudah banyak tulisan (mengenai) beliau di Internet, itu di salib.net, malah ada yang khusus ‘dialog’ dengan Pdt. Yakub Sulistyo

    masalah YAHWEH dan ALLAH bukan doktrin Bung, ini hanya masalah “kembali” kepada “sebagaimana mestinya”
    kalau pendapat bahwa Yahweh tidak sama dengan Allah, dianggap doktrin, Tuhan=Yahweh=Allah apakah juga doktrin?
    ya silakan kalau dianggap doktrin, dan kalau gitu, saya pilih doktrin Yahweh tidak sama dengan Allah. Jelas khan…

    GK | Jan 29, 2008 | Reply

  112. Menurut saya mereka yang menggugat berarti “menyepelekan” kuasa YHWH.
    Mereka anggap YHWH tidak mampu menghadapi LAI.

    mestinya kalau LAI melayani INDONESIA, ya mengakomodasi ‘gereja-gereja pengagung Yahweh’ dengan menerbitkan Kitab Suci yang tidak menggunakan kata “ALLAH”, dan tetap menggunakan kata YAHWEH, tetapi coba lihat, sampai sekarang apa sudah ada Alkitab terbitan LAI yang demikian?

    Bahkan sampai sekarangpun belum ada Kitab Suci versi King James berbahasa Indonesia, padahal banyak yang ‘lebih percaya’ pada versi King James lho….Mengapa? Padahal King James version itu sejak tahun 1600-an sudah ada dan banyak dipakai di seluruh dunia.
    Mengapa?

    Mengapa LAI tidak menerbitkan Kitab Suci tanpa “ALLAH”
    nah.. beberapa tahun yang lalu, diajak diskusi ‘baik-baik’ kelihatannya LAI nggak mau, ya dituntut di pengadilan saja (mungkin begitu jalan ceritanya,.. tetapi persisnya bagaimana sampai ke pengadilan, saya tidak tahu

    Ingat LAI bukan hanya milik golongan Kristen tertentu di Indonesia, kecuali kalau LAI sudah memihak…

    ‘Gereja-gereja pengagung Yahweh’ juga diakui keberadaannya di Indonesia ( SINODEnya sudah diakui oleh Departeman Agama ) Nah.. kalau LAI memang untuk INDONESIA, khan mestinya juga mengakomodasi kebutuhan gereja pengagung Yahweh ini. Begitu MUNGKIN lho…mungkin lho… saya nggak tahu ‘kisah’ sebenarnya, tetapi saya dengar sidangnya mestinya bulan Januari ini tetapi ditunda karena ada beberapa pihak yang mengundurkan diri dari perkara ini

    GK | Jan 29, 2008 | Reply

  113. Terimakasih, Pak Gkmin, situs anda telah dijadikan bahan perdebatan disini : http://forum.swaramuslim.com/threads.php?id=4311_0_21_0_C

    Semoga anda mendapat hidayah..

    Archa | Feb 2, 2008 | Reply

  114. to: Archa
    persoalan nama Yahweh dan Allah ini sudah berlangsung agak lama, tapi nampaknya akhir-akhir ini mencuat lagi,(silakan buka www.salib.net — disana ada bahasan khusus ‘perdebatan’ ini)
    apalagi sekarang LAI dituntut oleh sebagian orang Kristen mengenai hal ini

    GK | Feb 3, 2008 | Reply

  115. ada hubungan apa Bung GKMIN dengan Forum diskusi diatas?
    Saya jadi curiga nih?

    rini | Feb 3, 2008 | Reply

  116. to. mbak Rini…

    hubungannya: baik-baik saja…

    he he.. kenapa gitu saja curiga?????

    hubungannya jelas, ada orang di forum tersebut, membuka website ini, dan tertarik untuk mengangkat salah satu tulisan saya menjadi topik di sana,
    dan silakan saja……

    sama halnya dengan saya nge-link dari salah satu website yang dikelola rekan muslim…

    hubungannya: sama-sama ‘pemain’ di dunia maya,
    gitu loh mbak Rini

    GK | Feb 4, 2008 | Reply

  117. thanks, saya sependapat dengan penulis kalo kita harus menyebut nama Tuhan/sesembahan kita dengan benar Yaitu YAHWEH…Mungkin ada baiknya diadakan konfrensi Gereja seluruh indonesia untuk mneyatukan pendsapat tentang hal ini..yang tentunya demi KemuliaanNYA

    belo | Feb 5, 2008 | Reply

  118. to: belo
    silakan download tulisan saya: “SIAPA TUHAN YANG ANDA SEMBAH?”
    baru saja saya upload, edisi terbaru, ada tambahan ayat Yesaya 64:8 “Tetapi sekarang ya YAHWEH, Engkaulah Bapa kami…….”
    silakan sampaikan ke rekan-rekan Anda di sekitar Anda,
    teman-teman saya menggunakan tulisan itu untuk “menyadarkan teman-temannya” terhadap masalah ini, dan hasilnya cukup bagus.
    mulai dari satu-dua orang, sekarang sudah mulai ada “persekutuan” orang-orang di kota saya (Salatiga) dari berbagai gereja yang mengakui Yahweh dan tidak lagi menggunakan kata Allah. Belum nampak di “permukaan” tapi kami terus ‘memberitakan’ nama Yahweh ini (tidak hanya dengan tulisan tersebut, tetapi juga dengan VCD, dan “bercerita” langsung).
    Ingat, gerakan ini tidak untuk mendirikan gereja baru, jadi kami di Salatiga para “penyembah Yahweh” berasal dari berbagai gereja.
    Tidak perlu menunggu konferensi gereja seluruh Indonesia, gerakan ini “mulai dari bawah”, dan mari kita lihat 2 - 3 tahun lagi, nama Yahweh sudah akan “populer” di gereja-gereja di Indonesia…

    Kita lihat saja bagaimana kelanjutan sidang tuntutan terhadap LAI mengenai masalah ini (sekarang sedang berlangsung sidang tuntutan agar LAI tidak menterjemahkan YAHW (YAHWEH) menjadi TUHAN / ALLAH, tetapi tetap YAHWEH, karena itu sebuah nama)

