Penyebut YAHWEH, “orang bodoh yang sesat” (Pdt. Budi Asali)
By GK on May 14, 2008 in Intermezzo, Umum
Dalam perdebatan/diskusi antara Yakub Sulistyo, STh, MA dengan Budi Asali, MDiv, tentang ALLAH dan YAHWEH, ada kata-kata dari pak Budi Asali, yang mengusik saya, hingga saya merasa perlu menulis ini.
Budi Asali: “Menurut saya orang yg ikut anda bukannya sadar, tetapi itu orang bodoh yg anda sesatkan!”
He he he… saya meninggalkan Allah, (dan kemudian ‘berani’ menyebut YAHWEH) tidak karena ikut-ikutan Pak Yakub, lho Pak Budi…, tetapi saya setuju dengan pemikiran Pak Yakub,
Tetapi kalau Pak Budi bilang begitu, wah.. mbok ya jangan menghakimi begitu…Saya mungkin bukan orang pinter, tapi kalau dibilang bodoh dan sesat, ya gimana gitu… (tapi saya tidak akan marah kok Pak… silakan.. semakin Bapak mencaci maki, saya makin senang, karena orang-orang dapat menilai dan mengambil kesimpulan sendiri).
Oh ya.. apakah pak Profesor Kristian H. Sugiyarto dari Jogjakarta, yang ‘aktif’ mendukung penggunaan nama YAHWEH, juga bodoh dan sesat? Kasihan para mahasiswanya dong Pak, diajar oleh orang yang bodoh dan sesat. (maaf Prof, nama Bapak saya ‘catut’ dalam tulisan ini)
Biar lebih afdol… saya kutipkan beberapa tulisan Pdt. Budi Asali, MDiv:
- Saya tak peduli pengetahuan apa…
- Anda tak bisa menjawab serangan saya –>> berarti Pak Budi mengakui sedang “menyerang”
- Saya juga anggap Bambang sesat, tetapi krn hal2 lain –>> maksudnya Bambang Noorsena (siapa lagi yang Bapak anggap sesat???)
- Nonsense!
- Anda terus ngotot spt banteng menyeruduk tanpa otak!
- Omong kosong!
- krn bagi saya omongan anda memang omong kosong!
- Anda sedang ngelindur / mengigau?
- Saya tak peduli apa alasan PB ubah
- Tak peduli anda anggap yg mana yg asli, bagi saya aslinya bahasa Yunani. Kalau tak mau percaya, tetaplah dlm kebodohan anda. –>> yang tidak percaya = bodoh
- Anda yg tidak belajar shg ngawur saja
- ANDA BISA MEMBACA ATAU TIDAK?
- Saya tak peduli mereka mau gunakan kata itu bagaimana
- Argumentasi anda sgt konyol!
- Anda memang tak bisa membaca dg baik.
- Saya tak peduli dengan semua penjelasan bahasa Arab karena saya memang tak mengerti bahasa itu.
- Anda memang selalu menyimpulkan secara bodoh, krn itu tak heran bisa punya pandangan seburuk itu
- Anda memang tolol.
- saya sudah debat ratusan kali, selama puluhan tahun dg orang dr segala macam agama dan aliran –>> ya… mungkin talenta Bapak memang untuk berdebat…
Itulah cuplikan kata-kata “kasih” dari seorang Pendeta pengikut Kristus…
dan jangan lupa yang ini:
- Saya tahu bahwa YAHWEH tidak bisa diterjemahkan. –>> yang ini saya sangat setuju Pak…
Kalau ingin transkrip lengkap, silakan lihat di sini
Maaf disini saya hanya kutip potongan-potongan tulisan Pak Budi Asali yang “mengusik” saya.
Maaf Pak Budi, saya tidak berani berdebat dengan Bapak, saya bukan teolog, hanya jemaat awam yang sudah agak lama tidak nyaman menyebut Bapa dengan “Allah”, dan yang sekarang ‘berani’ menyebut Yahweh.
Terserah apa pendapat Bapak tentang saya, (mungkin Bapak anggap juga bodoh dan sesat) yang jelas, makin banyak yang meninggalkan kata “allah” dan mulai berani menyebut Yahweh. Silakan Anda pertahankan Allah, kami juga akan terus memberitakan nama Yahweh.
Jika Bapak tetap ngotot menggunakan kata Allah, itu sebenarnya Allah yang mana? silakan baca tulisan saya di sini
Baca juga tentang Pdt. Budi Asali di serigala-berbulu-domba


Jika anda ingin terbebas dari kuasa kegelapan (kuasa Setan), mungkin Tim dari

dikelola seorang awam, bukan aktivis
gereja.

Hanya orang2 bodohlah yang mau memperdebatkan hal seperti ini.
Apa tujuan utama anda untuk hidup ?
jika terdapat dua pilihan, ajaran apa yang ingin anda sebarkan :
1. terus memfokuskan pada kejanggalan istilah allah, yahweh, bapa dsb ?
2. atau memnyebarkan ajaran kasih bahwa karya penebusan Yesus Kristus di kayu salib adalah nyata ?
mana yang anda pilih ?
ini ayat buat orang2 yang bergelar master, dan segala sesuatu yang terus memperdebatkan dengan segala ilmu pengetahuannya :
1 Korintus 13:2 Sekalipun aku mempunyai karunia untuk bernubuat dan aku mengetahui segala rahasia dan memiliki seluruh pengetahuan; dan sekalipun aku memiliki iman yang sempurna untuk memindahkan gunung, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama sekali tidak berguna.
13:3 Dan sekalipun aku membagi-bagikan segala sesuatu yang ada padaku, bahkan menyerahkan tubuhku untuk dibakar, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, sedikitpun tidak ada faedahnya bagiku.
13:12 Karena sekarang kita melihat dalam cermin suatu gambaran yang samar-samar, tetapi nanti kita akan melihat muka dengan muka. Sekarang aku hanya mengenal dengan tidak sempurna, tetapi nanti aku akan mengenal dengan sempurna, seperti aku sendiri dikenal.
13:13 Demikianlah tinggal ketiga hal ini, yaitu iman, pengharapan dan kasih, dan yang paling besar di antaranya ialah kasih.
Tri Setiyo Harto | May 15, 2008 | Reply
Pak Tri Setiyo harto, saya setuju dengan pendapat Bapak yaitu segala sesuatu harus dilandasi dengan dasar kasih. Tapi kalau memang penggunaan kata Allah, ALLAH atau allah pada terjemahan Alkitab tidak tetap apakah tidak mungkin Alkitab diterbitkan dengan edisi revisi yang tentunya dilandasi dengan kasih juga untuk penterjemahan selanjutnya. Maaf jika kata-kata saya jauh dari kebenaran, karena saya hanya pembaca awam.
Salatiga | May 15, 2008 | Reply
Kan dah aku bilang, pasti ada pertentangan diantara kalian sendiri. Selamat berjuang lah… Moga tambah rame..
Burung | May 15, 2008 | Reply
Burung, bagiku ini bukan pertentangan. Anda bebas memilih, Tuhan Allah atau Tuhan Yesus/YAHWEH (seperti dalam kamus Alkitab). Kalau Anda merasa sudah benar dengan Tuhan Allah ya mangga. Yang penting komentarnya jangan pakai marah-marah ntar dasar kasihnya jadi hilang.
Salatiga | May 15, 2008 | Reply
@Tri Setyo Harto
Apa tujuan utama anda untuk hidup ?
jika terdapat dua pilihan, ajaran apa yang ingin anda sebarkan :
1. terus memfokuskan pada kejanggalan istilah allah, yahweh, bapa dsb ?
2. atau memnyebarkan ajaran kasih bahwa karya penebusan Yesus Kristus di kayu salib adalah nyata ?
mana yang anda pilih ?
pilihan hidup tidak selalu hitam-putih,
saya pilih mengungkapkan kejanggalan terjemahan Alkitab, dengan kasih….
lho…. sebenarnya karena KASIH itu juga, kami memberitakan ini, sebenarnya kami bisa saja TIDAK PEDULI rekan-rekan Kristen tetap menyebut Allah, untuk menyebut YAHWEH,
kenapa kami peduli? apa untuk “kebesaran” kami?
apa untuk “keuntungan” kami?
atau untuk kemuliaan nama YAHWEH?
ha ha… justru kami di caci maki, dianggap sesat, ada dari kami yang dikucilkan, diusir dari gereja….
Silakan jika Anda mau menyebarkan kasih ALLAH, kami akan memberitakan kasih YAHWEH…
Silakan jika Anda memberitakan bahwa Yesus itu Anak Allah…, kami akan memberitakan bahwa Yeshua itu putera Yahweh….
Jika Anda memang sudah berada pada “posisi” yang benar, sebenarnya TIDAK PERLU khawatir dengan pemberitaan kami, tidak perlu takut orang-orang menjadi “ikut” pemberitaan kami…
Tidak perlu juga Anda “menghambat” pemberitaan nama Yahweh ini…
Biar orang menilai sendiri… mana yang lebih tepat… Yahweh atau Allah.
Kami ajarkan ke anak-anak kami, bahwa nama Tuhan itu YHWH, silakan jika Anda akan ajarkan bahwa nama Tuhan itu ALLAH…
I Timotius 4:16 Awasilah dirimu sendiri dan awasilah ajaranmu. Bertekunlah dalam semuanya itu, karena dengan berbuat demikian engkau akan menyelamatkan dirimu dan semua orang yang mendengar engkau.
JELASKAN (dengan baik) ke orang-orang yang Anda layani, tentang Tuhan, TUHAN, Yesus, Bapa, El, Eloah, Elohim, Elohim lain, YHWH, Adonai, Kurios, Theos, juga Allah, allah, ALLAH.
oh ya.. perhatikan juga ayat ini:
Roma 10:2 Sebab aku dapat memberi kesaksian tentang mereka, bahwa mereka sungguh-sungguh giat untuk
AllahTuhan, tetapi tanpa pengertian yang benar.10:3 Sebab, oleh karena mereka tidak mengenal kebenaran
AllahTuhan dan oleh karena mereka berusaha untuk mendirikan kebenaran mereka sendiri, maka mereka tidak takluk kepada kebenaranAllahTuhancoba deh.. jangan semua “digebyah uyah” (digeneralisasi) POKOKNYA “ALLAH”
Pelajari asal-usul kata ALLAH, juga asal-usul kata YAHWEH, jangan asal POKOKNYA “ALLAH”. (hanya karena sejak Anda bayi.. sudah “dijejali” dengan pelajaran tentang “Allah”.)
GK | May 15, 2008 | Reply
13:4 Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong.
13:5 Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain.
13:6 Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran.
13:7 Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu.
13:8 Kasih tidak berkesudahan; nubuat akan berakhir; bahasa roh akan berhenti; pengetahuan akan lenyap.
Tri Setiyo Harto | May 15, 2008 | Reply
Intinya saya tidak takut dengan pemberitaan anda kok pak, tetap saja maju tapi jangan terlalulah frontal.
bacalah ayat diatas, masa bapak sesumbar ngomong “Berlandaskan Kasih”
Tri Setiyo Harto | May 15, 2008 | Reply
OK, terima KASIH…
GK | May 15, 2008 | Reply
Pak Tri Setiyo Harto Yth,
dari membaca tulisan Bapak kelihatannya bapak orang yang tahu banyak tentang isi Alkitab. Mohon adu argumentasi dari Pak Tri dan pengasuh GK jangan menjadi pertengkaran (ngotot-ngototan). Selamat melanjutkan diskusi dengan kasih.
salatiga | May 16, 2008 | Reply
Terima kasih juga atas tanggapannya, saya tidak banyak memahami isi dari Alkitab.
Saya hanya seorang awam. Akhir kata, selamat berjuang untuk GK. Tuhan Yesus Memberkati.
ayat terakhir yang ingin saya berikan sebagai ajaran langsung dari perkataan Tuhan Yesus :
Dari Injil Matius :
22:37 Jawab Yesus kepadanya: “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu.
22:38 Itulah hukum yang terutama dan yang pertama.
22:39 Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.
22:40 Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.”
Dalam bahasa Inggris New King James :
22:37 Jesus said to him, “`You shall love the LORD your God with all your heart, with all your soul, and with all your mind.’
22:38 “This is [the] first and great commandment.
22:39 “And [the] second [is] like it: `You shall love your neighbor as yourself.’
22:40 “On these two commandments hang all the Law and the Prophets.”
Salam untuk semuanya Tuhan Yesus memberkati. Tetap maju
Tri Setiyo Harto | May 16, 2008 | Reply
telah hadir pendeta budi, pendeta lulusan MUI,neo farisi haha dengan gampangnya bs men-judge orang sesat ealah nyebuto pak
alas watu | May 16, 2008 | Reply
@Tri Setiyo Harto
Hanya orang2 bodohlah yang mau memperdebatkan hal seperti ini.
trus…, kalau orang pinter memperdebatkan apa?
UFO/Alien?
Yesus pergi ke Tibet di usia 12-30 tahun?
Segitiga Bermuda?
Surga dan Neraka?
atau mau diskusi/berdebat tentang setan/lucifer/elohim lain???
he he he….ayo Mas… bikin topik yang “bukan untuk orang bodoh”, kami tunggu
Jangan cuma “KASIH” melulu… kalau itu sih sejak SEKOLAH MINGGU sudah dinyanyikan…
bahkan sudah jadi judul sinetron ha ha ha….
@alas watu
ya.. jangan gitu Mas.. Pendeta Budi berhak juga kok menghakimi orang lain..karena sedang lupa sama perintah Tuhan, “jangan menghakimi orang lain”
(biasalah.. manusiawi… lupa segala…)
dah… biarin saja, nanti lama-lama khan terima Yahweh… kalau sampai mati nggak mau terima, ya biarin saja, tanggungjawab kita khan hanya memberitakan nama Yahweh, orang mau terima, mau menolak, mau bingung, ya biar saja…
GK--Jakarta | May 17, 2008 | Reply
Orang pinter itu menyebarkan ajaran kasih, dan mau menjalankan seperti yang Tuhan Yesus ajarkan. Bukan cuman bisa mamerin perdebatan kritik sana dan sono.
Tri Setiyo Harto | May 17, 2008 | Reply
Kalau sudah diajarkan di sekolah minggu kok udah gedemasih belom ngerti juga yah yang namanya kasih itu kayak apa, walau saya sudah kasih unjuk ayatnya wakakakkakakakakaka.
cuape deeeeeee
Tri Setiyo Harto | May 17, 2008 | Reply
teman teman ini website saya nukmpang promosi www.unikunik.web.id
Tri Setiyo Harto | May 17, 2008 | Reply
@Tri Setiyo Harto
OK, ajaran “kasih” itu apa/bagaimana?
Ini kata Yesus:
Matius 11:27 Semua telah diserahkan kepada-Ku oleh Bapa-Ku dan tidak seorang pun mengenal Anak selain Bapa, dan tidak seorang pun mengenal Bapa selain Anak dan orang yang kepadanya Anak itu berkenan menyatakannya.
Pertanyaannya sederhana:
Siapa Bapa yang dimaksud Yesus?
Siapa nama Bapa yang dimaksud Yesus?
GK--Jakarta | May 17, 2008 | Reply
waduh tanya lagi, wong udah dikasihtau ayatnya kasih itu kayak apa.
cuape deeeee
Tri Setiyo Harto | May 17, 2008 | Reply
Yohanes 14
14:9 Kata Yesus kepadanya: “Telah sekian lama Aku bersama-sama kamu, Filipus, namun engkau tidak mengenal Aku? Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa; bagaimana engkau berkata: Tunjukkanlah Bapa itu kepada kami.
Tri Setiyo Harto | May 17, 2008 | Reply
Wahyu 14:1 Dan aku melihat: sesungguhnya, Anak Domba berdiri di bukit Sion dan bersama-sama dengan Dia seratus empat puluh empat ribu orang dan di dahi mereka tertulis nama-Nya dan nama Bapa-Nya.
ayo… siapa nama Bapa-Nya ?
GK--Jakarta | May 17, 2008 | Reply
kok tanya lagi sih pak orang Yesus tadi udah jelas ngomong tuh.
Ya nama Bapa ya Yesus Kristus.
lucu deh buakakakakakkaakkakakakakaka.
nih saya ulang lagi deh ayatnya mungkin bapak pakai kaca mata tebal jadi blom kelihatan kali hehehehehe.
Yohanes 14
14:9 Kata Yesus kepadanya: “Telah sekian lama Aku bersama-sama kamu, Filipus, namun engkau tidak mengenal Aku? Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa; bagaimana engkau berkata: Tunjukkanlah Bapa itu kepada kami.
Itu ayat Yesus yang ngomong.
Ghahahhahahahah lucu deh.
Atau mau dirubah gini kali ayatnya :
Yohanes 14
14:9 Kata Yesus kepadanya: “Telah sekian lama Aku bersama-sama kamu, “(GK) Petrus anakKu”, namun engkau tidak mengenal Aku? Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa; bagaimana engkau berkata: Tunjukkanlah Bapa itu kepada kami.
Nah saya tambahin lagi deh biar lengkap, karena disitu ditulis “telah melihat Aku” ini ada ayat pelengkapnya :
Yohanes 20
20:29 Kata Yesus kepadanya: “Karena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya.”
Tri Setiyo Harto | May 17, 2008 | Reply
@Tri Setiyo Harto
Ya nama Bapa ya Yesus Kristus.
Wahyu 14:1 Dan aku melihat: sesungguhnya, Anak Domba berdiri di bukit Sion dan bersama-sama dengan Dia seratus empat puluh empat ribu orang dan di dahi mereka tertulis nama-Nya dan nama Bapa-Nya.
oh.. jadi di dahi mereka “tertulis”
“YESUS” dan “YESUS KRISTUS” gitu…?
Ghahahhahahahah lucu deh.
GK | May 19, 2008 | Reply
Iya jelas memang itu lah, emang apa wakakakak.
oh.. jadi di dahi mereka “tertulis”
“JAHWE” dan “BAPA JAHWE” gitu…?
ini lebih lucu lagi kan hehehehe.
Saya jadi inget kisah murid Yesus yang pernah menyangkal Yesus sampai 3 kali. Siapa dia namanya pasti tau kan hehehehehe. Siapa yah namanya hhmmmmm mirip2 tuh wakakkakaka.
Terus saya baca2 lagi eh ketemu ayat ini :
1 Timotius
6:3 Jika seorang mengajarkan ajaran lain dan tidak menurut perkataan sehat–yakni perkataan Tuhan kita Yesus Kristus–dan tidak menurut ajaran yang sesuai dengan ibadah kita,
6:4 ia adalah seorang yang berlagak tahu padahal tidak tahu apa-apa. Penyakitnya ialah mencari-cari soal dan bersilat kata, yang menyebabkan dengki, cidera, fitnah, curiga,
Tri Setiyo Harto | May 19, 2008 | Reply
oh.. jadi di dahi mereka “tertulis”
“JAHWE” dan “BAPA JAHWE” gitu…?
Anda ini gimana tho…
ya “tertulis”: “Yeshua” dan “YHWH”
gitu Mas… maksudnya, percaya pada Yeshua (Yesus) dan YHWH (Yahweh) (bandingkan dengan Yohanes 5:24)
atau Anda kira tertulis: YESUS dan ALLAH, gitu??
ha ha ha… mau nyampur ajaran Kristen dengan Islam….
GK | May 19, 2008 | Reply
atau Anda pikir tertulis, TUHAN YESUS dan ALLAH YAHWEH…
ha ha ha… kacau…
kenapa tidak ALLAH YESUS ya????
GK | May 19, 2008 | Reply
Intinya Yesus.
Itu kan ajaran anda sendiri yang mau mencampuradukan hehehehehe
Tri Setiyo Harto | May 19, 2008 | Reply
Lihat aja pertanyaan2 anda, kan anda sendiri tuh yang nyampur2in seperti bahan kimia hehehehe malah selalu meng kait2an dengan Islam.
Saya sendiri tidak pernah mengkaitkan, tapi anda yang mengkaitkan dan mencampuradukan. Jadilah nasi uduk siap deh di santap.
Uenaaak tenaaaaaan.
Tri Setiyo Harto | May 19, 2008 | Reply
Untuk menyampaikan suatu kebenaran memang pahit kadang2 kita dikucilkan,dicaci,dianggap tidak waras.tetapi untuk menyatakan pembenaran itu indah kita akan disanjung,disenangi dll.GK jangan pernah mundur saya yakin Elohim YAHWEH akan sangat senang dengan apa yang dilakukan oleh anda.Ybu
Hardi | May 22, 2008 | Reply
@Hardi,
terima kasih… OK, saya tidak akan mundur…
GK | May 22, 2008 | Reply
GK kalau anda punya akses ke LAI tolong tanyakan kenapa ada perbedaan terjemahan LAI tentang ayat di Yehezkiel 34 :16 (salah satu yang berbeda) dengan terjemahan New King James.ini cukup membingungkan saya mendapat informasi bahwa terjemahan New King James lebih mendekati aslinya Terima kasih Ybu
Hardi | May 22, 2008 | Reply
@Hardi
teman saya yang tahu bahasa Ibrani, pernah ketemu dengan orang LAI, membahas ayat itu.
tapi nggak tahu, LAI nampaknya memang sulit berubah,
– memang lebih tepat yang di King James…(itu khan dipakai di seluruh dunia, sejak tahun 1611, tidak ada komplain kok…)
GK | May 22, 2008 | Reply
Ayo kita maju hehehehe.
Ada yang maju kita juga harus maju.
Yesus lahir 2000 tahun yang lalu, kenapa harus tulisan tahun 1611 kan gitu.
Dengarkanlah apa yang Yesus ajarkan dan perintahkan, dan janganlah mendengarkan : “Oh ini loh pendapat gue” atau oh ini dari teman saya nih yang dapat penglihatan hehehehe.
Luk. 22:67 katanya: “Jikalau Engkau adalah Mesias, katakanlah kepada kami.” Jawab Yesus: “Sekalipun Aku mengatakannya kepada kamu, namun kamu tidak akan percaya;
Mat. 14:31 Segera Yesus mengulurkan tangan-Nya, memegang dia dan berkata: “Hai orang yang kurang percaya, mengapa engkau bimbang?”
Sebetulnya masih banyak ayat2 dari Firman Tuhan yang bisa diambil, tapi rasanya terlalu panjang untuk dijabarkan.
Mat. 23:9 Dan janganlah kamu menyebut siapapun bapa di bumi ini, karena hanya satu Bapamu, yaitu Dia yang di sorga.
Lalu dalam Matius juga :
10:25 Yesus menjawab mereka: “Aku telah mengatakannya kepada kamu, tetapi kamu tidak percaya; pekerjaan-pekerjaan yang Kulakukan dalam nama Bapa-Ku, itulah yang memberikan kesaksian tentang Aku,
10:26 tetapi kamu tidak percaya, karena kamu tidak termasuk domba-domba-Ku.
10:27 Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku,
10:28 dan Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorangpun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku.
10:29 Bapa-Ku, yang memberikan mereka kepada-Ku, lebih besar dari pada siapapun, dan seorangpun tidak dapat merebut mereka dari tangan Bapa.
10:30 Aku dan Bapa adalah satu.”
Dan apa di ayat yang terakhir itu, hhhmmmm JawabNya : “Aku dan Bapa adalah satu”
dan siapa yang ngomong seperti itu : Dialah Yesus yang telah mati di kayu salib dan membayar lunas semua dosa2 kita.
Tulisan ini bukan bermaksud menyanggah, tapi memang begitulah Firman Tuhan. Apa yang kita bisa kita ambil dari Firman Tuhan tersebut tergantung pribadi masing2.
Sama seperti Iblis yang mencobai Tuhan Yesus dengan senjata Firman Tuhan juga.
Tri Setiyo Harto | May 22, 2008 | Reply
Saya kok bingung ya, saya baru pertama kali masuk blog ini dan saya menemukan ternyata masih ada juga umat Tuhan yang mencari “kebenaran”. Apakah Tuhan mengurapi orang2 yang ditunjuk untuk menulis firman Tuhan hanya untuk diperdebatkan? Apakah firman Tuhan itu begitu susah untuk dicerna sehingga orang2 yang mau mendengarkan firman Tuhan harus mencari gelar S1, S2 atau S3? Apakah Tuhan sengaja mempersulit isi Alkitab agar manusia mencari kebenaran masing2? Jangan sampai ayat Alkitab atau firman Tuhan dipakai sebagai senjata untuk menyerang sesama umat. Hanya karena keinginan mempertahankan kebenaran masing2. Saya membayangkan Bapa di Sorga melihat kita yang masih bingung bagaimana menyebut Dia. Apakah dia sedih karena anak2Nya tidak bisa menyebut namaNya dengan benar? Apakah Bapa akan menjauh dengan anak2Nya yang rindu kepadaNya? KerinduanNya hanya satu, bahwa anak2Nya dekat denganNya.
Menurut saya sih (yang orang awam ini) BAPA, YHWH, ALLAH, YESUS, GOD, sama saja.
Kenapa kita sibuk mengurusi hal yang seperti ini? Kalau ada umat dari agama lain membaca ini pasti mereka tertawa.
Kenapa kita tidak menyibukan diri dengan melayani orang lain? membantu orang yang membutuhkan.
Wong Awam | May 22, 2008 | Reply
@Wong Awam
Menurut saya sih (yang orang awam ini) BAPA, YHWH, ALLAH, YESUS, GOD, sama saja.
itu menurut Anda !!
Menurut Kitab Suci:
Yesaya 42:8 Aku ini
TUHANYHWH, itulah nama-Ku; Aku tidak akan memberikan kemuliaan-Ku kepada yang lain atau kemasyhuran-Ku kepada patungYesaya 64:8 Tetapi sekarang, ya
TUHANYHWH, Engkaulah Bapa kami! Kamilah tanah liat dan Engkaulah yang membentuk kami, dan kami sekalian adalah buatan tangan-Mubaca dulu tulisan di: http://www.gkmin.net/gk/Siapa_yang_Anda_sembah.pdf
GK | May 22, 2008 | Reply
@Wong Awam
Kenapa kita sibuk mengurusi hal yang seperti ini? Kalau ada umat dari agama lain membaca ini pasti mereka tertawa.
Kenapa Anda sibuk memuji, menyembah, mengagungkan Tuhan ALLAH (Tuhan-nya umat dari agama lain)?
Jika mereka menyadarinya.., mereka juga akan tertawa…
GK | May 22, 2008 | Reply
@Wong Awam
Apakah Tuhan sengaja mempersulit isi Alkitab agar manusia mencari kebenaran masing2?
Bukan Tuhan, tetapi LAI yang mempersulit !!
jelas dalam bahasa asli-nya ditulis YHWH, malah diganti menjadi TUHAN dan ALLAH.
Menurut saya sih (yang orang awam ini) BAPA, YHWH, ALLAH, YESUS, GOD, sama saja.
itu menurut Anda
coba Anda tanya pada rekan-rekan umat Muslim, apakah ALLAH = YESUS = YHWH = BAPA ?
Hargailah iman orang lain, jangan “pokoknya” menurut saya sih (yang orang awam ini) BAPA, YHWH, ALLAH, YESUS, GOD, sama saja.
baca tulisan saya di http://gkmin.net/?p=85
silakan RENUNGKAN…
GK | May 22, 2008 | Reply
@Wong Awam,
Kenapa kita tidak menyibukan diri dengan melayani orang lain? membantu orang yang membutuhkan.
he he.. kita masing-masing punya “ladang pelayanan” yang berbeda-beda.
Saya “melayani” dalam bidang “NAMA TUHAN”, disamping pada bidang lain.
Siang ini saya akan berangkat ke luar kota, –menyetir sendiri–, (kira-kira 60 km dari rumah saya) untuk “melayani” seseorang. Beliau ingin bertemu saya, membicarakan lebih lanjut mengenai “kekristenan”.
pelayanan saya yang lain: lihat di http://holistik.gkmin.net
oh ya, baca juga http://gkmin.net/?p=74
OK, selamat melayani pada bidang Anda sendiri…
GK | May 22, 2008 | Reply
@Tri Setiyo Harto
Lalu dalam Matius juga :
10:25 Yesus menjawab mereka: “Aku telah mengatakannya kepada kamu, tetapi kamu tidak percaya; pekerjaan-pekerjaan yang Kulakukan dalam nama Bapa-Ku, itulah yang memberikan kesaksian tentang Aku,.
Siapa nama Bapa-Ku ?????
GK | May 22, 2008 | Reply
@GK
Terus baca pak sampai akhir hehhehe, sewot aja bisanya. Jangan kutip sepenggal.
Tri Setiyo Harto | May 22, 2008 | Reply
di ayat terakhir
Matius 10:30 Aku dan Bapa adalah satu.
terkecuali ayat terakhirnya berbunyi : “Aku dan Bapa beda”
Tri Setiyo Harto | May 22, 2008 | Reply
@Tri Setiyo Harto
maksud Anda ini: 10:30 Aku dan Bapa adalah satu.”
he he he…
trus bagaimana ketika Yesus di kayu salib berteriak “Bapa, mengapa Engkau tinggalkan Aku”
(berteriak pada diri sendiri???) ah… yang bener aja….
bagaimana dengan ayat ini:
Lukas 22:69 Mulai sekarang Anak Manusia sudah duduk di sebelah kanan
AllahTuhan Yang Mahakuasa.”Markus 16:19 Sesudah Tuhan Yesus berbicara demikian kepada mereka, terangkatlah Ia ke sorga, lalu duduk di sebelah kanan
AllahTuhan.Yesus menjadi 2, satu di kiri satu di kanan? he he.. yang bener aja…
tinggal jawab saja kok, siapa nama Bapa?
Yesus? atau Allah? atau YHWH? atau ada nama lain atau TIDAK PUNYA NAMA??????
GK | May 22, 2008 | Reply
@Tri Setiyo Harto
silakan baca tulisan di http://gkmin.net/?p=49
GK | May 22, 2008 | Reply
@GK
trus bagaimana ketika Yesus di kayu salib berteriak “Bapa, mengapa Engkau tinggalkan Aku”
(berteriak pada diri sendiri???) ah… yang bener aja….
Dalam konteks ini Yesus mengatakan ini untuk kembali kepada kemuliaan Allah Di surga (sebagai roh dan bukan lagi manusia)
@GK saya mau tanya: Tuhan yang anda sembah yang mati di kayu salib bukan?
@GK Yesus menurut anda itu siapa ?
kalau bukan saya lepas tangan deh dari sekarang hehehehe.
Tri Setiyo Harto | May 22, 2008 | Reply
@Tri Setiyo Harto
lho.. saya tanya kok malah nanya..
yang jelas Yesus BUKAN Allah.
Coba deh, kalau Anda anggap Yesus=Allah, minta rekan-rekan Muslim syahadatnya diganti dari “Tiada Tuhan selain Allah” menjadi “Tiada Tuhan selain Yesus”….
Kenapa susah menghargai “keyakinan lain”?
kenapa masih saja disebut Yesus adalah Anak Allah, sedangkan “keyakinan” saudara-saudara kita “Allah tidak beranak dan diperanakkan”
so.. jawab saya jelas: Yesus BUKAN Allah.
masih perlu penjelasan lagi?
jawab dulu pertanyaan saya, SIAPA NAMA BAPA?
GK | May 22, 2008 | Reply
@Tri Setiyo Harto
bagaimana dengan ayat ini:
Lukas 22:69 Mulai sekarang Anak Manusia sudah duduk di sebelah kanan
AllahTuhan Yang Mahakuasa.”Markus 16:19 Sesudah Tuhan Yesus berbicara demikian kepada mereka, terangkatlah Ia ke sorga, lalu duduk di sebelah kanan
AllahTuhan.Yesus menjadi 2, satu di kiri satu di kanan? he he.. yang bener aja…
GK | May 22, 2008 | Reply
@GK
kenapa bukan Allah pak ?
Tri Setiyo Harto | May 22, 2008 | Reply
@Tri Setiyo Harto
Lho.. malah nanya lagi, makanya baca dulu http://www.gkmin.net/gk/Siapa_yang_Anda_sembah.pdf
GK | May 22, 2008 | Reply
@GK
Saya sudah baca, justru saya menangkap karena disitu kata “Allah” dikaitkan dengan Allahnya umat islam. Makanya saya tanya lagi.
Saya bertanya bukan berarti tidak membaca.
@GK
saya mau tanya: Tuhan yang anda sembah yang mati di kayu salib bukan?
@
GK Yesus menurut anda itu siapa ? Jawaban anda Yesus bukan Allah.
terus jawaban pertanyaan satu lagi ?
Tri Setiyo Harto | May 22, 2008 | Reply
@Tri Setiyo Harto
saya mau tanya: Tuhan yang anda sembah yang mati di kayu salib bukan?
BUKAN…
he he he.. bingung?
makanya pelajari lagi “hubungan” YHWH dan YESHUA, pelajari lagi peran YESHUA sebagai manusia, dan YESHUA sebagai Tuhan…
Tuhan saya BUKAN Tuhan yang mati di kayu salib.
GK | May 22, 2008 | Reply
@GK
Terima Kasih
Seperti yang saya bilang saya lepas tangan setelah ini.
Tuhan Yesus Memberkati
Tri Setiyo Harto | May 22, 2008 | Reply
@Tri Setiyo Harto
silakan.. Semoga Tuhan Yesus (Yeshua) memberkati Anda..
ingat ya.. Tuhan saya tidak pernah mati di kayu salib,
dan jangan ajarkan ke anak-anak sekolah minggu, kalau Tuhan itu pernah mati di kayu salib…
yang mati di kayu salib itu MANUSIA YESHUA, bukan TUHAN YESHUA..
Tuhan tidak pernah mati…
Yeshua adalah YHWH yang hadir dalam rupa manusia… YHWH = Yeshua –>> OK (dengan penjelasan khusus)
tetapi Yeshua =/= Allah lho…,
jangan kacau balau antara YHWH yang diajarkan oleh Nabi Musa dengan Allah yang diajarkan oleh Nabi Muhammad.
GK | May 22, 2008 | Reply
waduh… ternyata jadi campur aduk ya, kalau digabung2 dengan keyakinan umat lain pasti ya ngga nyambung. Udah jelas umat Islam tidak percaya Yesus adalah Tuhan. mau dipaksa sampai gimana ya bakalan ngga bisa, namanya juga “keyakinan”.
Apakah untuk dekat dengan Bapa harus menyebut namaNya? apakah menyebut dengan sapaan BAPA tidak cukup? seperti seorang anak menyebut ayahnya atau bapaknya dengan sebutan BAPA. apakah GK juga memanggil ayahnya dengan langsung menyebut namanya?
Waktu Yesus menyebut Bapa di kayu salib: kalau tidak salah Eloi Eloi atau Aleheim Aleheim… (bukah YAHWEH) mohon dikoreksi kalau salah, namanya juga masih awam.
Wong Awam | May 22, 2008 | Reply
@Wong Awam,
OK, jika tidak “berani” sebut YHWH, sebut saja Tuhan, Bapa, El, Eloah, Theos, Kurios,
tapi jangan “Allah” ya…, bisa-bisa salah sasaran lho…
Pernah tanya ke “BAPA” bagaimana jika seandainya dipanggil “ALLAH”… coba tanya sendiri saja ya…
jangan asal “menurut saya, Tuhan itu dipanggil apapun nggak apa-apa”
baca Kitab Suci….
Keluaran 23:13 Dalam segala hal yang Kufirmankan kepadamu haruslah kamu berawas-awas; nama
allahsesembahan lain janganlah kamu panggil, janganlah nama itu kedengaran dari mulutmu.apakah ayat itu masih kurang tegas….??
GK | May 22, 2008 | Reply
Maaf sebelumnya, saya bukannya tidak berani menyebut YAHWEH atau YHWH. saya juga yakin bahwa itu nama BAPA saya. Bahkan saya berani bilang bahwa YHWH adalah Tuhan saya. Tetapi yang tidak saya mengerti adalah, kenapa ini menjadi suatu polemik yang harus diperdebatkan?
Kalau GK memperbolehkan menyebut BAPA dengan sebutan Tuhan, Bapa, El, Eloah, Theos, Kurios
berarti memang nama BAPA begitu banyak.
Mungkin saya boleh bertanya dulu : apa sebenarnya arti ALLAH itu? kalau ALLAH memang artinya TUHAN, atau Bapa atau EL atau ELOAH atau THEOS atau KURIOS, kenapa kita tidak boleh menyebut nama ALLAH?
Kalau nanti ada orang Arab percaya dan mengakui Yesus adalah Tuhan. bagaimana dia menyebut BAPA-nya?
nanti mungkin orang Jawa tidak boleh bilang GUSTI sebagai kata ganti TUHAN.
Wong Awam | May 22, 2008 | Reply
Ikutan nanya boleh kan mas GK ke bp Tri S H. pa Tri kalau menurut bapak yang mati di kayu salib itu siapa. Tq
Hardi | May 22, 2008 | Reply
@ GK Kenapa orang2 yang menentang umat memanggil nama Bapa khalik langit dan bumi sebagai YAHWEH selalu melakukan perkataan perkataan yang cukup kasar dan sangat angkuh sepertinya kasih sudah hilang dari hati mereka dll(gaya bicara dan tata bahasa mereka sangat mirip)contoh Bambang Noorsena, james pangau,budi asali dll. sepertinya ada satu roh (?) yang menolak/tidak suka apabila anak2 Tuhan Yesus Kristus mengganti nama panggilan Tuhan allah menjadi Elohim YAHWEH.Tks
nb : dan roh itu menguasai mereka dengan sangat kuat untuk menentang para pengagung nama YAHWEH.Tks
Sidjango | May 22, 2008 | Reply
@Wong Awam,
Kalau GK memperbolehkan menyebut BAPA dengan sebutan Tuhan, Bapa, El, Eloah, Theos, Kurios
berarti memang nama BAPA begitu banyak.
bedakan antara NAMA dan SEBUTAN, sebutan boleh banyak, nama TETAP SATU.
Mungkin saya boleh bertanya dulu : apa sebenarnya arti ALLAH itu?
baca dulu http://gkmin.net/?p=85
(makanya baca dulu beberapa tulisan di website ini, baru memberi komentar…)
@Hardi
Ikutan nanya boleh kan mas GK ke bp Tri S H. pa Tri kalau menurut bapak yang mati di kayu salib itu siapa. Tq
he he, sudah dibilang “manusia” Yesus (Yeshua, masih nanya lagi…,
nah untuk membedakan Yeshua sebagai Tuhan dan sebagai manusia…, ya itu perlu “hikmat” tersendiri,
Anda mungkin akan bilang, mana mungkin manusia Yesus jadi Tuhan?! ya mana mungkin manusia jadi Tuhan….
Tetapi apa tidak mungkin Tuhan menjadi manusia? (ingat Tuhan maha kuasa lho… mau jadi apapun.., ya itu “hak” Tuhan, toh Dia berkuasa, apa tidak bisa???)
@Sidjango
he he… jangan bicara “ROH” Mas… lha wong jelas ayatnya Yesaya 42:8 “Aku ini Yahweh, itulah nama-Ku…” saja sulit mengerti kok… apalagi kalau bicara masalah roh, itu terlalu abstrak.
