Seseorang mengirim SMS, mengomentari website ini, isinya demikian:
“Menurut saya Anda terlalu banyak bermain dengan kata-kata ALLAH, yang sebatas pengetahuan saja, tetapi hal terpenting dalam kekristenan tidak Anda beri porsi yang sepadan, misalnya apa tujuan hidup kita, apa itu kekristenan, Firman Tuhan, dosa, salib, pertobatan, babtisan, gereja, roh kudus, ketuhanan, dll.”
Mungkin perlu saya jelaskan, tentang website ini.
Pertama kali, website ini hanya saya gunakan untuk menempatkan tulisan “Yesus tidak disalib hari Jumat, tidak bangkit pada hari Minggu” (file dapat di download dari halaman DOWNLOAD - ada 2 file, untuk mempermudah beberapa teman mendapatkan tulisan itu, daripada saya kirimkan via pos.
Tulisan itu adalah hasil terjemahan saya (dengan beberapa editing) dari sebuah artikel di Majalah “Good News”, yang dikirimkan ke rumah, dan itu menjawab kebingungan saya bertahun-tahun mengenai Jumat Agung-Minggu Paskah. Saya merasa “pencerahan” yang saya peroleh, perlu dibagikan kepada banyak orang.
Awalnya tulisan itu saya sampaikan kepada beberapa orang, ternyata ada orang-orang (pendeta) yang mendukung tulisan itu, membuat saya mantap ‘menyebarluaskan’ tulisan itu. Jika tulisan itu belum/tidak dapat diterima oleh Saudara, ya.. paling tidak dapat dijadikan wacana, dan perlu dipahami bahwa ada beberapa/banyak orang Kristen lain yang mempercayai bahwa Yesus mati hari Rabu, bukan Jumat.
Kemudian saya buat tulisan-tulisan lain,
Antara lain:
Kisah Penyelamatan Manusia sejak Adam dan Hawa
Tulisan ini berawal dari pertanyaan saya pada seorang pemuda Kristen, di sebuah gereja di Salatiga, Apakah kamu percaya bahwa Yesus itu Juru Selamat? Dia jawab, “YA”.
“Apakah kamu tahu mengapa Yesus lahir ke dunia?” Pemuda tadi menjawab, “TIDAK”
Ada juga beberapa tulisan mengenai Kesalahan Alkitab Terjemahan Baru Terbitan LAI
Tulisan-tulisan ini untuk ‘memancing’ para pembaca untuk ‘kritis’ terhadap ayat-ayat Kitab Suci, jangan sampai tidak dapat atau salah memahami Kitab Suci, gara-gara terjemahan yang tidak baik.
Beberapa tulisan mengenai Kehidupan Kristen:
misalnya: Orang Kristen tidak bisa kena santet/hipnotis
Berdasarkan pemahaman dan pengalaman saya tentang ‘dunia roh’, saya tuliskan ini untuk membuka wawasan bagi beberapa orang Kristen terhadap hal ini. Ada seorang teman jemaat GKI, ketika saya sodori tulisan ini berkata “Apa iya, masa orang Kristen tidak bisa di santet/dihipnotis?”
Saya bertanya, “Lho.., apa menurut Bapak, orang Kristen bisa di santet/dihipnotis?”. “Lha itu khan ada orang Kristen yang bisa disantet/dihipnotis, bahkan ada orang Kristen yang jadi ‘tukang’ hipnotis?”
Ha.. itu sih Kristen-kristenan, itu cuma beragama Kristen, tetapi sesungguhnya Roh Kudus belum ‘berkuasa’ atas orang itu.
“Seorang teman yang punya karunia mengusir Roh Jahat, bahkan pernah bilang ke saya, “Kalau tidak percaya…., cari orang Kristen yang pernah bisa dihipnotis, kita doakan, kita lihat apa yang terjadi dengan orang itu” (saya belajar tentang ‘dunia roh’ dari teman ini)
===
Mengapa website ini nampaknya memberi perhatian yang besar pada persoalan kata YAHWEH dan ALLAH?
Sebenarnya sudah lama saya meninggalkan “Tuhan Allah”, dan menyebut DIA dengan kata Tuhan, atau Bapa, dan baru kemudian saya kenal dengan teman-teman ‘yang menyebut Yahweh’, membuat saya makin mantap menyampaikan kebenaran mengenai NAMA TUHAN adalah YAHWEH.