    GK | Feb 6, 2008 | Reply

  119. gkmin lebih baik anda masuk islam saja lagi. ‘anak kemaren sore’ jng banyak buat ulah.

    understood?!

    jojon | Feb 6, 2008 | Reply

  120. gkmin lebih baik anda masuk islam saja lagi. ‘anak kemaren sore’ jng banyak buat ulah.

    maaf mas jojon,
    saya hanya orang yang IKUT SERTA dalam gerakan PEMULIHAN NAMA YAHWEH (walaupun saya bukan warga jemaat gereja “pengagung Yahweh”)

    bagian mana yang membuat Anda keberatan?
    Apakah Anda keberatan jika orang-orang Kristen (kembali) menyebut “Yahweh” dan tidak lagi menggunakan kata “ALLAH”

    sekedar informasi: sedang berlangsung SIDANG di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, LAI (Lembaga Alkitab Indonesia) DITUNTUT untuk mengembalikan kata “YAHWEH”, dan menghapuskan kata “ALLAH” dari Alkitab.

    dan.. yang menuntut LAI bukan “anak-anak kemarin sore” Mas…

    sekali lagi, saya tanya kepada Anda, bagian mana yang Anda keberatan dengan website ini?
    (jika keberatan Anda memang layak dipertimbangkan, bisa saya tindak lanjuti — mungkin saya ralat, mungkin saya hapuskan, atau bagaimana nanti)
    saya terbuka terhadap berbagai masukan…saya juga masih terus belajar, bisa saja keyakinan saya berkembang/berubah di kemudian waktu.
    Iman bukan harga mati yang tidak dapat berubah, jika memang ada argumentasi yang lebih baik, saya mungkin saja berubah keyakinan.

    Tetapi untuk keyakinan saya pada Tuhan Yesus (Yeshua) nampaknya sulit untuk berubah, sebab keyakinan kepadaNya saya peroleh tidak sekedar dari pengetahuan hasil membaca atau mendengarkan kotbah, tetapi juga dari pengalaman pribadi (spiritual/supranatural)
    (… saya tetap akan menjadi pengikut Yesus, walau mungkin tanpa agama…)
    jadi maaf, saran Anda bahwa lebih baik masuk Islam, belum dapat saya terima — paling tidak sampai saat ini, karena keyakinan saya pada Tuhan Yesus, masih ‘kuat’.
    Mungkin hal itu “lebih baik” buat Anda, tetapi bukan buat saya, karena tidak akan sinkron dengan pengalaman spiritual saya dengan Tuhan (Yesus), padahal pengalaman spiritual (bagi saya) lebih berarti daripada pengalaman belajar otak dari buku-buku dan kotbah para tokoh agama.

    Oh ya.. saya juga mengelola website http://ilmubahagia.wordpress.com , mungkin Anda bisa lihat-lihat, disana saya tidak membahas tentang agama, jadi sekali lagi maaf, saya belum bisa menganggap bahwa ‘lebih baik’ masuk Islam, karena bagi saya sekarang lebih baik keadaan saya tetap seperti ini, saya menjadi pengikut Yesus, tetapi juga menghargai keyakinan lain, dan saya terus belajar tentang hidup dan kehidupan.

    Silakan kalau Anda berbeda pendapat dengan saya, tetapi tidak perlu marah karena perbedaan pendapat itu, kita sama-sama manusia ciptaan Tuhan yang mendiami bumi yang sama, dan masalah di bumi ini tidak dapat diselesaikan dengan kemarahan.

    Silakan baca tulisan saya di: http://gkmin.net/?p=6

    tks

    GK | Feb 7, 2008 | Reply

  121. Kenapa sih..kalian memperdebatkan arti sebuah nama
    yang konteksnya artinya sama apakah kalian pernah diajarkan arti mengasihi. yang intinya tulisan berbeda tapi arti sama..karna kalau pendapat saya yang lajim di baca di indonesia ini nama Jesus yang telah mati di kayu salib untk menebus Dosa manusia lewat darahnya yang kudus lebih berkuasa. sedangkan Tuhan Jesus sendiri tidak pernah mempermasalahkan orang menyebutnya apa. Intinya GK ministeries jadi terang dan menjadi contoh yang baik mempersatukan semua umat kristen baik dari gereja manapun bukan memancing emosi,dan kemarahan.Perlu diingat agama tdk menyelamatkan tapi hanya Nama Tuhan Yesus yang bisa menyelamatkan manusia dimuka bumi ini. amin

    rommy | Feb 20, 2008 | Reply

  122. to: rommy..
    jika kita tahu dari Kitab Suci bahwa nama Tuhan adalah “Yahweh”, apakah kita tidak akan memanggil namanya? dan justru memanggilNya dengan nama sesembahan lain?

    perlu Anda tahu, saat ini (setiap hari senin) sedang berlangsung sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, tentang tuntutan terhadap LAI masalah terjemahan Alkitab, yang mengganti Yahweh dengan TUHAN / ALLAH.

    Tuhan Jesus sendiri tidak pernah mempermasalahkan orang menyebutnya apa.

    orang menyebutnya apapun, Yesus tetap Yesus.
    Yahweh disebut apapun, tetap Yahweh,
    demikian juga berhala, disebut/dianggap (sebagai) Tuhan-pun tetap berhala.

    tetapi.. Yahweh menuntut kita menyebut namaNya tidak dengan sembarangan,
    akankah kita menyebut namaNya dengan “nama” lain sekehendak hati kita? (jangan-jangan Bapa Yahweh nggak rela lho…)

    Anda sudah baca tulisan ini: http://www.gkmin.net/gk/Siapa_yang_Anda_sembah.pdf

    silakan baca juga tulisan di: http://gkmin.net/?p=49

    tks

    GK | Feb 21, 2008 | Reply

  123. terima kasih atas pengetahuan tentang nama YAHWEH,saya anak Ambarawa dan mengenal YAHWEH dari Pak Yakub Sulistyo,dan Nama YAHWEH juga yang saya gunakan untuk menyembah DIA,waktu tugas tahun lalu di Kalimantan,saya pernah beberapa kali menggunakan Nama YAHWEH untuk mengusir setan pada teman kami yang kerasukan setan,sungguh hanya Nama YAHWEH saja yang akan menyelamatkan dunia ini,salut untuk anda dan maju terus pantang menyerah,,

    onesimus revan | Mar 21, 2008 | Reply

  124. terima kasih, beberapa teman juga membuktikan, bahwa hanya nama itu yang (lebih) berkuasa.

