Saksi Yehova, “Jesus Only”, Mesianik atau Kristen “biasa”?
By GK on Jan 9, 2008 in Umum, Renungan, Pemahaman Kitab Suci, Kehidupan Kristen
Tulisan ini adalah untuk menanggapi 2 tulisan yang saya terima, berkaitan dengan tulisan saya “SIAPA TUHAN YANG ANDA SEMBAH?”
- sebuah sms,yang mengatakan (kurang lebih – SMSnya panjang, ada beberapa yang kurang relevan jika saya tulis di sini) “Saya sudah baca buku yang membahas aliran Kristen, benar bahwa yang mempermasalahkan nama Allah dan Yahweh adalah Saksi Yehova”
- sebuah traktat (selebaran) yang ditulis oleh autor06hj@yahoo.com, berjudul “Bacaan khusus bagi Para Pendeta Kristen: YHWH, YESUS atau ALLAH, yang intinya mengajarkan bahwa (menurutnya) sesembahan yang benar adalah Yesus, bukan Yahweh, bukan pula Allah.
Tanggapan saya,
1.Pengirim SMS adalah orang yang belum paham dengan aliran-aliran Kristen, dan begitu “terpesona” dengan kata Yahweh, sehingga dengan cepat menuduh bahwa tulisan saya “SIAPA YANG ANDA SEMBAH?” adalah propaganda dari Saksi Yehova.Saya tegaskan, saya (dan beberapa teman) yang memberi perhatian pada nama Yahweh, BUKAN SAKSI YEHOVA.
Buat saudara pengirim SMS, apa yang Anda ketahui tentang Saksi Yehova? Apakah hanya bahwa mereka menyebut Tuhan dengan kata Yehova dan mereka tidak mengakui bahwa Yesus adalah Tuhan, tetapi hanya utusan Yehova? Silakan pelajari lebih lanjut tentang Saksi Yehova, ada banyak hal lain disamping dua hal itu tentang Saksi Yehova. (kalau perlu temuilah orang-orang Saksi Yehova, belajarlah langsung dari mereka, tapi jangan bingung dan kemudian Anda masuk ke ajaran mereka, tapi jika Anda merasa cocok dengan doktrin mereka, juga silakan mengikuti mereka, itu hak Anda) Untuk meng-counter ajaran mereka, ada “Surat Terbuka Kepada Saksi Yehova” yang dapat Anda kirimkan kepada mereka, dan biarkan mereka memberikan argumentasinya. Dari “adu argumentasi” silakan nanti Anda memilih ajaran yang mana, itu kebebasan Anda untuk memilih. Silakan saja, terserah Anda…
Secara pribadi saya mengakui bahwa ada beberapa hal dalam Saksi Yehova ada “ajaran yang baik”, bahkan lebih baik daripada “ajaran” yang ada pada aliran-aliran Kristen lainnya. Tetapi saya BUKAN pengikut Saksi Yehova. Ada banyak yang tidak cocok dengan pengalaman dan keyakinan saya mengenai Kekristenan. Jadi, tuduhan Anda bahwa saya adalah Saksi Yehova, TERLALU DINI.Jika Anda teliti lebih lanjut, silakan lihat Alkitab Terjemahan Dunia Baru yang digunakan oleh Saksi Yehova, disana tetap menggunakan kata “Allah”, sebab sama seperti kebanyakan gereja Kristen di Indonesia, mereka (Saksi Yehova) menganggap bahwa Allah adalah kata sebutan yang setara dengan kata Tuhan. Saudara pengirim SMS, Anda mungkin perlu tahu ‘gerakan” Mesianik di Indonesia.
Secara singkat, Mesianik di Indonesia, mungkin “agak” bisa dikaitkan dengan Messianic Jew (Yahudi Mesianik), namun ada banyak perbedaannya. Yahudi Mesianik, adalah orang-orang Yahudi (yang menyembah Yahweh) DAN mengakui bahwa Yesus adalah MESIAS. Ada yang mengatakan bahwa Yahudi Mesianik itu unik, karena hidup dalam adat istiadat Yahudi, namun mengakui Yesus sebagai Mesias (Tuhan).Nah…, Mesianik di Indonesia, itu adalah orang-orang yang juga mengakui bahwa Tuhan yang benar adalah Yahweh (bukan Allah), serta mengakui Yesus sebagai Mesias (Tuhan) terbagi dalam 2 kategori besar, pertama, yang hampir 100%, kembali kepada “akar Ibrani”, yang mungkin cenderung untuk kembali kepada “adat istiadat” Yahudi, dan yang kedua, HANYA memberi perhatian khusus pada pengembalian sebutan NAMA TUHAN yaitu Yahweh, dan menolak penggunaan kata Allah dalam jargon-jargon Kristiani.
Nah.. saya (dan beberapa teman) termasuk yang kedua, karena mengakui bahwa Tuhan yang benar adalah Yahweh, bukan Allah, dan saya tetap bergereja di Gereja Kristen Jawa, yang tidak mengikuti “adat-istiadat” Yahudi.Tolong Saudara pengirim SMS, Anda dapat memahami posisi “Kaum Mesianik di Indonesia, (yang kadang disebut para Pengagung Yahweh) yang kembali kepada nama YAHWEH, bukan Allah, bahwa gerakan ini bukan sebuah aliran seperti halnya Saksi Yehova yang memiliki pemahaman yang sangat berbeda dengan mayoritas aliran Kristen yang lain.Memang ada tersendiri Teologi Mesianik, tetapi tidak jauh berbeda dengan kebanyakan aliran gereja-gereja yang sudah mapan. Bedanya yang jelas adalah bahwa nama Bapa, dikembalikan ke asalnya yaitu YAHWEH, dan tidak menggunakan kata Allah (tetapi “Tuhan”/”Elohim”) untuk menterjamahkan kata Ibrani: El, Eloah dan Elohim.
2.Terhadap aliran “Jesus Only” yang menganggap bahwa sesembahan yang benar adalah Yesus, bukan Yahweh dan bukan pula Allah. Pertama, saya setuju bahwa kita (orang Kristen) tidak perlu menyembah Allah. (Sudah ada banyak tulisan yang menjelaskan tentang “Allah” yang adalah Tuhan yang diajarkan oleh Mohammad — maka saya tegaskan dalam beberapa tulisan, saya tidak menyembah Tuhan Allah, atau Allah Bapa, namun menyembah Tuhan Yahweh, atau Bapa Yahweh)
Kedua, saya tidak setuju bahwa Yahweh tidak perlu disembah.Ada beberapa pertanyaan yang hendak saya ajukan buat Anda yang percaya bahwa Tuhan yang benar hanya Yesus dan bukan Yahweh.
a. Dalam Doa Bapa Kami yang diajarkan oleh Yesus, SIAPA Bapa yang dimaksud Yesus? (Markus 6 atau Lukas 11)
b. Siapa “Ia” yang mengaruniakan putraNya yang tunggal? (Yohanes 3:16)
c. Siapa “Bapa” yang akan didatangi manusia (Yohanes 14:6)
d. Siapa nama Bapa (Wahyu 14:1)
e. dll, masih banyak ayat yang lain, tetapi tidak perlu saya cantumkan semuanya..
Anda sebagai orang Kristen, apakah juga mengakui Kitab Perjanjian Lama? Apakah Anda mengakui ada “relasi” antara Perjanjian Baru (yang Anda agung-agungkan) dengan Perjanjian Lama? Jika ayat yang Anda pegang HANYA: Yesus Kristus tetap sama, baik kemarin maupun hari ini dan sampai selama-lamanya.( Ibrani 13:8). Saya juga bisa mengajukan beberapa ayat dalam Kitab Suci, bahwa Tuhan (Yahweh) tidak berubah selama-lamanya…. tetapi Engkau tetap sama, dan tahun-tahun-Mu tidak berkesudahan. (Mazmur 102:28) Dengarkanlah Aku, hai Yakub, dan engkau Israel yang Kupanggil! Akulah yang tetap sama, Akulah yang terdahulu, Akulah juga yang terkemudian! (Yesaya 48:12) seperti jubah akan Engkau gulungkan mereka, dan seperti persalinan mereka akan diubah, tetapi Engkau tetap sama, dan tahun-tahun-Mu tidak berkesudahan.( Ibrani 1:12)
Sejak kapan Tuhan “YHWH” tidak lagi menjadi sesembahan umat manusia? Sejak Yesus hadir di dunia? Sejak Mohammad memperkenalkan Allah? –(yang kemudian sekarang orang Kristen-pun ikut-ikutan menyembah Tuhan Allah) Dalam iman yang saya percayai, Yesus adalah PERWUJUDAN dari Yahweh, tetapi bukan berarti sejak Yesus hadir YAHWEH-nya jadi lenyap. Bukan berarti ketika Bapa di sorga (Yahweh) hadir di bumi dalam rupa Yesus, surga menjadi kosong. Anda perlu teliti, sebenarnya Yesus hadir di dunia untuk apa? Dia mengajarkan apa?
Saya yakin Anda percaya bahwa Yesus hadir di dunia untuk menebus manusia dari dosa, menjadi juru selamat manusia. Ya…., itu juga yang saya percayai. Tetapi…., Yesus mengajarkan apa? Dia mengajarkan tentang Kerajaan Sorga, Dia mengajarkan tentang Bapa (Yahweh), dan Anda sekarang mengajarkan tentang Yesus…Mungkin Anda perlu mengajarkan JUGA tentang Kerajaan Sorga (seperti yang Yesus ajarkan), ajarkan juga tentang Bapa (Yahweh) seperti yang diajarkan Yesus. Perhatikan kata Yesus dalam Yohanes 5:24:Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa mendengar perkataan-Ku dan percaya kepada Dia yang mengutus Aku, ia mempunyai hidup yang kekal dan tidak turut dihukum, sebab ia sudah pindah dari dalam maut ke dalam hidup Menurut ayat itu, kalau mau selamat, ya.. dengar (percaya) perkataan Yesus, dan percaya pada Dia (Yahweh) yang mengutus Yesus.Sudah jelas bukan?
Bahwa kita perlu percaya Yesus dan sekaligus percaya pada Bapa Yahweh. Itu kata Yesus sendiri lho…,Anda masih mau membantah perkataan Yesus ???!!! Awasilah dirimu sendiri dan awasilah ajaranmu. Bertekunlah dalam semuanya itu, karena dengan berbuat demikian engkau akan menyelamatkan dirimu dan semua orang yang mendengar engkau. (I Timotius 4:16)Oh ya, karena saya mendapatkan traktat Anda di Kota Salatiga, jika Anda yang menyebarkan traktat itu tinggal di Salatiga, mungkin suatu waktu kita dapat bertemu untuk diskusi lebih lanjut mengenai keyakinan Anda dan keyakinan saya, kita berdua, atau kalau Anda punya beberapa teman, saya juga ada beberapa teman yang siap berdiskusi lebih lanjut.
Nah.., untuk para pembaca, silakan Anda pelajari beberapa aliran/ajaran dalam agama Kristen, dan pilihlah aliran/ajaran yang Anda anggap paling sesuai dengan diri Anda sendiri.paling tidak disini ada beberapa pilihan:
- SAKSI YEHOVA: Hanya menyembah Yahweh (Yehova) dan tidak mengakui Yesus sebagai Tuhan.
- JESUS ONLY: Hanya menyembah Yesus, tidak menyembah Yahweh, tidak menyembah Allah
- Mesianik: Menyembah Yesus sebagai Tuhan sekaligus menyembah Tuhan Yahweh, tidak menyembah Tuhan Allah. Mengakui bahwa Yesus adalah Putra Yahweh, bukan Anak Allah, TIDAK menggunakan istilah-istilah Anak Allah, Allah Bapa, Allah Putra, Allah Roh Kudus, apalagi Bunda Allah.
- Kristen pada umumnya: Menyembah Yesus sebagai Tuhan, mengakui Bapa. Menganggap Allah=Yahweh=Tuhan. Yang “kacau” dalam penyebutan, sehingga muncul istilah: Tuhan Allah, Anak Allah, Allah Bapa, Allah Putra, Allah Roh Kudus, Bunda Allah. Sering menyebut Tuhan Yesus tetapi tidak konsisten dalam pemaknaan Allah, sehingga tidak pernah menyebut Allah Yesus.
- Tidak memilih ajaran Kristen, pilih ajaran yang lain. (misalnya memilih Islam yang menyembah Allah, tidak menyembah Yahweh maupun Yesus)
- Tidak percaya padaTuhan (apapun sebutannya, siapapun namanya)
Di dalam masing-masing pilihan itu, masih ada aliran-aliran /ajaran-ajaran yang berbeda-beda, silakan Anda pilih yang sesuai dengan “selera” Anda. Jangan “sirik” dengan pilihan orang lain, jangan menghakimi orang lain, sekalipun Anda berhak untuk mempertahankan argumentasi Anda, dan mempertanyakan argumentasi orang lain.Dan setiap pilihan Anda akan Anda pertanggungjawabkan kepada Tuhan Semesta Alam.Sekian, kiranya Tuhan memberkati pelayanan kita semua.Salatiga.
tulisan yang berkaitan:


Jika anda ingin terbebas dari kuasa kegelapan (kuasa Setan), mungkin Tim dari

dikelola seorang awam, bukan aktivis
gereja.

