“ALLAH” yang mana?
By GK on May 8, 2008 in Renungan, Kehidupan Kristen
Ini adalah sebagian tulisan yang akan saya tambahkan untuk mendampingi tulisan “SIAPA TUHAN YANG ANDA SEMBAH?“, karena makin banyak yang “membicarakan” tentang tulisan tersebut. Bahkan dalam sebuah forum, saya diminta mempertahankan tulisan itu.
Konfirmasi dari rekan-rekan yang mendapatkan jawaban LANGSUNG dari BAPA, ketika bertanya “SIAPA NAMAMU SEBENARNYA?”, menguatkan saya dan dengan demikian saya tidak perlu gentar menghadapi tantangan-tantangan para orang Kristen yang masih menyebut Allah.
Saya tidak hendak menggunakan cerita dari pengalaman-pengalaman supranatural, untuk meyakinkan bahwa nama Tuhan adalah YHWH (YAHWEH), tetapi saya (saat ini) mengajak rekan-rekan yang mengaku Kristen, untuk berpikir ulang, mengenai penggunaan kata Allah untuk menunjuk Tuhan.
Darimana Anda tahu bahwa Allah adalah Tuhan?
(silakan jawab sendiri, renungkan, sungguh… renungkan…)
Makna kata ALLAH dipahami BERBEDA-BEDA:
- ALLAH : (sebagian besar orang Muslim) adalah nama diri dari Tuhan pencipta alam semesta, tidak dapat diterjemahkan ke dalam bahasa manapun. Orang Eropa, orang Amerika yang beragama Islam akan menyatakan “Allah is my Lord”.
Pernyataan Tiada Tuhan selain Allah (There is no God but Allah) sangat populer di kalangan umat Muslim. - ALLAH : (sebagian orang Muslim) sebutan bagi Tuhan pencipta alam semesta, dan dapat digantikan dengan kata dalam bahasa lain, sehingga ada yang berani menggantikan pernyataan “Tiada Tuhan selain Allah” menjadi “Tiada tuhan selain Tuhan”
- ALLAH : berasal dari kata Al-ilah
- ALLAH : BUKAN berasal dari kata Al-ilah
- Allah : (menurut Alkitab LAI) kata ganti Elohim (TUHAN Allah ? Yahweh Elohim)
- ALLAH : (menurut Alkitab LAI) kata ganti YAHWEH (Adonai Yahweh ? Tuhan ALLAH)
- Allah : (sebagian orang Kristen) sebutan untuk Tuhan pencipta alam semesta / sebutan untuk BAPA, sehingga timbul istilah Allah Bapa, Tuhan Allah.
- ALLAH : nama dewa bangsa Arab yang mengairi bumi (Passing Over, 1998)
- ALLAH : nama dewa yang disembah penduduk Mekkah (Agama Manusia, kata pengantar Johan Effendi, 1985)
- ALLAH : nama dewa yang disebut-sebut suku Quarisy, bangsa Arab, bersama-sama dewi Allata, dan dewi Aluzza (Kelengkapan Tarikh Nabi Muhammad SAW; KH. Moenawar Chalil, jilid I)
- ALLAH : adalah dewa tertinggi bangsa Arab, bersama-sama dewi Allata dan dewi Alluzza, yang disembah sejak dahulu kala, tertulis didalam inskripsi Arab (Keberagaman Yang Saling Menyapa, Drs. Moh. Sabri MA, 1999)
- ALLAH : is the name of pagan deity from Babylon; he had wife name Allata …..(Allah Devine or Demonic, Steven van Natan, 1995)
- ALLAH : Orang kafir Quarisy menyembah dewa yang bernama Allah. Bagi Islam, Tuhan sesungguhnya bernama Allah. Lalu orang Barat menganggap umat Islam itu musrik (pagan) karena menyembah Allah. Orang Islam menjelaskan bahwa yang mereka sembah bukan Allah masyarakat Purba (Konflik Islam-Kristen. Pengantar? Deliar Noer H. Sudarto, 1999)
- ALLAH : diam di dalam Ka’bah yang disebut Baitullah atau Rumah Allah. Sebelum Islam, terdapat 360 berhala di dalam dan di sekitar Ka’bah Baitullah. Di sekeliling Baitullah ini terdapat patung Allata sebagai dewi musim panas, Alluzza, dewi musim dingin, Almanah dewi penentu nasib, Alhubal ada di dalam Baitullah sebagai menantu Allata yaitu suami Almanah. (Bidah-bidah di Indonesia, Drs. KH Badruddin H, 1994)
tambahan:
Microsoft Encarta Reference Library 2003 (related articles, definition of Allah): “for God, Allah, refers to the same God worshiped by Jews and Christians. Islam’s central teaching is that there is only one all-powerful, all-knowing God, and this God created the universe. … The Arabic word ‘Allah’ means ‘the God,’ and this God is understood to be the God who brought the world into being and sustains it to its end. … Before Islam,
many Arabs believed in a supreme, all-powerful God responsible for creation; however, they also believed in lesser gods. With the coming of Islam, the Arab concept of God was purged of elements of polytheism and turned into a qualitatively different concept of uncompromising belief in one God, or monotheism”.