Misalnya ayat ini: Yohanes 4:23 Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian.
mungkin akan sangat sulit…
btw,
saya setuju dengan Anda. Oleh karena itu, kadang/sering saya bertanya pada rekan Kristen yang mempertahankan “Allah”:
Apa yang membuat Anda tidak berani meninggalkan “Allah”? Apa yang membuat Anda keberatan meninggalkan kata “Allah”?
Apakah kata “Allah” itu begitu MEMBELENGGU, sehingga Anda tidak bebas/berani meninggalkannya?
(saya dan teman-teman, tanpa kesulitan meninggalkan kata “Allah” itu walau nama itu sudah puluhan tahun kami pakai untuk menyebut “Dia”. — sebelum kami menyadari bahwa sebenarnya Yahweh-lah NAMA Tuhan kami)
GK | May 22, 2008 | Reply
Sekarang saya mau tanya, kalau menurut GK, apakah orang2 Kristen yang menyebut Tuhan dengan sebutan Allah itu berdosa? Seandainya mereka tidak bermaksud untuk menyembah allah-nya orang Islam, apakah mereka berdosa? Apakah mereka juga berdosa kalau menyebut nama Allah padahal mereka bermaksud menyembah BAPA/TUHAN (karena mereka tidak tahu “nama” yang sebenarnya?).
Bagaimana dengan YESUS/YESHUA? ini juga sebuah nama bukan? Bagaimana kalau saya bilang bahwa Tuhan saya adalah YESUS? –> TUHAN YESUS, GUSTI YESUS. kalau ada orang bule tanya : Who is your Lord? “My Lord is Jesus”
Apakah ini juga salah?
(jangan anggap ini sebagai counter attack, saya bertanya karena memang bener2 awam)
Wong Awam | May 23, 2008 | Reply
@Wong Awam
Apakah mereka juga berdosa kalau menyebut nama Allah padahal mereka bermaksud menyembah BAPA/TUHAN (karena mereka tidak tahu “nama” yang sebenarnya?).
ha ha… silakan cek semua tulisan saya tentang hal ini, saya tidak pernah mengkaitkan ini dengan dosa/tidak dosa.
Berapa lama Anda menjadi orang Kristen? Sudah kenal Tuhan? Kenal Bapa? Silakan tanyakan sendiri kepada Bapa, bagaimana jika DIA dipanggil Allah…senang apa tidak? atau tidak apa-apa?, atau terserah kita mau panggil Dia apapun?
==
kalau mau tambah bingung…(tapi biar tidak bingung, coba tanya sendiri kepada Bapa), apakah Anda juga tahu permasalahan tentang:
- Apakah Yesus pernah ke Tibet (Himalaya)?
- Bagaimana dengan UFO (Alien)?
- Bagaimana dengan setan, jin, lucifer, hantu, arwah gentayangan, tuyul, Nyi Roro Kidul, dsb?
- Bagaimana dengan orang yang tidak percaya Yesus, tetapi berbuat baik terhadap sesama, dan percaya kepada “Tuhan”?
ha ha.. silakan tanya pada Pendeta Anda, mungkin Anda akan tambah bingung. Maaf, bukan tugas kami untuk menjelaskan semua itu.– sy pikir belum waktunya –
Solusi bagi Anda, BERTANYALAH PADA Tuhan Yahweh, atau Bapa Yahweh, (jangan bertanya pada Tuhan Allah lho…. ya…)
Kalau Anda tidak mendapat jawaban, he he… “periksa” kembali KEDEKATAN Anda dengan Tuhan.
(maaf, bercanda lho ya…, tapi kalau memang kita dekat dengan Tuhan, ya… mestinya Tuhan kasih tahu khan…)
kalau ada orang bule tanya : Who is your Lord? “My Lord is Jesus”
Apakah ini juga salah?
wah.. kalau ini sih nggak masalah, kalau kita sebut Jesus (Yesus, Yeshua) itu ARAHNYA sudah jelas kok… tidak mungkin disalahmengerti.
bandingkan dengan “My Lord is Allah”
semoga Bapa YHWH memberi Anda “pencerahan”..
GK | May 23, 2008 | Reply
Pertanyaan terakhir dari saya, bagaimana sebaiknya pemakaian nama YHWH dan YESUS? jadi kalau ada orang bertanya siapakah Tuhanmu? sebaiknya saya jawab YHWH atau YESUS? kalau berdoa sebaiknya kepada Bapa YHWH atau Tuhan Yesus?
Soalnya saya masih menangkap bahwa nama Tuhan adalah satu yaitu YHWH. sedangkan YESUS adalah nama Tuhan juga.
Berarti malah bener terjemahan nama Tuhan di Alkitab bahasa jawa ya, yang menyebut nama Tuhan dengan sebutan YEHUWAH.
Matur nuwun…
Wong Awam | May 23, 2008 | Reply
@Wong Awam,
lho.. YHWH itu khan juga Yeshua, juga Roh Kudus.. (ini khan trinitas — mengapa kok TIGA, itu persoalan tersendiri… silakan bingung kalau mau bingung…he he he.)
lha kalau saya, nggak masalah, berdoa pada Tuhan Yeshua, pada Bapa Yahweh, tetapi biasanya ya “dalam nama Yeshua”, “Bapa Yahweh….” gitu..
Jawa–>> Yehuwah.. ya makanya orang Jawa yang pakai Kitab Suci bahasa Jawa mestinya lebih mudah “menerima” Yahweh, karena dulu disebut “Pangeran Yehuwah”, tetapi sayang Kitab Suci berbahasa Jawa sekarang menyebutnya “Yehuwah Allah”.
Saya warga GKJ, orang tua saya juga sekarang pakai Gusti Yehuwah…(tidak lagi pakai Allah), dan mereka makin “nyaman” dalam mengenal Tuhan, dengan tidak menggunakan kata “Allah”.
Baca Wahyu 14:1 …. namaNya dan nama Bapa-Nya….
so.. dengan memahami ke-Tuhan-an Yeshua, maka YHWH dan Yeshua bisa dipakai bergantian, asal BUKAN Allah lho….
Tuhan Yesus khan… kok nggak biasa disebut Allah Yesus? (padahal “katanya” Allah=Tuhan –>> bukti ketidakkonsistenan pemakaian kata Allah )
jadi saran saya… ganti Allah dengan Tuhan, kalau memang belum berani menyebut YHWH. Itu solusi “paling aman”, karena tidak “pro” YHWH juga tidak “pro” Allah.
Nah…. nanti lama-kelamaan silakan putuskan sendiri apakah akan kembali kepada sebutan “Tuhan Allah” atau “Tuhan YHWH”, sesuai “hikmat” yang Anda peroleh di kemudian waktu.
Tetapi kalau sekarang dan seterusnya Anda tetap berdoa, memuji, mengagungkan “Tuhan Allah”, saya duga, selamanya Anda tidak akan berani menyebut YHWH, atau kalau bingung, lantas akan menyebut Allah YHWH…
Sebentar ya.. saya mau posting tulisan tentang “Tuhan Allah….” silakan nanti Anda baca…
GK | May 23, 2008 | Reply
@GK…
Mungkin anda sendiri tahu kalau kitab Wahyu itu penuh dengan Kiasan atau perumpamaan-perumpamaan yang banyak tidak masuk akal dan tidak dapat secara langsung kita tangkap apa maksudnya.
Jika anda ngotot dengan Wahyu 14 : 1 bahwa namaNya dan nama BapaNya adalah Tulisan Yesus/Yeshua dan YHWH yang ditulis di Dahi orang-orang bukan suatu kiasan atau perumpamaan , bagaimana anda bisa menjelaskan tentang Kuda warna-warni, monster-monster aneh yang di tulis dalam kitab itu?
atau sebagai tambahan apakah mungkin mereka yang didahinya tertulis namaNya dan nama BapakNya yang anda maksud adalah hanya laki-laki yang belum menikah ?? (lihat ayat selanjutnya Wahyu 14 : 4).
David | May 23, 2008 | Reply
Salam damai untuk sdr Tri S. Harto,
Pemakaian kata YAHWEH untuk umat Kristiani dan meninggalkan kata Allah, bukanlah masalah kasih atau tidak kasih kepada sesama, tapi ini persoalan perintah Bapa Surgawi itu sendiri, bahwa IA tidak ingin disamakan atau disetarakan dengan deiti-deiti lainnya.
Menyembah sesuatu yang bukan “God” dan melabelkannya sebagai “God” adalah dosa yang besar, silahkan baca artikel ini:
http://senjatarohani.wordpress.com/2008/04/14/hidup-menurut-tingkah-laku-raja-yerobeam/
Dan mengenai Nama Kudus-Nya, silahkan baca di sini: http://senjatarohani.wordpress.com/2008/01/29/hormatilah-perintah-ketiga/
Semoga artikel-artikel diatas bisa membantu saudara Tri.
Salam hangat, Anggur Baru
Anggur Baru | May 23, 2008 | Reply
@David,
siapa yang memahami Wahyu 14:1 itu hurufiah begitu?
sayapun memahami itu kiasan, yakni yang di pikirannya (di dahinya) ada nama “Yeshua” dan nama Bapa “YAHWEH”,
Siapa yang ada dipikiran Anda sekarang? nama YESHUA + YAHWEH, atau YESHUA + ALLAH ?
GK | May 24, 2008 | Reply
Salam dalam kasih Yesus Kristus
Untuk bp2 penentang nama Bapa disurga YAHWEH sebetulnya anda2 tidak perlu untuk mencari cara untuk memojokan kami.coba terangkan dimana letak kesalahan kami apabila kamimemanggil Bapa sebagai Elohim YAHWEH,kami cuma meeberitakan sesuatu yang menurut pendapat kami adalah benar dan harus diungkapkan. kami tidak perduli apakah anda2 mau menerima atau tidak .yang penting kami sudah menyampaikan tetapi untuk orang2 yang berhikmat renungkanlah dulu.apabila anda menolak yang kami sampaikan anggap saja ini sebuah pengetahuan buat anda.tapi jangan jadi hakim atas dunia ini.karena kelihatannya kita sedang berperang untuk menjatuhkan satu dengan yang lainnya.Bapa disurga akan sangat sedih melihat apa yang kita lakukan.
Sidjango | May 24, 2008 | Reply
Berikut ini saya kirimkan tanggapan Pdt. Budi Asali:
Dalam perdebatan/diskusi antara Yakub Sulistyo, STh, MA dengan Budi Asali, MDiv, tentang ALLAH dan YAHWEH, ada kata-kata dari pak Budi Asali, yang mengusik saya, hingga saya merasa perlu menulis ini.
Budi Asali: “Menurut saya orang yg ikut anda bukannya sadar, tetapi itu orang bodoh yg anda sesatkan!”
He he he… saya meninggalkan Allah, (dan kemudian ‘berani’ menyebut YAHWEH) tidak karena ikut-ikutan Pak Yakub, lho Pak Budi…, tetapi saya setuju dengan pemikiran Pak Yakub,
Tetapi kalau Pak Budi bilang begitu, wah.. mbok ya jangan menghakimi begitu…Saya mungkin bukan orang pinter, tapi kalau dibilang bodoh dan sesat, ya gimana gitu… (tapi saya tidak akan marah kok Pak… silakan.. semakin Bapak mencaci maki, saya makin senang, karena orang-orang dapat menilai dan mengambil kesimpulan sendiri).
Oh ya.. apakah pak Profesor Kristian H. Sugiyarto dari Jogjakarta, yang ‘aktif’ mendukung penggunaan nama YAHWEH, juga bodoh dan sesat? Kasihan para mahasiswanya dong Pak, diajar oleh orang yang bodoh dan sesat. (maaf Prof, nama Bapak saya ‘catut’ dalam tulisan ini)
Tanggapan Pdt. Budi Asali:
Yesus sebut org2 Farisi dan ahli2 Taurat jg dg sebutan tolol dan buta. Kasihan jg murid2 mrk ya? Apakah krn Kristian S. itu profesor dan punya gelar Ph. D., dia tak bisa tolol? Baca 1Kor 1:18-31! Saya akan debat terbuka dg dia dan Teguh Hindarto pd tgl 14 Juni yad, utk buktikan ketololannya. Saya tak takut profesor ataupun Ph. D. Anda juga boleh datang kalau mau. Jl Dinoyo 19b lantai 3, pk 17.30 WIB.
Biar lebih afdol… saya kutipkan beberapa tulisan Pdt. Budi Asali, MDiv:
• Saya tak peduli pengetahuan apa…
• Anda tak bisa menjawab serangan saya –>> berarti Pak Budi mengakui sedang “menyerang”
• Saya juga anggap Bambang sesat, tetapi krn hal2 lain –>> maksudnya Bambang Noorsena (siapa lagi yang Bapak anggap sesat???)
• Nonsense!
• Anda terus ngotot spt banteng menyeruduk tanpa otak!
• Omong kosong!
• krn bagi saya omongan anda memang omong kosong!
• Anda sedang ngelindur / mengigau?
• Saya tak peduli apa alasan PB ubah
• Tak peduli anda anggap yg mana yg asli, bagi saya aslinya bahasa Yunani. Kalau tak mau percaya, tetaplah dlm kebodohan anda. –>> yang tidak percaya = bodoh
• Anda yg tidak belajar shg ngawur saja
• ANDA BISA MEMBACA ATAU TIDAK?
• Saya tak peduli mereka mau gunakan kata itu bagaimana
• Argumentasi anda sgt konyol!
• Anda memang tak bisa membaca dg baik.
• Saya tak peduli dengan semua penjelasan bahasa Arab karena saya memang tak mengerti bahasa itu.
• Anda memang selalu menyimpulkan secara bodoh, krn itu tak heran bisa punya pandangan seburuk itu
• Anda memang tolol.
• saya sudah debat ratusan kali, selama puluhan tahun dg orang dr segala macam agama dan aliran –>> ya… mungkin talenta Bapak memang untuk berdebat…
Itulah cuplikan kata-kata “kasih” dari seorang Pendeta pengikut Kristus…
Tangggapan Pdt. Budi Asali:
Jangan kutip tanpa perhatikan kontextnya. Kalau anda perhatikan kontextnya anda akan lihat (kecuali anda buta atau bodoh) bahwa kata2 saya memang benar.
Kalau anda membaca Mat 23:14-dst tanpa pedulikan kontextnya apa pandangan anda ttg Yesus yg sebut ahli2 Taurat dan org2 Farisi sbg orang tolol, munafik, kuburan yg dilabur putih dsb. Apa pandangan anda ttg Paulus yg dlm Fil 3:2 sebut org sbg anjing? Apa pandangan anda ttg Yesus yg sebut org sbg babi dan anjing (Mat 7:6)?
Anda mengatakan saya menghakimi, tetapi tidakkah anda juga menghakimi saya dg kata2 anda?
dan jangan lupa yang ini:
• Saya tahu bahwa YAHWEH tidak bisa diterjemahkan. –>> yang ini saya sangat setuju Pak…
Tanggapan Pdt. Budi Asali:
Sama spt Yakub Sulistyo, anda jg nyeruduk saja tanpa otak. Kalahkan argumentasi saya, baru pertahankan pandangan anda.
Maaf disini saya hanya kutip potongan-potongan tulisan Pak Budi Asali yang “mengusik” saya.
Maaf Pak Budi, saya tidak berani berdebat dengan Bapak, saya bukan teolog, hanya jemaat awam yang sudah agak lama tidak nyaman menyebut Bapa dengan “Allah”, dan yang sekarang ‘berani’ menyebut Yahweh.
Terserah apa pendapat Bapak tentang saya, (mungkin Bapak anggap juga bodoh dan sesat) yang jelas, makin banyak yang meninggalkan kata “allah” dan mulai berani menyebut Yahweh. Silakan Anda pertahankan Allah, kami juga akan terus memberitakan nama Yahweh.
Tanggapan Pdt. Budi Asali:
Yesus dan KS memang sudah menubuatkan bahwa makin dekat akhir jaman makin byk org sesat. Jadi, tak perlu heran!
Jika Bapak tetap ngotot menggunakan kata Allah, itu sebenarnya Allah yang mana? silakan baca tulisan saya di bawah ini :
“ALLAH” yang mana?
Tanggapan Pdt. Budi Asali: —>> dipindahkan oleh Admin: Silakan lihat pada topik “ALLAH yang mana?” di http://gkmin.net/?p=85
Esra | May 28, 2008 | Reply
@Budi Asali (di-posting oleh Esra)
Yesus sebut org2 Farisi dan ahli2 Taurat jg dg sebutan tolol dan buta. Kasihan jg murid2 mrk ya? Apakah krn Kristian S. itu profesor dan punya gelar Ph.D., dia tak bisa tolol? Baca 1Kor 1:18-31! Saya akan debat terbuka dg dia dan Teguh Hindarto pd tgl 14 Juni yad, utk buktikan ketololannya. Saya tak takut profesor ataupun Ph.D
Apakah pendeta seperti Anda juga pasti benar?
silakan berdebat sampai puas, ketika Anda memenangkan debat itu, kemenangan Anda tidak menyurutkan kami untuk tetap memberitakan nama YHWH. Tugas kami hanya memberitakan, masalah terima atau menolak (seperti Anda) itu bukan urusan kami.
Dan untungnya, makin banyak yang menerima…,
Kami juga tidak takut sama argumentasi pendeta. Silakan terus menentang pemberitaan tentang nama YHWH, dan bahwa YHWH bukan Allah.
Kalau Yesus yang mengatakannya, saya terima Pak.. karena Dialah “kebenaran” (Yohanes 14:6) tetapi Anda bukan Yesus.
Jangan kutip tanpa perhatikan kontextnya. Kalau anda perhatikan kontextnya anda akan lihat (kecuali anda buta atau bodoh) bahwa kata2 saya memang benar.
bukankah disana sudah saya cantumkan LINK ke transkrip aslinya !,
pembaca bisa melihat sendiri keseluruhan diskusi Anda dengan Pak Yakub.
ya memang benar, itu kata-kata Anda, dan itu benar menurut Anda.
Sama spt Yakub Sulistyo, anda jg nyeruduk saja tanpa otak. Kalahkan argumentasi saya, baru pertahankan pandangan anda.
ha ha… itu kata-kata khas Anda?!
Pandangan saya tidak harus saya pertahankan karena dapat mengalahkan argumentasi Anda.
Kalau sudut pandangnya berbeda, dua pandangan tidak dapat “beradu”, karena tidak saling ketemu. Jadi, bukan tidak ada titik temu, karena sama-sama kuat argumentasinya, tapi karena argumentasi dibangun atas sudut pandang yang berbeda, nggak akan dapat ketemu.
Jadi saya berpendapat, debat terbuka Anda dengan Prof. Kristian dan Pdt. Teguh Hindarto, nanti, tidak akan ada titik temu, semua merasa menang, karena Anda tidak mau kalah, demikian juga lawan debat Anda.
Yesus dan KS memang sudah menubuatkan bahwa makin dekat akhir jaman makin byk org sesat. Jadi, tak perlu heran!
Oleh karena itu, menjelang akhir jaman ini, kami mulai kembali kepada “akar Ibrani”, menyebut Tuhan dengan “YHWH”, bukannya dengan “Allah” yang berasal dari Arab.
Kembali pada penyebutan Tuhan yang diajarkan oleh Nabi Musa, bukan yang diajarkan oleh Nabi Mohammad.
Jika ini Anda anggap sesat, ya silakan…, tetapi kami tidak merasa sesat, bahkan kami makin nyaman ketika “bergaul” dengan Bapa, karena jelas bahwa Bapa kami adalah Bapa YHWH, bukan Allah Bapa.
GK | May 29, 2008 | Reply
Saya melihat ini sebagai masalah “kontekstualisasi”.
Ketika LAI menterjemahkan kata Ibrani YHWH ke dlm bhs Indonesia, mereka mencari padanan kata yg sudah dikenal luas di Indonesia, dan kata yg dipakai adalah “Allah”. karena pd saat itu mayoritas bangsa ini memakai istilah “Allah” utk menyebut Tuhan pencipta.
Sama halnya dgn Alkitab yg dipakai org2 Amerika & Eropa (berbahasa Inggris), kata YHWH ditranslasikan ke dlm kata “God”.
Hal ini bukan sesuatu yg baru, karena bangsa Ibrani jg melakukan hal yg sama. Dalam sejarah religi dan budaya Yahudi, kata YHWH hanya ada dlm tulisan. Ketika menyebutkan nama tsb, mereka memakai sebutan ADONAI (tuan) yg berasal dr kata Adon.
Istilah EL, ELOHIM yg menunjuk pd Sang Pencipta, sesunguhnya bukan murni milik org Israel. Dalam sejarah bangsa2 yg mendiami Kanaan ribuan tahun lalu:
1. El -> merupakan dewa tertinggi Kanaaan
2. Elohim -> Sidang dewa2 Kanaan (banyak dewa).
Namun, orang Israel “mengambil alih” istilah EL, ELOHIM tsb dan memberi makna baru, yaitu menunjuk kepada Tuhan/pencipta.
Sy beri contoh:
Kej 1:1 berbunyi “Beresyit bara ELOHIM et hasyamayim…”
Mereka memberi “isi yg baru” kepada istilah ELOHIM, sehingga bukan lagi menunjuk pd dewa2 Kanaan, tetapi pd Tuhan pencipta.
Utk lebih jelas, dpt mempelajari buku2 ttg Teologi Perjanjian Lama, Sasta Ibrani, latar belakang dunia Perjanjian Lama dll.
Satu buku yg cukup baik adalah “Tema-tema dalam Teologi Perjanjian Lama” tulisan William Dyrnes.
Kalau mau JUJUR dan MENGIKUTI tradisi Ibrani, sesungguhnya kita tdk seharusnya menyebut Yahweh,Yehuwah,Jehovah,dll..
melainkan memakai sebutan ADONAI (karena itulah yg secara tradisi dipergunakan org2 Israel sebagai penerima Perjanjian Lama).
Bobby | Jun 2, 2008 | Reply
Buat GK, kenapa tidak berikan tanggapan terhadap semua argumen Pak Budi? Anda hanya tanggapi bagian2 yang rasanya masih bisa anda komentari tapi bagian2 yang lain kok diabaikan?
Saya minta berikan tanggapan anda untuk kata2 Pak Budi ini :
Budi Asali : Yesus sebut org2 Farisi dan ahli2 Taurat jg dg sebutan tolol dan buta. Kasihan jg murid2 mrk ya? Apakah krn Kristian S. itu profesor dan punya gelar Ph. D., dia tak bisa tolol? Baca 1Kor 1:18-31!
Berikan tanggapan anda!
Budi Asali : apa pandangan anda ttg Yesus yg sebut ahli2 Taurat dan org2 Farisi sbg orang tolol, munafik, kuburan yg dilabur putih dsb. Apa pandangan anda ttg Paulus yg dlm Fil 3:2 sebut org sbg anjing? Apa pandangan anda ttg Yesus yg sebut org sbg babi dan anjing (Mat 7:6)?
Berikan tanggapan anda!
Budi Asali : Anda mengatakan saya menghakimi, tetapi tidakkah anda juga menghakimi saya dg kata2 anda?
Berikan tanggapan anda!
Budi Asali : Saya yakin akan pandangan saya ttg kata ‘Allah’ dan sama sekali tidak merasa beresiko menyebutnya demikian. Saya tanya: Resiko apa yg anda akan alami kalau tetap menyebut ‘Allah’ dan ternyata salah menyebut? Apakah anda merasa akan masuk neraka krn hal itu? Ingat org Kristen diselamatkan oleh iman, bukan oleh ketaatan. Memang iman yg benar akan menghasilkan ketaatan, tetapi ketaatan tetap tidak menyelamatkan. Jadi, kalau saya beriman kpd Yesus, dan saya memang beriman, saya yakin saya selamat, tak peduli sebutan saya itu saya, apalagi kesalahan itu tidak saya sengaja! Utk anda saya nasehatkan: percayalah kpd Yesus sbg Tuhan dan Juruselamat, tanpa itu penyebutan yg paling benar tak ada gunanya.
Berikan tanggapan anda!
Budi Asali : Apa yg di atas anda tuliskan sbg pandangan anda sdh saya jelaskan dlm debat dg Yakub S. Anda tak punya argumentasi, hanya yg itu2 saja.
Berikan tanggapan anda!!
Budi Asali: Memang mungkin mrk bingung kalau tidak mengerti alasannya. Org Indonesia yg tak bisa berbahasa Inggris sama sekali jg akan bingung kalau org Amerika sebut ‘God’. Sangkanya mrk sebut Dia ‘got’ (saluran air). Lalu bgm? Mkr tak boleh sebut Dia ‘God’?
Berikan tanggapan anda!!!
Budi Asali : Saya kira anda juga tak bisa menjawab argumentasi saya, tetapi sama spt Yakub S, anda tetap mempertahankan pandangan salah anda.
Berikan tanggapan anda!
Budi Asali : Mengapa tak bicrakan kesalahan Yakub S., misalnya dg percaya PB bahasa aslinya adalah Ibrani? Tak ada yg lebih salah dr hal itu.
Berikan tanggapan anda!!!
Note : Kelihatan sekali bahwa anda hanya berikan tanggapan pada bagian2 yang anda masihg bisa tanggapi tapi ada begitu banyak bagian yang tidak ada tanggapi. Why? Tak bisa jawab? Dan ingat, kalau jawab jangan hanya bisa ngomong, berikan dasar kitab Sucinya. Kami tunggu tanggapan anda
esra | Jun 4, 2008 | Reply
Budi Asali : apa pandangan anda ttg Yesus yg sebut ahli2 Taurat dan org2 Farisi sbg orang tolol, munafik, kuburan yg dilabur putih dsb. Apa pandangan anda ttg Paulus yg dlm Fil 3:2 sebut org sbg anjing? Apa pandangan anda ttg Yesus yg sebut org sbg babi dan anjing (Mat 7:6)?
OK, kalau Yesus yang menyatakan, karena pengajaran Yesus adalah PASTI BENAR (sesuai dengan iman keyakinan kita) tetapi apakah pendapat Pak Budi “PASTI BENAR”, kenapa banyak juga teolog yang sepakat dengan Pak Yakub? Apakah kebenaran diukur dengan standar-nya Pak Budi Asali?
yang lain mirip…
Budi Asali : Anda mengatakan saya menghakimi, tetapi tidakkah anda juga menghakimi saya dg kata2 anda?
Kata-kata saya yang mana?
kalaupun ada, itu khan hanya reaksi karena “tidak nyaman” dengan ‘penghakiman’ Anda.
Budi Asali: Memang mungkin mrk bingung kalau tidak mengerti alasannya. Org Indonesia yg tak bisa berbahasa Inggris sama sekali jg akan bingung kalau org Amerika sebut ‘God’. Sangkanya mrk sebut Dia ‘got’ (saluran air). Lalu bgm? Mkr tak boleh sebut Dia ‘God’?
Masalahnya kita semua tahu bahwa “ALLAH” itu bagi umat muslim menunjuk pada “ALLAH” yang tidak dapat digantikan dengan kata-kata lain. (orang Musilim di seluruh dunia tetap menyebut “ALLAH” untuk Tuhan mereka. Apakah kita akan menutup mata terhadap fakta ini?
Budi Asali : Saya kira anda juga tak bisa menjawab argumentasi saya, tetapi sama spt Yakub S, anda tetap mempertahankan pandangan salah anda.
salah menurut Anda…
Budi Asali : Mengapa tak bicrakan kesalahan Yakub S., misalnya dg percaya PB bahasa aslinya adalah Ibrani? Tak ada yg lebih salah dr hal itu.
Saya tidak terlalu ‘peduli’ dengan hal itu, ini hanya masalah kata ALLAH untuk menyebut YHWH…
namun kita juga perlu melihat pandangan2 bahwa ada dugaan bahwa Injil Matius aslinya ditulis dalam bahasa Ibrani. Apakah pandangan demikian PASTI SALAH, belum tentu…
Note : Kelihatan sekali bahwa anda hanya berikan tanggapan pada bagian2 yang anda masihg bisa tanggapi tapi ada begitu banyak bagian yang tidak ada tanggapi. Why? Tak bisa jawab? Dan ingat, kalau jawab jangan hanya bisa ngomong, berikan dasar kitab Sucinya. Kami tunggu tanggapan anda
Apakah “Aku ini YHWH, itulah nama-Ku”, bukan berdasar Kitab Suci?
“jangan nama ilah lain keluar dari mulutmu” –>> bukan dari Kitab Suci?
“bibir bersih, yang menyebut nama YHWH…” –>> bukan dari Kitab Suci?
Justru kami pakai ayat-ayat Kitab Suci, maka kami mengakui bahwa nama Tuhan adalah YHWH, bukan Allah.
GK | Jun 4, 2008 | Reply
Buat GK, tolong ditanggapin posting dari Bobby (2 Juni 2008). Karena saya ingin tau argumentasi anda mengenai itu. Terima kasih.
Wong awam | Jun 6, 2008 | Reply
@Bobby
Ketika LAI menterjemahkan kata Ibrani YHWH ke dlm bhs Indonesia, mereka mencari padanan kata yg sudah dikenal luas di Indonesia, dan kata yg dipakai adalah “Allah”. karena pd saat itu mayoritas bangsa ini memakai istilah “Allah” utk menyebut Tuhan pencipta.
baca tulisan: http://gkmin.net/gk/NAMA_YAHWEH.pdf
juga: http://salatiga.890m.com/gk/lain%20REDEFINISI_DAN_REKONSEPSI_NAMA_ALLAH.pdf
Kalau mau JUJUR dan MENGIKUTI tradisi Ibrani, sesungguhnya kita tdk seharusnya menyebut Yahweh,Yehuwah,Jehovah,dll..
melainkan memakai sebutan ADONAI (karena itulah yg secara tradisi dipergunakan org2 Israel sebagai penerima Perjanjian Lama).
OK, lagu-lagu Israel juga menyebut “Yeshua Adonai…” Adon / Adonai = Tuan
bukan Allah Yeshua..
Tetapi apakah salah menyebut YHWH, sedangkan namaNya jelas YHWH, “Aku ini YHWH, itulah nama-Ku….”(Yesaya 42:8)
Menyebut “Allah”, itu ‘tradisi’ mana? kenapa malah diikuti?
Benarkah ‘Allah’ (tradisi yang diikuti di Indonesia ini) menunjuk pada YHWH? Coba tanyakan kepada orang Muslim (pemilik ‘tradisi’ itu)
GK | Jun 6, 2008 | Reply
Jadi bingung lagi saya, kalau benar bahwa ELOHIM arti awalnya adalah kumpulan dewa2 kanaan, kenapa Yesus waktu disalib memakai kata ELOHIM? Seandainya saja ada ayat di kitab suci dimana Yesus menggunakan “nama Tuhan” mungkin akan lebih mudah memahaminya. Kenapa di didalam Injil, Yesus memakai “sebutan” dari pada “nama”? atau mungkin ada Alkitab terjemahan lain yang menyebutkan bahwa Yesus pernah menyebut nama Tuhan? Atau karena nama YESUS adalah satu-satunya NAMA TUHAN, sehingga DIA tidak pernah menyebut nama diriNya sendiri? karena di PB juga menyebutkan bahwa Nama Yesus, adalah nama diatas segala nama. Mohon pencerahannya.
Wong awam | Jun 6, 2008 | Reply
@Wong Awam
Kalau yang saya pahami sekarang Elohim itu menunjuk pada “sesembahan” (jamak) Eloah/Elohe –>> menunjuk “sesembahan” (tunggal), El –>> menunjuk “sesembahan” tunggal (pasti menunjuk YHWH) …. BethEl (rumah El) “…El, Eloah Israel” -Kej. 33:20)
Maka sekarang sering disebut “YAHWEH Elohe”
GK | Jun 6, 2008 | Reply
Saya juga sudah baca beberapa referensi di internet bahwa Eloah/Elohe, waktu dibawa ke arab berubah menjadi Allah. Bisa jadi juga, karena dari sisi pengucapannya pun hampir mirip.
Sekarang GK malah memakai kata “kalau yang saya pahami sekarang”. Itu sama saja dengan “menurut saya” hanya mungkin diperhalus. Padahal GK sering mengkritik orang yang memakai kalimat “menurut saya”. Atau GK sendiri merasa bahwa referensi yang GK peroleh masih kurang? (Maaf bukan bermaksud menyudutkan GK, tapi kalau dilihat dari kalimat itu memang ada kesan bahwa gk masih ragu2).
Yah.. menurut saya memang sangat sulit untuk menelusuri asal muasal sebuah nama. Apalagi itu merupakan dari bahasa, bahasa adalah bagian dari budaya sebuah bangsa/masyarakat. Sedangkan budaya itu selalu ber-ubah2. Ada juga budaya saling adobsi. Jadi bisa dipertanyakan: “budaya manakah yang paling murni?”.
Selama ini perbedaan dan perdebatan adalah seputar Allah dan YHWH. Sedangkan NAMA YESUS tidak pernah ada masalah. Kenapa? karena menurut saya nama YESUS lah nama Tuhan yang sebenarnya. Sehingga tidak ada yang menyangsikan bahwa YESUS adalah TUHAN. Mungkin untuk saudara2 yang masih bimbang antara pemakaian Allah dan YHWH, nama YESUS lah solusinya.
Wong Awam | Jun 6, 2008 | Reply
Saya dibaptis 17 Agustus hampir 4 th lalu, , 5 bulan lalu… baru tahu kalau Bapa Elohim bernama Yahweh, bukan ‘a’.
Berapa lama saya switch ‘a’ menjadi Yahweh? Langsung hari itu juga… Kok susah-susah amat… orang2 yang begitu kuat mempertahankan sesembahan orang Islam? Jangan keraskan hati, bukankah kita semua masih belajar? Bukankah kita semua ingin selalu menerima kebenaran?
Puji Yahweh! Maju terus mas GK.
Sariah | Jun 6, 2008 | Reply
@Wong Awam,
ya.. yang saya pahami sekarang = menurut saya (tetapi artinya saya masih mungkin berubah pendapat, jika memang ada argumentasi yang lebih kuat), tetapi itu bukan berarti saya ragu-ragu.
tentang El, Eloah, Elohim menjadi “allah”, ah… masa Mas?
IsraEL –>> IsraIL (bukan IsraAL)
GabriEL –>> JibrIL (bukan JibrAL)
SamuEL –>> SamuIL (bukan SamuAL)
gimana Mas, masih pikir ALLAH bentukan dari El, Eloah, Elohim ??? (saya tidak paham bahasa Arab, tetapi kalau ngomong-omong dengan rekan-rekan Muslim, mereka tetap bertahan, Allah tidak dapat diganti dengan “Tuhan”, apalagi YAHWEH)
Coba deh.. diskusi dengan rekan-rekan Muslim. mengapa malah kita memaksakan menggunakan Allah untuk menyebut YHWH? — Lhan Nabi mohammad saja tidak mengajarkan bahwa Allah = Yahweh, lha kok kita sekarang malah memberi arti sendiri pada kata “Allah”.
Gimana Mas?
@Sariah
memang benar, saya lebih dari 20 tahun pakai “allah”, sekarang tidak lagi kok…,
teman saya ada yang 7 tahun lalu mulai mengikut Yesus, dan sekarang juga sudah tidak lagi menggunakan “allah”, padahal itu sudah digunakannya lebih dari 40 tahun, sejak dia belum ikut Yesus. Banyak teman lain yang dapat segera meninggalkan ‘allah’ sejak sadar Bapa kita bernama YHWH.
GK | Jun 6, 2008 | Reply
Maaf GK, saya bukan ahli bahasa, apalagi ahli sastra. Bentukan kata2 seperti yang GK jelaskan di atas memang masuk akal dari EL seharusnya menjadi IL bukan AL. Tetapi apakah bahasa mempunyai rumus pasti seperti itu? Seperti matematika 2+3=5? Bukankah ada kemungkinan bahwa perubahan kata itu tidak beraturan? Bagaimana dengan pendapat bahwa kata Allah sudah dipakai orang2 Kristen samaria sebelum masa pra-islam? Jadi sebenarnya orang Islam mengadopsi kata “Allah” sebelum al-quran itu sendiri di”terbitkan”?
Atau mungkin sebagai pembanding, apakah ada ayat di alquran yang menyatakan bahwa : “Akulah Allah, itulah namaku”. sehingga ada kepastian akan hal ini. Karena di Alquran memang hanya menggunakan kata ALLAH sebagai pengganti TUHAN, dan tidak pernah menyebutkan TUHAN ALLAH (seperti dalam Alkitab terjemahan LAI). Mungkin pemakaian 2 kata inilah yang membikin rancu, seandainya LAI hanya menggunakan 1 kata TUHAN, ALLAH, BAPA mungkin akan lebih jelas.
Orang muslim indonesia tentunya tidak akan mengganti Allah dengan Tuhan, karena memang alquran itu harus dibaca sesuai dengan bahasa aslinya/bahasa arab (tidak seperti Alkitab, sudah diterjemahkan ke banyak bahasa, tetapi apakah itu membuat mereka mampu memahami isi alquran itu sendiri?). Dalam pembicaraan sehari2 tentunya mereka masih memakai kata Tuhan sebagai pengganti Allah, apabila mereka berbicara dengan orang non muslim.
Mungkin untuk teman2 yang lain link dibawah bisa dipakai sebagai referensi juga
@GK
mungkin bisa menanggapi Link dibawah ini.
http://www.answering-islam.org/Bahasa/FAQ/MenjawabHujatan.html
@Sariah
Saya ingin bertanya, darimana anda tahu kalau BAPA bernama YHWH (Yahweh)?
Saya bukannya mengeraskan hati, seperti yang anda bilang bahwa “kita semua masih belajar”. Untuk itu saya sering bertanya ke GK masalah ini. Untuk merubah sesuatu apalagi menyebutkan nama sih gampang memang tidak susah. Saya juga biasa memanggil Bapa atau Yesus Tuhan, itu tidak salah kan? Saya cuma berpikir, kasihan sekali dong saudara2 seiman kita yang sudah biasa memakai kata Allah sebagai sebutan TUHAN. Menurut anda berapa perbandingan pemakai kata Allah dan YHWH? mungkin masih 95:5 atau bahkan 99:1. Berarti banyak sekali orang yang salah ya? Atau mungkin Bapa akan bilang : bodoh sekali kalian, tidak tahu namaKu? Apakah anda bisa berusaha memahami orang2 ini dari kacamata TUHAN?
Wong awam | Jun 7, 2008 | Reply
@Wong Awam
Mungkin pemakaian 2 kata inilah yang membikin rancu, seandainya LAI hanya menggunakan 1 kata TUHAN, ALLAH, BAPA mungkin akan lebih jelas.
Orang muslim indonesia tentunya tidak akan mengganti Allah dengan Tuhan, karena memang alquran itu harus dibaca sesuai dengan bahasa aslinya/bahasa arab (tidak seperti Alkitab, sudah diterjemahkan ke banyak bahasa, tetapi apakah itu membuat mereka mampu memahami isi alquran itu sendiri?).
memang penterjemahan LAI yang membuat rancu,
coba pilih: yang benar Tuhan Allah-ku apa Allah Tuhan-ku ? (itu ada di Alkitab lho..)