beberapa waktu yang lalu (berikutnya)
saya mendapatkan traktat di sebuah ATM, yang penulisnya juga autor06hj@yahoo.com,
yang intinya menyatakan bahwa perlu menyembah YESUS dan TUHAN YANG MAHA TINGGI,
saya tanya “Siapa (nama) TUHAN YANG MAHA TINGGI itu? sampai sekarang belum dijawab.
atau mungkin tidak mau menjawab…
GK | Feb 6, 2008 | Reply
Syalooomm…. Selamat Pagi… saya baru pagi ini melihat2 blog dan, menemukan blog ini (setelah pusing melihat blog2 aneh yg banyak memperdebatkan ttg keyakinan seseorang)…. buat GK, seperti yg tertulis dalam BIBEL : markus 13:22 Sebab Mesias-mesias palsu dan nabi-nabi palsu akan muncul dan mereka akan mengadakan tanda-tanda dan mujizat-mujizat dengan maksud, sekiranya mungkin, menyesatkan orang-orang pilihan.
13:23 Hati-hatilah kamu! Aku sudah terlebih dahulu mengatakan semuanya ini kepada kamu.”
memang sudah terjadi dan terbukti saling menyesatkan. Saya berharap supaya sTetap y berada di JALAN KEBENARAN-NYA dan KASIH-NYA… aku cuma minta saran (kalo ada referensinya jg boleh)…Bagaimana cara nya untuk menangkis semua… Sebelumnya saya bertanya, apakan GKMin ini menganut Paham Ktisten yang ORI atau tidak?
sebab banyak sekali orang2 yg mencoba menafsirkannya dengan akal sehat….dan bahkan yg tidak mengerti, seringkali Kristen (dalam hal ini Yesus)pun menjadi bahan yang enak untuk di kupas bagi semua orang. Baik yang buruk maupun yang baik.Bahkan orang yang tidak mengenal Kristen secara mendalam pun ikut2 menghujat… 8( Sebenarnya apa sih yg terjadi pd Ajaran yang diberikan oleh Tuhan Kita ini???demikian dolo kk…… mohon penjelasannya JBU…..
MortalLife | Feb 11, 2008 | Reply
Sebelumnya saya bertanya, apakan GKMin ini menganut Paham Ktisten yang ORI atau tidak?
maksudnya Kristen ORI apa? original?
ya saya hanya berusaha mengkaitkan segala sesuatu dengan FIRMAN TUHAN dalam Kitab Suci, itupun, perlu dibandingkan antara Kitab Suci yang satu dengan yang lainnya, karena berbeda versi, kadang ada perbedaan yang mengganggu (silakan baca di Kategori Kitab Suci)
Sebenarnya apa sih yg terjadi pd Ajaran yang diberikan oleh Tuhan Kita ini???
OK.. saya kutip saja pendapat George Bernard Shaw kira-kira begini: “Ajaran Yesus sebenarnya sederhana, tetapi sayang jatuh ke tangan para teolog, yang membuatnya menjadi rumit”
Bagaimana cara nya untuk menangkis semua…
he he.. terus terang saya semakin hari semakin malas untuk “menangkis” ajaran-ajaran yang “aneh”, karena habis banyak energi, walau kadang memang perlu untuk mempertanyakan “mengapa begitu”
bagi saya sekarang lebih “senang” mengajarkan/memberitakan “kebenaran”, tetapi kalau terpaksa harus ‘menangkis’ ya tunjukkan ‘kesalahan/argumentasi yang lemah’ ajaran mereka
Ajaran itu benar atau tidak, dilihat saja dari buahnya, tapi juga jangan gampang menilai kalau berbuah ‘baik’ lantas pasti benar, karena setan juga bisa membuat kebaikan, disamping penderitaan, setan juga bisa menawarkan berkat dan kebahagiaan…Setan adalah bapa setenganh kebenaran…
contoh sederhana begini: di gereja saya ada orang yang kena gendam, dan harus rela kehilangan uang beberapa juta rupiah kemudian saya bilang ke pendeta, “tuh Pak, kenapa ada warga kita yang BISA kena gendam?”
Pak Pendeta juga “bingung”,
padahal, keyakinan saya selama ini (dari pengetahuan/ajaran yang saya terima) “orang Kristen tidak bisa kena santet/hipnotis” ( http://gkmin.net/?p=8 ) — dan saya berani buktikan hal ini.
Nah.. menurut Anda bagaimana, jika Anda menjadi orang Kristen, masih takut sama santet dan hipnotis/gendam, ya.. bagi saya perlu dipertanyakan kekristenan Anda
ya contohnya seperti itu…
Ajaran Yesus itu SEDERHANA yaitu KASIH.., nah kalau orang Kristen, nyanyi-nyanyi di gereja yang mewah, tetapi (misalnya) masih sering marah-marah sama orang lain, iri hati, menyimpan dendam, tidak jujur, dan tidak peduli dengan penderitaan orang lain (bahkan gereja lain yang ‘miskin’) apakah itu perwujudan dari KASIH?
kesimpulannya: untuk menangkis pengajaran “sesat”, buktikan saja dengan buahnya, cermati argumentasinya, apakah argumentasinya memang pantas? dan uji secara spiritual/supranatural.
Jika kita mengikut Tuhan yang benar, maka tidak akan ada ketakutan terhadap kekuatan supranatural apapun selain dari padaNya,
simpelnya begini, jika Anda masih takut sama hantu, setan, benda-benda pusaka, dukun, paranormal, tempat angker dll., Apalagi kalau sampai Anda (misalnya) pergi ke dukun, ke paranormal minta pertolongan, memiliki benda-benda pusaka/jimat, percaya pada peramal-peramal nasib, dll. (sekalipun Anda mengaku dekat dengan Tuhan), patut diwaspadai, jangan-jangan Anda masih belum benar-benar dekat dengan Tuhan yang benar.
Firman Tuhan JELAS, bahwa ROH YANG ADA PADAMU LEBIH BESAR DARIPADA ROH DUNIA, kenapa takut?
Juga jika kita punya “IMAN” tetapi takut mempelajari keyakinan lain, mempelajari “Tuhan” yang lain, (walaupun memang kadang tidak terlalu perlu), tetapi kalau kita ketakutan pada “keyakinan” lain, (takut iman kita nanti luntur), ya itu JELAS bukti bahwa IMAN KITA PERLU DIPERTANYAKAN,
Kalau iman kita sudah benar (dan kuat) tidak perlu takut pada ‘keyakinan’ lain.
silakan baca tulisan SIAPA TUHAN YANG ANDA SEMBAH? ( http://gkmin.net/?p=52) itu mungkin akan membantu Anda menemukan Tuhan yang benar (menurut iman Kristen)
dan itu PONDASI bagi pembangunan iman Kristen selanjutnya. Nah.. apa/bagaimana PONDASI iman Anda selama ini?
GK | Feb 11, 2008 | Reply
Saya Setuju….
Bahwa Nama Pribadi Bapa di Sorga adalah YAHWEH bukan ALLAH.
Joy | May 15, 2008 | Reply
@Joy
makin banyak yang terima kok…
hari ini saya dapat pesanan 20 Kitab Suci ILT yang sudah tidak memakai kata Allah, tetapi sayang, sudah habis…harus nunggu beberapa bulan lagi…
Beberapa teman mengatakan, di waktu-waktu mendatang, orang2 Kristen di Indonesia akan makin sulit menolak pemberitaan bahwa nama Tuhan Israel adalah Yahweh, sebab memang demikianlah yang tertulis di Kitab Suci.
GK | May 15, 2008 | Reply
Taurat (Perjanjian Lama) = Nabi Musa
Injil = Nabi Isa (Yesus) Orang Nasrani
Alkitab Perjanjian Baru = Rasul Paulus Ajaran Kristen
Al-Quran = Nabi Muhamad Ajaran Islam
ANDRE | May 19, 2008 | Reply
Saya putuskan masuk islam setelah saya betul-betul mendalami alkitab Perjanjian Baru dan membandingkan dengan Al Quran.
Kelemahan Alkitab Kristen (Paulus):
1. Banyak ayat-ayat ompong (ada nomor ayat, tapi isi ayat tidak ada. (MASA TUHAN NGASIH NOMOR AYATNYA SAJA, MASA TUHAN LUPA KASIH ISI AYAT)tp kalau alQuran dr dulu sampai sekarang isinya lengkap ada no. ayat dan ada ayatnya.
2. Banyak ayat-ayat yg dulunya tidak ada ayatnya, tp dalam cetakan al kitab sekarang, jadi ada ayatnya, tapi pakai tanda kurung() (MASA TUHAN DULU BERBEDA DENGAN TUHAN SEKARANG), kalau Alquran dinegara manapun akan sama tulisanya hanya diartikan ke dalam bahasa negaranya masing-masing.
3. Banyak kontroversi antara ayat 1 dengan ayat lainya. (contoh:baptis Vs Sunat, babi haram Vs halal, 40000 Vs 4000 Kandang solaeman, dll)
dan banyak lagi. Kalau Alquran tidak ada kontroversi dan pertentangan, tp tersusun secara sistematis.
KEPADA SAUDARA-SAUDARAKU, SILAHKAN BACA ALKITAB DENGAN SEKSAMA, FAHAMI AYAT_DEMI AYAT SECARA MENDALAM DAN BANDINGKAN DENGAN AL-QURAN. NISCAYA MATA ANDA AKAN TERBUKA, MANA YANG BENAR DAN YANG SALAH, MANA FIRMAN TUHAN MANA KARANGAN MANUSIA. WAJAR KALAU ADA PENDETA MASUK ISLAM,KARENA MEREKA MEMAHAMI ISI KITAB. BUKAN IMAN WARISAN ATAU IMAN KTP, tapi IMAN YG BETUL_BETUL MENURUT HATI NURANI…..
Apakah Iman anda Iman KTP saja atau Iman warisan orang tua, atau iman karena takut sama saudara yang seiman, atau iman-bener2 iman yang diyakini dr hati anda, karena kebenaran.
Herman | May 19, 2008 | Reply
@ANDRE dan Herman
(sesungguhnya Anda ini orang yang sama.., ya khan..)
silakan jika Anda memilih Islam, itu hak dan pilihan Anda…,
saya pilih percaya pada Tuhan YHWH, bukan Tuhan Allah, sebab “cerita” tentang YHWH yang menyatakan diri pada Nabi Musa (dengan menyatakan “Ehyeh Asyer Ehyeh” — Aku ada yang Aku Ada – YHWH artinya “Aku yang Ada”), kemudian hadir dalam rupa Yeshua (YAHWEH SHUA — YESUS), lebih bisa saya pahami dengan baik. daripada ajaran Nabi Mohammad yang tiba-tiba mengajarkan bahwa Allah-lah Tuhan.
padahal, hingga sekarangpun bangsa Yahudi (Israel) — tempat hadirnya Nabi-nabi Tuhan, tetap percaya bahwa YAHWEH-lah Tuhan, bukan Allah.
Pertanyaan buat Anda, apakah MENURUT ANDA: Yahweh = Allah ?
Jawaban Anda akan menunjukkan bagaimana Anda memahami “cerita/sejarah pengenalan manusia terhadap Tuhannya, melalui nabi-nabiNya”
Masalah “cacat dalam Alkitab” dan “kesempurnaan Quran”, OK, jika demikian pandangan Anda, tetapi Anda juga perlu belajar, bagaimana sejarah terbentuknya Alkitab dan sejarah terbentuknya Quran, Alkitab tidak turun dari langit, demikian juga Quran, tidak juga turun dari langit. Baca MUKADIMAH di AlQuran Anda (kalau Al Quran Anda terbitan baru, MUKADIMAH-nya tidak ada, cari Quran yang edisi lama…), pahami sejarah pembentukan Quran…
GK | May 19, 2008 | Reply
siapakah pencipta alam semesta?? apakah yesus ada sebelum adanya alam semesta?? siapakah yg menciptakan manusia ?? tentu tuhan yg maha perkasa(allah swt)… adakah tuhan lebih dari satu…? jika ada pasti akan saling bunuh? apakah ada dzat yg paling perkasa selain allah swt..? allahu akbar…
addi | Jul 5, 2008 | Reply
@addi
siapakah pencipta alam semesta?? apakah yesus ada sebelum adanya alam semesta??
ha ha… Anda akan bingung dengan kata-kata Yesus sendiri:
Yohanes 8:58 Kata Yesus kepada mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sebelum Abraham jadi, Aku telah ada.”
tambah lagi ya….
