Apakah Tuhan orang Islam = Tuhan orang Kristen?
By GK on Dec 25, 2007 in Umum, Renungan, Uncategorized
Tadi malam, dalam pertemuan “junggringan” seorang teman cerita bahwa Pendetanya datang ke rumahnya untuk ngobrol-ngobrol dan menyatakan bahwa beliau (Pendeta itu) menganut paham pluralis dan menganggap bahwa Tuhan orang Islam = Tuhan orang Kristen, dan ini berarti beliau sedang berbeda pendapat dengan teman saya yang menganggap Tuhan orang Islam tidak sama dengan Tuhan orang Kristen.
[Junggringan adalah istilah yang kami (saya dan teman-teman) pakai untuk menyebut pertemuan mingguan kami, yang semula berformat “persekutuan”. Istilah junggringan kami adopsi dari kegiatan pertemuan yang diadakan oleh para pelajar Kawruh Jiwa . Kami anggap istilah junggringan cukup baik dan tepat untuk menyebut “pertemuan persekutuan” kami, setelah kami pikir-pikir, bahwa nilai-nilai yang dianut dalam jonggringan-nya para pelajar Kawruh Jiwa, ternyata bagus untuk diterapkan dalam “persekutuan” kami. Nilai-nilai dalam junggringan antara lain: tanpa guru tanpa murid (tidak ada guru tidak ada murid); tanpa pakon penging (tidak menyuruh, tidak melarang); tanpa nesu (tidak ada kemarahan). Kata junggringan itu sendiri sebenarnya diambil dari cerita pewayangan dimana ada istilah “junggring saloka”, yaitu tempat berkumpulnya para dewata di khayangan]
Jadi sebenarnya saya ingin menyampaikan bahwa ada dua pendapat mengenai Tuhan orang Kristen dan Tuhan orang Islam. Pendapat yang satu menyebutkan bahwa Tuhan Islam = Tuhan Kristen, pendapat kedua mengatakan bahwa Tuhan Islam tidak sama dengan Tuhan Kristen. Masing-masing pendapat dilandasi dengan argumentasinya masing-masing. (untuk selanjutnya saya tulis disini Tuhan Islam untuk mengganti kata-kata Tuhan orang Islam, dan Tuhan Kristen untuk mengganti kata-kata Tuhan orang Kristen).
Lantas sebenarnya mana yang benar, apakah Tuhan Islam = Tuhan Kristen atau Tuhan Islam berbeda dengan Tuhan Kristen. Yang jelas hanya ada satu Tuhan Pencipta Alam Semesta, tetapi benarkah orang Islam dan Kristen sama-sama menyembah Tuhan yang sama, atau sebenarnya mereka menyembah Tuhan yang berbeda, dan masing-masing merasa sedang menyembah Tuhan Semesta Alam.
Kalau mau jujur, sebenarnya kita sekarang tidak tahu apakah Tuhan Kristen = Tuhan Islam, kalaupun kita berpendapat (seperti halnya teman yang percaya bahwa Tuhan Kristen tidak sama dengan Tuhan Islam, dan Pendetanya yang percaya bahwa Tuhan Kristen = Tuhan Islam), itu hanya karena kita MERASA TAHU bahwa Tuhan Kristen = Tuhan Islam atau MERASA TAHU bahwa Tuhan Kristen berbeda dengan Tuhan Islam. Kenyataannya bagaimana, itu nanti setelah tiba saat pengadilan terakhir di akhirat nanti (itupun seandainya pengadilan terakhir di akhirat itu memang ada).
Nah, saya hanya mencoba “menganalisis” kedua pendapat yang berbeda itu. Inipun “kata” saya lho…. Anda boleh setuju, boleh juga tidak, tapi ingat… seperti halnya diskusi dan debat dalam jonggringan, Anda tidak perlu marah, seandainya Anda tidak setuju dengan pendapat saya.
Terus terang, sebagai orang yang secara sadar, setelah melalui pertimbangan yang saya rasa cukup matang (bahkan jujur, saya akui bahwa pilihan ini juga karena ada pengalaman supranatural dengan “Tuhan Yesus”), saya memilih percaya pada Kitab Suci (Taurat, Zabur dan Injil) daripada Al-Quran, maka saya berpendapat (MERASA) bahwa Tuhan Kristen tidak sama dengan Tuhan Islam, ya… tapi ini khan pendapat saya, apakah benar atau salah, ya saya tidak tahu, tetapi saya MERASA benar…(paling tidak sampai saat ini)
Mengapa saya berpendapat demikian?
Ya…, seandainya saya berpendapat bahwa Tuhan Kristen = Tuhan Islam, ada pertanyaan yang tidak dapat saya jawab dengan baik, “Mengapa Anda memilih Kristen, bukankah sama saja seandainya Anda pilih Islam, toh Tuhannya sama?”
Ya, saya memilih Kristen, karena saya MERASA (berpendapat bahwa) Tuhan Kristen berbeda dengan Tuhan Islam, dan saya anggap Tuhan Kristen lebih baik (atau lebih benar) dari pada Tuhan Islam. – sekali lagi saya tegaskan, INI PENDAPAT SAYA, Anda boleh setuju boleh tidak.
Alasan saya:
Pertama,
NAMA Tuhan Kristen berbeda dengan NAMA Tuhan Islam.
Tuhan Kristen adalah YHWH (dibaca Yahwe, Yehova, Jehova, Yehuwah, dll) — Jelas tertulis dalam Kitab Suci: Yesaya 42:8, Aku ini YAHWEH, itulah nama-Ku; Aku tidak akan memberikan kemuliaan-Ku kepada yang lain atau kemasyhuran-Ku kepada patung
Tuhan Islam adalah ALLAH (dibaca “Allah” atau “Auwloh”) – Jelas tertulis dalam Al Quran, misalnya (antara lain) di
Surat Ali ‘Imran 2 Allah - tidak ada Tuhan melainkan Dia.
Surat Ali ‘Imran 18 Allah menyatakan bahwa tidak ada Tuhan melainkan Dia ……
Surat Al-Ikhlas (1) Katakanlah: Dia-lah Allah, Yang Maha Esa. (2) Allah adalah Tuhan yang bergantung kepadaNya segala sesuatu. (3) Dia tiada beranak dan tiada pula diperanakkan (4) dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia
Ada yang menganggap bahwa YHWH = ALLAH=TUHAN, tetapi pendapat ini “kurang/tidak tahan uji” misalnya pada syahadat orang Islam, yang menyebutkan “Tiada Tuhan selain Allah”, dapatkah orang Islam akan bersyahadat “Tiada Tuhan selain Yahweh” atau “Tiada Tuhan selain Tuhan”?
OK, saya lanjutkan…mengapa saya menganggap Tuhan Kristen berbeda dengan Tuhan Islam.
Kedua,
Tuhan Kristen (YHWH) “memiliki anak tunggal” yaitu YESUS (ada yang berpendapat bahwa nama aslinya Y’SHUA = YESHUA atau YAHSHUA, artinya YAHWEH yang menyelamatkan),
Yohanes 3:16 Karena begitu besar kasih Tuhan akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal
Tuhan Islam tidak “memiliki anak”
Surat Al-Ikhlas. (3) Dia tiada beranak dan tiada pula diperanakkan
Ketiga,
Untuk datang kepada Tuhan Kristen (YHWH) satu-satunya jalan adalah melalui Yesus (Yeshua) Yohanes 14:6 Kata Yesus kepadanya: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku
I Timotius 2:5 Karena Tuhan itu esa dan esa pula Dia yang menjadi pengantara antara Tuhan dan manusia, yaitu manusia Kristus Yesus,
Untuk datang kepada Tuhan Islam, langsung, (melalui pengajaran Nabi Mohammad) tidak perlu melalui Yesus
Keempat,
Firman Tuhan Yahweh pada Kitab Suci, berbeda dengan Firman Tuhan Allah pada Al Quran
Ada banyak sekali perbedaannya, tetapi beberapa yang saya ingat jelas, antara lain:
(A)
Menurut Kitab Suci, Tuhan Yahweh TIDAK menciptakan Setan (Setan adalah malaikat yang memberontak)
Menurut Al-Quran, Tuhan Allah menciptakan Setan dari api
(B)
Menurut Kitab Suci, untuk terakhir kalinya, Tuhan Yahweh mengutus Yesus (Yeshua) “anakNya sendiri” –tidak ada lagi Nabi sesudahnya, bahkan jika ada yang mengaku Nabi, itu adalah Nabi palsu
Matius 24:11 Banyak nabi palsu akan muncul dan menyesatkan banyak orang.
