Bapak PERI (Sinterklas) di hari NATAL
By GK on Dec 3, 2007 in Renungan, Kehidupan Kristen

Bulan Desember adalah bulan NATAL bagi sebagian besar umat Kristiani. Ya sebagian besar, karena ada sebagian yang lain yang merayakan Natal bukan bulan Desember, melainkan pada hari Raya Tabernakel, disesuaikan pada kalender Yahudi, karena Yesus (Yeshua) lahir pada hari Raya “Sukkot” itu.
Yang tidak ketinggalan dalam suasana Natal adalah SINTERKLAS (Santa Claus). Terlepas dari asal-usul ceritanya, SINTERKLAS adalah MITOS. Dan sebagian orang tua Kristiani “bangga” mengajarkan MITOS ini pada anak-anaknya. Misalnya, membelikan topi Sinterklas, membuat foto bersama Sinterklas, dll. Akibatnya secara turun temurun, SINTERKLAS menjadi ikon Natal, yang bahkan lebih populer dari pada Yesus itu sendiri.
Ya… Yesus juga kalah populer dengan DEWA MATAHARI, karena 25 Desember adalah tanggal kelahiran Dewa Matahari, bukan tanggal kelahiran Yesus.
Kembali ke SINTERKLAS, anak-anak lebih mengingat kehadirannya, karena mambagi-bagi hadiah lewat KAUS KAKI, daripada memahami bahwa di hari Natal, Yesus hadir ke dunia untuk menyelamatkan.
Sebagian orang Kristen tidak merasa “risih” dengan MITOS Sinterklas ini, tetapi begitu “benci” dengan Sinetron di TV yang menampilkan tokoh IBU PERI atau NENEK SIHIR.
(bukankah ini yang disebut “standar ganda”)
Menurut saya, seperti halnya Ibu Peri yang menggunakan TONGKAT AJAIB, Sinterklas adalah “Bapak Peri” yang menggunakan KAUS KAKI AJAIB untuk memberi hadiah. Bahwa Setan bisa menyamar sebagai Malaikat Terang (II Korintus 11:14), saya berpikir jangan-jangan seperti NENEK SIHIR yang naik SAPU LIDI, yang menebarkan KEJAHATAN. SINTERKLAS tidak lain adalah “KAKEK SIHIR” yang naik KERETA RUSA, yang (pura-pura) memberikan HADIAH NATAL.
Ya… dia telah MENYIHIR jutaan anak-anak dan orang tua…..
nb. saya sangat salut dengan gereja-gereja yang kembali merayakan Natal bukan pada tanggal 25 Desember, melainkan pada tanggal 15 Tishri (menurut Kalender Yahudi), karena pada tanggal itulah Yesus lahir. Oh ya… tentu juga tanpa Sinterklas…
Tahun ini Natal (15 Tishri) jatuh pada Kamis, 27 September 2007, dan untuk tahun depan, akan jatuh pada Selasa 14 Oktober 2008.

Di atas adalah image cover buku tulisan Natan Jurnawan, yang didalamnya ada 10 alasan tidak merayakan Natal
Silakan juga baca tentang Natal di:


Jika anda ingin terbebas dari kuasa kegelapan (kuasa Setan), mungkin Tim dari

dikelola seorang awam, bukan aktivis
gereja.

Saya juga adi inget waktu lebaran ada makanan ketupat dan opor ayam..
Padahal Jaman nya Muhammad dulu tidak ada ketupat dan opror ayam..
Om GK, Om GK..
Ya opo toh??
Blank sama sekali rupanya ya sama story Christian??
Monggo kalau ada yg ditanyakan lagi…
armageddon | Dec 9, 2007 | Reply
Justru itu, Kekritenan diisi oleh cerita-cerita DONGENG, yang tidak ada dasar Alkitabiah-nya….
bukankah itu memenuhi “nubuat”
II Timotius 4:4 Mereka akan memalingkan telinganya dari kebenaran dan membukanya bagi dongeng.
GK | Dec 9, 2007 | Reply
Bukan tidak ada dasar Alkitabiahnya..
Yang sesat itukan yang bertentangan…
Kalau tujuannya “memeriahkan”, itu sih bukan masalah yg perlu dibesar-besarkan..
