Bintang Timur: Yesus atau Lucifer?
By GK on Sep 25, 2007 in Pemahaman Kitab Suci, Kitab Suci
Bintang Timur adalah “bintang” yang telah menuntun orang Majus datang kepada Yesus, saat kelahiranNya di Betlehem. Ada “cerita” mengapa orang Majus mencari seorang bayi yang lahir, ketika melihat “Bintang Timur”.
Ya…. cerita-nya kurang lebih begini. (dapat diikuti di Film “Jesus Son of God” / “Jesus the complete story“)
Orang Majus sudah sejak “lama” memiliki pengetahuan tentang perbintangan. Mereka sudah mengenal astrologi.. Ceritanya.. Rasi Bintang ARIES itu melambangkan KEKUASAAN. Ketika Yesus lahir, (sekitar tahun 6 sebelum Masehi), Planet Jupiter dan Saturnus tepat “masuk” di rasi bintang Aries. Dari kejadian alam itulah orang Majus meyakini bahwa itu adalah simbol lahirnya seorang “calon penguasa”. Karena itulah orang Majus datang mencari bayi yang lahir, “tepat di bawah Bintang Timur” itu.
Ya…. ceritanya demikian itu — dan cerita ini tidak ditulis dalam Alkitab, sebab ini adalah hasil “analisis” para ilmuwan.
Nah…., sehingga diyakini bahwa BINTANG TIMUR itu melambangkan Yesus. (orang Jawa menyebut Yesus Kristus itu sebagai SANG TIMUR) — dari cerita tentang “Bintang Timur” yang menuntun orang Majus menemukan bayi Yesus, maka LOGIS jika Yesus dilambangkan sebagai BINTANG TIMUR.
Tetapi Saudara….. coba Anda lihat di Alkitab Terjemahan Baru terbitan LAI
Yesaya 14:12 “Wah, engkau sudah jatuh dari langit, hai Bintang Timur, putera Fajar, engkau sudah dipecahkan dan jatuh ke bumi, hai yang mengalahkan bangsa-bangsa!
OK, perhatikan pasal dan ayat itu di Kitab Suci versi-versi lain
Bible versi King James 1611:
Isaiah 14:12 How art thou fallen from heaven, O Lucifer, son of the morning! how art thou cut down to the ground, which didst weaken the nations!
Alkitab Bahasa Indonesia Terjemahan Lama
Yesaya 14:12 Bagaimana engkau sudah gugur dari langit, hai bintang kejora! hai anak fajar! engkau sudah ditebang rebah ke bumi, engkau, yang penganiaya segala bangsa
Bible English Today Version:
Isaiah 14:12 King of Babylon, bright morning star, you have fallen from heaven! In the past you conquered nations, but now you have been thrown to the ground (= bintang fajar yang terang)
Kitab Suci berbahasa Jawa:
Yesaya 14:12 Hé raja Babil, biyèn kowé kaya lintang panjer ésuk sing padhang soroté, nanging saiki wis tiba saka langit! Biyèn bangsa-bangsa koktelukaké, saiki kowé sing dibanting ing lemah (= bintang fajar yang terang cahayanya)
Bukankah di Yesaya 14:12 (Alkitab Terjemahan Baru) ini justru Bintang Timur adalah LUCIFER?
Saudara, tahukah Anda ada masalah di sini?
Di Alkitab lain selain TERJEMAHAN BARU, tidak disebut bahwa “LUCIFER” itu digambarkan sebagai BINTANG TIMUR, tetapi sebagai BINTANG FAJAR YANG TERANG, BINTANG KEJORA.
Mengapa di TERJEMAHAN BARU menjadi BINTANG TIMUR?
Mungkin Anda berpikir, oh…. ini khan sama saja maksudnya, bintang fajar itu ya sama dengan bintang timur, khan fajar itu pasti di timur.
Saudara, dengan menyebut LUCIFER sebagai Bintang Timur, maka itu akan membingungkan GENERASI-GENERASI selanjutnya, yang akan menganggap bahwa BINTANG TIMUR = Lucifer, padahal yang benar adalah bahwa BINTANG TIMUR / SANG TIMUR = YESUS.
Saudara, saya tidak hendak menjelaskan mengapa istilah BINTANG TIMUR bisa muncul di ALKITAB “MASA KINI”, — tetapi yang jelas, baru beberapa tahun belakangan ini, di Alkitab (Yesaya 14:12) ditulis “Bintang Timur”. (ya penjelasannya panjang sih…. sudah pernah saya baca beberapa tahun yang lalu……)
hal tersebut dapat DIDUGA bahwa telah terjadi UPAYA-UPAYA pembelokan Alkitab — yang mungkin tidak disadari –), agar Firman Tuhan tidak bisa dipahami SECARA BENAR.
— makanya jangan heran kalau orang makin susah memahami Alkitab, atau orang sudah mengikuti Alkitab tapi malah makin jauh dari Tuhan — jangan heran….. Alkitab yang kita gunakan mungkin Alkitab yang “salah” —
Jadi…. hati-hati terhadap versi-versi Alkitab yang makin banyak beredar.
uploaded: 2007-09-03
last edited: 2007-09-04


Jika anda ingin terbebas dari kuasa kegelapan (kuasa Setan), mungkin Tim dari

dikelola seorang awam, bukan aktivis
gereja.