Menurut Al-Quran, Mohammad adalah Nabi terakhir dari Tuhan Allah
Jadi, jelas bahwa yang diajarkan oleh Kitab Suci, berbeda dengan yang diajarkan Al-Quran. Karena masing-masing Kitab itu diakui sebagai Firman Tuhan (Kitab Suci= Firman Tuhan Yahweh, Al-Quran=Firman Tuhan Allah)…. karena isinya berbeda, maka patut diduga bahwa keduanya berasal dari Tuhan yang berbeda.
Kalau menurut Kitab Suci, Tuhan Yahweh menyatakan bahwa Yesus (Yeshua) – dan kemudian Roh Kudus — adalah “utusan terakhir”, apakah Tuhan Yahweh berbohong, dan kemudian mengutus Mohammad yang tidak mengakui bahwa Yesus adalah Tuhan dan “putera Yahweh”.
Dari (minimal) 4 alasan tersebut, saya BERPENDAPAT bahwa Tuhan Kristen tidak sama dengan Tuhan Islam.
Terus mana yang benar, Kitab Suci atau Al-Quran? Tuhan Kristen atau Tuhan Islam?
Jelas, saya memilih menjadi orang Kristen, karena saya MENGANGGAP Kitab Suci yang benar, dan Tuhan Yahweh yang benar.
(ini anggapan saya lho….., mana yang terbukti benar, ya… itu nanti di akhirat nanti baru kita akan tahu, apakah anggapan saya ini benar atau salah — … itupun kalau akhirat memang ada lho...karena kita sekarang ya tidak tahu apakah akhirat itu ada atau tidak, ya kita MERASA tahu karena kita percaya pada Kitab Suci atau pada Al Quran)
Ini yang dalam logika disebut circular reference. Kita akan tahu apakah Kitab Suci atau Al-Quran itu benar atau salah, nanti jika kita sudah di akhirat, padahal keyakinan tentang adanya akhirat itu juga dari pengajaran Kitab Suci atau Al-Quran….
Circular reference yang lain adalah orang Kristen percaya bahwa Kitab Suci itu Firman Tuhan Yahweh, padahal orang Kristen mengenal Tuhan Yahweh juga dari Kitab Suci.
Bagi orang Islam, circular reference ini misalnya, bahwa yang menyebutkan bahwa Mohammad seorang Nabi utusan Allah adalah Al-Quran, dan yang menyebutkan bahwa Al-Quran itu Firman Allah adalah Mohammad.
Nah.., yang terjadi adalah bahwa walaupun ada circular reference, pokoknya PERCAYA. pokoknya BERIMAN, apalagi menurut Kitab Suci, Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat.(Ibrani 11:1)
Ya.. tapi saya lebih percaya pada Kitab Suci dari pada Al-Quran dengan beberapa alasan:
saya dari lahir di sebuah keluarga Kristen, yang menurut pengakuan Ayah saya, dulu dia beragama Islam, tapi kemudian merasa lebih nyaman ketika berpindah keyakinan menjadi percaya kepada Tuhan Yesus, jadi saya dididik dalam pengajaran Kristen.
Saya mulai mempelajari Kitab Suci sejak ikut Sekolah Minggu, dan semakin “bisa berpikir”, timbul keraguan, apakah yang ditulis dalam Kitab Suci itu benar? Muncul sebuah “keberanian” untuk mempertanyakan apakah yang diajarkan Kitab Suci itu memang benar. Saya minta kepada Tuhan (sebenarnya waktu itu saya berdoa kepada “SIAPAPUN YANG MENDENGAR DOA SAYA” — dengan pemikiran kalau Tuhan dan Setan sama-sama mendengar doa saya, maka mestinya Tuhan yang akan menjawab, mestinya Dia tidak akan mengijinkan Setan menjawab doa saya; masa Tuhan akan menyesatkan saya –) untuk menunjukkan diriNya jika Dia memang benar-benar ada. Berbulan-bulan, tiap malam, saya berdoa mohon bukti, dan kemudian sebuah pengalaman supranatural saya alami, sebagai jawaban doa tiap malam berbulan-bulan– ….. tapi inipun “circular reference”, karena dengan berdoa, sebenarnya saya sudah ‘sedikit percaya’ adanya Tuhan khan…. Tapi yang jelas, sejak pengalaman supranatural itu saya alami, keyakinan saya pada Tuhan Yesus, tumbuh menjadi kuat, dan saya tidak ragu-ragu untuk mempercayaiNya dan mempercayai Kitab Suci.
Berikutnya, saya juga mencoba mempelajari (membaca) Kitab-kitab agama lain, Weda, Tripitaka, dan khususnya Al-Quran, termasuk saya sedikit mempelajari beberapa aliran kepercayaan, dan semua itu tidak ada yang dapat menggoyahkan keyakinan saya pada Tuhan Yesus, bahkan semakin saya mempelajari keyakinan lain, semakin saya menemukan bahwa Kitab Suci memberikan pengajaran yang lebih meyakinkan dari pengajaran-pengajaran lainnya.
…. saya tidak takut mempelajari keyakinan lain, lho… kalau saya MERASA berada dalam jalur yang benar, mengapa saya harus takut pada pengaruh-pengaruh “buruk” dari kepercayaan lain.
Jadi…, di meja belajar saya sampai saat ini juga ada Al-Quran yang kadang saya baca-baca, dan tentunya ada beberapa Kitab Suci beberapa versi, berbahasa Indonesia, Inggris dan Jawa, yang kadang masih saya banding-bandingkan ayat-ayatnya.
Dari pengetahuan yang saya miliki hingga sekarang:
Kitab Suci ditulis oleh lebih kurang 40 orang, dalam kurun waktu selama kurang lebih 1500 tahun, dan menjadi satu kesatuan yang utuh menceritakan karya Tuhan Yahweh, sejak jaman Adam dan Hawa hingga Yesus Kristus bahkan nubuatan tentang akhir jaman, dengan urut-urutan yang jelas.
Nah, kembali ke cerita awal tulisan ini, dimana teman saya menganggap Tuhan Kristen berbeda dengan Tuhan Islam, sedangkan Pendetanya menganggap Tuhan Kristen = Tuhan Islam, saya tidak tahu bagaimana pendapat Anda para pembaca tulisan ini. Yang jelas jika Anda berpendapat, mestinya dengan argumentasi yang “pantas”.
Kita semua tidak tahu mana pendapat yang benar, karena saat ini kebenaran tentang Tuhan masih misteri, yang mungkin kita akan mengetahuinya nanti setelah kita mati, dan masuk “dunia lain” yaitu akhirat.
Yang kita bisa uji sekarang adalah argumentasi-argumentasi kita, apakah memang “handal” jika dihadapkan dengan argumentasi-argumentasi lain yang tidak sependapat dengan keyakinan kita.