Wahyu 21:6 Firman-Nya lagi kepadaku: “Semuanya telah terjadi. Aku adalah Alfa dan Omega, Yang Awal dan Yang Akhir. Orang yang haus akan Kuberi minum dengan cuma-cuma dari mata air kehidupan.
silakan merenungkan tentang Yesus (Yeshua). Semoga Anda mendapatkan kebenaranNya
GK | Jul 6, 2008 | Reply
yang jelas AlLAH dengan YHWH. Dari dulu Mose mengajarkan nama Tuhan YHWH bukan ALLAH. (Gak tau kalo musa dalam al quran, mungkin musanya musa arab sampe-sampe nama tuhannnya ke arab-araban)
belo | Sep 8, 2008 | Reply
yang jelas AlLAH beda dengan YHWH. Dari dulu Mose mengajarkan nama Tuhan YHWH bukan ALLAH. (Gak tau kalo musa dalam al quran, mungkin musanya musa arab sampe-sampe nama tuhannnya ke arab-araban)
belo | Sep 8, 2008 | Reply
Saya setuju degan pendapat anda, setelah membaca tulisan anda dan beberapa tulisan lainnya dan juga tread di Faith freedom tentang ALLAH saya mendapat pencerahan. Dimana saya bisa mendapatkan versi alkitab yang didalamnya tidak terdapat lagi kata2 Allah? Karena dgn alkitap keluaran LAI sekarang, setelah membaca tulisan anda saya malah jadi bingung untuk mengganti setiap kata2 Allah dgn Yahweh, Jangan2 saya salah mnegartikannnya.
Kalau ada versi alkitab seperti dimaksud, tolong hubungi saya, saya ingin memilikinya untuk digunakan.
Syalom.
Agus | Sep 30, 2008 | Reply
Lucu….
gitu aja dipermasalahin… kata yahwe, Allah itu kan masalah BAHASA….
COBA JAWAB :
Apa bahasa inggris-nya tuhan ? Apa bahas indonesia-tuhan ?
Apakah kedua bahasa itu dibaca, ditulis sama ? apakah kedua bahasa itu memiliki arti yang berbeda ?
lalu apa bedanya yahwe dan Allah ? Bahasa bangsa apakah yahwe ? Bahasa bangsa apakah Allah ?
kalau ada umat kristen menganggap tidak menyembah Yahwe tetapi menyembah yesus…lalu apakah bisa tetap diartikan yesus dalah Allah dalam trintias ? Apakah Allah = bapa yesus dan roh kudus ?
Ditunggu responnya
mebisandi | Oct 23, 2008 | Reply
bukannya anda yang bingung dengan kata kata yesus ?
nih dibuktiin:
ha ha… Anda akan bingung dengan kata-kata Yesus sendiri:
Yohanes 8:58 Kata Yesus kepada mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sebelum Abraham jadi, Aku telah ada.”
Dalam yohanes 8:58 jelas bahwa Yesus mengatakan :
“AKU BERKADA KEPAMU…..”
Coba perhatikan kata awalnya…Timbut pertanyaan :
Siapakah yang dimaksud “AKU” ???
Jika :
AKU = Yesus
Apakah benar kalimat ucapannya. untuk menyampaikan sesuatu tentang dirinya PERLU MEMPERTEGAS dengan mengatakan : ” aku berkata kepadamu ”
padahal apa yang disampaikan mengenai dirinya sendiri, dan yang menyampaikan adalah dirinya sendiri…
bukannya jadi rancu kalimatnya ?
Ayat selanjutnya bahkan lebih menegaskan bahwa Yesus sedang tidak membicarakan dirinya
berikut penjelasannya :
tambah lagi ya….
Wahyu 21:6 Firman-Nya lagi kepadaku: “Semuanya telah terjadi. Aku adalah Alfa dan Omega, Yang Awal dan Yang Akhir. Orang yang haus akan Kuberi minum dengan cuma-cuma dari mata air kehidupan.
silakan merenungkan tentang Yesus (Yeshua). Semoga Anda mendapatkan kebenaranNya
coba perhatikan apa yang diucapkan Yesus pada Wahyu 21:6 :
“FIRMAN-NYA KEPADA KU …”
FIRMAN SIAPA KEPADA SIAPA ?
“FIRMAN-NYA” = firman siapa ?
“KEPADA KU” = AKU siapa ?
Apakah keduanya objek yang sama ? kalau objek yang sama ga mungkin mengatakan hal tersebut.. kalau objek yang beda maka Yesus bukan sedang bicara ttg dirinya tetapi kepada YANG MEMBERIKAN FIRMAN…
Lalu siapa AKU dalam kalimat selanjutnya :
“Semuanya telah terjadi. Aku adalah Alfa dan Omega, Yang Awal dan Yang Akhir. Orang yang haus akan Kuberi minum dengan cuma-cuma dari mata air kehidupan.”
Kalau “AKU” adalah Yesus ->tidak perlu yesus mengatakan “firman-Nya kepada ku”
Karena buat apa yesus mengatakan “firman-Nya kepada ku” sedang dia membicarakan dirinya sendiri…
tetapi cukup mengatakan “Semuanya telah terjadi. Aku adalah Alfa dan Omega, Yang Awal dan Yang Akhir. Orang yang haus akan Kuberi minum dengan cuma-cuma dari mata air kehidupan.”
tanpa embel embel : “firman-Nya kepada ku”
ucapannya jelas SEDANG TIDAK MEMBICARAKAN DIRINYA SENDIRI melainkan membicarakan DIA YANG MEMBERIKAN FIRMAN KEPADA YESUS ( ingat : “FIRMAN-NYA KEPADA KU..”
Yang artinya, yang dimaksud dari :
alfa dan omega
Awal dan akhir
ada sebelum abraham
adalah BUKAN YESUS karena Yesus tidak sedang membicarakan dirinya sendiri melainkan DIA YANG MEMBERI FIRMAN ( FIRMAN-NYA KEPADA KU )
Melainkan sang Alga dan omega, awal dan akhir, ada sebelum abraham adalah DIA YANG MENYAMPAIKAN FIRMAN-NYA KEPADA YESUS ( KU/AKU )
saya rasa sebaiknya anda yang merenungkan kembali ucapan yesus
Wassalam
mebisandi | Oct 24, 2008 | Reply
@Agus,
kata “Allah” di Alkitab LAI, sebenarnya dari Elohim, atau Eloah
yang “ALLAH” itu dari YAHWEH.
Saya punya teman dari Kanada, (pelayanan di Indonesia) setelah saya beri KS-ILT, mengaku, lebih mudah memahami ayat-ayat, daripada ketika menggunakan Alkitab LAI.
sayang, yang edisi 2, sampai sekarang belum terbit, stock saya sudah habis. terakhir saya berikan pada seorang anak SMP, yang menerima Yesus gara-gara ditemui Tuhan Yesus via mimpi. Sampai sekarang dia belum berani terang-terangan “pindah agama”. tapi kadang sudah ikut ke gereja. Dia merasa lebih nyaman jika tidak lagi membaca kata “Allah”, ketika membaca Firman Tuhan.
GK | Oct 29, 2008 | Reply
@mebisandi,
jika anda tidak mempermasalahkan “bahasa”, silakan anda bersyahadat, “Aku bersaksi tiada Tuhan selain Yahweh, dan aku bersaksi bahwa Mohammad itu utusan Yahweh”
Kritik anda pada teks Kitab Suci seperti itu gampang ditemui di banyak tulisan, dan mengapa “kami” tidak menanggapi, karena anda menginginkan Yesus (Tuhan Yesus) seperti kehendak anda, harusnya begini, harusnya begitu.
Makanya, untuk memahami Yesus (Yeshua) dan Yahweh, jangan bawa pemahaman anda tentang Tuhan “ALLAH” (yang tidak beranak dan diperanakkan). Tidak akan ada titik temu.
Anda tidak akan dapat memahami bahwa Yeshua adalah Yahweh sendiri, Dia juga sekaligus Roh Kudus. Ya.. itulah Tuhan kami, beda khan dengan Tuhan Allah anda.
Itu sebabnya saya tidak menyebut Tuhan saya “Allah”, sebab itu akan membingungkan, contohnya anda, bingung tidak dapat memahami Tuhan Bapa, Anak dan Roh Kudus, karena kerangka pikir anda adalah Allah yang diajarkan Nabi Mohammad. Pernahkah anda bertanya, mengapa Mohammad tidak memperkenalkan Yahweh?
GK | Oct 29, 2008 | Reply
@GKmin
jika anda tidak mempermasalahkan “bahasa”, silakan anda bersyahadat, “Aku bersaksi tiada Tuhan selain Yahweh, dan aku bersaksi bahwa Mohammad itu utusan Yahweh”
Karena saya menganggap yahwe dan allah adalah sama.. jadi buat apa saya mengatakan yahwe sedang yang saya terima Allah… walau sebenarnya tujuannya sama… cuma beda bahasa doang…
Lalu apa yang membedakan yahwe dengan Allah ? bisa dijelaskan ?
Kritik anda pada teks Kitab Suci seperti itu gampang ditemui di banyak tulisan, dan mengapa “kami” tidak menanggapi, karena anda menginginkan Yesus (Tuhan Yesus) seperti kehendak anda, harusnya begini, harusnya begitu.
Saya tidak memaksakan menurut pandangan saya brother…
saya cuma menjabarkan apa yang Yesus katakan /ucapkan… apa penjelasan saya tidak cukup jelas ? Disitu jelas :
firman-Nya = Dia yang memberi firman
Kepada KU = Aku ini jelas yang mengucapkan /pihak pertama/ yesus sendiri
lalu apa isinya firman yang disampaikan Nya ?
“Semuanya telah terjadi. Aku adalah Alfa dan Omega, Yang Awal dan Yang Akhir. Orang yang haus akan Kuberi minum dengan cuma-cuma dari mata air kehidupan.”
Jadi urutannya jelas :
1. Allah berfirman ke yesus
( firman-Nya kepada Ku )
2. yesus menyampaikan firman -Nya
“Semuanya telah terjadi. Aku adalah Alfa dan Omega, Yang Awal dan Yang Akhir. Orang yang haus akan Kuberi minum dengan cuma-cuma dari mata air kehidupan.”
Maka yang dimaksud dari alfa-omega,awal dan akhir bukan si pengucap melainkan si pemberi amanat/firman.. YESUS HANYA MENYAMPAIKAN FIRMAN-NYA
Makanya, untuk memahami Yesus (Yeshua) dan Yahweh, jangan bawa pemahaman anda tentang Tuhan “ALLAH” (yang tidak beranak dan diperanakkan). Tidak akan ada titik temu.
Anda tidak akan dapat memahami bahwa Yeshua adalah Yahweh sendiri, Dia juga sekaligus Roh Kudus. Ya.. itulah Tuhan kami, beda khan dengan Tuhan Allah anda.
Itu sebabnya saya tidak menyebut Tuhan saya “Allah”, sebab itu akan membingungkan, contohnya anda, bingung tidak dapat memahami Tuhan Bapa, Anak dan Roh Kudus, karena kerangka pikir anda adalah Allah yang diajarkan Nabi Mohammad.
saya tahu persis maksud dari trinitas..tetapi itu sama sekali tidak tercermin bahkan dalam alkitab…
karena di alkitab dijelaskan :
##Bapa tidak satu dengan yesus
–karena segala sesuatu yang Yesus lakukan adalah kuasa bapa di sorga.
–yesus tidak tahu kapan kiamat
##Roh kudus tidak satu dengan Yesus:
Roh kudus datang setelah yesus pergi
Pernahkah anda bertanya, mengapa Mohammad tidak memperkenalkan Yahweh?
Jelas Raslulullah tidak memperkenalkan yahwe… karena rasulullah adalah orang keturuna Arab sehingga beliau menyebut sang pencipta ya Allah bukan Yahwe…
Bisa anda jelaskan yahwe itu bahasa apa? Ada tidak bahasa Arab quraisy kata -kata Yahwe/YHWE, elohim dll ?
mebisandi | Oct 29, 2008 | Reply
@mebisandi
Lalu apa yang membedakan yahwe dengan Allah ? bisa dijelaskan ?
YHWH (Yahweh) ada dalam Kitab Suci (Taurat), Allah tidak ada di sana.
Tuhan memperkenalkan diriNya kepada Musa, “Aku ada yang Aku ada” (Ehyeh Asyer Ehyeh) kemudian disebut YHWH — orang Israel, karena menghormati nama YHWH menyebut Tuhan “Adonai” (Tuanku/Tuhanku).
Allah ada di Kitab Suci terbitak LAI (Indonesia), karena Elohim diterjemahkan menjadi Allah, YHWH diterjemahkan menjadi ALLAH.
Apakah nama perlu diterjemahkan?
“Allah” yang bahasa Arab, dipertahankan oleh seluruh umat Islam di dunia, tetap “Allah”,
Mengapa YHWH (YAHWEH) tidak? YHWH sudah ada sejak jaman Musa, sedangkan Allah baru muncul belakangan.
Bisakah anda memberikan alasan?
bagi saya, tidak ada alasan untuk mengubah NAMA YHWH dimanapun kapanpun. (hal yang sama juga SUDAH diberlakukan terhadap “Allah”)
Orang Islam di seluruh dunia dapat bilang “My Lord is Allah”. Tapi coba orang Kristen bilang demikian? –>>
Itu berbeda ketika orang Kristen bilang, “My Lord is Yahweh” semua orang tahu kalau Yahweh adalah Israel’s Lord.