Sepeti opor ayam dan ketupat itu tadi..
armageddon | Dec 9, 2007 | Reply
he he he….
mungkin Natal di Jawa akan lebih “khusuk” kalau diberi dupa kemenyan dan bunga mawar?
atau dimeriahkan dengan “reog” yang kesurupan?
ditambah atraksi debus???
he he…
jalan sesat itu tidak selalu yang bertentangan lho..
jalan yang sedikit melenceng (tidak bertentangan lho..),lama-lama juga nggak akan ke tujuan yang semestinya.
cobalah naik pesawat, melenceng 1 derajat saja,nanti khan nggak sampai tujuan…,apalagi jika bertentangan (melenceng 180 derajat)
GK | Dec 9, 2007 | Reply
Kalau itu baru namanya bertentangan, Om…
Kan sudah saya sebutkan sebelumnya…
Bahwa jangan yang bertentangan = sesat dari Alkitab..
mungkin anda perlu baca2 lagi, apa yg dimaksud dengan bertentangan dan yg bukan..
Sesat kok tidak selalu bertentangan.. ya opo toh, om?
Tp kl ga bertentangan bukan berarti sesuai dengan Alkitab. itu baru kalimatnya bener…
armageddon | Dec 10, 2007 | Reply
TUHANmu, TUHANku, dan TUHAN kita semua;
1. Coba lihat kembali sejarah manusia dlm mencari TUHANnya, mulai dari men-TUHAN-kan Patung, Binatang, Matahari sampai Dewa-2, Bagaimana dan apa sj yg dilakukan dengan TUHANnya ?, Mengapa semua terjadi spt itu ?
2. Kemudian bagaimana, kapan, dan dimana Agama-agama itu lahir ?
3. Kalau masing-2 Agama mempunyai TUHAN sendiri-2, alangkah banyaknya TUHAN ini ! dan kalau betul demikian, bagaimana TUHAN-2 itu bersahabat dan berdebat ! dan mungkin berkelahi kali ! kalau betul TUHAN lebih dari satu ! (logika Manusia, APA IYA ?).
4. Pastikan TUHAN ini Cuma satu dan tdk mungkin banyak (logika kita/ akal rasio, coba renungkan dalam-2).
5. Masa iyah, masing-2 Agama punya Syurga dan Neraka sendiri-2, sesuai Tuhannya setiap Agama ?
6. Jadi TUHANnya Orang Budha, Hindu, Kristen, Shinto, Kong Huchu, ISLAM, aliran kepercayaan mungkin SAMA ? dan hanya SATU (maha Esa !) TUHAN.
7. Kalau TUHAN hanya satu dan Cuma satu-satunya, yang mana diantara TUHAN-TUHAN itu yg mrpk TUHAN sesungguhnya dan siapa beliau ini ? (Mr. X itu ?) dan spt apa wujudnya TUHAN itu ? (setiap orang akan berpikir sesuai dg persepsi masing-2 kan ).
8. Bagaimana manusia (ciptaannya) mengetahui bhw Dia adl TUHANnya dan bagaimana TUHAN menyatakan dirinya serta memberitahukan bhw Dirinya adl TUHAN yg sesungguhnya bagi alam semesta beserta isinya (manusia, fauna, & flaura) ?.
9. Silahkan pelajari semua agama (PROTESTAN, KATHOLIK, ADVENT, ISLAM, HINDU, BUDHA, SINTO, KONG HUCHU, Aliran Kepercayaan) berikut kitab-2 sucinya (TAURAT, ZABUR, Perjanjian Lama, Perjanjian Baru, INJIL, AL QUR`AN, WEDA, Dll) apa saja isi kitab-kitab suci dan bagaimana proses diturunkan (dibuatnya) ?
10. Jangan pernah berhenti mencari TUHAN yg sesungguhnya, niscaya dan insyaa ALLAH, TUHAN yg sesungguhnya akan menemui kita.
11. SELAMAT MENCARI, semoga TUHAN yg sesungguh akan segera menemui kita, amien.
RIDHA
HP; 022 7204941 & 08122026598
Ridhawati Handayani | Dec 27, 2007 | Reply
7. Kalau TUHAN hanya satu dan Cuma satu-satunya, yang mana diantara TUHAN-TUHAN itu yg mrpk TUHAN sesungguhnya dan siapa beliau ini ? (Mr. X itu ?) dan spt apa wujudnya TUHAN itu ? (setiap orang akan berpikir sesuai dg persepsi masing-2 kan ).