Disini saya tidak hendak mendiskusikan argumentasi-argumentasi kita yang menjadikan kita berpendapat bahwa Tuhan Kristen tidak sama dengan Tuhan Islam atau berpendapat bahwa Tuhan Kristen sama dengan Tuhan Islam, tetapi saya ingin menekankan bahwa jika ada pendapat bahwa Tuhan Islam berbeda dengan Tuhan Kristen, itu tidak perlu membuat orang Kristen dan Islam menjadi bermusuhan, karena Tuhan-nya berbeda,
Sebaliknya yang menjadikan orang Kristen dan Islam bersahabat, juga bukan karena keduanya mengaku Tuhan-nya sama, tetapi karena kita semua adalah sesama manusia yang entah mengakui Tuhan atau ateis, mengakui Tuhan yang sama atau Tuhan yang berbeda, kita tetap sama yaitu sama-sama manusia.
Kita (pemeluk agama apapun, bahkan tidak beragama sekalipun) sama-sama manusia, yang sekalipun beda keyakinan, tetap saja kita sesama, yang wajar jika dapat hidup berdampingan di dunia yang satu ini.
Tidak ada alasan yang logis bahwa kita perlu memusuhi orang yang berbeda keyakinan dengan kita, karena Tuhan Semesta Alam (entah yang benar Tuhan Yahweh atau Tuhan Allah, atau bahkan Tuhan yang lain) memang sudah menciptakan manusia itu TIDAK SERAGAM, sehingga bagi saya sangat aneh jika ada upaya-upaya untuk menyeragamkan sesuatu khususnya menyeragamkan keyakinan pada Tuhan Yahweh atau Tuhan Allah.
Bahwa kita ingin orang lain punya keyakinan yang sama dengan kita, itu wajar, karena jika makin banyak orang yang sama keyakinannya dengan kita, kita akan merasa lebih NYAMAN bahwa keyakinan kita itu (dianggap) BENAR.
Padahal, TIDAK ADA RUMUS atau DALIL bahwa keyakinan yang paling banyak diikuti itu adalah keyakinan yang benar.
Jadi saya berpendapat, bahwa keinginan menyamakan keyakinan sebenarnya adalah manifestasi dari “minority complex”, karena takut jika ternyata keyakinan kita yang salah, maka kita berusaha meyakinkan orang lain agar menyetujui keyakinan kita dan itu akan membawa anggapan bahwa keyakinan kita benar.
Prinsip saya, apapun keyakinan kita, sebaiknya dasar keyakinan kita itu kuat, jangan sampai nanti ketika dihadapkan pada keyakinan lain, kita menjadi goyah. Tetapi jika ternyata memang dasar keyakinan kita kurang kuat (misalnya karena kita hanya IKUT-IKUTAN orang tua kita, atau teman, atau pemuka agama) dan keyakinan kita goyah karena ada argumentasi yang lebih baik, kita tidak perlu takut untuk merubah keyakinan, karena jangan sampai kita menjadi budak bagi keyakinan kita. Keyakinan itu bukan majikan, bukan belenggu, kita sebagai manusia perlu tetap terbuka terhadap keyakinan-keyakinan baru.
Sangat sayang jika keyakinan kita menjadi belenggu, (dan kita diperbudak oleh keyakinan itu) yang menyebabkan kita TIDAK BERANI mempelajari keyakinan lain/baru karena TAKUT jika keyakinan kita goyah.
Ha… jika kita sudah MERASA di jalur yang benar, kita TIDAK PERLU TAKUT jika berhadapan dengan keyakinan lain, karena kita punya argumentasi yang “pantas”.
Anda yang beragama Kristen, pelajarilah Islam, bacalah Al-Quran, tonton film/sinetron Islami, bergaullah dengan orang Muslim, juga orang-orang beragama lain, bahkan yang tidak beragama sekalipun.
Anda yang beragama Islam, pelajari Kristen, baca Kitab Suci (Taurat, Zabur dan Injil), tonton film/sinteron bernuansa Kristiani, bergaullah dengan orang-orang Kristen, juga orang-orang beragama lain, bahkan yang tidak beragama.
Jangan takut untuk BERUBAH KEYAKINAN, jika memang Anda ragu terhadap keyakinan Anda yang sekarang, dan merasa bahwa “yang baru” itu lebih “patut” diterima.
Ingat bahwa TUHAN memberi kebebasan pada manusia untuk memilih.
TUHAN bukan Setan yang mengikat dan membelenggu kita dengan tipudaya-nya untuk membutakan mata kita pada kebenaran.
Kitab Suci sudah mengingatkan….
Amsal 14:12 Ada jalan yang disangka orang lurus, tetapi ujungnya menuju maut.
Matius 7:13-15 Masuklah melalui pintu yang sesak itu, karena lebarlah pintu dan luaslah jalan yang menuju kepada kebinasaan, dan banyak orang yang masuk melaluinya; karena sesaklah pintu dan sempitlah jalan yang menuju kepada kehidupan, dan sedikit orang yang mendapatinya. Waspadalah terhadap nabi-nabi palsu yang datang kepadamu dengan menyamar seperti domba, tetapi sesungguhnya mereka adalah serigala yang buas
Oh ya…. Al-Quran menyatakan dengan jelas bahwa orang-orang Islam menyembah Tuhan yang berbeda dengan orang-orang kafir.
Surat Al-Kaafiruun (1) Katakanlah: “Hai orang-orang kafir! (2) aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah, (3) dan kamu bukan penyembah Tuhan yang aku sembah (4) Dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah, (5) dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah Tuhan yang aku sembah, (6) Untukmulah agamamu dan untukkulah agamaku
Nah…jelas bahwa yang disembah tiap-tiap orang BISA BERBEDA, apakah Tuhan Yahweh berbeda atau sama dengan Tuhan Allah, saya tidak tahu sekarang, tetapi karena saya memilih percaya pada Kitab Suci, maka saya menyembah Tuhan Yahweh, dan bukan menyembah Tuhan Allah.
Bagi saya, entah sebenarnya nanti ternyata Tuhan Yahweh itu sama atau berbeda dengan Tuhan Allah (sekarang saya menganggapnya berbeda), saya lebih NYAMAN memanggil Tuhan dengan sebutan Yahweh, bukan Allah.
Jika ternyata memang Yahweh dan Allah berbeda, dan sekarang saya menganggap Yahweh= Allah, bagaimana nanti akan mempertanggungjawabkannya, padahal menurut Kitab Suci, orang Kristen tidak boleh menyebut nama Tuhan dengan sembarangan
Keluaran 20:7 Jangan menyebut nama YAHWEH, sesembahanmu, dengan sembarangan, sebab YAHWEH akan memandang bersalah orang yang menyebut nama-Nya dengan sembarangan.
Bagi saya aneh bahwa ada orang-orang Kristen yang menganggap bahwa Tuhan Kristen berbeda dengan Tuhan Islam, tetapi juga menyembah Tuhan Kristen dengan sebutan Tuhan Allah, dengan alasan bahwa “Allah yang saya maksudkan adalah Yahweh”
(he… tapi saya dulu juga begitu lho…, saya dulu juga berdoa kepada Allah, dulu juga menyanyikan lagu-lagu pujian kepada Allah….. tapi itu dulu, sekarang tidak lagi, setelah menyadari bahwa nama Tuhan Kristen adalah Yahweh)
Tapi saya bisa memahaminya, karena Alkitab terbitan LAI memang ber-tatabahasa (agak) kacau perihal Yahweh dan Allah ini.
Misalnya Alkitab terbitan LAI menuliskan:
TUHAN Allah, atau TUHAN Allahku (di banyak ayat)
Allah Tuhan (Efesus 1:17) ALLAH Tuhanku (Habakuk 3:19),
bahkan ada ayat yang berbunyi “Allah Israel ialah Allah (Kejadian 33:20)
(untuk lebih jelas, silakan baca tulisan SIAPA TUHAN YANG ANDA SEMBAH?)