mas GK,
Saya rasa enggak ada yang salah.
nubuat yang sudah digenap artinya nubuat itu sudah selesai. Dan jangan hubungkan dengan ayat-ayat lain.
terimaksih
Step | Dec 18, 2007 | Reply
Syaloom,
saya salut sama anda, sejak saya ikuti tulisan anda saya sudah prediksi apa yang anda fikirkan, dan ternyata tepat setelah saya baca tulisan yang ini. kesimpulan kita sama.
saya bekerja dibidang database programing. sangat mudah bagi saya membelotkan isi dan istilah dari database pada sebuah file induk kamus bahas inggris untuk mengacaukan isinya. hal yang harus kita waspadai adalah, ada kemungkinan penyusup yang masuk ke server database Alkitab kita dan perlahan menyusupkan file file yang akan menyesatkan sehingga pengikut Yesus tersesatkan. tepat yang anda katakan bahwa kita harus waspada, sambil berpegan teguh pada iman kita.waspadalah.
abcd | Apr 29, 2008 | Reply
@abcd
terima kasih atas dukungan ‘moral’ dari Anda,
kalau Anda baca2 komentar di beberapa tulisan saya, banyak rekan2 kristen yang menunjukkan kasihnya dengan berkomentar dengan nada kasar dan menghakimi; kata-kata “bodoh, otak udang, bukan orang kristen, antikrist” sudah pernah ditujukan kepada saya,
padahal disini saya mengajak rekan2 kristen untuk kritis terhadap kekristenan yang kita “miliki”, siapa tahu mungkin saja ada keyakinan kita selama ini ternyata keliru.
terima kasih, YBU
GK | Apr 30, 2008 | Reply
kayaknya yg salah bkn tulisan d alkitab, tapi penafsiran yang membuat kita mengilhami sesuatu yg salah.
yudea | Nov 19, 2009 | Reply
http://sangkebenaran.blogspot.com/
Inilah contoh ajaran suci Muhammad:
Dikisahkan Jabir bin ‘Abdullah: Ketika aku menikah, Rasullah bersabda kepadaku, perempuan macam apa yang kamu nikahi? Aku menjawab, aku menikahi seorang janda muda? Beliau bersabda, Mengapa kamu tidak bernafsu pada para perawan dan memanjakannya? Jabir juga berkisah: Rasullah bersabda, mengapa kamu tidak menikahi seorang perawan muda sehingga kamu dapat memuaskan nafsumu dengannya dan dia denganmu?
Hadits Bukhari Vol.7, Kitab 62, Pasal 17.
A’isyah (Allah dibuatnya bahagia) diceritakan bahwa Rasullah (semoga damai sejahtera atas beliau) dinikahi ketika usianya tujuh tahun, dan diambilnya untuk rumahnya sebagai pengantin ketika dia sembilan tahun, dan bonekanya masih bersamanya; dan ketika beliau (Nabi Yang Kudus) mampus usianya delapan belas tahun.
Kitab Sahih Muslim 8, Pasal 3311.
Dikisahkan A’isyah: bahwa Nabi menikahinya ketika dia berusia enam tahun dan menikmati pernikahannya ketika berusia sembilan tahun. Hisham berkata: Aku telah menceritakan bahwa A’isyah menghabiskan waktunya dengan Nabi selama sembilan tahun (yaitu hingga kematiannya).
Bukhari Vol.7, Kitab 62, Pasal 65.
Muhammad telah bernasu birahi kepada anak berusia enam tahun. Apa yang tersimpan di dalam otak Muhammad? Apa pikiran mesum nabi merupakan perbuatan suci?
sangkebenaran | Jan 1, 2010 | Reply
Meluruskan Riwayat Pernikahan Rasulullah SAW-Aisyah r.a.
Berita Syekh Puji menikahi gadis berusia 12 tahun cukup membuat resah banyak
kalangan. Di media dia beralasan salah satunya karena mencontoh Rasulullah yang
menikahi Aisyah ketika Aisyah berusia 6 tahun. Sehingga jika Rasulullah
menikahi Aisyah yang 6 tahun, tidak bersalah dong kalau dirinya menikahi gadis
yang berusia 12 tahun.
Tulisan ini mencoba meluruskan riwayat pernikahan Rasulullah dengan Aisyah ra.
yang telah berabad-abad lamanya diyakini secara tidak rasional. Dan efeknya,
orientalis Barat pun memanfaatkan celah argumen data pernikahan ini sebagai
alat tuduh terhadap Rasulullah dengan menganggapnya fedofilia. Mari kita
buktikan. Secara keseluruhan data-data yang dipaparkan tulisan ini diambil dari
hasil riset Dr. M. Syafii Antonio dalam bukunya, Muhammad SAW The Super Leader
Super Manager (2007).