Seandainya LAI tetap menggunakan YHWH Elohim, atau Adonai YHWH, jelas tidak akan rancu,
YHWH diganti menjadi TUHAN (pada YHWH Elohim) dan diganti menjadi ALLAH (pada Adonai Yahweh)
kenapa YHWH tidak DIPERTAHANKAN tetap YHWH, padahal itu NAMA, Anda sudah membaca: http://www.gkmin.net/gk/Siapa_yang_Anda_sembah.pdf
mungkin bisa menanggapi Link dibawah ini.
http://www.answering-islam.org/Bahasa/FAQ/MenjawabHujatan.html
Saya tidak akan menanggapinya, itu khan orang yang keberatan jika Allah dianggap sebagai “dewa air” atau apapun yang bukan Tuhan, Saya SEBENARNYA tidak tahu arti Allah yang benar yang mana, sekalipun saya bisa MENGANGGAP arti Allah adalah ….
(silakan baca http://gkmin.net/?p=85 )
apakah Anda TAHU arti Allah yang sebenarnya? atau itu hanya ANGGAPAN Anda?
Saya ingin bertanya, darimana anda tahu kalau BAPA bernama YHWH (Yahweh)?
saya bantu jawab:
baca Yesaya 42:8
baca Yesaya 64:8
baca KAMUS Alkitab bagian belakang (TUHAN –>> Yahweh)
Kalau masih nggak yakin nama Bapa adalah Yahweh, silakan tanya sendiri kepada Bapa.
(Beberapa teman yang memiliki pengalaman spiritual berkaitan dengan hal ini, akhirnya dapat menerima dan yakin bahwa nama Bapa adalah Yahweh, dan kemudian meninggalkan Allah — tetapi hal ini tidak akan saya jadikan pembenaran, melainkan semakin menguatkan saya saja dalam pemberitaan nama Yahweh; sedangkan saya sendiri, lebih dahulu meninggalkan Allah dan baru belakangan ‘berani’ menggunakan nama Yahweh)
Kalau Anda yakin nama Tuhan adalah Allah (dari mana keyakinan itu?, dari mana Anda tahu bahwa Allah adalah Tuhan?), silakan itu ajarkan kepada anak-anak Anda, kepada orang lain juga.
Saya yakin nama Tuhan adalah YHWH (sesuai dengan Kitab Suci — Yesaya 42:8), dan itu yang saya sampaikan ke orang-orang lain, dan makin banyak yang menerimanya kok…
(ada teman yang sejak 9 tahun yang lalu diberitahu masalah ini, dan baru bulan lalu bisa menerima bahwa nama Tuhan adalah Yahweh, dan sekarang sudah tidak lagi menggunakan kata “Allah”. Ada rekan yang 7 tahun ragu-ragu, dan sekarang sudah mantab, menggunakan nama Yahweh dan bukan ‘Allah’)
Jika sekarang Anda masih ragu…, teruslah mencari, dan saya yakin suatu saat Anda akan menemukannya, paling terlambat, Anda akan menemukannya di akhirat dan bertemu Tuhan, dan Dia menyatakan “NamaKu sebenarnya adalah ….”
(dan saya yakin bahwa nama Tuhan adalah YHWH - Yahweh, karena itulah yang ditulis di Kitab Suci).
Jadi, sebenarnya keyakinan ini tidak perlu diperdebatkan, cukup kemukakan argumentasi saja, jika terima, ya pakai nama Yahweh, jika tidak terima ya silakan tetap pakai kata “Allah”.
Tetapi harus diakui bahwa pengguna nama Yahweh makin banyak…
Silakan Anda mempertahankan Allah, sampai kapan akan bertahan? sampai mati?
Teruslah bertanya pada TUHAN (bukan ‘Tuhan Allah’ lho…) Bertanyalah pada BAPA (bukan ‘Allah Bapa’ lho…), tanyakan pada Tuhan Yesus, siapa nama BAPA yang sebenarnya…
GK | Jun 7, 2008 | Reply
Tentu saja saya masih ragu2, karena kalau dilihat, argumentasi GK memang benar, tapi ada juga argumentasi orang2 lain dengan referensi sebegitu banyaknya yang juga benar menurut orang awam seperti saya. Yang saya soroti bukanlah penggunaan kata YHWH (karena di bible memang ada), tetapi kata Allah. Sedangkan GK sendiri menulis bahwa GK tidak tahu arti Allah yang sebenarnya (yang paling benar).
Jadi bagaimana ya?
Yah..ujung2nya memang kalau ingin mengenal Tuhan lebih dekat, tidak bisa mengandalkan referensi orang lain, logika ataupun ilmu pengetahuan. Bergumul secara pribadi dengan Tuhan jauh lebih efektif untuk mengenal Tuhan yang sesungguhnya. Tapi hal itupun tidaklah gampang.
@Sariah
sebenarnya saya masih menunggu jawaban anda tentang: bagaimana anda tau bahwa Bapa Elohim bernama Yahweh, bukan Allah. Apakah dari pergumulan pribadi? Penampakan Tuhan, referensi, atau bahkan kata hati? Mungkin itu bisa membantu saya mengenal nama TUHAN. (sekali lagi bukan YAHWEH yang saya soroti, tapi Allah). Siapa tau TUHAN menampakan diri kepada saudara dan berkata : “Aku ini Tuhan, YAHWEH-lah namaKu bukan Allah.”
Wong Awam | Jun 7, 2008 | Reply
@Wong Awam, Shalom…
Saya pertama-tamanya bukan mencari mengapa Yahweh, tetapi mengapa Yesus.
Saya masih sangat muda di dalam Tuhan, tetapi saya sangat mencintai-Nya. Dulu saya tidak percaya adanya Tuhan, sampai satu waktu saya pernah mati, keluar dari tubuh dan melihat tubuh saya di kasur.
1 Bulan lahir baru, ada yang menelpon dan desperate minta pelepasan, pada akhirnya saya mempunyai pengalaman mengenai roh-roh jahat, talisman, dan lainnya.
Pada saat saudara seiman mengirimkan kitab suci ILT, saya tidak tertarik membuka kitab suci tersebut, saya masih terus menulis dan memberi kesaksian kepada orang-orang dengan menggunakan LAI.
Saya juga cukup lumayan banyak menulis kesaksian2 pelayanan dan kejadian hidup setelah hidup bersama Tuhan, juga membongkar satu persatu paganism yang diblend menjadi satu dengan ajaran Tuhan Yesus.
Sampai satu waktu, ada yang tersirat di hati saya, darimana datangnya nama Yesus? Dan hasil pencarian itu cukup mengejutkan.
Roh Kudus membawa saya untuk mengganti nama Yesus menjadi nama Ibrani, (tentu saja itu terserah saya)… dan saya sempat menolak… Saya protes pada Tuhan, mengapa selama ini saya menengking, memuja, dan orang-orangpun sembuh di dalam nama Yesus?
Tetapi saya seakan-akan ‘diberitahu’ seorang ibu yang sering diserang iblis (sudah 3 tahun), yang tidak membaik, didoakan dan ditengking dengan nama Yahoshua. Dan ternyata si ibu ini stop diserang iblis lagi.
Setelah kejadian ini, saya mulai membiasakan diri memanggil nama Yesus dengan Yahoshua, dan saya mulai mencari, nama Bapa… dengan membuka kitab suci ILT.
Dengan membaca ayat-ayat di bawah ini, saya semakin mengerti, bahwa nama aslinya Tuhan Yesus serta Bapa sangat penting dan juga Bapa ingin kita semua memanggil nama-Nya.
Yes 42:8
Akulah YAHWEH, itulah nama-Ku, dan Aku tidak akan memberikan kemuliaan-Ku kepada yang lain, dan pujian-Ku kepada patung.
Roma 10:13
Sebab setiap orang yang berseru kepadanama YAHWEH, dia akan diselamatkan.
Kisah Rasul 4:12: Dan keselamatan tidak ada di dalam nama siapa pun yang lain, karena di kolong langit ini tidak ada nama yang lain, yang telah diberikan kepada manusia, yang di dalamnya kita dapat diselamatkan.”
1 Raja 8:43; 2 Taw. 6:33 ; Yesaya 52:6 ; Yer 16:21 ; Yeh 36:23
Yohanes 5:43
“Aku telah datang dalam nama Bapa-Ku”
Yohanes 17:11
“peliharalah mereka di dalam nama-Mu”
Yohanes 17:12
“Aku senantiasa memelihara mereka di dalam nama-Mu”
Yohanes 5:43
“Aku telah datang dalam nama Bapa-Ku, dan kamu tidak menerima Aku. Jika orang lain datang dalam namanya sendiri, kamu akan menerimanya”
Yoel 2:31-32
Matahari akan berubah menjadi gelap, dan bulan menjadi darah, sebelum datangnya hari YAHWEH yang dahsyat dan menakjubkan.
Dan akan terjadi, setiap orang yang berseru kepada nama YAHWEH akan diselamatkan; karena di gunung Sion dan di Yerusalem akan terjadi keselamatan,
Yeremia 23:26-27
Sampai kapan hal ini ada di dalam hati para nabi yang menubuatkan dusta; ya, mereka dalam hatinya adalah para nabi pembohong
Yang berencana untuk membuat umat-Ku melupakan nama-Ku dengan mimpi-mimpi mereka, yang mereka ceritakan seorang kepada sesamanya, sebagaimana yang leluhur mereka telah melupakan nama-Ku karena Baal
Kel 3:14-15
Dan berfirmanlah Elohim kepada Musa,”Aku Ada Yang Aku Ada.” Lalu Dia berfirman,”Engkau akan mengatakan hal ini kepada bani Israel: Aku Ada telah mengutus aku kepadamu.”
Dan Elohim berfirman lagi kepada Musa,”Katakan demikian kepada bani Israel: YAHWEH, Elohim leluhurmu, Elohim Abraham, Elohim Ishak dan Elohim Yakub, telah mengutus aku kepadamu. Itulah nama-Ku untuk selama-lamanya dan itulah pengingat bagi-ku turun menurun.”
Yehezkiel 39:7
Aku akan memperkenalkan nama kudus-Ku di tengah-tengah umat-Ku Israel. Dan Aku tidak akan membiarkan nama kudus-Ku dicemarkan lagi, Dan bangsa-bangsa akan mengetahui bahwa akulah YAHWEH, Yang Mahakudus ada di Israel.
Yes 43:11
Aku adalah YAHWEH dan tidak ada Juruselamat selain Aku.
Yer 16:21
Oleh sebab itu, lihatlah Aku akan membuat mereka mengetahui; waktu ini, aku akan membuat mereka mengetahui tangan dan keperkasaan-Ku dan mereka akan mengetahui bahwa nama-Ku adalah YAHWEH.”
Yes 42:8-9
Akulah YAHWEH, itulah nama-Ku, dan Aku tidak akan memberikan kemuliaan-Ku kepada yang lain, dan pujian-Ku kepada patung.
Lihatlah, hal-hal yang terdahulu telah datang, dan Aku menyatakan hal-hal yang baru; sebelum itu semuanya terjadi, Aku membuat engkau mendengarnya.”
Yes 52:5b-6
Dan nama-Ku dihujat terus menerus setiap hari.
Sebab itu umat-Ku akan mengenal nama-Ku. Demikianlah akan terjadi pada hari itu, bahwa Akulah Dia yang berfirman. Dengarlah Aku!”
Hosea 2:16-17
“Maka akan terjadi pada hari itu,” firman YAHWEH, “Engkau akan memanggil Suamiku! Dan tidak akan lagi memanggil:Baalku!
Sebab, Aku akan menyingkirkan nama para Baal dari mulutnya dan nama-nama mereka tidak akan diingat-ingat.
Mazmur 103:1
Dari Daud. Berkatilah YAHWEH, hai jiwaku, dan segenap batinku, berkatilah nama kudus-Nya!
Mal 3:16
Kemudian, orang-orang yang takut akan YAHWEH akan berbicara bersama, masing-masing kepada sesamanya. Dan YAHWEH memperhatikan dan mendengarkannya. Dan sebuah kitab pengingat telah ditulis di hadapan-Nya bagi mereka yang takut akan YAHWEH, dan bagi mereka yang menghormati nama-Nya.
Mazmur 91: 14
Sebab, Ia telah mengasihi Aku, maka Aku akan membebaskan dia, Aku akan menempatkannya di tempat yang tinggi, karena dia telah mengenal nama-Ku.
Zak 13:9
Dan Aku akan membawa yang sepertiga itu ke dalam api, dan Aku akan memurnikan mereka, seperti yang memurnikan perak, dan Aku akan menguji mereka seperti yang menguji emas. Mereka akan berseru kepada nama-Ku dan Aku akan menjawab kepadanya Aku akan mengatakan,”Mereka adalah umat-Ku, dan mereka akan menjawab YAHWEH adalah Elohim kami!”
Maleakhi 1:6
“Seorang anak akan menghormati bapaknya dan seorang hamba akan menghormati tuannya. Dan jika Aku adalah seorang Bapa, dimanakah hormatmu kepada-Ku? Dan jika Aku adalah Tuan, dimanakah takutmu kepada-Ku,” YAHWEH Tsebaot berfirman kepadamu,”Hai imam-imam yang merendahkan nama-Ku!” Tetapi kamu mengatakan ”Dengan cara bagaimanakah kami telah merendahkan nama-Mu?”
Untuk saya pribadi pengalaman, pencarian dan belajar membuka kitab suci membuat saya semakin yakin, siapa Tuhan yang saya sembah, dan siapa Bapa-Nya.
YBU
Sariah | Jun 7, 2008 | Reply
@Sariah
Panjang gak pa2, salut kutipan ayat2 KS-ILTnya, setahu saya belum ada yang elektronik, jadi itu Anda tulis sendiri?
Terimakasih, telah ‘berbagi pengalaman’, sekalipun pengalaman itu sangat subjektif, tapi itu menguatkan. sy juga punya teman yang diikuti roh jahat dan sudah ‘ditangani’ oleh beberapa hamba “Tuhan” tidak dapat lepas. Suatu ketika saya datangi, mau saya kasih tahu, bahwa saya ‘tahu’ nama yang ‘punya kuasa’ yaitu Yahweh, eh…, ternyata dia sudah tahu, yakni karena baca Kamus Alkitab LAI di bagian belakang, ada ditulis YAHWEH, dia berdoa sendiri pakai nama Yahweh, beberapa roh jahatnya keluar. Semula dia pakai “Allah Yahweh”, kemudian sy kasih tahu, gak usah dicampur pakai Allah, sekarang dia mantap pakai Yahweh, tidak pakai “Allah” lagi, dia penganut Katholik.
Saya punya beberapa cerita lagi, tapi hanya saya ceritakan secara lisan, tidak tertulis, itupun tidak kepada semua orang. Intinya, Yahweh memang “luar biasa”. Tidak perlu ragu dengan nama itu. Dan tidak perlu menggunakan kata “Allah” untuk menyebut DIA.
Terima kasih Anda telah “sedikit” mengungkapkan pengalaman Anda.
OK jika Anda pakai nama Yahoshua, itu nama ada di Kitab Suci, tetapi saya/kami pilih “Yeshua”. (ini juga kami diskusikan di Salatiga, dan rekan2 di Salatiga, tetap pakai Yeshua, tetapi kami tidak menolak “Yahoshua”. Tetapi kalau “Yahshua” memang kami “pertanyakan”, karena nampaknya di Kitab Suci, tak ada tulisan Yahshua. (tetapi ya biar mereka punya argumentasi sendiri)
– lihat Yeshua dalam text Ibrani, pas dengan menorah.–
coba baca juga: http://gkmin.net/?p=81
@Wong Awam
Siapa tau TUHAN menampakan diri kepada saudara dan berkata : “Aku ini Tuhan, YAHWEH-lah namaKu bukan Allah.”
Saya punya teman yang bertanya kepada Bapa, siapa namaNya? dijawab:”Yahweh”, bagaimana jika Bapa dipanggil Allah? “sebenarnya Aku berduka”.
Itu jawaban yang diperoleh dari seorang teman, yang belum lama masuk Protestan (semula Katholik) dan sekarang dia mantap menggunakan nama Yahweh. Ini juga pengalaman pribadi dan subyektif, tetapi ini menguatkan sy, sebab teman ini semula tidak peduli dengan nama Tuhan, hingga dia bertanya dan dapat jawaban demikian. Teman ini sama sekali tidak punya “kepentingan” dengan penyebutan Yahweh, bahkan itu membuat dia harus meralat ‘keyakinan’nya selama lebih dari 25 tahun.
Pengalaman ini diceritakan kepada seorang pendeta, dan sekarang pendeta ini tidak lagi menggunakan “Allah” melainkan “Tuhan” dan “Bapa”, karena pendeta ini ‘belum berani’ menyebut “Yahweh”. Sama sekali pendeta itu tidak ‘protes’ dengan kesaksian teman ini. Karena memang jika ditelusur lebih teliti, penggunaan kata “Allah” khan hanya karena “sudah dari dulu begitu…” atau “sudah biasa begitu..”, tak pernah dipertanyakan, “Bagaimana jika Bapa dipanggil Allah”.
Orang-orang Kristen saja yang terlalu “PD” menyatakan, “Tuhan itu Maha Tahu, dipanggil apapun Dia mengerti, yang penting maksud hati kita memanggi DIA, tetapi tidak pernah mencoba ‘berempati’ bagaimana jika Bapa Yahweh itu dipanggil ‘Allah’.
Tetapi ya sekali lagi…. SILAKAN jika Anda yakin bahwa memanggil Dia dengan ALLAH itu sudah “baik dan benar”.. silakan.. tapi kami tidak demikian, dan itu hasil pencarian kami selama ini, bukan “dari dulu sudah begitu”.
Selamat mencari…, Anda akan menemukan
baca dulu: http://gkmin.net/?p=90
GK | Jun 7, 2008 | Reply
@GK, ILT belum ada yang elektronik… semoga ada sebentar lagi…
===
Yang lucu, si ibu yang sering diserang iblis ini (kalau sedang diserang sampai diguncang2 dan dibanting ke tanah), diancam untuk tidak menggunakan nama Yahoshua dan nama Bapa Yahweh hahaha…. si iblisnya ngomong:”namanya tidak cocok, namanya tidak cocok, saya tidak suka!” Mereka memang ketakutan.
HalleluYah… Praise Yah!
Sariah | Jun 8, 2008 | Reply
@Sariah,
Anda nggak tanya, maunya iblis pakai nama apa/siapa? (yang dia/mereka suka he he he…)
GK | Jun 8, 2008 | Reply
@GK… Saya kuatir banyak yang tersinggung, kalau saya beri tahu jawabannya, mari ah maju terus di dalam nama YHWH!
Sariah | Jun 8, 2008 | Reply
TANGGAPAN LANJUTAN BUDI ASALI UNTUK GK
Budi Asali : apa pandangan anda ttg Yesus yg sebut ahli2 Taurat dan org2 Farisi sbg orang tolol, munafik, kuburan yg dilabur putih dsb. Apa pandangan anda ttg Paulus yg dlm Fil 3:2 sebut org sbg anjing? Apa pandangan anda ttg Yesus yg sebut org sbg babi dan anjing (Mat 7:6)?
GK : OK, kalau Yesus yang menyatakan, karena pengajaran Yesus adalah PASTI BENAR (sesuai dengan iman keyakinan kita) tetapi apakah pendapat Pak Budi “PASTI BENAR”, kenapa banyak juga teolog yang sepakat dengan Pak Yakub? Apakah kebenaran diukur dengan standar-nya Pak Budi Asali? yang lain mirip…
Tanggapan Budi Asali:
Pandangan saya pasti benar selama saya mendasarkan pd Firman Tuhan yg ditafsirkan secara benar. Tetapi kalau anda tak mengerti penafsiran, maka anda memang akan sukar menilai. Tetapi perdebatan saya dg Yakub S, sudah jelas menunjukkan bagi setiap org yg berpikiran fair bahwa ia tak bisa menjawab argumentasi saya, dan selalu lari dr serangan.
Banyak teolog mana yg setuju dg Yakub S? Dan apa definisi anda ttg kata ‘teolog’? Apa seadanya pdt, bahkan yg tidak sekolah, atau yg sekolah di sekolah2 yg tak bermutu, anda sebut sbg teolog? Dan satu hal anda perlu tahu, ajaran / praktek sesesat apapun, atau sekonyol apapun, atau setidak-alkitabiah apapun, selalu ada pengikutnya.
Budi Asali : Anda mengatakan saya menghakimi, tetapi tidakkah anda juga menghakimi saya dg kata2 anda?
GK : Kata-kata saya yang mana?
kalaupun ada, itu khan hanya reaksi karena “tidak nyaman” dengan ‘penghakiman’ Anda.
Tanggapan Budi Asali:
Dg mengatakan bahwa saya menghakimi, kan anda menyalahkan saya, Itu kan sama dg menghakimi. Itu reaksi, ya betul, tetapi kata2 saya thdp Yakub S, juga reaksi saya atas kesesatannya dan kepengecutannya, yg selalu lari dr pokok perdebatan.
Budi Asali: Memang mungkin mrk bingung kalau tidak mengerti alasannya. Org Indonesia yg tak bisa berbahasa Inggris sama sekali jg akan bingung kalau org Amerika sebut ‘God’. Sangkanya mrk sebut Dia ‘got’ (saluran air). Lalu bgm? Mkr tak boleh sebut Dia ‘God’?
GK : Masalahnya kita semua tahu bahwa “ALLAH” itu bagi umat muslim menunjuk pada “ALLAH” yang tidak dapat digantikan dengan kata-kata lain. (orang Musilim di seluruh dunia tetap menyebut “ALLAH” untuk Tuhan mereka. Apakah kita akan menutup mata terhadap fakta ini?
Tanggapan Budi Asali:
Anda kelihatannya tidak membaca tulisan itu dg teliti / menyeluruh. Itu sudah ada dlm tulisan itu, dan saya tak mau ulang di sini.
Budi Asali : Mengapa tak bicrakan kesalahan Yakub S., misalnya dg percaya PB bahasa aslinya adalah Ibrani? Tak ada yg lebih salah dr hal itu.
GK : Saya tidak terlalu ‘peduli’ dengan hal itu, ini hanya masalah kata ALLAH untuk menyebut YHWH…namun kita juga perlu melihat pandangan2 bahwa ada dugaan bahwa Injil Matius aslinya ditulis dalam bahasa Ibrani. Apakah pandangan demikian PASTI SALAH, belum tentu…
Tanggapan Budi Asali:
Adalah omong kosong Matius ditulis dlm Ibrani. Dan kalaupun Matius dlm Ibrani, bgm dg sisa Kitab Suci yg lain. Lukas org Yunani, menulis kpd Theofilus, yg jg org Yunani, jadi tak mungkin menulis dlm Ibrani. Tetapi dlm Lukas, tetap saja Yesus mengubah nama YHWH menjadi KURIOS / Tuhan. Ini berkali2 terjadi khususnya dlm pencobaan di padang gurun (Luk 4), dan jg dlm ayat2 lain. Saya hanya perlu satu bukti dr PB, bahwa ayat PL dikutip, dan YHW diganti KURIOS, maka itu otoritas ilahi utk mengganti YHWH dg KURIOS / Tuhan!
Note : Kelihatan sekali bahwa anda hanya berikan tanggapan pada bagian2 yang anda masihg bisa tanggapi tapi ada begitu banyak bagian yang tidak ada tanggapi. Why? Tak bisa jawab? Dan ingat, kalau jawab jangan hanya bisa ngomong, berikan dasar kitab Sucinya. Kami tunggu tanggapan anda
GK : Apakah “Aku ini YHWH, itulah nama-Ku”, bukan berdasar Kitab Suci?
“jangan nama ilah lain keluar dari mulutmu” –>> bukan dari Kitab Suci?
“bibir bersih, yang menyebut nama YHWH…” –>> bukan dari Kitab Suci?
Justru kami pakai ayat-ayat Kitab Suci, maka kami mengakui bahwa nama Tuhan adalah YHWH, bukan Allah.
Tangapan Budi Asali:
Saya sudah menanggapi ayat2 itu, tak ada yg saya hindari. Anda yg tak baca dg teliti. Baca lagi sendiri, saya tak mau ulang.
Jg sekarang saya sdg mengadakan seminar berseri ttg YHWH-isme, dan kalau sudah selesai, bukunya pasti masuk web, dan itu akan memberikan argumentasi lengkap. Tunggu dan baca sendiri nanti.
Pdt Budi Asali
esra | Jun 8, 2008 | Reply
Mengenai seminar tersebut, silakan ‘latihan’ dulu di http://ksugiyarto.multiply.com/
Sariah | Jun 9, 2008 | Reply
@Sariah
@GK… Saya kuatir banyak yang tersinggung, kalau saya beri tahu jawabannya, mari ah maju terus di dalam nama YHWH!
OK, saya tahu, ada beberapa “rahasia Bapa” yang memang tidak perlu diungkapkan secara terbuka.
Kami (beberapa orang di Salatiga) juga punya “rahasia” yang belum kami akan ungkap, yang diperoleh dari pencarian spiritual — sebab, kalaupun kami ungkap, paling-paling dicemooh, atau ditentang dengan berbagai argumentasi. Atau malah dianggap ‘ajaran sesat’ dan risiko nya jelas ’sangat besar’. Oleh sebab itu, biar “rahasia Bapa” itu kita pegang, dan membuat kita makin “kuat” dalam hidup di dunia ini.
Tentang ‘rahasia Bapa’ itu, sedikit saya ‘pancing’ tetapi belum ada tanggapan yang ‘berarti’, misalnya di topik:
http://gkmin.net/?p=95 dan http://gkmin.net/?p=88
Kami belum tahu, kapan kami akan membahas itu secara ‘tuntas’, prioritas kami sekarang adalah ‘menyebarluaskan’ tentang nama Yahweh, itu ‘tugas’ yang kami emban sekarang, sekalipun banyak penentangnya, tetapi sudah terbukti, makin banyak yang menerimanya.
(bahkan, jika semua ‘rahasia Bapa’ diungkapkan, Bapa sudah pesan, akan ada banyak anak Tuhan yang menjadi korban (di dunia ini), karena si jahat, tidak senang jika banyak orang mengerti ‘kebenaran’. — jadi…, selamat melayani, dan jangan lupa minta perlindungan pada Bapa Yahweh) YBU.
@esra (Budi Asali)
OK, silakan Anda berpendapat demikian, jika itu yang Anda yakini. Kami berpegang bahwa nama Bapa adalah YHWH, dan Bapa tidak perlu dipanggil dengan “Allah”. Silakan Anda anggap kami sesat, bodoh, atau apapun sebutan Anda. Itu tidak menyurutkan “perjuangan” kami memberitakan nama Yahweh.
Semua akan kita pertanggungjawabkan kepada Bapa . Dan kami siap menanggung segala ‘risiko’ dengan pengajaran kami ini. Anda pun harus siap mempertanggungjawabkan ‘ajaran’ Anda.
Kami sudah menyampaikan pandangan kami kepada Anda, dan itu sudah cukup. Tugas kami selesai.
Anda menolak, kami tidak rugi,
Anda menerima, kami tidak untung,
banyak orang yang mengikuti ‘ajaran’ Anda, itupun tidak membuat kami ragu dengan keyakinan kami, bahwa nama Tuhan adalah YHWH, dan seharusnya tidak disebut dengan “Allah”.
Jangan hanya berargumentasi panjang lebar, tetapi coba cari “jawaban” Bapa, “Bagaimana jika Dia dipanggil ‘Allah’?” Tanyakan secara sungguh-sunggh, kepada Bapa (ingat.., jangan kepada Allah Bapa…, jangan kepada Tuhan Allah…). Sebab…, jawaban Bapa, lebih berarti daripada semua pikiran manusia tentang Dia. Silakan mencari secara spiritual/ supranatural…kalau sudah dapat jawaban, silakan Anda ceritakan pengalaman spiritual pencarian Anda, secara jujur.
Maaf, inilah argumentasi terakhir kami, yakni pencarian dan pengalaman spiritual. Dan pencarian/pengalaman kami membawa kepada keyakinan bahwa Yahweh seharusnya tidak dipanggil Allah.
Jangan menutup mata pada pengalaman-pengalaman spiritual orang-orang yang ‘ditemui’ Tuhan.
GK | Jun 9, 2008 | Reply
@GK, sekarang yang terjadi di sekitar kita anak-anak Tuhan yang dibukakan kebenaran dan menerimanya itu yang akan ‘dihakimi’ dunia (=penganut Jesus only). Persis seperti kejadian Pak Pdt. Yakub Sulistyo.
Yang menyeramkan, gereja-gereja Kristen menjadi anti Mesias, menolak mentah-mentah YHWH dan juga Anak-Nya.
Saya dan rekan-rekanpun dijuluki si antikris, biarlah, tidak mengapa…. asal bukan anti Mesias dan anti Yahweh.
Mengenai akhir jaman, menurut saya… mas GK sudah tahu apa yang akan terjadi. Biarlah kita tetap tegar di dalam YHWH. YBU
Sariah | Jun 9, 2008 | Reply
@Sariah
Terima kasih atas penjabaran dari Kitab Suci (ILT) yang anda berikan. Tetapi kalau anda tau nama Tuhan bukan Allah dengan membaca Kitab Suci terjemahan, ya belum bisa saya terima. Karena orang lain juga mengenal nama Allah dari membaca kitab suci terjemahan (proses yang sama).
mungkin sebaiknya Anda juga jangan terlalu memojokkan pandangan orang lain dan menghakimi bahwa penganut Jesus only = dunia (orang yang tidak mengenal Tuhan). Semuanya kan butuh proses, apalagi masalah keyakinan. Mungkin anda sudah ditunjukkan/dibukakan jalan, orang lain mungkin belum, atau memang jalan dan cara Tuhan berbeda-beda?
Apakah anda juga bisa menjelaskan, mengapa di PB tidak ada ayat yang menyebutkan Yesus/Yeshua/Yahoshua menyebut nama Bapa dengan nama YHWH? Kenapa Yesus hanya menyebut dengan sebutan saja? (BAPA, TUHAN). Sehingga bisa tersirat dibenak orang2 bahwa nama BAPA itu tidak penting?
Waktu anda mengusir setan dalam nama Yesus, banyak setan yang pergi (berarti nama itu memang berkuasa). Sekarang waktu ada setan yang tidak mau pergi waktu anda tengking dalam nama Yesus, anda merubahnya dengan nama Yahoshua. Bagaimana seandainya ada setan yang tidak mau pergi waktu ditengking dengan nama Yahoshua? apakah anda akan menggantinya juga? atau mungkin ada setan indonesia dan setan ibrani? sehingga nama-nya harus disesuaikan? Kenapa anda tidak mencoba instrospeksi iman anda waktu anda gagal mengusir setan?
Bagaimana juga menurut anda jika GK mengusir setan dengan nama Yeshua?
Sekarang anda menyinggung tentang akhir jaman. Menurut anda siapakah yang akan masuk ke kerajaan sorga? Apakah orang yang mengenal nama Tuhan? Apakah orang yang berseru Tuhan Tuhan? Ataukah orang2 yang menurut kehendakNya?
@GK
(seperti statement Sariah : Mengenai akhir jaman, menurut saya… mas GK sudah tahu apa yang akan terjadi.)
apakah benar anda sudah tau akhir jaman seperti apa?
Maaf kalau banyak yang menyimpang dari topik.
Wong awam | Jun 9, 2008 | Reply
@Sariah
Roma 10:13
Sebab setiap orang yang berseru kepada nama YAHWEH, dia akan diselamatkan.
Sariah, Rasul Paulus menulis kitab Roma dalam bahasa Yunani. Dan dalam kitab Roma 10:13, kata yang digunakan utk Tuhan adalah “Kurios”, bukan “YAHWEH”. Anda ini mengerti bahasa asli Alkitab atau tidak? Jangan mengganti seenaknya bahasa asli Alkitab. Saya sarankan Anda mengikuti kuliah Teologi, supaya mengerti.
@GK
Kami berpegang bahwa nama Bapa adalah YHWH.
Seyakin apa? Saya ada argumentasi Alkitabiah yang saya rasa patut Anda dan kita semua renungkan.
Ibrani 3:7-11, “ Sebab itu, seperti yang dikatakan Roh Kudus: “Pada hari ini, jika kamu mendengar suara-Nya, janganlah keraskan hatimu seperti dalam kegeraman pada waktu pencobaan di padang gurun, di mana nenek moyangmu mencobai Aku dengan jalan menguji Aku, sekalipun mereka melihat perbuatan-perbuatan-Ku, empat puluh tahun lamanya. Itulah sebabnya Aku murka kepada angkatan itu, dan berkata: Selalu mereka sesat hati, dan mereka tidak mengenal jalan-Ku…”
Apa yang tertulis dalam kitab Ibrani tersebut dikutip penulisnya dari Mazmur 95:1-11. Mazmur tersebut menyebut dengan jelas bahwa YHWH adalah Elohim (ayat 1, 7).
Nah PERHATIKAN, korelasi antara Mazmur 95:1-11dengan Ibrani 3:7-11. Dalam Ibrani 3:7-11, Alkitab dengan tegas menyebutkan bahwa YHWH adalah Roh Kudus. Seperti ditulis “Sebab itu seperti dikatakan Roh Kudus…” tadi.
Jadi, apakah nama YHWH identik dengan Bapa? Tidak, bukan.
YHWH adalah nama diri Tuhan yang direvelasikan dalam Perjanjian Lama. Memasuki masa Perjanjian Baru, Yehoshua/Yeshua telah menyingkapkan kepada kita semua identitas YHWH itu, yaitu seperti yang dikatakan Tuhan sendiri dalam Matius 28:19, “…baptislah mereka dalam nama BAPA, dan ANAK dan ROH KUDUS.”
Apa artinya? YHWH adalah Sang BAPA, ANAK dan ROH KUDUS. YHWH tidak ekslusif hanya menunjuk kepada BAPA.
Saya tidak anti BAPA = Yahweh. Saya hanya mau memberi sumbangan pemikiran berdasarkan apa yang telah saya pelajari dalam perkuliahan Teologi, pelayanan maupun perjalanan kerohanian. Semoga bisa menjadi berkat bagi para pembaca sekalian.
My blog: http://rotihidup.co.cc
Bobby | Jun 10, 2008 | Reply
sori saya ikutan.kalau menurut saya, seorang bisa menerima Yesus Kristus sebagai Juruselamat bukan karena dia MAU atau dia BISA tapi karena Yesus sendiri yang menangkapnya. Demikian pula mengenai keyakinan malah YHWH atau ALLAH. Tidak semua orang bisa mengerti karena memang waktu untuk dia belum sampai ke sana. Jadi yang setuju, ya jangan panggil nama ALLAH lagi sesuai dengan keyakinan anda. Kalau anda tidak setuju,ya tetaplah pada keyakinan anda.Karena kita akan dihakimi menurut keyakinan kita nanti. syalom untuk semuanya TUHAN YESUS KRISTUS MEMBERKATI.
teddys | Jun 12, 2008 | Reply
@teddys
nah.. gitu mungkin lebih baik, yang tidak setuju ya nggak usah bilang “bodoh dan sesat”.
juga jangan jengkel dengan orang-orang yang ‘mau’ setuju, dan ternyata makin banyak yang setuju.
GK | Jun 12, 2008 | Reply
@Teddys
Mungkin bukan itu inti dari topik yang dibuka oleh GK ini. Dari awal juga GK tidak pernah memaksakan pemakaian nama YHWH untuk dipakai oleh semua orang Kristen. Cuma forum ini dibuka untuk berdiskusi, selama kita bisa beragumentasi dengan dasar kasih, tanpa pemaksaan dan olok2 satu sama lain saya kira masih wajar2 saja.
Orang yang sudah setuju dan tidak setuju tentunya karena sudah punya dasar dan pertimbangan yang kuat. Bagaimana dengan yang masih ragu2? Mungkin lewat diskusi ini bisa dibukakan mana yang lebih tepat. Pergumulan pribadi dengan Tuhan memang cara yang paling baik untuk mengenal Tuhan lebih lagi, tapi diskusi ini juga bisa digunakan sebagai salah satu cara untuk mengenal Tuhan.
Apakah manusia juga harus sepasif itu (menunggu ditangkap oleh TUHAN)?
( Wahyu 3;20 )
“Lihat, Aku berdiri di muka pintu dan mengetok; jikalau ada orang yang mendengar suara-Ku dan membukakan pintu, Aku akan masuk mendapatkannya dan Aku makan bersama-sama dengan dia, dan ia bersama-sama dengan Aku”.
Jadi tetap harus ada KEMAUAN dari manusia untuk menerima TUHAN (membukakan pintu).
Tuhan memberkati.
(keluar dari topik lagi ya GK?)
Wong awam | Jun 12, 2008 | Reply
Dari awal juga GK tidak pernah memaksakan pemakaian nama YHWH untuk dipakai oleh semua orang Kristen. Cuma forum ini dibuka untuk berdiskusi, selama kita bisa beragumentasi dengan dasar kasih, tanpa pemaksaan dan olok2 satu sama lain saya kira masih wajar2 saja.
terima kasih, anda ‘tahu’ tentang saya he he he..
saya memang tidak pernah memaksa, saya juga tidak berhak memaksa, tidak berhak juga menyatakan “sesat” atau “bodoh”, sebab, “iman” adalah pilihan.
saya berteman dengan pendeta yang menerima Yahweh, yang menolak Yahweh, yang tidak peduli dengan Yahweh. Saya juga berteman dengan rekan-rekan Muslim yang menyembah Allah, bahkan saya juga berteman dengan rekan-rekan yang tidak percaya pada Yahweh maupun Allah, malah ‘percaya’ pada Nyi Roro Kidul, ‘percaya’ pada jin-jin, juga dengan beberapa teman yang ‘percaya’ pada makam-makam keramat, atau ‘percaya’ pada buku-buku primbon. Saya tetap berbincang, berdiskusi dengan mereka, tanpa pernah menyatakan mereka sesat atau bodoh, karena mereka tidak terima Yahweh. Tetapi kepada mereka semua saya malah “berani” menyatakan bahwa Tuhan saya adalah Yahweh, bukan Allah. Jika ada mereka yang ‘keberatan’, saya katakan, bahwa orang Hindu, orang Budha, Kong Hu Cu, orang Jawa, juga tidak menyebut Allah.- artinya Allah spesifik dipakai oleh orang Islam dan sebagian besar orang Kristen di Indonesia, Allah bukan ‘kata’ yang universal/nasional. Dan biasanya mereka bisa mengerti argumentasi saya. Justru setelah pakai nama Yahweh (bukan Allah) saya makin berani “ngomong-omong” tentang Tuhan, dengan orang2 lain. Karena ternyata mereka lebih mudah memahami “iman” bahwa Yesus adalah Putra Yahweh, daripada menjelaskan panjang lebar bahwa Yesus Anak Allah. Coba deh.. kalau tidak percaya…
Saya “percaya” kok bahwa Allah tidak beranak dan diperanakkan. Saya juga “percaya” bahwa Mohammad adalah utusan Allah. Saya juga “percaya” bahwa Al-Quran adalah Firman Allah.
dan saya percaya bahwa Yesus adalah “Putra” Yahweh.