Untungnya saya tidak hanya menggunakan satu versi Kitab Suci, sehingga bisa menyadari “kekacauan” ini, dan saya tidak ingin dikacaukan terus menerus oleh Alkitab terbitan LAI, maka saya menyebut Tuhan itu Yahweh, bukan Allah.
Dan saya menghargai dan menghormati saudara-saudara Muslim yang menyebut Tuhannya dengan sebutan Allah, bukan Yahweh, itu pilihan mereka, dan mereka punya dasar di Al-Quran.
Apakah Tuhan Islam sama atau berbeda dengan Tuhan Kristen, sampai saat ini saya MENGANGGAP berbeda, tetapi saya tegaskan bahwa SEBENARNYA saya TIDAK TAHU, sebab SAYA BUKAN TUHAN.
Saya merasa nyaman dengan menganggap keduanya berbeda, bahwa jika ternyata keduanya sama, tidak apa-apa saya menyembah Yahweh, karena itu yang diajarkan Kitab Suci, dan jika ternyata yang benar adalah Yahweh, maka saya selamat di akhirat, dan jika ternyata yang benar Allah, ya saya mungkin saya akan celaka di akhirat, tapi juga mungkin tidak celaka, sekitanya Tuhan memaafkan kesalahan saya…
Dan saya menganggap (percaya) yang benar adalah Yahweh bukan Allah, karena Allah itu khan Tuhan yang diajarkan Mohammad pada Abad ke 7 Masehi, jauh sebelum itu, (menurut Kitab Suci) bangsa Israel sudah menyembah Tuhan yang menurunkan 10 perintahNya kepada manusia melalui Nabi Musa, dan Tuhan yang “bertemu” dengan Nabi Musa dikenal dengan nama Yahweh, bukan Allah.
Sampai saat ini tidak pernah saya jumpai literatur sejarah (cerita) yang menceritakanTuhan-nya Musa, Tuhan-nya Abraham, Tuhan-nya Ishak dan Tuhan-nya Yakub itu berganti nama dari Yahweh menjadi Allah. Jadi seandainya Tuhan yang benar adalah Allah, apakah Musa, Abraham, Ishak dan Yakub telah menyembah Tuhan yang salah?
Justru menjadi tanda tanya, mengapa Mohammad mengajarkan kepada manusia (umat Islam) bahwa Tuhan adalah Allah, bukannya Yahweh, walaupun mungkin yang dimaksud Allah itu adalah Yahweh yang disembah Musa dan Abraham, tetapi ada kemungkinan itu memang yang dimaksud Mohammad adalah Tuhan yang berbeda.
Daripada saya menganggapnya sama, dan kemudian menyebut Tuhan Yahweh dengan kata Allah, ternyata nanti keduanya adalah Tuhan yang berbeda. akan ada konsekuensi logis dari anggapan dan sebutan ini. Kalau ternyata yang benar adalah Yahwe maka mungkin saya akan celaka di akhirat (karena telah mempersekutukan Yahweh dengan Allah – Yesaya 42:8, Keluaran 20:7), juga kalau ternyata yang benar adalah Allah, saya mungkin juga tetap akan celaka di akhirat (karena telah mempersekutukan Allah dengan Yahweh)
Jadi…., secara matematis, kalau saya menyebut Yahweh, dan ternyata Yahweh dan Allah berbeda, peluang saya selamat di akhirat 100% (dengan asumsi yang benar adalah Yahweh, bukan Allah), dan kalau ternyata Yahweh = Allah, peluang saya selamat juga 100%. Tetapi kalau saya mempersekutukan Allah dan Yahweh, dan ternyata Yahweh=Allah, kemungkinan saya selamat 100%, dan jika ternyata keduanya berbeda, kemungkinan saya selamat menjadi 0%. Tapi kalau ternyata yang benar adalah Allah, ya sudah saya pasrah sama Tuhan saja, bagaimana Dia akan memperlakukan saya, karena saya telah percaya pada Kitab Suci dan bukan pada Quran…Semoga Dia memaafkan kekeliruan saya….
Dengan demikian, dari perhitungan matematis, lebih besar peluang selamat jika saya menganggap Tuhan Yahweh berbeda dengan Tuhan Allah, dan saya tidak menyebut Yahweh dengan Allah (mempersekutukannya).
Sayapun yakin bahwa Anda semua pembaca tulisan ini juga TIDAK TAHU yang sebenarnya, karena Anda bukan Tuhan yang Maha Tahu, paling-paling Anda MERASA TAHU, atau SEOLAH-OLAH TAHU, karena itu, jangan menyalahkan orang yang berpendapat bahwa Tuhan Kristen sama atau berbeda dengan Tuhan Islam, jika Anda punya pendapat yang lain, karena kita semua SAMA-SAMA tidak tahu yang sebenarnya.
Apakah pilihan Anda, percaya bahwa Yahweh = Allah, atau Yahweh berbeda dengan Allah?
Anda menyembah Yahweh atau Allah? Atau menyembah Yahweh tetapi menyebutnya dengan kata Allah?
Pilihan Anda yang akan menentukan “nasib” Anda kelak di dunia yang akan datang….(jika dunia yang akan datang itu benar-benar ada……)
Tetapi perlu selalu ingat, karena ini “urusan” dunia yang akan datang nanti, jangan sampai pilihan kita menjadikan hidup kita di dunia ini tidak damai dengan sesama kita yang punya pilihan berbeda. Bagaimana kita akan mendapat kedamaian di akhirat (yang belum kelihatan), kalau di dunia yang kelihatan jelas ini-pun kita tidak dapat berdamai dengan sesama.
Jika kita percaya bahwa Tuhan dan Setan itu benar-benar ada, bukankah Tuhan juga “berdamai” dengan Setan, dengan membiarkan Setan terus bekerja di dunia ini untuk menyesatkan umat Tuhan.????
Seandainya Tuhan itu “tidak berdamai” dengan Setan, mestinya Setan itu sudah dibinasakan oleh Tuhan yang Maha Kuasa itu….
Setan saja dibiarkan oleh Tuhan untuk “hidup” di dunia, (bahkan menurut pandangan Islam, Setan itu sengaja diciptakan oleh Allah) apakah kita yang manusia akan menjadi hakim bagi sesama kita untuk “mengusir” sesama kita dari dunia ini?
(lebih tidak masuk akal, jika “pengusiran sesama” itu diberi ‘embel-embel’ untuk membela Tuhan….. hah…. Tuhan itu Maha Perkasa, nggak perlu dibela, kecuali kalau Tuhan yang dipercayai itu Tuhan yang lemah gemulai lunglai, perlu dibela oleh umatNya, untuk mempertahankan eksistensiNya… – hah… itu Tuhan sungguhan atau Tuhan buatan manusia…)
Sudahkah Anda mencari kebenaran?
Atau selama ini hanya ikut-ikutan saja, pokoknya percaya dan tidak berani (tidak sempat) mencari kebenaran, karena terbelenggu oleh keyakinan yang turun-temurun?
Tidak ada kata terlambat untuk mencari kebenaran, dan tidak ada yang dapat mengikat Anda untuk keluar dari keyakinan Anda yang sekarang, menuju keyakinan baru yang lebih “pantas” diyakini, kecuali ketakutan Anda sendiri untuk berubah.
Sekian dulu… saya akan merenung dulu….untuk membuat tulisan selanjutnya…..semoga tulisan-tulisan saya, dapat menggugah semangat Anda semua untuk MENCARI KEBENARAN,
Matius 7:7 “Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu.
Sebagian referensi masalah nama Allah dan Yahweh, silakan download file PDF berikut ini
REDEFINISI_DAN_REKONSEPSI_NAMA_ALLAH.pdf
Sekian…


Jika anda ingin terbebas dari kuasa kegelapan (kuasa Setan), mungkin Tim dari

dikelola seorang awam, bukan aktivis
gereja.