Tuhan Semesta Alam memang hanya satu…
dari sudut pandang Kristen, Tuhan=YAHWEH:
Yesaya 43:10 “Kamu inilah saksi-saksi-Ku,” demikianlah firman YAHWEH, “dan hamba-Ku yang telah Kupilih, supaya kamu tahu dan percaya kepada-Ku dan mengerti, bahwa Aku tetap Dia. Sebelum Aku tidak ada Tuhan dibentuk, dan sesudah Aku tidak akan ada lagi.
I Tawarikh 16:26 Sebab segala sesembahan bangsa-bangsa adalah berhala, tetapi YAHWEH-lah yang menjadikan langit
dari sudut pandang Islam, Tuhan = Allah:
Surat Ali ‘Imran 2 Allah - tidak ada Tuhan melainkan Dia.
Surat Ali ‘Imran 18 Allah menyatakan bahwa tidak ada Tuhan melainkan Dia ……
9. Silahkan pelajari semua agama (PROTESTAN, KATHOLIK, ADVENT, ISLAM, HINDU, BUDHA, SINTO, KONG HUCHU, Aliran Kepercayaan) berikut kitab-2 sucinya (TAURAT, ZABUR, Perjanjian Lama, Perjanjian Baru, INJIL, AL QUR`AN, WEDA, Dll) apa saja isi kitab-kitab suci dan bagaimana proses diturunkan (dibuatnya) ?
Setuju…, jangan hanya terbelenggu oleh ajaran yang sejak kita kecil diberikan orang tua kita, kita perlu mencari hingga menemukan ajaran yang “layak” kita anut. Jangan terbelenggu oleh ajaran yang menganggap “tidak baik” mempelajari ajaran dan kitab agama lain.
Kita harus terbuka terhadap keyakinan-keyakinan “baru”, mungkin saja keyakinan baru itu lebih “pantas” untuk diikuti.
GK | Dec 28, 2007 | Reply
to Ridha,
maaf, komentar Anda disini sama dengan komentar di www.gkps.or.id
apakah betul Anda yang memasukkan komentar di sini? atau orang lain yang memakai nama Anda?
-admin-
Admin | Dec 28, 2007 | Reply
Untuk Ridha,
Tuhan dicari buat apa?
Nah kalau dicari tidak ketemu-ketemu mau bagaiman?
Dan kalau dicari lalu ketemu mau diapakan?
justizzentrum | Dec 28, 2007 | Reply
Untuk Bung GK ajaran baru yang baik itu contohnya agama apa?
justizzentrum | Dec 28, 2007 | Reply
to : justizzentrum
Ya gak papa… kala Ridha suruh mencari… ya coba cari… ketemu gak… Kalau udah ketemu… ya dipuji dan disembah… Jangan cari agama… coba cari Tuhan dulu..
Kalau aku sih sudah ketemu… Tuhanku ya Tuhan Jesus… di AlQuran ada. Di alkitab ada. Di kitab lain belum baca. Jesus kan Tuhan… yang diutus kedunia serupa dengan manusia. Nah.. kalau sudah ketemu… marilah mengaplikasikan kepribadian Jesus yang penuh cinta kasih, lembut, penyanyang, penyabar, rela berkorban demi sesama, dalam kehidupan sehari hari. Dengan begitu… engkau akan tahu dan bisa memaknai Tuhan dalam kehidupan sehari hari. —deleted by Admin—…. By the way.. Merry Christmas all..
Thomas | Dec 29, 2007 | Reply
justizzentrum
Untuk Bung GK ajaran baru yang baik itu contohnya agama apa?
yang baik? menurut siapa?
yang baik belum tentu benar, yang benar belum tentu baik bagi sebagian orang
contohnya: Yesus lahir bukan 25 Desember, tapi sebagian besar orang menganggap baik merayakan Natal 25 Desember…
Agama apa?