    GK | Mar 22, 2008 | Reply

  125. Syalom Semua….

    Maaf numpang usul topik (kalo boleh)
    Yang bener itu Taman Eden ataukah Taman di Eden ?
    Topik ini baik juga untuk disharingkan karena ada sering salah tangkap yaitu Taman Eden. Padahal yang bener khan Taman di Eden. Beda lho….

    Terima kasih & GBU

    Catur

    catur | Jul 12, 2008 | Reply

  126. ya taman di Eden, tapi kalau di Eden itu hanya satu taman saja, boleh khan disebut taman Eden, karena gak akan salah taman yang lain, ya khan?! gmn?

    GK | Jul 12, 2008 | Reply

  127. pak GK? punya no hp gk?
    mw diskusi gk tentang opini anda terhadap Quran dan Islam?
    katanya dalm qur’an tidak ada ini dan itu…or dalam Qur’an banyak nihilnya….
    sehingga dipahami secara buta????

    hi3x…sy c ktawa geli lyt tulisannya pak GK..
    maap ni pak…dangkal dan anhistoris bgt gt loch…(jgn tersinggung ya pak n jangan di delete y)

    salam pak,

    Ahmad

    Ahmad pamungkas | Nov 15, 2008 | Reply

  128. @Ahmad pamungkas,
    HP, ada, tapi bukankah diskusinya cukup disini saja? silakan tanggapi tulisan-tulisan saya di sini.

    Dangkal? memang mungkin dangkal, sebab sudah banyak tulisan-tulisan yang panjang lebar dan tersedia di banyak situs di internet, silakan googling sendiri…,

    ahistoris? yang mana?
    justru saya mengacu pada Kitab Taurat berbahasa IBRANI, nama Tuhan Israel/Yahudi adalah YHWH (dibaca Yahweh, sekalipun orang Israel sekarang membacanya “Adonai” = Tuhanku/Tuanku)

    Opini saya terhadap Quran? untuk apa?
    saya menghargai “kedaulatan’ Quran sebagai pedoman umat Muslim/Islam,
    tapi saya percaya pada Kitab Suci (Taurat, Zabur dan Injil — Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru), sehingga saya percaya pada Tuhan Yahweh (dan Tuhan Yesus dan Roh Kudus) bukan pada Tuhan Allah.

    tersinggung? ha ha ha.., untuk apa saya tersinggung, orang boleh beda pendapat khan.., tapi tetap saling mengasihi.

    Perbedaan pendapat, bahkan perbedaan agama, tidak layak dijadikan dasar untuk saling membenci, apalagi menyakiti dan membunuh. Jika TUHAN kita Maha Pengasih dan Penyayang, selayaknya kita-pun mengasihi sesama manusia, sekalipun beda pendapat, beda agama, beda suku, beda bangsa, bahkan beda Tuhan sekalipun.

    Jadi.., terus terang saya tidak bisa mengerti jika agama dan keyakinan dijadikan dasar untuk menyerang/membunuh orang lain.

    Anda belum membaca tulisan “SIAPA TUHAN YANG ANDA SEMBAH?”, silakan baca dulu, dari situ anda akan tahu pendapat saya mengenai Allah dan Yahweh.

    salam, GKmin.net

    GK | Nov 15, 2008 | Reply

  129. Masalah sebutan menurut saya tidak masalah, ada yang mengusir setan dengan nama Yahweh, setan lari, dengan nama Tuhan, setan lari, dengan nama Allah, setan lari, dengan Kristus, setan lari , dengan Yesus, setan lari juga. Anak saya namanya Rafael, dirumah dipanggil dede, di sekolah dipanggil raf, orangnya yang itu2 juga. Berarti dalam beriman yang kita maksud adalah memang hanya 1, SATU-SATUNYA DIA YANG DIMULIAKAN DI BUMI SEPERTI DI SORGA. DIA YANG LAHIR DARI ANAK DARA,MARIA,YAITU DIA YANG MATI ,DAN PADA HARI YG KETIGA BANGKIT DARI ANTARA ORANG MATI, NAIK KE SORGA, DUDUK DISEBELAH KANAN ALLAH BAPA YG MAHAKUASA. Itulah ’seorang’ yang selama ini diributkan. Dia datang membawa damai…..

    sharon | Jan 24, 2009 | Reply

  130. @sharon
    Anak saya namanya Rafael, dirumah dipanggil dede, di sekolah dipanggil raf, orangnya yang itu2 juga

    anak anda bernama dede? bernama raf? atau Rafael?

    Allah itu nama atau sebutan? Jika sebutan, siapa nama Allah-nya orang Kristen? Siapa nama Allah-nya orang Muslim?

    GKmin | Jan 24, 2009 | Reply

  131. el=elohim=eloah=elah=alaha=allah

    orang Muslim menyembah tuhan yang disembah Ibrahim=Abraham

    Tuhannya Abraham adalah el=elohim=eloah=elah=alaha=allah

    Psalm 82:1 elohîm (’God’) stands in the council of El, he judges among the gods (elohim).

    ayat di atas sama gak dgn terjemahan ILT ? maksudnya apa ya ? ada sidang para Tuhan ?

    sulit dijawab ya pak dosen ?
    === dihapus===
    @simon, saya ingatkan lagi, mohon diskusi dengan sehat, tidak perlu menyerang secara pribadi, jika setelah ini anda masih terus seperti itu, maaf, komentar-komentar anda akan saya hapus saja..
    .

    simon | Jan 25, 2009 | Reply

  132. Mazmur 82:1
    di KS-ILT? baca sendiri saja…
    maksudnya apa? silakan cari tafsir tentang Mazmur 82:1 itu.

    el=elohim=eloah=elah=alaha=allah

    itu semua NAMA atau SEBUTAN untuk Tuhan?
    kalau “Allah” adalah sebutan, apa/siapa NAMA Allah-nya orang Muslim? Allah? atau Allah yang tidak bernama?

