Malaysia Larang Penggunaan kata ‘Allah’
By GK on Dec 31, 2007 in Umum, Kehidupan Kristen, Uncategorized
dari email yang saya terima….
> —– Original Message —–> From: Yappy
> =======
> Harian Analisa> Edisi Sabtu, 22 Desember 2007
>
> Malaysia Larang Penggunaan kata ‘Allah’ untuk Majalah Kristen
> Kuala Lumpur, (Analisa)
>
> Suratkabat mingguan Katolik di Malaysia diperintahkan untuk menggantikan penggunaan kata ‘Allah’ di seksi bahasa Melayu media itu jika ingin memperbaharui izin terbit, demikian dikatakan seorang pejabat senior Malaysia, Jumat (21/12).
>
> Suratkabar tersebut, Herald, yang diterbitkan Gereja Katolik Malaysia, menerjemahkan kata “God” menjadi “Allah”, ‘terjemahan yang salah karena kata itu umum diasosiakan dengan agama Islam,’ menurut Che Din Yousoff, seorang pejabat senior Unit Kontrol Publikasi Kementerian Keamanan Dalam Negeri Malaysia.
>
> “Umat Kristen tak dapat menggunakan kata Allah karena kata ini hanya bisa diterapkan pada agama Islam. Allah hanya untuk Tuhan Muslim. Terjemahan yang salah ini bisa membingungkan umat Muslim,” kata Chen Din.
>
> “Mingguan (Kristen) itu sebaliknya harus menggunakan kata ‘Tuhan’ sebagai terjemahan ‘God’,” tegasnya.
>
> Isu-isu agama sangat sensitif di Malaysia, negara dengan 60 persen dari 26 juta rakyatnya adalah Melayu Muslim. Etnis China, yang umum beragama Budha dan Kristen, mencapai 25 persen dan etnis India, yang umum beragama Hindu dan sedikit Kristen, mencapai 10 persen.
>
> Kelompok minoritas di Malaysia sering mengeluhkan bahwa mereka tidak mendapatkan kemerdekaan penuh dalam beribadah, Kelompok minoritas ini sering sulit mendapatkan izin membangan rumah ibadah dan warga Hindu akhir-akhir ini sering marah karena peruntuhan
> kuil oleh pihak berwenang.
>
> Mingguan Herald, yang memiliki sirkulasi 12.000 eksemplar untuk anggotanya, diterbitkan dalam empat bahasa: Inggris, Malaysia, Mandarin dan Tamil.
>
> Pendeta Lawrence Andrew, editor mingguan itu, mengatakan penggunaan kata ‘Allah’ pada media mereka tak dimaksudkan untuk menghina warga Muslim.
>
> “Kami merujuk pada Injil. Injil dalam bahasa Malaysia menerjemahkan ‘God’ menjadi ‘Allah’ dan ‘Lord’ menjadi ‘Tuhan’. Dalam doa dan kegiatan gereja, kami menggunakan kata ‘Allah’,” tegasnya.
>
> “Ini bukan hal yang baru. Kata ‘Allah’ telah digunakan di Malaysia sejak lama. Tak ada yang membingungkan di sini,” katanya.
>
> Tapi Che Din mengatakan umat Kristen tak menggunakan kata ‘Allah’ dalam versi bahasa Inggris, ‘jadi sebaiknya juga tak menggunakan kata itu dalam versi Malaysia.
>
> Tegas Din, ada empat kata yang hanya bisa digunakan umat Islam, dan tak bisa dipakai agama lain, yaitu: Allah untuk nama Tuhan, Sholat untuk sembahyang, ‘Ka’bah’ dan Baitullah. (AP/
Baca juga: Kata “ALLAH” hanya milik orang Islam


Jika anda ingin terbebas dari kuasa kegelapan (kuasa Setan), mungkin Tim dari

dikelola seorang awam, bukan aktivis
gereja.