Coba, anda bilang dihadapan rekan-rekan anda yang muslim, “My Lord is Yahweh”.
Silakan baca tulisan saya “Siapa Tuhan yang Anda Sembah?” di halaman depan website ini. Itu argumentasi saya.
Cobalah baca Kitab Suci yang tidak lagi memakai kata ‘Allah’, mungkin itu akan membuat anda tidak lagi menyamakan Yahweh dengan Allah.
firman-Nya = Dia yang memberi firman
Kepada KU = Aku ini jelas yang mengucapkan /pihak pertama/ yesus sendiri
lalu apa isinya firman yang disampaikan Nya ?
OK, jika begitu ‘tafsir’ anda,
sekarang bagaimana dengan ini:
Yohanes 14:6: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku”
Aku = Yesus atau Bapa?
karena di alkitab dijelaskan :
##Bapa tidak satu dengan yesus
Yohanes 10:30 Aku dan Bapa adalah satu
Apakah Yesus sedang MEMBUAL/BERBOHONG?
–karena segala sesuatu yang Yesus lakukan adalah kuasa bapa di sorga.
–yesus tidak tahu kapan kiamat
tidak anda tambahi sekalian,
“di kayu salib Yesus berteriak kepada bapa”, berarti yesus bukan bapa….
“yesus berdoa kepada bapa, berarti yesus bukan bapa”
“yesus mati di kayu salib, tuhan kok mati?”
itu pertanyaan2 yang sudah sangat sering kami dengar. kami jelaskan dengan cara apapun, anda sulit menerima.
contoh:
saya pernah berdialog (kepada salah seorang rekan muslim):
===
GK: tidak usah merujuk pada Kitab Suci dan AlQuran
GK: anda percaya bahwa Tuhan maha kuasa?
Teman: Ya
GK: jika Tuhan maha kuasa, bisakah dia menampakkan diri? dia menghilang? dia berubah wujud?
Teman: bisa
GK: bisakah dia menjadi seperti kucing? seperti sapi?
Teman: bisa.
GK: bisakah dia menjadi seperti manusia?
Teman: Tidak bisa, karena pencipta bukan ciptaan.
(nah lho…. kenapa kalau mengakui Tuhan maha kuasa, tidak mau mengakui bahwa Tuhan bisa berubah menjadi manusia?)
Dalam iman Kristen, Yesus itu BUKAN manusia yang menjadi TUHAN, tetapi TUHAN yang menjadi manusia. Tidak ada yang mustahil bagi Tuhan.
Tetapi karena Quran mengajarkan “Allah itu tidak beranak dan diperanakkan”, maka orang muslim tidak dapat menerima konsepsi bahwa Yesus yang lahir dari rahim Maria itu adalah Tuhan sendiri.
Lho…, bukankah Tuhan itu maha kuasa. Apa salahnya kalau Dia datang ke dunia menjumpai orang-orang,mengajarkan tentang KerajaanNya, melalui sosok Yesus Kristus.
#Roh kudus tidak satu dengan Yesus:
Roh kudus datang setelah yesus pergi
Roh Kudus juga sudah ada SEBELUM Yesus pergi:
Tahu, ‘cerita’ ketika Yesus di babtis?
Lukas 3:22 dan turunlah Roh Kudus dalam rupa burung merpati ke atas-Nya. Dan terdengarlah suara dari langit: “Engkaulah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Mulah Aku berkenan.”
Roh Kudus bilang, “Anak-Ku” berarti Roh Kudus = Bapa. Jelas mas?
Roh kudus datang setelah yesus pergi
TEPAT SEKALI, itulah yang dikatakan Yesus sebelum Dia pergi,
….dan Ia akan memberikan kepadamu Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya,
Jadi yang dijanjikan Yesus adalah ROH KUDUS, bukan Nabi Mohammad.
====perhatikan ini:
di topik lain anda berkomentar:
heheh… emang roh kudus ada?
kapan ya turunya roh kudus? setelah yesus pergi atau sebelum yesus pergi ?
di sini anda berkomentar:
#Roh kudus tidak satu dengan Yesus:
Roh kudus datang setelah yesus pergi
anda tidak yakin adanya roh kudus, tapi menyatakan roh kudus datang setelah yesus.
itulah kebingungan anda tentang Roh Kudus.
Anda akan tambah bingung ketika saya sampaikan bahwa Roh Kudus sudah ada sebelum Yesus, datang juga setelah Yesus, Roh Kudus, Bapa, Yesus adalah Tuhan Esa. Bingung khan????
makanya.., jangan pahami Tuhan ‘kristen’ yang adalah YHWH, Yeshua dan Roh Kudus itu dengan sudut pandang ‘Allah’ yang tidak beranak dan diperanakkan.
Jelas Raslulullah tidak memperkenalkan yahwe… karena rasulullah adalah orang keturuna Arab sehingga beliau menyebut sang pencipta ya Allah bukan Yahwe…
Anda orang Indonesia?
Kenapa tidak bersyahadat, “Tiada Tuhan selain Tuhan?” (seperti yang pernah diungkapkan oleh Nurcolis Majid) atau jika anda orang Jawa, kenapa tidak bilang, “Tiada Tuhan selain Gusti?”
Atau anda keturunan Arab juga, sehingga tetap pakai ‘Allah’?
Ingat mas.., kata ‘Allah’ tidak dipakai oleh rekan-rekan Hindu, dan Budha di Indonesia. Karena Allah bukan sekedar bahasa, tetapi menunjuk kepada obyek tertentu.
Ok, karena anda menganggap Yahweh = Allah, Coba mulailah berdoa kepada Yahweh…. lakukan setahun saja, lihat apa yang akan terjadi tahun berikutnya. kalau nggak kuat setahun ya sebulan saja lah…. (ingat.. satu bulan ini jangan lagi sebut Tuhan sebagai “Allah”, tapi sebutlah Tuhan sebagai Yahweh) kalau perlu anda sholat tahajud, minta petunjuk pada Tuhan Yahweh, bagaimana tentang Yesus, tentang Roh Kudus, atau tentang Yahweh sendiri.
OK selamat mencoba… satu bulan lagi anda cerita ya..
tks.
GK | Oct 30, 2008 | Reply
Selamat sore semua, maaf saya numpang lewat saja. Nama saya JUNIOR, saya sedang belajar Alkitab dengan Saksi Yehuwa. Di milis ini saya membaca “SAKSI YEHOVA: Hanya menyembah Yahweh (Yehova) dan tidak mengakui Yesus sebagai Tuhan.” Saya ingin garis bawahi tiga kata terakhir: ‘Yesus sebagai Tuhan’. Saya diajarkan kebenaran ttg “Yesus sebagai TUAN —Yesus itu Tuan kita [orang beriman], dan kita adalah hamba-hambanya.” Hal ini masuk di akal karena kata Yunani “kurios” yang dipakai di sini, pd zaman penulisan Alkitab biasanya memaksudkan seorang majikan atau TUAN yg dilayani oleh para budak atau hamba(-hamba). Menarik bhw kata “kurios” itu disematkan bisa kpd manusia secara umum maupun kpd Yesus Kristus secara khusus sebagai pribadi ilahi. Alkitab LAI, sering tidak konsisten, menerjemahkan ‘KURIOS’ sebagai “Tuan” maupun “TuHan” {saya sengaja menulis ‘TuHan’. Huruf “H” diselipkan di antara dua suku kata yang membentuk kata “Tuan” untuk membedakan dengan TUHAN/Tuhan/tuhan} . LAI menulis: ‘Yesus adalah Tuan di atas segala tuan’ yang mengandung arti bahwa dibanding Tuan-tuan dari komunitas sosio-religius lain, YESUS KRISTUS adalah TUAN di atas Tuan-tuan itu. Apa yg LAI tulis ini persis seirama dan sejiwa [dan saya kira inilah yg benar] dgn yang disampaikan oleh Saksi Yehuwa melalui terjemahan Alkitab mrk New World Translation (NW): “Jesus Christ is the Lord of lords”. Sampai di sini saya merasa tak ada yang salah dengan Saksi Yehuwa dan terjemahan Alkitab mrk; justeru sebaliknya saya mempertanyakan keabsahan penerjemahan kata Yunani “kurios” menjadi “Tuhan” dalam LAI maupun dlm versi lain berbahasa Indonesia. Saya bertanya: “Apa itu ‘TuHan’ menurut Anda? Dari mana datangnya/asal-usul/etimologi kata ‘TuHan’ itu.”???
Junior | Oct 16, 2009 | Reply
@Junior,
jika anda belajar dari SY, ya pasti anda akan menemukan bahwa ajaran itu benar, sesuai dengan argumentasinya masing-masing.
Yang sedikit menjadi masalah dalam SY (menurut saya)adalah bahwa SY mengubah beberapa doktrinnya beberapa kali, ketika ternyata keyakinannya itu tidak cocok dengan fakta.
Silakan pelajari sejarah SY dan juga doktrin2nya yang berubah…
Tapi silakan jika anda memilih SY. itu hak anda sendiri.
Ingat bahwa dalam bahasa aslinya Yesus adalah Yeshua = YHWH Shua = YHWH penyelamat.
GKmin | Oct 16, 2009 | Reply
Haha. Sebentar! Saya belum merambah lebih jauh dari pokok “TuHan” ke pokok lain yg anda coba potong kompas di sini! Menurut saya kata Yunani “kurios” seharusnya diterjemahkan menjadi “Tuan” (Ing: Lord) BUKAN “TuHan” seperti yg ada di KS-ILT maupun versi baru LAI. Saya kira KS-ILT mengikuti kerancuan LAI kendati para translatornya sesumbar ingin berpaut pd naskah asli Kitab Suci! Menurut saya KS-ILT adalah karya plagiat picisan dengan tingkat kepakaran seorang penerjemah umum bahasa bukan seorang spesialis bahasa2 asli Kitab Suci; KS-ILT juga karya plagiat mengingat kenyataan dalam kira2 97% isinya berisi teks versi LAI, kecuali pada beberapa unsur yg sengaja diberi perhatian karena satu dan lain alasan, juga pd kata pengganti nama TUHAN menjadi Yahweh atau sebutan allah diganti Elohim. Sebenarnya banyak ciri keplagiatan KS-ILT ditemukan juga dalam sejumlah tulisan dan karya literatur Tim pendukungnya. Sebagai gambaran, kami mengadakan survey lateral atas judul2 dan isi tulisan Tim GKmin termasuk ilustrasi foto dan gambar2 dalam sejumlah bahan presentasi visul cakram-optik mereka, sebagian besar [kalau tidak ingin disebut semua] berisi atau memuat ide dan hasil karya cipta Organisasi SAKSI-SAKSI YEHUWA INDONESIA, tetapi {dasar tidak tahu malu!} hasil karya ini dimanipulasi untuk kepentingan kelompok mereka tanpa sedikitpun mengakui/memberi keterangan bahwa cuplikan itu memiliki hak cipta pada Organisasi Saksi-Saksi Yehuwa. Masih dalam contoh plagiat tapi yg ini memalukan dan memuakan, karena pasti dengan sengaja, GKmin demi tujuan mempopulerkan kata “elohim” kesukaan mereka sampai2 menghapus kata “Allah” yang sejatinya tertulis dalam Ilustrasi gambar dan komentar gambar versi SSY dan menggantinya dengan tulisan “Elohim” yang disapu-halus agar tak tampak sebagai penciplakan. KEJI BENAR ANDA-ANDA INI YANG MENGATAS NAMA KEBENARAN TAPI BERTINDAK TIDAK BENAR. Tepat kata Yesus kepada orang sejenis ini pada zamannya, “Kalian mengarungi laut untuk menobatkan seseorang ke agamamu tapi kalian membuat orang itu jauh lebih buruk dari kalian!” hanya
Junior | Oct 16, 2009 | Reply
@Junior,
hm… trus terang sy kaget dengan komentar anda yang baru saja, tidak seperti orang yang “sedang belajar Alkitab dengan Saksi Yehuwa.”
Anda menyebut ” Tim GKmin “, juga menyebut “kelompok”, itu nampak kalau anda tidak paham dengan persoalan “nama Bapa” ini.
Kelompok apa? saya warga Gereja Kristen Jawa.. teman2 sy ada dari berbagai gereja lain,
…Menurut saya KS-ILT adalah karya plagiat picisan dengan tingkat kepakaran seorang penerjemah umum..
Misalnya anda (lebih dulu) menterjemahkan ‘water’ itu = air, kemudian saya juga menyebut ‘water’ itu air, apakah saya sedang menjiplak anda? dan apakah saya harus menggunakan kata lain selain ‘air’?
..GKmin demi tujuan mempopulerkan kata “elohim” kesukaan mereka sampai2 menghapus kata “Allah” yang sejatinya tertulis …
Nampaknya memang anda tidak paham dengan persoalan kata “Allah”, kenapa tidak saya gunakan untuk menyebut Elohim, Tuhan, atau YHWH.
GKmin | Oct 16, 2009 | Reply
Hallo GKmin,
masih dengan semangat kasih Kristen saya menulis ini sebagai pengantar singkat ttg saya buat anda-anda.