    GK | Jan 25, 2009 | Reply

  133. Mazmur 82:1
    di KS-ILT? baca sendiri saja…
    maksudnya apa? silakan cari tafsir tentang Mazmur 82:1 itu.

    ha ha ha pak dosen pura-pura gak tahu ya ? ada sidang para El/gods/elohim/tuhan ?
    kalau YHWH tafsirnya apa ?

    simon | Jan 26, 2009 | Reply

  134. @simon,
    tafsir ayat itu dapat ditemukan di internet, silakan cari sendiri.

    GKmin | Jan 27, 2009 | Reply

  135. apakah dengan tidak menyebut YHWH saya masuk nerakan ?
    apakah menyebut YHWH dengan yahwe tidak salah ? sedangkan anda katakan menyebut nama Allah adalah salah ?

    agus | Jul 23, 2009 | Reply

  136. @agus,
    sy tidak membahas urusan surga dan neraka.
    siapa yang menyatakan menyebut nama Allah adalah salah? baca yang teliti…
    pandangan sy, salah jika menyebut/mengganti YHWH dengan Allah. YHWH ya YHWH, Allah ya Allah.

    Apakah menurut Anda Allah dan YHWH itu sama?
    jika Anda orang Kristen, apakah anda memasang kaligrafi “Allahuakbar” (Allah Maha Besar)? Mengapa?

    Pertanyaan untuk anda: Apakah jika saya tidak BERAGAMA Kristen saya akan masuk neraka?

    GKmin | Jul 23, 2009 | Reply

  137. Shalom GK,
    Saya SETUJU bahawa nama Tuhan (orang Kristen) adalah YHWH (YAHWEH).
    Sekitar seminggu yang lalu saya download buku “Siapa yang Anda Sembah.pdf”, tidak lama saya membaca buku tersebut, saya langsung bisa menerima bahwa nama Tuhan adalah YHWH (YAHWEH) ,oleh anugerah Tuhan.
    Tidak lama setelah itu, saya menerima YAHWEH sebagai Bapa saya, Yesus Kristus (Yahsua Hamasiah) sebagai Tuhan dan Juruselamat saya..
    Saya tinggalkan ALLAH ataupun Allah Bapa, saya putuskan hubungan saya dengan Allah maupun Allah Bapa, di dalam nama Yesus Kristus (Yahsua Hamasiah) Putra Yahweh.
    Saya juga berdoa agar Bapa Yahweh menolong saya meninggalkan dan membuang pemakaian kata Allah dari pikiran dan hati dan mulut saya, di dalam nama Yesus (Yahsua).

    Semoga kesaksian ini menguatkan GK dan teman-teman penyembah Bapa dari Yahsua Hamasiah yaitu YAHWEH SEMESTA ALAM.

    Nb: saya baru sekitar 4 tahun dibaptis. Pada awal kehidupan kekeristenan saya, saya udah pernah dengar ttg nama YHWH, namun pada waktu itu saya belum mengerti benar sehingga belum bisa terima dengan baik. Setelah membaca buku “Siapa yang Anda Sembah.pdf” baru saya mengerti kerana di sana ada ayat-ayat pendukungnya.

    Terima kasih kepada GK yang telah menyusun buku tersebut. Semoga Anda makin dipakai Tuhan untuk kemuliaan-Nya.HaleluYAH.

    Yakobus Hendi | Jul 24, 2009 | Reply

  138. terima kasih, dan syukur jika ‘buku’ itu membantu, memang maksud sy membuat tulisan itu adalah meringkas ‘berita’ daripada sy menyampaikannya berulang-ulang kepada orang lain.

    Seorang teman sy juga sudah membuat tulisan “NAMA TUHAN ORANG KRISTEN (siapa yang peduli)” kira-kira 60 halaman, hampir 2 kali dari “SIAPA TUHAN YANG ANDA SEMBAH”, kini sedang dalam tahap koreksi teks, nanti kalau sudah selesai akan sy upload di website ini.

    Dari pengalaman selama ini, yang ‘cepat’ menerima adalah mereka yang pernah mencari (merenung, bertanya-tanya), bagi yang sudah MERASA tahu, dan MERASA benar, akan sangat sulit meninggalkan “Allah”.

    Saya juga berdoa agar Bapa Yahweh menolong saya meninggalkan dan membuang pemakaian kata Allah dari pikiran dan hati dan mulut saya, di dalam nama Yesus (Yahsua).

    ya itu SANGAT perlu, yaitu kesadaran untuk meninggalkan Allah.

    GKmin | Jul 24, 2009 | Reply

  139. GK:Dari pengalaman selama ini, yang ‘cepat’ menerima adalah mereka yang pernah mencari (merenung, bertanya-tanya), bagi yang sudah MERASA tahu, dan MERASA benar, akan sangat sulit meninggalkan “Allah”.

    YH: Saya rasa pendapat GK benar, karena demikianlah saya. Saya semenjak berkali-kali ketemu dengan doktrin yang salah, saya belajar untuk berhati-hati (secara ekstra), tidak telan bulat-bulat pengajaran yang saya dengar sekalipun yang ngajar orang terkenal , agar tidak tertipu lagi… dan saya tidak berhenti disana. Saya juga belajar untuk mencari KBENARAN yang SEJATI yaitu yang sesuai dengan KITAB SUCI.
    Semoga teman-teman Kristen yang lain juga jangan asal terima saja kecuali hal tersebut memang sudah TERBUKTI sesuai dengan KITAB SUCI.

    Jika sudah TERBUKTI sesuai dengan KITAB SUCI, TERIMALAH dengan hati yang RELA sekalipun mungkin hal tersebut tidak sesuai dengan pengajaran pendeta atau gereja atau denominasi ataupun logika Anda.

    Percayalah kepada Tuhan. Tidak mungkin Dia mencelakakan kita. Percayalah kepada KITAB SUCI.
    Jangan bersandar kepada pengertian manusiawi kita yang terbatas ini.
    JIka Anda TELAH percaya bahwa Yesus Kristus (Yahshua Hamasiah) adalah Tuhan dan Juruselamat maka
    Percayalah juga bahwa nama YAHWEH adalah Nama Bapa-Nya.