Kalau saya sih… memilih sama… Wong kita sama sama manusia koq… Allah itu satu… gak peduli namanya siapa keq… hanya jalannya dan penafsirannya yang beda beda… Kalau ada yang memandang Tuhan Islam dan Tuhan Kristen berbeda… ya terserah… itu pendapat mereka. Gak papa. Merru Christmas all….
Thomas | Dec 29, 2007 | Reply
Masih minim pengetahuanku tentang Tuhan YME. Tapi menurutku Dia adalah kalau dikatakan Pribadi yang Maha suci, mulia, kaya, kuasa. Jadi bagaimana kalau secara langsung menemuiku? Ku pikir justru celaka. Aku lihat matahari secara langsung saja tak mampu. Di injil aku temui kalau Tuhan YME dapat aku kenal dalam Yesus atau Yeshua. Itu adalah cerminan atau translate dari Tuhan YME. Jbu.
Wikan | Jan 1, 2008 | Reply
to. Wikan,
Kata Yeshua:
Semua telah diserahkan kepada-Ku oleh Bapa-Ku dan tidak ada seorangpun yang tahu siapakah Anak selain Bapa, dan siapakah Bapa selain Anak dan orang yang kepadanya Anak itu berkenan menyatakan hal itu (Lukas 10:22)
menurut ayat ini, orang yang dapat mengetahui “siapa Bapa” hanya yang diberitahu oleh Yeshua,
tapi jangan kuatir, jika kita memintanya, kita akan diberitahukanNya
Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu. (Matius 7:7)
Jadi yang diperlukan adalah KERINDUAN untuk mengenal Tuhan secara pribadi, jika perlu wujudkan dalam doa-doa, mohon Tuhan memperkenalkan diriNya kepada Anda. Ada banyak cara yang dapat dipakai Tuhan untuk memperkenalkan diriNya kepada Anda…
Berdoalah kepada Tuhan Yesus, atau Tuhan Yahweh.
GK | Jan 2, 2008 | Reply
kebingungan ALLAH dan YHWH cuma ada di asia tenggara saja. khususnya malaysia dan indonesia saja kan???
jelas ini terjadi karena kesalahan pengalih bahasaan. turun temurun diterjemahkan keliru.
SUDAH LAMA HAMBA2 TUHAN TAU, TAPI YA TERUS SAJA…
ni saatnya kita kembali ke pohon, maaf.. maksud saya kembali ke akar iman para pengikut Yesua Hamasia untuk pulang kampung ke Ibarani. saya yakin kebingungan ini tidak sampai ke negara asia lain. karena yaaa… hanya rumpun melayu saja yang salah kaprah…
samber gelap tobat | Jan 12, 2008 | Reply
mengapa harus mempermasahkan nama Tuhan ? sedangkan engkau ada ataupun tiada, engkau menyembah ataupun tidak Tuhan mesti adaNYA, engkau hanyalah setitik debu disahara yang maha luas, Allah tetap perkasa meski engkau tidak berbuat apapun padaNYA. Terlebih mengapa engkau anda mesti membandingkan kepercayaan anda dengan yang lain- Islam yang agung misalnya- toh anda sudah mempercayai apa yang anda miliki, bukankah lebih baik pelihara kepercayaan anda tersebut untuk pribadi anda. Yang jelas Allah maha bijaksana dan pengasih kepada siapapun………
elfath jalu | Jan 25, 2008 | Reply
Benar Mas,
bahkan kite beragama atau tidak beragama, TUHAN Pencipta Alam Semesta ini tetap TUHAN yang Maha Kuasa,
Nah, orang Islam menganggap Tuhan yang Maha Kuasa ini adalah ALLAH, sedangkan orang Kristen menganggap Tuhan yang Maha Kuasa ini adalah YHWH,
apakah ALLAH=YHWH?
ada yang berpendapat bahwa ALLAH sama dengan YHWH, ada yang berpendapat ALLAH tidak sama dengan YHWH.
Nah, bagaimana menurut Anda, jika menurut Anda bahwa ALLAH=YHWH (baca: Yahweh), beranikah Anda berkata: “Aku bersaksi tiada Tuhan selain YAHWEH”.
Nah jika menurut Anda ALLAH tidak sama dengan YAHWEH, sebenarnya yang perlu menjadi pertanyaan adalah:
Allah itu apa, siapa dan bagaimana?
Yahweh itu apa, siapa dan bagaimana?
Jika memang punya keinginan mencari Tuhan yang benar, ya paling baik BERTANYA sendiri pada TUHAN
caranya: BERDOA secara serius kepada TUHAN, ya.. kepada TUHAN
jangan kepada ALLAH atau kepada YAHWEH,
sebab, kalau Anda berdoa kepada ALLAH, yang akan menjawab adalah ALLAH,
dan kalau Anda berdoa kepada YAHWEH, yang akan menjawab adalah YAHWEH,
berdoalah kepada TUHAN YANG MAHA KUASA, maka niscaya DIA akan mau menunjukkan siapa Dia sebenarnya…
(ingat, jangan kepada ALLAH atau kepada YAHWEH)
GK | Jan 25, 2008 | Reply
jelaslah anda semua tidak akan pnah bisa menggap semua Tuhan sama,,
kehidupan agama adalah kehidupan individu yang merasa bhwa dirinya benar dan itu adalah sifat yang manusiawi
Tuhan tidak perlu kita ketahui nmnya siapapun nmnya kita hnya harus PERCAYA DAN BERUPAYA MENGENALI TUHAN DARI SEGLA YNG IA CIPTKAN,
ALAM SEMESTA INI ADLH POTRET DRI TUHAN SENDRI,,
SILAHKAN ANDA PIKIRKAN DAN RENUNGI MENURUT PENDPAT ANDA MASINGK MASINGK
haikal | Mar 23, 2008 | Reply
“Tuhan tidak perlu kita ketahui nmnya siapapun nmnya…”
Kitab Suci sudah menuliskan nama Tuhan adalah YHWH
(Baca Kitab Yesaya 42:8)
GK | Mar 23, 2008 | Reply
Jika tidak tahu nama Tuhan, lalu bagaimana mengikuti “perintah” dalam Kitab Suci, Pujilah Tuhan, pujilah nama-Nya….(mis. Mazmur 103:1)
lalu bagaimana dengan “Jangan menyebut nama-Ku dengan sembarangan…”
lalu bagaimana dengan Wahyu 14:1 …. yang di dahinya tertulis nama-Nya dan nama BapaNya….
(kalau tidak tahu nama Tuhan, tertulis apa???)
Jika Anda mempercayai Firman Tuhan pada Kitab Suci, Anda mestinya percaya bahwa Tuhan itu punya nama, dan namaNya adalah YHWH (YAHWEH).
YHWH adalah nama Tuhannya Musa, Tuhannya Abraham, dan Tuhannya Yakub.
Kecuali Anda tidak percaya pada Kitab Suci.
GK | Mar 23, 2008 | Reply
kalo aku sama saja ya, aku bandingkan dengan berjalan dengan satu tujuan dengan melalui jalan yang berbeda maka akan berbeda pula rambu-rambu pada jalan tsb, menurut aku ndak ada yang salah atau yang benar yang paling penting bagaimana menjalankan agamamu dengan baik
wawam | Mar 24, 2008 | Reply
Shalom..Mo ikut nimbrung nih, bole kan??
Gini…,permulaan perbedaan sejarah antara Kristen dan Islam mungkin dimulai pada saat Abraham diberi perintah oleh Tuhan untuk mempersembahkan anaknya bukan? Versi Kristen yang dikorbankan adalah Ishak sedangkan Versi Islam yaitu Ismael. Dan Ishak menjadi Nenek moyangnya Bangsa Yahudi, sedangkan Ismael jadi Nenek moyangnya Bangsa Arab.(bener ga sih??)