Agama itu khan bikinan manusia tho Mas…
(sekalipun ada yang mengklaim ada agama yang dibuat oleh “Tuhan”)
semua itu relatif, makanya kita tidak dapat memaksakan keyakinan kita kepada orang lain, yang penting kita memiliki dasar argumentasi yang kuat atas keyakinan kita.
kita tidak dapat menghakimi keyakinan orang lain, sekalipun boleh mempertanyakannya.
yang baik adalah yang membawa kesejahteraan umat manusia
yang benar adalah yang kelak membawa kita masuk surga.
yang baik dan benar adalah yang membawa kesejahteraan umat manusia dan membawa kita masuk surga.
yang membawa kesejahteraan belum tentu menjamin masuk surga, apalagi kalau menimbulkan kesengsaraan, itu malah sudah menggambarkan neraka…
itu menurut saya…, orang lain boleh berpendapat lain.
GK | Dec 31, 2007 | Reply
menurut Om Gkmin ini yang bener, Yesus itu diperingati kedatangannya pada tanggal/bulan apa?
Tolong dijawab loh Om ini penting untuk pemahaman anda..
armageddon | Dec 31, 2007 | Reply
sudah ada di bagian bawah tulisan.
GKmin | Dec 31, 2007 | Reply
Ooo..ada yang tafsir asal-asalan..
Itulah kenapa Alkitab itu ga bisa ditafsir sembarangan terlebih-lebih untuk Gereja-Gereja baru.
armageddon | Jan 2, 2008 | Reply
Ya… Yesus juga kalah populer dengan DEWA MATAHARI, karena 25 Desember adalah tanggal kelahiran Dewa Matahari, bukan tanggal kelahiran Yesus.
Ada ayat bagus buat Om :
Demikian juga Ia mengambil cawan, sesudah makan, lalu berkata: “Cawan ini adalah perjanjian baru yang dimeteraikan oleh darah-Ku; perbuatlah ini, setiap kali kamu meminumnya, menjadi peringatan akan Aku!” (1 Korintus 11:25)
armageddon | Jan 3, 2008 | Reply
jadi menurut Yesus (ayat itu), untuk memperingatiNya adalah dengan perjamuan (kudus) khan…,
bukan dengan natalan..
makanya tidak heran, waktu natalan, tokohnya bukan Yesus, melainkan sinterklas. he he he…
kemarin saya pergi ke sebuah bank, di langit-langitnya digantung banyak kertas bergambar Sinterklas… saya cuma “mbatin” kok bukan gambar Yesus ya….
GK | Jan 4, 2008 | Reply
hahahaa…
kasihan sekali ya kalau punya pemeikiran seperti anda…
Ini saya tulis lagi ayatnya :
Demikian juga Ia mengambil cawan, sesudah makan, lalu berkata: “Cawan ini adalah perjanjian baru yang dimeteraikan oleh darah-Ku; perbuatlah ini, SETIAP KALI KAMU MEMINUMNYA , MENJADI PERINGATAN AKAN AKU!” (1 Korintus 11:25)
Perhatikan yg huruf besar, Om..
jadi menurut Yesus (ayat itu), untuk memperingatiNya adalah dengan perjamuan (kudus) khan…,
Malu dong sama orang-orang Kristen yg baca tulisan anda itu..
Kok anda bisa asal-asalan nafsir sembarangan ya..
hmm…. Sampe-sampe hubungin ayat itu dengan Natalan???
Hahahaaa…..
Ini ayat peringatan akan TUHAN, Om.. Bukan Natalan…
Hahahaa…..
Anda kira ulang tahun Yesus perlu dirayakan?
Bukan ulang tahunNya, tapi MAKNA KedatanganNYA.
Jangan2 anda kira pake acara tiup lilin lagi???
Lama-lama saya terharu juga sama anda..
armageddon | Jan 4, 2008 | Reply
Kenapa harus malu?
berikan saya alasan yang kuat mengapa kelahiran Yesus harus diperingati dengan Natal (25 Desember)
kalau saya tidak merayakannya apakah saya menyalahi/melanggar Firman Tuhan?
kalau Anda (dan teman-teman Kristen Anda) merayakannya (Natal 25 Desember + Sinterklas dan Pohon Natal yang gemerlap) apakah Anda sedang mentaati Firman Tuhan?
Anda memiliki Bos, Beliau tidak pernah meminta/memerintahkan anak buahnya merayakan ulang tahunnya. Untuk mengenang/mengingat/menghormatinya, Anda dan kawan-kawan Anda mengadakan pesta ulang tahun untuk Bos Anda itu, dan itu Anda lakukan pada tanggal dan bulan yang tidak sesuai dengan tanggal kelahiran Bos Anda. Kira-kira Bos Anda akan senang atau tidak?