Saya seorang praktisi hukum dan akademisi muda yang hobi membaca. Saya senang baca apa saja, terutama buku-buku filsafat dan teologi. Abang saya tamatan fakultas filsafat namun memilih menjadi seorang Saksi-Saksi Yehuwa (SY) —kelompok agama yang anda ‘tebang semraut’ dan sangat sering dimanipulasi “prestasi-prestasinya” demi kepentingan visi-misi kelompok anda–, jadi buku-bukunya ditinggalkan begitu saja dan menjadi santapan sehari-hari saya. Mungkin dibanding anda, pengetahuan saya ttg SY masih kurang namun saya terus belajar. Saya akui itu karena memang baru tiga tahun inilah saya intens “mendalami” iman baru Abang saya itu. Berbeda dari anda yang saya lihat memaknai SY secara sebelah mata, saya justeru berusaha untuk tidak ketinggalan secuilpun informasi dari dapurnya Watchtower agar alih-alih parsial saya memaknainya holistik. Sejujurnya saya dapati apa yang dibahas SY masuk akal dan berpaut sepenuhnya pd Alkitab [pun termasuk “keberatan-keberatan” yang anda coba ajukan ke saya DeoVolente! Saksi-Saksi Yehuwa dapat memberikan jawaban terbaik dari kebenaran!] […] Sorry! Saya tidak menulis blog [website] sendiri untuk ditanggapi, saya juga tidak ingin banyak terlibat di forum2 bikinan kalian; sesungguhnya saya hanya numpang lewat sembari dengan hormat mengundang anda [saya pikir anda belum tahu] untuk bergabung atau setidaknya membaca milis yang diposting oleh “freewillie” di (http://freewillie.wordpress.com/2007/09/24/kejarin-logika-saksi-yehuwa/). Orang yang memakai nama “Freewillie” di situs tersebut, juga bertukar nama alias ghostwriter sebagai Langdon, tidak lain adalah mantan Saksi Yehuwa. Ada dugaan dia dipecat dari Sidang Kristen Saksi-Saksi Yehuwa karena tersandung dosa MORAL serius (Anda juga akan ketahui [namun bukan dari situs itu] FAKTA-FAKTA kunci yang menjadi alasan umum mengapa orang2 seperti Raymond Franz dan Kevin Quick: Apakah mereka ini “meninggalkan” Organisasi Saksi Yehuwa karena alasan akidah atau “diusir” karena masalah moral. Anda akan tahu apa “dosa” mereka dan alasan sakit hatinya yang berbuntut pada pencitraan buruk mereka terhadap Organisasi Saksi-Saksi Yehuwa.) Saya berharap anda membaca lalu menanggapi postingan saya [JUNIOR] yang telah mempermalukan “murid” BAMBANG NOORSENA yang bernama “freewillie bin Langdon” itu. SAYA TUNGGU…
Junior | Oct 16, 2009 | Reply
@Junior,
Coba cek semua tulisan saya, adakah yang menyebut bahwa SY itu sesat? sy kira tidak ada. Saya di Salatiga punya teman SY, saya juga pernah menghadiri acara SY di gerejanya…
hanya saja ‘doktrin’ SY tidak cocok dengan pilihan saya, tapi saya menghormati mereka.
Saya tidak hendak berdebat tentang SY, saya juga kadang mengunjungi website watchtower, kadang juga masih diberi buletin oleh teman saya.
Saya tidak hendak berdebat soal Tuan atau Tuhan, sebab memang Adonai itu dapat berarti Tuanku. Yang jelas…., pengalaman pribadi (spiritual) saya dengan Tuhan Yesus (Yeshua) tidak akan mampu dikalahkan oleh berbagai konsepsi tentang Tuhan/Tuan. Saya juga pernah mengalami dan menyaksikan beberapa mukjijat, melihat manifestasi setan, kenal dengan beberapa teman yang jadi paranormal, teman-teman yang agnostik, tak beragama, teman-teman Kejawen, dan dengan semua pengalaman dan pemahaman saya SAMPAI SAAT ini, saya tidak cocok dengan paham SY.
Saya-pun masih terus belajar.
GKmin | Oct 16, 2009 | Reply
@Junior,
sy belum lihat DVD-nya, ttp sudah mendapat tawaran sbb.:
“Film ‘Witnesses of Jehovah’ sarat informasi mengenai Sejarah berdirinya dan tokoh-tokoh Saksi-Saksi Yehuwa termasuk pengajaran mereka yang dikemukakan buku-buku dan petinggi SSY sendiri. Film ini juga menghadirkan kesaksian banyak mantan SSY, baik yang mengundurkan diri atau dikucilkan (disfellowship) karena pandangan mereka yang mulai terbuka akan Injil Kristus, termasuk mereka yang baru menjadi SSY beberapa tahun, belasan tahun, dan puluhan tahun seperti Raymond Franz, kemenakan presiden William Franz, yang selama 60 tahun menjadi SSY dimana 9 tahun terakhir menjadi anggota Badan Pimpinan (Governing Body) yang kemudian membukukan pengalamannya kembali kepada kebenaran Kristus dalam buku ‘Crisis in Conscience’ (2002) dan ‘In Search for Christian Freedom’ (2007).”
GKmin | Oct 18, 2009 | Reply
halo halo halo pada debat mulu nih orang2, jadi pd bingung MENCARI mana kristen yang benar itu krn banyak lembaga kristen ngaku diri paling bener dan saling tuding yang lain sesat Lol. pak tolong beritahu mana Ajaran Kristen yang BENAR itu yang bisa menjawab semua kekisruhan dalam dunia dan dalam pikiran kami ini. wasalam
Wongbingung | Oct 19, 2009 | Reply
@Wongbingung
Nih sy kutip dari sebuah buku:
Sakka bertanya pada Sang Buddha, “Apakah guru-guru agama yg berbeda mengarah pada tujuan yang sama atau menjalankan disiplin yang sama atau mencita-citakan hal yg sama?”
“Tidak, Sakka……dst.”
Kita BISA dan BOLEH memilih mana yang cocok dengan preferensi kita, jika ada ‘agama’/ajaran yang JELAS-JELAS benar (dan yang lain JELAS salah), mengapa tidak semua orang memilih ajaran yang JELAS benar itu?
Oh ya.. BENAR menurut siapa yg anda maksud?
(misalnya) menurut Islam, kekristenan itu tidak benar, begitu juga sebaliknya.
Justru yang penting adalah anda memahami masing-masing ajaran itu.
bukankah sudah saya kutip dan ‘pasang’ di website ini:
HIDUP penuh bakti ini bukan dijalani untuk menipu orang atau untuk mengajak orang mengikuti ajaran kita. Hidup penuh BAKTI ini dijalani agar bisa memandang ke dalam SEMUA hal, dan MEMAHAMInya. (Itivuttaka Sutta).
GKmin | Oct 20, 2009 | Reply
terima kasih pak untuk wejangan2 anda, tapi saya rasa sebagai kristiani seharusnya kita tak menganut prinsip ITIVUTTAKA SUTTA yang bpk kutip itu karena prinsip itu hanya akan membuat orang menjadi pasif dengan ilmunya yang banyak di kepala, sementara kekristenan ‘kan didasarkan pada kerangka kasih yang dinamis dan aktif yang mengharuskan kristiani untuk pergi menerangi dan menggarami dunia umat manusia di sekitarnya? Prinsip itivuttaka sutta menjadi benar manakala kita sudah beralih dari iman “amanat agung Kristus” kpd keimanan lain yang sifatnya pasif dan mencari jalan “aman-aman” saja, bukankah begitu pak?
Wongbingung | Oct 20, 2009 | Reply
@Wongbingung,
bukan… hahahaha….
perhatikan baik-baik… bahwa menurut ITIVUTTAKA SUTTA, pada akhirnya adalah MEMAHAMI semua hal.
Setelah kita paham, tentu kita tidak akan bingung untuk MEMILIH mana yang benar, mana yang salah.
Bagaimana seseorang dapat tahu bahwa sesuatu itu BENAR tanpa mengetahui yang salah?
Contoh, saya tidak mengikuti Saksi Yehuwa, dan saya bisa saja menganjurkan kepada anda untuk tidak ikut SY, tapi itu tidak sy lakukan, sebab yang terbaik adalah bahwa anda mempelajari apa itu SSY, apa itu kristen mesianik, apa itu kristen pantekosta, apa itu protestan, apa itu katholik, apa itu YHWH, apa itu ALLAH dsb, dan setelah itu anda silakan menentukan PILIHAN.
KECUALI, anda malas berpikir, dan cuma mau MENURUT saja apa kata orang, dan malas mempelajari ajaran2 lain selain yang diajatkan kepada anda.
GKmin | Oct 20, 2009 | Reply
tuhan=lord=gusti=pangeran=pertuan raja
allah=God=berkuasa(kata ganti gelar seperti presiden mentri gubernu dll
“Allah Yehuwa” bapanya yesus dan orang yang beriman kepada Nya(markus 12:29)Yesus mengulang firman yang di tulis musa di(ulangan 6:4)dengarlah hai israel Yehuwa itu esa.
haris | Jan 7, 2010 | Reply
YOSUA=YHWHSUA=(YEHUWA PENYELAMAT)
haris | Jan 7, 2010 | Reply
Menurut saya SSY yg paling mantap,kalau yg lainnya baru belajar merangkak dengan mengenal nama YHWH, coba pikir sudah berapa lama SSY duluan babak belur gara2 membela nama itu……?Bahkan sekarangpun msh akan tetap digebukin……………
Dan mmg YHWH itu ESA,dan ayat Alkitab terlalu banyak nyebutinnya satu per satu.
YESUS aja menyembah, berdoa, dan berseru kepada BAPA-NYA, YHWH…….masakan kita nggak meniru teladan-Nya ?
Trus emank kalian pikir ngapain aja YESUS selama di bumi kalau bukan memperkenalkan dan memuliakan BAPA-NYA,yakni YHWH.
Dan YESUS TIDAK MENGHARAPKAN PUJIAN MANUSIA cb buka Injil Yohanes pasal 5:19-47…..
Jd ngapain percaya sama doktrin manusia dan menyangkal kata2 KRISTUS sendiri…….?
YESUS diangkat menjadi raja segala raja oleh siapa ?????
Diutus oleh siapa ?????
Diperkenan oleh siapa ?????
Karena YHWH adalah KASIH, dan YESUS sangat rendah hati dan tunduk pd BAPA-Nya sampai wafat dengan penuh kehinaan di kalvari……
Tapi meskipun YESUS KRISTUS sangat LAYAK menerima pujian manusia, TAPI IA TIDAK SOMBONG dan justru tdk mengharapkan pujian manusia……IA justru lebih berharap jika manusia melakukan KEHENDAK BAPA YHWH, dan IA satu2nya jln kepada KEHIDUPAN ABADI…Dari SIAPA ?????
KEABADIAN HANYA DATI DARI SANG PENCIPTA YAITU YHWH……………………………………
maria | Jan 26, 2010 | Reply
Buat pengirim TRACKBACK: “YAHWEH ATAU ALLAH..??”
Yang pasti MUSA dan agamanya (Yahudi) -lah yg “memperkenalkan” monoteisme Tuhan, berikut Kristen Paulian, sementara Muhammad dan Alkoran-nya (Islam) baru muncul 700 tahun setelah kekristenan eksis, mengekor dgn membumbui seenak perut apa yg telah diajarkan dalam Yudeo-Kristo. Pengekor (baca: plagiat) ini mengusung nama “Al-Ilah” (Ibrani: Eloah/Elohim) sebagai nama diri Tuhan Islam. Alasan apapun yg mau dibangun untuk menjelaskan bahwa ‘ada nama Tuhan lain yang lebih awal atau lebih unggul daripada YHWH, hanyalah upaya sia-sia belaka!…. Sesungguhnya bila moslem dan Islam mau jujur terhadap dirinya sendiri maka seharusnya mereka mengakui YHWH sebagai Tuhan yang sejati…
???????????? ??????? ??????? ???????? ???????? ?????????? ????? ????? ????????.
“That men may know that thou, whose name alone is YHWH, art the most high over all the earth” (Zabur 83:18)
Anish | Mar 17, 2010 | Reply
YHWH=Maha Kudus
==deleted by admin==
kidon | Mar 28, 2010 | Reply
yang benar adalah bahwa kita mengenal HaShem yng kita sembah dengan sebutan YHWH Elohim dasarnya adalah judaism faith,bukan berdasar pada iman yang di punyai para pengikut saksi yehovah.
atau jangan jangan mereka(beberapa orang yg mengaku kristen) yang keras kepala tetap di dalam kehidupan kekristenannya selalu menyebut dengan memakai kata allah dalam menyebut nama Tuhan yag Benar adalah mereka yang termasuk di dalam golong anti kristus (roh jahanam).mereka pun sudah di beritahu arti kata allah namun mereka tidak mau mendengar,bisa jadi di dalam nya juga ada roh anti semit(anti yahudi).ingat barang siapa megutuk israel terkutuklah ia,barang siapa yang memberkati israel di berkatilah ia,ini ada adalah firman yang Maha Tinggi Pelindung Israel YHWH ELOHIM.
mencintai allah =anti terhadap YahSHua Ha Masiach ben Elohim Khayim.
para pembenci Yahudi dan pengutuknya =anti semit =juga di sebut berani menantang Yang Maha Tinggi Sang Pelindungnya.