Abraham itukan orang yang takut akan Tuhan, pasti dia juga mengajarkan anak-anaknya untuk menyembah Tuhan yang sama dengan yang dia sembah bukan? yang membedakan Ishak dibimbing oleh Abraham sampai dia dewasa sedangkan Ismael hanya sampai usia 16 tahun, So.. YHWH yang disembah oleh keturunan Ishak atau Allah yang disembah oleh keturunan Ismael, kayanya sama deh…cuma beda bahasa dan pengaruh budaya daerah setempat, tapi karena adanya perjalan dari waktu ke waktu, dari satu generasi ke generasi berikutnya, menyebabkan terjadinya perbedaan tata cara dan perbedaan pengajaran sampai seperti saat ini. Terus kalo ga salah di Alquran juga ada koq cerita tentang bagaimana Allah mereka menjadikan bangsa Yahudi menjadi bangsa yang besar sejak permulaan Abraham,Ishak,Yakub,Yusuf,Musa,dst, malahan Yesus Kristus juga ada. Tapi yang membedakan antara Kristen dan Islam antara lain adalah Ajaran tata cara penyembahan Tuhan,terus di Islam Yesus dianggap hanya sebagai seorang Nabi saja,dll. Beruntungnya saya terlahir di keluarga Kristen, jadi saya bisa mengenal Yesus lebih dulu dibandingkan temen-teman yang beragama lain. Soalnya ceritanya lain jika saya lahir ditengah-tengah keluarga Non kristen, belum tentu seperti sekarang ini….(Thanks God for All) Btw, Sorry kalo saya sok tau… mungkin emang pengetahuan saya masih cetek… GBU…
David | Apr 10, 2008 | Reply
Sorry.. Tambahan, Tuhan yang dimaksud Orang Kristen dan Orang Islam mungkin sama, tapi satu-satu nya jalan untuk memperoleh keselamatan yaitu melalui Yesus Kristus
Yohanes 14:6 Kata Yesus kepadanya: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.
itu sebabnya kenapa saya tetap menjadi pengikut Kristus. :)…. GBU
David | Apr 10, 2008 | Reply
@David
Tuhan yang dimaksud Orang Kristen dan Orang Islam mungkin sama
Anda boleh berpendapat bahwa Allah = Yahweh
tapi mbok coba, minta temanmu yang Muslim ber-syahadat “Aku bersaksi tiada Tuhan selain Yahweh”, kira-kira mau apa tidak?
(pengakuan saya: “Tuhan saya adalah Yahweh”)
GK | Apr 10, 2008 | Reply
Hehehe….
Jelas mereka tidak mau… sebab mereka juga sama seperti anda, yang meyakini bahwa nama Tuhan yang anda sembah adalah hanya terdiri dari empat, lima atau enam huruf saja.
mungkin anda juga pernah membaca dari Wikipedia bahwa :
Dalam agama Yahudi, Tetragrammaton adalah nama Tuhan yang tidak dapat diungkapkan dengan kata-kata, dan tidak boleh disebut atau diucapkan pada pembacaan tulisan suci dan doa, sehingga di ganti dengan Adonai (”Tuanku”). Bentuk tertulis lain seperti ?? atau ?? dibaca Hashem (Sang Nama), dan digunakan karena alasan yang sama.
mereka sangat mengagungkan nama Tuhan sehingga mereka tidak berani menuliskannya secara langsung YHWH. mungkin pendapat mereka dapat diterima oleh logika, contohnya jika kita memanggil orang tua kita sendiri tidak pernah kita memanggil mereka dengan sebutan nama mereka, kita hanya cukup memanggil Ayah, Bapak, Papah, atau sebutan umum lainnya, Apalagi terhadap Tuhan. (sorry jadi ngelantur)
Balik lagi ke topik semula soal Tuhan Orang Kristen = Tuhan Orang Islam, apakah pendapat saya salah jika semuanya itu menginduk pada Abraham? Toh hanya Agama Kristen dan Islam saja yang sama-sama menceritakan dari permulaan Adam,Henokh,Nuh,Abraham,Ishak,Ismael,Yakub,dst…
atau jangan-jangan ceritanya hampir sama, nama-nama tokohnya hampir sama, tapi beda orangnya??? Let’s Think again….GBU
David | Apr 11, 2008 | Reply
@David,
Jelas mereka tidak mau… sebab mereka juga sama seperti anda, yang meyakini bahwa nama Tuhan yang anda sembah adalah hanya terdiri dari empat, lima atau enam huruf saja.
oh..apakah Yesaya juga hanya tahu bahwa NAMA TUHAN “hanya” YHWH, baca Yesaya 42:8
“Aku ini Yahweh, itulah namaKu…….”
Dalam agama Yahudi, Tetragrammaton adalah nama Tuhan yang tidak dapat diungkapkan dengan kata-kata, dan tidak boleh disebut atau diucapkan pada pembacaan tulisan suci dan doa, sehingga di ganti dengan Adonai
memang, tetapi mengapa kita bisa menyebut HALLELUYAH (hallel + yahweh)?
tolong Anda baca dulu tulisan http://www.gkmin.net/gk/Siapa_yang_Anda_sembah.pdf
tks,
GK | Apr 12, 2008 | Reply
Apakah Tuhan menyatakan pada Yesaya dalam bentuk tulisan???
terus comment anda mengenai pendapat saya :
apakah pendapat saya salah jika semuanya itu menginduk pada Abraham? Toh hanya Agama Kristen dan Islam saja yang sama-sama menceritakan dari permulaan Adam,Henokh,Nuh,Abraham,Ishak,Ismael,Yakub,dst…
atau jangan-jangan ceritanya hampir sama, nama-nama tokohnya hampir sama, tapi beda orangnya???
jangan jawab setengah-setengah dong… kelihatannya anda mencoba lari dari fakta tersebut….
David | Apr 15, 2008 | Reply
btw… saya tidak pernah menyatakan bahwa Tuhan yang kita sembah bukan YHWH, tapi Yesus sendiri dalam doa bapa kami, Dia cukup memangil Tuhan dengan kata “Bapa kami yang ada di Surga”…. kayanya kita cukup panggil “Bapa” , YHWH juga udah ngerti koq…
Apakah ajaran Yesus tentang berdoa salah??
David | Apr 15, 2008 | Reply
@David
OK, yang dimaksud Yesus dengan BAPA memang YHWH (Yesaya-pun menyebut Yahweh dengan Bapa –>> Yesaya 63:8)
bagaimana jika kita panggil YHWH dengan ALLAH?
apakah pernah dinyatakan dalam Kitab Suci bahwa BAPA itu ALLAH?
Apakah Allah = Yahweh?
Jika sama, mengapa ajarannya berbeda? Yahweh “menurunkan” putraNya bernama YESUS /Yeshua
Allah –>> tidak beranak dan diperanakkan
Untuk datang kepada Yahweh –>> melalui Yesus (satu-satunya jalan)
Untuk datang kepada Allah –>> menjadi Islam, mengikuti ajaran Mohammad
Jika Yahweh=Allah, apakah berarti Tuhan (YAHWEH) itu “mencla-mencle”/tidak konsisten, sudah menghadirkan Yesus menjadi penebus/penyelamat, masih kurang puas, kemudian menghadirkan Mohammad, yang “celakanya” Mohammad tidak mengakui Yesus sebagai Juru Selamat. Renungkan…
Jadi, bagi saya…., jika saya tunduk pada Kitab Suci, saya mengakui bahwa Tuhan saya adalah Yahweh, bukan Allah.
Pada rekan-rekan Muslim yang percaya pada Allah, silakan, itu hak mereka untuk percaya pada AlQuran.