Encyclopedia Britannica 2000 dengan topik ‘Allah’: (Arabic: ‘God’), the one and only God in the religion of Islam. Etymologically, the name Allah is probably a contraction of the Arabic al-Ilah, ‘the God.’ The name’s origin can be traced back to the earliest Semitic writings in which the word for god was Il or El, the latter being an Old Testament synonym for Yahweh. Allah is the standard Arabic word for ‘God’ and is used by Arab Christians as well as by Muslims. … Copyright © 1994-2000 Encyclopædia Britannica, Inc.
A. Heuken SJ: “Kata ‘Allah’ merupakan perpaduan dua kata Arab: ‘al’ dan ‘ilah’, artinya ‘the God’ atau Yang (Maha) kuasa. Kata Semit ‘ilah’ sama arti dan akarnya dengan kata Ibrani ‘el’, yang berarti ‘yang kuat’, ‘yang berkuasa’ dan menjadi sebutan untuk ‘Tuhan’” - ‘Ensiklopedi Gereja’, vol I, hal 88.
A. Heuken SJ: “Sebelum masa Muhammad, kata ‘Allah’ sudah dipakai dalam bahasa Arab untuk Pencipta alam semesta yang terlalu jauh atau tinggi untuk disembah atau dimintai perhatian. Orang Kristen keturunan Arab pada waktu itupun sudah memakai sebutan ‘Allah’ untuk Tuhan” - ‘Ensiklopedi Gereja’, vol I, hal 88-89.
Nah, jelas khan… ada banyak pemahaman tentang ALLAH.
Pertanyaan buat Anda:
MENURUT ANDA, mana pemahaman tentang Allah yang paling tepat?
(silakan jawab, Anda pasti/harus memilih salah satu…. ya khan??)
OK…
sekarang:
SESUNGGUHNYA, mana pemahaman tentang Allah yang paling tepat?
Jika Anda mau jujur, bukankah Anda sebenarnya TIDAK TAHU mana yang paling tepat?! Paling-paling Anda MERASA TAHU…. ya khan?
Nah…, jika Anda sesungguhnya tidak tahu, Allah itu apa/siapa/bagaimana (diantara berbagai ‘definisi’ tentang Allah), bukankah sesungguhnya Anda sedang menyembah/memuja sesuatu yang sesungguhnya Anda tidak tahu. (renungkan…)
Nah… bagi saya, dari pada saya BERISIKO salah memahami Allah, saya pilih TIDAK memakainya.
Lalu kenapa saya pilih pakai YAHWEH?
Jika saya menyebut “Tuhan saya YAHWEH” (Yahweh is my Lord), maka semua orang di dunia ini akan mengetahui bahwa yang saya sembah adalah Tuhan yang sama dengan Tuhan yang disembah oleh bangsa Israel, yang memperkenalkan diriNya melalui Nabi Musa,
(sayangnya kita tidak dapat memprotes Tuhan, mengapa ‘proses’ memperkenakan diriNya, adalah melalui Bangsa Yahudi (Israel).
Jika Anda orang Kristen, coba saja sebut “My Lord is Allah” di Amerika apa di Eropa, paling-paling orang sana yang bingung, ini benar2 Kisten atau ini sebenarnya ini Muslim.
saya tambahkan,
sebagian orang Kristen di Indonesia,
beralasan bahwa kata “ALLAH” sudah dipakai secara universal khususnya di Indonesia untuk menyebut “Tuhan”,
Mari kita cermati,(misalnya):
- apakah orang Budha di Indonesia menggunakan kata “ALLAH” untuk menyebut “Tuhan” — tidak khan?!
- apakah orang Hindu di Indonesia menggunakan kata “ALLAH” untuk menyebut “Tuhan” — tidak khan?!
- apakah orang JAWA di Indonesia menggunakan kata “ALLAH” untuk menyebut “Tuhan” — tidak khan?!
- apakah orang SUMBA di Indonesia menggunakan kata “ALLAH” untuk menyebut “Tuhan” — tidak khan?!


Jika anda ingin terbebas dari kuasa kegelapan (kuasa Setan), mungkin Tim dari

dikelola seorang awam, bukan aktivis
gereja.

ooo begitu tho…
jadi selama ini gue nyebut-nyebut Allah, maksud gue ya Allah yang Tuhan itu, yang gue rasa sudah benar, because dari bayi sudah diajari berdoa pada Allah Bapa di Surga…
ternyata yang sesungguhnya benar ya memang jujur..gue nggak tau…
ok deh… mulai sekarang gue panggil Bapa atau Tuhan saja ya..
ooo | May 8, 2008 | Reply
Yang nyata bukan yang punya anak..
agaita | May 8, 2008 | Reply
@agaita
Yang nyata bukan yang punya anak..
itu menurutmu khan? itu menurut Quran khan?
OK, saya juga mengakui “kedaulatan” Quran, karenanya saya percaya saja, bahwa Allah tidak beranak dan diperanakkan”,
maka saya tidak lagi menyebut Yesus itu anak Allah, tetapi Putera Yahweh.
ok.. clear….
GK | May 8, 2008 | Reply
Lucu…………..
Mana yang paling benar, mama . ibu, bunda, mother ???