yang perlu ditelusur mengapa Injil memasukkan kata Allah untuk menterjemahkan “god”
tapi mungkin memang orang Kristen harus menyadari bahwa kata Allah itu adopsi dari Arab, dan Allah adalah Tuhan-nya orang Islam, sedangkan Tuhannya orang Kristen itu YHWH,
kelihatannya memang orang Kristen yang kebingungan menyebut Tuhannya, ada yang Yahweh, ada yang Jehova, ada yang Allah, malahan sama dengan Tuhannya orang Islam..
kira-kira apakah MUI juga akan melarang penggunaan kata Allah oleh orang Kristen di Indonesia ya?
seandainya demikian, maka LAI, nggak bisa berkutik lagi, mau-tidak-mau, ya harus rela kata Allah ditiadakan dari Alkitab
saya sih setuju jika orang Kristen tidak menggunakan kata Allah, karena itu adalah “milik” orang Islam, yang jelas ditulis dalam Quran.
Kristen sih… ikut-ikutan menggunakan Allah…
sony | Dec 31, 2007 | Reply
eh’em..
kok dangkal sekali ya pemikirannya. :p
armageddon | Dec 31, 2007 | Reply
bukankah yang dangkal pemikirannya justru orang Kristen sendiri; yang mengadopsi (menggunakan) kata Allah, tanpa mau mempedulikan bahwa kata Allah itu bagi umat Islam adalah kata yang khusus, tidak tergantikan oleh kata lainnya…
dan perlu diakui bahwa kata ALLAH dipakai lebih dahulu oleh Al-Quran, dari pada oleh Alkitab
dalam Alkitab ada kata “allah”, “Allah” dan “ALLAH”
kemudian yang “allah” diralat menjadi “ilah”, karena ternyata tidak ada bentukan kata ‘keallahian’ melainkan ‘keilahian’
coba cermati
apa arti ‘allah’?
apa arti ‘Allah’?
apa arti ‘ALLAH’?
bagi orang Islam sudah jelas, tidak akan kebingungan, Allah, atau ALLAH, (tidak pernah ditulis ‘allah’), sama saja, artinya itu satu-satunya Tuhan-nya
Oh ya, bukankah orang Kristen sudah menggunakan banyak kata nntuk menyebut TUhan,
misalnya orang Kristen Jawa: Pangeran, Pangeran Yehuwah,
dari bahasa Ibrani, juga sudah pakai kata El, Eloah, Elohim
dalam bahasa sehari-hari, biasa dipakai kata Tuhan, Bapa; Tuhan Yesus, Bapa Yahweh, Tuhan Yahweh,
mbok sudah, relakan saja kata Allah itu dihilangkan dari “jargon” Kristiani, biar dipakai oleh saudara kita yang Muslim dengan arti menurut mereka, dan kita hargai itu.
Jika perlu orang Kristen mengadopsi kata Ibrani “Elohim” untuk menyebut Tuhan, mengapa harus kata Arab?
(sudah mulai banyak orang Kristen yang menyebut Yahwe Elohim, atau …Bapa Elohim kami…., Tuhan Elohim kami…)
Apa susahnya menghilangkan kata Allah dari ‘jargon’ Kristiani?
Ada apa tho.., kok berusaha keras mempertahankan kata Allah?
(kepada seorang teman yang mempertahankan kata Allah, dan “menolak” Yahweh, saya bertanya “Kamu itu Hamba Tuhan Yahweh atau Hamba Tuhan Allah?”) — bingung dia menjawabnya–
GKmin | Jan 1, 2008 | Reply
yg dangkal itu ya orng2 Malaysia yg melarang Kristen menggunakan kata2 “Allah”.
Lalu Kristen2 di Timur Tengah itu mau diapakan mereka??
Kalau ditulis kata “TUHAN” apa orng timur tengah itu ngerti bhs Indonesia?
Kalau ditulis “GOD”, masa orng timur tengah pake bhs Inggris?
Kita harus tau dan kritis dong asal muasal kata Allah itu darimana?
Kalau mereka bilang kata “Allah” itu ciptaan orng2 Arab, berarti agama Islam itu juga agama ciptaan orng Arab.
Bukan agama yg asalnya dari TUHAN spt yg sudah mereka yakini.