==deleted by admin ===
Terpujilah HaShem YahShua Ha Masiach Melech Ha Olam …….Baruch HaShem
kidon | Mar 28, 2010 | Reply
Saudara2 yg saya sayangi, saya percaya saya dan Anda diciptakan oleh Tuhan yang sama. Demikian pula dengan orang Islam, orang Yahudi, bahkan orang atheis diciptakan oleh Tuhan yang sama. Tuhan tidak pernah menutupi eksistensi diriNya Rm 1:19-20 (Karena apa yang dapat mereka ketahui tentang Allah nyata bagi mereka, sebab Allah telah menyatakannya kepada mereka. Sebab apa yang tidak nampak dari pada-Nya, yaitu kekuatan-Nya yang kekal dan keilahian-Nya, dapat nampak kepada pikiran dari karya-Nya sejak dunia diciptakan, sehingga mereka tidak dapat berdalih). Wajar, manusia dari belahan lain atau agama lain memiliki kepercayaan kepada otoritas tertinggi tersebut dan memiliki berbagai macam panggilan sebutan atau nama bagi Sang Pencipta (di China, disebut Shang Ti, di Indonesia disebut Allah atau Tuhan, di Inggris disebut God atau Lord, dll). Ketika pernyataan umum Tuhan secara pasti tidak disangkal oleh manusia, apa yang menyebabkan orang Kristen berbeda dengan kepercayaan lainnya? Perbedaan itu terletak pada Mat 11:27 (Semua telah diserahkan kepada-Ku oleh Bapa-Ku dan tidak seorangpun mengenal Anak selain Bapa, dan tidak seorangpun mengenal Bapa selain Anak dan orang yang kepadanya Anak itu berkenan menyatakannya) dan Yoh 6:40 (Sebab inilah kehendak Bapa-Ku, yaitu supaya setiap orang, yang melihat Anak dan yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal, dan supaya Aku membangkitkannya pada akhir zaman). Jelas perbedaannya adalah pada Yesus yang menyatakan sendiri kepada orang2 yang dipilihNya dan memperoleh hidup kekal pada akhir zaman. Jelas perbedaannya bukanlah karena istilah sebutan nama untuk Tuhan ataupun Allah.
Melihat diskusi pada forum ini yang ramai dan makin panas ijinkan saya mengatakan perbedaan makna YHWH saya, gerakan mesianis yang didukung saudara GKmin dan teman2, serta doktrin Saksi Yehowah.
Saya mulai dari doktrin Saksi Yehowah dulu, walaupun sama memperjuangkan pemakaian nama YHWH, tetapi mereka berbeda dengan gerakan mesianis yang didukung saudara GKmin dan teman2. Bagi mereka nama YHWH adalah nama diri dari oknum Bapa saja. Jika dilihat dari semangat dan pernyataan tulisan saudara GKmin, saya percaya Anda mempunyai iman Tritunggal, Anda hanya memperbaiki sebutan Allah dengan nama diri Allah (YHWH) yang asli. Bagi Anda Bapa adalah YHWH, YHWH Bapa, Anak adalah YHWH, YHWH Anak, dan Roh Kudus adalah YHWH, YHWH Roh Kudus. Berbeda dengan doktrin Saksi Yehowah dan pandangan Anda, saya berpendapat bahwa hanya kesatuan Bapa, Anak, dan Roh Kuduslah yang dapat disebut YHWH.
Apakah dasarnya pandangan saya:
Ulangan 6:4, Dengarlah, hai orang Israel:TUHAN itu Allah kita, TUHAN itu esa! (Hear, O Israel:The LORD our God is one LORD), bdk Kel 20:2.
Penjelasan dr Bahasa Ibrani: LORD/TUHAN/YHWH (YHOVAH, AKU ADALAH AKU, nama yang mempunyai pengertian eksistensi dan keabadian diri), GOD/Allah (yang dipakai adalah Elohiym, Allah dalam bentuk Jamak, bukan Elowahh atau El, Allah dalam bentuk tunggal). One/Esa (echad, mempunyai pengertian satu dan juga dapat dinyatakan sebagai kesatuan).
Bagaimana kita membaca ayat itu dalam pengertian bahasa Ibraninya? Dengarlah, hai orang Israel, pribadi abadi YHWH itu Allah-Allah kita, pribadi abadi YHWH itu satu/kesatuan.
Jelas doktrin Saksi Yehowah bertentangan dengan ayat ini. Jika Anda dan saya memiliki iman Tritunggal maka ayat itu berbunyi seperti ini Dengarlah, hai orang Israel, pribadi abadi YHWH itu adalah Allah Bapa, Allah Anak, dan Allah Roh Kudus, pribadi abadi YHWH itu merupakan satu/kesatuan. Apa yang terjadi ketika kita mengganti seperti ini : Dengarlah, hai orang Israel, pribadi abadi YHWH itu YHWH Bapa, YHWH Anak, dan YHWH Roh Kudus, pribadi abadi YHWH itu satu/kesatuan. Jelas bahwa nama eksistensi YHWH tidak lagi satu, nama eksistensi YHWH sudah terbagi 3. Bertentangan dengan pengertian : eksistensi pribadi AKU ADALAH AKU, esa yang berarti satu/kesatuan. Pandangan Anda di dalam ayat ini tampaknya tidak akan dapat menjelaskan iman Tritunggal, bahkan menggeser iman Kristiani yang monotheisme menjadi politheisme. Jika seseorang Saksi Yehowah bertanya kepada Anda siapakah memiliki nama YHWH? Bagaimana Anda menjawabnya? Bapa yang bernama YHWH, Anak yang bernama YHWH, dan juga Roh Kudus yang juga bernama YHWH? Kalau saya yang ditanya, saya akan menjawab bahwa hanya kesatuan Bapa, Anak, dan Roh Kudus yang memiliki nama YHWH. Saya dapat percaya ketika di Perjanjian Baru, tidak ada satupun ditemukan kata YHWH, bukan semata2 Kitab tersebut ditulis dalam bahasa Yunani, namun pribadi YHWH telah menjabarkan secara terpisah 3 oknum terbut, Bapa, Anak, dan Roh Kudus. Sebagai bukti, ada satu kalimat yang ditulis dalam bahasa Ibrani aslinya walau kitab-kitab itu diterjemahkan oleh kita dalam berbagai bahasa, yakni : Mat 27:46 (Kira-kira jam tiga berserulah Yesus dengan suara nyaring: “Eli, Eli, lama sabakhtani?” Artinya: Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?). Jelas Yesus memanggil Allah bukan dengan YHWH dan juga bukan Elohym, tetapi dengan El, Allah yang sifatnya tunggal. Eli/Eloi berarti Allah yang telah diberi kata ganti kepunyaan orang pertama. Tidak dipanggil YHWH karena YHWH adalah kesatuan dari Bapa, Anak, dan Roh Kudus. Tidak dipanggil Elohym, karena Bapa merupakan salah satu oknum saja dari YHWH. Bandingkan juga Mrk 15:34. Seruan Yesus dapat dipastikan kepada oknum Bapa dengan melihat Luk 23:46.
Jika Anda memiliki pandangan yang sama dengan saya maka Anda, saya, dan orang Kristen lainnya telah dibaptis dalam nama YHWH. Mat 28:19 Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus (baptislah mereka dalam nama YHWH).
Saya menyetujui bahwa Allah kita adalah YHWH, namun yang menjadi masalah:
1. Jika diterjemahkan semua kata Allah ataupun Tuhan dengan YHWH, akan membuat dampak pergeseran iman Kristen Tritunggal monotheisme menjadi politheisme.
2. Jelas penerjemahan tersebut bertentangan dengan skrip aslinya, terlebih dalam Perjanjian Baru, yang notabene tidak terdapat satupun kata YHWH.
3. Bertentangan dengan tujuan YHWH dalam menggunakan bahasa manusia menyampaikan kabar baik Injil ke pelosok bumi.
Saya memberi contoh 2 peristiwa:
Kisah penulisan Injil Lukas dan Kisah Para Rasul, kedua kitab tersebut ditulis oleh Lukas yang satu2nya bukan orang Yahudi, ia adalah orang Yunani yang bertobat menulis kabar baik ini yang ditujukan kepada Teofilus seorang pembesar Yunani. Bagaimana mungkin Lukas menulis YHWH dan Jehoshua dalam huruf Ibrani? Ia seorang Yunani, kalaupun ia bisa, bagaimana mungkin Teofilus dapat membacanya? Jelas Lukas memakai kata-kata yang dapat dibaca oleh Teofilus.
Kisah Para Rasul 2:5-11
Waktu itu di Yerusalem diam orang-orang Yahudi yang saleh dari segala bangsa di bawah kolong langit. Ketika turun bunyi itu, berkerumunlah orang banyak. Mereka bingung karena mereka masing-masing mendengar rasul-rasul itu berkata-kata dalam bahasa mereka sendiri. Mereka semua tercengang-cengang dan heran, lalu berkata: “Bukankah mereka semua yang berkata-kata itu orang Galilea? Bagaimana mungkin kita masing-masing mendengar mereka berkata-kata dalam bahasa kita sendiri, yaitu bahasa yang kita pakai di negeri asal kita: kita orang Partia, Media, Elam, penduduk Mesopotamia, Yudea dan Kapadokia, Pontus dan Asia, Frigia dan Pamfilia, Mesir dan daerah-daerah Libia yang berdekatan dengan Kirene, pendatang-pendatang dari Roma, baik orang Yahudi maupun penganut agama Yahudi, orang Kreta dan orang Arab, kita mendengar mereka berkata-kata dalam bahasa kita sendiri tentang perbuatan-perbuatan besar yang dilakukan Allah.”
Menurut Anda, nama Allah yang diucapkan para rasul yang didengar orang-orang itu, apa??? Bukankah harusnya kata yang dimengerti dalam bahasa masing-masing orang-orang itu?
Tuhan mengijinkan bahwa nama YHWH tidak dapat dipastikan pengucapannya saat ini adalah rencana Tuhan, sama ketika dalam Kej 11:1-9, Tuhan memecahbelah manusia dan mengacaukan bahasa.
Setan juga Tuhan setengah kebenaran, kalau bohong sepenuhnya bagaimana mungkin umat manusia tertipu. Dia menjerumuskan manusia melalui kebenaran, walaupun kebenaran yang diungkapkan hanya sebagian saja.
Untuk saudara-saudaraku Saksi Yehowah, Anda sungguh mencari Tuhan dan bekerja bagi Tuhan, namun sayang Anda berjalan pada kebenaran yang salah.
Untuk saudara-saudaraku yang lain lihatlah pesan surat Rasul Paulus kepada jemaat Galatia:
1:6. Aku heran, bahwa kamu begitu lekas berbalik dari pada Dia, yang oleh kasih karunia Kristus telah memanggil kamu, dan mengikuti suatu injil lain,
1:7 yang sebenarnya bukan Injil. Hanya ada orang yang mengacaukan kamu dan yang bermaksud untuk memutarbalikkan Injil Kristus.
1:8 Tetapi sekalipun kami atau seorang malaikat dari sorga yang memberitakan kepada kamu suatu injil yang berbeda dengan Injil yang telah kami beritakan kepadamu, terkutuklah dia.
1:9 Seperti yang telah kami katakan dahulu, sekarang kukatakan sekali lagi: jikalau ada orang yang memberitakan kepadamu suatu injil, yang berbeda dengan apa yang telah kamu terima, terkutuklah dia.
Salam!
Santo | Mar 29, 2010 | Reply
Kel 20:7 Jangan menyebut nama TUHAN, Allahmu, dengan sembarangan, sebab TUHAN akan memandang bersalah orang yang menyebut nama-Nya dengan sembarangan. Apakah arti “sembarangan”? Bahasa Ibraninya adalah “shav” yang berarti:
1. Mengusangkan / Menyepelekan
2. Bertujuan jahat / Menghancurkan
3. Mentah-mentah, kata demi kata, hanya secara harfiah sehingga dapat merusak atau membinasakan
4. Bertujuan muslihat / menipu
5. Bertujuan sebagai pemberhalaan, penyembahan idola, dan pemujaan berhala
6. Bertujuan palsu / tidak benar / kebohongan
7. Bertujuan subyektif, menurut pandangan sendiri
8. Sia - sia / tidak bermanfaat
9. Bertujuan memperdaya / menyamarkan
10. Mempunyai maksud tertentu / tersembunyi
11. Konyol / sembarangan
Santo | Mar 29, 2010 | Reply
@Santo,
Sepertinya anda mesti telaah ulang pernyataan2 anda ttg saksi Yehowah dan nama YHWH. Sepengetahuan saya, saksi Yehuwa (SY) menolak Tritunggal dalam arti mutlak! Bagi SY nama Bapa itu YHWH (baca: Jehovah), nama Anak itu Yesus, nama Roh Kudus TIDAK ADA karena bukan oknum/pribadi namun hanya kekuatan atau tenaga aktif YHWH. Jadi sebenarnya tidak ada Tritunggal, yang ada adalah dwi-tunggal (Yesus dan YHWH) karena dalam semua hal Yesus selalu selaras dengan YHWH, Mereka SATU dalam maksud dan tujuan. Model rumusan Tritunggal seperti yang dijelaskan Santo (dkk) walau dengan dalil dan gaya maupun bahasa bagaimanapun tetap sangat kentara politeismenya, dan pencari kebenaran yang berhati jujur tak bisa dikelabui! Sayang sekali.