Jangan buta batin, pakai logika
melina | May 17, 2008 | Reply
@melina
kalau lucu tertawa saja…
udah.. pilih saja, mana yang benar….
oh ya.. ayo pakai logika….siapa nama mama . ibu, bunda, mother (mu)….
GK--Jakarta | May 17, 2008 | Reply
…pindahan
Tanggapan Pdt. Budi Asali:
Saya yakin akan pandangan saya ttg kata ‘Allah’ dan sama sekali tidak merasa beresiko menyebutnya demikian. Saya tanya: Resiko apa yg anda akan alami kalau tetap menyebut ‘Allah’ dan ternyata salah menyebut? Apakah anda merasa akan masuk neraka krn hal itu? Ingat org Kristen diselamatkan oleh iman, bukan oleh ketaatan. Memang iman yg benar akan menghasilkan ketaatan, tetapi ketaatan tetap tidak menyelamatkan. Jadi, kalau saya beriman kpd Yesus, dan saya memang beriman, saya yakin saya selamat, tak peduli sebutan saya itu saya, apalagi kesalahan itu tidak saya sengaja! Utk anda saya nasehatkan: percayalah kpd Yesus sbg Tuhan dan Juruselamat, tanpa itu penyebutan yg paling benar tak ada gunanya.
Apa yg di atas anda tuliskan sbg pandangan anda sdh saya jelaskan dlm debat dg Yakub S. Anda tak punya argumentasi, hanya yg itu2 saja.
Lalu kenapa saya pilih pakai YAHWEH?
Jika saya menyebut “Tuhan saya YAHWEH” (Yahweh is my Lord), maka semua orang di dunia ini akan mengetahui bahwa yang saya sembah adalah Tuhan yang sama dengan Tuhan yang disembah oleh bangsa Israel, yang memperkenalkan diriNya melalui Nabi Musa,
(sayangnya kita tidak dapat memprotes Tuhan, mengapa ‘proses’ memperkenakan diriNya, adalah melalui Bangsa Yahudi (Israel).
Jika Anda orang Kristen, coba saja sebut “My Lord is Allah” di Amerika apa di Eropa, paling-paling orang sana yang bingung, ini benar2 Kisten atau ini sebenarnya ini Muslim.
Tanggapan Pdt. Budi Asali:
Memang mungkin mrk bingung kalau tidak mengerti alasannya. Org Indonesia yg tak bisa berbahasa Inggris sama sekali jg akan bingung kalau org Amerika sebut ‘God’. Sangkanya mrk sebut Dia ‘got’ (saluran air). Lalu bgm? Mkr tak boleh sebut Dia ‘God’?
Saya kira anda juga tak bisa menjawab argumentasi saya, tetapi sama spt Yakub S, anda tetap mempertahankan pandangan salah anda.
Mengapa tak bicrakan kesalahan Yakub S., misalnya dg percaya PB bahasa aslinya adalah Ibrani? Tak ada yg lebih salah dr hal itu.
admin | May 29, 2008 | Reply
@Budi Asali (di-posting oleh Admin)
Saya yakin akan pandangan saya ttg kata ‘Allah’ dan sama sekali tidak merasa beresiko menyebutnya demikian. Saya tanya: Resiko apa yg anda akan alami kalau tetap menyebut ‘Allah’ dan ternyata salah menyebut? Apakah anda merasa akan masuk neraka krn hal itu? Ingat org Kristen diselamatkan oleh iman, bukan oleh ketaatan. Memang iman yg benar akan menghasilkan ketaatan, tetapi ketaatan tetap tidak menyelamatkan. Jadi, kalau saya beriman kpd Yesus, dan saya memang beriman, saya yakin saya selamat, tak peduli sebutan saya itu saya, apalagi kesalahan itu tidak saya sengaja! Utk anda saya nasehatkan: percayalah kpd Yesus sbg Tuhan dan Juruselamat, tanpa itu penyebutan yg paling benar tak ada gunanya.
Silakan cek semua tulisan saya, saya tidak pernah mengkaitkan hal penyebutan “ALLAH” dengan masalah surga dan neraka, saya hanya sampaikan “berisiko salah sasaran”. Surga dan neraka adalah hak prerogratif Tuhan, bukan kita yang menentukan.
OK, jika kesalahan itu tidak Anda sengaja, tetapi untuk masalah penggunaan kata Allah, Anda SENGAJA memilih kata itu untuk menyebut Bapa, kami sudah mengingatkannya, dan Anda tetap bertahan. Sekali lagi, itu risiko Anda sendiri, saya juga tidak tahu apa akibatnya, itu hanya Tuhan Bapa yang tahu. Kami juga SENGAJA menggunakan YHWH (Yahweh) dan TIDAK menggunakan Allah lagi. Itu semua SENGAJA Pak, kecuali pada orang-orang Kristen yang tidak tahu masalah ini.