    Yakobus Hendi | Jul 24, 2009 | Reply

Post a Comment

  • HIDUP penuh bakti ini

    ... bukan dijalani untuk menipu orang atau untuk mengajak orang mengikuti ajaran kita. Hidup penuh BAKTI ini dijalani agar bisa memandang ke dalam SEMUA hal, dan MEMAHAMInya. (Itivuttaka Sutta).

    GK Ministries on Facebook

    GK Ministries on Facebook

    Contact: email: gkmin.net@gmail.com

    hp/sms: 0812.281.0181

    Best viewed by M.Firefox !

    Mohon tidak terburu-buru berkomentar..,jika Anda setuju atau tidak setuju dengan tulisan di sini. Silakan baca dulu beberapa tulisan di website ini.

    Bacalah "@Pengumuman" dulu... dan ini bukan website Saksi Yehova/Saksi Yehuwa

  • ShoutBox

    720 spams blocked
    Last Message 3 days, 10 hours ago
    • Info : Please, resolve the addition below before post any new comment...
    • Guest_4903 : Salut buat GKministries. Teruslah berkarya demi Kemuliaan Bapa Yahweh dan Yeshua Hamasiah - Revival_Name ministry
    • Guest_4903 : gmn caranya dptkan Software-KS ILT utk komputer? tnx Bapa Yahweh memberkati
    • i love YHWH : YHWH adalah bahasa yang langsung diberikan YHWH utk dihormati, bukan utk diganti kemudian dipelesetkan dalam berbagai versi nama oleh semua orang tak terkecuali umat kristiani yg semua ke-imanannya bersumber dari Torah (Perjanjian Lama & Perjanjian Baru). hari raya natal adalah hasil imijinasi belaka yg tidak tertulis utk di “berlakukan” sebagai hari suci. banyak umat kristiani menjadikan Torah (Perjanjian Lama & Perjanjian Baru) sebagai bahan teori spekulatif agar “gereja” mereka
    • hilarious quotes : Please add my Blog's link in your Blog...My Blog is «link»
    • Guest_3350 : masih kekeuh menganggap Allah adalah sesembahan orang kristen juga..?? nih, literatur siapakah allah itu «link»
    • Tony : Can you please add my Blog's Link in your Blog...My Blog is «link»
    • Guest_3526 : saya justru beruntung menemukan alamat ini, dan langsung ga pakai besuk dari Allah ke YAHWEH. sro.
    • Guest_1320 : Nama-NYA YAHWEH «link»
    • hadi cahyo : sy tidak pernah mau peduli dgn perdebatan islam-kristen,ba gi sy pribadi & saran unt saudara seiman jgn pernah tepancing dan sakit hati..krn bisa mengeringkan tulang,apapun alsannya lakukan sj firman tuhan.percaya dan yakini saja,kita semua nanti akan tahu dgn sendirinya ketika akhir jaman..amien..
    • citta : video kesaksian YAHWEH tidak sama dengan ALLAH «link»
    • klik: : @Guest_544, coba ke «link»
    • Guest_544 : Dimana link yang membolehkan saya download Software Ks-ILT?
    • klik: : «link»
    • citta : "kalau ada yg tidak mau nama YAHWEH dipulihkan, tidak apa2, krn YHWH adl TUHAN yg demokratis,... tapi harus konsekuen, jangan lagi memuji dgn HALELLUYAH, tapi ganti dgn HALELLUAL"
    • klik: : «link»
    • GK : Saksikan Kick Andy di Metro TV 16 April '10
    • @Guest_1044 : ingat lagi? buka «link»
    • klik: : «link»
    • smart christian : are you..?? «link»
    • Guest_1044 : «link»
    • Guest_1044 : saya rasanya pernah baca tulisan di web ini, tentang Yesus tidak mati pada hari Jumat, tapi saya cari-cari koq sudah tidak ada? apa mungkin saya yg salah ingat ya? pak admin apa bisa bantu? thanks.
    • klik: : «link»
    • citta : klik link "YaHWeH the Almighty God and Yahshua",... banyak tulisan menarik di sana... ^_^ enjoy reading..!!
    • tamu : Agnostik_Setia : ya kamu baca saja Kitab Wahyu 14:1
    • Agnostik_Setia : Penting banget ya tau siapa nama tuhan itu? Takut ketuker sama yg laen ya?
    • Guest_4 : download ISLAMIC INVASION di «link»
    • Guest_4803 : @ Guest_544: jika Anda telah membaca tulisan2 dalam web ini, maka Anda akan tahu bahwa "nama" Allah bukanlah NAMA dari Tuhan yg menjadi Tuhan yg ada di Kitab Suci, karena namaNYA adl YHWH/Yahweh, dmkn jg dgn Yesus Kristus yg namaNya dlm bhs Ibrani adl Yeshua (YHWH Shua) Hamasiakh, nah, setelah Anda mengetahui sesuatu yg benar, apakah Anda akan tetap mempertahankan yg tidak benar..?? Utk KS-ILT, silakan saja langsung menghubungi admin di no hp di atas. YBU
    • Guest_544 : Persoalan yang membingungkan apakah sebutan Allah Bapa atau Yesus Kristus itu masih bisa atau disebaliknya. Saya advent tetapi masih mencari kepuasan yang sesungguhnya tentang kebanarn Firman Tuhan
    • Guest_4803 : @ Guest_544 : Anda bingung.?? tidak mengapa, kebingungan adl sebuah awal yg baik. apa yg membuat Anda bingung..? utk menjawab pertanyaan Anda, perlu mengetahui dimana titik kebingungan Anda, shg jawabannya pun tepat sesuai yg Anda butuhkan dgn cara yg Anda bisa pahami. YBU
    • Guest_544 : Semakinsaya membaca semaikin saya bingung.Apa nama Tuhan yang benar?
    • Guest_3440 : download ISLAMIC INVASION di «link»