Bukankah malah mudah, ketika kita berjalan di “rel” masing-masing, dari pada berseteru “Yesus Anak Allah >
GK | Jun 12, 2008 | Reply
@GK anda hanya percaya apa yang anda mau percaya. Anda hanya bertindak sesuai apa yg anda pikirkan. Anda sama sekali tidak pernah menguji apakah yg anda terima selama ini adalah benar2 FA ataukah falsafah kosong manusia.
Dalam perdebatan email dg saya, anda tidak satupun menjawab pertanyaan yg saya ajukan kepada anda.
Namun anda masih PDnya berjalan sesuai keyakinan anda.
FT kelak akan menjadi penghakim bagi semua apa yg anda yakini ‘benar’.
Salam.
Cahaya | Jun 18, 2008 | Reply
@Cahaya,
pemahaman saya bahwa nama Tuhan adalah YAHWEH bukan ALLAH, itu hasil “pengujian” iman saya selama ini, lebih dari 20 tahun saya pakai ALLAH, dan sekarang saya tinggalkan.
Itu hasil perkembangan pemahaman saya atas Tuhan yang saya sembah, yang sejak dulu diajarkan oleh orang tua, oleh gereja bahwa Yesus adalah ALLAH, sekarang saya pahami bahwa Yesus (Yeshua) adalah YAHWEH, bukan ALLAH. Itu hasil pengujian saya.
Namun anda masih PDnya berjalan sesuai keyakinan anda.
ha ha.., sejak saya percaya Yesus (Yeshua) saya menjadi PD, dan sekarang setelah meninggalkan Allah, saya makin PD, dan berani menyampaikan hal ini kepada orang lain, juga kepada rekan-rekan Muslim, bahkan orang Muslim yang baru saya kenal, juga kepada teman-teman yang ‘paranormal’, ketika kami berdiskusi, saya sampaikan bahwa saya mengakui Tuhan Yahweh, bukan Tuhan Allah, dan mereka mengerti, bahkan ada yang penasaran berdiskusi lebih lanjut…
Justru sulit menjelaskan hal ini kepada rekan-rekan Kristen.
FT kelak akan menjadi penghakim bagi semua apa yg anda yakini ‘benar’.
Saya sudah sangat siap, tidak perlu kelak, nanti, atau hari besok-pun saya sudah siap. Saya akan mantap menghadap Bapa Yahweh dan menikmati keadilanNya.
GK | Jun 19, 2008 | Reply
@GK, hati2 dengan pemahaman anda.
Amsal 14:12 Ada jalan yang disangka orang lurus, tetapi ujungnya menuju maut.
Kalau anda tidak pernah uji apa yg anda yakini ‘benar’ dgn standar yg mutlak, Alkitab, maka anda tak akan pernah tahu jalan didepan anda.
Bisa saja anda menghibur diri anda sendiri dengan khayalan bhw anda sudah berada dijalan yg benar atau dengan tipuan dari subyektifitas orang mengenai mimpi dan penampakan, tetapi pada saat yg Ia tentukan, anda akan mengetahui bhw apa yg selama ini anda yakini ‘benar’ adalah maut bagi diri anda sendiri namun sayangnya sudah terlambat (atau tidak, maybe)
Saya harap sebelum itu tiba, anda tidak bertegar tengkuk dengan apa yg Alkitab sudah nyatakan mengenai issue ini.
Salam,
Cahaya.
Cahaya | Jun 19, 2008 | Reply
@Cahaya
Kalau anda tidak pernah uji apa yg anda yakini ‘benar’ dgn standar yg mutlak, Alkitab, maka anda tak akan pernah tahu jalan didepan anda.
Alkitab yang mana?
Alkitab terbitan LAI yang memuat kata “ALLAH” dan tidak memuat YAHWEH
KS-ILT yang tanpa kata ALLAH dan menggunakan YAHWEH?
Kitab asli berbahasa Ibrani yang tanpa kata ALLAH, namun pakai YHVW?
GK | Jun 19, 2008 | Reply
Ternyata bahwa KS-ILT dibuat hanya untuk mendukung teori kekristenan semitik adalah menunjukkan bahwa terjemahan kitab tsb tidak konsisten pada dirinya sendiri.
Kalau pertanyaan saya ajukan kepada anda : kenapa anda mau memilih KS-ILT koq bukan terjemahan yg lain!? Hal ini pasti ujung2nya karena paham yg kalian anutlah yg menjadi asalan utamanya. Dengan kata lain, anda bukan menurut apa yg Alkitab katakan, namun kalian maunya menurut pada apa yg kalian ingin Alkitab katakan.
Terbukti dari banyak perdebatan di internet (dan juga perdebatan antara saya dan anda via mail) yg menunjukkan lemahnya argumentasi kalian (kristen semitik) dgn tdk ada dukungan dari otoritas KS sama sekali, memperlihatkan bhw kalian bukannya sedang berjalan dalam rel yg benar spt yg Tuhan firmankan dalam KS, melainkan penawanan hati nurani kepada falsafah kosong manusia.
Kalau anda tetap pada keyakinan anda tanpa mau diyakinkan dgn semua argumentasi baik dari KS maupun scr logika, maka ga ada sesuatu apapun yg dapat menghancurkan ketegartengkukan anda. Spt yg sudah saya katakan, bhw akan tiba saatnya yg sudah ditentukan Tuhan sesuai waktuNya bhw anda akan melihat dan merasakan bhw apa yg anda anggap ‘benar’ selama ini adalah sebuah kecelakaan besar atas diri anda.
Salam,
Cahaya | Jun 19, 2008 | Reply
Amsal 14:12 Ada jalan yang disangka orang lurus, tetapi ujungnya menuju maut.
Ayat ini bisa dipakai siapa saja untuk “menyerang” siapa saja. Karena manusia pasti merasa dirinya yang benar, dirinya sudah dijalur yang lurus, tapi siapakah yang benar2 “BENAR”?, dan siapakah yang paling BENAR?
Secara logika (menurut orang awam seperti saya) pemahaman/keyakinan GK untuk mengganti Allah dengan YHWH tidaklah salah. Itu tidak perlu dikait-kaitkan dengan ajaran yang salah dsb, karena di Kitab Suci memang ada.
Tetapi untuk menghilangkan kata “Allah” di kitab suci, memang tidak segampang itu. Sedangkan kita sendiri tidak tau arti kata Allah yang SEBENARNYA (Paling Benar). Sementara ini yang banyak dipahami ya kata Allah = Tuhan.
Sebaiknya jangan sampai menghakimi: anda sesat, anda berjalan di jalan yang salah. Apalagi kalau argumentasinya sama2 diambil dari KS. Karena mengenal TUHAN tidak bisa hanya menggunakan logika, ilmu pengetahuan. Anda sekedar membaca Alkitab, dan dengan pemahaman anda pribadi, anda memaksa orang lain untuk mengikuti keyakinan anda.
Salam
Gusti Yesus mberkahi..
Pasrah | Jun 19, 2008 | Reply
@Pasrah
terima kasih
@Cahaya
coba baca “ALLAH yang mana? ( http://gkmin.net/?p=85 )
disana ada pertanyaan, juga untuk Anda, Allah “mana” yang Anda maksud dengan “Allah”mu itu
Itu menurut Anda khan?
Yang benar-benar betul, “Allah” yang mana ya?????
GK | Jun 19, 2008 | Reply
Sariah menulis : Mengenai seminar tersebut, silakan ‘latihan’ dulu di http://ksugiyarto.multiply.com/
Tanggapan : Silahkan lihat VCD debat kami vs Kristian Sugiyarto dan Teguh Hindarto dan lihat bagaimana mereka kelabakan jawab serangan2 kami dan mengaggap itu pertanyaan yang menyudutkan. He…he…mana ada debat yang tak menyudutkan?
Esra
esra | Jun 19, 2008 | Reply
GK menulis :
OK, silakan Anda berpendapat demikian, jika itu yang Anda yakini. Kami berpegang bahwa nama Bapa adalah YHWH, dan Bapa tidak perlu dipanggil dengan “Allah”. Silakan Anda anggap kami sesat, bodoh, atau apapun sebutan Anda. Itu tidak menyurutkan “perjuangan” kami memberitakan nama Yahweh. Semua akan kita pertanggungjawabkan kepada Bapa . Dan kami siap menanggung segala ‘risiko’ dengan pengajaran kami ini. Anda pun harus siap mempertanggungjawabkan ‘ajaran’ Anda.
Kami sudah menyampaikan pandangan kami kepada Anda, dan itu sudah cukup. Tugas kami selesai.
Anda menolak, kami tidak rugi, Anda menerima, kami tidak untung, banyak orang yang mengikuti ‘ajaran’ Anda, itupun tidak membuat kami ragu dengan keyakinan kami, bahwa nama Tuhan adalah YHWH, dan seharusnya tidak disebut dengan “Allah”.
Jangan hanya berargumentasi panjang lebar, tetapi coba cari “jawaban” Bapa, “Bagaimana jika Dia dipanggil ‘Allah’?” Tanyakan secara sungguh-sunggh, kepada Bapa (ingat.., jangan kepada Allah Bapa…, jangan kepada Tuhan Allah…). Sebab…, jawaban Bapa, lebih berarti daripada semua pikiran manusia tentang Dia. Silakan mencari secara spiritual/ supranatural…kalau sudah dapat jawaban, silakan Anda ceritakan pengalaman spiritual pencarian Anda, secara jujur.
Maaf, inilah argumentasi terakhir kami, yakni pencarian dan pengalaman spiritual. Dan pencarian/pengalaman kami membawa kepada keyakinan bahwa Yahweh seharusnya tidak dipanggil Allah.
Jangan menutup mata pada pengalaman-pengalaman spiritual orang-orang yang ‘ditemui’ Tuhan.
Tanggapan :
He…he…saya sudah debat dengan banyak orang dan tahu bagaimana caranya mereka menghindar kalau gak bisa jawab lagi. Salah satunya seperti yang anda lakukan di atas. Bukankah Firman Tuhan menyuruh kita siap sedia untuk mempertanggungjawabkan apa yang kita percayai? Lalu di bagian mana dalam Alkitab ada hamba Tuhan yang kalah debat?
Esra
esra | Jun 19, 2008 | Reply
@Pasrah
Anda seharusnya mengemukakan argumentasi tsb kepada Tuhan Yesus sewaktu Ia dicobai Iblis di padang gurun.
Kalau hanya sekedar ‘kutip ayat KS’ maka anda seharusnya membela posisi iblis pada waktu itu.
Iblis kutip ayat2 di Kitab Ulangan u/ mencobai Tuhan Yesus, dan Tuhan Yesus dengan keras menghardik iblis krn ia secara mutlak telah menyalahgunakan ayat2 tsb u/mencobai Dia melawan Tuhan Allah.
Ajaran sesat tidaklah mengajarkan apa2 yg KS tidak katakan. Kalau ia berbuat demikian, maka namanya bukan ajaran sesat, tapi ajaran baru.
Ajaran sesat tentu akan mengambil ayat2 dari KS sebagai dasar ajarannya namun dengan cara yang naif, yaitu memperkosa artinya bahkan memutarbalikkannya menjadi dusta sehingga artinya menjadi lain dari yang semula KS maksudkan.
Sesat atau tidaknya suatu ajaran tentu harus ada justifikasinya, yaitu FT.
FT yg bagaimana? FT yg benar2 apa yang dikatakan dari dirinya sendiri (SACRA SCIPTURA SUI INTERPRES). Disinilah perlunya ketaatan seseorang untuk menundukkan diri dibawah otoritas Allah yg ada didalam firmanNya, bukannya memaksakan otoritas pribadi atas penafsiran KS.
Salam.
Cahaya | Jun 20, 2008 | Reply
@GK,
Allah yg dikenal didalam Kristus Yesus Tuhan kita.
Lain lagi kalau anda seorang kristen yg berpikiran muslim, sehingga menganggap seadanya kata ‘Allah’ sebagai Awloh (sesembahan muslim).
Salam.
Cahaya | Jun 20, 2008 | Reply
@Cahaya
Allah yg dikenal didalam Kristus Yesus Tuhan kita.
maksudnya:
Tuhan yg dikenal didalam Kristus Yesus.
Lain lagi kalau anda seorang kristen yg berpikiran muslim, sehingga menganggap seadanya kata ‘Allah’ sebagai Awloh (sesembahan muslim).
tidakkah perlu diakui bahwa Allah dalam Alkitab adalah adopsi dari ‘budaya muslim’ yang sudah lebih dahulu masuk ke Indonesia (Melayu)
pernah baca Alkitab berbahasa INDONESIA yang seperti berikut:
Maka seketika itu juga datanglah ia mendapatkan Yesus sambil berkata, “Assalam’alaikum, ya Rabbi! lalu mencium Dia (Matius 26:49)
Datanglah Isa berdiri di tengah, seraja katanja Assalam alaikoem (Jahja 19:26)
Bermoela maka Isapoen masuklah pula kedalam masdjid, maka adalah disana se’orang jang tjapik tangannya sebelah (Markoes 3:1)
Bahwa inilah sjadjarah ISA ALMASIH, ija-itoe anak Da’oed, anak Iberahim (Matioes 1:1)
Maka kapan Toehan kaloewar dari kabah, ada salah satoe dari segala ……..(Markus 13:1)
MENGAPA ALKITAB SEKARANG TIDAK SEPERTI ITU?
mengapa “Allah” tetap ada di Alkitab sekarang, sedangkan ISA, ISA ALMASIH, KABAH, MASDJID, ASSALAMUALAIKUM tidak ada lagi?
Nah, jika Muslim memaknai kata Allah ternyata TIDAK SAMA dengan pemaknaan orang Kristen, siap a yang MEMAKSAKAN?
Contoh: Yesus anak Allah, Yesus sudah mati, Allah baru populer, bukankah ini akan ‘logis’ hanya dengan pemaksaan makna kata ‘Allah’.
Bukan saya “berpikiran Muslim”, tetapi saya menghargai “cara pikir mereka” bukan memaksakan “cara pikir kita sendiri”, bahwa kata Allah adalah kata ganti Tuhan.
Bagi mereka, Allah tetap Allah, dimanapun didunia, ALLAH tidak diterjemahkan menjadi kata lain, tetap ALLAH.
apakah Anda akan berkata, “Ya biar mereka berpikir begitu, pokoknya saya tidak seperti mereka”.
OK jika Anda berpandangan seperti itu, tetapi saya tidak demikian.
GK | Jun 20, 2008 | Reply
Saya tidak tahu mengenai bunyi ayat yg anda kutip tsb dalam Alkitab versi lama, dan baru tahu dari anda ini. Jadi saya tidak akan berkomentar banyak mengenai istilah2 yg lain selain kata ‘Allah’ krn saya tidak bisa meng-cross check-nya.
Memang benar kata ‘Allah’ diadopsi dari budaya muslim yg mengakar didalam kebudayaan Melayu, namun itu bukan berarti bhw kata tsb me’refer’ kepada pribadi yg sama.
Kalau mau jujur, banyak sekali kata-kata/frasa-frasa di Alkitab (autograph) yg juga diambil dari istilah2 kafir, spt : Logos, Kurios, dll (saya kurang mengerti banyak mengenai hal ini, cuman tahu saja, saya juga orang awam). Apakah lantas kita menganggap bhw kata2 tsb adalah menunjuk pada keyakinan kafir? Tentu tidak. Kalau mau menghindari penggunaan kata-kata kafir, maka konsekuensinya adalah banyak kata2 di Alkitab yg layak dianggap sbg kafir pula, dan ini berarti bhw Alkitab mempunyai kesalahan didalamnya dan dengan demikian maka konsekuensi logisnya adalah Alkitab bukan firman Allah tetapi berisi firman Allah. Kalau kita berpandangan spt ini, maka kita bukan kristen.
Kita hidup didunia dimana bahasa yang ada bukan hanya milik segolongan orang saja. Semua sudah terasimilasi menjadi sesuatu yg baru ketika dipakai dikelompok yg lain.
Apa jadinya kalau kekristenan menciptakan istilah sendiri dimana orang lain ga ngerti???
Jadinya tenaga kita terkuras hanya untuk menjelaskan istilah2 tsb tanpa kita bekerja memberitakan Kristus yg tersalib yg menjadi inti iman Kristen.
Jikalau pemakaian kata ‘Allah’ antara Islam dan Kristen sama, maka itu bukan berarti pemaksaan dari satu kelompok ke kelompok yg lain, melainkan (spt perkataan anda) hanya memaknainya secara berbeda.
Muslim manapun juga akan mengerti bhw kalau orang Kristen menyebut Allah selalu menunjuk kepada Allahnya yg ada di Alkitab. Saya sering berdiskusi bahkan berdebat dengan banyak muslim dan mereka tidak menyalahkan saya memakai istilah tsb, bahkan alur pembicaraannya sangat klop banget daripada harus menggunakan istilah ‘YHWH’….nantinya bukan berdebat namun malah capek untuk menjelaskan istilah tsb yg asing bagi mereka.
Keliatan sekali bhw alasan anda ‘menghargai cara pikir muslim’ sbg alih-alih alasan pembenaran pengharusan penggunaan kata ‘YHWH’.
Cukup mudah menggugurkan argumentasi anda mengenai keharusan penggunaan nama ‘YHWH’, yaitu : saya cukup menunjukkan satu bukti saja dari KS bhw KS mengijinkan penggantian nama tsb ke nama lain, dan ini dibuktikan dengan banyaknya perubahan kata ‘YHWH’ menjadi ‘KURIOS’. Ini cukup untuk mematahkan argumentasi anda.
Bhw Kitab Suci yg asli (autograph) adalah innerant dan infallible menunjukkan pengesahan perubahan nama tsb, menunjukkan bhw Tuhan sendiri merestui perubahan nama tsb.
Kalau anda ribut2 dan ngotot mempersoalkan hal ini, maka sebenarnya kalian sedang menyalahkan Tuhan sendiri yg berfirman melalui KS.
Salam Kasih.
Cahaya | Jun 20, 2008 | Reply
@Cahaya
Maaf sebelumnya, saya bukanlah seorang lulusan theologis sehingga mungkin penafsiran saya salah. Setau saya iblis mencobai dengan menggunakan kata: “Jikalau engkau Anak Allah”, FT mana yang iblis ambil? Saya di sini bukannya pro atau kontra salah satu dari anda. Saya hanya melihat argumentasi rekan2 yang menurut “logika” saya masih bisa diterima.
Apakah menurut Cahaya pemahaman GK tentang nama Bapa adalah YHWH itu salah? Seandainya dia mengganti kata Allah dengan kata YHWH apakah itu salah? Apakah anda berani bilang : GK sesat karena menggunakan nama YHWH sebagai nama Tuhannya? Bagaimana seandainya GK “menyerang” anda dengan Amsal 14:12 juga? Yesus memakai Firman Tuhan untuk menyerang iblis, karena DIA adalah TUHAN dan pasti benar.
Saya sendiri bukan penentang kata Allah. Tetapi juga bukan penentang kata YHWH. Untuk argumentasi kata YHWH sebagai nama Tuhan bisa saya terima. Tapi argumentasi mengenai kata Allah bukanlah nama Tuhan kita, belum bisa saya terima.
Bahkan sebentar lagi ada persidangan mengenai “Siapakah nama Tuhan orang Kristen?” bagaimana pendapat Cahaya “seandainya” persidangan nanti meng-golkan bahwa nama Tuhan orang Kristen adalah YHWH? Sehingga kata Allah akan dihilangkan di KS? (ini seandainya lho ya). Jadi nanti inti masalahnya bukan ke penafsiran, tetapi ke terjemahan.
Salam
Gusti Yesus mberkahi
Pasrah | Jun 20, 2008 | Reply
@Cahaya
Memang benar kata ‘Allah’ diadopsi dari budaya muslim yg mengakar didalam kebudayaan Melayu, namun itu bukan berarti bhw kata tsb me’refer’ kepada pribadi yg sama.
justru itu masalahnya, diadopsi dari mereka, tetapi kita maknai berbeda, ANEH (…pemaksaan kehendak…) Jika demikian bukankah “ASLI”nya Allah itu BUKAN seperti ALLAH yang Anda maksud sekarang??? Nah yang benar ALLAH yang “asli” atau ALLAH yang “menurut Anda”.
Menggelikan jika Anda menyatakan “Ya yang benar Allah menurut pengertian saya..”
hah.. kalau gitu bisakah saya bilang MANGGA itu dengan “PISANG”, padahal sudah diketahui bahwa “PISANG” adalah sebuah kata untuk menyebut “buah pisang”, kemudian saya “ngeyel”, MENURUT SAYA “pisang” yang saya maksud BUKAN buah pisang, melainkan buah MANGGA.
Nah, bukankah itu analog, bahwa Allah yang Anda maksud adalah YHWH, kenapa Anda tidak menyebut Dia “YHWH” saja
===
Bukan setiap kata asing harus dihilangkan, kata KURSI juga dari Arab, tetapi setiap orang tahu makna KURSI adalah tempat duduk (tidak ada perbedaan persepsi)
Cukup mudah menggugurkan argumentasi anda mengenai keharusan penggunaan nama ‘YHWH’, yaitu : saya cukup menunjukkan satu bukti saja dari KS bhw KS mengijinkan penggantian nama tsb ke nama lain, dan ini dibuktikan dengan banyaknya perubahan kata ‘YHWH’ menjadi ‘KURIOS’. Ini cukup untuk mematahkan argumentasi anda.
Lho.. kalau YHWH “diterjemahkan” menjadi KURIOS, tidak ada orang yang memaknai lain, artinya kata KURIOS itu UNIVERSAL.
Tapi ketika diganti ALLAH, padahal kata ALLAH itu adopsi dari ALLAH yang dipahami berbeda oleh “pemiliknya”, bukankah itu pemaksaan arti ALLAH, dan akibatnya Anda harus menjelaskan, “Allah yang saya maksud berbeda”, bahwa rekan Anda yang muslim “bisa mengerti” itu sangat mungkin.
Sekarang bayangkan, Anda dan teman muslim Anda berdoa bersama, kepada ALLAH. Allah mana yang menjawab doa Anda berdua? Allah masing-masing? Allah Anda? Allah teman Anda?
(ya ini saya hanya membayangkan disana ada “dua” “ALLAH”, yang berbeda, dan masing-masing bisa mengklaim doa itu ditujukan padaNya.– Apakah ALLAH teman Anda tidak berhak menjawab doa Anda? — sekali lagi ini seandainya “ALlah” Anda dan teman Anda ‘berbeda’ — jika ternyata “Allah” Anda dan teman Anda sama, pasti tidak ada masalah sama sekali. Jadi, menurut Anda, Allah Anda dan Allah teman Anda kira-kira sama atau berbeda?)
Baca tulisan SIAPA TUHAN YANG ANDA SEMBAH, hal itu saya tuliskan juga di sana.
(intinya, saya tidak peduli sama atau berbeda, saya lebih aman pakai Yahweh, jelas “sasaran” saya adalah Tuhan Israel, bukan Tuhan Arab. Kalau sama tidak masalah, kalau beda, jelas pilihan saya sekarang adalah Tuhan Israel. Mana yang benar, Allah atau Yahweh, itu akan terbukti NANTI di Akhirat. Ya saya anggap Yahweh benar, teman muslim menganggap Allah yang benar, dan itu tidak perlu menimbulkan pertentangan/perselisihan, karena sesungguhnya kita sama-sama sedang mengklaim kebenaran tertentu.)
Jadi… silakan Anda anggap “keyakinan” Anda sekarang sudah benar, saya juga menganggap keyakinan saya sekarang (tidak lagi menggunakan kata Allah untuk menyebut Yahweh) lebih benar dari pada keyakinan saya yang dahulu.
GK | Jun 20, 2008 | Reply
@GK
Makanya jangan mengutip sepotong-potong ( dr Pdt.Budi Asali )..itu buktinya anda cuma pengen sensasi saja…Tidak belajar Firman baik2…Jangan ngutip perkataan sepenggal hanya untuk mempertahankan kebenaran anda…sama seperti anda mempertahankan Nama Diri YHWH…Kalau anda ingin semua orang Kristen penuh kasih dan lembek2 lalu dnegan bodoh menerima pernyatan anda, anda salah besar soal kekristenan…Belajar dulu dari sejarah baik2…dan belajar lagi la…hehe…Orang krsiten tidak bodoh dan mudah disesatkan kayak anda2..Doakan saja la…Ya?
Tommy (Vantillian ) | Jun 20, 2008 | Reply
Saya kok bingung, sesatnya dimana ya?
Binun | Jun 20, 2008 | Reply
Mas Tommy eling mas, dari kata2 anda “Kalau anda ingin semua orang Kristen penuh kasih dan lembek2 lalu dnegan bodoh menerima pernyatan anda, anda salah besar soal kekristenan…” kok sepertinya anda agak sombong, anda menganggap diri anda lebih tidak penuh kasih, lebih tidak lembek, dan lebih pinter dari orang2 kristen yang lain.
Binun | Jun 20, 2008 | Reply
@Pasrah,
Ada salah tulis dari tulisan saya sebelumnya, yg saya maksudkan adalah iblis mengutip ayat2 FT di kitab Mazmur untuk mencobai Tuhan Yesus dan Ia menghardik iblis dengan menggunakan FT dari kitab Ulangan.
Ini dapat anda lihat dari : iblis mengutip Mazmur.91:12 : Mereka akan menatang engkau di atas tangannya, supaya kakimu jangan terantuk kepada batu. Kalau kita lihat konteks ayat di Mazmur 91 tsb, maka yang dimaksud adalah bhw Allah akan meluputkan setiap orang yg hatinya melekat padaNya (ayat 14), jadi bukannya orang yang mencobai Allah. Dan Yesus menjawab ayat FT yg telah diplintir iblis tsb dgn pengertian yg benar dari ayat yg lain di KS, yaitu Ulangan.6:16 Janganlah kamu mencobai TUHAN, Allahmu.
Nama Bapa = YHWH itu memang benar. Yang saya permasalahkan adalah KEHARUSAN dari penggunaan nama tsb. Apa dasarnya saya mempermasalahkan hal tsb? Saya memakai otoritas dari PB didalam menilai hal itu. Kalau YHWH adalah nama, dan PB mengubah YHWH tsb menjadi KURIOS, maka PB memberikan ijin bagi orang percaya siapa saja untuk mengganti nama tersebut dengan nama yang mereka kenal dalam bahasa masing2. Tetapi tetap semuanya merefer ke Pribadi yang sama yang diberitakan dalam KS.
Kalau kita kembali kepada keharusan pemakaian nama YHWH tsb, maka kita sedang mengingkari apa yang telah disahkan oleh Kristus dan para Rasul dan menawan hati kita kembali kepada huruf2 mati dari Perjanjian Lama. Saya bukanlah budak dari hukum2 yg mematikan kemerdekaan saya didalam Kristus. Kaum semitik (YHWHisme) telah memperbudak diri mereka sendiri kedalam istilah2 yg mencengkeram hati nurani mereka didalam beribadah kepada Allah yang hidup.
Masalah kesesatan yg saya kuatirkan adalah issue ini tidak hanya masalah nama pribadi saja, melainkan akan merembet ke masalah yg lebih mendasar (extrimisasi pengajaran), spt : keselamatan krn perbuatan baik, sabelianisme ganti tritunggal, dlsb. Ini adalah konsekuensi logis dari kebanyakan penganut kesemitikan untuk terseret ke doktrin2 sesat tsb. Bidat tidaknya seseorang ditentukan dari doktrin dasarnya yg melenceng dari FT, yaitu : doktrin keselamatan, doktrin Allah, doktrin Kristus.
Sidang untuk perkara yg menggelikan ini saya rasa akan dimenangkan mutlak oleh kristen non semitik.
Dasarnya adalah :
- tidak ada dasar hukum yang sah dan pasti mengenai hal ini
- dari alasan yg pertama, saya pikir, para hakim akan menggunakan keputusan dari hakim lain (baik dari LN ataupun DN) yg pernah menangani masalah yg sama. Dan di Malaysia, gugatan pemerintah kepada The Herald (Katolik) untuk tidak memakai kata ‘Allah’ ditolak mentah2 oleh pengadilan dan dimenangkan oleh pihak Katolik, sehingga masyarakat Malay boleh menggunakan kata ‘Allah’ didalam menyebut Tuhan mereka. Dan saya rasa ini akan diberlakukan di negeri ini.
- Diatas semuanya itu, Tuhan akan berperang ganti setiap orang percaya (non semitik) untuk menegakkan kebenaranNya di negeri ini.
Salam Kasih.
Cahaya | Jun 20, 2008 | Reply
@GK,
Analogi anda dengan menggunakan nama2 benda adalah tidak pas diberlakukan dalam kasus ini.
KURIOS artinya adalah tuan. Kalau Yesus dan Para Rasul menyebut kurios, maka (kalau memakai logika anda) kurios mana yang dimaksud oleh mereka? ada banyak tuan (kurios) didunia ini. Setiap orang yang mempunyai bawahan, dia boleh disebut sbg kurios. Trus…apa Yesus tidak bingung nich??? (ini menurut logika GK).
Gmn anda bisa menjelaskan hal tsb?
Allah artinya adalah The God dan berpadanan kata dengan Kurios.
Muslim dan Kristen berdoa bersama-sama menyebut kata ‘Allah’ tidaklah masalah, toh tahu sendiri siapa yg dimaksud dengan ‘Allah’ oleh mereka. Tuhan sendiri juga ga akan bingung (spt GK) dengan disebut Allah oleh orang kristen, disaat yg bersamaan dgn muslim menyebutnya.
Salam Kasih.
Cahaya | Jun 20, 2008 | Reply
@Binun
Anda bingung koq masih bisa menilai orang lain???
Cahaya | Jun 20, 2008 | Reply
@Cahaya
Nama Bapa = YHWH itu memang benar. Yang saya permasalahkan adalah KEHARUSAN dari penggunaan nama tsb.
Silakan baca seluruh tulisan saya di website ini atau komentar2 saya di website lain, KAPAN SAYA MENGHARUSKAN menyebut YHWH? SIAPA yang mengharuskan menyebutNya? Israel-pun menyebutNya dengan ADONAI, tetapi TEKS-nya tetap YHWH, nah…, Alkitab terbitan LAI, meniadakah TEKS “YHWH” menggantinya dengan TUHAN atau ALLAH (huruf besar semua)
Apa Anda berdoa “Ya TUHAN huruf besar semua…”/”Ya ALLAH huruf besar semua…”
Tetapi memang yang saya permasalahkan adalah mengganti YHWH dengan ALLAH.
mau diganti Kurios, Theos, Adonai, Hasyem, Gusti, Pangeran, SILAKAN, tapi coba renungkan kembali ketika mengganti YHWH dengan ALLAH. (baca komentar saya sebelum ini)
GK | Jun 20, 2008 | Reply
@Cahaya
KURIOS artinya adalah tuan. Kalau Yesus dan Para Rasul menyebut kurios, maka (kalau memakai logika anda) kurios mana yang dimaksud oleh mereka? ada banyak tuan (kurios) didunia ini. Setiap orang yang mempunyai bawahan, dia boleh disebut sbg kurios. Trus…apa Yesus tidak bingung nich??? (ini menurut logika GK).
Gmn anda bisa menjelaskan hal tsb?
di jaman Yesus, sudah adakah ALLAH?
artinya, jelas Tuan/Kurios itu adalah Tuan/Kurios YAHWEH
lha sekarang, Anda sebut ALLAH? ALLAH yang mana?
Padahal, secara tersirat Anda sudah mengakui bahwa ALLAH Anda dan ALLAH mereka (Muslim) menunjuk pribadi yang berbeda. Nah…, kenapa tidak secara tegas dibedakan saja penyebutannya? Mereka pakai ALLAH, kita tidak pakai ALLAH. Simple khan… kenapa dibuat rumit?
Anda sudah mengakui, Allah diadopsi dari mereka, kenapa tidak rela DIKEMBALIKAN kepada mereka lagi, bukankah kita sekarang bisa menggunakan kata “Elohim” atau cukup “Tuhan” saja. Kita sudah ‘punya’ Elohim, Kurios, Theos, Hasyem, Adonai,Bapa, YHWH, masih kurang?
kalau Allah setara dengan Tuhan (Allah Anda), kenapa tidak disebut Allah Yesus, melainkan Tuhan Yesus?
yang benar ALLAH Tuhanku apa TUHAN Allahku?
Silakan baca: http://www.salib.net/index.php?name=Forums&file=viewtopic&t=104
GK | Jun 20, 2008 | Reply
For GK
Siapa yang mengatakan Tuhan tidak sama dengan Allah? Anda sudah teliti akar pemakaian nama Allah sebelum adanya Islam? Coba cek baik2..Periksa ensiklopedia khususnya britannica dan buku sejarah bahasa Arab dan Ibrani yang bermutu dulu…Allah diterjemahkan sebagai The God…Kalau anda mengatakan itu Nama diri, milik siapa? Adonai juga diterjemahkan dari Nama Diri Allah…siapa yang mengatakan itu salah? Itu satu…
2. Adakah pengajaran dari rasul dan Yesus sendiri yang harus mempertahankan nama YHWH karena menyangkut nama Diri Allah..ups…Tuhan? Kalau ada, dimana? Ingat, anda dkk begitu menghormati Nama YHWH, apalagi Anak Allah..ups…Tuhan…Yesus Kristus? Kalau nama YHWH sangat penting dalam pengwahyuan diri Tuhan, kenapa tidak ditekankan…sekali lagi…ditekankan dalam PB? Rasul Paulus bersalah? Atau yang salah penerjemah lagi?
3. Buktikan dengan inkripsi ( bisa lewat internet ) PB bukan berasal dari bahasa Yunani, tapi Ibrani..( lebih tua umurnya)
4. Anda tahu cara baca YHWH sebagai Yahweh darimana? dimana inskripsi dan dokumen Ibraninya? Karena Ibrani modern sudah mengenal huruf vokal…Yahwe, Yahweh, Yehowah, Yehuwah, Yehuwa….mana yang benar menurut anda? Udah baca Alkitab mandarin? Gimana ditulis? Kalau anda konsisten bahwa nama Tuhan YHWH sangat sakral dan tidak boleh sembrangan diucapkan, menurut anda mana yang benar? Ingat kurang satu huruf berarti tidak akurat/salah..Nama anda mau kurang satu huruf?
5. Menurut anda PB yunani berotoritas rohani tidak? LXX? ( tahu kan anda?)..ingat PB mengganti lho nama YHWH dengan Kurios dan Theou…Wah, gawat…(kalau salah, koreksi saya, ok?)
6. Baca Yesaya 42:8 dalam berbagai kitab suci terjemahan luar negeri ( NIV, KJV, GNV, NRS, NSV dsb)…Anda pikir ada yang salah dengan terjemahan mereka? Kenapa terjemahan kitab suci di dunia juga memakai prinsip yang sama dnegan LAI? ( dengan mengganti nama YHWH dnegan LORD? ) Waw, sepertinya pekerjaan rumah anda sangat banyak, yakni menuntut semua terjemahan kitab suci yang ada di dunia ke pengadilan
Tommy (Vantillian ) | Jun 21, 2008 | Reply
@Binun
Kalau saya menyinggung anda, saya minta maaf…Tapi kalau anda menilai saya sombong, itu hak anda secara subjektif…Saya lebih memilih dinilai oleh Tuhan Allah secara objektif….
Kalau anda tidak mengerti dasar diskusi disini..Bagusnya anda ikuti saja dulu…Jangan kasih comment yang anda sendiripun tidak ngerti dasar diskusinya…Ok? Siapa yang sombong memperkarakan Nama YHWH ke pengadilan? Kenapa pengadilan dunia mesti memutuskan Nama Tuhan/Allah yang hanya bisa berdasarkan Firman Tuhan? Jangan hanya memiliki sepenggal pengetahuan lalu mengeneralisasi semuanya…
Saya ingin kita mikir dalam hal ini…Bukankah kekristenan Indonesia sering diguncang oleh orang kristen sendiri? Apa karena kita sudah terlalu nyaman? ( meski kita juga mengalami penganiayaan dalam anggapan kita)…Kita hidup sudah tidak ada kerjaan baru nyari sesuatu untuk jadi sensasi….Belajar dulu sejarah kekristenan, anda akan jumpai banyak gerakan yang penuh sensasi…
Kalau yakin akan kebenaran Nama Diri YHWH,silakan diskusi dan debat, karena memang dasarnya sangat lemah….Siapa orang kristen yang menyangkal nama Allahnya…ups…salah…Tuhannya YHWH? Ga ada kan? Tapi kalau mau menuntut LAI, wah….saya rasa berlebihan….
Kalau mau, terjemahkan Alkitab sendiri ( tapi, jangan pakai terjemahan dasar LAI, pakai dokumen dan inkripsi yang ditemukan lebih ‘hebat’ dari LAI), kan bisa kan? Lalu pengaruhi jemaat untuk ikut gerakan ini….Jangan2, terjemahan Alkitab gerakan ini cuma comot2 terjemahan ALkitab yang lain…Lalu mengganggap memulihkan Nama Yahweh? Omong kosong la….
Saya juga tidak ingin jemaat Kristen(termasuk saya) bisa dibodohi begitu saja….( apakah LAI juga membodohi umat? silakan didebat)….Mari, kalau bisa..diskusi dan debat sesuai kapasitas ilmu…Jangan comot sana sini lalu ambil kesimpulan sendiri….
Pelajari Alkitab dulu baik2….Pahami pesan inti Alkitab…Kalau tidak bisa dipertahankan, jangan gengsi2an…Anda pikir para ahli terjemahan Alkitab di dunia ( yang tidak memakai Nama Yahweh ) cuma lulusan teologia ‘kios pasar’?
Jadi, anda sudah ngerti?
Tommy (Vantillian ) | Jun 21, 2008 | Reply
@Tommy
pertanyaan-pertanyaan Anda sudah sering diajukan dan sudah dibahas dalam diskusi/debat masalah ini.
Faktanya yang meninggalkan Allah dan ke Yahweh makin banyak, itu karena argumentasi ‘penyembah yahweh’ bisa diterima.
kalau Anda dengan argumentasi Anda, atau dengan tidak terjawabnya pertanyaan-pertanyaan Anda, tidak mau meninggalkan Allah dan menyebut Yahweh, ya itu pilihan Anda. kami yang meninggalkan Allah, dan menyebut Yahweh punya argumentasi yang tidak “sangat lemah”. Kami dulu juga menyebut Allah, dan tidak menyebut Yahweh. dan sekarang kami berubah.
Silakan dengan argumentasi Anda untuk menolak “pemberitaan” ini. Jika memang yakin dengan argumentasi Anda, serukan kepada umat Kristen untuk tidak mengikuti kami, itu mungkin lebih baik, daripada berdebat tiada habisnya. Argumentasi kami sudah jelas, silakan baca-baca tulisan2 di Internet, lihat VCD (kalau mau saya kirimi).
Penyebut Yahweh juga bukan hanya di Indonesia, sudah tahu Bible King James edisi Restored Name?, itu karena di luar Indonesia-pun ada yang menyadari bahwa nama YHWH tidak dapat diterjemahkan menjadi LORD.