Saya nasehatkan juga, Percayalah pada Tuhan Yesus Kristus, dan percaya juga pada Bapa, dan panggil Bapa dengan namaNya yang benar, itu akan lebih baik. (dan namaNya adalah YHWH, silakan buka kembali Yesaya 42:8, — cek bahasa Ibrani-nya — apakah nama diterjemahkan?! — masih kurang jelas?!, Atau ayat itu harus ditafsir macam-macam, sehingga YHWH-nya tidak perlu lagi?) Coba deh, Anda baca tulisan saya “SIAPA TUHAN YANG ANDA SEMBAH”
Memang mungkin mrk bingung kalau tidak mengerti alasannya. Org Indonesia yg tak bisa berbahasa Inggris sama sekali jg akan bingung kalau org Amerika sebut ‘God’. Sangkanya mrk sebut Dia ‘got’ (saluran air). Lalu bgm? Mkr tak boleh sebut Dia ‘God’?
saya kira untuk masalah “My Lord is Allah”, tidak cocok dengan contoh Anda God menjadi “got” (saluran air), sebab orang Amerika tahu bahwa ALLAH itu Tuhan bagi umat Islam, dan itu dipahami oleh orang di seluruh dunia, bahwa Allah adalah Tuhannya orang Muslim.
Justru orang Kristen di Indonesia yang “memaksakan diri” bahwa Allah digunakan untuk menyebut “Bapa YHWH”.
GK | May 29, 2008 | Reply
Tuhan mempunyai muka (Maz 27:8)
Tuhan mempunyai tangan (Maz 8:6)
Tuhan mempunyai lengan (Kel 15:16)
Tuhan mempunyai kaki (Yes 66:1)
Jadi Tuhan itu mahluk seperti manusia ?
atau seperti burung ?
Dengan kepak-Nya Ia akan menudungi engkau, di bawah sayap-Nya engkau akan berlindung, kesetiaan-Nya ialah perisai dan pagar tembok.(Maz 91:4)
dan ‘mahluk seperti burung’ itu mempunyai nama juga Yahweh ??
Yahweh itu Tuhan atau mahluk ??
piye iki pak e ?
Simon | Jun 5, 2008 | Reply
@Simon,
ya ra piye-piye…
lha itu semua khan usaha manusia untuk “menggambarkan” Tuhan-nya, Coba kalau bayangan tentang Tuhan gak ada sama sekali, besok di akhirat, mana bisa kita mengenali mana Tuhan mana BUKAN Tuhan?
Untung Tuhan YHWH hadir dalam rupa manusia Yeshua, jadi kalau besok di sana kita bertemu sama ’sosok” yang mirip-mirip (gambar) Yeshua, bisa DIDUGA itu memang Tuhan kita… (ya tapi perlu diuji dulu lho ya… sebab setan bisa menyamar jadi malaikat terang)
Lha kalau gak ada gambaran sama sekali tentang Tuhan, trus besok ditemui “Tuhan” mana bisa yakin itu Tuhan beneran…
makanya Amsal sudah mengingatkan “Ada jalan yang disangka orang lurus, tetapi ujungnya menuju maut” hati-hati dengan Tuhan yang tidak bisa ‘tergambarkan’.
Ayat-ayat di Kitab Suci tentan “ciri-ciri fisik” Tuhan, itu khan hanya metafora.. tapi apa ya salah jika Tuhan punya wajah, punya tangan dan kaki dan lain2?
Baca Kitab Kejadian, manusia diciptakan segambar dengan Tuhan…–
Kej 3:22 “”Sesungguhnya manusia itu telah menjadi seperti salah satu dari Kita…..“ — he he he… bingung, Tuhan tidak hanya SATU? ha ha ha… silakan bingung sendiri kalau mau bingung…
Makanya bisa dimengerti bahwa Yeshua adalah gambaran Tuhan yang memang “benar-benar seperti” manusia.
GK | Jun 5, 2008 | Reply
lha itu semua khan usaha manusia untuk “menggambarkan” Tuhan-nya
termasuk “memberikan nama” Tuhannya dengan YHWH, begitu toh ?
Simon | Jun 5, 2008 | Reply
@Simon
termasuk “memberikan nama” Tuhannya dengan YHWH, begitu toh ?
Ya mungkin, tapi itu yang disebutkan di Kitab Suci, “Aku ini YHWH, itulah nama-Ku….” (Yesaya 42:8) —>> MASIH KURANG JELAS?!
Keluaran 3:15 Selanjutnya berfirmanlah Elohim kepada Musa: “Beginilah kaukatakan kepada orang Israel: YHWH, Elohim nenek moyangmu, Elohim Abraham, Elohim Ishak dan Elohim Yakub, telah mengutus aku kepadamu: itulah nama-Ku untuk selama-lamanya dan itulah sebutan-Ku turun-temurun.
apa mau protes pada Alkitab?
Lha kok malah ngikut Al Quran, “Tiada Tuhan selain Allah”,
Gmn? ngikut Alkitab atau Al Quran?
GK | Jun 5, 2008 | Reply
Yesus menyebut Tuhannya dengan Bapa/Abba
makanya Farisi sangat benci dan berencana membunuhnya.
Mau ikut farisi ?
Simon | Jun 5, 2008 | Reply
piye pak e mau nyalibkan Yesus lagi ?