    • Guest_1880 : Apakah Allah= Al+ilah ? bagus Bos, ini link nya «link»
    • Guest_3029 : Jesus said, “YHVH our God , YHVH is one” (Mark 12:29). The Hebrew word for YHVH or LORD in capital letters is YHWH or YHVH represented by the same Hebrew tetragram letters (vs. Lord meaning Master). Some Indonesian and Malaysian bibles use the words TUHAN for YHVH and Tuhan for Lord. Hebrew Alphabet Charts in the internet such as at «link» translate the tetragram YHVH as “Hand Revealed Nail Revealed”; i.e. Jesus. The Old Testament Malachi 3:17 proclaims
    • Guest_3029 : The Name of God In Bible And Quran
    • Guest_3355 : Dari Hari Sabat ke Hari Minggu Sebuah Ringkasan Disertasi dari Dr. Samuele Bacchiocchi, terjemahan sdr Adiat Sarman. «link»
    • Guest_1003 : ya memang perlu dan memang sangat berguna di masa depan, kebenaran akan terus meningkat
    • Guest_3483 : Konflik Pemakaian Kata 'Allah' 3 Gereja di Malaysia Dibakar «link»
    • GKmin : @jimmnet05; coba kontak langsung sj distributornya 021-42886275 - 42889058 (Abiyah Pratama)
    • jimmnet05 : Software KS-ILT untuk komputer dan untuk HP/PDA masing-masing harga Rp20.000. masih bisa saya pesan. makasih
    • GK : @natha, download sj dari internet... googling saja
    • natha : aku pengen punya lagu rohani bahasa ibrani bisa didapat dimana yach??
    • Guest_2478 : Lihat berita "Contoh" di Kupang hanya karena perbutan tempat ibadah "Mereka" berselisih saling tuntut saling Memaki inikah Murid2 YESUS..? atau KRISTEN. Padahal tempat ibadah ada dalam diri masing2. apakah mereka lupa..? Bagaimana jika nanti Gereja sdh tidak ada..? Apakah Gema YESUS KRISTUS yang penuh "KASIH" turut hilang..? wahai gembala kembalikan Domba-domba Yesus, karena yang punya akan segera datang...menanya kan domba milikNYA.
    • ratz : @raja Damai, ...... anda lucu... => peace! YHWH bless u
    • IsHeng : Tema : “TUHAN ITU BAIK KEPADA SEMUA ORANG” Sub Tema: “Diberkatilah Dia yang Datang dalam Nama YHWH untuk Pulihkan Segala Perkara”
    • cga : Guest_1870, Yesus datang memberitakan Kerajaan Bapa (Bapa YHWH, bukan Bapa Allah)
    • Guest_1870 : Yang pasti Yesus datang tidak untuk mendirikan suatu "Agama" Yesus mengajarkan "KASIH" untuk semua "Manusia" dan menganjurkan Menjadikan suku bangsa menjadi MURID-NYA ? Mohon jangan saling membenci jika ada perbedaan di mana KSAIH saudara-saudara semua..? Kemana KASIH yang diajarkan dalam PB oleh Yesus? pelajari-selidik i dengan seksama ..bersama dalam KELEMAH LEMBUTAN"
    • GKmin : @Raja Damai: baca Yoh 5:24 , Yesaya 48:12, Lukas 10:22. juga Matius 7:22-23
    • Raja Damai : Salam sejahtera dalam persekutuan didalam Tuhan Yesus Kristus. Terima kasih atas infonya. saya tidak berminat untuk dihubungi, karna saya jelas tahu apa maksud isi internet ini. jadi tolong carilah kebenaran. jangan hanya mengarah pada ibadah Taurat. semoga anda bisa bertobat.
    • Yahudi_1972 : "Tantri : ngak ngerti apa Anda paham dengan tulisan saya". "Tantri" ini siapa? Mana tulisan Tantri yg kukomentari? Perasaan takada tuh!? Atau Tantri ini 'bunglon' bingung?
    • Tantri : ngak ngerti apa Anda paham dengan tulisan saya, tapi berhubung saya ngak ngerti maksud tulisan Anda, akan sangat membantu jika Anda berikan juga terjemahan dalam bahasa Indonesia atau baha Inggris atas tulisan Anda
    • Guest_4138 : memangnya di Kitab Taurat ada ALLAH? mimpi kali...
    • Guest_4138 : @Guest_3380, hihihi.. Tuhannya nabi Ibrahim adalah YHWH? nggak percaya? bacalah kitab Taurat...
    • Guest_3380 : bingung cari tuhan, kayak nabi ibrahim akhirnya dia sadar tuhab yang baenar adalah yang menciptakan langit dan bumi.
    • Yahudi_1972 : Kol od balevav penimah Nefesh Yehudi homiyah. Ulfa'atey mizrach kadimah, ayin letzion tzofiyah. Od lo avdah tikvatenu, hatikvah bat shnot alpayim: Li'hyot am chofshi b'artzenu Eretz Tzion v'Yerushalayim.
    • GKmin : @Raja Damai, sekiranya anda bersedia memberikan nama, alamat,, email atau no.kontak yg jelas, mungkin kita bisa berbincang2 atau chating....
    • GKmin : @Raja Damai, Anda mengajak kembali ke Tuhan yg mana? Tuhan Allah atau Tuhan YHWH?
    • Guest_1820 : kembali ke tuhan mana? Allah atau yhwh?
    • Yahudi_1972 : Syukurlah kalau Tuhan yang menghukum pasti Dia tidak akan menyiksa
    • Raja Damai : hati hati, saat ini kuasa iblis sedang menyesatkan banyak orang... berhati hatilah, sebab antikris memakai orang yang membuat website ini untuk menyesatkan banyak orang... berhati hatilah....
    • Raja Damai : bertobat yang membuat website ini, Tuhan akan menghukum orang yang menyesatkan banyak orang... Roh kudus jamah orang ini...
    • Raja Damai : bertobat yang membuat website ini, Tuhan akan menghukum orang yang menyesatkan banyak orang... Roh kudus jamah orang ini...