Kalau mau, terjemahkan Alkitab sendiri ( tapi, jangan pakai terjemahan dasar LAI, pakai dokumen dan inkripsi yang ditemukan lebih ‘hebat’ dari LAI),
Sudah Mas, kami sudah pakai Kitab Suci Indonesian Literal Translation, bukan jiplakan dari LAI. Baca di www.yalensa.org
Misi kami bukan untuk MEMBODOHI jemaat, justru menyadarkan kepada jemaat, bahwa nama Tuhan Israel adalah YAHWEH, bukan ALLAH.
Yahwe, Yahweh, Yehowah, Yehuwah, Yehuwa….mana yang benar
silakan googling sendiri di internet
GK | Jun 21, 2008 | Reply
@GK anda tidak menjawab pertanyaan sdr. Tommy. Anda hanya berkomentar thd komentar sdr. Tommy dan bukan pada pertanyannya.
Saya yakin bhw semua pendukung kekristenan semitik tdk akan mampu menjawab pertanyaan2 tsb, krn memang dasar mereka ga ada.
GK : Penyebut Yahweh juga bukan hanya di Indonesia, sudah tahu Bible King James edisi Restored Name?, itu karena di luar Indonesia-pun ada yang menyadari bahwa nama YHWH tidak dapat diterjemahkan menjadi LORD.
Pertanyaan saya cukup simple dan ini berulang2 sudah ditanyakan ke kelompok kalian, tetapi kelompok kalian manunya muter2 tanpa menjawab pertanyaan yg ada (cappeee dech) : PB mengubah YHWH menjadi KURIOS/THEOS apakah itu salah?
Kalau PB boleh mengubah YHWH ke bahasa Yunani (bhs setempat), kenapa kita koq ga boleh mengubah YHWH menjadi Allah dalam bahasa Melayu?
Arti kata ALLAH (Melayu) adalah GOD/LORD(Inggris) = KURIOS/THEOS (Yunani).
Kalau KURIOS boleh, kenapa ALLAH/LORD tdk boleh?
Coba jawab to the point jangan berbelit-belit.
Salam Kasih.
Cahaya | Jun 23, 2008 | Reply
@GK
Makalah anda dan semua argumentasi anda sudah saya baca kok…Saya cuma pengen tahu lebih jauh dari anda…Ada beberapa hal yang saya nyatakan ( koreksi saya kalau saya salah, ok? ) :
1. Kata Allah sudah dipakai oleh komunitas Arab Kristen sebelum adanya Islam ( transkrip di perpustakaan St Joseph Beirut, libanon ) abad 8 dan abad 9. Juga terdapat di Inskripsi Zabad thn 512 dan inkripsi Umm al-Jimmal abad ke-6.
Jadi secara historis, kata ALLAH sudah dipakai pra-Islam. Dalam salah satu artikel bantahan gerakan ini, mereka bantah soal inskripsi ini, tapi tidak ada solusinya..Hanya membantah…seperti di forum ini juga….Bahkan anda2 tafsirkan bahwa Yahudi dan Arab Kristen telah mengadopsi kata Allah dan tidak orisinil…Logika macam apa itu? Justru fakta historis ini mau mengungkapkan pernyataan bodoh anda2 tentang Allah itu milik golongan tertentu…Tapi anda balikkan dengan penafsiran yang lain…Penggunaan ALLAH yang menunjuk pada Nama Diri pada agama tertentu hanya didasarkan atas sisi makna teologis, bukan secara historis…Kalaupun ada kalangan tertentu yang menentukan ALLAH sebagai nama Diri, itu hanya dari sentimen teologis..Prof Nurcholis saja pernah menerjemahkan syahadat Tiada tuhan selain Tuhan ( meskipun dikecam )….
2. Semua tanya jawab anda2 dengan Pdt Budi Asali dan makalah anda hanya soal bantah membantah tanpa ada dasar yang kuat dalam penafsiran dan penerjemahan…Untuk mendukung pendapat anda, anda2 kutip bahasa Arab dan literatur yang mendukung pernyataan anda tanpa adanya konteks yang jelas…Persoalannya Jelas : Kalau anda2 sudah bisa buktikan ada inskripsi/dokumen PB Ibrani yang sangat tua yang membela nama YHWH, silakan dikemukakan di United Bible Society…Anda seharusnya menantang para ahli teologia penerjemah kitab2 suci dari seluruh dunia karena salah menerjemahkan YHWH dengan THE LORD…..Jangan cuma bisa koar2 di Indonesia…Mungkin bisa ke Mahkamah Internasional…Baru bisa ketahuan ilmu anda gimana (Atau motivasi anda bagaimana)..
3. Apakah ada bukti LXX ditolak oleh Yahudi? ( Ingat LXX menterjemahkan YHWH menjadi Kurios/Theo )
4. Semua pernyataan anda hanya berasal dari comot2 literatur, makanya bisa buat kita2 ( bgs Indonesia bingung)..Karena literatur berat kayak gitu tidak ada/jarang di Indonesia…Akibatnya jemaat jadi bingung semua…( mungkin org Indonesia juga malas baca, hehe sehingga muncul anda2 ini yang kelihatan sgt berilmu dan rohani )…Sayang sekali gigi anda2 tidak ada di dunia internasional….karena literatur di dunia begitu lengkap…( berani adu di luar negeri kan? Jangan jago kandang)
5. Anda menganjurkan saya mengoogling nama YHWH di internet? Hehe..tidak salah tuh? Akhirnya main internet untuk memutuskan nama Allah? Nama Anda bisa digoogling juga di internet? Dalam salah satu surat terbuka untuk LAI saya kutip :
“Misalnya : Nama saya Andreas Suprijadi Christian, perhatikan Suprijadi bukan Supriyadi. Jadi tidak bisa disurat surat penting, seperti akta kelahiran dll ditulis Supriyadi, yang benar Suprijadi, walaupun untuk jaman sekarang membacanya agak berbeda dengan jaman saya sekolah, tetapi kalau dibaca yang benar Suprijadi berbunyi Supriyadi bukan Suprijadi.” ( termasuk anggota gerakan anda kan?)
Kenapa anda mikir anda2 yang pandai membaca nama YHWH? ( ingat, kurang satu huruf, nama kan jadi gak valid kan? itu aturan anda…)..Yahweh, Yahwe, Yehovah, Jehovah? kenapa suka2 rubah? ( Versi kitab Bible jerusalem dan YLT )…Logika yang tidak masuk akal…Lalu anda bantah bilang nama bisa di transliterasi tapi tidak bisa translate, anda ngerti istilah itu?
6. Yang paling penting bukan hanya mempertahankan nama Yahweh ( bagi anda2), tapi melihat keseluruhan ajaran anda2….
seperti : apakah anda percaya Yesus adalah Anak ALlah..ups..sori..Tuhan? Tritunggal? Keselamatan hanya oleh iman?
( semoga begitu….karena saya pernah diskusi dengan pdt dari gerakan anda2, pengajarannya menyimpang jauh..mungkin
terlalu ortodoks ibrani, hehe….) Saya ingin meminta umat kristen perhatikan ini…( karena saksi Yehuwa juga ingin mempertahankan
nama YHWH, tapi anda sudah tahu keseluruhan pengajarannya sesat kan? Bahkan sudah mempunyai kitab suci sendiri )
Ingat, saya belum mengatakan anda sesat./…..Silakan dinilai sendiri…
9.Tolong dibaca ini
Kis18:13 Kata mereka: “Ia ini berusaha meyakinkan orang untuk beribadah kepada Allah dengan jalan yang bertentangan dengan hukum Taurat.”
18:14 Ketika Paulus hendak mulai berbicara, berkatalah Galio kepada orang-orang Yahudi itu: “Hai orang-orang Yahudi, jika sekiranya dakwaanmu mengenai suatu pelanggaran atau kejahatan, sudahlah sepatutnya aku menerima perkaramu,
18:15 tetapi kalau hal itu adalah perselisihan tentang perkataan atau nama atau hukum yang berlaku di antara kamu, maka hendaklah kamu sendiri mengurusnya; aku tidak rela menjadi hakim atas perkara yang demikian.”
18:16 Lalu ia mengusir mereka dari ruang pengadilan.
Baca baik2…Bijakkah memutuskan nama Tuhan lewat pengadilan?
10.Selamat untuk keluarnya kitab suci anda2…Seandainya sudah ada kitab suci diterjemahkan ( dasarnya tetap KJV kan? hehe)..silakan pakai marketing rohani untuk
menyebarkan kitab suci anda2, tidak usah takut disaingi oleh LAI sehingga harus menuntut LAI…(Asal jangan pakai kalimat
terjemahan LAI, hehe)…Jangan2 anda menelan ludah sendiri ntar….( seperti kejadian tahun 2000)
Anda memakai KJV dengan teks Masoret dan Textus Receptus…Anda tahu bahwa dasar terjemahan itu juga digunakan kitab suci di dunia tapi mereka tetap menerjemahkan nama YHWH?
11. Anda selalu mengatakan menggunakan nama Allah akan menyinggung sdr kita yang muslim, padahal anda yang sering membenturkan pendapat ini ( bahkan menuntut LAI ) tanpa mau belajar konteks historis penggunaan kata ALLAH supaya pihak Kristen dan Muslim bisa mengerti…sekarang siapa yang adu domba?
12. Kalau anda sudah yakin akan kebenaran YHWH dan sudah menerbitkan KItab suci, kenapa harus menuntut LAI? Silakan sebarkan kitab suci anda2 dengan keyakinan anda2…Tidak usah cari sensasi ( sekedar tahu, gerakan seperti anda2 sudah pernah terjadi dan akhirnya padam sendiri…Anda sudah siapkan?)..Tapi menuntut LAI? Itu agak berlebihan…
Saya sarankan lebih baik anda konsentrasi ke penginjilan dan pendalaman Firman dan jangan mengacaukan jemaat2 di Indonesia dengan bualan anda….Ok
GBU…Sola Christos…
Tommy (Vantillian ) | Jun 23, 2008 | Reply
@Cahaya & Tommy,
pertanyaan dan argumentasi Anda itu juga yang dipakai oleh “saksi ahli” dari LAI untuk mempertahankan ‘kebenaran’nya menggunakan kata “Allah”.
Bagaimanapun, penggugat LAI (beserta saksi-saksi ‘ahli’) juga punya argumentasi yang ‘pantas digunakan sebagai bahan tuntutan’, bukannya argumentasi ‘ringan’ yang dengan mudah dikalahkan.
Sebenarnya, jika Anda berdua mengakui Tuhan itu bernama YWHW, apa keberatan untuk tidak menggunakan kata “Allah” untuk menyebut Dia (YHWH)?
Cobalah 1 atau 2 tahun ke depan, tidak pakai kata Allah untuk sebut Tuhan YHWH, jika memang nanti kepikiran menggunakannya lagi, ya gunakan lagi.. Coba saja… bagaimana dampaknya…
Apa memang kata itu menjadi ‘belenggu’ sehingga sangat sulit ditinggalkan?
GK | Jun 23, 2008 | Reply
@Cahaya
Saya setuju dengan anda….Sebenarnya gerakan ini sudah dapat dibilang menyimpang…( dari hasil diskusi saya dengan salah satu hamba Tuhan/pdt dari gerakan Yahweh ini ) cthnya :
Konsep Tritunggal yang tidak disetujui, bahkan mau diganti nama menjadi TunggalTri. Sebenarnya ini memang konsep sabellisme. Satu Tuhan tiga wajah…( untuk GK tolong koreksi saya kalau salah)…Ingat lho, batu penguji suatu ajaran sesat atau tidak terletak pada pemahaman Tritunggal…( sehingga ada konsili yang membahas habis2an tentang tritunggal )
Kita memang belum bisa menilai gerakan Ibrani-mania ini mau kemana, tapi saya rasa seluruh jemaat Kristen perlu menguji dalam Firman Tuhan secara keseluruhan…Jangan dibutakan gara2 membela nama YHWH ( yang kelihatan sgt rohani ), tapi akhirnya menyesatkan….Mirip dengan saksi Yehuwa kan?
GBU all…SOla Christos….
Tommy (Vantillian ) | Jun 23, 2008 | Reply
@GK
Hehe…Anda diskusi/debat atau merayu?
Silakan pakai taktik ini untuk merayu jemaat yang bisa terayu….Tapi jangan pakai acara tuntut-menuntut…
OK? Ajaran anda2 akan dinilai oleh semua jemaat Kristen di Indonesia….
Makanya LAI ada dasarnya dalam penerjemahan..(baca buku ALkitab dan Komunikasi terbitan LAI thn 2001 )…anda2 tidak punya dasar kuat untuk membantah…..tapi ngajak yang aneh2….
Seandainya LAI mengalah, anda juga harus menyadarkan semua terjemahan kitab suci di dunia ini…Tugas yang mulia…..:)
Sola Christos…
Tommy (Vantillian ) | Jun 23, 2008 | Reply
Saya masih bungung kenapa GK bisa beragumentasi bahwa Allah di dalam Alquran adalah nama Tuhan? apakah di alquran ada kata “Tuhan”? Setau saya di alquran selalu memakai kata Allah sebagai sebutan Tuhan. Dari jaman nabi Ibrahim, Musa, Daud dll bukankah selalu menggunakan kata Allah? Apakah menurut anda tokoh2 nabi yang ada dalam alquran berbeda dengan tokoh2 nabi dalam PL?
Bagaimana dengan kutipan ayat di alquran: “Janji Allah SWT kepada nabi Ibrahim”, atau “Allah mengutus Musa as”.
Menurut anda Allah yang dimaksud di sini sama ngga dengan YHWH yang ada di KS? atau tokoh nabi2 ini sama ngga dengan yang di KS?
Kalau berbeda, dimana bedanya?
Kalau sama, berarti memang tidak ada masalah dengan kata “Allah”. Karena di Alquran memang hanya menggunakan kata “Allah” sebagai sebutan Tuhan (bukan nama).
Salam.
Binun | Jun 27, 2008 | Reply
@Binun
Allah di dalam Alquran adalah nama Tuhan? apakah di alquran ada kata “Tuhan”? Setau saya di alquran selalu memakai kata Allah sebagai sebutan Tuhan
coba Anda baca Ali Imran 2 juga Ali Imran 18, ayat yang lain juga ada.
Menurut anda Allah yang dimaksud di sini sama ngga dengan YHWH yang ada di KS?
jangan tanya saya…, coba tanya teman Anda yang Muslim, apa menurut mereka Allah = YHWH? Jika sama, coba minta mereka bersyahadat “Tiada Tuhan selain YHWH”, apakah mereka mau????
Nah.., jika mereka menganggap Allah bukan YHWH, mengapa kita malah menyamakannya, bukankah “Allah” kita pinjam dari mereka, lha kok malah kita kasih makna sendiri…
Kalau menurut Anda samakah Allah dalam Quran dengan YHWH dalam Alkitab? Kalau sama, mengapa “ajarannya” berbeda? YHWH berputra Yesus (Yeshua) Allah tidak beranak dan diperanakkan,
Untuk datang kepada YHWH, harus melalui Yeshua, untuk datang kepada Allah, tidak perlu lewat Yeshua. Jika Allah = YHWH, bagaimana penjelasan Anda untuk perbedaan “ajaran” ini? Apakah Tuhan yang sama, memberi “ilham” yang berbeda kepada nabi-nabi Israel dan kepada nabi Arab?
Bagaimana seandainya memang berbeda? Apakah Anda akan memanggil YHWH dengan “Allah”? Renungkan…, tanyakan pada Bapa YHWH sendiri…, tanyakan pada Tuhan Yesus.
GK | Jun 28, 2008 | Reply
Bagaimana nabi2 di alquran (Musa, Ibrahim, Ayyub, Daud) menyebut Tuhannya? Allah bukan? Menurut anda nabi2 yang di Alquran dengan yang di KS sama tidak? Di alquran kan tidak mengenal bahasa Ibrani, Yunani? Sehingga mereka tidak mengenal kata YHWH. Bagaimana bisa menyuruh mereka bersyahadat demikian? Alquran sendiri tidak pernah mengurai kronologis atau sejarah dari alquran itu sendiri. Alquran hanya memperhatikan struktur kebahasaannya (konteks bahasa “magis”). Bagaimana menurut anda kronologis penulisan alquran pada masa nabi2? Apakah langsung menggunakan bahasa Arab? Apakah nabi Musa, Ibrahim, Daud berasal dari Arab? sehingga penulisan di Alquran menggunakan bhs Arab?
Binun | Jun 28, 2008 | Reply
@Binun
Bagaimana menurut anda kronologis penulisan alquran pada masa nabi2?
hah…. memang Al Quran ditulis pada masa nabi-nabi? dari mana “ide” pertanyaan Anda ini?
Belajar sejarah “penulisan” Quran Bung…
(baca saja singkatnya di bagian MUKADIMAH di bagian depan Al Quran — sayang Al Quran terbitan baru, tidak ada Mukadimah-nya, cari AlQuran yang sebelum tahun 1990-an)
Alquran sendiri tidak pernah mengurai kronologis atau sejarah dari alquran itu sendiri.
kalau kronologis “turun”nya Al Quran, ada Bung.. yang tidak jelas adalah “sejarah yang termuat dalam Quran”, misalnya yang dikorbankan Abraham eh Ibrahim di Quran TIDAK ditulis secara jelas. Al Quran mencatat bahwa SETAN dibuat dari API (padahal menurut Kitab Suci, SETAN berasal malaikat yang memberontak).
Anda percaya Kitab Suci “kristen” atau Al Quran?
Saya percaya Kitab Suci, jadi saya terus terang tidak terlalu berminat membahas Quran, apalagi di website ini, bukan untuk “mengupas” Quran.
Kitab Suci mengajarkan bahwa nama Tuhan adalah YHWH, bukan Allah. Jadi saya percaya bahwa Tuhan saya adalah YHWH, bukan Allah. Silakan orang MENGANGGAP Allah itu sama saja dengan YHWH, tetapi seperti orang Yahudi yang sampai sekarang menyambah YHWH (bukan Allah), ya bagi saya, tidak perlu mengganti YHWH dengan ALLAH.
GK | Jun 29, 2008 | Reply
@GK
Anda belum menjawab pertanyaan saya, nabi2 yang di alquran dengan di KS sama tidak?
Maksud saya bukan ditulis pada masa nabi2, tetapi kronologis masa nabi2 itu siapa yang pertama kali menulis? Apakah sumber yang dipakai alquran dan KS itu sama? Bahasa apakah yang dipakai?
Saya tidak mempermasalahkan mengenai YHWH, tetapi tentang Allah (kan YHWH memang ada di KS), menurut anda kan Allah itu Tuhannya orang Islam, ya berarti harus ditelusuri sejarah dari Islam. Nah sejarah asal muasal pemakaian kata Allah di alquran itu sendiri bagaimana?
Binun | Jun 29, 2008 | Reply
@Binun
ada banyak pendapat mengenai asal-usul kata Allah,
silakan cari referensi sendiri….
secara sangat singkat, coba baca http://gkmin.net/?p=85
Sy tidak akan meng’klaim’ sejarah “Allah” mana yan g benar, karena banyak pendapat, dan masing-masing merasa benar.
Saya tidak mempermasalahkan mengenai YHWH, tetapi tentang Allah (kan YHWH memang ada di KS)
Justru di sini saya tidak mempermasalahkan tentang Allah, silakan siapapun membicarakan tentang Allah, bagi saya sesuai dengan Kitab Suci, Tuhan saya adalah YHWH, bukan Allah. Apakah perlu membahas tentang Allah lebih lanjut, padahal saya tidak percaya pada Allah?
GK | Jun 30, 2008 | Reply
Just answer my simple questions in a simple way:
Menurut Anda, nabi2 (contoh: Ibrahim, Musa, Daud) yang ada di Alquran dan KS sama tidak? Tuhan mereka sama atau tidak?
Matur nuwun, salajengipun kawula mboten bade tanglet2 malih.
Binun | Jun 30, 2008 | Reply
@Binun
Jawabanipun boten saged namung ’simple’ kados pamundutipun panjenengan. Upami benten lajeng kados pundi, menawi sami, lajeng kados pundi. Ingkang baken, kula mboten pitados dhateng Al Quran. Cobi panjenengan waos piyambak kemawon wonten mriki: http://gkmin.net/?p=46
Wonten ing seratan punika sampun kula aturaken pamanggih kula.
Salajengipun panjenengan saget kagungan pamanggih piyambak. Sumangga…
GK | Jun 30, 2008 | Reply
@Binun,
jangan lupa, baca juga komentar-komentar di http://gkmin.net/?p=46
tks.
GK | Jun 30, 2008 | Reply
Karena GK belum bisa menjawabnya, makanya saya nanya lagi (boleh kan?).
Kalau berbeda, kenapa banyak sekali kesamaannya? apakah itu hanya suatu kebetulan?
Kalau Isa Al Masih dengan Yeshua/Yesus sama tidak? Bagaimana Isa Al Masih menyebut Tuhan di alquran? (Allah bukan?) Berasal dari manakah Isa Al Masih? (yang pasti bukan dari arab kan?) Bagaimana dia bisa mengenal kata “Allah”? Bagaimana namanya bisa Isa Al Masih (bhs arab)?
Kalaupun Isa Al Masih dan Yeshua itu berbeda, kenapa di alquran juga ditulis bahwa Isa Al Masih akan datang yang kedua kali pada akhir jaman? (Apakah semuanya hanya kebetulan sekali?)
Saya tidak ingin mengupas tentang islam dan alquran. Tetapi mengenai pemakaian kata Allah. Kalau Allah bener2 nama Tuhan (yang tidak berubah) Bagaimana orang2 Ibrani, Yahudi bisa memakai kata Allah di alquran?
Sehingga menurut penafsiran saya, Allah bukanlah mengikat ke sebuah nama (yang tidak bisa berubah) tetapi ke sebuah sebutan pengganti Tuhan, karena kata Allah itu sendiri adalah kata bentukan dari manusia (orang arab).
Jangan menyuruh saya menanyakan syahadat orang islam lagi ya….
Binun | Jun 30, 2008 | Reply
@Binun,
belajarlah sejarah “pembentukan” Quran,
jika Anda cermat, isi Quran itu sebagian cuplikan2 Taurat, Injil dan Talmud, sayang beberapa hal menjadi berbeda jalan ceritanya….
Ingat.. Quran tidak turun dari langit seperti yang diyakini banyak orang yang tidak tahu. Baca saja MUKADIMAH di dalam Al Quran yang terbitan lama (kalau Quran baru, saya pernah lihat2 tidak ada mukadimah-nya)
Nah…, dari situ anda mungkin akan dapat mngambil kesimpulan, yang jelas, saya mendasarkan diri pada Alkitab, bukan Quran, jadi, jangan tanya ke saya kenapa di Quran begini, begitu, kok mirip Injil, mirip Taurat…
duluan mana Taurat dan Injil dibanding Quran? Anda mau percaya pada yang lebih dahulu apa yang kemudian?
Anda juga boleh berpendapat kalau yang kemudian itu sebagai penyempurna dari yang dulu, sayangnya penyempurna itu malah bertentangan dengan yang dulu….
GK | Sep 17, 2008 | Reply
Gile setengah mati orang2 ini mempertahankan YHWH,walaupun argumennya lemah..ckckckckc…
Rudy | Oct 8, 2008 | Reply
Lo…yang menanggap bodoh perdebatan ini berarti orang pinter dong….? huhehehe
Kira2 tahu ga ya mengapa Kristus dipercaya sebagai Tuhan dan Jurusealamat?
Kira2 tahu ga ya kalau semua manusia berdosa dan oleh karena itu butuh Juruselamat?
Pernah lihat engga di Alkitab selama pelayanan Tuhan Yesus penuh dengan perdebatan?
Sepanjang untuk menghancurkan kebebalan mereka2 yang membengkokkan Firman Tuhan…why not?
Mereka2 yang membengkokkan itu akan besar kepala kalau tidak ada yang mengingatkannya…
Kita2 yang anget2 kuku juga akan dimuntahkan Tuhan kalau membiarkannya begitu saja…
Sekian….
JBU All
Haryo | Oct 14, 2008 | Reply
@Rudy
Gile setengah mati orang2 ini mempertahankan YHWH,walaupun argumennya lemah..ckckckckc…
gile setengah hidup, orang2 yang mempertahankan Allah, sampai menghakimi bahwa penyebut Yahweh sesat.
Argumen lemah?
Matius 6:9 Karena itu berdoalah demikian: Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu,..
Yesaya 42:8 Aku ini YAHWEH itulah nama-KU..
Mazmur 68:5 Bernyanyilah bagi Elohim, mazmurkanlah nama-Nya, buatlah jalan bagi Dia yang berkendaraan melintasi awan-awan! Nama-Nya ialah YAHWEH; beria-rialah di hadapan-Nya!
Zefanya 3:9 “Tetapi sesudah itu Aku akan memberikan bibir lain kepada bangsa-bangsa, yakni bibir yang bersih, supaya sekaliannya mereka memanggil nama YAHWEH, beribadah kepada-Nya dengan bahu-membahu.
dan lain-lain masih banyak…
baca Kamus Alkitab bagian belakang TUHAN (huruf besar semua) –> YAHWEH
ckckckckc… masih mau melawan ayat-ayat firman Tuhan.
GK | Oct 30, 2008 | Reply
halo GK,sayang sekali anda terlalu menggeneralisir,pikiran anda langsung negatif,sy tidak bilang anda penyembah YHWH yang sesat,tp anda sendirilah yang mengatakan demikian…..
saya sdh baca tulisan anda,tapi secuilpun tidak ada yg dapat menggerakkan hati sy untuk mempercayai tulisan anda.maaf sy melihatnya terlalu dangkal.
Satu pertanyaan buat anda,jika seseorang membaca firman Allah atau berdoa atau mengusir setan atau doa kesembuhan yang diarahkan kepada Allah Bapa,Yesus dan Roh Kudus,menjadi batal atau cacat atau apapun namanya hanya karena pengertian anda Allah itu adalah Allah nya orang islam atau dewa bulan?
Rudy | Oct 30, 2008 | Reply
@Rudy,
saya tidak ‘ngarani’ (menuduh) anda kok, baca lagi dengan cermat, khususnya judul topik ini.
saya sdh baca tulisan anda,tapi secuilpun tidak ada yg dapat menggerakkan hati sy untuk mempercayai tulisan anda.maaf sy melihatnya terlalu dangkal.
gak apa-apa, tulisan saya tidak harus anda percaya kok.. percaya saja pada Firman Tuhan dalam Kitab Suci…
nih saya kutipkan ayat Kitab Suci:
“Bernyanyilah bagi Elohim, mazmurkanlah nama-Nya, buatlah jalan bagi Dia yang berkendaraan melintasi awan-awan! Nama-Nya ialah YAHWEH; beria-rialah di hadapan-Nya! ( Mazmur 68:5 )”
atau ini:
Yesaya 42:8, “Aku ini YAHWEH, itulah nama-Ku….”
apakah kedua ayat itu juga dangkal?
mungkin ini yang agak dalam, perlu ditafsir dengan lebih “pusing”,
Dan aku melihat: sesungguhnya, Anak Domba berdiri di bukit Sion dan bersama-sama dengan Dia seratus empat puluh empat ribu orang dan di dahi mereka tertulis nama-Nya dan nama Bapa-Nya. (Wahyu 14:1)
Anda boleh dengan segala kemampuan pikiran anda yang “tidak dangkal” kemudian mengganti YAHWEH di situ menjadi TUHAN atau apapun yang anda mau, tetapi pikiran dangkal saya tidak mau pusing-pusing berfilsafat, mengakui saja teks Kitab Suci, bahwa nama Tuhan adalah YAHWEH dan saya tidak perlu menyebutnya ‘Allah’, sebab walau saya kadang membaca Al Quran yang memperkenalkan Allah sebagai satu-satunya Tuhan, tapi saya tidak mempercayainya.
kalau mau berfilsafat, silakan kunjungi website saya yang lain di http://ilmubahagia.salatiga.biz , disana tidak membahas tentang Tuhan, tetapi khusus tentang manusia dan kemanusiaan.
kalau mau yang ringan-ringan yang sangat dangkal, silakan kunjungi www.pwijayanto.net , atau jika mau sedikit peduli pada masyarakat, silakan kunjungi http://suratpembacaku.wordpress.com
Satu pertanyaan buat anda,jika seseorang membaca firman Allah atau berdoa atau mengusir setan atau doa kesembuhan yang diarahkan kepada Allah Bapa,Yesus dan Roh Kudus,menjadi batal atau cacat atau apapun namanya hanya karena pengertian anda Allah itu adalah Allah nya orang islam atau dewa bulan?
maaf, saya tidak mau menjawab pertanyaan anda ini, sebab saya tidak tahu apa yang anda sebut sebagai “setan”, “kesembuhan”, “batal”, “cacat”. Alkitab menuliskan juga ‘jin’, ‘roh jahat’, ’setan’, ‘iblis’, ‘kuasa kegelapan’ dan lain-lain.
Ini bukan persoalan yang dapat dituntaskan via komentar atau tulisan di blog.
Saya tidak tahu bagaimana pemahaman Anda mengenai setan, jin, hantu, tuyul, gendruwo, lucifer, elohim ‘lain’, Nyi Roro Kidul, Maung Pajajaran, Baru Klinting, Dewi Lanjar dan sebagainya…
Maaf, saya tidak mau membicarakannya via website ini.
Mungkin anda sudah membaca tulisan di http://gkmin.net/?p=74 juga di http://gkmin.net/?p=77 . Tulisan itu mungkin juga dangkal, tapi memang sebatas itu yang dapat saya sampaikan via tulisan di website ini. Tidak semua hal dapat disampaikan via tulisan.
GK | Oct 30, 2008 | Reply
halo GK,ketemu lg,sy tdk terlalu suka berfilsafat,sy suka yang rileks saja, btw thx untuk website yg sudah anda tawarkan.Sy sdh baca link ke kesaksian yang sdh anda tulis,sy bertanya kenapa ngusir roh jahat pake nama yesus ya,kenapa tdk pake YHWH,bukankah anda pengagum nama YHWH?
Nah pertanyaan berikutnya nih,sampe saat ini sy belum tahu asal muasal nama YAHWEH,kenapa dari YHWH bs menjadi YAHWEH ya?hasil tebak2 an ato ada apa ya?
Rudy | Oct 31, 2008 | Reply
@Rudy,
Nah pertanyaan berikutnya nih,sampe saat ini sy belum tahu asal muasal nama YAHWEH,kenapa dari YHWH bs menjadi YAHWEH ya? hasil tebak2 an ato ada apa ya?
Kenapa dari HLLWYH jadi Haleluyah ya..? tebak-tebakan atau ada apa ya?
Anda tahu Shalom / Syalom itu dari apa?
Carilah tahu di tempat lain…, banyak yang sudah membahas hal itu.
GK | Oct 31, 2008 | Reply
Saya tdk bertanya HLLWYH menjadi Haleluyah,yang sy tanyakan kenapa YHWH menjadi YAHWEH,hehehe…sy salut dengan ilmu melarikan diri anda,bagaimana anda akan menyebarkan nama YHWH untuk dikenal orang jika anda sendiri malas (ato tdk mampu ya?) utk menjelaskannya hehehe…lucu…Anda tahu kenapa tulisan2 di web anda sy sebut dangkal??yah karena hal2 beginian……
Rudy | Oct 31, 2008 | Reply
Saya tdk bertanya HLLWYH menjadi Haleluyah,yang sy tanyakan kenapa YHWH menjadi YAHWEH,hehehe…sy salut dengan ilmu melarikan diri anda,bagaimana anda akan menyebarkan nama YHWH untuk dikenal orang jika anda sendiri malas (ato tdk mampu ya?) utk menjelaskannya hehehe…lucu…Anda tahu kenapa tulisan2 di web anda sy sebut dangkal??yah karena hal2 beginian……
Ini bukan melarikan diri. saya anggap anda bukan anak kecil yang harus diajari detail demi detail. Mestinya anda dapat menangkap analogi atau perumpamaan.
Bukankah Yesus-pun mengajar dengan perumpamaan?
Ketika Yesus berkata, Tetapi tentang hari dan saat itu tidak seorang pun yang tahu, malaikat-malaikat di sorga tidak, dan Anak pun tidak, hanya Bapa sendiri.(Matius 24:36)
Apakah Dia benar-benar sedang tidak tahu? — Atau anda pikir, Yesus tahu tapi sedang berbohong? Bagaimana menurut Anda? Apa maksud Yesus mengatakan itu?
Lalu bandingkan dengan ketika Dia bilang “Aku dan Bapa adalah satu”
Anda hanya ingin test saya? Apapun jawaban saya, tidak akan mengubah pandangan anda, karena hanya jawaban’dangkal’ bukan ‘dalam’ seperti pemikiran dan perenungan atau pengalaman anda.
Jika anda tahu HLLWYH menjadi Halleluya, (bukanya Holloloyo, atau Halleliyi, misalnya) andapun tahu mengapa YHWH menjadi Yahweh, atau Yehova.
Namun jika anda menerima “halleluya”, tapi menolak Yahweh, malah terima Allah, ya silakan, itu hak anda.
GK | Oct 31, 2008 | Reply
Siang GK,
Waduh terus terang GK sy tak tau mo ngomong apa dengan orang seperti anda.Ketika tulisan di blog anda membahas Allah lengkap dengan tata bahsanya,itu kan bebicara detail,sama seperti sy menuntut anda untuk menjelaskan rinci YHWH,tak salah kan sy minta anda menjelaskan detail YHWH menjadi YAHWEH,yah ceritanya kan anda sedang menjual sy sebagai pembeli,yah bertanggung jawab lah dengan YHWH yang anda jual…(istilah dagangnya nih)..
Dan lagian apa hubungannya detail sama anak kecil hehehe…
Yang sy tdk habis ngerti anda hendak membandingkan nama YHWH yg anda sembah dengan HLLWYH,emang HLLWYH itu nama kudus ya hehehehe….
Aneh kamu nih,sy nanya asal muasal YAHWEH,km nyasar ke perumpamaan Yesus,ngutip2 ayat lagi yang tdk ada relevansinya,cuapek dehhh….
GK:
Jika anda tahu HLLWYH menjadi Halleluya, (bukanya Holloloyo, atau Halleliyi, misalnya) andapun tahu mengapa YHWH menjadi Yahweh, atau Yehova.
GW nih:
Sama seperti pertanyaan diatas darimana anda bisa yakin YHWH bisa menjadi YAHWEH??,sekali lg sy tdk bertanya HLLWYH,karena ini bukan nama…
GK:
Anda hanya ingin test saya? Apapun jawaban saya, tidak akan mengubah pandangan anda, karena hanya jawaban’dangkal’ bukan ‘dalam’ seperti pemikiran dan perenungan atau pengalaman anda.
GW nih :
Sy tdk hendak mengetest anda,toh sy tdk di bayar (emang gampang bikin soal hehehe),hanya guru yang bisa ngetest muridnya,dan anda bukan murid sy.
GK:
Namun jika anda menerima “halleluya”, tapi menolak Yahweh, malah terima Allah, ya silakan, itu hak anda.
GW nih:
Ini bukan masalah hak ato tidak,kan anda yang berkoar koar untuk mengganti Allah menjadi YAHWEH,yah jelasin dong kenapa YHWH menjadi YAHWEH,ini pertanyaan sederhana kok,ato anda tdk punya bahan…hayo ngaku…
Rudy | Nov 3, 2008 | Reply
@Rudy
Ini bukan masalah hak ato tidak, kan anda yang berkoar koar untuk mengganti Allah menjadi YAHWEH, yah jelasin dong kenapa YHWH menjadi YAHWEH,ini pertanyaan sederhana kok,ato anda tdk punya bahan…hayo ngaku…
O o o o o o o o o o o o o o TERNYATA selama ini anda TIDAK MUDHENG / TIDAK TAHU persoalan yang saya ungkapkan via website ini tho!!!!!!!!!
Percuma saya menjelaskan beberapa hal, ternyata anda salah tangkap.
Ya sudah.. kalau mau baca-baca lagi. kalau nggak mau ya sudah… capai deh!!!!
Anda itu sebenarnya tahu apa tidak tho.., kalau Yesaya 42:8 itu sebenarnya ‘berbunyi’: Aku ini YAHWEH, itulah nama-Ku; Aku tidak akan memberikan kemuliaan-Ku kepada yang lain atau kemasyhuran-Ku kepada patung.
Jangan-jangan anda nggak tahu juga… karena anda tidak membuka Kamus Alkitab di bagian belakang.
Sama seperti pertanyaan diatas darimana anda bisa yakin YHWH bisa menjadi YAHWEH??,sekali lg sy tdk bertanya HLLWYH,karena ini bukan nama…
anda tidak bertanya tentang HLLWYH, karena anda tahu atau tidak tahu? kalau anda tahu HLLWYH menjadi Halleluyah, pasti anda juga mengerti kalau YHWH menjadi Yahweh. Tapi kalau anda tidak tahu tentang HLLWYH, ya silakan cari tahu dulu kenapa HLLWYH menjadi Halleluyah, baru masalah YHWH menjadi Yahweh.
Kenapa demikian? Saya yakin anda sering, bahkan sangat sering mengucapkan kata HALLELUYAH, ya…. sebaiknya anda tahu kata yang sering anda ucapkan itu.
Bagaimana anda menjelaskan nama YHWH menjadi TUHAN (huruf besar semua) atau ALLAH (huruf besar).
Saya harap anda dapat mengerti persoalannya dan tidak (asal) menuduh saya sedang “berkoar koar untuk mengganti Allah menjadi YAHWEH”.
Ternyata anda salah memahaminya… silakan baca dulu pelan-pelan dengan cermat tulisan “Siapa Tuhan yang Anda Sembah?”. Adakah di sana saya hendak mengganti Allah menjadi Yahweh? TIDAK ADA SAMA SEKALI.
Adakah tulisan-tulisan saya di website ini yang mengidikasikan bahwa saya hendak mengganti Allah dengan YAHWEH? TIDAK ADA SAMA SEKALI.
Anda SALAH tangkap
Anda sering baca Alkitab terbitan LAI? tolong anda pahami perbedaan/persamaan dari kata-kata : Tuhan; TUHAN; allah; Allah; ALLAH
Baca tulisan saya di http://gkmin.net/?p=60
GK | Nov 3, 2008 | Reply
GK:
Anda itu sebenarnya tahu apa tidak tho.., kalau Yesaya 42:8 itu sebenarnya ‘berbunyi’: Aku ini YAHWEH, itulah nama-Ku; Aku tidak akan memberikan kemuliaan-Ku kepada yang lain atau kemasyhuran-Ku kepada patung.
GW nih:
Hahahaha……anda membaca apa yang tampak,saya membaca apa di balik yang tampak,di situlah beda anda dan saya,anda ngerti ato tidak maksud sy yah…
GK:
Percuma saya menjelaskan beberapa hal, ternyata anda salah tangkap.
Ya sudah.. kalau mau baca-baca lagi. kalau nggak mau ya sudah… capai deh!!!!
GW nih:
Hahaha,sy mengerti maksud tulisan anda dan juga tulisan teman2 (ato apalah itu) anda di website lain,jd tdk mungkinlah sy tdk nangkap maksud tulisan anda itu.Sy pernah membaca tulisan seseorang di forum diskusi anda ini,mengusulkan agar anda membaca buku sejarah dahulu,dan sy pikir dia sangat tepat sekali.