GK | Apr 15, 2008 | Reply
Sorry… topik pembicaraan disini bukan soal YHWH…. tapi soal comment anda mengenai pendapat saya :
apakah pendapat saya salah jika semuanya itu menginduk pada Abraham? Toh hanya Agama Kristen dan Islam saja yang sama-sama menceritakan dari permulaan Adam,Henokh,Nuh,Abraham,Ishak,Ismael,Yakub,dst…
atau jangan-jangan ceritanya hampir sama, nama-nama tokohnya hampir sama, tapi beda orangnya???
jangan jawab setengah-setengah dong… kelihatannya anda mencoba lari dari fakta tersebut…
David | Apr 15, 2008 | Reply
@David
Lho… masalah Allah dan Yahweh ini menjadi dasar dari semua pembahasan selanjutnya.
Tuhan Abraham itu Allah atau Yahweh?
Tuhan Musa itu Allah atau Yahhweh?
Yesus itu putra Yahweh atau anak Allah?
Nah.., kalau Bible mengakui bahwa Tuhan itu YAHWEH, sedangkan Quran mengakui bahwa Tuhan itu ALLAH, Anda percaya Bible atau Quran? Jangan campur adukkan “berita” di Bible dan “berita” di Quran.
Kalau Anda percaya Bible, tetapi mengakui Tuhan itu=Allah, ya itu namanya ‘kacau balau’. Lalu Anda akan percaya mana: Yesus disalib (Bible) atau Yesus tidak disalib (Quran)?
OK, semua mengiduk pada Abraham. (dianggap) Kalau memang menginduk pada Abraham, tegaskan dulu, Tuhan Abraham itu Yahweh — yang kemudian akhirnya menurunkan Yesus sebagai satu-satunya Juru Selamat, ataukah Tuhan Abraham itu adalah Allah –>> yang kemudian menghadirkan Mohammad, dan TIDAK mengakui Yesus sebagai satu-satunya Juru Selamat.
Justru yang menjadi pertanyaan saya, jika Mohammad menginduk pada “agama Abraham”, mengapa beliau tidak mengajarkan bahwa Tuhan Islam adalah Tuhan Israel yaitu YHWH, kok malah mengajarkan bahwa Tuhan itu = Allah.
Inilah “missing link” dari YHWH menjadi ALLAH. Sayang terjemahan Alkitab LAI, mengacaukan masalah YHWH dan ALLAH ini.
GK | Apr 15, 2008 | Reply
Yang simple : Orang Islam tidak mengakui Yesus sebagai Tuhan. Sedangkan Orang Kristen mengakui Yesus sebagai Tuhan, dan Yesus adalah Allah itu sendiri.Itu jelas menunjukkan Tuhan yang berbeda antara Tuhan Islam dan Tuhan Kristen.
harry | Jul 14, 2008 | Reply
@harry
Yesus bukan Allah, Bung….
Yesus (Yeshua) adalah YHWH sendiri (YHWH yang mengambil rupa manusia)
Baca tulisan: “SIAPA TUHAN YANG ANDA SEMBAH”
GK | Jul 15, 2008 | Reply
Tuhan-nya orang Kristen TIDAK SAMA dengan Tuhannya orang Muslim.
Penjelasan:
Tuhan adalah GELAR, JABATAN. Seperti misalnya, Presiden adalah gelar/jabatan.
Allah (menurut Kamus Bhs Ind) adalah zat, pribadi Yg Maha Kuasa.
Misalnya: Presiden RI Namanya Susilo Bambang Yudhoyono.
Allah yg dikenal dalam Kristen, menurut saya lebih mengacu kepada Elohim, yg sama artinya dengan Tuhan.
Tuhan orang Kristen adalah YHWH, yang adalah YOSHUA HAMASEA (YESUS) dan adalah ROH KUDUS
Tuhan orang Muslim adalah Allah (baca Alloh)
Di kitab PL disebutkan … “Tuhannya Abraham, Ishak dan Yakub, tidak pernah disebutkan Tuhannya Ismael”, sedangkan di Kitab Qu’ran disebutkan “… Tuhannya Ismael”
Kenapa Allah digunakan didalam Alkitab? Itu karena waktu itu di Indonesia pada awal² ajaran Kristen masuk, masyarakat sudah punya sesembahan namanya Allah, itu yang dikemudian disosialisasikan dgn YWHW sendiri.
Yg jelas itu semua rencana Tuhan. Only God knows!
Semoga bermanfaat.
Aritonang | Aug 20, 2008 | Reply
syalom dalam nama yeshua hamasia…
saya sependapat dgn pengalihan bahasa alkitab saat msk keindonesia pada jaman dulu yg dibw oleh fx.saverius seorang pastor.ia mengikuti nama sesembahan msyrakat indonesia saat itu,yaitu Allah.jadi nama YHWH/ELOHIM (Yahwe abraham,Yahwe ishak dan Yahwe josua)mengikuti tradisi tsb.saya punya sejarah dari nama “..” tsb.juga agama Babylonia…ok
Corn djatmiko | Sep 4, 2008 | Reply
Maafkan saya kalo salah..
Setahuku jika dikaji dari segi bahasa, YAHWEH / YEHOVA berasal bahasa IBRANI yang artinya Tuhan sedangkan sedangkan Allah berasal dari bahasa ARAB dengan arti yang kurang lebih sama.
Seorang muslim tak mungkin untuk bersyahadat “Aku bersaksi tiada tuhan selain YAHWEH”, karena syahadatnya menggunakan bahasa arab. Sama saja ketika tidak mungkin
menggantikan kata ALLAH dengan Tuhan untuk penyebutan dalam ibadah (mis: dalam sholat)kecuali untuk keperluan tafsir, karena kadang susah untuk mencari padanan kata yang sebanding untuk mengartikan sebuah kalimat sehingga para muslimin tetap menggunakan ALQURAN dalam bahasa arab sebagai panduan utama untuk menghindari kesalahan penafsiran.
Mengenai apakah Tuhan Kristen berbeda dengan Tuhan Islam?, menurut pendapat saya sama saja yang beda cuma cara menyembah dan menyebutnya, ini tergantung pada agama yang dianut. Bukankah kita juga sama2 meyakini bahwa Tuhan itu Maha Esa? Mengapa bisa terjadi perbedaan penyebutan? tentu kita ketahui bersama bahwa bahwa Yesus / Isa, Musa, Ibrahim / Abraham lahir di negeri yang menggunakan bahasa Ibrani dan Muhammad yang menggunakan bahasa Arab.
Siapa yang paling benar? saya sepakat dengan anda yang berpendapat kalo kita akan tau mana yang benar pada saat kita bertemu sendiri dengannya dan karena saya seorang muslim maka saya memilih kutipan anda diatas yaitu Lakum Dinnukum Waliadin….Untukmulah agamamu dan untukkulah agamaku..
- abbas - | Nov 16, 2008 | Reply
@abbas,
silakan jika anda menganggap YHWH = Allah,
kalau menurut Alkitab versi LAI,
YHWH = ALLAH tapi =/= Allah dan =/= allah.
he he he… bingung? karena LAI membedakan allah, Allah dan ALLAH.
Anda baca tulisan saya, “SIAPA TUHAN YANG ANDA SEMBAH?” kalau sempat bacalah, itu untuk rekan-rekan Kristen, tapi tidak ada salahnya jika anda membacanya.
YHWH adalah nama Tuhan-nya orang Israel (juga orang Kristen sekarang) karena ‘akar’ agama Kristen dari Israel/Yahudi.
Nah, menurut anda, “ALLAH” itu nama Tuhan-nya orang Muslim atau sebutan bagi Tuhan ‘Islam’.
Jika nama ….