Perintah siapakah merayakan Natal itu? Yesus? Tokoh Gereja?
Silakan Baca Markus 7:7-9
Apakah Anda terharu karena saya sedang ‘tidak sepakat’ dengan penafsiran yang “sahih” tentang ayat-ayat Kitab Suci, yang dilakukan oleh tokoh-tokoh gereja, ahli-ahli teologi, dan orang-orang ternama?
(yang menetapkan tanggal Natal 25 Desember?; yang mengubah ibadah Sabat dari Jumat sore - Sabtu Sore, menjadi hari Minggu?; yang merayakan Paskah di Jumat Agung — tidak lagi di tanggal 14 Nisan –; yang tidak lagi menyebut nama Yahweh, tetapi menggantinya dengan “TUHAN”, bahkan “ALLAH”?; yang melarang/menyalahkan orang lain menafsirkan ayat-ayat Firman Tuhan?; yang meng-hak cipta-i penerbitan Kitab Suci? –silakan renungkan…. hanya Bible King James yang boleh dicetak/diterbitkan secara bebas tanpa ada yang akan menuntut hak cipta-nya)
Silakan baca buku “10 Alasan Tidak merayakan Natal”, yang ditulis oleh Pendeta Natan K. — Jakarta (bukunya diterbitkan bulan Nobember 2007, saya baru baca kemarin, 7 Januari 2007 — dan saya sepakat dengan argumentasi-argumentasinya)
GK | Jan 5, 2008 | Reply
kl saya sih, bukan krn tanggal,bukan hari,bkn merayakn apa gk nya….yg penting bg kami org kristen, hari natal adalah hari perayaan rasa syukur dan penyambutan kita akan datang Nya Juruslamat ke dunia..mlhn gk mesti tgl 25 des, setiap hari kita rayakan natal!…apa kita merayakan Tuhan harus liat kalender dulu? apa mesti di atur dlm Alkitab br bs d irayakan, lalu apa jadi kami kl merayakan natal tgl 25 des?
jadikan natal ada setiap hari dlm hidup mu…
shallom…
mo ta el | Apr 4, 2008 | Reply
apa mesti di atur dlm Alkitab br bs dirayakan
silakan baca Kitab Imamat, bagaimana hari raya-hari raya diatur secara detail.
GK | Apr 4, 2008 | Reply
Simply outstanding ^_^! I like posts like that. Your blog is added to my favorites ;-). Continue writing.
rickh | Apr 7, 2008 | Reply
Thank you.
Some time ago — when I starting ‘publish’ some articles in web –, from Jakarta, when reads my article “Orang Kristen tidak bisa kena santet/hipnotis” ( http://gkmin.net/?p=8 )
call me (by telephone) and tell that she distubing by “spirit”. I suggest her to pray in the name of Jesus to make that “spirit” out from her life. Next day, she call me again and tell me that she feel free from that “spirit”.
Next time some people send me an email, and request permit to copy some/all articles in this site, to discussed in his Bible Studi group.
So, though some people else, feel that this site have no benefit, indeed, make disturbing in his/her faith, (or in church’s doctrines) I am sure to keep this site on.
thanks.
GK | Apr 7, 2008 | Reply
Sir, yes sir! I’m agreeing with you, but I don’t think everybody do. You should not be so rude, it frightens of.
TheTomMan | Apr 9, 2008 | Reply
@TheTomMan
so rude
he he
did you visit http://indonesia.faithfreedom.org ? There are many so rude material…
GK | Apr 9, 2008 | Reply
kenapa sebaiknya natal tidak dirayakan?
santa claus = satan claus?!
http://www.jesus-is-savior.com/Basics/god_hates_christmas.htm
abraham | Apr 20, 2008 | Reply
Bagi saya merayakan Natal itu perlu sekali
karena intinya mengingat kelahiran Juruselamat
Tidak merayakan Natal itu justru sudah sama sesatnya dengan Sinterklas.
Ada perbedaan jelas antara masalah Sinterklas, tanggal 25 Desember, pohon natal,dll disatu sisi, dengan KELAHIRAN JURUSELAMAT disisi lain.