Simon | Jun 5, 2008 | Reply
jadi kalau besok di sana kita bertemu sama ’sosok” yang mirip-mirip (gambar) Yeshua, bisa DIDUGA itu memang Tuhan kita… (ya tapi perlu diuji dulu lho ya… sebab setan bisa menyamar jadi malaikat terang)
pikiran kowe ngawur, bertemu disana itu neng ndi?
di surga kok ada setan ?
kowe membawa orang kedalam kesesatan
Simon | Jun 5, 2008 | Reply
@Simon
pikiran kowe ngawur, bertemu disana itu neng ndi? di surga kok ada setan ?
ha ha ha..
Di akhirat Bung, lha siapa tahu Setan mencegat kita sebelum sampai ke surga he he…, trus bilang “ini surga” atau “ini jalan ke surga” lha khan masalah…
Emang setan hanya ada di neraka? ha ha.. baca kisah Ayub. Dimana setan minta ijin kepada Tuhan? di neraka? ha ha.. Tuhan ada di neraka juga? (– biar tambah bingung –)
Yesus menyebut Tuhannya dengan Bapa/Abba
benar, Dia tidak menyebut “ALLAH” atau “ALLAH BAPA” !!!
GK | Jun 6, 2008 | Reply
Tuhan berkuasa atas neraka dan bisa berada di neraka. Sebaliknya setan tidak bisa berada di surga. Surga adalah tempat suci, artinya tidak ada setitikpun kejahatan. Setitik kejahatan membuat roh tidak dapat bertemu dengan sumber kebaikan, otamatis tertolak.
Kamu salah total kalau berpikir Tuhan tidak bisa ke neraka, seolah-olah ada dua kekuasaan, dualisme.
benar, Dia tidak menyebut “ALLAH” atau “ALLAH BAPA” !!!
Dia tidak melarang menggunakan kata lain selain YHWH ! mudeng ora ?
Jadi kesimpulan kamu semua orang Kristen sebelum kamu gak ketemu Tuhan YHWH ? Termasuk Yesus tidak ketemu Tuhan YHWH tapi ketemu Tuhan Bapa ??
mbok coba direnungkan, jangan asal anti islam. Malu-maluin.
Simon | Jun 6, 2008 | Reply
@Simon
Jadi kesimpulan kamu semua orang Kristen sebelum kamu gak ketemu Tuhan YHWH ? Termasuk Yesus tidak ketemu Tuhan YHWH tapi ketemu Tuhan Bapa ??
mbok coba direnungkan, jangan asal anti islam. Malu-maluin.
Siapa yang mengambil kesimpulan seperti itu? baca dulu tulisan-tulisan saya di website ini…
Siapa yang anti Islam? justru karena saya menghargai keyakinan Islam bahwa ALLAH tidak dapat digantikan dengan Tuhan apalagi YHWH, (coba minta mereka bersyahadat, “tiada Tuhan selain Tuhan” atau “tiada Tuhan selain YHWH”– mau apa tidak?
Kenapa orang-orang Kristen “seenaknya” menggunakan kata “Allah” untuk menyebut YHWH? malah menyebut juga “Yesus itu Anak Allah”, padahal keyakinan mereka “Allah tidak beranak dan diperanakkan”
Piye tho Mas, ngambil kesimpulan kok gitu.., makanya baca-baca dulu tulisan-tulisan saya…
download dulu yang PDF-PDF itu, baca dulu…
Justu Anda yang malu-maluin, gak mau tahu bagaimana saudara kita Muslim memaknai “ALLAH”, dan memberi arti sendiri pada kata “Allah” semaunya sendiri…Coba deh… bilang di Amerika atau di Eropa, “Allah is My Lord”… berani apa tidak? makanya…, mbok ya berempati pada rekan-rekan Muslim, jangan asal bilang “Yesus itu Anak Allah”, lha wong Yesus sudah mati, Allah baru populer kok… Piye tho Mas…
Lha “Allah” itu ‘dipinjam’ dari rekan-rekan Muslim, kok malah diberi makna sendiri, tidak menurut makna mereka, itu namanya “semau gue”.
GK | Jun 6, 2008 | Reply
siapa yang menciptakan orang-orang yang kebetulan lahir dalam keluarga islam ?
lebih luas lagi, siapa yang menciptakan semua manusia ?
Simon | Jun 6, 2008 | Reply
ha ha…
menurut Kristen: YHWH
baca: I Tawarikh 16:26 Sebab segala
allahilah bangsa-bangsa adalah berhala, tetapiTUHANYHWHlah yang menjadikan langit.menurut Islam: Allah (Tiada Tuhan selain Allah)
menurut orang Jawa: Gusti Kang Murbeng Dumadi
menurut kamu ????
Jangan-jangan Anda akan tanya juga, siapa yang menciptakan SETAN?
Menurut Quran: Allah menciptakan Setan dari Api
Menurut Alkitab: YHWH tidak menciptakan Setan
silakan baca: http://gkmin.net/?p=46
GK | Jun 6, 2008 | Reply
menurutku sang Pencipta, begitu juga menurut Islam
dan orang Jawa.
sang pencipta disebut Allah, sang Pencipta disebut Gusti Allah dll.
apakah Tuhan yang tidak terbatas bisa dibatasi oleh huruf YHWH ?
kamu tahu arti huruf YHWH ? apakah sudah betul pengucapan YHWH=Yahweh ? apakah orang Yahudi (Judaism) memanggil Yahweh juga ?