Untuk Santo dkk camkan bahwa terminologi “YHWH: Bapa, Putra dan rohkudus” yang dianggap sebagai Tritunggal, itu semata-mata hanya teori “lain” tritunggal yang belakangan ini dicari perumusuan “terbaik” untuk menjelaskan kebuntuan (baca: ‘kekacauan’) paham trinitas gereja-gereja. “Teori” ini pun bukannya tanpa cela sama sekali untuk didebat. Salah satu cela itu terletak pada pemahaman alam pikiran Yahudi sendiri (bukan Yunani yang cenderung rumit dan spekulatif). Singkatnya, kalau bicara ttg Hakikat YHWH sebagai Sang Khalik, alam pikiran Yahudi mengenal bukan saja FIRMAN-Nya (Davar) dan ROH KUDUS-Nya (Ruachqdsh) namun juga HIKMAT-Nya (khokma) dan KEHADIRAN-Nya (Shekinah). Sekiranya benar bahwa Tritunggal (seperti yang dipercacai Santo dkk) itu berakar pada Tanakh/PL Yahudi maka mestinya dua unsur Hakikat YWHW yang belakangan disebut (khokma dan shekinah) juga harus masuk dalam credo Trinitas tsb. Maka bila mau berlaku jujur, seharusnya “nama” credo itu bukan Tritunggal (3 in 1) tetapi PENTATUNGGAL (5 in 1).
Pendapat Santo bhw ‘Perjanjian Baru tidak terdapat satupun kata YHWH’ adalah pendapat yang takabur kalau tak mau dibilang keterlaluan mengingat kawan2 Santo seperti GKmin, Prof KH Sugiyarto, dll, sangat membela pandangan ‘PB ditulis dalam bahasa Ibrani’ yang tentu saja akan dengan mudah ditemukan nama YHWH di sana.
AbdiYah | Mar 29, 2010 | Reply
@AbdiYah;
Pendapat Santo bhw ‘Perjanjian Baru tidak terdapat satupun kata YHWH’ adalah pendapat yang takabur kalau tak mau dibilang keterlaluan mengingat kawan2 Santo seperti GKmin, Prof KH Sugiyarto, dll, sangat membela pandangan ‘PB ditulis dalam bahasa Ibrani’ yang tentu saja akan dengan mudah ditemukan nama YHWH di sana.
saya ralat, yang benar bukan Prof. KH. Sugiyarto, tetapi Prof. K. Sugiyarto.
saya (GKmin), belum pernah membuat statement bahwa PB ditulis dalam bahasa Ibrani, hanya kadang saya sampaikan: ADA DUGAAN bahwa PB, khususnya Kitab Matius ditulis dalam bahasa Ibrani.
Bahwa ada rekan-rekan lain yang yakin PB ditulis dalam bahasa Ibrani, itu hak mereka dengan argumentasinya masing-masing.
GKmin | Mar 29, 2010 | Reply
@GKmin: ’saya ralat, yang benar bukan Prof. KH. Sugiyarto, tetapi Prof. K. Sugiyarto.’
Saya ralat, yang benar bukan Prof. K. Sugiyarto doang, tetapi Prof. K.H. Sugiyarto.
Silakan tanya ke orangnya…
AbdiYah | Mar 30, 2010 | Reply
@AbdiYah;
hehe
sy sengaja hanya tulis K.Sugiyarto, untuk ‘menguji’ saja kok…
karena kalau anda tulis KH.Sugiyarto, khan kesannya Kyai Haji gitu :))
(biasanya nama pak KHS itu khan nulisnya: “Kristian H. Sugiyarto”, jadi agak ‘aneh’ ketika anda tulis KH Sugiyarto,
tks.
GKmin | Mar 30, 2010 | Reply
Saudara AbdiYah, hal itu telah dibantah oleh saudara GKmin, tidak ada statement PB ditulis dalam bahasa Ibrani. Adapun untuk Injil Matius, walaupun penerima tulisan ditujukan kepada orang Yahudi di perantauan. Dapat dipastikan bahwa bahasa sehari-hari mereka adalah bahasa Yunani, dan Injil Matius ditulis dengan bahasa Yunani karena dengan jelas Injil Matius bukan terjemahan dari bahasa Aram, dan di dalamnya tidak terdapat istilah-istilah Aram yang seperti terdapat pada Injil Markus. Untuk kitab-kitab yang lain tidak ada keraguan tertulis dalam bahasa Yunani. Saudara AbdiYah, saya tidak akan memperpanjang pembahasan masalah doktrin karena nanti saya akan khusus memaparkan. Namun untuk kali, tolong Anda buktikan kepada saya tulisan kata YHWH di dalam PB pada saya. Walau beberapa penulis mengutip ayat dari PL yang menunjukkan penggenapannya, kata YHWH sudah tidak ditulis dengan bahasa aslinya (Ibrani), artinya para penulis dari Injil Matius sampai Wahyu, sudah menuliskan padanan kata pengganti YHWH dalam bahasa Yunani. Inilah mengapa saya katakan bahwa gerakan mengganti kata Tuhan atau Allah dengan Yahweh, adalah suatu perbuatan melampaui kebijaksanaan para penulis kitab suci dan para rasul sendiri. Kalau Anda kesulitan mencari kata YHWH, karena kitab suci Anda bercampur baur/tidak jelas, pakai Alkitab LAI. Bagaimanapun LAI secara jujur menterjemahkan kata-kata Kitab Suci. Saya menjelaskan bahwa nama YHWH tidak boleh dipakai secara sembarangan. Jika ada sekte agama tertentu yang memakainya pastikan bahwa tidak ada kebohongan di dalamnya, mempunyai maksud tersembunyi, ataupun bersifat subjektif, hanya untuk mendukung doktrin/kebenarannya sendiri. Ingat PR saudara yang harus membuktikan kepada saya tulisan kata YHWH dalam PB.
Salam!
Santo | Mar 30, 2010 | Reply
Adakah teman2 mengetahui mengapa Yesus memerintahkan murid-muridNya membaptis semua bangsa yang telah menjadi murid dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus? Tetapi sebelumnya pastikan dahulu Kitab suci yang Anda pegang berbunyi demikian, tetapi saya percaya bahwa semua terjemahan Kitab Suci akan menulis demikian! Bahkan untuk terjemahan NWT/Alkitab Terjemahan Dunia Baru! Bukankah nama bagi sebagian kalangan orang banyak orang sangat dipentingkan, adakah sekte agama yang mengganti kata2nya, atau adakah kitab suci terjemahan yang mengganti kata2nya?
Mat 28:19, Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus
Santo | Mar 30, 2010 | Reply
Jika Anda tidak mengerti mengapa dibaptis dengan nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, Anda adalah orang Kristen yang paling harus dikasihani? Bertanyalah pada diri Anda mengapa saya harus dibaptis dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus? Mengapa bukan dalam nama Bapa atau YHWH saja, toh Bapa atau YHWH adalah pemegang otoritas tertinggi, atau kenapa bukan dalam nama Anak atau Yesus atau Mikhel nama surganya saja, toh dibaptis karena menjadi murid Yesus? Mengapa bukan 2 oknum saja Bapa dan Anak, YHWH dan Yesus, bukankah hanya 2 pribadi dan memiliki otoritas sedangkan Roh Kudus bukan siapa2? Saya ingin katakan bertanyalah dalam diri saudara, jangan sampai Anda dibaptis tidak dengan otoritas tertinggi. Saya kasihan dengan teman2 Saksi Yehowah, sering kali mereka bertanya dan mengeluarkan statement kepada saudara2 Kristen yang lain, Anda berdoa kepada Bapa siapa? Siapa Bapa-mu? Iblislah yang menjadi Bapa-mu. Bertanyalah ketika Anda dibaptis dan bertanyalah ketika Anda melihat nats Matius 28:19. Adakah di sana tertulis Anda dibaptis dalam nama Yehovah, Jeshua, Mikhael, bahkan Anda harus dibaptis dengan Roh Kudus yang Anda perumpamakan seperti sinyal dan aliran listrik? Ada pernyataan Jangan Malu Bertanya Sehingga Kamu Tidak Tersesat. Amin!
Santo | Mar 30, 2010 | Reply
@Santo: ‘Namun untuk kali, tolong Anda buktikan kepada saya tulisan kata YHWH di dalam PB pada saya…Ingat PR saudara yang harus membuktikan kepada saya tulisan kata YHWH dalam PB. Salam!’
Sdr Santo,
saya menghargai keingintahuan anda namun sayang saya tidak berminat melanjutkan diskusi di forum-forum seperti ini karena akan membuang banyak waktu, energi dan terkadang luka emosi; namun bila anda tulus ingin tahu jawabannya juga ingin tahu apa yang sebenarnya Alkitab ajarkan, maka melalui kesempatan ini kami dengan hangat mengundang anda untuk ‘Menghadiri Malam Peringatan Kematian Tuan Kita Yesus Kristus’ yang bertepatan acaranya di hari ini, Selasa 30 Maret 2010 setelah matahari terbenam [sesuai tgl 14 Nisan kalender Yahudi]. Acara ini akan diselenggarakan di lebih dari 100.000 Sidang Kristen Saksi-Saksi Yehuwa seluruh dunia. Sdr Santo dapat menghubungi Balai Kerajaan Saksi-Saksi Yehuwa terdekat dan meminta keterangan lebih lanjut seputar Acara Peringatan atau ttg pertanyaan-pertanyaan Saudara atau untuk dikunjungi oleh seorang Saksi Yehuwa di rumah Sdr. Demikian dari saya, mohon maklum dan dimaafkan.
Best Regards,
AbdiYah | Mar 30, 2010 | Reply
Kitab Matius jelas ditulis dalam bahasa Yunani, buktinya ada pada Mat 27:46 (Kira-kira jam tiga berserulah Yesus dengan suara nyaring: “Eli, Eli, lama sabakhtani?” Artinya: Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?) suatu penggalan kalimat yang ditulis dengan bahasa Ibrani. Pakai logika saja, apakah jika ditulis dalam bahasa Ibrani, penulis Injil Matius menambahkan dengan menuliskan keterangan arti kalimatnya? Lain halnya jika kitab itu ditulis dalam bahasa Yunani, dan statement penggalan kalimat itu khusus ditulis dengan bahasa aslinya Ibrani, sehingga membutuhkan penerangan arti kalimat.
Santo | Mar 30, 2010 | Reply
Dear Sdr. AbdiYah, mohon dimaafkan juga jika ada pernyataan dalam komentar saya yang menimbulkan luka batin bagi saudara. Saya berusaha sebisa mungkin menjaga tata serta ekspresi bahasa saya. Kadang kalau sedikit keras untuk hal-hal tertentu yang memang benar-benar kebenaran yang prinsipil. Seperti ekspresi bahasa Rasul Paulus kepada Jemaat Korintus, yang menimbulkan kemarahan bagi sebagian orang di jemaat Korintus saat itu. Tetapi Paulus mengungkapkan bahwa yang dilakukannya berdasarkan Kasih, demikian pula dengan saya. Saya mengharapkan kita bersama, dewasa dalam rohani dan pengetahuan sehingga tidak diombang-ambingkan oleh rupa-rupa pengajaran. Terima kasih atas undangannya, saya pun beberapa kali berdiskusi langsung dengan teman2 dari Saksi Yehowah. Saya berharap diskusi yang ada di forum ini maupun diskusi langsung dengan mereka dapat membuka kebenaran.
Salam Kasih.
Santo | Mar 30, 2010 | Reply
@Santo, penjelasan selebihnya dari yang anda belakangan tanyakan akan Sdr dapati seusai Acara Peringatan Kematian Yesus nanti sore (Acara Peringatan berakhir kira-kira jam 7 p.m) bila Sdr menghadirinya dan mau bertanya lebih.