Kalau mereka bilang kata “Allah” itu sudah ada jauh2 waktu sebelumnya mulai dari jaman Abraham, Musa, dsb.., lalu salah umat Kristen menggunakan kata Allah itu apa?? Toh, Nabi nya juga Musa, Abraham, dsb..
Tapi mereka ga bisa klaim spt itu, Om..
Akan jadi serba salah.. Argumen yg terlalu lemah tanpa disertai bukti… Argumen yg terlalu mudah dipatahkan oleh orng2 Kristen..
Kata “Allah” itu hasil perubahan dari :
El, Eli, Eloah, Illah, Al-Illah, Allah…
Kata-kata ini mirip bukannya kebetulan..
Inilah yg disebut kata yang SERUMPUN dan akar-akar kata itu berasal dari satu daerah yang pertama kali mengenal TUHAN.
Kita punya catatan yg jauh lebih lengkap dari Islam, Om..
Kasihan, Om kalau cara berfikirnya seperti mereka..
Jangan diikutin Akhhh…
armageddon | Jan 4, 2008 | Reply
armageddon:
Kata “Allah” itu hasil perubahan dari :
El, Eli, Eloah, Illah, Al-Illah, Allah…
baca tulisan Pak Yakub Sulistyo di harian Wawasan:
http://www.wawasandigital.com/index.php?option=com_content&task=view&id=16325&Itemid=62
kalau tidak setuju dengan tulisan Pak Yakub, mau “berdiskusi” dengan beliau, silakan PM saya, nanti saya beri no telp./hp dan alamat email Pak Yakub.
GK | Jan 9, 2008 | Reply
No freaking way. I?m absolutely disagreeing. Next time when you post something think about reaction of readers.
MaryTudor | Apr 3, 2008 | Reply
@MaryTudor,
not all of articles posted here should be agreed by our readers.
its just opinions with some arguments, you may disagree with your own arguments.
thanks,
GK | Apr 4, 2008 | Reply
Do you fairly think this is news? I like and read your blog to get necessary information, but sometimes melancholy kills me
Tom Murphy | Apr 6, 2008 | Reply
stop saying grose things about this! It’s your terrible way of thinking! Normal people don’t care about stuff like that
honeytech | Apr 9, 2008 | Reply
@honeytech
Normal people don’t care about stuff like that
because I don’t want to become an ordinary (normal) people.
Think about this verse: Proverbs 14:12 There is a way which seemeth right unto a man, but the end thereof are the ways of death.
GK | Apr 9, 2008 | Reply
Saya setuju, bahwa yang larang umat Nasrani Menggunakan kata Allah adalah orang-orang bodoh. Saya jadi ingin tanya emangnya kalian itu lahir dari siapa..?! kalian semua adalah keturunan Adam dan Adam itu ciptaan Allah. Gue mau tanya satu hal lagi, Apakah Allah sendiri pernah melarang siapa pun di bumi ini yang menyebut namaNya dengan Sebutan Allah? Jadi kita Umat Manusia jangan Sok-sok-an. Benar atau salah nanti kita lihat di Akhirat.Wassalam.
Ahmad | Jun 13, 2008 | Reply
@Ahmad
Saya setuju, bahwa yang larang umat Nasrani Menggunakan kata Allah adalah orang-orang bodoh
vs Benar atau salah nanti kita lihat di Akhirat
Memangnya Anda TAHU bahwa Tuhan yang menciptakan Adam dan Hawa adalah benar “ALLAH”.
Coba tanya orang Hindu, Budha, orang Jawa juga…, apa mereka “kenal” Tuhan “ALLAH”?
Mereka ‘kenal’ Sang Hyang Widhi, kenal ‘Gusti’, kenal ‘Dewa’.
Apakah Allah sendiri pernah melarang siapa pun di bumi ini yang menyebut namaNya dengan Sebutan Allah
mestinya Anda tulis:Apakah Tuhan sendiri pernah melarang siapa pun di bumi ini yang menyebut namaNya dengan Sebutan Allah
Anda anggap “Allah” adalah bahasa.
baca tulisan http://www.gkmin.net/gk/Siapa_yang_Anda_sembah.pdf
coba kalau menurut Anda ayat ini berarti apa?