Simon | Jun 6, 2008 | Reply
@Simon
sang pencipta disebut Allah, sang Pencipta disebut Gusti Allah dll.
dari mana Anda tahu bahwa sang pencipta adalah Allah? atau Gusti Allah?
kalau Anda teliti…, itu dari Al Quran.
Menurut Alkitab, Sang Pencipta adalah YHWH,
Anda mau nurut Quran apa Alkitab?
===
@Simon
apakah Tuhan yang tidak terbatas bisa dibatasi oleh huruf YHWH ?
Mas, coba baca dulu http://www.gkmin.net/gk/Siapa_yang_Anda_sembah.pdf
apa artinya YHWH?
apa artinya ALLAH? silakan cari sendiri dulu…
GK | Jun 6, 2008 | Reply
QS 2:21. Hai manusia, sembahlah Tuhanmu Yang telah menciptakanmu dan orang-orang yang sebelummu, agar kamu bertakwa.
QS 2:22. Dialah Yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap, dan Dia menurunkan air (hujan) dari langit, lalu Dia menghasilkan dengan hujan itu segala buah-buahan sebagai rezeki untukmu; karena itu janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah, padahal kamu mengetahui.
Simon | Jun 6, 2008 | Reply
@Simon,
jelas khan?!
menurut Quran: Allah
menurut Alkitab: YHWH (baca lagi I Tawarikh 16:26 Sebab segala
allahilah bangsa-bangsa adalah berhala, tetapiTUHANYHWHlah yang menjadikan langit.Trus…
Tuhanmu siapa? ALLAH atau YHWH?
GK | Jun 6, 2008 | Reply
Pencipta = Allah
Pencipta = YHWH
Allah = YHWH ! artinya bukan hurufnya.
Islam juga mengakui Adam dan Hawa, yang diciptakan YHWH dan juga mengakui Yesus walau sebatas nabi (mirip dgn saksi jehova)
===
PR buat kamu :
pakah sudah betul pengucapan YHWH=Yahweh ? apakah orang Yahudi (Judaism) memanggil Yahweh juga ?
Apakah Yesus tidak ketemu Tuhan YHWH tapi ketemu Tuhan Bapa ??
saran :
jangan suka nongkrong di FFI
Simon | Jun 6, 2008 | Reply
@Simon
OK, silakan jika Anda berpandangan demikian,
coba diskusikan pandangan Anda dengan rekan-rekan Muslim. Tanyakan ke mereka apakah Allah=Yahweh?
kalau mereka bilang sama, minta mereka bersyahadat “Tiada Tuhan selain Yahweh”, mau apa tidak…
jangan suka nongkrong di FFI
gak ada hubungannya dengan FFI Mas?!
saya meninggalkan Allah, bukan karena FFI
saya berani menyebut YHWH, bukan karena FFI
makanya baca tulisan2 saya yang lain di website ini… agar Anda tahu bagaimana pandangan saya…
Apakah Yesus tidak ketemu Tuhan YHWH tapi ketemu Tuhan Bapa ??
Piye tho Mas…. Anda ini memang belum baca tulisan http://www.gkmin.net/gk/Siapa_yang_Anda_sembah.pdf
BACA: Yesaya 64:8 Tetapi sekarang, ya
TUHANYAHWEH, Engkaulah Bapa kami …..TUHAN (huruf besar semua) itu mestinya YAHWEH (Baca Kamus Alkitab Anda bagian belakang)
Jadi bukan ALLAH BAPA Mas…. tetapi BAPA YAHWEH.
Baca-baca dulu saja…. baru nanti berkomentar.
baca dulu http://gkmin.net/?p=52 baca juga link-link yang ada…
GK | Jun 6, 2008 | Reply
@Simon
nampaknya Anda perlu cermati lagi Alkitab Anda (yang terbitan LAI itu..–pasti Anda punya),
lalu.., cari beda antara “allah” “Allah” dan “ALLAH”, antara “Tuhan” dan “TUHAN”
Tuhan Allahku apa Allah Tuhanku ?
baca juga: http://gkmin.net/?p=60
GK | Jun 6, 2008 | Reply
kalau mereka bilang sama, minta mereka bersyahadat “Tiada Tuhan selain Yahweh”, mau apa tidak…
kalau mereka mau, kamu mau terima Allah ?
ha ha ha…
yang ini belum kamu jawab :
Apakah sudah betul pengucapan YHWH=Yahweh ? apakah orang Yahudi (Judaism) memanggil Yahweh juga ?
tambahan :
Apakah semua orang Kristen sebelum kamu gak ketemu Tuhan YHWH karena tidak memanggil Yahweh ?
Simon | Jun 9, 2008 | Reply
@Simon
kalau mereka bilang sama, minta mereka bersyahadat “Tiada Tuhan selain Yahweh”, mau apa tidak…
kalau mereka mau, kamu mau terima Allah ?
ha ha ha…
kalau mereka mau, dan mau mengucapkan itu tiap hari, berarti mereka menerima Yahweh.
Apakah sudah betul pengucapan YHWH=Yahweh ?
kalau tidak betul, Anda tahu yang betul bagaimana?
(search di internet: “YHWH”, “YAHWEH”, “YEHOVA”, “YEHUWAH”, dan lain-lain, apa yang Anda temukan?)