    • Raja Damai : bertobat yang membuat website ini, Tuhan akan menghukum orang yang menyesatkan banyak orang... Roh kudus jamah orang ini...
    • Raja Damai : bertobat yang membuat website ini, Tuhan akan menghukum orang yang menyesatkan banyak orang
    • Raja Damai : Bertobat yang membuat website ini....
    • Raja Damai : mari kembali kepada Tuhan..
    • EFFORTA : dlm google search terjemahan,kata GOD masih diterjemahkan ALLAH.ko ga TUHAN ya? coba ini deh,«link» llvoices.com/con tributed-news/12 84780-glorify-go d
    • Jarman Nasry : (baca: Jehovah’s Witnesses) di Amerika tahun 1931, era 1940-an di Indonesia nama Saksi-Saksi Yehuwa pun menjadi nama resmi organisasi Siswa-Siswa Alkitab Internasional. Apakah era ’40-an adalah waktu yg ‘baru beberapa tahun’ saja? Sdr GKmin ini lahir tahun kapan? Jadi yg mana lebih mengetahui sejarah SSY Indonesia: sumber SSY sendiri atau ‘orang luar’ yg cerdik???
    • Jarman Nasry : Kapan “DULU” itu? Kapan SSY [di Indonesia] ‘memang menyebut dirinya Saksi Yehova’? Kapan “baru berapa tahun belakangan mereka mengubah menjadi ‘Yehuwa’"? Victory Rattu seorang SSY kawakan, kakek teman sekolah putri kami, bercerita kalau ayahnya Theodore Rattu asal Manado adalah SSY pertama di Indonesia. Menurut Vic, seiring dengan diterimanya Nama Baru
    • GKmin : @Jarman, bukankah DULU SSYehuwa memang menyebut dirinya Saksi Yehova, bukankah baru berapa tahun belakangan mereka mengubah menjadi "Yehuwa"
    • Jarman Nasry : ya sebutlah “Jehovah Witnesses” […] He he he…kok jadi SSY yg dibahas yaa!? Hm, sy sdh periksa KPR 1:8. Perintah menginjil langsung didengar murid2 dari mulut Yesus. Yang mana dari ayat itu yg Sdr anggap ditujukan langsung kpd Sdr sehingga Sdr ngaku-ngaku “saksi Kristus”???
    • Jarman Nasry : utk mengidentifikasi sekelompok orang yg diorganisasi utk menyembah Yehuwa di bumi Indonesia. Kalau ada yang memanggil mrk dgn istilah/sebutan lain selain SSY, seumpama “saksi Yehova,” maka sebutan seperti itu biasanya dimaksudkan utk mengejek atau menghina. Bibir yg membunyikan ejekan, hinaan dan kata2 merendahkan orang lain biasanya datang dari hati yg sakit dan dengki! Sekiranya ada yg beralasan “itu kan diambil dari bhs Inggeris?” Kalau dari bhs Inggeris,
    • Jarman Nasry : Menurut sy, kalau ada orang yang memakai nama/istilah/seb utan lain kepada seseorang sedangkan seseorang itu sudah memilihkan suatu nama/istilah/seb utan yg melalui itu orang diharap dapat menyapa dia sesuai yg dia inginkan, maka orang yang menggunakan nama/istilah/seb utan lain selain itu, entah dgn sengaja atau pun tidak, kuanggap telah melakukan pelecehan verbal yg merendahkan! Saksi Yehuwa sudah pilihkan nama/sebutan “Saksi-Saksi Yehuwa” (SSY)
    • GK : @Jarman, baca Kisah Rasul 1:8
    • GKmin : @Jarman, sudahkah anda teliti tulisan sy? mana yg menunjukkan iri/dengki pd SSY? sy hanya tegaskan bhw sy bukan SSY. Di Salatiga, sy jg py teman SSY, sy jg pernah datang ke gerejanya, tapi sy BERBEDA dg mereka.
    • Jarman Nasry : sung kepada SSY.
    • Jarman Nasry : sering lihat dlm tulisan orang2 seperti GKmin. Saya heran kok Kristiani tapi masih ada dengki dan iri-hati kpd sesamanya sendiri [okelah ini hanya intermeso sj, kiranya kita lebih jujur utk menghargai orang dan namanya]. Hm aneh memang orang yg mengaku sebagai Saksi Yehuwa. Apa yg mrk “saksikan” ttg Yehuwa ya? Bukankah Yehuwa tidak bisa “dilihat” mata jasmani? Jadi bgm pula orang menjadi “Saksi-Nya”??? Mungkinkah SSY sendiri yang lebih tahu alasannya? Baiklah Sdr dan sy bertanya lang
    • Jarman Nasry : Sdr ingin tahu maksud sy dgn ‘Saksi Yehova’? Ah saya tak punya maksud apa2 dgn mrk, sebaiknya sdr tanya langsung sj ke mrk apa yg sdr ingin tahu dari mrk. Kalau sy omong ttg mrk mungkin omongan sy kurang obyektif, nanti dinilai macam2, dianggap memfitnah atau malah melebih-lebihkan pencapaian mrk, dsb. Tapi fakta yg saya tahu ttg mrk adalah bhw mrk sebut dirinya “Saksi-Saksi Yehuwa” (SSY). Sebutan ‘saksi Yehova’ diberikan oleh orang2 yang cenderung dengki dan iri-hati, seperti yg say
    • GK : @Jarman, baca Kisah Rasul 1:8
    • GK : @Jarman, hm.. kalau pemahaman anda seperti itu, lantas apa yg anda maksud dg saksi Yehova?
    • Jarman Nasry : an mati atau sewaktu Ia bangkit dan naik ke sorga! Tidak. Anda bukan saksi Kristus Yesus. Sesungguhnya yang disebut ‘saksi Kristus Yesus’ hanya pria dan wanita Kristen yang telah “bersama-sama” dengan Dia sewaktu Ia di bumi Israel sekitar abad kesatu M. Di antara mereka ada para rasul-Nya dan murid2 mereka. Mereka cocok disebut Saksi-Saksi Yesus Kristus: saksi dari pelayanan, penderitaan, kematian, kebangkitan dan kenaikan-Nya ke sorga. JADI ANDA SAKSI APA???