GK:
Ternyata anda salah memahaminya… silakan baca dulu pelan-pelan dengan cermat tulisan “Siapa Tuhan yang Anda Sembah?”. Adakah di sana saya hendak mengganti Allah menjadi Yahweh? TIDAK ADA SAMA SEKALI.
GW nih:
Iya sy sudah baca dengan cermat tulisan anda,harus saya katakan setiap tulisan tentu mempunyai tujuan dan apakah tujuan tulisan anda ini?Yah lihatlah hasilnya,anda sendiri kan sdh tahu hehehe…
Trus ketika anda mengatakan mereka yang membaca tulisan anda merubah keyakinan mereka dari Allah menjadi YAHWEH,anda “tersenyum” dan dengan bangga (mungkin kali) anda tulis hasil kerja keras anda itu dalam argumen anda, hehe…,jd maksud tulisan kamu opo toh GK,apa sy harus tertawa lagi nih….
GK:
anda tidak bertanya tentang HLLWYH, karena anda tahu atau tidak tahu? kalau anda tahu HLLWYH menjadi Halleluyah, pasti anda juga mengerti kalau YHWH menjadi Yahweh. Tapi kalau anda tidak tahu tentang HLLWYH, ya silakan cari tahu dulu kenapa HLLWYH menjadi Halleluyah, baru masalah YHWH menjadi Yahweh.
GW nih:
Lah berarti nama YAHWEH bergantung dari HLLWYH toh,itu asumsi ato apa?Trus itu cara ngakalinnya bagaimana?Hayo anda jelaskan..
Rudy | Nov 4, 2008 | Reply
@Rudy
Hahahaha……anda membaca apa yang tampak,saya membaca apa di balik yang tampak,di situlah beda anda dan saya, anda ngerti ato tidak maksud sy yah…
oh ya?!, anda jangan berstandar ganda…
(misalnya) nih perintah Yesus tentang babtisan:
Matius 28:19 Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus,
Kenapa pendeta membabtis “dalam nama Bapa, dan Putra (Anak) dan Roh Kudus”
(dan saya sangat yakin, anda-pun membenarkan hal ini)
Bukankah itu karena pendeta (termasuk anda) membacanya secara HURUFIAH?
Tidakkah ada yang JANGGAL??
Matius 28:19, adalah KALIMAT LANGSUNG dari Yesus.
dan.. pendeta sekarang menirukan KALIMAT LANGSUNG itu, dalam upacara babtis.
(bukankah kalimat langsung yang dikutip, seharusnya menjadi kalimat tidak langsung?!)
Mengapa pendeta tidak membabtis: “dalam nama Yahweh, Yeshua (Yesus) dan Roh Kudus”?
Karena para pendeta membaca YANG TERSURAT/TAMPAK, silakan jelaskan pada para pendeta bahwa mereka SEHARUSNYA membaca “dibalik yang tampak”, seperti maksud Anda, sekiranya anda punya pandangan lain, yang lebih baik.
Anda mengerti maksud saya? atau tambah bingung karena saya mengambil contoh ayat lain lagi.?
OK, tentang nama Tuhan, apa yang anda tangkap dari ayat-ayat berikut ini (jika anda tidak membaca “yang tampak” melainkan “dibalik yang tampak”)
Yesaya 64:8 Tetapi sekarang, ya YAHWEH, Engkaulah Bapa kami! Kamilah tanah liat dan Engkaulah yang membentuk kami, dan kami sekalian adalah buatan tangan-Mu
Mazmur 68:5 Bernyanyilah bagi Elohim, mazmurkanlah nama-Nya, buatlah jalan bagi Dia yang berkendaraan melintasi awan-awan! Nama-Nya ialah YAHWEH; beria-rialah di hadapan-Nya!
Menurut anda, ada apa “dibalik” ayat-ayat itu? Anda tidak mau mengakui bahwa namaNya adalah YAHWEH? sedangkan ayat-ayat itu SANGAT JELAS (termasuk juga Yesaya 42:8)
Apakah ayat yang sudah SANGAT JELAS itu masih harus anda jelaskan lagi, karena anda mampu menangkap “dibalik” yang tertulis itu?
OK…
sekarang kata-kata Yesus:
“Akulah jalan dan kebenaran dan hidup, tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku”
Siapa “Aku” itu? Yesus-kah? (saya yakin anda mengakui “Aku” di situ adalah Yesus sendiri. — dan ini berarti anda sedang membaca “yang tampak”, bukankah begitu?!)
Mau membaca yang tidak tampak? (seperti yang dilakukan oleh beberapa teman saya di sebuah komunitas tertentu) Beberapa dari mereka mengartikan kata-kata Yesus itu sebagai kiasan, dan “Aku” itu tidak menunjuk “diri Yesus” secara hurufiah, melainkan “Aku” adalah “Ingsun Sejati” yang ada dalam diri tiap-tiap orang. …di dalam kepala ada dhimak (otak), di dalam otak ada manik, di dalam manik ada budi, di dalam budi ada angan-angan, di dalam angan-angan ada sukma, di dalam sukma ada rasa, di dalam rasa ada Aku (Ingsun)….
Atau ada juga yang menafsir “Aku” yang dimaksud Yesus itu adalah “Aku tukang nyawang”, yakni Aku sejati, yang konsepsinya hampir sama dengan “anion”-nya penganut gnostik.
ha ha ha… gimana, mana yang benar menurut anda, Aku HURUFIAH yang maksudnya “YESUS” atau aku “tersirat” yang “bukan Yesus”, atau “Aku” apa lagi?? Bingung dengan maksud saya?
Saya tahu, tidak semua ayat harus dipahami secara HURUFIAH, tetapi juga tidak semua ayat harus di TAFSIR.
Trus ketika anda mengatakan mereka yang membaca tulisan anda merubah keyakinan mereka dari Allah menjadi YAHWEH,anda “tersenyum” dan dengan bangga (mungkin kali) anda tulis hasil kerja keras anda itu dalam argumen anda, hehe…,jd maksud tulisan kamu opo toh GK,apa sy harus tertawa lagi nih….
Untuk apa saya bangga, saya tidak punya kepentingan apa-apa, orang mau terima, orang mau menolak, orang mau menganggap argumen saya “dangkal”, ya silakan.
(jelas saya senang, jika tulisan saya dapat membantu beberapa atau bahkan banyak orang lepas dari kebingungannya tentang Allah dan Yahweh — dan anda perlu tahu, ada beberapa orang yang menghubungi saya, mengucapkan terimakasih, setelah membaca tulisan-tulisan di website ini, menjadi lebih “mantap” dalam imannya kepada Tuhan Yesus, dan Tuhan/Bapa Yahweh, bukan Tuhan Allah, atau Allah Bapa)
Saya hanya menyampaikan argumen saya, mengapa YAHWEH tidak seharusnya disebut ALLAH. Gitu lho.. jadi BUKAN saya berniat mengganti Allah menjadi Yahweh. Jelas!!
Tahukah anda beda antara “mengganti Allah menjadi Yahweh” dan “Yahweh tidak seharusnya disebut Allah”?
So… jangan lagi menganggap saya ingin “mengganti Allah menjadi Yahweh” ya…!!.
anda ngerti maksud saya atau tidak yah..
Jika anda menganggap pemberitaan tentang nama Yahweh ini sebuah “kesalahan” ya silakan ingatkan orang-orang Kristen yang tidak lagi menyebut Allah, agar kembali dan tetap menyebut “Tuhan Allah” atau “Allah Bapa” juga “Yesus Anak Allah”, “Bunda Allah”, “Allah Roh Kudus” dan sebagainya.
Jika perlu, buatlah website yang mengcounter tulisan-tulisan saya di sini, jangan hanya tulis komentar-komentar saja.
Jika anda di Eropa atau Amerika, silakan katakan “My Lord is Allah” sekalian anda jelaskan tentang “Allah” yang anda maksud itu adalah Israel’s God.
Saya bukan hamba Allah, melainkan hamba Yahweh, maka saya tidak perlu menyebut Yahweh dengan “Allah”, dan saya akan terus memberitakan nama Yahweh, bukan nama Allah.
apa sy harus tertawa lagi nih….
Silakan tertawa, kalau mau tertawa…
Lah berarti nama YAHWEH bergantung dari HLLWYH toh,itu asumsi ato apa?Trus itu cara ngakalinnya bagaimana?Hayo anda jelaskan..
Siapa yang bilang YHWH tergantung dari HLLWYH?, itu khan hanya analogi! Anda dengan lantang menyebut dan menyannyikan “halleluyah”, dan tidak mempertanyakan bagaimana hllwyh menjadi halleluya, tapi bingung dengan yhwh menjadi yahweh.
OK, saya bantu, silakan buka dan baca sendiri (kalau tidak setuju, silakan protes pada penulisnya ya….)
ini, misalnya:
http://en.wikipedia.org/wiki/Yahweh
http://reluctant-messenger.com/Gods-sacred-name.htm
(yang seperti ini khan sudah bisa anda cari di banyak sumber di internet…,kenapa masih anda tanyakan, silakan googling sendiri)
Atau anda baca KAMUS ALKITAB di bagian belakang Alkitab terbitan LAI, silakan tanya sendiri ke LAI mengapa LAI menulis “Yahweh”.
GK | Nov 4, 2008 | Reply
kulonuwun semuanya
saya org awam baru di sni igin sharing sdikit ttg prjalanan keimanan sy. sy lahir baptis katolik dan dididik iman katolik slm lbh 20th. dan slm itu sy bingung knp tuhan yg sy smbah kog mirip2 dgn tuhan org lain yi :”allah”. sy brtnya pada bnyk romo tp jwbn mrk tdk memuaskan, mrk hny blg cara pengejaannya beda, dan yg pnting qta menyembah yesus. saya ya manut saja.
tapi skg saya tahu bahwa Tuhan yg saya sembah dgn yg org lain sembah itu sangat beda. Allah & Yahwe adalah 2 panutan yg berbeda. saya bergumul cukup lama.
tapi skg muncul lg permasalahan baru. karena belum semua gereja bisa menerima istilah yahwe, termasuk gereja katolik, sedangkan jujur saya skg merasa risih mndengar kata Allah ketika pastur ato pendeta kotbah,
adakah gereja di salatiga yg sudah memakai istilah Yahwe sbg pegganti Allah ? klo iya bisa diberitaukan di mana, klo belum, kira2 saya boleh usul agar secepatnya didirikan di sl3, krn saya dan suami benar2 untuk meyembah Tuhan yang benar.
dan mengenai yang masih menolak Yahwe, biarlah kiranya roh kudus membuka matahati saudara.
Yesus dan Bapa Yahwe memberkati
sez | Feb 24, 2009 | Reply
oya kelupaan.
dengar2 injil yg menggunakan Yahwe sudah dibuat ya?
kapan selesainya? wah saya ga sabar utk bisa memilikinya.
ditunggu lo….
sez | Feb 24, 2009 | Reply
@sez,
gereja yang tidak pakai Allah? di Salatiga ada, di Ambarawa ada, di Kopeng ada, di Magelang ada, di Jogja ada, di Jakarta ada, dan masih banyak tempat lainnya.
(saran saya, tetap saja di gereja yang sekarang, yang paling penting anda sudah berubah. tapi kalau memang merasa nyaman pindah gereja, ya silakan saja… itu hak anda sendiri. Yang penting dicatat, bahwa pemberitaan nama YHWH ini bukan untuk menarik jemaat. Saya sendiri tetap bergereja di GKJ Salatiga, yang juga masih menggunakan kata Allah. ya.. walau kurang nyaman, tapi ada banyak pertimbangan kenapa saya tidak pindah gereja — bukan sekedar pertimbangan Allah-YHWH.)
Kitab Suci yang tidak pakai Allah? sudah ada, bahkan sekarang sudah ada Edisi ke-2-nya. Baca saja di bagian kanan atas website ini, saya beri ‘pengumuman’.
GKmin | Feb 24, 2009 | Reply
@sez
Betul sez, aku juga tidak pindah gereja kecuali kalau aku diusir dari gerejaku karena menyembah YAHWEH. ha ha ha ha
Salatiga | Feb 25, 2009 | Reply
Saya juga bergereja di gereja yang masih memakai “Allah” dalam ibadahnya baik dalam Firman Tuhan, doa maupun pujian. Karena saya tidak lagi mau menyebut “Allah” maka dalam pujian, setiap ada kata “Allah” saya sendiri merubahnya dengan Kata “Tuhan” atau “Bapa” atau “Yahweh” sesuai dengan konteks lagunya, dan saya dengan demikan merasa nyaman. Saya berdoa supaya satu waktu nanti gereja tempat saya beribadahpun akan menyadari& terbiasa dengan menyebut “Yahweh” dalam ibadahnya.
Samuel | Feb 28, 2009 | Reply
@samuel,
nampaknya mulai banyak orang yang begitu.. sudah meninggalkan Allah, tapi tetap bergereja yang pakai Allah..
GKmin | Feb 28, 2009 | Reply
KATA YANG MAHA TINGGI DAN MAHA AGUNG….ALLAH
GHOFUR SALAFI | Mar 6, 2009 | Reply
@GHOFUR SALAFI
Karena Anda hamba ALLAH, tapi bisakah Anda menjelaskan? ALLAH yang mana yang Anda sembah?
Bagaimana Anda bisa bilang Agung kalau anda tidak tau. Itu kan nurut ajaran yang Anda terima.
salatiga | Mar 6, 2009 | Reply
@GHOFUR SALAFI,
maksudnya ’salatiga’, mungkin.. silakan baca dulu http://gkmin.net/?p=85
GKmin | Mar 6, 2009 | Reply
Karena Anda hamba ALLAH, tapi bisakah Anda menjelaskan? ALLAH yang mana yang Anda sembah?
ALLAH ABRAHAM ! so what gitu lo pak dosen ?
simon | Mar 9, 2009 | Reply
@simon
ALLAH ABRAHAM ! so what gitu lo pak dosen ?
ha ha ha… yang benar “Elohim ABRAHAM” Bapak Simon..
dan Elohim itu diterjemahkan LAI menjadi Allah (A-nya saja yang huruf besar) bukan “ALLAH”.
Belajar lagi Bapak…
gkmin | Mar 9, 2009 | Reply
Saya melihat bahwa debat-mendebat antara Christendom versus Christianity (anda-anda ada di pihak mana?) tentang kata “Allah/YHWH” hanya pada akhirnya membuktikan satu kebenaran penting mendasar yakni bahwa ‘YaHouWaH’ adalah sebutan yang paling tepat dan benar sehubungan dengan Nama Pribadi Yang Mahakuasa; saya tak enak hati (tapi patut) memberitahu bahwa Saksi-Saksi Yehuwa [Jehovah Witnesses] adalah yang paling intens menyosialisasikannya sehingga menjadi sebutan yang paling familiar ke seantero dunia melalui pelayanan Kristen mereka. Saya rasa kita patut berterima kasih dan memberikan apresiasi sepatutnya kepada komunitas Kristen itu; namun demikian, dengan menggunakan sebutan ‘YaHouWaH’ dalam keseharian kita, kita telah membuktikan apresiasi terbaik kita kepada Sang Pemilik Nama [Hasyem Tov]…
Boet Nasarany, Ph.D | Aug 11, 2009 | Reply
pada dasarnya kita buat simple aja, kalau kita merasa nyaman dengan kata YHWH atau Yahweh atau Allah atau TUHAN atau apapun yang membuat kita merasa dekat dengan DIA baik saat berdoa/menyembah/dll, yah terserah pilih yang mana, yang penting masing2 sisi jangan memaksakan kehendak, jangan lupa untuk terus saling mengasihi. nanti waktu kita bertemu di surga dan kita ingat masa2 debat dulu waktu masih di bumi, kita akan tertawa bersama-sama.
jujur saja sampai hari ini saya masih tetap menggunakan Allah dalam keseharian saya dan belum ada setitik keinginan pun untuk mengubahnya. kita tidak perlu ‘mengecilkan’ yang lain agar kita terlihat ‘besar’. karena bila saya memperhatikan banyak sekali’hamba Tuhan’ kaliber dunia yang memakai kata yesus dan Allah dalam pelayanan mereka dan mereka tetap melayani dengan dasyat. memang saya belum pernah mendengar pdt. kaliber dunia yang sudah mengubah Allah mjd YHWH atau Yesus mjd yahshua dalam pelayanan2 akbarnya (mungkin sudah ada?sy kurang tau). saya melayani sebagai misionaris lokal ke pedalaman papua dan menggunakan nama Allah dan yesus, kadang untuk menerjemahkan ‘anak perjanjian’ saya harus istilahkan=konversi menjadi ‘babi perdamaian’(apakah Tuhan tersinggung? dan pelayanan saya jadi jelek?tidak pastinya).itu karena di papua babi adalah icon ‘korban’ ganti penebusan kesalahan (kontekstualisasi). terlepas masalah babi atau nama Allah atau yesus, ada banyak point2 lain yang lebih meng’asyikan’ yaitu jiwa2 yang datang menerima kristus di pedalaman2 sana.
ini kesaksian pribadi saya:
(Sebelum saya bertobat saya adalah orang sangat bejat, penipu kelas tinggi, hampir kebayakan dosa saya adalah dosa2 yang tak dilakukan orang, kehidupan saya sangat gelap. sewaktu saya dalam titik terparah dari hidup saya, “theofani” Yesus hadir di samping saya dan berkata mulai hari ini layani lah aku.., saya bertanya: “siapa Engkau”…Dia menjawab: “Aku adalah Tuhan Allahmu, Yesus Kristus, berikanlah seluruh hidupmu kini bagi KerajaanKU”. Dan tau apa yang terjadi? saya bertobat, saya sadar, saya sembuh dan saya dipulihkan dengan ajaib. Kehidupan saya semakin hari semakin membaik di dalam Tuhan/Allah bahkan Tuhan/Allah memberkati hidup saya yang luarbiasa, yang dulu dikatakan orang: ‘manusia sampah tak berguna, mati lebih baik agar tak menyusahkan’…namun kini saya sangat berharga, setiap orang yang mengenal saya, melihat hidup saya kini pasti memuliakan Tuhan/Allah karena mampu mengubahkan seseorang yang begitu bejat dan jahat). memang waktu kejadian itu ‘theofani’ itu bukan menjawab: “Aku adalah Tuhan yHWH mu, yahshua Kristus, berikanlah seluruh hidupmu kini bagi KerajaanKU”)
waktu saya melayani di kalimantan, ada seorang yang sangat jahat dan saya melayani Dia karena stress berat (dosa yg nyaris tak terampuni), kenapa saya katakan jahat krn dia memperkosa ibu kandung nya sendiri, kakak kandung nya sendiri dan membunuh banyak orang. waktu saya layani Tuhan menjamah dia dan dia minta ampun kepada Tuhan, lalu ada suara yang menggelegar seperti kilat mengatakan “Aku adalah Tuhan Allahmu” bertobatlah dan layanilah AKU…
inti cerita saya adalah tidak pernah ada masalah terjadi dalam penggunaan kata Allah atau yesus dalam pelayanan hidup saya. mari kita sama sama saling menghargai, ini ibarat selera, aku suka nasi padang dan kamu suka warteg, yang penting sama sama makan.
saya menghargai perbedaan pendapat dan saya suka bersahabat.
saya tidak perlu mematahkan semangat anda belajar FT untuk menemukan nama Allah yang seharusnya, Saya senang dengan semangat anda belajar Firman Tuhan, hanya anda masih perlu banyak belajar lagi, sama seperti saya juga masih perlu terus belajar dan meneliti. mari kita sama2 meneliti dan belajar Firman Tuhan. teliti lah sampai kita menemukan ‘KEBENARAN’.
Pesan saya…waktu saya berbicara di beberapa pertemuan juga saya katakan…: “saya bisa saja salah”…karena itu anda juga bisa saja salah. Kita bisa saja salah, tetapi intinya adalah apabila kita menemukan ’sesuatu’ atau pendapat yang jauh ternyata lebih baik dari pendapat/kebenaran yg selama ini kita pegang teguh, jangan ‘bertahan’, kita harus berani rendah hati menerima-nya. itulah sikap ‘ksatria’. kakek saya katakan :”jangan bertahan dalam kesalahan”. itupun berlaku buat saya dan buat siapa saja.
(jika kita tukang kebun yg disuruh memotong rumput, ayo kita potong rumput, pemilik rumah/tuan kita tidak akan senang bila kita malah mengecat rumah, meskipun terlihat perlu…karena yg dia mau kita potong rumput)
Mari kita lebih memusatkan diri dengan hal yang lebih berguna daripada terlalu lama ‘berputar’ di satu tempat, contoh nya berbuat baik bagi semua orang, menginjil(pernahkah bertanya pada diri kita: “berapa jiwa yang sudah kita bawa pada Tuhan?ini bukan kristen mjd kristen lain tp dari ‘luar sana’ yg tidak mengenal Kristus mjd kenal Kristus”), melakukan kebenaran-Nya (karena banyak manusia lebih rajin/semangat meneliti/membaca Firman Tuhan daripada rajin/semangat mempraktekkannya dalam kehidupan setiap hari)
hormat saya saudara ku terkasih.
masami ichijo | Sep 20, 2009 | Reply
@masami ichijo
‘dai sejuta umat’ hanya pakai Allah juga hebat..
Nabi Mohammad juga hanya pakai Allah lebih hebat lagi, pengikutnya luar biasa banyak khan?
silakan baca-baca tulisan2 lain di website ini.
tks,
salam saya, gkmin.net
gkmin | Sep 20, 2009 | Reply
@gK
hitler juga besar tapi bukan buat kristus
zengis kan juga besar tp bukan buat kristus
masalah melayani kristus bukan masalah memilih nama tertepat dan menjadi jauh lebih berdampak.
ilalang dan gandum tumbuh ‘besar’ bersama sama,
antara kristus dan muhammad atau antara paulus dan hitler…ada waktunya Tuhan mencabut ‘ilalang’.
yang membuat pelayanan kita lebih ‘berdampak’ bagi kerajaan surga bukan karna kita mengganti penggunaan kata Allah menjadi YHWH, tetapi karena kita’hidup’ lebih baik lagi bagi DIA dan menjadi kesukaan bagi hati-Nya, hidup lebih ‘kudus’dan menjaga hati kita senantiasa.
sewaktu saya remaja saya ikut klub bola, dan pelatih saya mengatakan bahwa kami bukan di latih untuk ‘melawan’ teman satu seragam/team, tapi untuk melawan ‘musuh’…
bila semua sahabatku memilih menggunakan kata YHWH dlm hidupnya, itu bukan menjadi ‘masalah’ bagiku, selama ia ‘bertujuan’ membesarkan kerajaan surga, bahkan bila ia pun ‘dipakai’ Tuhan lebih ‘besar’ dari saya…selama untuk kemuliaan Nama Tuhan…itu adalah hal yang indah dlm hidup saya…
senang bisa mengenal anda, saya banyak membaca tulisan2 di situs ini, menambah referensi bacaan saya.
tx sudah mau share dengan saya. semoga suatu saat kita bisa berjumpa..
hormat saya, masami.
Tuhan memberkati.
masami ichijo | Sep 21, 2009 | Reply
@masami ichijo,
senang juga anda bersedia membaca tulisan-tulisan di website ini. sudah agak lama sy belum menulis lagi…
ya.. mungkin suatu saat kita bisa bertemu, atau kita bisa bertemu di facebook hehehe…
Jika anda baca tulisan sy “Siapa Tuhan yang Anda Sembah?” ( http://www.gkmin.net/gk/Siapa_yang_Anda_sembah.pdf ), sy tuliskan “kemakmuran dan keberhasilan, bukan ukuran sebuah kebenaran. Banyak orang yang tidak percaya Tuhan-pun bisa hidup makmur”
Ingat bahwa ‘kami’ bukan mengganti (kata) Allah dengan YHWH lho… tetapi mengembalikan ‘YHWH’ sebagai mana mestinya, antara lain tidak perlu memanggilNya dengan sebutan ‘Allah’.
GKmin | Sep 21, 2009 | Reply
YHWE…itu yang kita sembah. Abraham, Ishak, Yakub, Daud, Salomo, semua menyembah YHWE, bukan allah.
Seharusnya, penulisan ‘Allah’ di Alkitab harus di ganti menjadi YHWE.
DSH | Dec 25, 2009 | Reply
@DSH,
tidak semua kata Allah dalam Alkitab harus diganti YHWH (YAHWEH), harus disesuaikan konteks ‘asli’nya, ada yang perlu diganti Tuhan, ada yang Elohim.
GKmin | Dec 26, 2009 | Reply
Firman Elohim diprcayakn kpd org Yahudi(Ro 3:1)
Firman Elohim diberitakan kpd Yakub,
Ketetapan & hukum-Nya kpd Israel,& YHWH tdk brbuat dmkn kpd bngsa lain.(Mzm 147:19,20)
TENAKnya orang Yahudi tidak memuat nama Allah.
Jadi Allah itu elohim bangsa lain.
YHWH: “Sgla elohim bgs2 itu berhala.”(Mzm 96:5)
Jadi Allah adalah berhala.
Nama elohim lain dilarang dipanggil & dilarang
kedengaran dari mulut kita.(Kel 23:13)
Jadi nama Allah dilarang kita panggil dilarang kedengaran dari mulut kita.
abigail | Jun 5, 2010 | Reply
Allah = Elohim
Kita dilarang untuk menyebutkan nama diri dari allah/elohim/dewa/berhala.
Allah bukanlah nama diri. Allah adalah sebutan. Allah Islam tidak sama dengan Allah Kristen. Elohim Islam tidak sama dengan Elohim Kristen.
Orang Islam tidak mengakui Tritunggal. Bagaimana mungkin Elohim/Allah mereka sama dengan Elohim/Allah Kristen.
Pengucapannya saja beda. Orang Islam mengucapkan “Auwloh”.
Salam
Santo | Jun 5, 2010 | Reply
Hati-hatilah! Tuhan kita Yeshua mengajarkan:
“Siapa yang berkata kepada saudaranya bodoh! harus diserahkan ke dalam neraka yang menyala-nyala.”(Mat 5:22)
Keterangan:
Dlm Alkitab LAI tertulis “jahil” bukan “bodoh”.
Dlm KJhadaV tertulis “fool”
Dlm Hab’rit Hakhadasha tertulis “ewil”
“jahil” dlm bhs Arab memang berarti “bodoh”
“jahil” dlm bhs kita berarti “jahat”
sehingga pengguna Alkitab LAI tidak menyadari kesalahannya berakibat fatal.
“Biarlah kamu marah,tapi jangan berbuat dosa.”
“Sebab YHWH itu hakim kita”(Yes 33:22)
abigail | Jun 6, 2010 | Reply
Singkat saja:
Frmn Elohim dipercayakan kpd Yahudi.(Rom 3:1)
YHWH memberitakan firman-Nya kpd Yakub, ketetapan dan hukum-Nya kpd Isral, dan tidak berbuat demkian kpd bgsa lain.(Mzm 147:19,20)
Dlm TENAK Yahudi tdk pernah trtulis nama ALLAH.
Jadi ALLAH itu elohim bangsa lain.
YHWH :”elohim sgala bgsa itu berhala”(Mzm 96:5)
Maka ALLAH adalah berhala. ALLAH=elohim lain.
Dan elohim lain dilarang dipanggil, dilarang kedengaran dari mulut kita.(Kel 23:13)
Jadi nama ALLAH dilarang kita sebut-sebut!Ttk!
abigail | Jun 6, 2010 | Reply
Saudara Abigail, sebaiknya Anda cek di dalam kamus terlebih dulu sebelum Anda sembarang untuk mengerti kata terjemahan.
Mengapa LAI memakai kata “Jahil” untuk menterjemahkan “Fool” atau “Moros” (bahasa Yunani aslinya)?
Jahil bukanlah seperti pengertian Anda yang mengartikannya sebagai “jahat” ataupun pengertian sebagian kalangan yang menyamakan dengan “iseng”.
(Sumber Indo E-Kamus)
jahil (adj.) ignorant; foolish; unaware
Jahil dalam kamus bahasa Indonesia-Inggris dapat berarti :
1. Ignorant : jahil, buta, tidak tahu, bodoh
2. Foolish : bodoh; konyol; dungu; tolol; bebal; goblok
3. Unaware : tidak sadar; tidak insaf; tidak tahu; belum tahu; lena
Sedangkan “fool” dapat berarti:
1. bodoh; dungu
2. memperdaya, menghelat, menipu
3. gegabah, nekat, tidak sabar, tergesa-gesa, terburu-buru
Kalau Anda hanya menterjemahkan “fool” atau “Moros” dalam bahasa Indonesia hanya sebagai “bodoh”.
Bagaimana Anda dapat menjelaskan sifat “memperdaya, menghelat, menipu, gegabah, dll dalam 1 kata “bodoh”?
Makanya LAI menggunakan kata “Jahil”. Karena bagaimanapun “jahil” bisa berarti “bodoh” dan juga bisa menjelaskan perbuatan buta dan tidak insaf.
Saya lebih cenderung menyetujui penerjemahan LAI. Yang kurang pengertian adalah Anda.
Salam
Santo | Jun 6, 2010 | Reply
Nah sekarang lebih kelihatan bodohnya.
Elohim memangnya tidak dipakai untuk berhala/dewa-dewa?
YHWH disebut sebagai Elohim. Apakah YHWH adalah berhala?
Yang dilarang disebut adalah nama diri dari Elohim! Bukan kata “Elohim”-nya!
Allah adalah terjemahan dari Elohim.
Dan Allah bukan nama diri dari agama tertentu!
Salam
Santo | Jun 6, 2010 | Reply
“Elohim” adalah sebutan, yaitu sebutan yang harus disembah atau “Sesembahan”.(Why 19:10)
Dlm Ibraninya:”LElohim tishtakhaweh”.
Ada “Elohim yang benar” dan ada “elohim yang tidak benar”. Elohim yang benar itu YHWH. (Yer 10:10), dlm Ibraninya “WaYHWH Elohim emet”
Dan “elohim yang tidak benar” itu “berhala”, yaitu “elohimnya segala bangsa” spt ada ttulis:
“Sebab segala elohim bangsa2 itu berhala.”(Mzm 96:5, 1Taw 16;26)
Ada pula “letnan gadungan” dan “Letnan beneran”.Apa saya masih bodoh ya? Tak apalah!
Pokoknya saya takut bilang sdr-ku itu bodoh!
abigail | Jun 7, 2010 | Reply
Terjemahan “Elohim” menjadi “Allah” itu rancu.
“Elohim” itu “sebutan” sedang “Allah” itu nama.
“Allah” itu nama elohimnya atau nama ilahnya
umat Islam seperti yang mereka sebut di dalam
“Dua kalimah sahadat mereka” yang berbunyi
“La ilaha illallah” yang berarti “Tak ada ilah selain Allah.”
Sudah sejak ribuan tahun sebelum Islam nama Allah sudah menjadi ilahnya bangsa Arab,yang mereka sembah bersama Allata istrinya serta Aluzza dan Almana anak-anak perempuannya.(Kelengkapan Tarikh nabi MHD I hlm 223)
Saya heran kok nama Allah masuk ke dalam Alkitab terbitan LAI. Apa saya yg bodoh ya?
abigail | Jun 7, 2010 | Reply
YHWH brfirman kpd Abraham:”Oleh keturunanmulah
smua bgsa di bumi akn mendpt berkat”(Kej 22:18)
Kturunan Abraham itu brasal dr Ishak(Kej 21:12)Yahudi dr Yehuda itu dr Ishak, melalui Yakub.
Kita mendpt brkat rohani dari orang Yahudi melalui Kitab Sucinya, PLAM dan PBAR, yang kedua-duanya tidak pernah memuat nama Allah.
Lha kok Alkitab terjemahan LAI memuatnya itu gimana sih yaa? Padahal Allah itu nama berhala, sebelum Islam Allah itu dewa bulan dan ssdh Islam s/d hari ini, batu hitam atau hajar aswad. Lha mbok jangan dimuat saja yaa…
abigail | Jun 7, 2010 | Reply
*Jaman Adam: Hawa istri Adam telah menyebut nama YHWH.(Kej 4:1) dan sejak Enos manusia mulai menyebut nama YHWH.(Kej 4:26)
*Jaman Musa: YHWH menetapkan bahwa nama-Nya untuk selama-lamanya dan untuk turun-temurun.
(Kel 3:15)
*Jaman Yeremia: Oleh tipu rekaan hati para nabi palsu, umat YHWH telah melupakan nama-Nya dan berganti menyebut Baal, berhala Kanaan.
(Yer 23:27)
*Janman Zefanya: YHWH ngaruniakan bibir bersih
kpd bgsa2, spy memanggil nama-Nya, beribadah kpd-Nya dengan bersatu-padu.(Zef 3:9)
*Jaman skarang: Ada 2 grup Orang Kristen,satu masih hidup dlm jaman Yeremia yg lain sudah hidup dlm jaman Zefanya. Keduanya sedang ramai adu argumentasi;yang satu mempertahankan nama berhala dgn mentolol-tololkan yayng menyembah YHWH. Tepuk tangan sdr2! Hore-hore! Hayo-hayo!
Maju terus pantang mundur! Abigail.
abigail | Jun 7, 2010 | Reply
Syahadat Islam itu seperti yang ada di dalam 1 Kor 8:4
I Korintus 8
8:4. Tentang hal makan daging persembahan berhala kita tahu: “tidak ada berhala di dunia dan tidak ada Allah lain dari pada Allah yang esa.”
Apakah Allah adalah nama diri? Masih harus Anda buktikan!
Agama Islam tidak pernah menganggap Tuhan sesembahannya mempunyai nama. Dan lucunya bahwa ada sebagian orang Kristen yang bersikukuh itu adalah nama.
Terjemahan LAI jelas bahwa Allah tidak menggantikan nama YHWH. Kalau mau buka kamus LAI dalam Alkitab silahkan lihat kata apa yang menjadi terjemahan YHWH!
Semua juga sudah bisa menilai mana yang benar. Siapa yang berkata-kata di dalam kebodohan, tanpa dasar menyebut orang lain menyembah berhala. Sedangkal itukah iman saudara?
Mengenai menyebut Anda bodoh? Apakah kata sebutan bodoh, tidak boleh diucapkan?
Matius 23
23:17 Hai kamu orang-orang bodoh dan orang-orang buta, apakah yang lebih penting, emas atau Bait Suci yang menguduskan emas itu?
I Korintus 15
15:36 Hai orang bodoh! Apa yang engkau sendiri taburkan, tidak akan tumbuh dan hidup, kalau ia tidak mati dahulu.
II Korintus 10
10:12. Memang kami tidak berani menggolongkan diri kepada atau membandingkan diri dengan orang-orang tertentu yang memujikan diri sendiri. Mereka mengukur dirinya dengan ukuran mereka sendiri dan membandingkan dirinya dengan diri mereka sendiri. Alangkah bodohnya mereka!
Lukas 11
11:40 Hai orang-orang bodoh, bukankah Dia yang menjadikan bagian luar, Dia juga yang menjadikan bagian dalam?
Lukas 12
12:20 Tetapi firman Allah kepadanya: Hai engkau orang bodoh, pada malam ini juga jiwamu akan diambil dari padamu, dan apa yang telah kausediakan, untuk siapakah itu nanti?
Galatia 3
3:3 Adakah kamu sebodoh itu? Kamu telah mulai dengan Roh, maukah kamu sekarang mengakhirinya di dalam daging?
NB: Saya tidak mencap Anda bodoh, namun kenyataannya pikiran Anda adalah pikiran yang bodoh.
Salam
Santo | Jun 7, 2010 | Reply
sudah..sudah sudah.. tak usah bertengkar mulu nanti kita ditertawain orang luar…
begini saja teman-teman…bila ada yg merasa ‘allah’ itu nama diri tuhan suatu agama ya biar aja pd keyakinannya, dan kalau ada yg merasa itu hanya sebutan alias gelar ya mangga… ngapain harus sampe maki-maki segala wong jadi keliatan kali mentalitas anak2 tk … please deh guys ayo rukun-rukunlah sebagai orang kristen.. aku doain..
B'LANCE | Jun 7, 2010 | Reply
Terimakasih untuk doa Anda.
Untuk Sdr Santo Ytksih,
1.Bukti bhw Allah itu nama, ialah tidak bisa diikuti kata pemilik, tdk pernah ada tertulis “Allahuna wa Allahukum.”
2.Anda katakan terjemahan LAI ALLAH tidak menggantikan YHWH. Harap Anda tliti lagi,sebab
ada 297kali nama ALLAH mengganti nama YHWH.
3.Yeshua:”Siapa yang berkata kpd saudaranya bodoh, harus diserahkan ke dlm neraka yang
menyala-nyala.”(Mat 5:22)
abigail | Jun 7, 2010 | Reply
Yang diganti adalah Elohim. Silahkan Anda cek dalam kitab suci yang berbahasa asli Ibrani.
Paulus mengatakan “bodoh” apakah ia dimasukkan ke neraka? Lebih2 adalah orang yang melakukan fitnah mengatakan saudaranya menyembah berhala. Silahkan Anda mempertanggungjawabkan perkataan Anda nantinya di hadapan Tuhan.
Salam
Santo | Jun 7, 2010 | Reply
Sdr Santo Ytksih,
Yg diganti jadi ALLAH adalah YHWH.(Kej 15:2)
Yg mengatakan “harus diserahkan ke dlm neraka” adalah Tuhan kita Yeshua sendiri.(Mat 5:22)
Maka silahkan saja Anda bertanya kepada-Nya.
YHWH berfirman:”Sgl elohim bgs2 itu berhala”
(Mzm 96:5)dan Allah itu elohimnya bangsa Arab.
Maka Allah adalah berhala.
Jadi bukanlah saya yang menganggap ALLAH itu berhala. Toda raba, barukh otkha Adonai.
abigail | Jun 8, 2010 | Reply
Tuhan Yeshua mengatakan:”Berdoalah demikian
‘Bapa kami yang di Sorga, dikuduskanlah nama-Mu
dstnya.’ Nama Bapa di Sorga itu YHWH.
“Ya YHWH, Engkaulah Bapa kami.”(Yes 64:8)
Nama YHWH yang diperintahkan untuk dikuduskan
kok diganti dengan nama berhala itu gimana si yaa? Apa saya ini yang tolol apa yaa?
Tolong jelasin sama saya ya Sdr Santo Ytksih!
Thank you so much and God bless you. Amen.
abigail | Jun 8, 2010 | Reply
Wah2, dijelaskan beberapa kali juga gak mudeng nih orang. Terserah Anda mau menganggap Allah adalah nama berhala. Tidak demikian dengan kami.
Toh, Paulus juga sudah mengatakan terhadap pemikiran2 orang2 seperti ini, tidak ada gunanya mencari2 persoalan.
Hanya saja, kita semua akan mempertanggungjawabkan diri kita masing2 di hadapan Tuhan. Anda mengatakan sebagian kalangan menggunakan sebutan Allah sama dengan menyembah berhala. Padahal Anda tahu bahwa orang Kristen yang Anda tuduh itu memiliki pengakuan iman di dalam Yesus dan pengakuan tentang Bapa, Anak, dan Roh Kudus adalah Tuhan.