Jangan lugu-polos, mencampur adukan permasalahan tanpa melihat ESENSI perayaaan Natal itu.
Mau di rayakan tgl 30 Februari kek, mau tgl 17 Agustus kek, terserah..
Asal mengingat KELAHIRAN SANG JURUSELAMAT
Masalah kesesatan Sinterklas, tgl 25 Des itu memang salah, tapi bukan berarti Natal tidak dirayakan, bukan berati Natal itu sesat
Natal itu HARUS dirayakan
Untuk MENGINGAT KEHADIRAN SANG JURUSELAMAT itu di muka bumi
Bukan hanya sekedar dongeng
Bahwa Tuhan MENEPATI janjinya
Salam!
jephman | Dec 22, 2008 | Reply
@jephman
Bagi saya merayakan Natal itu perlu sekali
karena intinya mengingat kelahiran Juruselamat
Natal itu HARUS dirayakan
Untuk MENGINGAT KEHADIRAN SANG JURUSELAMAT itu di muka bumi
apakah untuk MENGINGAT harus dengan MARAYAKAN?
gimana kalau saya buat screen saver di komputer saya, sebuah tulisan, “Ingat: Yesus sudah lahir di dunia”, jadi setiap komputer saya “idle” akan muncul tulisan itu dan saya SELALU mengingatnya..
he he he.. sorry agak ekstrim…
(apakah kita sudah menderita amnesia tahunan, sehingga tiap tahun harus kembali “diingatkan” lagi?)
GK | Dec 22, 2008 | Reply
saya pikir sebuah screen saver bukanlah sebuah budaya atau kesenian atau sebuah pengingat ke-ria-an
ada hal-hal tertentu di dunia ini yg manusia perlu rayakan untuk mengingat, memeriahkan, dll
sesuatu yang menjadi titik untuk melupakan masalah2 yang ada dan kembali MENGINGAT dalam suasana yang ceria.
Ini tidak sesat kan?
ini budaya
ini bukan amnesia teologis
dan ini tidak sesat
menyatakan sebuah komputer error hanya dari sebuah screen saver, bukan berarti”games”nya harus didelete toh?
salam!
jephman | Dec 22, 2008 | Reply
@jephman
saya pikir sebuah screen saver bukanlah sebuah budaya atau kesenian atau sebuah pengingat ke-ria-an
kalau banyak yang melakukan, akan menjadi budaya juga…
sejak kapan budaya “natalan” (25 desember dengan pohon natal dan sinterklas) itu ada/diadakan?
bagaimana jika sekarang dibikin budaya baru: tidak natalan 25 desember, tapi bersamaan saja dengan hari raya tabernakel di 15 tishri?
(hanya contoh saja kok…)
coba kunjungi:
http://ellytaha.multiply.com/photos/album/39/The_Feast_of_Tabernacle
apakah tidak merayakan natal adalah sesat?
GK | Dec 22, 2008 | Reply
budaya (perayaan) bukan hanya BANYAK yg melakukan
Kebersamaan, sosialisasi, ke-ceria-an, per-ADAB-an, itu diluar jangkauan “banyak yg melakukan” shg jadi budaya.
sejak kapan 25 Des diadakan bukan berarti Natal itu sesat.
kalau dibikin Natal baru tgl 15 tishri itu sah-sah saja.
tapi bukan berarti merayakan Natal jadi sesat kan?
jephman | Dec 22, 2008 | Reply
@jephman,
OK, ini bukan masalah sesat/tidak sesat, terus terang saya agak “gimana” ketika orang gampang menghakimi sesuatu sesat/tidak sesat.
Tulisan-tulisan saya di sini adalah untuk mendorong sikap kritis terhadap sesuatu yang kita hadapi, tidak asai “ikut-ikutan” saja.
ada tiga macam orang:
1. tahu
2. merasa tahu
3. yakin (walau tidak tahu)
GK | Dec 22, 2008 | Reply
Mazmur 4
4:3 Hai orang-orang, berapa lama lagi kemuliaanku dinodai, berapa lama lagi kamu mencintai yang sia-sia dan mencari kebohongan?
noschy | Dec 22, 2008 | Reply
@noschy
tks, silakan baca: http://sabdaspace.org/perayaan_kematian_kekristenan#comment-26049
GK | Dec 23, 2008 | Reply
Sugeng Natal!