    • Jarman Nasry : Anda adalah "saksi Kristus"??? He he he...anda adalah 'saksi' dari apanya Kristus? Saksi dari pelayanan-Nya? Saksi dari kematian-Nya? Saksi dari kebangkitan-Nya atau saksi dari kenaikan-Nya ke sorga??? Yang mana? Siapa bilang anda adalah ‘saksi Kristus’??? Anda yang ngaku-ngaku atau anda telah membaca “kata-kata itu” ada di Alkitab??? Kalau anda mengaku anda saksi Kristus maka anda telah berbohong karena anda tidak ada “di sana” sewaktu Yesus melayani atau sewaktu Ia menderita d
    • Guest_1097 : spam, hore.. bersenang-senang lah dengan sex bebas, karena untuk berlatih melayani 72 bidadari surga...
    • spam... : Hore... hore.... bersenang2lah dengan sex bebas karena tuhan akan mengampuni kita klo kita buat pegakuan dosa... apa ini bener ???
    • spam... : Bernyanyilah bagi Elohim, mazmurkanlah nama-Nya, buatlah jalan bagi Dia yang berkendaraan melintasi awan-awan! Nama-Nya ialah YAHWEH; beria-rialah di hadapan-Nya! ( Mazmur 68:5 )
    • kristenisasi : Tuh keinginan kalian... Keinginan tiap pemeluk kristen.. Siapa domba2 yang tersesat itu.. apakah kalian ato umat yang lain?????
    • D'MASIV : Nyanyi nyokkk... tuk Hura22
    • YESUS : Sekarang kalian Kebaktian... apa yang anda dapatkan.... Segala yang menyenangkan.., ato ketenangan batin... Ato hanya hura2.. nyanyi2 yang gak masuk akal
    • YESUS : Aku adalah Nabi Isa... Nabi kalian yang kalian anggap Tuhan
    • Guest_650 : Seharusnya para penganut kristen memahami.. bahwa apa yang menjadi pegangan selama ini merupakan sesuaatu yang salah sesuatu yang udah tercemar sengan tangan2 dosa. apa kita harus mengagung2kan ciptaan manusia.. TUHAN itu ada, dan Dia yag buat kitab suci bagi manusia.. bukan manusia yang buat kitab "bisa aja tidak suci"
    • Guest_650 : Islam adalah agama pembaruan dari semua agama...
    • GKmin : @Jarman, terserah anda menganggap apa...kami saksi Kristus yang percaya pada TUHAN YESUS, dan BAPA YHWH.
    • Jarman Nasry : Saya tidak menghakimi siapapun, Saudaraku yang terkasih. Saya hanya mengatakan apa yang benar yang dibisiki oleh kejujuran manusia batiniah saya bahwa Saudara2 ini adalah "Saksi-Saksi Yehuwa." Kalau Saudara2 ini TIDAK MAU akui diri sebagai 'Saksi-Saksi Yehuwa' jadi Saudaraku ini Saksi apa??? Pasti Saudaraku BUKAN Saksi Setan, bukan? He he he... jujurlah bahwa Saudara-saudara adalah Saksi-Saksi Yehuwa [TITIK]
    • GKMin : @Jarman, anda terlalu cepat menilai...pelaja ri dengan cermat bedanya Saksi Yehuwa dengan 'kami'. (jangan menghakimi sesamamu, itu perintah TUHAN YESUS...
    • Jarman Nasry : Saksi-Saksi Yehuwa sudah kembali? Bukan. Sebenarnya Saksi-Saksi Yehuwa terus kembali!
    • Jarman Nasry : Sepertinya iya. Belasan tahun lalu Saksi Yehuwa [Yehowis] memberitahu saya pentingnya mengenal nama itu. Satu-dua tahun ini ada lagi kelompok baru. Saya namakan 'kaum Yahwis' karena mereka bilang nama Tuhan itu "Yahwe". Saya tahu mereka yang belakangan ini pasti adalah "Saksi-Saksi Yehuwa" itu. Mereka sudah kembali!
    • Guest_1638 : @Jarman, apakan persoalan nama Tuhan ini, berkaitan dengan denominasi gereja?
    • Jarman Nasry : Kenapa baru sekarang segelintir orang mempersoalkan istilah "Allah dan YHWH"? Saya sebagai seorang awam merasa "perselisihan" ttg doktrin Kitab Suci di antara kita sesama Kristiani hanya akan menguras energi banyak yang kalau diarahkan kepada kemaslahatan umat tanpa memandang denominasi dan kelompok gereja justeru malah akan membawa kekuatan dan ketahanan iman bagi warga jemaat Kristus seraya menyiapkan umat menyongsong waktu kedatangan Tuan Yesus yang kedua
    • murid Jesus Christ : Sahabatku, tetaplah semangat !
    • Guest_2764 : @guest _1188,bukan dari tuhan lsg kali sobat..tapi lewat malaikat gibril.skrg yg perlu qt renungkan,apakah "gibril"itu bnr2 malaikat YHWH?ALLAH..atau malahan hnya syetan yg menyamar?
  • Kategori

  • Tulisan Terakhir

  • Tanggapan Terakhir

  • Arsip

  • Literatur

    tersedia beberapa VCD yang dapat menjadi literatur Anda, silakan klik menu/halaman Literatur
  • Bebas dari Setan?

    Jika anda ingin terbebas dari kuasa kegelapan (kuasa Setan), mungkin Tim dari Lembaga Pelayanan HOLISTIK di Salatiga, dapat membantu anda.

    atau, silakan baca dulu

    Orang Kristen tidak bisa kena santet/hipnotis

  • Sungguh, hatinya melekat kepada-Ku, maka Aku akan meluputkannya, Aku akan membentenginya, sebab ia mengenal nama-Ku (Mazmur 91:14)

    doa Bapa Kami:

    Bapa kami yang ada di surga, dikuduskanlah namaMu.... datanglah kerajaanMu.... dst.

    pernahkah anda bertanya:

    ..... siapa namaMU Bapa?.....

    .

    SUDAH terbit, BUKU: dapatkan di toko-toko buku umum...tanyakan ke petugas, sebab di beberapa toko buku rohani, buku ini disembunyikan...