Semoga saja, Tuhan dapat mengampuni dosa saudara. Dan ini lebih berat daripada menyebut orang sebagai orang bodoh.
Salam
Santo | Jun 8, 2010 | Reply
Lho kok terus begitu Sdr Santo Ytksih,
Anda kan belum jelasin sama saya kan?
Skrg saya tanya satu pertanyaan saja yang singkat dan sederhana yaitu:
Nama YHWH diganti ALLAH itu benar atau salah?
Tolong ya Sdr Santo, kami yang Anda kategorikn
bodoh dan sesat ini benar-benar bertanya kpd Anda. Jawaban Anda sungguh2 saya rindukan.
Salam kasih dan Tuhan memberkati, Amin.
abigail | Jun 8, 2010 | Reply
ya. pak santo silahkan baca dalam zakharia 14
disana tentang nubuatan saat Tuhan datang kedunia.
baca di ayat 9.
terjemahan LAI.
(9) Maka TUHAN akan menjadi Raja atas seluruh bumi; pada waktu itu TUHAN adalah satu-satunya dan nama-Nya satu-satunya
Lalu anda baca juga bagian KAMUS (LAI), cari kata TUHAN, disana diakui namaNYA adalah YAHWEH. jadi jika ayat tersebut dikembalikan pada arti asalnya menjadi
(9) Maka YAHWEH akan menjadi Raja atas seluruh bumi; pada waktu itu YAHWEH adalah satu-satunya dan nama-Nya satu-satunya
itu akan dinyatakan menjelang akhir zaman, sebab banyak manusia yg telah lupa akan NAMA TUHAN yang SESUNGGUHNYA.
jadi jangan heran kalau menjelang akhir zaman akan semakin banyak orang yg mengenal NAMA SESUNGGUH-NYA.
Kiranya bapak menjadi orang2 yg dibuka Hatinya untuk menerima NAMA yang sesungguhnya.
yaitu YAHWEH
henokh ben avraham | Jun 8, 2010 | Reply
“Hine ma tov uma na’im, shevet achim gam yachad…”
Oh betapa indahnya dan betapa eloknya bila saudara-saudara hidup rukun bersama…
B'LANCE | Jun 8, 2010 | Reply
BENAR atau SALAH ?
Marilah sdr Santo, tolonglah saya,
“Nama YHWH diganti ALLAH”
ini BENAR atau SALAH?
Trimakasih
Adonai YHWH dl YESHUA memberkati kita.
Amin.
Abigail
abigail | Jun 9, 2010 | Reply
Sdr Santo Ytksih,
mana dong jawaban Anda?
Kalau Anda sangat sibuk, sebut saja satu kata:
“BENAR” atau “SALAH”
Trimakasih, Tuhan memberkati, Amin.
Abigail.
abigail | Jun 9, 2010 | Reply
mbak Ebi, sepertinya pak Santo tak bisa njawab tuh! Kayaknya mbak Ebi yang menang! Hore!
Asriati.
Ebi = panggilan buat Abigail.
abigail | Jun 9, 2010 | Reply
*Mereka yang termakan oleh tipu rekaan nabi palsu pada melupakan nama YHWH dan menggantinya dg nama berhala.(Yer 23:26,27)
*Mereka yang mendapat karunia bibir bersih menyebut nama YHWH dan beribadah kepada-Nya dengan bersatu padu.(Zef 3:9)
*HaleluYAH, Pujilah YAH, Pujilah YAHWEH, Firman-Nya pasti terjadi.(Mzm 33:9)
*Janganlah kamu mengalahkan dg kejahatan, tetapi kalahkanlah dg kebaikan.(Rom 12:21)
Abigail.
abigail | Jun 9, 2010 | Reply
@Abigail
Sayang, kemarin saya memang sibuk. Dari komentar2 Anda, saudara Abigail, saya sudah tahu orang macam apa Anda ini. Apakah kebenaran Tuhan untuk diperdebatkan dan dipaksakan? Perlukah Anda untuk merasa “menang” berdebat? Layak-kah saya untuk merasa “kalah” di dalam iman saya?
Rasul Paulus sudah mengingatkan bahwa memang ada sekelompok orang percaya yang mempersoalkan/memperdebatkan hal2 yang bodoh, persoalan yang dicari-cari. Sayangnya tampaknya Anda itu orang yang sejenis ini.
Untuk terjemahan Elohim adalah Allah dan terjemahan YHWH adalah TUHAN, hal ini sudah dinyatakan oleh saudara Henokh. Justru saya heran, Anda yang kurang pemahaman kok mengobral pengetahuan? Coba cek kamus LAI, itu bukti yang dapat saya berikan. Kalau Anda memang buta huruf tidak dapat membaca kitab yang tidak tersegel, apa boleh buat.
Salam
Santo | Jun 9, 2010 | Reply
@ Henokh
Saya setuju bahwa YHWH adalah namaNya, namun YHWH tidak melarang namaNya diterjemahkan. Adakah perintah untuk melarang penterjemahan namaNya? Adakah perintah larangan untuk menyebutNya selain Elohim dan YHWH? Kitab Perjanjian Baru menunjukkan hal2 tersebut.
Lagipula untuk apa kita meributkan cara “memanggil” Tuhan kita. Tuhan kita akan memiliki nama yang baru. Bukankah alangkah bodohnya kita, jika kita sesama saudara seiman bertengkar mengenai nama Tuhan? Menganggap diri paling benar dan menghakimi yang lain? Saya tidak melarang kalian untuk memanggil nama YHWH, demikian pula janganlah saudaraku meremehkan iman dari saudara2 di dalam Tuhan yang menyebutNya “Allah”.
Wahyu 3
3:12 Barangsiapa menang, ia akan Kujadikan sokoguru di dalam Bait Suci Allah-Ku, dan ia tidak akan keluar lagi dari situ; dan padanya akan Kutuliskan nama Allah-Ku, nama kota Allah-Ku, yaitu Yerusalem baru, yang turun dari sorga dari Allah-Ku, dan nama-Ku yang baru.
Salam
Santo | Jun 9, 2010 | Reply
@ B’LANCE
Saya setuju dengan Anda. Dan saya harap bahwa pernyataan Anda timbul dari ketulusan hati yang paling dalam.
Salam
Santo | Jun 9, 2010 | Reply
@Santo
demikian pula janganlah saudaraku meremehkan iman dari saudara2 di dalam Tuhan yang menyebutNya “Allah”.
saya tidak meremehkan iman mereka yang menyebut “Allah”, tetapi mempertanyakan,
dari mana iman mereka timbul? bukankah dari pengajaran yang sejak dulu mengajarkan bahwa YHWH itu “tidak masalah” disebut Allah?
kalau saya punya anak, dan anak-anak saya saya ajarkan dengan Kitab Suci KS-ILT, atau KJV misalnya, apakah anak-anak saya akan mengenal “Allah”?
Jelas sekali bahwa Allah itu berasal dari TIMUR TENGAH. Jika penggunaan Allah itu memang sudah BENAR, pertanyaannya, mengapa TIMUR TENGAH tidak menjadi pusat kekristenan dunia? Justru di Timur Tengah kekristenan kalah dengan Islam. Jadi.. apa yang hendak dicontoh dari kekristenan di Timur Tengah? ke-Allah-an-nya itu?
ya itu hanya pertanyaan yang kadang timbul, mempertanyakan ‘teladan” kristen Timur Tengah bagi kekristenan di dunia ini.
gkmin | Jun 9, 2010 | Reply
*Jeng Asriati yang menilai saya sudah menang, karena memang Anda tidak bisa menjawab pertanyaan saya yang hanya memerlukan jawaban dg satu kata saja, yaitu “BENAR” atau “SALAH”.
*Utk Sdr Henokh Ytksih,
Adakah perintah untuk menerjemahkan nama-Nya?
Bolehkah nama-Nya diganti dg nama berhala?
Nama YHWH sudah ditetapkan-Nya untuk selama-lamanya dan untuk turun-temurun,(Kel 3:15), lha kok ada yang brani menggantinya.
Salam kasih dari kami,
Abigail dan Asriati.
abigail | Jun 9, 2010 | Reply
Hayo, hayo, maju terus mbak! Jeng Sri dukung terus deh.
*Orang Jawa bilang:”Sing salah seleh, cek entheng ukumane” wong ngganti “nama yang kudus”
dg “nama berhala”(YHWH dg ALLAH),lha kok nggak mau ngaku salah ki piye to? Ngakune wae pinter,ngguoblog-goblogkan orang lain, tapi nduablegnya mintak ampun deh.
Gitu kan ya mbak Ebi?
*Kita tunggu deh jawaban mereka.
Dari jeng Sri.
abigail | Jun 9, 2010 | Reply
Shalom pak santo.
perintah-NYA?
ada… Kel 3 : 15 (LAI)
(15) Selanjutnya berfirmanlah Allah kepada Musa: “Beginilah kaukatakan kepada orang Israel: TUHAN, Allah nenek moyangmu, Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub, telah mengutus aku kepadamu: itulah nama-Ku untuk selama-lamanya dan itulah sebutan-Ku turun-temurun.
kalau di kembalikan dalam terjemahan awalnya Kel 3 : 15
(15) Selanjutnya berfirmanlah Elohim kepada Musa: “Beginilah kaukatakan kepada orang Israel: YHWH, Elohim nenek moyangmu, Elohim Abraham, Elohim Ishak dan Elohim Yakub, telah mengutus aku kepadamu: itulah nama-Ku untuk selama-lamanya dan itulah sebutan-Ku turun-temurun.
jadi itulah perintah-NYA, Siapakah yang lebih besar dari pada-NYA sehingga anda menganggap sederhana NAMA-NYA.
jangankan TUHAN semesta alam, Presiden RI pun kalau bapak panggil dengan sebutan JUDAS ISKARIOT padahal namanya adalah SUSILO BAMBANG YUDOYONO, apakah tidak Marah? walaupun maksud pak santo adalah Presiden RI yg saat ini menjabat.. bisa2 anda di tangkap..
Sekarang apalagi TUHAN, jangan bilang anda mencintai DIA kalau anda saja TIDAK MENGHARGAI nama-NYA.
saya dulu Katolik tp saya menggunakan HIKMAT yang TUHAN berikan pada saya agar saya paham dan mengerti tentang hal ini, bukan karena pendeta sebab walaupun pendeta ngomong sampai berbusa2 depan saya juga percuma jika saya tidak mencari tahu sendiri dan memastikan,
sebab banyak sekarang orang yang punya IMAN tetapi sedikit yg menggunakan HIKMAT yang diberikan, karena sudah sifat dasar manusia bahwa bebal, manusia akan menggangap dirinya dan keyakinannya paling benar.
sama seperti bangsa ISRAEL yang agak bandel, padahal sudah banyak Nabi yg dikirim untuk mereka tetapi mereka malah menolak dan malah membunuhnya. itu semua karena mereka menganggap dirinya dan keyakinannya paling benar sehingga akhirnya mereka meninggikan diri dengan menganggap merekalah yg benar dan orang2 yg berseberangan dengan mereka salah,
perlu anda ingat juga bahwa TUHAN juga memberitahu kita dan ingin menyelamatkan kita lewat orang2 sekitar kita, dengan ada orang2 yg menyampaikan NAMA yang BENAR ini kepada anda telah anda tolak,
ya kalau menolak dan yang kami sampaikan adalah sesuatu hal yg salah, berarti anda telah melakukan hal yang benar,
tapi bagaimana kalau ternyata apa yg kami sampaikan ini suatu hal yg benar dan bahwa kami orang2 yg diutus BAPA untuk memberitahukan hal ini kepada pak santo? siapa yg pak santo tolak? saya? bukan tapi BAPA yang ada disurga. tinggal bagaimana manusianya saja PEKA atau TIDAK PEKA pada panggilan-NYA, sebab banyak yang diPANGGIL tapi sedikit yang DIPILIH, ingat berarti ada juga orang2 percaya yg tidak dipilih, berhati2lah dalam mengambil keputusan besar apalagi dalam hal IMAN.
YBU
henokh ben avraham | Jun 9, 2010 | Reply
mbak Ebi, saya jadi inget ssumbarnya ki dalang:
Hayo, hayo ojo majo mboko siji, majuo bareng!
Kekejero koyo manuk branjangan, kopat kapito koyo ulo tapak angin,methakilo koyo buto cakil,
mustahil bisa menegakkan benang basah, mustahil
bisa membenarkan barang salah.Maju tatu mundur babak belur, kekiri ketusuk duri kekanan jadi makanan. Obah tambah parah, mandeg mati ngadeg.
Hoho, hohoo, hoooreee!
Mana ya mbak jawaban mereka?
Salam kasih dari Jeng Sri, Amiin.
abigail | Jun 9, 2010 | Reply
Jeng Sri = Abigail
hohoho…lanjutkan…
PENGAMAT | Jun 10, 2010 | Reply
tapi Yahweh itu diambil Moshe dari setelah ia diambil mantu oleh Jethro lho.
Coba dicek yahweh itu nama dewa bangsa Midian , yaitu dewa petir lo, berbentuk sapi jantan!
la ngapain kita pengikut Yesus menyembah Dewa bangsa midian!
david | Jun 10, 2010 | Reply
Orang Midian melalui keagamaan jelas-politik hubungannya dengan Moab [5] diperkirakan telah menyembah banyak dewa [6] , termasuk Baal-Peor dan Ratu Surga, Ashteroth . An Egyptian temple of Hathor at Timna` continued to be used during the Midianite occupation of the site. Sebuah kuil Mesir Hathor di Timna ` terus digunakan selama pendudukan Midian situs. However, whether Hathor or some other deity was the object of devotion during this period is impossible to ascertain. Namun, apakah Hathor atau beberapa dewa lainnya adalah objek pengabdian selama periode ini adalah mustahil untuk dipastikan.
Historians of the ancient near east offer a theory that indicates that the worship of Yahweh originated in pre-Israelite peoples of the Levant region, specifically in Midian. Sejarawan dari timur dekat kuno menawarkan sebuah teori yang menunjukkan bahwa penyembahan Yahweh berasal dari masyarakat pra-Israel dari Levant daerah, khususnya di Midian. The Hebrew Bible mentions that Moses first encountered Yahweh as a burning bush in Midian. Alkitab Ibrani menyebutkan bahwa Musa pertama kali bertemu Yahweh sebagai semak yang terbakar di Midian. One hypothesis suggests that rebelling Canaanites, in an effort to create a fresh and uncontaminated national myth, perused the sagas of a minor group of Canaanite slave refugees from Egypt , acquiring the deity Yahweh from the Shasu people of Midian. Satu hipotesis menunjukkan bahwa orang Kanaan memberontak, dalam upaya untuk membuat tidak terkontaminasi nasional mitos dan segar, meneliti saga sekelompok kecil pengungsi budak Kanaan dari Mesir , memperoleh Yahweh dewa dari Shasu orang Midian. An Egyptian inscription also makes reference to the Shasu people of Midian by using the name Yahua (Yahweh). Sebuah prasasti Mesir juga membuat referensi ke Shasu orang Midian dengan menggunakan nama Yahua (Yahweh).
Sumber: http://en.wikipedia.org/wiki/Midian
Bahkan saya saja yang pernah main playstation, Final Fantasy VII, alien terakhir dinamakan Jehovah!
Apakah Anda tidak berpikir bahwa Tuhan sengaja membiarkan namaNya tidak diketahui pengucapannya untuk menghidari penyebutan namaNya yang Kudus secara sembarangan?
Salam
Santo | Jun 10, 2010 | Reply
Sudahkah Anda meneliti sejarah penggunaan nama Yahweh? Penggunaan nama Yahweh dipelopori oleh Saksi Yehuwa dan diikuti oleh Adven ke-7, di mana ke-2nya dapat dikategorikan ajaran2 bidat.
Sudahkah Anda berpikir?
Salam
Santo | Jun 10, 2010 | Reply
Latar belakang gerakan ini sudah terjadi jauh seabad sebelumnya. Pada abad-19, ada gerakan internasional kebangkitan Yahudi (Zionisme) yang kala itu hidup dalam diaspora khususnya di Asia Utara (Rusia), Eropah dan Amerika. Puncaknya adalah dibentuknya World Zionist Organization dengan kongres pertama di Basel (1897). Gerakan ini semula bersifat politik dengan tujuan mendirikan negara Yahudi di Palestina (Erets Yisrael), dan dari gerakan ini terdapat beberapa aliran termasuk yang menekankan Religious Zionism. Umumnya kalangan Yahudi perantauan sudah hidup secara sekular, namun ada kalangan orthodox yang berpendapat bahwa zionisme harus dicapai dengan mengembalikan orang Yahudi kepada agama dan bahasa mereka, yaitu Ibrani.
Misi Religious Zionism adalah mengajak umat Yahudi sedunia untuk menggali lagi agama Yahudi dengan Torat mereka dan menghidupkan kembali bahasa Ibrani bukan sekedar sebagai bahasa tulis tetapi juga sebagai bahasa percakapan yang selama berabad-abad menjadi bahasa lisan yang mati. Pengaruh Zionisme dengan kekuatan uang mereka menyebar ke Eropah dan Amerika Serikat. Dalam kelompok orthodox Yahudi itu ada juga sekte yang lebih jauh ingin mengembalikan ‘Nama Yahweh (YHWH, tetragrammaton)’ sebagai nama diri Tuhan, nama yang selama ini di kalangan Yahudi tradisional dianggap terlalu suci untuk diucapkan sehingga disebut dengan nama ‘Adonai’ (Tuhan) atau ‘Ha-Shem’ (Nama Itu) dan di kalangan Yahudi berbahasa Inggers disebut ‘The Lord’ (LORD). Semangat fundamentalisme agama Yahudi ini bukan saja terjadi di kalangan orang Yahudi sendiri, namun dengan mulainya banyak orang berziarah ke Israel, mereka juga mempengaruhi orang-orang Kristen yang datang ke Palestina dan terutama yang ada di Amerika Serikat.
Santo | Jun 10, 2010 | Reply
Abad-19 terjadi kekosongan rohani di Amerika Serikat sehingga banyak aliran baru tumbuh yang menekankan khususnya nubuatan tentang Akhir Zaman, yaitu Adventis (1844), Saksi-Saksi Yehuwa (1874), dan kemudian Pentakosta (Church of God, 1886). Disamping nubuatan Akhir Zaman, Adventisme menekankan hari Sabat dan kesucian makanan, Saksi-Saksi Yehuwa mengajarkan ajaran Unitarian/Arian, dan COG menekankan karunia roh. SSY-lah yang pertama terpengaruh nama YHWH (tetragramammaton) sehingga pada pertemuan mereka di Ohio (1931) mereka secara resmi menggunakan nama Jehovah Witnesses (Saksi-Saksi Yehuwa) dan menganggap nama YHWH itu suci dan bahwa penerjemahan nama itu adalah perbuatan setan.
Dari kalangan Church of God, ada yang kemudian terpengaruh Adventisme dan menekankan hari Sabat dan membentuk Church of God, 7thday. Tiga tokoh dibelakang gerakan yang merintis pemujaan nama Yahweh berasal dari gereja COG, 7thday, yang kemudian memisahkan diri di tahun 1933 menjadi COG, 7thday, Salem, yaitu Andrew N. Dugger, Clarence O. Dodd dan Herbert W. Armstrong. Dodd setelah mengklaim didatangi dua malaekat dan dikeluarkan dari COG, 7thday, mendirikan Assembly of Yahweh yang menggunakan kembali nama Yahweh, merayakan hari Sabat, dan menjalankan bulan baru dan hari-hari raya Yahudi, dan menerbitkan majalah ‘The Faith’ (1937) untuk menyebarkan pandangannya itu.
Amstrong sefaham dengan Dodd dan di ditahbis menjadi pendeta di COG, 7thday, Oregon. Pandangannya kontroversial karena sama seperti Dodd, yang merayakan hari Sabat, kesucian makanan, dan merayakan bulan baru dan hari-hari raya Yahudi sesuai hukum Musa, ia menubuatkan bahwa orang-orang Inggeris dan Amerika adalah keturunan dari 10 suku Israel yang terhilang. Ia dikeluarkan dari COG, 7thday, karena ajarannya yang ekstrim, dan ia kemudian mendirikan Worldwide Church of God (1946) dan Ambassador College dan menerbitkan majalah Ambassador dan The Plain Truth yang disebarkan ke seluruh dunia. Pandangannya mengenai keadaan sesudah mati sama dengan Saksi-Saksi Yehuwa, yaitu bahwa orang mati dalam keadaan tidur rohani dan pada saat penghakiman akan dibangkitkan atau dimusnahkan. Ia menolak Trinitas dan beranggapan bahwa roh kudus bukan pribadi hanya kekuatan ilahi sama dengan pandangan SSY (binitarian).
Pada umumnya pemuja nama Yahweh menolak Trinitas dan menganut faham unitarian modalis (sabelianisme, yaitu Yahweh itu Esa dan menyatakan diri [modal] sebagai bapa dan firman) atau unitarian subordinasionis (arianisme, pandangan SSY bahwa Yahshua itu ciptaan lebih rendah dari Yahweh). Dan sekalipun kepercayaan mereka bervariasi, pada umumnya mereka sepakat bahwa nama Yahweh, Elohim dan Yahshua harus dipulihkan dan tidak menyebut diri sebagai Kristen karena nama itu dianggap berasal kafir. Pemuja Nama Yahweh mudah terpecah-belah dan cenderung mendirikan gereja dengan ke khasannya sendiri seperti House of Yahweh yang menolak pre-eksistensi Yahshua. The Assembly of Yahvah lebih memilih nama Yahvah dan The Assemblies of Yah memilih nama Yah daripada Yahweh, yang lainnya memilih ejaan sendiri untuk menyebut nama Yahweh dan Yahshua.
Angelo B. Triana, murid Dodd, menolak surat-surat Paulus, namun kemudian ia menjiplak King James Bible dan mengganti nama-nama ‘LORD’ dengan Yahweh, ‘God’ dengan Elohim, dan ‘Jesus’ dengan Yahshua dan menyebutnya Holy Name Bible (PB-1950 dan PL&PB-1963) sejalan dengan terbitnya New World Translation dari Jehovah Witnesses / Saksi-Saksi Yehuwa (PB-1950 dan PL&PB-1961) yang memunculkan kembali nama YHWH. John Briggs, murid Triana mempopulerkan nama Yahshua dan kemudian mendirikan Yahveh Beth Israel.
Murid Triana lainnya, Jacob O Meyer terpecah dari Assembly of Yahweh dan mendirikan Assemblies of Yahweh (1960), dan gereja ini pecah lagi dan dibawah Donald Mansager mendirikan Yahweh’s Assembly in Messiah (1980). Adanya skandal seks beberapa pendeta mendorong Mansager memisahkan diri dan mendirikan Yahweh’s New Covenant Assembly (1985), dan pecah lagi menjadi Yahweh’s Assembly in Yahshua (2006) yang percaya bahwa ‘bahasa Ibrani adalah bahasa yang digunakan Yahweh di surga dan di taman Eden dan digunakan dalam penulisan kitab suci PL dan PB. Bahasa Ibrani adalah induk semua bahasa di dunia.’ Putranya, Alan Mansager berbeda pendapat dengan ayahnya dan mendirikan Yahweh’s Restoration Ministry. Assembly of Yahweh kemudian pecah lagi dan Robert Wirl mendirikan Yahweh’s Philadelphia Truth Conggregation (2002).
Dari perkembangan sidang jemaat pemuja nama Yahweh yang bertebaran dimana-mana yang umumnya tidak berhubungan satu dengan lainnya itu, kita dapat melihat bahwa mereka mudah sekali terpecah-pecah menjadi berbagai fraksi dan memberi nama baru sesuai dengan penekanan mereka, namun sekalipun begitu, ada beberapa butir yang sejalan, yaitu:
(1) Adanya pengaruh Adventisme soal memelihara Sabat dan Kesucian Makanan dan Saksi-Saksi Yehuwa dan sekte Yahudi yang menekankan perlunya dikembalikannya nama ‘YHWH’ (tetragrammaton) sekalipun ditafsirkan berbeda-beda (Yahweh/Yahvah/Yah dll.) dan kembali kepada bahasa Ibrani. Ada juga yang menekankan kembali nama Elohim dan Yahshua;
(2) Mereka menolak Kitab Suci yang memuat nama-nama Lord, God, dan Jesus dan menggantinya dengan nama-nama Ibrani Yahweh, Elohim, dan Yahshua. Saat ini ada belasan versi ‘Kitab Suci’ yang diterbitkan pemuja nama Yahweh’ di Amerika Serikat;
(3) Menjalankan hukum Musa dengan konsekwen seperti merayakan Sabat, Kesucian makanan (halal-haram), dan merayakan bulan baru dan hari-hari raya Yahudi, dengan ibadat seperti agama Yahudi. Perjamuan Kudus dirayakan setahun sekali pada malam sebelum Pasah Yahudi dan menolak perayaan Natal sama halnya dengan Saksi-Saksi Yehuwa;
(4) Menolak Trinitas, ada yang menganggap Yahweh sebagai Unitarian Modalis (Sabellianisme, Yahweh itu esa dan firmannya menjadi manusia Yahshua) atau Unitarian Subordinasionis (Arianisme, Yahshua itu lebih rendah dari Yahweh seperti pandangan SSY), atau berbagai ajaran non-trinitarian lainnya seperti tidak mempercayai pre-eksistensi Yahshua dll. Namun, sekalipun demikian banyak yang mensyaratkan agar dibaptis kembali dalam nama Yahshua;
(5) Tidak merupakan satu organisasi yang solid melainkan merupakan sidang-sidang jemaat yang independen dengan ke khasannya masing-masing, namun jelas membedakan diri dengan kekristenan pada umumnya dan lebih bercorak agama Yahudi dengan semua ritualnya.
Dari beberapa butir kesimpulan ini menjadi jelas apa yang diyakini oleh Pemuja Nama Yahweh yang kemudian masuk ke Indonesia sekitar tahun 1990.
Santo | Jun 10, 2010 | Reply
Pengaruh sekte ‘Yahwis’ Yahudi yang dialami beberapa orang yang berziarah ke Israel dan Pemuja Nama Yahweh dari Amerika Serikat, mempengaruhi beberapa kalangan kristen di Indonesia sejak dua dasawarsa yang lalu. Sekalipun mirip dengan gerakan itu di mancanegara, di Indonesia ada ciri khas yang ditunjukkan, yaitu semangat anti Arab/Islam dengan penolakan mereka akan nama’Allah’ yang dianggap nama berhala, mengingat bahwa tokoh-tokoh awal Pemuja Nama Yahweh di Indonesia umumnya berasal dari penganut agama Islam. Ini berimbas pada semangat anti-Kristen karena umat Kristen juga menyembah ‘Allah.’
Di tahun 1980-an, Hamran Ambrie, tokoh muslim yang masuk Kristen merintis usaha penginjilan untuk menobatkan umat Islam melalui wadah ‘The Good Way’, kemudian bersama dengan dr. Suradi yang ditobatkannya pada tahun 1982, mendirikan Christian Centre Nehemia (1987) dan menerbitkan majalah dengan judul Gema Nehemia dan brosur dan traktat. Semula mereka masih menggunakan nama Tuhan dan Allah, namun setelah kematian Hamran Ambrie (1987) dan berziarah ke Israel, Suradi terpengaruh yudaisme dan menekankan penggunaan bahasa Ibrani khususnya nama ‘Yahwe, Eloim & Yesua.’ Misi Nehemia ditujukan untuk menginjili umat Islam dan membina mereka menjadi penginjil untuk menjangkau umat Islam. Dr. Suradi (yang kemudian berganti nama menjadi Suradi ben Abraham lalu diganti lagi dengan Eliezer ben Abraham) kemudian dengan nama ‘Iman Taqwa Kepada Shiraatal Mustaqien’ lalu ‘Bet Yesua Hamasiah’ pada akhir tahun 1990-an menerbitkan lima seri traktat berjudul ‘Siapakah yang Bernama Allah itu?’ Kelima traktat itu kemudian disatukan, dan lalu terbit traktat ke-6 dan ke-7.
Pada umumnya dalam traktat itu disebutkan bahwa ‘Allah’ adalah nama dewa Arab (dewa bulan/pengairan) masa jahiliah, ini didasarkan penafsiran harfiah potongan kutipan dari beberapa buku, padahal kalau kutipan itu dibaca selengkapnya pengertiannya berbeda. Karena itu bila umat Kristen menggunakan nama itu berarti menghujat Yahwe. Puncak dari penerbitan seri traktat itu adalah pada tahun 2000 diterbitkan ‘Kitab Suci Torat dan Injil’ (Kitab Suci 2000). Kitab Suci ini 99,9% merupakan plagiat dari Alkitab (TB) yang diterbitkan oleh Lembaga Alkitab Indonesia (LAI) dan hanya beberapa nama diganti seperti ‘TUHAN’ dengan YAHWE, Allah dengan Eloim, Yesus dengan Yesua, dan beberapa nama lain seperti ‘Musa’ dengan Mose, ‘Daud’ dengan Dawid, Yohanes dengan ‘Yokhanan,’ dll.
Sekalipun dr. Suradi menunjukkan kepedulian sosial dengan mengadakan makanan gratis di rumahnya, ternyata dalam hal agama, fanatismenya menjadikannya bersikap anti sosial. Fanatisme akan ‘nama Yahwe’ yang radikal, dilakukan dengan menyerang secara frontal agama Islam dan juga Kristen. Ia tidak segan menggunakan ayat-ayat Al-Quran sesuai penafsirannya untuk menyerang Islam. Karena sikapnya yang mengganggu kerukunan itu, oleh Forum Ulama Umat, Bandung, Suradi bersama Poernama Winangun dikenai Fatwa Mati (Gatra, 10 Maret 2001). Kenyataan ini menyebabkan Nehemia tutup dan Suradi menghindar ke mancanegara. Beberapa pengikut Suradi mengidap fanatisme yang sama bahkan Endang Yesaya sempat masuk penjara selama empat tahun. Beberapa pengikut lainnya menjalankan militansi yang sama, bahkan tim UKS yang membelanya menyebut ‘Allah’ itu nama berhala Iblis, dari kalangan ini juga keluar plesetan LAI sebagai Lembaga Alat Iblis, karena LAI menerbitkan Alkitab yang menyebut nama ‘Allah.’
Pada tahun 2002, kelompok sejenis bernama Pengagung Nama Yahweh menerbitkan Kitab Suci Umat Perjanjian Tuhan, yang sama dengan KS-2000 melakukan plagiat terjemahan LAI dan hanya mengganti nama ‘TUHAN’ dengan YAHWEH, dan ‘Allah’ dengan Tuhan. Sekalipun mengaku bahwa usahanya dihasilkan oleh gerakan Roh Kudus, namun dari buahnya diragukan apakah itu Roh Kudus yang diberitakan Alkitab, soalnya mereka melakukan plagiat Alkitab (TB) terjemahan LAI tanpa izin dan mengikuti terjemahan nama Yahweh sesuai The Word of Yahweh yang diterbitkan oleh The Assembly of Yahweh, gerakan pelopor pemuja nama Yahweh di Amerika Serikat, tetapi tidak sehurufpun ada penghargaan terhadap Lembaga Alkitab Indonesia yang nyaris semua terjemahannya diplagiasinya tanpa izin itu. Pembenaran diri kelompok ini terlihat dalam Prakata Kitab Suci Umat Perjanjian Tuhan dimana mereka menyalahkan:
(1) Yudaisme orthodok, karena mengganti nama YHWH dengan Adonai;
(2) Septuaginta, karena menerjemahkan nama ‘Yahweh’ ke bahasa Yunani Kurios; dan
(3) Perjanjian Baru Yunani, yang mengikuti jejak Septuaginta.
Tahun-tahun berikutnya, berkembang generasi baru yang dipimpin pendeta-pendeta muda yang umumnya bergelar teologia. Pdt. Yakub Sulityo diberhentikan dari GBI karena memaksakan pengajaran ‘Nama Yahweh’ dan menganggap nama Allah nama berhala yang menghujat Yahweh, dan mendirikan jemaat sendiri dengan nama Gereja Rohulkudus Surya Kebenaran. Pendeta inilah yang disebut-sebut berada di balik peristiwa keluarnya surat teguran keras yang dikeluarkan oleh Majlis Ta’lim Al-Rodd, Wonosobo disusul yang dikeluarkan oleh Badan Pengurus Pusat Ikatan Mubaligh Seluruh Indonesia pada tahun 2004.
Teguran keras yang dikeluarkannya ‘Majlis Ta’lim Al-Rodd’ (Wonosobo, 28 Mei 2004) ditujukan kepada Pimpinan Lembaga Alkitab Indonesia, dan yang kedua dikirim oleh ‘Badan Pengurus Pusat Ikatan Mubaligh Seluruh Indonesia’ (Jakarta, 1 Nopember 2004) yang ditujukan Dirjen Bimas Kristen Protestan Depag RI dan Lembaga Alkitab Indonesia, dengan tembusan kebanyak pihak pemerintah. Isi surat kedua itu pada prinsipnya menegur dengan keras umat Kristen berdasarkan pertimbangan:
1. Bahwa Allah adalah nama sesembahan umat muslim;
2. Agar menarik semua Alkitab dan buku rohani yang menggunakan nama Allah;
3. Agar menegur dengan keras Gereja-Gereja yang masih memakai nama Allah;
4. Agar memberikan peringatan keras kepada para pendeta, pendeta muda, pendeta pembantu dan para Evangelis untuk tidak menggunakan kata Allah dalam menyampaikan Firman, Seminar dll.
Kelihatan sekali Pemuja Nama Yahweh menempuh segala cara untuk membenarkan diri dan memaksakan pendapat dan kehendak mereka, ini terlihat jelas ketika pada awal tahun 2008, ada Pemuja Nama Yahweh yang memejahijaukan Lembaga Alkitab Indonesia ke pengadilan dengan tuduhan bahwa LAI telah mengubah nama YHWH menjadi Allah dan menuntut agar “Bimas Kristen dan LAI segera menarik semua Alkitab dan buku rohani yang memakai nama Allah. Kedua lembaga ini juga diminta untuk memberikan peringatan keras kepada para pendeta untuk tidak lagi menggunakan nama Allah dalam kotbahnya.” (Reformata, edisi 80, 1-15 Maret 2008).
Sungguh tidak dapat dimengerti bahwa Pemuja Nama Yahweh bisa membuahkan provokasi adu-domba bermotif SARA yang membahayakan itu. Roh apakah yang berada di balik semua ini? Sikap mau benar sendiri, memaksakan pendapat dan kehendak sendiri kelihatannya merupakan mentalitas inheren yang diakibatkan fanatisme nama ‘Yahweh’ itu. Dapat dimaklumi kalau banyak pembicara kristen yang semula terbuka untuk berdiskusi dengan Pemuja Nama Yahweh kemudian enggan meneruskan karena mereka menghadapi orang-orang yang tertutup yang tidak bisa diajak berdiskusi untuk meluruskan kebenaran. Kebenaran tentang ‘nama Yahweh’ mereka adalah harga mati, termasuk anggapan mereka bahwa bahasa Ibrani adalah bahasa surga yang sudah ada dari kekal sampai kekal dan Perjanjian Baru ditulis dalam bahasa Ibrani. Klaim-klaim yang melawan pendapat penemuan arkaeologis dan penyelidikan sejarah Alkitab.
Penulis juga menerima banyak surat ‘fait-accomply’ semacam itu, di antaranya ada 7 seri surat dari seseorang yang menantang penulis dan menyebut bahwa ‘Allah adalah pribadi Setan,’ dan mengajak bertaruh, bahwa kalau ia salah ia akan mati tetapi kalau ia tidak mati (alias ia benar), penulis harus membayar 600 juta kepadanya! Bagaimana mungkin penulis yang sudah diresapi kasih Allah sampai hati mengharapkan seorang saudara yang ‘terpengaruh konsep keliru’ agar mati? Karena itu penulis mendoakan dia. Umat Kristen juga memuja Yahweh, namun justru karena umat Kristen memuliakan dan menghormati Yahweh, maka umat Kristen mengikuti sikap Yahweh sendiri yang merestui penerjemahan Yahudi tradisional menjadi ‘Adonai’ (TUHAN/LORD), Septuaginta dan Perjanjian Baru dalam bahasa Yunani Koine yang menerjemahkan Yahweh menjadi Kurios, dan karya Roh Kudus yang turun di harian Pentakosta untuk menerjemahkan kotbah Petrus sehingga didengar oleh para pendatang yang mendengarnya secara jelas dalam bahasa mereka sendiri termasuk Arab (Kisah 2, terutama ayat 11).
Kelihatan sekali Pemuja Nama Yahweh itu merasa diri ‘lebih Arab dari Orang Arab sendiri dan lebih Yahudi daripada orang Yahudi sendiri.’ Bila umumnya para tokoh Islam termasuk 29 juta orang Kristen berbahasa Arab mengaku Allah sebagai Tuhan Abraham dan nama Allah sebagai kontraksi Al-Ilah dan merupakan alih bahasa Arab dari El/Elohim/Eloah Ibrani atau elah/alaha Arami (dalam Ezra 5:1;6:14 ditulis ‘Elah Yisrael’), Pemuja Nama Yahweh berusaha sekuat tenaga mengemukakan argumentasi bahwa ‘Allah’ itu bukan ‘Al-Ilah’! Dan bila Orang Yahudi tradisional, Septuaginta, Yesus & Rasul, dan umat Kristen sejak awal berdirinya gereja sampai sekarang sudah banyak dibangunkan kerohaniannya dengan menyebut Yahweh/El/Elohim/Eloah dalam bahasa mereka masing-masing, Pemuja Nama Yahweh menyatakan itu semua adalah salah dan merekalah yang benar, sehingga mereka merasa berhak menghakimi Lembaga Alkitab Indonesia yang menerjemahkan nama Ibrani ‘El/Elohim/Eloah’ menjadi ‘Allah’ itu!
Seperti diketahui dikalangan umat Kristen berbahasa Arab, jauh sebelum Islam lahir, nama ‘Allah’ sudah digunakan baik sebagai bahasa lisan maupun ketika dituliskan sebagai Alkitab dalam bahasa Arab. Pada abad-6 SM dalam kitab Ezra 5:1/6:14 ditulis ‘Elah Yisrael’ dalam bahasa Aram, dan bahasa Aram merupakan nenek moyang bahasa Arab Nabati dan kata ‘Elah’ itu disebut ‘Ilah’ dalam bahasa Arab. Sejak itu banyak inskripsi dari kalangan Kristen pra-Islam sudah menggunakan nama ‘Allah’ bahkan dalam konsili di Efesus (431 M) sudah ada uskup Arab Haritz bernama ‘Abdullah’ (Abdi Allah). Masa kini 29 juta orang Kristen berbahasa Arab menggunakan empat versi Alkitab Arab yang semuanya menggunakan nama ‘Allah’ (a.l. Arabic Bible, Todays Arabic Version), ini belum termasuk puluhan juta umat Kristen di Indonesia dan Malaysia yang selama empat abad sudah menyebut nama ‘Allah’ yang tertuju kepada El/Elohim/Eloah.