Apakah bisa disamakan nama YHWH = ALLAH? Jika anda menganggap YHWH = ALLAH, perhatikan, bahwa Israel punya Tuhan yang bernama YHWH, sudah sejak jaman Nabi Musa. Apakah nama bisa diganti menjadi nama lain (dalam hal ini menjadi ALLAH).
Nama anda “abbas”, kalau tidak salah berarti “singa” atau “kuat”, walau berarti sama, apakah saya bisa memanggil anda “Pak KUAT” atau “Mr. STRONG”, ataukah dimanapun di seluruh dunia ‘harus’ tetap dipanggil “Mr. ABBAS”.
Bukankah NAMA tidak tergantung BAHASA?
Jika sebutan …
Lalu siapa NAMA ALLAH itu?
Oh ya.., YHWH/YAHWEH artinya bukan Tuhan Mas..
YHWH berarti ‘AKU YANG ADA’ atau kalau dari sisi manusia, ‘DIA YANG ADA’.
(ini berasal dari ketika Musa bertanya, “Siapakah Engkau Tuhan?” DIA menjawab, “AKU ADA YANG AKU ADA”.
kata Tuhan dari kata Tuan yang kalau bahasa Ibrani, Adon = Tuan, Adonai = Tuanku. Orang Israel menyebut YHWH dengan kata ‘Adonai’.
Siapa yang paling benar? saya sepakat dengan anda yang berpendapat kalo kita akan tau mana yang benar pada saat kita bertemu sendiri dengannya dan karena saya seorang muslim maka saya memilih kutipan anda diatas yaitu Lakum Dinnukum Waliadin….Untukmulah agamamu dan untukkulah agamaku..
Ya.., makanya di website ini saya tidak menyama-nyamakan Allah dengan YHWH, kalau ternyata BESOK, ‘mereka’ itu sama saja, ya nggak pa-pa…, kita sama-sama sudah mengikut Tuhan yang sama.
Kalau ternyata BESOK, ‘mereka’ itu berbeda, ya saya sejak sekarang pilih YHWH dan anda pilih ALLAH.
Kalau ternyata BESOK, ‘mereka’ itu bukan Tuhan yang benar, ya… kita sama-sama tertipu oleh Kitab Suci.
he he he .., SEKARANG, kita nggak tahu mana yang benar, hanya MERASA TAHU. Dan sayangnya, peRASAan TAHU itu kadang dipakai oleh rekan-rekan kita untuk menghakimi orang lain.
salam, GKmin.net
GK | Nov 17, 2008 | Reply
hahaha.. betul Bung..
susah memang untuk menghakimi orang lain jika dasar hukumnya yang dipakai nggak sama.
mungkin jawaban serupa soal “nama” ini juga saya dapat
disini
ternyata begitu besar pengaruh bahasa pada agama ya Bung? karena itu pulalah kami tidak berani menerjemahkan Al Quran selain hanya sebagai alat bantu pemahaman saja.
smoga sukses tuk menemukan kebenaran..mohon maaf jika saya salah..
salam..
pak kuat | Nov 20, 2008 | Reply
ah,g usah pake logika,,,Tuhan sulit bekerja sm org pinter,yg slalu make logika.pokoke percaya az deh,,nurut & manut.
GBU
dna | Jan 6, 2009 | Reply
@dna
ah,g usah pake logika,,,Tuhan sulit bekerja sm org pinter,yg slalu make logika.pokoke percaya az deh,,nurut & manut.
perhatikan yang ini (sekedar contoh saja ya..):
Alkitab LAI: Yehezkiel 34:16 Yang hilang akan Kucari, yang tersesat akan Kubawa pulang, yang luka akan Kubalut, yang sakit akan Kukuatkan, serta yang gemuk dan yang kuat akan Kulindungi; Aku akan menggembalakan mereka sebagaimana seharusnya.
Kitab Suci-ILT: Aku akan mencari yang hilang, dan Aku akan membawa pulang yang tersesat. Dan Aku akan membalut yang terluka, dan Aku akan menguatkan yang lemah. Namun Aku akan menghancurkan yang gemuk dan yang kuat. Aku akan menggembalakan mereka dengan keadilan.
Bible King James 1611 (Authorized Version): Ezekiel 34:16 I will seek that which was lost, and bring again that which was driven away, and will bind up that which was broken, and will strengthen that which was sick: but I will destroy the fat and the strong; I will feed them with judgment.
Tahu bedanya? Anda nggak mau pakai LOGIKA? Anda pokoke percaya? Percaya yang mana? LAI? KS-ILT? King James?
Jangan-jangan yang ‘pokoke’ anda percaya-i itu adalah ketidakbenaran…..
GKmin | Jan 8, 2009 | Reply
@ARITONANG
setuju bos !!
ALLAH BUKAN YHWH, YHWH BUKAN ALLAH
mereka 2 pribadi yg benar2 berbeda.
walaupun peristiwa2 ato lakon2 nabi antara islam dan kristen sekilas sama spt Musa dan Nuh tapi TKP nya beda, di quran stting nya di arab, semntr alkitab di yerusalem dan sekitarnya. ceritanya sama tapi settingnya beda, koq bisa ya? piye jal?
sez | Feb 25, 2009 | Reply
@sez
piye jal?
ya ra piye-piye,
memang begitu adanya…
ada yang menganggap sama saja.. ada yang menganggap berbeda…
saya lebih nyaman menganggapnya berbeda.
GKmin | Feb 25, 2009 | Reply
Aku rasa memang Allah dan YAHWEH itu berbeda, dan aku senang menjadi hamba YAHWEH.
Lebih mantap getu loh…
Salatiga | Feb 25, 2009 | Reply
Bahasan yang sangat bagus dan sangat penting .
Havenu Shalom Elohim !
murid Jesus Christ | Feb 25, 2009 | Reply
Kalo pendapatku…..
Semua manusia di bumi dan semua ciptaan, Tuhannya cuma satu…. yaitu PENCIPTA (sebutan nih… bukan nama !)
menjadi masalah kemudian adalah…..
kita berbeda paham mengenai nama sang pencipta…. dan karena sang pencipta sudah menyebutkan nama dari kitab yg saya percaya yaitu YHWH…. ya saya percaya itulah namanya… dan saya berseru kepadanya…..
kalau ada kesalahan saya di masa lalu menggunakan nama lain untuk menyebut nama YHWH(yg selama ini dimaklumiNYA karena kasih dan pengertianNYA) ya saya setelah tau mestinya berubah dan minta ampun…
saya yakin YHWH akan disenangkan karena kita akhirnya tau juga namaNYA yg sebenarnya (dan mengakuinya)
kalau kurenungkan…. kalau aku jadi papa
dan namaku YH dan ada temen anakku papanya namanya AL… dan karena teman anakku memanggil ayahnya “papa AL” dan anakku mengira begitulah cara memanggil semua papa dan memanggilku dengan “papa AL” yg mestinya papa aja atau “papa YH”.
Aku akan dengan sabar menunggu dan mencari cara supaya anakku kelak tau bagaimana memanggilku dengan benar
Shalom
Adi | Jun 3, 2009 | Reply
@Adi,
Aku setuju sekali dengan anda, kita yang sudah tahu nama Tuhan kita yaitu YHWH, patut bersyukur, sekarang kita dengan hati kasih perlu memberitahukan serta mendoakan saudara-saudara kita dalam Kristus yang masih belum mengetahuinya atau belum terbiasa menyapanya dengan sebutan Bapa YAHWEH, agar merekapun mengetahui atau terbiasa. Tidak perlu kita marah kalau mereka mengatakan kita sesat, dan tidak boleh kitapun mengatakan mereka sesat, karena kita semua adalah satu tubuh Kristus. Kiranya Bapa YAHWEH didalam Nama Tuhan Yeshua Kristus memberkati kita semua.
cqs | Jun 3, 2009 | Reply