Kami yakin dengan penyebutan “Yahweh” itu.
apakah orang Yahudi (Judaism) memanggil Yahweh juga ?
mereka memanggil YHWH dengan Adonai (Tuan), karena begitu hormatnya terhadap nama YHWH itu. mereka tidak memanggil YHWH dengan “Allah” lho..
makanya baca beberapa tulisan saya, kalau tidak yakin dengan YHWH, panggil Dia dengan “Tuhan” atau “Bapa”, tetapi juga jangan “Allah”.
Coba lakukan itu, nanti lama-lama Anda akan tahu perbedaannya…
Apakah semua orang Kristen sebelum kamu gak ketemu Tuhan YHWH karena tidak memanggil Yahweh ?
he he.., Anda itu gak baca tulisan saya http://www.gkmin.net/gk/Siapa_yang_Anda_sembah.pdf
baca dulu di sana…baca juga Kitab Yesaya 65:1
GK | Jun 9, 2008 | Reply
kalau mereka mau, dan mau mengucapkan itu tiap hari, berarti mereka menerima Yahweh.
berarti Yahweh = Allah
bagaimana kamu mau terima juga ?
kalau tidak betul, Anda tahu yang betul bagaimana?
(search di internet: “YHWH”, “YAHWEH”, “YEHOVA”, “YEHUWAH”, dan lain-lain, apa yang Anda temukan?)
Kami yakin dengan penyebutan “Yahweh” itu.
kamu tahu bagaimana orang batak dan orang jawa mengeja hufuf E ?
bunyi E apa persis sama ??
mereka memanggil YHWH dengan Adonai (Tuan), karena begitu hormatnya terhadap nama YHWH itu. mereka tidak memanggil YHWH dengan “Allah”
lalu mEngapa kamu tidak hormat seperti mereka ??
he he.., Anda itu gak baca tulisan saya
tulisan kamu tidak menjawab pertanyaan saya.
jadi orang Kristen sebelum kamu tidak bertemu tuhan Yahweh gara-gara tidak menyebut Yahweh ?
jawab saja Ya atau Tidak.
Simon | Jun 9, 2008 | Reply
@GK
Anda sudah periksa kata THE LORD bisa digunakan dalam hal apa saja? Wajar saja, orang barat tidak mengatakan MY Lord is Allah..karena akar pemakaian bahasa mereka lain….Kalau mau bandingkan dengan pemakaian kata, kenapa YHWH di barat diterjemahkan menjadi THE LORD? Logika anda agak aneh….
Ketika sudah dijelaskan etimologi kata ALLAH, anda mengatakan silakan pilih, Nah… bagi saya, dari pada saya BERISIKO salah memahami Allah, saya pilih TIDAK memakainya.
Anda tidak bisa menghadapi jawaban dengan baik, lalu mengalihkan kita ke lain…Kalau anda yang salah memahami ALLAH, itu karena anda tidak belajar ALkitab baik2….Kalau saya tidak salah memahami, boleh dipakai? Aneh ya logika anda….
Nanti silakan ambil sepenggal kalimat saya, lalu terjemahkan bebas lagi ya? hehe
Tommy (Vantillian ) | Jun 21, 2008 | Reply
Gimana, GK? silakan dijawab pertanyaan Simon…Jangan asal comot dan cuap….
Tommy (Vantillian ) | Jun 21, 2008 | Reply
@Tommy
Wajar saja, orang barat tidak mengatakan MY Lord is Allah..karena akar pemakaian bahasa mereka lain….
Orang MUSLIM barat, tetap menyebut My Lord is Allah. mengapa? karena Allah adalah “nama diri” yang tidak dapat diterjemahkan.
(Anda jangan bilang “itu urusan mereka”. Kata Allah ‘dipinjam’ dari mereka, kenapa dimaknai berbeda, tidak sama dengan mereka memaknainya?)
GK | Jun 21, 2008 | Reply
Anda harus mengetahui makna “Laa ilaha Ila LLah”.
Salah satu orang yang pertama-tama masuk Islam adalah Bilal, seorang budak dari Ethiopia. Berkulit hitam legam, seperti pada umumnya orang Afrika. Ketika Bilal masuk Islam, dan mengucapkan syahadat, dan diketahui oleh Tuannya yang orang Quraisy, maka tuannya menyiksanya dengan sangat kejamnya. Karena mengetahui “makna syahadat” tersebut yang bertentangan dengan kepercayaan orang Quraisy saat itu.
m. edi | Jul 4, 2008 | Reply
well, numpang lewat aja, ini one time visit aja, oke.
Allah = nama salah satu dari 365 ilah Arab, yang kemudian diadopsi jadi nama ilah utamanya agama yang terkenal itu sekarang.
http://www.biblebelievers.org.au/moongod.htm
God (dalam bahasa Inggris) = Elohim (dalam bahasa asli Perjanjian Lama, bahasa Ibrani).
YAHWEH / YAHUVEH / YHVH = nama Elohim.
YAHUSHUA ha MASHIACH (nama asli, dalam bahasa Ibrani) = Yesus Kristus (dalam bahasa Indonesia) = Jesus Christ (dalam bahasa Inggris)
LORD (dalam bahasa Inggris) = TUHAN (dalam bahasa Indonesia) = ADONAI (dalam bahasa Ibrani).