Selamat Natal!
Merry Christmas!
Sungguh bahagianya bisa merayakan natal bersama keluarga, kerabat, jemaat gereja, dan seluruh umat Kristen sedunia.
Wong Awam | Dec 24, 2008 | Reply
wakakaa
orang2 yang lucu..kasian juga uda pada diboongin pendeta2nya untuk merayakan natal
ya mau merayain natal ato tidak, itu semua hak asasi. tapi uda jadi kewajiban saya jg untuk mengingatkan bahwa Natal itu kebiasaan yang tidak benar..alasan2nya sudah jelas dikemukakan, tapi kalo masi mau membenarkan diri karena semua juga merayakan, ya terserah (yang penting saya uda mengingatkan aja)
di alkitab hanya ada 2 contoh peringatan hari kelahiran (ulang tahun) yaitu Hari kelahiran HERODES dan FIRAUN.
12 rasul- rasul dan Yesus sendiri tidak pernah disebutkan merayakan hari kelahiran mereka, jadi daripada kita beresiko ikut-ikutan salah merayakan kelahiran mereka, mending ga usa deh..mending kita beribadat aja yang bener, sesuai ajaran Alkitab. Jangan sampai hanya gara2 ingin menghargai, mengingat Yesus trus merayain Natal..eehhh malah kita DOsa ya kan??
sekian deh
kalo ada yang salah ngomong, maaf yaa saya jg manusia biasa hehe
kelvin | Dec 28, 2008 | Reply
Yang dirayakan di hari Natal adalah inkarnasi Adonai yang tidak kelihatan itu menjadi manusia Y’shua yang kelihatan. Jadi bukan merayakan sinterklas, pohon natal atau semacamnya. Jika tidak mau memahami teologi dibaliknya, akan sangat mudah mengatakan ’saya benar dan anda salah’ atas dasar pemahaman yang kurang seimbang. Sikap kepingin kritis malah jadi kebalikannya, tidak mau melihat sudut pandang lain.
Jika mau lepas dari ‘paganisme’ mengapa malu-malu untuk memeluk Yudaisme ortodoks atau Yudaisme konservatif sekalian? Mengapa berhenti di Kristen ‘Mesianik’ yang setengah hati?
Mau jadi Yahudi malu, mau jadi Kristen ga sudi, hehehe…
Messianic Christianity sendiri terpecah dalam banyak aliran teologi, dari yang mengakui bahwa Y’shua adalah Sang Pencipta sampai pada Y’shua sebagai ciptaan. Semuanya dengan bungkus yang sangat mirip satu sama lain.
Silakan pilih sesuai hati nurani.
kamperwangi | Oct 13, 2009 | Reply
menurut saya betul Natal adalah hari kelahiran SUN OF GOD (DEWA MATAHARI). Karena murid-murid Yesus tidak merayakan Natal yang mereka rayakan adalah Perjamuan Kudus. Kalau ingin membaca ulang kelahiran Yahshua Sang Messias klik di link ini: http://www.messianic-indonesia.com/artikel_detil.php?id=070720183850 dan perlu anda ketahui Hari Raya Paskah yg orng kristen rayakan hari ini adalah “HARI RAYA DEWI MUSIM SEMI” (Dewi Yunani). Mengenai Hari Sabat yang betul adalah “HARI SABTU”.Enam hari lamanya boleh dilakukan pekerjaan, tetapi hari yang ketujuh haruslah ada perhentian kudus bagimu, yakni SABAT, hari perhentian penuh bagi TUHAN; setiuap orang yang melakukan pekerjaan pada itu, haruslah DIHUKUM MATI. Janganlah kamu memasang api di mana pun dalam tempat kediamanmu pada HARI SABAT Keluaran 35:2-3. Mengenai hukum makanan seperti babi, kerang, udang, atau semua makanan haram di Imamat 11 itu adalah haram. karena Tuhan Yesus TIDAK MEMAKAN BABI dan Tuhan Yesus datang bukan untuk meniadakan Torah (Taurat) justru untuk menggenapinya. Hati-hati Setan datang UNTUK MERUBAH WAKTU DAN HUKUM.
I'm Seventh-day Adventist | Aug 2, 2010 | Reply