Kualitas Hadits
Alasan pertama. Hadits terkait umur Aisyah saat menikah tergolong problematis
alias dho’if. Beberapa riwayat yang menerangkan tentang pernikahan Aisyah
dengan Rasulullah yang bertebaran dalam kitab-kitab Hadits hanya bersumber pada
satu-satunya rowi yakni Hisyam bin ‘Urwah yang didengarnya sendiri dari
ayahnya. Mengherankan mengapa Hisyam saja satu-satunya yang pernah menyuarakan
tentang umur pernikahan ‘Aisyah r.a tersebut. Bahkan tidak oleh Abu Hurairah
ataupun Malik bin Anas. Itu pun baru diutarakan Hisyam tatkala telah bermukim
di iraq. Hisyam pindah bermukim ke negeri itu dalam umur 71 tahun.
Mengenai Hisyam ini, Ya’qub bin Syaibah berkata: “Apa yang dituturkan oleh
Hisyam sangat terpercaya, kecuali yang disebutkannya tatkala ia sudah pindah ke
Iraq.” Syaibah menambahkan, bahwa Malik bin Anas menolak penuturan Hisyam yang
dilaporkan oleh penduduk Iraq. (Ibn Hajar Al-Asqalani, Tahzib al-Tahzib. Dar
Ihya al-Turats al-Islami, Jilid II, hal. 50) Termaktub pula dalam buku tentang
sketsa kehidupan para perawi Hadits, bahwa tatkala Hisyam berusia lanjut
ingatannya sangat menurun (Al-Maktabah Al-Athriyah, Jilid 4, hal. 301).
Alhasil, riwayat umur pernikahan Aisyah yang bersumber dari Hisyam ibn ‘Urwah,
tertolak.
Urutan Peristiwa Kronologis
Alasan kedua. Terlebih dahulu perlu diketahui peristiwa-peristiwa penting
secara kronologis ini:
Pra-610 M : Zaman Jahiliyah
610 M : Permulaan Wahyu turun
610 M : Abu Bakar r.a. masuk Islam
613 M : Nabi Muhammad SAW mulai menyiarkan Islam secara terbuka
615 M : Umat Islam hijrah I ke Habsyah
616 M : Umar bin al-Khattab masuk Islam
620 M : Aisyah r.a dinikahkan
622 M : Hijrah ke Madinah
623/624 M : Aisyah serumah sebagai suami isteri dengan Nabi Muhammad SAW.
Menurut Al-Thabari, keempat anak Abu Bakar ra. dilahirkan oleh isterinya pada
zaman Jahiliyah. Artinya sebelum 610 M.
Jika ‘Aisyah dinikahkan dalam umur 6 tahun berarti ‘Aisyah lahir tahun 613 M.
Padahal menurut Al-Thabari semua keempat anak Abu Bakar ra. lahir pada zaman
Jahiliyah, yaitu sebelum tahun 610. Jadi kalau Aisyah ra. dinikahkan sebelum
620 M, maka beliau dinikahkan pada umur di atas 10 tahun dan hidup sebagai
suami isteri dengan Nabi Muhammad SAW dalam umur di atas 13 tahun. Kalau di
atas 13 tahun, dalam umur berapa pastinya beliau dinikahkan dan serumah? untuk
itu kita perlu menengok kepada kakak perempuan Aisyah ra. yaitu Asma.
Perhitungan Usia Aisyah
Menurut Abdurrahman ibn Abi Zannad, “Asma 10 tahun lebih tua dari ‘Aisyah ra.”
(At-Thabari, Tarikh Al-Mamluk, Jilid 4, hal. 50. Tabari meninggal 922 M)
Menurut Ibnu Hajar Al-Asqalani, Asma hidup hingga usia 100 tahun dan meninggal
tahun 73 atau 74 Hijriyah (Al-Asqalani, Taqrib al-Tahzib, hal. 654). Artinya,
apabila Asma meninggal dalam usia 100 tahun dan meninggal pada tahun 73 atau 74
Hijriyah, maka Asma berumur 27 atau 28 tahun pada waktu Hijrah, sehingga Aisyah
berumur (27 atau 28) – 10 = 17 atau 18 tahun pada waktu Hijriyah. Dengan
demikian berarti Aisyah mulai hidup berumah tangga dengan Nabi Muhammad SAW
pada waktu berumur 19 atau 20 tahun.
Allohu a’lam bishshawab.
ustadz Syafii Antonio
nb:
Lalu kalau Rasul dituduh hobinya ngawini bocah cilik,mengapa bini2 yang lain
sudah dewasa semua?
Khadijah : janda umure 40 th.
Zainab binti Khuzaimah:janda anake 9,coba tebak umure piro.
Umu Habibah:janda anaknya Abu Sofyan,bertubuh gemuk juga bukan bocah.
Raihana:janda dari Kepala suku Yahudi Bani Quraizah.bukan bocah.
Maria Kiptyah:Persembahan dari Rojo Mesir,sekitar 18 th.Ini blasteran Mesir
Koptik dengan Italy,bukan bocah.
Maimunah:bukan bocah.
sangOon tuh | Jan 16, 2010 | Reply