Keluaran 23:13 Dalam segala hal yang Kufirmankan kepadamu haruslah kamu berawas-awas; nama ilah-ilah lain janganlah kamu panggil, janganlah nama itu kedengaran dari mulutmu.”
===
@Ahmad
baca juga –>> http://gkmin.net/?p=96
GK | Jun 15, 2008 | Reply
Jadi, apa kata Muslim Cina dan Muslim Jepang tentang kata “ALLAH”??? Bagaimana cara penulisan kata’Allah’ dalam bahasa Cina dan Jepang??? Bagaimana Muslim di sana membacanya???
Yabez | Sep 7, 2009 | Reply
Jadi, apa kata Muslim Cina dan Muslim Jepang tentang kata “ALLAH”?? Bagaimana cara penulisan kata’Allah’ dalam bahasa Cina dan Jepang?? Bagaimana Muslim di sana membacanya??
Yabez | Sep 7, 2009 | Reply
saya seorang Muslim, saya ingin memberikan suatu informasi kpd netters Kristen
dlm bahasa Melayu/Indonesia kata ???? di-translate-kan jadi “Allah” dg menggunakan perbedaan huruf BESAR maupun huruf KECIL
sehingga menjadi beberapa kata, spt: Allah, ALLAH, allah, allah-allah, Tuhan Allah, TUHAN Allah, TUHAN ALLAH dll
padahal dlm bahasa Arab (aslinya) kata ???? hanya ada satu bentuk
pelu anda diketahui semua, dalam bahasa Arab, TIDAK ADA istilah HURUF BESAR atau HURUF KECIL
dan juga kata ???? TIDAK ADA bentuk jamak-nya
inilah kesalahan translate yg dilakukan oleh orang2 Kristen
MUSLIM | Jan 14, 2010 | Reply
???? = الله
MUSLIM | Jan 14, 2010 | Reply
maksud saya tanda ???? itu adalah الله
yg kalo di-translate-kan ke dlm bhs Melayu/Indonesia jadi Allah
MUSLIM | Jan 14, 2010 | Reply
betul pak nama Allah hanya milik muslim, sedangkan orang kristen YAHWEH
hst | Jan 16, 2010 | Reply
Pusing pusing mikirin nama, ada yang pendapat berdasarkn Vokal Consonan, ada yang pendapat berdasarkan Tulisan…Aneh semua…!!!!! Pencipta yang Agung(YHVH)tidak cuma berbahasa Dunia yang diucapkan mulut. Kepada siapa dia berucap dan “DOA” (permintaan) sudah tentu pikiran + hati akan terlihat dalam tindakan yg artinya “BUAH” yang dihasilkannya.
Jika kita sulit menyatukan suara panggilan dari YHVH/YHWH/Yahweh/YAHOVA/atau apapun yang
penting kita tahu ada Nama yang harus “DIMULIAKAN”dari”eloi”/elohim dan cuma satu nama YHVH.(mungkin)maaf jika salah tulis.
Biarlah kita umat Kristiani memahaminya dan menjelaskannya kesemua Orang/teman/keluarga. bahwa panggilan yang sudah terlanjur “melekat” ternyata SALAH. Dan tidak perlu digunakan lagi baik dalam Doa/Tulisan/Nyanyi. Hendaknya juga di sampaikan kepada saudara-saudara diMalaysia
Tetapi juga kita tahu ada “Pemersatu” dari semua perbedaan bahwa kita bukan hanya cuma mengenal Nama YHVH. Tetapi juga Hukum-2 lewat satu PRIBADI”YESUS KRISTUS”Hukum KASIH… sudah membuat mata orang buta melihat “BUAH” dari yang disembah. Pertanyaan baru nih..!
YESUS boleh dipanggil YESU tidak…ya?
YESUS atau YESUS KRISTUS atau YOSHUA…..?
Apakah para “GEMBALA” menerangkan pada umatnya
akan hal ini…? atau hanya melulu tiap minggu mempermasalahkan “PERSEMBAHAN”…yg sedikit?
shendra | Jan 23, 2010 | Reply