NAMA TUHAN (persoalan Allah dan Yahweh) memang dianggap oleh banyak orang Kristen sebagai “persoalan kecil” dibandingkan dengan persoalan-persoalan lain dalam Kekristenan. Namun menurut pendapat saya, “yang kecil” ini sebenarnya awal dari tersingkapnya persoalan-persoalan lainnya. Boleh percaya boleh tidak, jika Anda bersedia/rela meninggalkan Allah, dan menyebut Tuhan dengan namaNya yang benar, maka rahasia-rahasia Kitab Suci akan makin banyak yang tersingkap untuk Anda.
Ini bukan sekedar masalah “sebatas pengetahuan saja” seperti yang ‘disangka’ oleh pengirim SMS. Ini masalah ROH.
Ingat:
Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian. (Yohanes 4:23)
Bagaimana menyembah BAPA dalam roh dan kebenaran?
Inilah sebenarnya persoalan utama bagi setiap orang Kristen, sudahkah kita menyembah BAPA dengan benar, yaitu menyembah dalam roh dan kebenaran?
Lha.. kalau NAMA BAPA saja tidak diperhatikan, bagaimana akan mengenal Bapa? Jika tidak mengenal, bagaimana dapat menyembah DIA? Jangan-jangan kita MERASA sedang menyembah BAPA, tetapi ternyata kita sedang menyembah “Bapa yang lain”?!
(ini pendapat kami.., Anda boleh berpendapat berbeda…)
Ya silakan jika Anda merasa sudah menyembah Bapa dengan berdoa kepada, menyembah, menyanyikan kebesaran ALLAH. Silakan jika Anda menganggap ALLAH=YAHWEH, tetapi bagi kami (saya dan banyak orang yang lain), ALLAH berbeda dengan YAHWEH. Bagi kami ini bukan sekedar “nama” namun juga menyangkut aspek “ROH”. Kami banyak mendapatkan petunjuk secara spiritual (supranatural) bahwa ALLAH berbeda dengan YAHWEH, namun hal ini tidak dapat saya ungkapkan melalui website. Sebab ini pengalaman pribadi, dan mungkin tidak sama dengan pengalaman orang-orang lain, sehingga sangat mungkin jika saya ungkapkan disini dapat menimbulkan ketidaknyamanan. Biarlah itu menjadi pengalaman pribadi kami, yang memperkuat pemahaman kami bahwa Allah berbeda dengan Yahweh.
Silakan kalau Anda mau menganggap Yahweh=Allah, bahkan silakan juga jika Anda hanya menyembah Allah (menjadi orang Muslim), atau bahkan tidak percaya pada Tuhan. Itu hak, dan kebebasan Anda. Dan itu semua tidak perlu menjadikan kita bertengkar, rebut bener (rebutan kebenaran), sebab kita semua perlu menyadari bahwa kebenaran yang kita percaya adalah karena kita “MENGANGGAP / MERASA” benar, dan orang lain boleh juga “MENGANGGAP/MERASA” dirinya benar. Sedangkan terhadap kebenaran yang sesungguhnya kita harus mengakui bahwa kita semua belum/tidak tahu. Karena kita bukan Tuhan yang mengetahui segala sesuatu.
Karena persoalan Allah dan Yahweh, hanya SALAH SATU persoalan dalam kekristenan (di Indonesia), saya kira, saya tidak perlu berpanjang lebar membahasnya, silakan Anda mengambil kesimpulan sendiri dengan dasar berbagai pengetahuan yang Anda peroleh dari berbagai bacaan, juga dari pengalaman pribadi Anda, khususnya jika Anda sempat ‘menikmati’ pengalaman-pengalaman supranatural dengan Tuhan. Hanya perlu saya sampaikan, bahwa kami yang kemudian percaya pada Bapa Yahweh dan bukan pada Allah Bapa, itu semua berawal dari pencarian akan Tuhan, dengan berbagai pengalaman, ternyata kami sama-sama menemukan bahwa Yahweh-lah (bukan Allah) nama Tuhan bagi orang Kristen.