Santo | Jun 10, 2010 | Reply
*David Ytksih, saya harapap Anda menggunakan Acuan dg Kitab Suci saja, dan bukan dg tulisan pendapat manusia.(yahweh nama dewa bgs Midian)
*Sdr Santo, trimakasih atas tulisan Anda yg bgt
panjang. Dan kami masih menanti-nanti jawaban Anda yang hanya satu kata saja, yaitu “SALAH” atau “BENAR”.
*Sekali lagi saya bertanya kpd Anda:
Nama “YHWH” diganti “ALLAH” itu
“BENAR” atau “SALAH”?
(LAI ngganti YHWH dg ALLAH sebanyak 297x)
(mulai dr Kej 15:2; 15:7; 15:8 dstnya)
Mudah bkn utk dijawab? Sbb cuma satu pertanyaan
saja dr orang bodoh kpd orang puinter buanget.
Salam kasih dari Abigail.
abigail | Jun 11, 2010 | Reply
Jawab Pak Santo, jawab, biar nyakhok orang2 goblok itu. Jangan kalah sama mereka, Tuhan Allah menyertai kita.
La ilaaha illaulloh, Ibrohim nabi Aulloh!
Mohammad Isa.
abigail | Jun 11, 2010 | Reply
Sdr Santo Ytksih,
Saya lahir dr klg Muslim, sebelum masuk SD, sudah diajarin membaca Alqur’an.
Sesudah tua ditangkap Tuhan Yeshua.
Dulu saya sekeluarga menyembah Allah, sekarang saya sekeluarga semuan menyembah Adonai YAHWEH dlm nama Yeshua Hamashiah, berdasarkan apa yang tertulis di dlm kitab Suci Asli dlm bhs ibrani. HaleluYah! Pujilah Yah! Pujilah YAHWEH!
Sy sklga heran, kok org di greja nyembah Allah.
Daniel ben Abraham.
abigail | Jun 11, 2010 | Reply
mbak Ebi, umpama saya jadi Pak Santo, memang sulit njawab pertanyaan mbak Ebi itu. Kelihatannya memang gampang, tapi resikonya berat.
kalau dijawab dengan “salah” memenangkan mbak Ebi. Kalau dijawab degan “benar” masak nama yang “KUDUS” kok diganti dengan nama “BERAHA”.
Serba repot memang. Tapi sapa tahu orang yang puinter buanget spt Pak Santo itu bisa njawab pertanyaan orang guoblok dan suesat kayak kita.
Salam kasih dari Jeng Sri.
Tuhan Yeshua menolong kita. Amin.
abigail | Jun 11, 2010 | Reply
@ Jeng Sri,
Kayaknya Pak Santo diem aja tuh!
Beingung kayaknya. Biarin aje deh.
Dia mandek ya berarti mati ngadeg, sekak mat,
nggejejer membisu seperti patuong.
Hohoo, hohooo, hooooreeeee!
Abigail.
Jawab pak Santo, masak kalah sama cewek?
abigail | Jun 11, 2010 | Reply
Kan udah dibilang dari sebelumnya, SALAH, masih belum mengerti? ^-^
Santo | Jun 11, 2010 | Reply
Selanjutnya berfirmanlah Allah kepada Musa: Akulah TUHAN (Yahweh). Aku telah menampakkan diri kepada Abraham, Ishak, dan Yakub sebagai Allah Yang Mahakuasa (El Shadday), tetapi dengan nama-Ku TUHAN Aku belum menyatakan diri. (Keluaran 6:1-2)
Ayat-ayat di atas cukup kontroversial, soalnya di situ disebutkan kepada Musa bahwa kepada para leluhurnya belum dinyatakan nama Yahweh tetapi baru El (Shadday), padahal kita membaca dalam Alkitab bahwa di kitab Kejadian, para leluhur pun ditulis sudah mengenal nama Yahweh (Dalam Alkitab terbitan LAI diterjemahkan TUHAN, atau LORD dalam Alkitab Inggeris).
Memang bila kita membaca teks terjemahan sekarang terbaca bahwa dalam kitab Kejadian nama Yahweh sudah ditulis sebelum Keluaran, namun bila begitu timbul masalah bahwa kenyataan itu bertentangan dengan ayat Keluaran 6:2 dalam kutipan di atas. Pemuja nama Yahweh mencoba memberikan penerjemahan baru yang berusaha membuka peluang pada penerjemahan Kel.6:1-2 sehingga bisa sesuai dengan data-data Kejadian dimana nama Yahweh sebelum Musa sudah dikenal oleh para leluhur (misalnya dalam terjemahan Hebraic Roots Version yang banyak mempengaruhi Pemuja Nama Yahweh). Penerjemahan ulang ayat-ayat itu tidaklah mudah dan terkesan dicari-cari, lebih bersifat eisegese (memasukkan penafsiran kedalam Alkitab) daripada exegese (menggali Alkitab), dan kalau sebelum Musa sudah dikenal nama itu tentu Musa tidak akan bertanya lagi kepada Allah (Kel.3:13). Tetapi kalau belum bagaimana menjelaskan nama Yahweh dalam kitab Kejadian?
Bila kita mempelajari sifat-sifat Tuhan El dan Yahweh , sekalipun keduanya memiliki teologi sama, dapat dilihat bahwa ada sifat baru yang ditunjukkan nama Yahweh, yaitu sebagai Tuhan yang menyelamatkan/membebaskan Israel dari perbudakan di Mesir yang dikenal sebagai Keluaran, ini menunjukkan bahwa nama itu baru dikenal bangsa Israel melalui Musa. Tuhan Yahweh adalah khas Israel, Tuhan yang dinamis, yang memberikan keteguhan iman bagi Israel dan yang menyatukan mereka menghadapi penindasan perbudakan di Mesir. Tuhan yang menyatakan diri dengan nama baru khas padang gurun Sinai itu bisa kita lihat petunjuknya di banyak kitab lain dalam Alkitab Perjanjian Lama (Tanakh) yang tidak bergantung satu dengan lainnya (a.l. Hos.2;13:4; Yes.43:3; Yer.2:1 dst; Yeh.20; Am.2:10 dst; 5:25; dan yang juga dinyanyikan penyair-penyair kuno Israel yang menyanyikan nyanyian kemenangan seperti dalam Hak.5 dan Mzm.68:8 dst.).
Tetapi, kalau memang Yahweh adalah nama yang baru diberikan dalam keluaran bangsa Israel dari Mesir yang dinyatakan kepada Musa, bagaimana dengan ayat-ayat yang mengandung nama Yahweh dalam kitab Kejadian? Kelihatannya dalam proses penulisan dan penyalinan ada usaha intervensi teologis kaum Yahwis untuk mengubah nama El dalam sumber Kejadian dengan nama yang baru diperkenalkan itu, dimana kemudian nama Yahweh tidak sekedar disebut secara eksklusif sebagai Tuhan Israel tetapi diperpanjang sampai ke ayat Kejadian dan disebut bahwa Waktu itulah orang mulai memanggil nama TUHAN (Kej.4:26. Enos artinya manusia) untuk menunjukkan bahwa Yahweh juga Tuhan umat manusia. Bahkan keberadaan nama Yahweh itu kemudian dikaitkan dengan Penciptaan langit dan bumi (Kej.2:4-7), dan kemudian menghiasi banyak halaman kitab Kejadian (Kitab Pentateuch menurut tradisi ditulis oleh Musa yang sudah dikenalkan nama Yahweh).
Yahwis mempunyai pandangan lain. Menurutnya, Yahweh adalah Allah seluruh umat manusia sejak awal kejadian dunia, dan ibadat kepada Yahweh didirikan oleh Enos, sebagai wakil umat manusia pada zaman awal sekali (Kej.4:26). Pandangan yang demikian tidak sesuai dengan kepercayaan bahwa Yahweh baru bertemu dengan israel di padang gurun. Tampaknya, pandangan Yahwis itu merupakan pandangan teologis dan bukan ingatan historis. Pandangan teologis ini sesuai dengan cara pemikirannya, yaitu bahwa penyataan yahweh bersifat universal dan berlaku untuk seluruh dunia. (Th. C. Vriezen, Agama Israel Kuno, h.125).
Petunjuk lain bahwa Tuhan dengan nama Yahweh belum dikenal di kitab Kejadian bisa dilihat dari fakta bahwa selama berada di Kanaan, para leluhur dengan Tuhan mereka yang bernama El rukun-rukun saja berdampingan dengan orang Kanani (yang menyembah Baal), padahal sesudah Keluaran generasi Israel secara tegas dan fanatik dengan pimpinan Tuhan Yahweh membumi hanguskan orang-orang Kanani tanpa ampun. Bahwa Abraham juga belum mengenal nama Yahweh bisa dilihat dari fakta bahwa ia memberi nama kepada anaknya dengan nama El bukan Yah ,yaitu Isma el (El telah melihat. Kej.16:11). EL Shadday memberi Yakub nama baru Isra el (Kej.32:28;35:9-12), ini menyebabkan Israel membuat mezbah yang dinamai El Elohe Yisrael (Kej.33:20) dan mendirikan tugu dan menamai tempat itu Bet El (Kej.35:15). Absennya nama yang mengandung nama Yah dalam kitab Kejadian yang banyak hadir sejak kitab Keluaran seperti Abi yah , Eli yah , dan Yesa yah , tetapi hanya nama-nama yang mengandung nama El seperti a.l. Bab El (gerbang El), Mehuya el & Metusa el (Kej.4:18), dan Isra el (El yang bergumul. Kej.32:28), menunjukkan bahwa memang di masa kitab Kejadian kenyataannya yang disembah Yakub adalah El Elohe Yisrael (Kej.33:20) dan Ialah El Bet El (Kej.35:7).
Ujian iman Abraham (yang dirayakan Islam sebagai Idul Adha ) menunjukkan bahwa nama Yahweh tidak dikenal dalam jalur bangsa Arab keturunan Ismael, bahkan Hagar menamai Tuhannya El Roi (El yang melihat). Ini memperkuat bukti bahwa nama Yahweh belum dikenal pada saat Abraham dan baru sesudah Musa keturunan Ishak-Yakub-lah nama Yahweh dikenal dalam jalur bangsa Israel. Kenyataan ini menunjukkan indikasi bahwa nama Tuhan semula adalah El dan baru dalam masa Keluaran dinyatakan nama kedua Yahweh, namun sekalipun demikian nama El masih terus digunakan sebagai sinonim Yahweh sesudah Keluaran (Bil.23:4,8,19,22-23;Mzm.85:8-9;Yes.42:5). Yesus diberi dua nama yang mengandung kedua nama itu, yaitu Imanuel (El menyertai kita. Mat.1:23) dan Yesus (Yahweh adalah keselamatan. Mat.1:21).
Memang ada ayat yang dikemukakan pemuja nama Yahweh bahwa nama itu adalah nama Tuhan Israel satu-satu-nya (Yes.42:8; Kel.3:15), tetapi perlu diingat bahwa dari pembahasan di atas kita sudah melihat bahwa nama dalam Kel.3:15 baru disebutkan El sehingga Musa bertanya nama-Nya yang khas Israel (kata hayah memiliki berbagai variasi arti), namun perlu juga diingat bahwa sesudah Keluaran sampai kitab Yesaya pun nama El masih tetap digunakan sejajar dengan Yahweh (Yes.40:18;43:10-12;45:14). Sekalipun kelompok Yahwis berusaha mempertahankan Yahweh sebagai nama Tuhan satu-satunya dan tidak boleh diterjemahkan, perlu disadari bahwa Imam Besar Yahudi di Yerusalem Eliezer sendirlah yang mengutus 72 tua-tua Israel ke Alexandria untuk menerjemahkan Tanakh ke dalam bahasa Yunani (Septuaginta/LXX, abad-3sM), dimana nama Yahweh diterjemahkan Kurios dan El diterjemahkan Theos.
Selain Tanakh yang digunakan sebagai tulisan suci di Bait Allah, LXX-lah yang digunakan umat Yahudi secara umum termasuk di sinagoge. Yesus membaca LXX ketika berkotbah di sinagoge di Nazaret (Luk.4:16-19) dan bukan naskah Tanakh (bandingkan dengan teks Yes.61:1-2 (LAI) yang diterjemahkan dari teks Ibrani Masoret). Dalam Perjanjian Baru tidak ada ayat yang menunjukkan bahwa Allah Bapa di sorga melarang LXX, padahal Yesus dan para Rasulnya menggunakan Septuaginta. Roh Kudus menerjemahkan kotbah Petrus ke dalam bahasa-bahasa asing termasuk yang didengar orang Arab (Kis.2:8-11). Adanya fragmen LXX yang dikemukakan Saksi-Saksi Yehuwa dan dikutip pemuja nama Yahweh (a.l. Kitab Ulangan & Zak.8:19-21 dan 8:23-9:4) justru menunjukkan rekayasa Yahwis yang mengganti nama Kurios dengan mencangkokkan nama tetragramaton yang terlihat dari perbedaan kepekatan tintanya, besarnya font, dan kata yang terpisah dari pola kalimat (huruf Ibrani ditulis dari kanan ke kiri sedang Yunani dari kiri ke kanan, ucapan Ibrani Pujilah Yah dalam Mzm.106:1 [LXX] tidak ditulis dalam aksara Ibrani tetapi dengan kata Yunani Allelouia ).
Kita harus menyadari bahwa Yesus dan orang Israel dalam percakapan sehari-hari tidak menggunakan bahasa Ibrani melainkan bahasa Aram dan Yunani, dan Alkitab PB ditulis dalam bahasa Yunani koine (umum). Kalau Alkitab LAI menyebut bahasa Ibrani (seperti di atas kayu salib), itu terjemahan kata yunani hebraisti (lidah Ibrani) atau hebraidi dialektos (dialek Ibrani), yang maksudnya bahasa Aram. Bahasa Ibrani bukan bahasa surgawi yang terus-menerus dipakai dan tidak berubah. Bahasa Ibrani mengalami perkembangan, yaitu sebagai: (1) Ibrani Kuno (abad-11 s/d 6sM) yang berasal dan masih berciri bahasa Kanaan dan Amorit; (2) Ibrani Kitab Suci (abad-6 s/d 3sM) yang hanya terdiri konsonan sehingga sulit dibaca dan pada masa pembuangan mulai diterjemahkan ke dalam bahasa Aram (Neh.8:4,9); (3) Ibrani Miznah (abad-3sM s/d 6M) bahasa Ibrani Kitab Suci yang dipengaruhi bahasa Aram, dalam percakapan sehari-hari digunakan bahasa Aram dan Yunani; (4) Ibrani Para Rabi (Abad-7 s/d 18M) bahasa Ibrani tulisan dipengaruhi Arab mulai diberi tanda-tanda baca dan vokal; dan (5) Ibrani Modern (Sejak abad-18) sejalan bangkitnya Zionisme mulai dipergunakan sebagai 104asa percakapan (tahun 1948 baru dijadikan bahasa nasional Israel).
Pemuja nama Yahweh menganggap PB ditulis dalam bahasa Ibrani (seperti Hebraic Roots Version), ini bukan fakta sejarah melainkan harapan iman fanatisme Yudaisme karena bahasa Ibrani bahasa mati kala itu dan sudah beberapa abad sejak masa Ezra tidak dikenal umum. Josephus menulis bukunya Perang Yahudi dalam bahasa Aram (hebraisti). Memang Papias (160) menyebut bahwa Matius menulis logia dalam lidah Ibrani (hebraisti yang maksudnya bahasa Aram). Logia ini bukan Injil Matius sebab Injil Matius mengambil sebagian besar sumber Markus yang berbahasa Yunani dan banyak mengutip Septuaginta. Sumber ini mungkin digabung dengan logia Aram (ucapan/oracle Yesus) oleh Matius untuk menulis Injilnya dalam bahasa Yunani.
Santo | Jun 11, 2010 | Reply
* Sdr Santo Ytksih, terimakasih banyak atas jawaban Anda: “SALAH”. Jadi mengganti nama YHWH dengan “ALLAH” itu menurut Anda juga salah.Toda raba Barukh otkha Adonai, Thank you so much, Lord bless you,as Trimakasih banyak Tuhan memberkati Anda. Aaamiiin.
*HaleluYah, Pujilah Yah, Pujilah YAHWEH.
Maafkan dan lupakan kata-kata kami yang menyakiti Anda.
*Marilah kita tetap saling mengasihi sebagai sesama murid atau talmid Yeshua Hamashiah.
Dari kami seluruh Bet Yeshua Hamashiah atau seluruh Keluarga Yesus Kristus.Amin.
abigail | Jun 11, 2010 | Reply
Memang SALAH menggantikan nama YHWH dengan Allah, namun yang BENAR adalah menterjemahkan Elohim dengan Allah. ^-^
Salam
Santo | Jun 12, 2010 | Reply
*Sdr Santo Ytksih, sekali lagi trimakasih atas jwb Anda bhw “YHWH” dignti “ALLAH” itu “SALAH”.
*Anda msh bilang terjemahan “Elohim” dg “Allah”
itu benar. Kalau kami bilang, itu tetap “SALAH”
krn “Elohim” itu “gelar” sdg “Allah” tu “nama”.
*”Allah” itu nama “ilah”-nya bgsa Arab. Mrk bilang “bismillah” yg brarti “dl nama Allah”,
“la ilaha illallah”=”tdk ada ilah kcli Allah”,
dan tdk pnh mrk bilang “allahuna wa allahukum”
tetapi “ilahuna wa ilahukum”.
*Padanan utk “Elohim” adlah “Ilaha” bkn”Allaha”
padanan utk “Eloah” adlah “Ilah” bkn “Allah”
sedang utk “El” adlah “Il” bkn “Al”
maka padanan utk “Israel” adlah “Israil”
“Ismael” adlah “Ismail”
“Gabriel” adlah “Jibril”
*Yaa,sudahlah akui saja kesalahan Anda yaa.
Salam kasih Abigail.
abigail | Jun 13, 2010 | Reply
Salah satu huruf fatal yah? Demikian pula YHWH kalau dipaksakan untuk diucapkan benar atau tidak? Bukannya lebih parah, salah sasaran?
Salam
Santo | Jun 15, 2010 | Reply
Sdr Santo Ytksih,
Lha kok pindah haluan; dari “Elohim” diterjemahkan dg “Allah” itu saya katakan salah, sekarang Anda kok pindah ke “Salah satu huruf fatal” itu gimana sih yah?
Atau memang Anda sudah mengakui bahwa jemahan “Terjemahan ‘Elohim’ dg ‘Allah’” itu
“salah” spt “terjemahan ‘YHWH’ dg ‘ALLAH’”? Kalau memang demikian, OK-lah saya akan layani apa yang Anda permasalahkan.
Kalau belum mau mengakui ’salah’ tolong jawab dulu. Kalau Anda ‘diam’ berarti Anda ’setuju’
itu ’salah’.
Salam kasih,
Abigail.
abigail | Jun 16, 2010 | Reply
Karena Yahyah ataupun Yahweh ada yang mengatakan dewa bangsa Midian, kalau begitu dengan menyebutkan nama tersebut bukankah menyembah berhala?
Tidak perlu mengancam saya kalau diam berarti setuju, karena sudah berulang kali saya ingin mempostingkan jawaban saya tapi nampaknya sudah dibanned yah?
Salam
Santo | Jun 16, 2010 | Reply
Pak Santo jangan nylamur-nylamur, lari dari perkara yang sedang kita diskusikan. Kita tuntaskan dulu bhw “Elohim” diganti dg “Allah” itu “Salah”.
Hayo mana jawab Anda.
Asriati.
anabigail | Jun 16, 2010 | Reply
@Santo;
tapi nampaknya sudah dibanned yah?
admin tidak nge-ban, kalau sulit akses/posting komentar, mungkin server sibuk.
GKmin | Jun 16, 2010 | Reply
@Santo;
Ayo, ayo jawab dong!
Ebi, Sri dan kelokpoknya itu kan”Penyebut YHWH”
yg Anda katakan “bodoh dan sesat” kan?
Masak you kalah sama org “bodoh dan sesat” sih?
Hayo, ojo tinggal glanggang colong playu!
Endhi dadamu?
Putra-putri Adonai WHYH,
Bet Yeshua Hamashiah, atau
Keluarga Yesus Kristus.
anabigail | Jun 17, 2010 | Reply
^-^ kan udah dijawab. Seseorang dikaruniai mata untuk melihat, dikaruniai mata untuk dapat mampu membaca. Yang tidak dapat melihat dan tidak dapat membaca, hanya orang buta dan orang buta huruf.
Salam
Santo | Jun 17, 2010 | Reply
@Santo
Hohoo, itu bukan jawaban yang kita diskusikan.
*Pada Jun 12, 2010, you hanya bilang:
“Memang SALAH menggantikan nama YHWH dengan Allah, namun yang BENAR adalah menterjemahkah Elohim dengan Allah.”
*Pada Jun 13, 2010, sdh sy jelaskan lengkap dg arguments-nya bahwa menerjemahkan “Elohim” dg “Allah” itu “SALAH”. Ini yg blm you jawab.
*Jangan bilang “udah” kl memang “belum” spy nggak dibilang “bo’ong” atau “ngibul”.
Salah kasih dari Abigail.
anabigail | Jun 17, 2010 | Reply
Sekedar untuk mengingatkan saja,
Tuhan Yeshua berfirman:
“Siapa berkata kepada suadaranya ‘bodoh’ harus
diserahkan kdl neraka yang menyala-nyala.”
(Mat 5:22)
anabigail | Jun 18, 2010 | Reply
Berarti tidak bisa membaca dengan benar kan? Sudah dijelaskan dan dijawab berulang kali masih tidak mengerti. Jadi jangan salahkan saya. ^-^
Salam
Santo | Jun 18, 2010 | Reply
@ Santo,
Yah, apa boleh buat, cuma bgt saja kemampuan Anda. Anda bilang: “Elohim” diganti “Allah”
itu “BENAR”, tapi sy katakan itu “SALAH”, lengkap dg arguments saya. Ini yg “blm” Anda jawab, tapi Anda berulang kali bilang “udah”.
Gtulah cara org “puinter” ngibulin org “bodoh”.
Salam kasih,
Abigail.
anabigail | Jun 19, 2010 | Reply
@ Santo,
Sepur sing gagah gede duwur, nek salah dhalan yo mundur. Lha kon sing cuilik, terang salah kok isin mundhur ki piye to Maas…mas?
Ngakuo hae cen entheng akibate!
Abigail.
anabigail | Jun 20, 2010 | Reply
Soalnya saya tidak tahu sih sedang bicara dengan siapa? Kadang Abigail, kadang Anabigail, kadang Ebi, kadang Sri. Saya hanya ingin bicara dengan orang normal, bukan orang tidak normal “berkepribadian ganda”. Sebab segala perkataanpun harus dipertanggungjawabkan, jika berkata-kata kepada orang yang tidak jelas (normal atau tidak) bukankah suatu kesia-siaan belaka?
Salam
Santo | Jun 21, 2010 | Reply
@ Santo
Jangan banyak alasan, saya Abigail Penyembah YHWH dalam Yeshua Hamashiah, yang Anda katakan bodoh dan sesat, yang sedang berdiskusi dengan Anda. Nama lain itu adalah saudara saya yang sepaham dengan saya.
Jangan Anda berkelit, lari dari diskusi kita.
Singkat saja, saya ulangi, apa argument Anda mengatakan “Elohim” diganti “Allah” itu benar?
Abigail.
anabigail | Jun 21, 2010 | Reply
Nah, nah ngaku juga akhirnya. ^-^
Bukankah sudah puluhan kali Anda tanya dan puluhan kali Saya jawab?
Kalau nggak ngerti juga kebangetan….^-^
NB: Alkitab LAI menuliskan JAHIL
KJV menuliskan FOOL
Kalau tidak bisa membaca, saya ajarkan cara membaca F - O - O - L (dibaca : ful bukan bodoh)
Salam ^-^
Santo | Jun 21, 2010 | Reply
@Santo, pura2 ling-lung atau memang pikun?
Sy tanya, apa argument Anda mengatakan “Elohim”
diganti “Allah” itu benar? You jawab,”Nah ngaku
akhirnya…..Alkitab LAI menuliskan JAHIL KJV menuliskan FOOL…” Ooo begitu ya jawabmu?
*Ssmbar sdh ratusan kali dl puluhan thn brdebat
tpi kok spt debat kusir ngisor gedang ya?
*Jangan gitu ah, jdi Pendito jngan spt Pendito Dhurno, nrocos ngowos tapi nggembos! Malu ah!
Abigail.
abigail | Jun 21, 2010 | Reply
Sebab kata Tuhan jangan memberikan mutiara pada babi, supaya si babi tidak balik menggigit. ^-^
Matius 7
7:6 “Jangan kamu memberikan barang yang kudus kepada anjing dan jangan kamu melemparkan mutiaramu kepada babi, supaya jangan diinjak-injaknya dengan kakinya, lalu ia berbalik mengoyak kamu.”
Santo | Jun 22, 2010 | Reply
Jelaslah sudah, Pendito Dhurno sudah “keok”!
Nggak iso menjawab, trus ngomong soal lain, ngaciir lari terbirit-birit, sembunyi dari diskusi.
Pro Pendito Santo,
Dari Abigail.
abigail | Jun 23, 2010 | Reply
Sudah jelas kan? Dijelasin juga nggak ngerti, jadi buat apa dijelasin….^-^
Salam
Santo | Jun 23, 2010 | Reply
Oooo, ternyata Pdt Budi Asali itu benar2 sdh ling-lung, pikun, kena Alzheimer; blm jelasin apa2, bilang sdh jelasin.
Jangan gitu ah! Jangan ngomong asal-asalan, ngasali orang! Terus terang aja, bilang, memang nggak bisa njawab, itu lebih baik.
Untuk Pdt Budi Asali MDiv
Dari Abigail.
abigail | Jun 24, 2010 | Reply
Ternyata Anda, Yakub Sulistyo toh, pantes gak nyambung2 ngomong dengan Anda. Ibarat menjaring angin. ^-^
Salam
Santo | Jun 26, 2010 | Reply
Heeh ngawur, Aku bukan Yakub Sulistyo!
Jangan ngawur ya! Dia itu Pendeta, Dr, STh, MTH, Phd, sedang Aku hanya Domba Yeshua biasa,
tidak pernah belajar di Sekolah Tolollogi, eh maaf salah ngomong, Sekolah Theologi, kecuali hanya sekedar mengenal pendahuluan bhs Ibrani. Aku bicara apa adanya, tidak berbohong spt Anda, belum menjawab bilang sudah puluhan kali menjawab.
Aku Domba Yeshua yang takut melanggar larangan Tuhan, “berbohong” atau “berdusta” dan mengatakan kepada sdr seiman “bodoh dan sesat”.
Untuk Pdt Budi Asali,
Dari Domba Yeshua, Abigail.
abigail | Jun 26, 2010 | Reply
Pdt Budi Asali, anggap saja dialog kita telah nguntungkan Anda. Dulu sy katakan LAI telah ngganti “YHWH” DG “ALLAH”. Juni 7, 2010, Anda bilang LAI tdk ngganti “YHWH” dg “Allah”. Stlah sy tunjukkan dg Kej 15:2; 15:8 dstnya baru Anda tahu bhw yg kukatakan itu benar, dan Anda juga ngatakan ngganti “YHWH” dg “ALLAH” itu “SALAH”, iya kan?
Yg ke 2, sy katakan ngganti “Elohim” dg “Allah”
itu “Salah” lengkap dg arguments sy, tapi Anda katakan “Benar” tanpa argument sama sekali, dan
memang tidak mampu nunjukkan argumentnya, dan sekalipun tlh keok, tdak mau ngaku keok, malah ngibul, bo’ongin sy, dg ngataken sdh puluhan kali njelasin, iya kan? Dari Abigail.
abigail | Jun 26, 2010 | Reply
Yg ke 3, Anda ngartikan “fool” itu bkn “bodoh” utk ngindari ktetapan Tuhan Yeshua yg mnetapkan
“siapa yg brkata kpd sdrnya ‘bodoh’ harus dise-rahkan kdlm neraka yg menyala-nyala”.
Ok, “fool” artinya “goblok” dan “goblok” itu
“sangat bodoh”. “jahil” dr bhs Arb. berarti
“bodoh”. “goblok” dan “bodoh” sama artinya hanya beda kadarnya.
Jangan ngajari jemaat bilang “bodoh” sama sdrnya ah, nanti menuh-menuhin neraka lho!
Cabut tuduhan Anda itu mumpung masih ada waktu!
Utk Pdt Budi Asali,
Dari Keluarga Yeshua Hamasiah, Abigail.
abigail | Jun 26, 2010 | Reply
Pantes sekolahnya bukan teologi sih tapi sekolah tolollogi, yah doktrinnya juga doktrin tolollogi. ^-^
Saya maklumi deh. ^-^
Salam
Santo | Jun 26, 2010 | Reply
Sudah, selesailah sudah, Pdt Budi Asali sudah nggak bisa ngomyang lagi. Lari dan sembunyi dr diskusi yg disaksikan oleh banyak pengamat.
Kata2 bodoh, tolol, konyol, tanpa otak, telah terlontar dari mulut seorang pendeta yang seharusnya berbicara dg lemmah lembut dan rendah hati.
Pepatah berbunyi:”Menepuk air di dulang tepercik muka sendiri.”
Tepuk tangan sdr2.
Abigail.
abigail | Jun 27, 2010 | Reply
Jangan2 disuruh menepuk air yah? Kena muka sendiri dong. ^-^
Salam
Santo | Jun 28, 2010 | Reply
Kemenangan dlm diskusi bukan tujuan Abigail.
Tujuan Abigail hanya utk nginsyafkan Pak Pdt Budi Asali, agar mau menarik tuduhannya thdp kami para Penyembah YHWH sbg “orang bodoh”, spy Pak Pdt tdk diserahkan ke “neraka” spt yg tsb dlm Mat 5:22.
Silahkan Pak Pendeta, tariklah tuduhan Anda tsb secara terbuka dan tertulis dl Website ini.
Trimakasih,
Teriring Salam Kasih dari Abigail.
abigail | Jun 30, 2010 | Reply
Sudah…sudah..hayo berdamai….!
baik Abegail dan Bp.Pdt.Budi-Asaliberdamai..oke. Dalam Kasih Yesua Hamasiah. Maafkan dalam doa…
Perbedaan bisa membuat pikiran lebih terbuka…
Contohnya. Ya Yeshua Hamasiah…tentunya.
Salam damai sejahterah.
shendra | Jun 30, 2010 | Reply
Masalahnya saya bukan pendeta Budi Asali…^-^
Salam
Santo | Jul 1, 2010 | Reply
Memang Santo bukan Pdt Budi Asali, cuma Santo itu nama lain dari Pdt Budi Asali.
Namanya dua, tapi manusianya ya hanya satu itu-itu saja.
abigail | Jul 1, 2010 | Reply
He…he…he…Anda kok seakan lebih tahu diri saya dibandingkan dengan saya sendiri? Saya bukan orang yang berkepribadian ganda yang menganggap diri sebagai orang lain…^-^
Saya cukup bangga akan diri saya sendiri, gak tahu yah kalau Anda soalnya Anda terlalu sering melakoni banyak peran. Bisa2 identitas diri jadi hilang dan terlupakan…^-^
Salam
Santo | Jul 2, 2010 | Reply
OK, kalau nggak mau ngaku, tolong kasih tau itu sobatahmu pdt Budi Asali yang lancang mulut itu, spy nyabut tuduhannya thd kami para penyembah YHWH, yang menuduh kami sebagai “orang bodoh dan sesat” spy dia tidak diserahkan kdlm neraka yg menyala-nyala.(Mat 5:22). Awas Dia Yang Maha Kudus yg memegang kunci, kl Dia membuka tdk ada yg dapat menutup, kl Dia menutup tdk ada yg dpt membuka.
Salam Abigail.
abigail | Jul 3, 2010 | Reply
Pendeta Budi Asali kan hamba Tuhan, siapa tahu perkataannya memang benar…^0^
Salam
Santo | Jul 3, 2010 | Reply
Pendeta itu kan jabatannya, tapi manusianya kan sama saja, bisa berbuat salah, bisa melanggar larangan Tuhan.
Tuhan kita Yeshua berkata:”Siapa berkata kpd sdrnya ‘bodoh’ harus diserahkan ke dlm neraka yg menyala-nyala”.(Mat 5:22)
Pdt Budi Asali berkata:”Penyebut YHWH itu ‘bodoh dan sesat’”.
Apa masih kurang jelas pelanggaran pdt tsb?
Kok masih bilang mungkin benar ki piye to?
Salam kasih dari Abigail.
abigail | Jul 4, 2010 | Reply
Dikatakan “bodoh” supaya jangan menjadi “bodoh” melainkan menjadi “berhikmat”. Nasihat yang baik kok gak diterima? ^-^
I Korintus 3
3:18. Janganlah ada orang yang menipu dirinya sendiri. Jika ada di antara kamu yang menyangka dirinya berhikmat menurut dunia ini, biarlah ia menjadi bodoh, supaya ia berhikmat.
Dan pendeta Budi Asali begitu sabar dan bijaksana menhadapi orang bodoh….^0^
II Korintus 11
11:19 Sebab kamu suka sabar terhadap orang bodoh, karena kamu begitu bijaksana:
Salam
Santo | Jul 6, 2010 | Reply
Tidak usah mungkir; sudah terlanjur bilang
“bodoh”, jangan berkelit, akui saja dan secara jantan cabut kembali saja pelanggaranmu.
Orang Pendeta kok melanggar larangan Tuhan itu gimana sih? Gimana kaluk jemaatnya niruin pendetanya ya?
Gampang kok, cuma bilang:”Tuduhan saya saya cabut” dan selesai sudah. Api neraka pun tidak mengancam lagi.
Salam kasih dari Abigail.
abigail | Jul 6, 2010 | Reply
Tidak mungkin dong, terhadap orang rendah hati seperti pendeta Budi Asali, yang mau mengingatkan saudara2nya supaya berhikmat, terancam api neraka….^0^
Salam
Santo | Jul 7, 2010 | Reply
Tidak mungkin dong, terhadap orang rendah hati seperti pendeta Budi Asali, yang mau mengingatkan saudara2nya supaya berhikmat, terancam api neraka.
Salam
Santo | Jul 7, 2010 | Reply
Nuduh kok ngingatkan,jangan silat lidah lah!
Bilang ‘bodoh dan sesat’ kok rendah hati ki piye sih! Yg bilang masuk neraka bukan Abigail tapi Tuhan Yg Berkuasa, Yg kalau mbuka tak ada yg bisa nutup, kalau nutup tak ada yang bisa mbuka! Kasihan deh, ada pdt kok masuk nraka!
Sudah bilang saja begini:”Dg ini saya cabut tuduhan saya”, maka kami semua Penyembah YHWH bersukacita krn Pdt Budi Asali MDiv tidak jadi diserahkan ke dlm api nraka. Salam Abigail.
abigail | Jul 8, 2010 | Reply
Kan saya bukan pendeta Budi Asali….^0^
Bagaimana mungkin saya bisa menyarankan beliau untuk mencabut perkataan….^0^
Kalaupun benar menyebut bodoh, tidak apa2 kok, asal bukan Jahil, Fool, atau bahasa Ibraninya apa yah itu fool? Kan harus memakai kata2/nama2/sebutan2 Ibrani supaya “benar dan sah” atau sekedar “keren2-an”?
Salam
Santo | Jul 8, 2010 | Reply
Kalaupun benar menyebut b*d*h, tidak apa2 kok, asal bukan Jahil, Fool, atau bahasa Ibraninya apa yah itu fool? Kan harus memakai kata2/nama2/sebutan2 Ibrani supaya “benar dan sah” atau sekedar “keren2-an”?
Salam
Santo | Jul 8, 2010 | Reply
* Trimakasih atas pencabutannya yg lengkapnya sbb:
“Dg ini saya, Pdt budi Asali MDiv, mencabut tuduhan saya yg bebunyi ‘Penyebut YHWH itu bodoh dan sesat’.”
* Adonai YHWH dl Yeshua Hamashiah memberkati Anda sekeluarga.
* Kami dari Bet Ramah Yeshua Hamashiah.
(Klg Besar Yesus Kristua).
abigail | Jul 11, 2010 | Reply
Budi:”Hem ewilim we yesarim!”
(Mrk bodoh dan sesat)
Ebi:”Lo! Kham khalila!”
(Jangan! Itu larangan Tuhan!)
“Lo tomer kaze, yekhuyaw laesh gehinom!”
(Jangan bilang begitu, terancam api neraka!)
Toda raba; Barukh otkha Adonai.
(Trims banyak; Tuhan memberkati Anda.)
Lehitraot Shalom!
Abigail.
abigail | Jul 13, 2010 | Reply
Benar2 nih orang berkepribadian ganda…^0^
Salam
Santo | Jul 14, 2010 | Reply
* Sdr-sdrku, Abigail telah berhasil.
Mari kita menyanyi:
Shalom khawerim, shalom k
abigail | Jul 14, 2010 | Reply
YHWH adalah bahasa yang langsung diberikan YHWH utk dihormati, bukan utk diganti kemudian dipelesetkan dalam berbagai versi nama oleh semua orang tak terkecuali umat kristiani yg semua ke-imanannya bersumber dari Torah (Perjanjian Lama & Perjanjian Baru).
hari raya natal adalah hasil imijinasi belaka yg tidak tertulis utk di “berlakukan” sebagai hari suci.
banyak umat kristiani menjadikan Torah (Perjanjian Lama & Perjanjian Baru) sebagai bahan teori spekulatif agar “gereja” mereka penuh “berkat” dari para umatnya apapun nama gerejanya.
memahami Firman Tuhan harus dengan segenap hati dan segenap akal budi (ini adalah sebuah keseimbangan yg tiada taranya yg diberikan oleh YHWH kepada manusia).
sebuah ilustrasi menarik ttg sebuah doa, doa itu seperti kita mengirim e-mail, jika kita salah titik atau garis bawah saja, e-mail tsb tdk akan sampai, nah apalagi jika nama yg kita kirimkan salah. sdh pasti, e-mail yg kita kirim tsb akan balik kpd si pengirimnya.
dibutuhkan hikmat & hati yg tulus (segenap hati dan segenap akal budi) dalam memahami YHWH sebagai Pencipta seluruh yg ada di muka bumi ini, tak terkecuali Firman Tuhan yg telah YHWH sampaikan dalam Torah (Perjanjian Lama & Perjanjian Baru).
YHWH selalu menyinari setiap langkah manusia yg memiliki Torah di dalam hatinya.
YHWH bless us always!
Raymond Barukh | Aug 15, 2010 | Reply
Apa yang tertulis disini disaksikan oleh orang dan saudara yang lain juga. Saling mengampuni memaafkan..menyelidiki Alkitab…itu boleh..kok bahkan dianjurkan oleh YESUSKRISTUS..Ujilah..! Tetapi hendaknya tidak menjadikan batu sandungan..dong. Bagi saudara yang lain…
shendra | Aug 26, 2010 | Reply