Untuk tidak buat Sdr penasaran saya ingin menjawab singkat saja bahwa Saksi-Saksi Yehuwa sangat memahami pesan Yesus Kristus yang dicatat di Matius 28:19-20… Tapi jangan pernah lupa bahwa di bagian awal ayat-ayat itu Yesus menyuruh kita ‘memberitakan’ injil dan ‘membuat murid’, apakah Sdr Santo sudah memenuhi amanat Kristus ini? Selanjutnya setelah calon ‘murid’ sudah memiliki pemahaman karena telah diajarkan “kebenaran” maka tiba bagi dia untuk membaktikan diri kepada TUHAN yang dilambangkan dengan babtisan air. “Kebenaran” yang perlu disadari calon babtis termasuk di antaranya adalah: mengakui Bapa, yang bernama YHWH, Tuan Yang Berdaulat di alam semesta sebagai Pencipta dan Pemrakarsa kehidupan yang mutlak disembah dan dilayani; mengakui Putra, yang bernama Yesus, sebagai Sang Mesias atau Kristus yang diutus oleh YHWH untuk menyelamatkan kita dari kutuk dosa dan kematian abadi kepada kehidupan abadi; dan mengakui “peranan” Rohkudus sebagai telaga aktif YHWH yang sekarang terus bekerja di dalam Sidang Kristen sejati, memelihara (baca: ‘beri makan’) dan melindungi/proteksi dari bahaya-ancaman Setan dan dunianya…
Demikian jawaban saya,
Best Regards
AbdiYah | Mar 30, 2010 | Reply
Saudara AbdiYah, untuk itulah saya bertanya kepada Anda, apakah Anda mengerti?
1. Jika Anda memandang penting nama pribadi, mengapa Anda ketika memulai perjalanan kekristenan tidak dimateraikan dengan nama yang jelas???
2.Mengapa Yesus yang rendah hati, yang tidak akan merampas hak supaya tidak setara dengan Allah sesuai dengan Filp2:6 sesuai dengan terjemahan Alkitab terjemahan Dunia Baru, mengambil dan menggunakan haknya dalam memateraikan murid dalam baptisan. Sekalipun itu, jika berpandangan ada otoritas tertinggi yakni oknum Bapa, dan Anak tidak setara dengan Bapa maka tidak masuk akal rangkaian kalimat dalam ayat Mat28:19.
3. Lebih aneh lagi, jika dalam pematerai baptis itu, YHWH disejajarkan dengan manusia, dan juga disejajarkan dengan sesuatu yang bukan apa2, sesuatu yang bukan pribadi dan tidak memiliki otoritas.
Jika Anda pengagung nama Yahweh seharusnya Anda mempertanyakan keabsahan ayat ini.
Apakah layak bagi Anda untuk mensejajarkan YHWH dengan ciptaan dan sesuatu tenaga aktif???
Santo | Mar 30, 2010 | Reply
Jika Anda merasa hal tersebut tidak layak, maka Anda seharusnya merubah pandangan mengenai oknum Bapa, Anak, dan Roh Kudus.
Jika Anda merasa hal tersebut layak dan dapat dibenarkan karena demikian halnya kata-kata dalam kitab suci dituliskan. Maka ambillah kitab suci yang secara jujur menterjemahkan kata perkata dari bahasa aslinya sehingga tidak lagi pemahanan doktrin suatu golongan membuat kabur dan memaksa kebenarannya sendiri.
Santo | Mar 30, 2010 | Reply
@Hallo Sdr Santo, bila Sdr mengutip suatu pernyataan dari sumber yg otoritatif, usahakan agar kutipan itu sesuai adanya, dan kalau Sdr ingin menyadur pastikan agar saduran yg Sdr buat tepat adanya agar tidak terjadi salah persepsi dan/atau salah interpretasi. Saya menarik perhatian Sdr kpd TDB yg Sdr kutip/sadur dari Filipi 2:6; silakan Sdr tinjau ulang frasa “yang tidak akan merampas hak supaya tidak setara dengan Allah” apakah seperti itu adanya di TDB?
Sdr Santo, ketika Matius menuliskan kata-kata di pasal 28:19-20, sang rasul tidak sedang membahas ’setara/tidak setara atau sejajar/tidak sejajar’-nya Bapa – Anak – Roh Kudus. “Rumusan” itu bukan juga dimaksud sebagai semacam ‘mantera’ babtisan seolah-olah tanpa ‘menyebut’ itu babtisan seseorang belum dipandang sah yang berarti keselamatannya diragukan pula. Sesungguhnya ”itu” hanyalah sebuah ringkasan iman yang semestinya dicamkan baik-baik dalam hati dan pikiran orang percaya manakala mereka mulai melangkahkan kaki menjadi seorang Kristiani; mereka mesti sungguh-sungguh menyadari (setelah memiliki pengetahuan) tentang peran vital YHWH Sang Bapa yang telah mengutus Yesus Kristus Anak-Nya dan yang kini sedang berkarya melalui Roh Suci di tengah-tengah Sidang Kristen sejati di seluruh dunia untuk keselamatan umat manusia! Jadi alih-alih merasa tersinggung, Sdr Santo perlu menyesuaikan kembali cara pandangnya akan kata-kata di Matius 28:19 itu sembari membuat pengajian ulang yang memadai perihal subyek dimaksud. Mungkin sebagai stimulan awal untuk diskusi kedepan ttg pokok ini saya berikan sebuah referensi saja perihal rumusan ”kesetaraan/kesejajaran” Pencipta dan ciptaan, walau kenyataannya memang kita merasa ini tidak ”layak” demikian. Referensi saya adalah 1 Timotius 5:21 ”Di hadapan Allah dan Kristus Yesus dan malaikat-malaikat pilihan-Nya kupesankan dengan sungguh kepadamu: camkanlah petunjuk ini tanpa prasangka dan bertindaklah dalam segala sesuatu tanpa memihak.” Silakan merenungkan dengan menggarisbawahi pd kata-kata “Allah DAN Kristus Yesus DAN malaikat-malaikat”.
Best Regards,
AbdiYah | Mar 31, 2010 | Reply
saya berikan sebuah referensi saja perihal rumusan ”kesetaraan/kesejajaran” Pencipta dan ciptaan, walau kenyataannya memang kita merasa ini tidak ”layak” demikian. Referensi saya adalah 1 Timotius 5:21 ”Di hadapan Allah dan Kristus Yesus dan malaikat-malaikat pilihan-Nya kupesankan dengan sungguh kepadamu: camkanlah petunjuk ini tanpa prasangka dan bertindaklah dalam segala sesuatu tanpa memihak.” Silakan merenungkan dengan menggarisbawahi pd kata-kata “Allah DAN Kristus Yesus DAN malaikat-malaikat”.
Saudaraku, justru Anda yang tidak mengerti, 1 Tim5:21 tidak bicara tentang kesetaraan/kesejajaran Pencipta dengan makhluk ciptaan, salah besar jika Anda menganggapnya demikian. Ayat itu bicara tentang kesaksian yang harus didukung pihak lain. Lihat ayat sebelumnya, 5:19 Janganlah engkau menerima tuduhan atas seorang penatua kecuali kalau didukung dua atau tiga orang saksi.
5:20 Mereka yang berbuat dosa hendaklah kautegor di depan semua orang agar yang lain itupun takut.
Di surgapun tuduhan/penyangkalan/pengakuan disampaikan di hadapan saksi dan didukung oleh saksi.
Lukas 12:8 Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang mengakui Aku di depan manusia, Anak Manusia juga akan mengakui dia di depan malaikat-malaikat Allah.
Lukas 12:9 Tetapi barangsiapa menyangkal Aku di depan manusia, ia akan disangkal di depan malaikat-malaikat Allah.
Mat 12:8 Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang mengakui Aku di depan manusia, Anak Manusia juga akan mengakui dia di depan malaikat-malaikat Allah.
Mat 12:9 Tetapi barangsiapa menyangkal Aku di depan manusia, ia akan disangkal di depan malaikat-malaikat Allah.
Paulus menjelaskan dalam 1 Tim5:21, bagaimana pengadilan harus dijalankan oleh orang percaya(camkanlah petunjuk ini tanpa prasangka dan bertindaklah dalam segala sesuatu tanpa memihak), dengan saksi dari Allah, Kristus Yesus, dan malaikat-malaikat.
Santo | Mar 31, 2010 | Reply
Baptisan bukanlah ringkasan iman seperti saudara ungkapkan, kalau mau jujur bahwa pembaptisan tidak selalu memakai formula Bapa, Anak, dan Roh Kudus. Dalam Kisah Rasul yang ditulis oleh Lukas, baptisan yang dilakukan Petrus hanya dalam nama Yesus. Pentingnya baptisan, membuat Petrus membaptis kembali orang2 yang telah dibaptis oleh Yohanes. Baptisan mempunyai makna orang percaya mempersembahkan diri menjadi murid Yesus. Hal itu yang menyebabkan baptisan dalam Kisah Rasul dilakukan hanya dalam nama Yesus. Bagaimana halnya dengan Mat28:19, makna baptisan tetap sama artinya menjadikan semua bangsa menjadi orang percaya yang mempersembahkan diri untuk menjadi murid Yesus. Yang perlu dicermati adalah pengakuan iman Rasul Matius atas oknum Bapa, Anak, dan Roh Kudus. Matius adalah seorang Yahudi, berbeda dengan Lukas yang seorang Yunani. Perhatikan bahwa kalimat “baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus” tidak ditemukan atau ditulis oleh Injil sinoptik lainnya. Bagi Matius, yang seorang Yahudi wajar kalau baptisan memiliki makna sangat penting. Pengakuan apa yang dimiliki Matius, seorang Yahudi:
1. Kesadaran bahwa menjadi murid Yesus adalah menjadi murid YHWH. Tidak menyebutkan YHWH karena Ia memiliki iman Bapa, Anak, dan Roh Kudus adalah YHWH (Allah orang Yahudi).
2. Pengakuan bahwa Bapa, Anak, dan Roh Kudus adalah pribadi dan pengakuan ke-3 oknum tersebut memiliki otoritas. Perhatikan “dalam nama” / “in the name”, dlm bahasa Yunaninya eis ho ho onoma, yang memiliki arti sebuah nama, otoritas, dan karakter (tokoh/pelaku utama). Demikian pula arti nama dalam bahasa Ibrani “shem” yang memiliki arti suatu tanda identitas atau peringatan terhadap suatu individu yang berimplikasi pada kehormatan, otoritas, dan karakter. Jelas doktrin Saksi Yehowah mengenai Roh Kudus bertentangan dengan hal ini. Roh Kudus adalah pribadi (oknum dari pribadi YHWH), yang memiliki eksistensi, fungsi, peranan, dan otoritas/wewenang. Yesus jelas memandang Roh Kudus sebagai pribadi, Ia memperkenalkan Roh Kudus juga sebagai pribadi/seseorang (Yoh14:16-17).
3. Pengakuan kesejajaran/kesetaraan, mustahil Matius yang seorang yahudi ketika bicara tentang tanda identitas/peringatan terhadap individu yang menyangkut kehormatan, otoritas, serta karakter, mensejajarkan Allah YHWH dengan ciptaan, dan sesuatu benda (benda tidak kongkrit). Ini bertentangan dengan iman Yahudinya, lain halnya jika Matius memiliki iman bahwa kesatuan oknum Bapa, Anak, dan Roh Kudus adalah YHWH.
Demikian penjelasan saya mengenai Mat28:19. Gereja2 yang melakukan pembaptisan dengan rumusan dalam Mat28:19, secara tidak sadar memberikan pengakuan seperti pengakuan iman seorang Matius, penulis Injil, Rasul Yesus.
Santo | Apr 1, 2010 | Reply
Shaloom
Salam dalam Kasih Tuhan Yeshua
Terpujilah Bapa Yahweh, Tuhan semesta alam.
Terpujilah Juga Tuhan Kita Yeshua Hamasiah
Saya sangat bersyukur sekali karena saya sekarang penyembah Bapa Yahweh.
Bandung, 3 April 2010
KS Hudi
hudi | Apr 3, 2010 | Reply
Shaloom dan salam kasih juga Pak Hudi.
Santo | Apr 3, 2010 | Reply
Saya sangat setuju dengan apa yang Bapak sampaikan di baris-baris terakhir:
..Jangan “sirik” dengan pilihan orang lain, jangan menghakimi orang lain..
Akhirnya semua akan kembali pada diri kita nanti, dan diri kita jua yang mempertanggungjawabkan pilihan kita di hadapan Tuhan. Seperti kata satu ayat dalam Qur’an; “Bagiku agamaku dan bagimu agamamu”.
Sungguh indah apabila semua orang punya pemahaman yang sama, tidak akan ada kekerasan atau peperangan yang mengatasnamakan agama.
satya | Apr 7, 2010 | Reply
Benar saya setuju bahwa penghakiman merupakan hak Tuhan bukan umat manusia. Tapi bukan berarti kita tidak memberitakan kebenaran. Karena memberitakan kebenaran merupakan kewajiban setiap umat. Hanya saja cara yang dilakukan haruslah baik, sopan, tidak anarkis, dan tidak beritikad buruk
Santo | Apr 8, 2010 | Reply
si HERMAN ini orang Kristen (nasarani) yg masuk Islam beneran apa Islam jadi-jadian alias siluman (=orang islam yg sedang bersandiwara di situs GK ini)??? Saya ragu HERMAN dulu Kristen karena gaya tulisannya berciri kepura-puraan yg sudah ketahuan alias kamuflase yg tak samar perihal kristen jadi islam padahal sesungguhnya islam yg pura-pura tadinya bukan islam eh ngerti ndak kamu HERMAN!!!
walimurid | Apr 28, 2010 | Reply