Artinya, jika Anda pernah mencari Tuhan, dan ternyata menemukan bahwa Tuhan adalah Allah, atau Yahweh = Allah, ya silakan….
Sekedar cerita saja, diantara beberapa orang yang menghubungi saya menyatakan keinginannya belajar “filsafat Kawruh Jiwa” setelah membaca tulisan saya di Surat Pembaca (Suara Merdeka, 4 Januari 2008) ada seseorang yang menelepon ke HP saya:
“Pak Wijayanto, saya sedang mencari Tuhan, saya mempelajari Islam, juga mempelajari Kristen, mempelajari Kejawen, Pangestu dan lain-lain. Apakah Bapak bisa membantu saya menemukan Tuhan?”
(sayang orang ini tinggal jauh dari Salatiga, sehingga pembicaraan kami tidak dapat ‘tuntas’)
(artinya, ada orang-orang yang sudah mempelajari berbagai ajaran, belum juga menemukan Tuhan – saya tidak tahu bagaimana dengan Anda, apakah sudah menemukan “Tuhan” atau menemukan sebuah “keyakinan tentang Tuhan”, dan Anda puas dengan keyakinan itu dan merasa sudah menemukan Tuhan, yaitu Tuhan menurut keyakinan yang diajarkan kepada Anda)
Saudara…, kekristenan begitu kompleks, namun sebenarnya juga sederhana.
Kompleks karena banyak aspek yang perlu dipelajari/dipahami dalam kekristenan.
Sederhana, sebab hanya perlu iman kepada Tuhan (Bapa) Yahweh, percaya pada Tuhan Yesus/Yeshua (Yohanes 5:24), menjadi anak Tuhan (Yohanes 1:12), menerima Roh Kudus, menerima Karunia Roh Kudus, mengalahkan kuasa Setan (I Yohanes 4:4) dan memiliki KASIH kepada Tuhan dan KASIH kepada sesama manusia. (I Korintus 13:13), dll. dll. dll……
– Dan (tandanya) orang Kristen memiliki BUAH ROH (kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan,kelemahlembutan, penguasaan diri – Galatia 5:22-23) sehingga KERAJAAN SORGA dapat terwujud (ingat Doa Bapa Kami yang diajarkan oleh Yesus)—–
KASIH kepada Tuhan adalah dengan menjalankan perintahNya, (Yohanes 14:21)
KASIH kepada sesama adalah mengasihi (bersikap dan bertindak) seperti kepada diri sendiri. (Imamat 19:18,34 ; Matius 19:19 ;22:39 ; Roma 13:9 ; Markus 12:31 ; Lukas 10:27 ; Galatia 5:14 ; Efesus 5:33 ; Yakobus 2:8)
Ya…. memang masih banyak hal lain yang perlu “dibahas”, (misalnya bahasa roh, karunia roh, dll.) tetapi itulah garis besar kekristenan, yang saya pahami sampai saat ini.
Entah apa/bagaimana yang Anda pahami…apa yang Anda percayai.., apa yang Anda yakini…
(dan maaf, kalau saya bertanya….)
Yang Anda yakini itu, KATA-nya siapa?
Yang Anda yakini itu, apakah PANTAS diyakini? (jika dihadapkan dengan argumentasi-argumentasi lain)
Yang Anda yakini itu, apakah karena Anda men-DUGA-nya demikian?
Apakah Anda TAHU yang Anda yakini? atau …
Apakah Anda MERASA TAHU yang Anda yakini? atau bahkan …
Anda tetap yakin sekalipun TIDAK TAHU?
Silakan direnungkan….,
Tetapi jangan kuatir, sebab jika kita meminta kita akan mendapat, jika kita mencari, kita akan menemukan, jika kita mengetok, pintu akan dibukakan (Matius 7:7)
Dan website ini saya harap dapat menjadi sarana bagi banyak orang untuk mendapat JAWABAN.
Silakan baca-baca berbagai tulisan di website ini, saya mungkin masih akan menulis jika ada “ide” yang perlu saya sampaikan kepada sesama.
11 Januari 2008; Terima kasih,
Petrus Wijayanto
Pengelola www.gkmin.net


Jika anda ingin terbebas dari kuasa kegelapan (kuasa Setan), mungkin Tim dari

dikelola seorang awam, bukan aktivis
gereja.