Kenapa YAHUVEH / YAHWEH disebut ADONAI oleh orang-orang Yahudi? Karena mereka dilarang para rabbi dan ahli-ahli Taurat untuk menyebut Nama sang ADONAI.
Makanya dari situ berentetan sampai ke terjemahan-terjemahan Bible / Alkitab.
pertanyaan saya untuk masing-masing pembaca: misalkan sampeyan punya nama aslinya dalam bahasa Indonesia ataupun bahasa Arab, apa sampeyan sudi nama sampeyan berubah / diubah orang dengan atas nama ‘terjemahan’,
dan sepanjang hidup sampeyan, mereka ini ngotot memanggil nama sampeyan dengan ‘nama terjemahan’ tersebut yang bahkan penyebutannya aja jauh dari nama sampeyan?
tolong pikirkan saja, tidak usah debat balik komentar saya ini, sebab saya cuma one time visit di sini.
makasih bila komentar ini dimuat.
may YAH bless you and this website.
dibusek | Aug 20, 2008 | Reply
Hahahahaaaa pada bingung yaaaa?? kasiaaan dech loe
Jeffri | Sep 17, 2008 | Reply
YHWH???? Yahweh?????? dapat darimana kata atau huruf2 itu?
tolong sebutkan salah satu kitab yang menyebutkanya?. .sungguh bodoh bila diantara kalian ada yang langsung percaya untuk mengganti sebutan “ALLAH” dengan hanya menjadi “TUHAN” saja..bahkan bodoh sekali jika kalian mau menyembah “TUHAN” tanpa mempedulikan siapa TUHAN itu sebenarnya, hanya karena satu artikel yang dibuat oleh seorang manusia biasa yang notabene juga “BARU BELAJAR” mengenai Tuhan beberapa tahun lalu..lalu kenapa kalian begitu gampangnya mengubah keyakinan yang telah lama kalian anut, bahkan Nabi Isa a.s. atau yang kalian sebut “YESUS” tuhan kalian saja menyebut tuhannya adalah ALLAH S.W.T.(Lukas 4 : 8)sekarang lebih percaya mana kalian dengan YESUS atau dengan GK penulis artikel ini?
Gohunt | Jan 18, 2009 | Reply
@Gohunt,
Yesus lahir di ISRAEL sebagai orang YAHUDI dan berbahasa IBRANI,
ALLAH itu dari mana?
benarkah Yesus menyebut ALLAH SWT?
jangan ngarang cerita…
pernah baca Kitab Suci ‘asli’ berbahasa IBRANI atau YUNANI?
adakah “ALLAH” disana?
baca saja ini: http://gkmin.net/?p=126
silakan direnungkan…
Oh ya, Isa yang anda percaya itu Isa yang mati disalib atau tidak?
Sebab Yesus (Yeshua) yang saya percayai itu Yeshua yang mati di kayu salib.
GKmin | Jan 18, 2009 | Reply
@gk
Sebab Yesus (Yeshua) yang saya percayai itu Yeshua yang mati di kayu salib.
Yeshua itu Tuhan atau Malaikat ?
simon | Jan 18, 2009 | Reply
@simon,
Yeshua itu Tuhan atau Malaikat ?
jika anda sudah membaca tulisan-tulisan di website ini dengan teliti, anda tidak akan bertanya seperti itu. Bahkan setelah website ini ada di internet lebih dari setahun, baru sekarang anda bertanya demikian, berarti selama ini anda tidak memahami ‘isi’ website ini? mohon baca-baca lagi dengan lebih teliti, sebelum berkomentar lebih lanjut.
GKmin | Jan 19, 2009 | Reply
hehehehehe……..
Aku berhasill…..
hua..ha.hahah.aha.ha.ha.
hauaaha,aha,hahahah,,ha,aha
Aku berasiiLLLLLLLLL…
hwa..hah.ah.aha.h.aha.h.a.ha
lucifer | Jan 27, 2009 | Reply
@lucifer,
bukankah sejak dulu anda sudah berhasil memperdaya Hawa dan Adam?
GKmin | Jan 27, 2009 | Reply
@Lucifer,
Saya tidak tahu apakah engkau benar-benar lucifer atau ngaku-ngaku lucifer. Tapi sama saja, engkau sendiri sudah mengaku lucifer. Nanti engkau sendiri tahu tempatmu dimana….
NSA | Jan 28, 2009 | Reply
@lucifer,
Hmm…Engkau sendiri sudah menyatakan kalau engkau lucifer. Setiap apa yang engkau katakan Tuhan mendengar. Kalau engkau benar lucifer, pengakuanmu tidak masalah. Tapi kalau engkau manusia yang ngaku lucifer, ini perkataan sembrono sekali karena berarti engkau sendiri telah menyatakan kalau engkau antek lucifer. hidupmu di materaikan oleh perkataanmu sendiri. Semoga Tuhan mengampuni engkau.
NSA | Jan 28, 2009 | Reply
trus apa pendapat kalian tentang Roh Kudus …?
Siapa menurut kalian Yesus itu…?
mohon dijawab…tks
anak Tuhan | Jul 30, 2010 | Reply